Sumbawanews.com,- Indonesia mengalami lonjakan serangan siber hingga 609 juta kasus pada 2024, dengan malware meningkat 12,67%, sementara penerapan kecerdasan buatan di sektor manufaktur semakin masif melalui program Making Indonesia 4.0. Di tengah dorongan kedaulatan data, banyak perusahaan beralih ke cloud lokal dan sovereign cloud, namun lokasi penyimpanan data di dalam negeri tidak menjamin keamanan mutlak. Menurut Cloud Security Evangelist Gigamon, Steve Goudreault, tanpa visibilitas menyeluruh terhadap aliran data dan interaksi sistem, perusahaan tetap rentan terhadap ancaman pergerakan lateral—serangan yang menyusup di balik aktivitas sah dan lolos dari deteksi alat keamanan konvensional. Tantangan semakin berat karena rata-rata tim keamanan mengelola hingga 15 alat berbeda, tetapi 55% di antaranya mengakui gagal mendeteksi kebocoran data. Lebih dari separuh pemimpin IT (46%) juga mengakui kekurangan data bersih yang diperlukan untuk mendukung AI keamanan secara andal, berisiko memicu keputusan keliru yang cepat. Solusi yang diusulkan adalah memanfaatkan AI itu sendiri untuk membangun deep observability: menganalisis telemetri jaringan skala besar guna memetakan celah kepatuhan, mendeteksi anomali trafik, dan memprioritaskan risiko secara otomatis, sehingga keamanan bukan sekadar teknis, tetapi menjadi bukti nyata akuntabilitas bisnis dan kepatuhan regulasi.
Home Serba Serbi Tekno Ratusan Juta Serangan Siber Ancam Keamanan AI Indonesia, Cloud Lokal Bukan Jaminan...















