Home Blog Page 51

Beruang Masuk Kebun, Petani Lampung Gelisah

Sumbawanews.com,- Warga Pekon Kali Sari, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, Lampung, digegerkan oleh kemunculan seekor beruang liar di area perkebunan. Satwa berukuran sedang itu terlihat berkeliaran di bawah pohon jengkol, tak jauh dari aliran sungai, membuat para petani takut keluar rumah, apalagi menjaga tanaman di malam hari.

Laporan warga langsung ditindaklanjuti oleh Polsek Wonosobo. Kapolsek Iptu Primadona Laila mengatakan, petugas bersama aparat desa segera mendatangi lokasi untuk memastikan keberadaan hewan tersebut. Di lokasi, ditemukan jejak cakaran di batang pohon dan tanda-tanda sarang di atas dahan—petunjuk kuat bahwa beruang itu bukan sekadar lewat, tapi mempertimbangkan area itu sebagai wilayah sementara.

“Warga sangat khawatir. Kebun mereka berada di jalur yang sering dilalui, bahkan ada yang baru saja panen jengkol. Jika beruang kembali, kami imbau jangan mendekat, apalagi mencoba mengusirnya sendiri,” ujar Kanit Intel Aipda Fuad Hamidi, yang memimpin operasi pemantauan.

Kemunculan beruang ini bukan kejadian acak. Wilayah Tanggamus, yang berbatasan dengan hutan lindung dan kawasan konservasi, kerap menjadi lintasan satwa liar yang terdesak oleh ekspansi lahan pertanian. Sebelumnya, kasus serupa pernah terjadi di Musi Rawas, di mana beruang madu menyerang ternak warga. Kini, petani di Lampung diminta waspada, sementara pihak berwenang bersiap mengkoordinasikan penanganan dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun dampak psikologisnya nyata. Para petani mengaku tak lagi bisa tidur nyenyak setelah matahari terbenam. Beberapa bahkan mempertimbangkan untuk menghentikan sementara aktivitas di kebun hingga kepastian keamanan datang.

Pemerintah daerah diminta segera merespons dengan langkah preventif: pemasangan kamera jebak, sosialisasi kepada masyarakat, dan evaluasi batas antara lahan pertanian dengan kawasan hutan. Sebab, di tengah perubahan iklim dan tekanan ekologi, konflik manusia-beruang bukan lagi ancaman lokal—tapi indikator sistemik yang harus diatasi sebelum menjadi bencana lebih besar.

Nintendo Perbarui eShop, Responsif dan Gelap Sekarang

Sumbawanews.com,- Nintendo baru saja merilis pembaruan besar untuk eShop pada konsol Switch generasi pertama, membawa fitur yang lama dinantikan para pengguna: mode gelap dan performa yang jauh lebih cepat. Dengan pembaruan ini, toko digital konsol ikonik itu kini berjalan sebagai aplikasi asli—bukan lagi antarmuka berbasis web—yang membuat navigasi game terasa lebih lancar, responsif, dan nyaman digunakan.

Mode gelap kini tersedia secara otomatis jika pengguna telah mengaktifkan tema gelap di pengaturan sistem. Ini bukan sekadar perubahan estetika, tapi juga peningkatan kenyamanan visual, terutama saat bermain di ruang redup. Selain itu, Nintendo menyematkan fitur keamanan baru: pengguna bisa mengunci akses eShop dan metode pembayaran yang tersimpan dengan PIN, memberi perlindungan ekstra terhadap pembelian tidak disengaja, terutama oleh anak-anak.

Perubahan teknis mendasar juga terjadi di balik layar. eShop yang sebelumnya sering dikritik karena lambat dan sering macet kini berjalan dengan arsitektur yang lebih ringan dan efisien. Meskipun versi Switch 2 tetap unggul dalam kecepatan karena spesifikasi hardware yang lebih tinggi, pembaruan ini membuat pengalaman berbelanja di eShop pada Switch asli menjadi jauh lebih layak—bahkan bagi mereka yang belum beralih ke konsol terbaru.

Fitur tambahan yang tak kalah berguna termasuk kemampuan melewati video fullscreen di eShop dan aplikasi Berita secara 10 detik sekaligus dengan tombol ZL dan ZR, memudahkan pengguna menelusuri konten tanpa harus menunggu berulang kali.

Pembaruan ini datang hampir satu dekade setelah peluncuran Switch, dan meskipun terlambat, banyak pengguna menyambutnya dengan antusiasme. Bagi yang masih setia pada konsol lama, ini adalah pengakuan bahwa Nintendo belum meninggalkan basis penggunanya—meski sebagian besar telah berpindah ke Switch 2. Dengan perubahan ini, eShop yang dulu dianggap “sangat buruk” kini bisa dibilang sudah kembali menjadi alat belanja digital yang layak dan nyaman.

Wabah Ebola di Kongo Masih Meluas, Bisa Berlangsung Satu Tahun

Sumbawanews.com,- Wabah virus Ebola di Republik Demokratik Kongo belum menunjukkan tanda-tanda mereda, dan berpotensi berlangsung hingga satu tahun ke depan. Peringatan ini disampaikan Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) di tengah meningkatnya angka kasus dan keterbatasan sistem deteksi di wilayah terdampak.

Sejak wabah resmi diumumkan pada 15 Mei lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat 808 kasus terkonfirmasi dengan 192 korban jiwa. Episentrum wabah berpusat di Provinsi Ituri, khususnya di kota Bunia, di mana kondisi di lapangan jauh dari terkendali. Bruno Michon, Manajer Operasi Ebola IFRC, mengatakan dalam wawancara via video dari Jenewa bahwa puncak epidemi belum tercapai—bahkan masih berada di depan mata.

“Yang saya lihat di Bunia, kami belum sampai puncaknya,” ujar Michon. “Puncaknya belum lewat. Masih di depan.”

Salah satu hambatan utama dalam penanganan wabah adalah minimnya kapasitas pengujian. Banyak kasus tidak terdeteksi karena keterbatasan alat dan tenaga medis, sehingga penyebaran virus sulit dipetakan secara akurat. Situasi ini memperbesar risiko ledakan kasus baru, terutama di wilayah yang sudah terpapar seperti Kivu Utara dan Kivu Selatan, serta negara tetangga Uganda, yang kini melaporkan 19 kasus dengan dua kematian.

Yang lebih mengkhawatirkan, strain virus yang menyebabkan wabah kali ini—Bundibugyo—belum memiliki vaksin atau terapi medis yang disetujui secara internasional. Ini membuat respons kesehatan semakin bergantung pada isolasi, pelacakan kontak, dan pemakaman aman.

Namun, tantangan terbesar bukan hanya teknis, melainkan sosial. Michon menekankan bahwa kepercayaan masyarakat adalah kunci utama dalam memutus rantai penularan. Di beberapa lokasi, relawan Palang Merah menghadapi ancaman fisik, pelecehan verbal, bahkan penolakan terbuka saat mencoba memasuki desa-desa untuk melakukan edukasi dan penanganan kasus.

“Kepercayaan bukan sekadar pendukung—ia adalah inti dari seluruh respons,” tegas Michon. “Tanpa kepercayaan, kita tidak bisa mendeteksi kasus lebih awal, tidak bisa memastikan pemakaman yang aman, tidak bisa melindungi keluarga, dan tidak bisa menghentikan penularan.”

IFRC memperingatkan bahwa tanpa investasi besar pada keterlibatan komunitas, pelibatan relawan lokal, dan akses operasional yang aman, upaya medis semata tidak akan cukup. Wabah ini bukan sekadar masalah kesehatan, tapi juga krisis kepercayaan yang mengancam stabilitas sosial di wilayah yang sudah rapuh akibat konflik berkepanjangan.

Pemerintah Kongo dan mitra internasional kini dihadapkan pada tantangan ganda: menangani virus yang tak punya obat, sekaligus membangun kembali kepercayaan masyarakat yang retak.

Harga Rumah Membuat Generasi Muda Menyerah

Sumbawanews.com,- Kepemilikan rumah pertama dulu menjadi simbol kedewasaan dan langkah pertama membangun kekayaan. Kini, harga yang melambung, suku bunga tinggi, dan kelangkaan perumahan terjangkau membuat mimpi itu semakin jauh dari jangkauan generasi muda Amerika. Di kota-kota besar, calon pembeli pertama kali harus menabung selama lebih dari satu dekade hanya untuk uang muka, sementara rumah-rumah kecil yang dulu menjadi pintu masuk menuju kelas menengah kini berubah menjadi barang mewah yang hanya bisa dinikmati oleh segelintir orang.

Laporan dari WIRED mengungkapkan bahwa di sebagian besar wilayah AS, harga rata-rata rumah starter kini lebih dari tiga kali lipat gaji tahunan pekerja rata-rata. Di San Francisco, harga rumah kecil setara dengan pendapatan 12 tahun; di New York, bahkan lebih parah. Di tengah krisis perumahan yang meluas, generasi milenial dan Gen Z mulai mengabaikan ide membeli rumah—bukan karena tidak ambisius, tapi karena sistem seolah sengaja dirancang untuk menghalangi mereka.

Banyak yang beralih ke sewa jangka panjang, atau bahkan memilih hidup bersama keluarga hingga usia 30-an. Di beberapa kota, muncul tren baru: kelompok teman yang menyewa rumah besar bersama, membagi biaya, dan menciptakan komunitas tempat tinggal yang disebut “friend compounds”—sebuah bentuk adaptasi kreatif terhadap ketidakmungkinan kepemilikan pribadi.

Sementara itu, kebijakan perumahan nasional masih terjebak dalam model lama: mempromosikan kepemilikan rumah sebagai tujuan utama, tanpa menangani akar masalah—kurangnya pasokan, spekulasi properti, dan hilangnya subsidi perumahan yang dulu menjadi tulang punggung kelas menengah. Bank-bank pun semakin enggan memberi pinjaman kepada calon pembeli tanpa uang muka besar dan riwayat kredit sempurna, menjadikan rumah bukan lagi aset yang bisa diraih, tapi hadiah yang hanya diberikan kepada yang sudah beruntung sejak lahir.

Di Mississippi, seorang arsitek membangun rumah di atas tiang tinggi untuk menghindari banjir—sebuah simbol nyata bahwa rumah masa depan bukan lagi soal gaya atau ukuran, tapi soal bertahan hidup. Di California, teknologi AI dipasang di rumah lansia untuk memantau detak jantung dan gerakan, karena layanan perawatan rumah tak lagi tersedia. Di kota-kota kecil, orang-orang mulai membangun kembali rumah dari bahan lokal, menghindari rantai pasok global yang rapuh.

Mimpi memiliki rumah pertama belum mati—tapi ia telah berubah bentuk. Ia kini bukan lagi simbol keberhasilan individu, melainkan tanda ketidakadilan sistemik. Dan bagi jutaan orang muda yang menatap daftar harga rumah dengan mata kosong, pertanyaannya bukan lagi “kapan saya bisa beli?”, tapi “apakah saya seharusnya mencoba?”

Gempa M6,7 di Sulteng, Satu Tewas dan Tiga Daerah Terparah

Sumbawanews.com,- Gempa berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa, 16 Juni 2026, menewaskan satu warga dan melukai 35 orang. Pusat gempa berada di darat, 42 kilometer tenggara Kota Palu, dengan kedalaman 10 kilometer, menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Getaran kuat yang dirasakan hingga wilayah Donggala, Poso, dan Parigi Moutong memicu kerusakan infrastruktur dan kepanikan di sejumlah desa.

Korban jiwa dilaporkan meninggal di Kabupaten Sigi, wilayah paling parah terdampak. Data terakhir dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut 312 jiwa atau 110 kepala keluarga terdampak, dengan 272 orang—atau 89 KK—berada di Sigi. Di sana, 47 rumah rusak, terdiri dari 23 rusak ringan, enam rusak sedang, dan 12 rusak berat. Selain rumah, enam fasilitas ibadah, dua gedung perkantoran, satu jembatan, dan satu usaha mikro juga mengalami kerusakan. Sebanyak 22 warga mengalami luka ringan dan 13 lainnya luka berat di wilayah ini.

Kabupaten Parigi Moutong menjadi daerah kedua paling terdampak dengan 40 jiwa terdampak dan 15 rumah rusak. Di Kota Palu, dua warga mengalami luka ringan, sementara Jembatan III mengalami keretakan. Di Kabupaten Poso, satu warga luka dan lima rumah rusak, tiga di antaranya rusak ringan. Fasilitas umum, satu hotel, dan satu tempat usaha di Palu juga terdampak.

Aktivitas gempa susulan masih tercatat hingga sore hari, membuat warga enggan kembali ke rumah. Tim BNPB dan pemerintah daerah terus melakukan pendataan darurat, sementara bantuan logistik mulai mengalir ke titik-titik terdampak. Polisi pun memberlakukan pembatasan pembelian bahan bakar di sejumlah SPBU untuk mencegah penimbunan.

Episenter gempa berada di koordinat 1,03 derajat Lintang Selatan dan 120,24 derajat Bujur Timur, tepat di jalur sesar aktif yang pernah menjadi sumber gempa dahsyat 2018 lalu. BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap gempa susulan dan potensi tanah longsor di daerah berlereng. Pemerintah daerah diminta segera memetakan kerusakan infrastruktur vital, termasuk jalan akses dan jembatan, agar bantuan bisa sampai tepat waktu.

Hingga kini, belum ada laporan tsunami, namun kewaspadaan tetap dijaga. Pemulihan dimulai dari pendataan akurat—karena di Sigi, Bupati setempat menargetkan seluruh data kerusakan rampung dalam 24 jam.

Meriah dan Khidmat, Festival Muharram 2026 Desa Goa Resmi Dibuka dengan Tabligh Akbar

Sumbawa Barat, sumbawanews.com, -Menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Pemerintah Desa Goa, Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat, menggelar Tabligh Akbar di Lapangan Desa Goa pada Senin malam (15/06/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut sekaligus menjadi penanda dibukanya secara resmi rangkaian Festival Muharram Tahun 2026.

Ratusan masyarakat dari berbagai wilayah di Kecamatan Jereweh tampak memadati lokasi acara. Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Jereweh H. Abdul Muthalib, S.Pd., M.M., unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Jereweh, Kepala Puskesmas Jereweh, Imam Besar Masjid Nurul Ikhsan Jereweh, serta sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Turut hadir Penjabat Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Sumbawa Barat, H. Abdul Wahid, S.Pd., M.M., yang mewakili Bupati Sumbawa Barat. Hadir pula Kepala Dinas P2KBP3A KSB, H. Made Budiartha, S.Sos., M.M., serta Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Barat dari Fraksi PAN, H. Riadi, S.E.

Dalam sambutannya, Pj Kepala Disparpora KSB, H. Abdul Wahid, menyampaikan apresiasi atas konsistensi masyarakat Desa Goa dalam menjaga dan melestarikan Festival Muharram yang telah menjadi agenda tahunan.

“Kami sangat bangga karena Festival Muharram Desa Goa merupakan salah satu dari dua event pariwisata Kabupaten Sumbawa Barat yang resmi masuk dalam kalender event Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kami berharap kegiatan ini terus dilestarikan dan kualitasnya semakin meningkat dari tahun ke tahun,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Festival Muharram 2026, Abdul Wahid, S.E., menjelaskan bahwa festival tersebut tidak hanya menghadirkan kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi wadah pelestarian budaya lokal yang diwariskan secara turun-temurun.

Menurutnya, setelah Tabligh Akbar, masyarakat akan disuguhkan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari Semarak Muharram yang diisi dengan perlombaan keagamaan tingkat Desa Goa, tradisi Mangan Lawang Karang sebagai momentum mempererat silaturahmi melalui makan bersama, hingga prosesi adat Melala Minyak Jereweh, yakni pembuatan minyak khas Jereweh yang sarat nilai budaya dan kearifan lokal.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia, sponsor, pemerintah daerah, serta masyarakat Desa Goa yang telah memberikan dukungan moril maupun materiil sehingga kegiatan dapat terselenggara dengan baik.

Usai kegiatan, Camat Jereweh H. Abdul Muthalib, S.Pd., M.M., memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Desa Goa dan seluruh masyarakat yang terlibat dalam menyukseskan festival tersebut.

Menurutnya, keberhasilan Festival Muharram merupakan bukti nyata semangat gotong royong masyarakat Jereweh yang selama ini dikenal dengan filosofi “Sai Ling Dalam Gawe”, yakni saling membantu dan bahu-membahu dalam bekerja.

“Semangat kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan utama masyarakat Jereweh dan sejalan dengan semangat pembangunan di Kabupaten Sumbawa Barat,” ungkapnya.

Puncak acara diisi dengan tausiyah agama yang disampaikan oleh TGH. Khotibuddin Athar, QH., M.H., As-Saulaty. Dalam ceramahnya, ia mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa bersyukur atas nikmat iman dan Islam yang diberikan Allah SWT.

“Kita harus bersyukur karena menjadi bagian dari umat Rasulullah SAW yang meskipun tidak pernah berjumpa langsung dengan beliau, namun memiliki kecintaan yang begitu besar kepada beliau,” pesan TGH. Khotibuddin.

Suasana semakin khusyuk saat memasuki sesi refleksi akhir tahun. Seluruh lampu di area lapangan dipadamkan dan digantikan oleh cahaya obor yang menyala di sekeliling lokasi acara. Dalam suasana hening dan penuh haru tersebut, jamaah diajak menundukkan kepala, melakukan muhasabah diri, serta memohon ampunan atas segala dosa dan kesalahan yang telah dilakukan selama setahun terakhir.

Kegiatan pembukaan Festival Muharram 1448 Hijriah berlangsung tertib, aman, dan penuh antusiasme. Kehadiran ratusan warga menjadi bukti bahwa Festival Muharram Desa Goa tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga telah tumbuh menjadi ikon budaya dan pariwisata yang membanggakan Kecamatan Jereweh dan Kabupaten Sumbawa Barat.

Bareskrim Tangkap Dua Buron Jaringan Sabu RI-Malaysia

Sumbawanews.com,- Bareskrim Polri berhasil menangkap dua tersangka buron dalam kasus penyelundupan narkotika lintas negara di Bengkalis, Riau. Keduanya, Indra Bayu dan Solihin, ditangkap dalam operasi berskala besar pada dini hari Selasa (16/6/2026), setelah menjadi buron sejak kegagalan penyelundupan 48 kilogram sabu dan 15 kilogram ketamin pada Mei lalu.

Kedua tersangka ditangkap di lokasi berbeda namun dalam satu wilayah Kabupaten Bengkalis. Indra Bayu, yang diduga sebagai pengambil barang di Malaysia, ditangkap di rumah orang tuanya di Desa Muntai, Kecamatan Bantan. Sementara Solihin, yang bertindak sebagai perantara penyewaan speed boat, ditangkap di rumahnya tak lama setelah memberikan keterangan tentang perannya dalam operasi tersebut.

Menurut Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, penyelundupan ini merupakan bagian dari jaringan transnasional yang dipimpin oleh DPO Atuk Ham dan didukung oleh warga negara Malaysia inisial WAN. Pada 17 Mei 2026, Indra Bayu bersama dua rekannya, Erwin dan Nabil, berangkat dari perairan Bengkalis menuju Batu Pahat, Malaysia, menggunakan speed boat yang disewa Solihin dengan biaya Rp30,5 juta.

Di perairan Malaysia, ketiganya menerima dua kardus berisi sekitar 64 kilogram narkoba jenis sabu dan ketamin dari WAN. Namun, saat kembali ke wilayah Indonesia, mereka melihat kehadiran kapal patroli Bea Cukai. Panik, mereka memutuskan melompat ke laut dan melarikan diri melalui hutan bakau, meninggalkan speed boat beserta barang bukti.

Barang bukti yang ditemukan kemudian berjumlah 48 kg sabu, 15 kg ketamin, dan 20.000 butir ekstasi. Nilai ekonomi barang bukti itu diperkirakan mencapai Rp137,48 miliar, dengan potensi penyelamatan 314.466 jiwa dari bahaya penyalahgunaan narkoba.

Solihin mengaku diberi janji bayaran Rp10 juta atas jasanya menyewakan speed boat. Namun, ia tidak terlibat langsung dalam pengambilan barang. Indra Bayu, yang mengaku sebagai koordinator lapangan, mengakui keterlibatannya dalam rencana penyelundupan sejak awal Mei.

Saat ini, Bareskrim masih memburu empat tersangka lainnya: Erwin, Nabil, Atuk Ham, dan WN Malaysia inisial WAN. Operasi ini menjadi bagian dari upaya intensif aparat keamanan dalam memutus rantai peredaran narkoba lintas batas yang semakin canggih dan terorganisir.

Brigjen Eko menegaskan, penangkapan ini bukan akhir dari operasi, melainkan langkah awal untuk mengungkap jaringan lebih besar yang menghubungkan Malaysia dengan jaringan distribusi narkoba di pulau-pulau Sumatra dan Jawa. “Kami tidak hanya menangkap orangnya, tapi juga menggali struktur jaringan, sumber pendanaan, dan jalur distribusinya,” ujar Eko.

Dengan ditangkapnya dua buron ini, Bareskrim semakin dekat dengan target utama: menghancurkan jaringan yang mengambil keuntungan dari kerentanan wilayah perbatasan dan kelemahan pengawasan maritim.

Sebulan Tanpa Hujan, Bekasi dan Klaten Dilanda Krisis Air Bersih

Sumbawanews.com,- Kekeringan melanda sejumlah wilayah di Jawa akibat hujan yang tak turun selama sebulan terakhir. Di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah, menjadi titik terparah—296 kepala keluarga atau sekitar 800 jiwa kesulitan mengakses air bersih. Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, di mana tiga desa di Kecamatan Kemalang—Kendalsari, Tegalmulyo, dan Tlogowatu—mengalami krisis serupa, dengan 393 keluarga atau 1.445 jiwa terdampak.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengonfirmasi bahwa ketiadaan hujan sejak awal Juni 2026 telah memicu bencana hidrometeorologi kering yang mengancam kebutuhan dasar masyarakat. “Air bersih kini menjadi barang langka. BPBD setempat telah mengerahkan mobil tangki untuk mendistribusikan air ke titik-titik terdampak, dan upaya ini terus berlanjut hingga seluruh warga terlayani,” ujarnya, Selasa (16/6/2026).

Di Bekasi, distribusi air bersih dilakukan secara bertahap, dengan fokus pada rumah-rumah yang tidak lagi memiliki akses ke sumur atau sumber air lokal yang kering. Di Klaten, pemerintah desa berkoordinasi erat dengan BPBD untuk memetakan wilayah paling rentan, sambil mengimbau warga untuk menghemat penggunaan air.

Kondisi ini bukan isolasi. BNPB mencatat bahwa kekeringan menjadi salah satu dari beberapa bencana utama yang terjadi dalam periode pemantauan 15–16 Juni 2026. Di Kalimantan Tengah, banjir melanda Kabupaten Murung Raya, menggenangi empat desa dan kelurahan, serta mengusir 36 jiwa dari rumah mereka. Sementara itu, di wilayah lain seperti Bima dan Aceh, fenomena hari tanpa hujan yang berkepanjangan juga memicu kekeringan dan kebakaran hutan lahan.

Ahli iklim memperingatkan bahwa pola cuaca ekstrem semacam ini kemungkinan akan semakin sering terjadi akibat perubahan iklim jangka panjang. “Kita tidak lagi menghadapi anomali, tapi tren baru. Ketersediaan air bersih bukan lagi masalah teknis, tapi masalah ketahanan nasional,” kata seorang peneliti dari LIPI yang tidak ingin disebutkan namanya.

Pemerintah daerah diminta segera mempercepat pembangunan infrastruktur air berkelanjutan, termasuk pengelolaan air tanah dan penampungan hujan skala komunitas. Sementara itu, bantuan darurat tetap menjadi prioritas—karena bagi warga di Desa Ridogalih dan Tlogowatu, air bersih bukan sekadar kebutuhan, tapi nyawa.

Gempa 6,7 SR Hantam Sulteng, 45 KK Terdampak dan Infrastruktur Rusak

Sumbawanews.com,- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan 45 kepala keluarga atau 109 jiwa terdampak gempa berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6) pukul 11.27 WITA. Guncangan kuat yang berpusat di wilayah darat itu tidak hanya menimbulkan korban luka, tetapi juga merusak rumah, jembatan, fasilitas umum, dan infrastruktur vital di lima kabupaten sekaligus.

Data sementara menyebut 24 warga mengalami luka ringan dan delapan lainnya luka berat. Kabupaten Sigi menjadi daerah paling parah terdampak, dengan 24 KK (69 jiwa) tercatat terkena imbas, termasuk 21 luka ringan dan delapan luka berat. Di Kabupaten Parigi Moutong, 21 KK (40 jiwa) terdampak, sementara Kota Palu melaporkan dua luka ringan dan Kabupaten Poso satu kasus luka yang masih dalam pendataan lanjutan.

Kerusakan fisik tersebar luas. Sedikitnya 64 unit rumah mengalami dampak, dengan empat di antaranya rusak ringan. Empat tempat ibadah, empat fasilitas umum, dua gedung perkantoran, satu tempat usaha, dan satu ruas jalan provinsi penghubung Palu-Sigi-Poso mengalami amblas. Di Sigi, 44 rumah terdampak, satu rusak ringan, empat fasilitas ibadah dan dua kantor terganggu, serta satu jembatan mengalami kerusakan. Di Poso, lima rumah terdampak—tiga di antaranya rusak ringan—dan satu ruas jalan provinsi rusak. Sementara di Parigi Moutong, 15 rumah terdampak, dan di Palu, Jembatan III mengalami keretakan, satu hotel rusak, serta satu fasilitas umum dan satu usaha terdampak.

Pendataan di Kabupaten Donggala masih berlangsung, sementara gempa susulan terus mengguncang wilayah tersebut. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hingga pukul 14.00 WIB telah tercatat 55 kali gempa aftershock. Kondisi ini memaksa otoritas setempat mengambil langkah antisipatif: seluruh pasien di Rumah Sakit Anutapura Palu dievakuasi ke area terbuka sebagai langkah pencegahan. Tenda darurat pun didirikan, dan pasien secara bertahap kembali ke ruang perawatan setelah dinilai aman.

Pemerintah Kota Palu bersama BPBD dan tim ahli struktur melakukan inspeksi mendalam terhadap jembatan-jembatan yang retak. Di Poso, masyarakat bersama aparat kepolisian membersihkan puing-puing bangunan yang roboh. Tim Reaksi Cepat dari BPBD di lima kabupaten—Palu, Donggala, Sigi, Parigi Moutong, dan Poso—terus melakukan kaji cepat, sambil berkoordinasi erat dengan pemerintah desa dan kecamatan untuk mempercepat distribusi bantuan.

Kebutuhan mendesak mulai teridentifikasi: terpal untuk menutupi atap yang rusak, tenda darurat di halaman RSUD Poso, dan logistik penanggulangan bencana. BNPB menegaskan bahwa angka korban dan kerusakan masih berpotensi berubah seiring perkembangan di lapangan. Hingga kini, belum ada penetapan status keadaan darurat di wilayah mana pun.

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak menyebarkan informasi tidak terverifikasi, dan selalu mengikuti perkembangan resmi dari BMKG, BNPB, BPBD, dan pemerintah daerah. Warga diminta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas. Pemantauan terus dilakukan secara intensif, dan update situasi akan disampaikan secara berkala.

Xbox Game Pass Tambahkan EA Sports FC 26 dan RV There Yet?

Sumbawanews.com,- Di tengah gelombang perubahan di divisi gaming Microsoft, Xbox Game Pass kembali memperluas daftar judulnya pada akhir Juni 2026. Pada 16 Juni, game platformer aksi 3D berjudul *Junkster* dari Stormcloud Games resmi tiba di layanan ini, tersedia untuk Game Pass Ultimate dan PC Game Pass di Xbox Series X/S, Xbox Cloud, dan PC. Tak hanya itu, *Junkster* juga meluncur serentak di Steam, PS5, dan Nintendo Switch 2.

Esok harinya, 17 Juni, *Call of Duty: Vanguard* — game tahun 2021 dari seri ikonik itu — bergabung dengan katalog Game Pass Ultimate, Premium, dan PC Game Pass di seluruh platform: Xbox One, Xbox Series X/S, Xbox Cloud, dan PC. Sementara itu, pada 18 Juni, giliran *EA Sports FC 26* yang menyusul, menandai kedatangan pertamanya di layanan langganan Microsoft setelah sebelumnya eksklusif untuk PS Plus hingga hari ini.

Pada 25 Juni, para penggemar game kooperatif bergaya roguelite akan disambut oleh *Abyssus*, sebuah penembak berbasis tim yang menawarkan tantangan tak terduga. Lalu, pada 30 Juni, *RV There Yet?* — petualangan kooperatif komedi yang telah menjadi sensasi di PC dengan penjualan mencapai 4,5 juta kopi dalam beberapa bulan pertama — akhirnya tiba di Game Pass, membawa kegembiraan para pemain yang telah menantikannya.

Melangkah lebih jauh, pada 2 Juli, *Tony Hawk’s Pro Skater 3 + 4* akan bergabung dengan tier Premium, meski sebelumnya sudah tersedia di Game Pass Ultimate dan PC Game Pass. Tak ketinggalan, pada 6 Juli, *Winds of Arcana: Ruination*, game 2.5D bertema Metroidvania dengan dunia penuh misteri dan estetika gelap, akan menyusul di seluruh platform Game Pass.

Pengumuman ini muncul di tengah ketidakpastian besar di jajaran manajemen Xbox. Craig Duncan, kepala Xbox Game Studios, dikabarkan telah mengundurkan diri, menyusul rencana perusahaan untuk melakukan “reset” strategis yang kemungkinan besar melibatkan pemotongan tenaga kerja. Lebih lanjut, laporan terbaru menyebut Microsoft sedang mempertimbangkan penutupan tiga studio internal: Ninja Theory, Double Fine, dan Compulsion Games. Para pemimpin ketiga studio ini disebut sedang berupaya mencari pembeli atau melakukan buyout agar tetap beroperasi mandiri.

Berita Terkini

Utang Rp850 Ribu, Pacar Gelap Siram Anak Kecil dengan Air Keras

Sumbawanews.com,- Polisi mengungkap kekejaman yang menggemparkan di Sumedang, Jawa Barat: seorang pria berinisial WS (32) menyiram dua bocah kakak-beradik, RFP (9) dan QSH (6),...

Gelombang Panas Ekstrem Landa Prancis

Sumbawanews.com,- Prancis diguncang gelombang panas luar biasa dengan suhu mencapai 40 derajat Celsius, memaksa warga mencari cara kreatif untuk bertahan di bawah terik yang...

Gubernur Jabar Ancam Cabut Subsidi Siswa Tawuran

Sumbawanews.com,- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mempertegas komitmen Pemerintah Provinsi terhadap integritas moral para penerima program sekolah swasta gratis. Jika terbukti terlibat tawuran atau...

Prabowo Bangun Arah Baru Pembangunan, Cak Imin: Insyaallah Perubahan Besar

Sumbawanews.com,- Jakarta — Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto tengah merancang arah baru dalam pembangunan nasional yang berbeda...

Berita Utama