Sumbawanews.com,- Microsoft resmi memangkas 4.800 karyawan global pada 6 Juli 2026, dengan divisi Xbox menjadi yang paling terdampak. Sebanyak 1.600 posisi di Xbox dihapus dalam tahap pertama, dan perusahaan berencana mengurangi hingga 20 persen total posisi di divisi gaming itu hingga akhir tahun fiskal 2027. CEO Xbox Asha Sharma menyebut langkah ini sebagai restrukturisasi terbesar dalam sejarah Xbox, dipicu tekanan margin, biaya hardware, dan struktur organisasi yang terlalu kompleks. Empat studio game—Compulsion Games, Double Fine Productions, Ninja Theory, dan Undead Labs—akan dilepas, dengan dua di antaranya kembali menjadi independen dan dua lainnya dijual agar proyek seperti Senua dan State of Decay 3 tetap berlanjut.
Microsoft juga masih mengevaluasi masa depan Arkane Studios, studio pengembang game Marvel’s Blade, yang hingga kini belum mendapat kepastian apakah akan dijual, dipisahkan, atau tetap bertahan di bawah naungan Xbox. Meski sebelumnya sempat dikabarkan akan ditutup, status Arkane belum diumumkan secara resmi. Pengurangan tenaga kerja ini tidak akan digantikan oleh kecerdasan buatan, menurut Amy Coleman, Executive Vice President dan Chief People Officer Microsoft, meski AI telah mengubah cara pekerjaan dilakukan di dalam perusahaan.
Restrukturisasi ini menandai pergeseran strategi Xbox dari ekspansi agresif pasca akuisisi Activision Blizzard menuju fokus pada franchise besar, efisiensi operasional, dan penguatan platform. Sejumlah studio lain juga masih dalam proses evaluasi, termasuk Ninja Theory yang baru saja memperkenalkan proyek baru di Xbox Summer Game Fest, namun karyawannya telah menerima pemberitahuan terkait rencana penutupan.















