Home Berita Berita Utama Perjuangan Karina Melawan Tumor Ganas di Kedua Matanya, Harapan Kecil yang Tak...

Perjuangan Karina Melawan Tumor Ganas di Kedua Matanya, Harapan Kecil yang Tak Boleh Padam

Sumbawa Barat sumbawanews.com – Di sebuah rumah sederhana di Desa Tongo, Kabupaten Sumbawa Barat, seorang anak perempuan kecil bernama Karina Jawharotul Qolbi tengah menjalani perjuangan besar yang mungkin tak pernah terbayangkan oleh anak seusianya. Di usianya yang masih sangat belia, Karina harus berjuang melawan tumor ganas yang menyerang kedua matanya.

Kisah ini bermula saat Karina berusia sekitar satu tahun. Ibundanya, Dati Setiawati, mulai menyadari ada yang berbeda pada kondisi mata putrinya. Air mata Karina terus mengalir tanpa henti dan bentuk bola matanya perlahan berubah menyerupai mata kucing.

Rasa khawatir yang semakin besar mendorong keluarga membawa Karina ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan. Hasil diagnosis dokter menjadi pukulan berat bagi keluarga. Karina dinyatakan mengidap tumor ganas pada kedua matanya.

Hari demi hari kondisi Karina semakin memburuk. Kedua matanya mengalami pembengkakan hebat hingga menonjol keluar dan mengeluarkan darah. Sebagai seorang ibu, Dati mengaku hatinya hancur ketika mendengar penjelasan dokter yang menyebut peluang hidup Karina sangat kecil dan tidak ada jaminan ia dapat bertahan dalam waktu satu bulan ke depan.

Namun keluarga tidak menyerah. Dengan segala keterbatasan, mereka terus berusaha mencari jalan agar Karina mendapatkan pengobatan terbaik. Harapan itu akhirnya datang ketika Karina memperoleh rujukan untuk menjalani perawatan di Bali.

Perjuangan panjang tersebut mulai menunjukkan hasil. Setelah mendapatkan penanganan medis dan menjalani kemoterapi, kondisi Karina perlahan membaik. Pembengkakan pada matanya mulai berkurang dan secercah harapan kembali hadir bagi keluarga.

Sayangnya, perjalanan Karina belum berakhir. Setelah menyelesaikan protokol kemoterapi pertama, kondisi tubuhnya sangat lemah menjelang protokol kedua. Karena khawatir dengan kondisinya, keluarga memutuskan untuk beristirahat sementara di rumah.

Keputusan yang diambil dengan penuh kasih sayang itu ternyata berujung pada penyesalan mendalam. Tidak lama kemudian, kondisi Karina kembali menurun drastis. Tubuhnya kehilangan kemampuan bergerak seperti biasa hingga mengalami kelumpuhan.

Kini Karina kembali menjalani rangkaian kemoterapi dan terus berjuang melawan penyakit yang menggerogoti tubuhnya. Di balik rasa sakit yang harus ditanggung, Karina tetap menyimpan harapan sederhana seperti anak-anak lainnya: ingin bermain, berlari, tertawa, dan menikmati masa kecilnya.

Ibundanya hanya bisa memohon doa dan dukungan dari masyarakat agar putrinya diberi kekuatan untuk terus bertahan.

“Karina masih ingin melihat dunia, bermain bersama teman-temannya, dan tumbuh besar seperti anak-anak lainnya. Mohon bantu kami menjaga harapan itu tetap hidup,” ungkap Dati Setiawati dengan haru.

Perjuangan Karina mengingatkan kita bahwa di luar sana masih banyak anak-anak yang sedang berjuang melawan penyakit berat dan membutuhkan uluran tangan sesama. Dukungan, doa, perhatian, maupun bantuan yang diberikan dapat menjadi kekuatan besar bagi Karina dan keluarganya untuk terus melangkah menghadapi cobaan ini.

Semoga Allah SWT memberikan kesembuhan, kekuatan, dan keajaiban terbaik bagi Karina. Mari bersama-sama mengirimkan doa dan harapan agar Karina dapat kembali sehat, tersenyum, dan meraih masa depan yang cerah seperti anak-anak lainnya.

Karena setiap anak berhak untuk hidup, bermimpi, dan tumbuh dengan bahagia.Artikel ini dapat dipublikasikan sebagai berita kemanusiaan sekaligus ajakan kepada masyarakat untuk memberikan doa dan dukungan bagi Karina serta keluarganya.

Pembaca yang ingin berbagi kasih bisa menyalurkannya melalui ling berikut https://kitabisa.com/campaign/karinapastisembuh?utm_source=socialsharing_campaigner_android_1c4ba37dfc894cbc836a946c5f7b2eb9&utm_medium=CampaignPage_nativeshare&utm_campaign=Campaign

Previous articleTabung Oksigen Meledak, Rumah dan Warung Porak-poranda
Next articleAmazon Rilis Kindle Scribe Tanpa Lampu Depan, Harga Lebih Terjangkau
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.