Sumbawanews.com,- Google mengonfirmasi adanya kerentanan keamanan zero-day aktif yang menyerang sistem Android 14 hingga Android 16, memaksa pengguna segera memperbarui perangkat mereka. Celah bernama CVE-2025-48595 ini berada di lapisan Android Framework dan telah dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk mengeksploitasi perangkat tanpa sepengetahuan pengguna.
Dalam pembaruan keamanan bulanan Juni 2026, Google secara terbuka mengungkap bahwa kerentanan ini memungkinkan penyerang menjalankan kode berbahaya secara jarak jauh, bahkan tanpa interaksi pengguna. Dampaknya mencakup semua versi Android 14, 15, 16, dan Android 16 QPR2 — yang berarti jutaan perangkat di seluruh dunia berada dalam risiko. Google menekankan bahwa tidak ada solusi sementara selain memasang pembaruan keamanan terbaru, yang sudah tersedia melalui Google Play System Update.
Sementara itu, kabar terbaru tentang iPhone Fold kembali memicu spekulasi. Menurut pernyataan Enping Lin, CEO Largan Precision — pemasok lensa kamera utama Apple — peluncuran ponsel layar lipat pertama Apple kemungkinan akan tertunda hingga 2027. Padahal, sebelumnya industri meyakini iPhone Fold akan debut bersamaan dengan iPhone 18 Pro pada September 2026. Keterlambatan ini diduga terkait tantangan teknis dalam memperhalus lapisan layar dan sistem pelipatan yang tahan lama, serta kebutuhan akan kamera depan yang optimal di mode lipat.
Di luar dunia konsumen, dunia militer juga mencatat terobosan teknologi: drone Sky-Watch RQ-70 Dainn yang diperkenalkan di ajang Eurosatory, Paris, pada 15–19 Juni 2026. Dirancang untuk misi intelijen, pengawasan, dan pengintaian di zona konflik berisiko tinggi, drone asal Denmark ini mampu beroperasi tanpa bergantung pada sinyal GPS — sebuah keunggulan strategis di lingkungan di mana sistem navigasi satelit bisa diblokir atau dimanipulasi. Dikembangkan dari platform RQ-35 Heidrun yang telah teruji di medan perang, RQ-70 Dainn mengandalkan sensor canggih dan algoritma navigasi otonom yang memungkinkannya menghindari rintangan dan mempertahankan posisi bahkan di dalam bangunan atau terowongan.
Ketiga perkembangan ini — dari kerentanan di ponsel harian, keterlambatan produk ikonik, hingga kemajuan teknologi militer — menggambarkan betapa rapuhnya lapisan keamanan digital modern, sekaligus betapa cepatnya inovasi teknologi bergerak, baik untuk melindungi maupun menyerang. Pengguna Android diminta segera memeriksa pembaruan sistem, sementara pengamat teknologi menanti apakah Apple akan mengubah strategi peluncurannya atau justru memilih kualitas di atas kecepatan.















