Home Serba Serbi Tekno Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus 44 Kali dalam Seminggu

Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus 44 Kali dalam Seminggu

Sumbawanews.com,- Pada Senin, 8 Juni 2026, Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, kembali menjadi sorotan setelah meletus enam kali dalam kurun waktu kurang dari sembilan jam. Letusan terakhir tercatat pukul 11.25 WITA, menambah daftar aktivitas vulkanik yang mencapai 44 kali dalam tujuh hari terakhir—angka tertinggi dalam periode sepekan sejak pemantauan intensif dimulai.

Letusan pertama terjadi pukul 02.58 WITA, dengan kolom abu membumbung hingga 1.500 meter di atas puncak. Empat menit kemudian, letusan kedua menyemburkan abu setinggi 500 meter. Namun, puncak aktivitas terjadi pukul 05.06 WITA: kolom abu mencapai ketinggian 2.000 meter—setara dengan 3.584 meter di atas permukaan laut—dan durasi letusan mencapai 391 detik, yang terpanjang sepanjang hari itu.

Tiga letusan berikutnya tercatat pukul 08.08, 10.40, dan 11.25 WITA, masing-masing dengan kolom abu setinggi 1.500, 1.000, dan 1.000 meter. Abu vulkanik berwarna kelabu, dengan intensitas sedang hingga tebal, bergerak dominan ke arah barat dan barat laut, membahayakan wilayah-wilayah di kaki gunung.

Menurut laporan petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Herman Yosef, amplitudo gempa erupsi berkisar antara 11 hingga 47,3 milimeter, menunjukkan tekanan magma dan gas vulkanik yang masih sangat kuat di dalam tubuh gunung. “Erupsi terakhir menunjukkan energi yang signifikan, dengan durasi 71 detik dan amplitudo maksimum tertinggi dalam sehari ini,” ujarnya.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) tetap mempertahankan status Gunung Lewotobi Laki-laki pada Level III (Siaga). Masyarakat dan wisatawan dilarang memasuki radius lima kilometer dari puncak gunung. “Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing isu liar, dan mengikuti arahan pemerintah daerah,” kata Plt. Kepala Badan Geologi, Lana Saria.

Selain ancaman hujan abu, PVMBG juga mengingatkan risiko banjir lahar hujan di sepanjang sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung, terutama jika hujan deras melanda. Wilayah yang perlu waspada antara lain Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.

Gunung yang berdiri setinggi 1.584 mdpl ini telah menjadi pusat perhatian sejak Oktober 2025, ketika aktivitasnya mulai meningkat signifikan. Dalam beberapa bulan terakhir, letusan-letusan kecil berulang menjadi tanda bahwa sistem vulkanik di bawahnya belum stabil. Pemantauan terus dilakukan secara real-time, dengan seismograf dan kamera pemantau yang terus mengirim data ke PVMBG di Bandung.

Pemerintah daerah bersama BPBD setempat telah mengungsikan ribuan warga dari zona bahaya, sementara bantuan logistik dan kesehatan terus mengalir ke posko pengungsian. Meski belum ada laporan korban jiwa, dampak ekonomi dan sosial terasa di sejumlah desa yang bergantung pada pertanian dan pariwisata.

Dengan frekuensi letusan yang semakin sering dan energi yang meningkat, para ahli memperingatkan bahwa Gunung Lewotobi Laki-laki berada di ambang kemungkinan erupsi lebih besar—meski belum ada indikasi langsung menuju letusan eksplosif besar. Pemantauan 24 jam tetap menjadi prioritas utama, sementara masyarakat di sekitar gunung diminta untuk tetap waspada, namun tidak panik.

Previous articleJakarta Berpeluang Jadi Pusat Talent Global
Next articleDKI Tertibkan Parkir Liar dengan Sanksi Tegas
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.