(Puspen TNI). Disela-sela kunjungannya di wilayah Kota Malang, Jawa Timur, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., didampingi Aspers Panglima TNI, Aster Panglima TNI, Kapuspen TNI, Pangdam V/Brawijaya dan Waasops Panglima TNI mengunjungi Polres Malang Kota, Jl. Jaksa Agung Suprapto No.19, Samaan, Klojen, Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (24/2/2018).
Kedatangan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto di Polres Malang Kota tanpa pemberitahuan terlebih dahulu dan secara tiba-tiba memerintahkan rombongan untuk belok memasuki kantor Polres Malang Kota dan langsung menemui Kapolres Malang Kota Ajun Komisaris Besar Polisi Asfuri S.I.K, M.H.
Dalam kesempatan itu, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto berbincang-bincang tentang soliditas dan sinergitas TNI-Polri yang sudah nenjadi komitmen antara Panglima TNI dengan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian. Perbincangan dalam suasana santai dan kekeluargaan itu diselingi dengan ngopi bareng yang disuguhkan oleh Kapolres Malang Kota.
Selanjutnya Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto melaksanakan Sholat Dzuhur di ruang kantor Kapolres Malang Kota. Bagi Panglima TNI, kegiatan ini untuk memenuhi janjinya kepada Kapolri yang pernah disampaikan pada saat Rapim TNI-Polri tahun 2018 lalu.
Pada saat itu, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto kepada Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menyampaikan bahwa suatu saat akan mengunjungi dan mungkin akan sholat di Polres-Polres. “Hari ini, janji itu sudah terlaksana,” katanya.
Sebelum melanjutkan perjalanan kembali ke Jakarta, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dengan senang hati dan tersenyum, memenuhi permintaan Kapolres Malang Kota Ajun Komisaris Besar Polisi Asfuri S.I.K, M.H. untuk foto selfie bersama.
Melihat keakraban yang ditunjukkan oleh Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, para anggota Polres Malang Kota tidak mau ketinggalan juga minta foto selfie bersama dengan Panglima TNI. (Badar/Puspen TNI)
(Puspen TNI). Dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke wilayah Malang, Jawa Timur, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. didamping Ketum Dharma Pertiwi Ibu Nanny Hadi Tjahjanto beserta Pejabat Teras Mabes TNI, menyempatkan diri mengunjungi Rumah Sakit Tk. II dr. Soepraoen, Jl. S. Supriadi No. 22 Malang, Sabtu (24/2/2018).
Di hadapan para dokter dan tenaga medis lainnya, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa salah satu bentuk kesejahteraan prajurit TNI adalah jaminan kesehatan bagi prajurit dan keluarganya. Menurutnya, sejahtera itu bukan harus memiliki uang yang banyak, hidup sehat merupakan suatu kesejahteraan yang harus disyukuri. “Prajurit saya harus diberikan pelayanan kesehatan yang baik tanpa membedakan pangkat dan jabatan. Ingat penyakit tidak mengenal pangkat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa rumah sakit yang terkenal di luar negeri pun bukan karena peralatannya, tetapi yang terkenal adalah bagaimana cara melayani pasiennya dengan sapaan yang ramah dan tersenyum. “Untuk itu, dalam melayani kesehatan bagi anggota TNI maupun keluarganya serta masyarakat, layanilah dengan tersenyum,” katanya.
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto berharap pelayanan di Rumah Sakit Tk. II dr. Soepraoen terus ditingkatkan dan Kepala Rumah Sakit dapat menyampaikan kepada pihak-pihak terkait kalau masih kekurangan alat peralatan yang sangat diperlukan dalam pemberian layanan kesehatan. “Kita punya anggaran rutin APBN untuk anggaran kesehatan dan pemerintah pun sudah memikirkan untuk kesejahteraan prajurit,” ujarnya.
Di sisi lain, Panglima TNI juga menyampaikan bahwa dalam kondisi Operasi Militer Selain Perang (OMSP), peran para dokter sangat diutamakan dan diperlukan dalam seluruh kegiatan, seperti mengatasi wabah penyakit yang terjadi di Kabupaten Asmat, Papua baru-baru ini. “Presiden RI Ir. H. Joko Widodo memberikan penghargaan dan bangga dengan kinerja yang telah dilakukan oleh Tim Dokter Satgaskes TNI di Asmat. Kalau sudah ditangani oleh TNI, semua pasti bisa diatasi,” ungkapnya.
“Saya perintahkan di Pusdik-Pusdik TNI, para dokter baru yang berpangkat Letnan Dua (Letda) itu langsung dikirim ke Asmat, sebulan dua bulan di sana, supaya mereka juga bangga sudah dikirim ke daerah operasi. Demikian juga bagi dokter-dokter Pegawai Negeri Sipil di lingkungan TNI, apabila diperlukan kita kirim ke Asmat,” kata Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.
Di sela-sela kunjungannya, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Ketum Dharma Pertiwi Ibu Nanny Hadi Tjahjanto beserta rombongan, mengunjungi dan menyerahkan bingkisan kepada beberapa pasien yang sedang dirawat di Paviliun Melati Rumah Sakit Tk. II dr. Soepraoen. (Badar/Puspen TNI)
(Puspen TNI). Ketahanan keluarga merupakan cikal bakal dan awal dari Ketahanan Negara. Ketahanan keluarga sangat ditentukan oleh kemampuan seorang ibu dalam mendidik anak-anaknya untuk bersikap jujur, disiplin dan taat pada ajaran agama. Disamping itu, seorang Ibu harus berperan sebagai pengawas bagi anak-anaknya dalam kehidupan sehari-hari.
Hal tersebut dikatakan Ketua Umum (Ketum) Dharma Pertiwi Ibu Nanny Hadi Tjahjanto pada acara dialog bersama dengan Penasehat Dharma Wanita Kemdikbud RI Ibu Suryan Widati Muhadjir Effendy tentang “Ketahanan Bangsa Berangkat Dari Ketahanan Keluarga”, bertempat di Auditorium Universitas Muhammadyah Malang (UMM) Jawa Timur, Sabtu (24/2/2018).
Menurut Ketum Dharma Pertiwi Ibu Nanny Hadi Tjahjanto, peran pengawasan seorang Ibu kepada anaknya akan berpengaruh pada amannya Negara. “Apabila anak tidak mendapat pengawasan dari seorang Ibu, maka akan mendapat pengaruh negatif dari teman-teman maupun lingkungannya dan ini akan menjadi cikal yang negatif untuk masa depannya,” ungkapnya.
Dalam acara dialog tersebut, Ibu Nanny Hadi Tjahjanto juga menyampaikan bahwa apabila seorang istri TNI sudah berkomitmen menjadi seorang ibu rumah tangga, maka fokusnya adalah mengurus kehidupan rumah tangga dan mendidik putra-putrinya agar berguna bagi bangsa, negara dan agamanya. “Seorang Ibu harus berkonsentrasi penuh dan mandiri dalam urusan rumah tangganya, sehingga suami sebagai Prajurit TNI yang sedang bertugas menjaga NKRI, bisa berkonsentrasi penuh dalam melaksanakan tugasnya sebagai abdi negara dengan tidak disibukkan lagi dengan urusan rumah tangga yang semestinya bisa diselesaikan oleh seorang istri,” ucapnya.
Usai acara dialog bersama, Ketum Dharma Pertiwi Ibu Nanny Hadi Tjahjanto mengunjungi Rumah Sakit Muhammadyah dan Rumah Sakit Tk. II dr. Soepraoen. Disela-sela kunjungannya, di Rumah Sakit Tk. II dr. Soepraoen Ketum Dharma Pertiwi menyerahkan bantuan berupa bibit dan pupuk hasil kerja sama PT. Biogene Plantation, dilanjutkan penyemaian bibit secara simbolis di lahan sekitar rumah sakit yang sudah di persiapkan. (Badar/Puspen TNI)
(Puspen TNI. Sabtu, 24 Februari 2018). Menghadapi ancaman dampak negatif digitalisasi yang nyata saat ini, bangsa Indonesia harus membangun pemuda-pemuda yang mampu merubah dirinya menjadi pemuda yang pintar dan mampu menghadapi ancaman global.
Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. pada acara Silaturahmi dengan Tokoh Masyarakat Malang Raya, bertempat di Auditorium KH. Masjkur Yayasan Sabilillah Malang, Jawa Timur, Jumat malam (23/2/2018).
Panglima TNI menyampaikan bahwa kemajuan pesat yang tak terduga di berbagai bidang khususnya bidang digital, computing power, dan analisa data selalu memiliki paradoks yang membuka peluang ancaman. “Beberapa diantaranya yang paling signifikan adalah ancaman siber atau cyber threats, ancaman biologi atau bio-threats dan ancaman kesenjangan atau inequality threats,” ungkapnya.
“Bayangkan dengan teknologi digital siber, permasalahan kecil saja bisa dipelintir dan dimasukan ke media Facebook dan Twitter. Masalah kecil dibesar-besarkan, akhirnya masyarakat menjadi resah,” kata Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.
Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan bahwa melalui teknologi digital dengan memanfaatkan profiling data dan data analisis, para aktor non state selalu memonitor pemuda-pemuda yang sering buka internet. Kemudian para pemuda tersebut ‘dibina’ menjadi apa yang sekarang kita kenal dengan Lone Wolf atau serigala tunggal.
“Saya sangat mendukung pemikiran Yayasan Sabilillah ini, untuk menjadikan Masjid Sabilillah bukan hanya sebagai tempat ibadah tetapi Masjid Sabilillah juga sebagai tempat peradaban. Bagaimana membangun bangsa menjadi bangsa yang unggul, bangsa yang benar-benar mampu menghadapi tantangan global,” ujar Panglima TNI.
Selain ancaman siber dan biologi, ancaman kesenjangan ekonomi atau inequality threats saat ini merupakan ancaman yang berdampak signifikan. Menurut Panglima TNI, ancaman penguasaan ekonomi oleh sekelompok orang akan menghasilkan keberlimpahan namun tetap merupakan krisis bagi pihak yang tidak memilikinya. Hal ini berpotensi menciptakan fenomena kesenjangan yang semakin lebar di masyarakat.
“Semakin besar kesenjangan ekonomi maka akan semakin banyak tumbuh bentuk-bentuk ekstrimisme, radikalisme dan populisme yang pada akhirnya berusaha mendeligitimasi otoritas pemerintah yang sah,” ungkap Panglima TNI.
Panglima TNI menjelaskan untuk mengantisipasi terhadap berbagai spektrum tantangan tersebut aparat keamanan tidak bisa berjalan sendiri, perlu kebersamaan dengan komponen-komponen bangsa lainnya. “Adanya sinergi yang erat antara TNI dan rakyat tersebut dapat memperkuat ketahanan nasional, sehingga menciptakan stabilitas yang diperlukan dalam melaksanakan pembangunan nasional,” tutupnya. (Badar/Puspen TNI)
(Puspen TNI). Soliditas dan sinergitas antara TNI-Polri harus terus dijaga dan ditingkatkan, yang sudah bagus dibuat lebih bagus lagi, supaya rakyat Indonesia tahu bahwa TNI dan Polri selalu kompak dalam satu kesatuan untuk menjaga Ibu Pertiwi agar tidak diganggu oleh orang-orang atau kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab.
Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. saat memberikan pengarahan kepada 300 personel TNI dan Polri di Satuan Radar (Satrad) 221 Kosekhanudnas II, Ngliyep, Malang, Jawa Timur, Jumat (23/2/2018).
Lebih lanjut Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa rakyat senang melihat para personel TNI dan Polri selalu kompak dan menunjukkan yang terbaik dalam memberikan keamanan kepada seluruh rakyat Indonesia. “Inilah yang saat ini sedang terus saya jaga, karena banyak kelompok-kelompok tertentu yang menginginkan soliditas ataupun kekompakan TNI dan Polri itu pecah. Kalau TNI dan Polri sudah pecah, maka negara ini akan mudah dipecah belah,” tuturnya.
Di sisi lain pengarahannya, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengingatkan bahwa saat ini banyak berita-berita bohong (hoax) dan tidak ada kebenarannya sama sekali. Untuk itu, para personel TNI dan Polri harus pintar menganalisanya dan tidak asal menge-share berita-berita yang belum tentu benar.
Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, berita-berita bohong atau hoax merupakan ancaman nyata terhadap keutuhan bangsa Indonesia. Ancaman informasi yang menyesatkan tersebut saat ini sedang diarahkan ke institusi TNI dan Polri. “Oleh sebab itu, mari sama-sama kita menyikapi situasi ini dengan berpikiran jernih dan terus menganalisa semua berita yang berkembang melalui media sosial,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto kembali mengingatkan bahwa dalam rangka menyongsong pesta demokrasi Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) serentak tahun 2018 dan Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden tahun 2019, para prajurit TNI harus tetap menjaga netralitas selama pesta demokrasi dan tidak boleh memihak kepada salah satu partai atau kontestan tertentu serta mendukung langkah-langkah Polri agar pelaksanaan pesta demokrasi aman.
“Mari kita sukseskan pesta demokrasi, ciptakan dan pertahankan suasana yang aman dan dukung langkah-langkah Polri dalam pengamanan Pemilihan Umum Kepala Daerah 2018 serta Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Umum Presiden tahun 2019,” ujar Panglima TNI.
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto berharap semoga komitmen TNI dan Polri dapat terlaksana demi suksesnya pesta demokrasi. “Netralitas TNI dan Polri adalah harga mati dan tidak bisa ditawar-tawar lagi, harus benar-benar kita hormati,” tegasnya.
Di hadapan 300 personel TNI dan Polri, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menekankan kepada seluruh prajurit TNI dimanapun bertugas agar selalu tetap menjaga keutuhan NKRI. “Negara ini harus tetap menjadi negara yang damai tanpa adanya gangguan. Itu adalah tugas kita (TNI dan Polri) semua,” ucapnya.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh prajurit TNI maupun Polri yang ada di wilayah ini. Mudah-mudahan kebersamaan dan kerukunan kita terus terjaga,” tutup Panglima TNI. (Badar/Puspen TNI)
(Pen Konga XXIII-L/Unifil. Jumat, 23 Februari 2018). Pasukan Perdamaian Satgas Indobatt (Indonesian Battalion) Konga XXIII-L/Unifil yang tengah melaksanakan Misi PBB, beberapa waktu lalu mengikuti penyuluhan dalam rangka pencegahan dan penyebaran Virus HIV/AIDS yang diselenggarakan oleh UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon), bertempat di Rubb Hall UNP 7-1, Markas Indobatt, Adchit Al-Qusayr, Lebanon Selatan.
Penyuluhan HIV/AIDS yangdisampaikan oleh Mr. Stephen Talugende (Tanzania) dari Chief HIV/AIDS Officer UNIFIL,meliputi pengenalan tentang HIV dan AIDS termasuk cara penularan dan pencegahannya, serta perlakuan terhadap penderita dan perkembangan HIV/AIDS itu sendiridan siapa saja yang dapat terinfeksi penyakit tersebut.
Sejauh ini jumlah penderita HIV/AIDScenderung semakin bertambah dan belum ditemukan obatnya, namun hanya ada obat yang digunakanan untuk memperpanjang usia penderita yang disebut Post Exposure Prophylactic (POP). “Pentingnya menjaga kesetiaan dengan pasangan masing-masing dan mengetahui kondisi satu sama lain bahwa mereka tidak terinfeksi HIV/AIDS, serta melakukan hubungan seks secara sehat,” kata Mr. Stephen Talugende.
Lebih lanjut Mr. Stephen Talugende menyampaikan bahwa penderita HIV/AIDS bukan orang yang harus dijauhi atau diisolasi, namun mereka masih dapat berinteraksi dengan masyarakat serta mendapatkan pekerjaan yang layak apabila seorang penderita dapat melakukan pengobatan secara dini dan mengerti tata cara perlakuan terhadap HIV/AIDS.
Menurut Mr. Stephen Talugende, satu-satunya cara untuk mengetahui apakah seseorang tertular atau tidak Virus HIV/AIDS adalah dengan melalui pemeriksaan darah. “Tindakan paling efektif agar tidak tertular HIV adalah dengan menghindari seks bebas atau berganti-ganti pasangan, tukar menukar jarum suntik dan penyalahgunaan narkotika,” ucapnya.
HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) bisa menular pada pasangan homoseksual maupun heteroseksual, dan HIV/AIDS tidak dapat menular melalui sentuhan, pelukan atau ciuman. “Program penyuluhan HIV/AIDS wajib diberikan kepada seluruh Peacekeepers guna membantu UNIFIL dalam menekan laju penularan Virus HIV dan AIDS di daerah operasi, seperti Lebanon ini,” tutur Mr. Stephen Talugende.
Diakhir penyuluhannya, Mr. Stephen Talugende menyampaikan bahwa HIV/AIDS merupakan epidemik yang mengancam masyarakat dunia. Menurut penelitian badan PBB untuk HIV/AIDS yaitu UNAIDS pada tahun 2017 menyampaikan bahwa, tidak ada satupun negara di dunia yang terbebas dari penyakit HIV/AIDS. “UNIFIL berharap dengan penyuluhan HIV/AIDS tersebut dapat dijadikan sebagai informasi dan pengetahuan tentang penularan dan pencegahan Virus HIV/AIDS serta dapat ditekan penyebarannya,” tutupnya.
Pada kesempatan yang sama, Dansatgas Indobatt Konga XXIII-L/Unifil Letkol Inf Arfan Johan Wihananto, S.I.P mengatakan bahwa penyuluhan masalah HIV/AIDS bagi prajurit TNI yang sedang bertugas sebagai Peacekeepers(Pasukan Perdamaian) di Lebanon sangat penting mengingat mereka yang jauh dari keluarga, tidak menutup kemungkinan akan berbuat hal-hal yang dapat merusak diri dan keluarga mereka bahkan satuan dimana mereka bertugas.
Dansatgas Indobatt Konga XXIII-L/Unifil Letkol Inf Arfan Johan Wihananto berharap, dengan adanya penyuluhan HIV/AIDS dari UNIFIL, prajurit TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda dapat terhindar dari bahaya HIV/AIDS, agar semasa penugasan maupun pasca tugas tidak ada satupun personel Indobatt XXIII-L yang terinfeksi virus tersebut.
“Yang harus kita pedomani adalah perkuat Iman dan Taqwa, patuhi semua aturan dan jangan sekali-kali melanggarnya. Ingat, keluarga tercinta menanti kepulangan kita dirumah,” ujar Letkol Inf Arfan Johan Wihananto.
Pada akhir kegiatan penyuluhan, Mr Stephen Talugende dan Tim HIV/AIDS Officer UNIFIL membagi-bagikan Pin Simbol Anti HIV/AIDS kepada Peacekeepers yang sudah dan mengikuti penyuluhan tersebut. (Badar/Puspen TNI)
(Puspen TNI). Ketua Umum (Ketum) Dharma Pertiwi Ibu Nanny Hadi Tjahjanto didampingi Ketum PIA Ardhya Garini, Ketua Persit Kartika Chandra PD V/BRW dan Ketua Daerah Jalasenastri Armatim, menyerahkan bantuan berupa benih tanaman Cabai, Terong dan Tomat yang diterima langsung oleh Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 3/D II Lanud Abd Saleh, dilanjutkan mengunjungi TK Angkasa Batalyon Komando (Yonko) Paskhas 464/Nanggala Lanud ABD Saleh di Malang, Jawa Timur, Jumat (23/2/2018).
Usai melaksanakan kegiatan di Yonko Paskhas 464/Nanggala, Ketum Dharma Pertiwi Ibu Nanny Hadi Tjahjanto beserta rombongan meninjau Rumah Sakit TNI Dr. Muhammad Munir. (Badar/Puspen TNI)
sumbawanews.com,- Tantangan tugas TNI kedepan tidak semakin ringan dihadapkan dengan fenomena global yang menghadirkan berbagai bentuk ancaman kedaulatan negara. Hal ini menuntut kesiapsiagaan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI yang tinggi, untuk selalu siap setiap saat digerakkan ke berbagai wilayah NKRI.
Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. saat memimpin upacara Alih Kodal PPRC TNI dari Panglima Divisi Infanteri 1 Kostrad Mayjen TNI Ainnurohman kepada Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad Mayjen TNI Agus Suhardi, bertempat di Taxi Way Lanud Abdul Rahman Saleh, Malang, Jawa Timur, Jumat (23/2/2018).
“PPRC TNI harus mengikuti secara terus-menerus setiap perkembangan situasi yang mengemuka agar dapat menyiapkan langkah antisipasi yang cepat dan tepat. Jaga pelihara dan kuatkan Jiwa Korsa Prajurit PPRC TNI baik dalam hubungan perorangan maupun satuan dalam mendukung kesiapsiagaan dan mobilitas yang tinggi,” ujar Panglima TNI.
Panglima TNI menegaskan bahwa TNI sebagai alat negara dan komponen utama pertahanan negara merupakan garda terdepan dan benteng terakhir bangsa, dituntut mampu mempersiapkan diri secara profesional dengan mobilitas tinggi guna menghadapi berbagai bentuk ancaman kedaulatan dan keutuhan wilayah serta keselamatan bangsa.
Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa PPRC TNI merupakan Komando Tugas Gabungan TNI yang dibentuk secara khusus dan berkedudukan langsung di bawah Panglima TNI. “PPRC TNI bertugas untuk melaksanakan tindakan reaksi cepat terhadap berbagai ancaman nyata yang terjadi dalam rangka menangkal, menindak awal dan menghancurkan kekuatan musuh yang mengancam NKRI,” katanya.
Lebih lanjut Panglima TNI menjelaskan bahwa dalam melaksanakan tugas pokoknya PPRC TNI memfokuskan kekuatan wilayah darat tertentu guna melaksanakan operasi sendiri ataupun membantu pelaksanaan operasi yang dilaksanakan oleh Komando Operasi TNI lainnya, baik dalam rangka melaksanakan Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
“Tugas PPRC TNI mempunyai pedoman yang sangat melekat yaitu cepat dalam melaksanakan manuver atau gerakan tepat dalam menuju sasaran strategis dan wilayah tertentu serta singkat dalam proses dan waktu yang dibutuhkan,” ungkapnya.
Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, untuk mempersiapkan personel PPRC TNI harus melalui beberapa tahap pendidikan dan latihan guna membentuk prajurit TNI yang berjiwa satria, militan, loyal dan profesional serta dilengkapi perlengkapan Alutsista yang modern, sehingga dapat melaksanakan tugasnya secara optimal, sebagaimana yang telah diamanatkan dalam konstitusi.
Diakhir amanatnya, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menekankan agar tingkatkan terus kemampuan dan profesionalisme prajurit PPRC TNI melalui berbagai kegiatan latihan yang kreatif dan inovatif, namun tetap terprogram dan terukur dengan baik. “Pelihara kesiapan Alutsista yang dimiliki, sehingga setiap saat siap memberikan daya dukung yang optimal terhadap berbagai tugas strategis yang diberikan kepada PPRC TNI,” imbuhnya.
Usai upacara Alih Kodal PPRC TNI, Panglima TNI dihadapan awak media menyampaikan bahwa pada Renstra kedua TNI tahun 2014 s.d. 2019 dalam rangka memenuhi Minimum Essential Force (MEF), program pembangunan kekuatan TNI berencana akan segera membentuk satuan yaitu pembentukan Markas Komando Divisi Infanteri 3/Kostrad, Markas Komando Pasmar 3 Korps Marinir dan Markas Komando Operasi Angkatan Udara (Makoopsau) 3 di Papua Barat. “Semua kesatuan baru ini untuk memitigasi berbagai ancaman dan akan kita konsentrasikan untuk operasional di wilayah timur Indonesia,” ujarnya.
“Wilayah tengah dan timur Indonesia saat ini perlu gelar kekuatan satuan tempur TNI dan rencana program pembangunan kekuatan TNI sudah sesuai dengan Rencana Strategis (Renstra) kedua TNI,” tutur Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.
Turut hadir dalam acara tersebut, Kasad Jenderal TNI Mulyono, Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, Wakasal Laksdya TNI Achmad Taufiqoerrochman, Pangkostrad Letjen TNI Agus Kriswanto, Dankodiklat TNI AD Letjen TNI Andika Prakasa, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman, Pangarmatim Laksda TNI Didik Setiyono, S.E., M.M. dan Wakapolda Jatim Brigjen Polisi Awan Samudra. (Mad/Puspen TNI)
(Puspen TNI. Jumat, 23 Februari 2018). Saat ini soliditas dan sinergitas antara TNI dan Polri harus tetap terjaga, sehingga menghasilkan sinergi dalam mewujudkan stabilitas nasional yang Insya Allah akan bisa dipertahankan sampai kapanpun. demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. pada acara makan malam bersama personel TNI dan Polri serta Ibu-Ibu Dharma Pertiwi wilayah Malang, bertempat di Aula Skodam Brawijaya, Jl. Tugu Malang, Jawa Timur, Kamis malam (22/2/2018).
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menegaskan bahwa, personel TNI dan Polri semuanya bersatu dan bahu membahu demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Mari kita bangun soliditas di antara segenap prajurit TNI dan Polri. Kita tidak akan bisa membangun sinergi dengan komponen bangsa lainnya, bila kita tidak mampu mewujudkan solidaritas diantara kita sendiri,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI menyampaikan bahwa sampai dengan saat ini institusi TNI dan Polri, dinilai sebagai institusi yang mendapatkan tingkat kepercayaan publik tertinggi. “Mari sama-sama menjaga kepercayaan yang diberikan rakyat kepada kita (TNI dan Polri),” tegasnya.
Disisi lain, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengingatkan bahwa dalam pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) pada pertengahan tahun 2018 ini, Prajurit TNI agar mendukung Polri dalam mengamankan pesta demokrasi tersebut. Disamping itu, personel TNI dan Polri harus mampu mengamankan serta menjaga integritas dan soliditas kedua institusi dengan tetap menjaga netralitas.
Terkait pelaksanaan Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Umum 2019, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa sangat memungkinkan di sekitar lingkungan masyarakat yang menggunakan media sosial mempengaruhi dengan berita hoax maupun ujaran kebencian. “Untuk itu, mari kita sama-sama mengantisipasi hal tersebut, demi terlaksananya pesta demokrasi yang aman dan sukses,” ucapnya.
Dihadapan personel TNI dan Polri, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto juga menekankan agar tidak ada prajurit TNI dan Polri termasuk Purnawirawan TNI-Polri dan keluarganya yang memanfaatkan satuan maupun fasilitas TNI-Polri, dalam mendukung pelaksanaan Pemilukada 2018 maupun Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Umum 2019.
“Semoga apa yang menjadi komitmen kita bersama, dapat terlaksana demi suksesnya pesta demokrasi. Netralitas TNI dan Polri adalah harga mati dan tidak bisa ditawar-tawar lagi, harus benar-benar kita hormati,” tutup Panglima TNI. (Badar/Puspen TNI)
sumbawanews.com,- “Kebersihan sebagian dari iman, mari kita jaga iman kita dengan menjaga kebersihan lingkungan sekitar kita”, hal itu diucapkan Plt. Kepala Biro Umum Bakamla RI Kolonel Marinir Sandy M. Latief saat berbaur dan memimpin langsung kegiatan membersihkan lingkungan sekitar Kantor Pusat Bakamla RI di Gedung Perintis Kemerdekaan, Jalan Proklamasi No. 56, Jakarta Pusat, Jumat (23/2/2018).
Kegiatan bersih-bersih yang didampingi pula oleh Kabag Kepegawaian Bakamla RI Kolonel Marinir Budi Santoso, S.H., M.AP. ini dilakukan bukan hanya di lingkungan dalam kantor, namun juga hingga ke lingkungan luar sekitar kantor, mulai depan gerbang hingga mengelilingi kompleks gedung yang dulu juga disebut Gedung Pola.
Hal ini penting dilakukan guna mengenal lingkungan sekitar, tetangga sekitar, dan upaya untuk membina hubungan baik dengan masyarakat sekitar. Sebagaimana yang dikatakan Kasubbag Rumga Bakamla RI Mayor Marinir Zaini, bahwa untuk menjaga kesatrian Bakamla RI perlu mengenal dan menjaga hubungan baik dengan lingkungan dan masyarakat sekitar kita.
Sebelumnya, acara diawali dengan senam pagi peregangan dipimpin Serda Fatkul Munir yang merupakan staf Humas, dan diikuti puluhan pegawai Bakamla RI, dilanjutkan jalan santai mengelilingi kesatrian Bakamla RI. Menyambung sesi pagi itu, personel melaksanakan kerja bakti membersihkan lingkungan.
Dengan rutinitas seperti ini seminggu sekali maka selain kebersihan lingkungan kesatrian Bakamla RI bisa terjaga dengan baik, personel juga memiliki waktu yang bermanfaat di sela-sela kesibukan pekerjaan sehari-hari untuk mendapatkan tubuh yang sehat dan pikiran yang segar. (Mad/Puspen TNI)
Sumbawanews.com,- PDIP mengangkat kembali konsep kedaulatan pangan dan gizi sehat yang dirumuskan Presiden Pertama Indonesia, Soekarno, dalam buku *Mustika Rasa* yang terbit tahun 1954....
Sumbawanews.com,- Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Republik Indonesia, Muhammad Qodari, membantah tudingan bahwa aparat kepolisian mencegat mahasiswa untuk menghalangi aksi unjuk rasa di Bundaran...
Sumbawanews.com,- Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan menegaskan, seorang bocah laki-laki berusia enam tahun yang menjadi korban perundungan hingga koma...
Sumbawanews.com,- Jakarta – Sidang tuntutan terhadap tiga pejabat Blueray Cargo dalam kasus suap impor senilai Rp63,1 miliar akan berlangsung pada Senin, 22 Juni 2026,...
Sumbawa Besar, sumbawanews.com - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GARDA SATU Kabupaten Sumbawa, M Jabar menghormati langkah Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam menjaga kelestarian lingkungan dan...