Home Blog Page 3075

TNI AU Daratkan Paksa Pesawat B 777 Asing

sumbawanews.com,- Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara berhasil mendaratkan paksa sebuah pesawat Kargo asing Jenis Boeing 777 di Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Senin (14/01/2019). Pesawat tersebut memasuki wilayah kedaulatan udara Yurisdiski Indonesia secara ilegal tanpa dilengkapi Flight Clearance (FC).

Pemaksaan mendarat pesawat asing tersebut berawal dari laporan Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional (Kosekhanudnas) III Medan kepada Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) tentang adanya pesawat unschedulle tanpa flight clereance yang akan memasuki wilayah udara nasional.

Setelah menerima laporan tersebut, Panglima Komando Perhananan Udara Nasional (Pangkohanudnas) Marsda TNI Imran Baidirus, S.E. melaporkan kepada Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto terkait pelanggaran wilayah udara oleh pesawat asing.

Selanjutnya Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. memerintahkan Pangkohanudnas untuk mem-force down  pesawat asing tersebut.

Dua pesawat tempur TNI AU jenis F 16 Pesawat F16 dari  Skadron  Udara  16  Lanud  Roesmin Nurjadin Pekanbaru dengan callsign Rydder Flight melakukan identifikasi visual dan penyergapan terhadap pesawat asing B-777 ET-AVN setelah melakukan komunikasi dengan frekwensi darurat. 

Dari komunikasi udara tersebut dipastikan bahwa pesawat Kargo yang dioperasikan oleh maskapai Ethiopian Air tersebut tidak memiliki izin atau Flight Clearance (FC) melintasi wilayah udara nasional Indonesia, sehingga dipaksa mendarat di bandara terdekat yaitu Bandara Hang Nangdim Batam   pukul 09.33 WIB.

Pesawat Kargo Jenis Boeing 777 dengan nomor registrasi ET-AVN berasal bertolak dari Addis Ababa, ibukota Ethiopia dengan tujuan Hong Kong.  Untuk proses penyidikan lebih lanjut pesawat tersebut diamankan oleh personel TNI AU di Bandara Hang Nadim Batam.

Panglima TNI : Prajurit Kostrad Salah Satu Ujung Tombak Keutuhan NKRI

sumbawanews.com,- Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang kita cintai ini telah beberapa kali diganggu dan Prajurit-prajurit Kostrad adalah salah satu ujung tombak penjaga keutuhan itu. Sejak dulu, sekarang, dan sampai kapanpun nanti. Cakra…!!!

Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. saat memimpin Apel Khusus yang diikuti sekitar kurang lebih 1.500 Prajurit Kostrad berikut kendaraan tempurnya, bertempat di Lapangan Hitam Markas Divisi Infanteri 1 Kostrad, Cilodong, Depok, Jawa Barat, Senin (14/1/2019).

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menuturkan bahwa Prajurit-prajurit Kostrad telah memberikan pengabdiannya dalam berbagai penugasan. Keberhasilan yang penuh dengan pengorbanan itu menjadi pilar-pilar kokoh bagi bangsa ini.  “Dari perjuangan itu juga kita mengetahui bahwa persatuan dan kesatuan bangsa adalah pondasi utama tetap tegaknya NKRI, dan kita sebagai Prajurit TNI telah berikrar untuk selalu menjadi yang terdepan dalam memelihara persatuan dan kesatuan bangsa,” tegasnya.

Menurut Panglima TNI, persatuan dan kesatuan jadi makin penting manakala persaingan dunia meningkat. Mereka yang terpecah hanya akan menjadi penonton dan bulan-bulanan. Hanya yang bersatu dan siap bersaing yang akan menjadi pemenang.  “Kita jangan termakan berbagai informasi yang dapat menjerumuskan tindakan negatif seperti adu domba. Hasutan yang mengancam ke-bhinneka tunggal ika-an itu tidak boleh membuat bangsa Indonesai terpecah. Prajurit TNI tidak boleh terprovokasi dan harus tetap solid,” terangnya.

Di sisi lain Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa kita juga harus siap menghadapi perang yang semakin kompleks. Suatu saat nanti prajurit dapat saja bertempur melawan robot, tentara eksoskeleton, melawan drone atau senjata tanpa awak lainnya. “Untuk itu, kita perlu terus menerus mengembangkan cara bertempur yang dinamis. TNI harus lebih unggul dari ancaman apapun,” ujarnya.

“Saya perintahkan agar Kostrad tidak berhenti membina diri. Tingkatkan terus kemampuan prajurit dan satuan. Kostrad harus beradaptasi dengan berbagai kemajuan dan perubahan yang ada,” ucap Panglima TNI.

Diakhir sambutannya, Panglima TNI mengingatkan hal-hal sebagai berikut : Pertama, pertebal keyakinan dan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa, sebagai landasan dalam bekerja dan menjadikan tugas sebagai ladang ibadah. Kedua,teguhkan hati dalam mengabdi pada negara demi menjaga tetap tegaknya kedaulatan dan keutuhan NKRI. Ketiga, loyalitas kita tegak lurus hanya kepada negara, dan kepada Pimpinan TNI, demi menjaga garis komando, serta legalitas pergerakan pasukan. Keempat,hati-hati dan hindari pesan-pesan viral di media sosial yang cenderung memecah belah soliditas TNI. Laporkan kepada pimpinan secara hirarki garis komando bila menemui persoalan, khususnya dengan instansi samping.

“Saya percaya prajurit Kostrad adalah prajurit yang tangguh dan selalu berupaya menjadi yang terbaik. Sebagaimana senjata Cakra yang tiada tanding, prajurit Dharma Putra Kostrad memiliki keteguhan dan keperwiraan berlandaskan Sapta Marga dan Sumpah Prajurit. Keteguhan dan keperwiraan demi kejayaan bangsa dan negara,” pungkasnya.

Turut hadir pada acara tersebut diantaranya, Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa, Pangkostrad Letjen TNI Besar Harto Karyawan, Asrenum Panglima TNI Laksda TNI Agung Prasetiawan, M.A.P., Asops Panglima TNI Mayjen TNI Ganip Warsito, S.E., M.M., Kabais TNI Marsda TNI Kisenda Wiranata Kusuma, M.A., Danjen Kopassus Mayjen TNI Eko Wiratmoko, Pangdivif I Kostrad Mayjen TNI Agus Rohman, S.I.P., Pangkoarmada I Laksda TNI Yudo Margono, S.E., M.M., Pangkoopsau I Marsda TNI Fadjar Prasetyo, Dankorpaskhas Marsda TNI Eris Widodo Y., S.E., M.Tr.(Han) serta Kapuspen TNI Brigjen TNI Sisriadi. (Mad/Puspen TNI)

Prajurit Satgas TNI Konga XXXIX-A RDB Gelar Bakti Sosial di Kongo

sumbawanews.com,- Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) TNI Kontingen Garuda (Konga)  XXXIX-A/RDB (Rapid Depolyment Battalion) MONUSCO (Mission de L’Organisation des Nations Unies pour La Stabilisation en Republique Democratique du Congo) menggelar kegiatanbakti sosial di Kampung Koki, Wilayah Kalemie, Provinsi Tanganyika, Republic Democratic Congo, Minggu (13/1/2019).

Dalam pelaksanaan kegiatan bakti sosial tersebut, Satgas TNI Konga XXXIX-A RDB MONUSCO tergabung dalam rombongan United Nations (UN) Head Quarter Monusco Kalemie yang berjumlah 53 personel, dipimpin langsung oleh Head of Office (HoO) Mr. Jacob Mugeni. Rombongan tersebut  terdiri dari Civil Affair, UNHCR, Team Leader DDRRR, UN OKAPI Radio dan Tim Escort Satgas RDB Monusco.

Kedatangan rombongan UN Head Quarter Monusco Kalemie beserta tim Cimic Satgas TNI Konga XXXIX-A RDB MONUSCO diawali pertemuan dengan tokoh masyarakat setempat yang dihadiri oleh Komandan Batalyon (Danyon) S2 Brigade 22 FARDC Mayor Kalongo Muyondji Eugide.

Selanjutnya kegiatan Cimic dilanjutkan dengan memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis kepada warga Kampung Koki serta psycology treatment kepada anak-anak yang bertujuan untuk mengembalikan moril dan menumbuhkan rasa aman akibat tekanan psikist.

Pelaksanaan kegiatan Cimic diakhiri dengan kunjungan ke IDPs Camp Mapanda (lokasi pengungsian) yang diterima oleh kepala IDPs Camp Mwamba Bulimwengu dan ke Kampung Kawama yang diterima oleh Kepala Kampung Kisimba Nkomba Raphael.

Kedatangan rombongan UN Head Quarter Monusco Kalemie beserta tim Cimic Satgas TNI Konga XXXIX-A RDB MONUSCO di lokasi pengungsian tersebut diharapkan dapat meyakinkan para pengungsi dari Kampung Koki dan sekitarnya bahwa situasi pasca pengumuman hasil pemilihan Presiden di wilayah Provinsi Tanganyika dan Katanga, Republic Democratic Congo telah aman. (Mad/Puspen TNI)

Panglima TNI Pimpin Apel Khusus Satuan Marinir

sumbawanews.com,- Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. memimpin Apel Khusus Satuan Marinir yang diikuti oleh 1.850 Prajurit Marinir beserta kendaraan tempurnya, bertempat di Lapangan Kesatrian Hartono, Brigif 1 Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (11/1/2019).

Panglima TNI dalam sambutannya menyampaikan bahwa Prajurit Marinir adalah prajurit pilihan yang senantiasa membina diri dan pantang menyerah. “Dari tatapan mata yang memancarkan semangat, Saya yakin saudara-saudara adalah prajurit kebanggaan bangsa dan negara,” ucapnya.

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan dalam sejarah bangsa satuan Marinir telah membuktikan bahwa persatuan dan kesatuan adalah kunci keutuhan NKRI. Sebagai prajurit, khususnya Marinir, sudah ditempa untuk menjadi garda terdepan negara ini. Hal tersebut bukan hanya kiasan melainkan juga suatu kenyataan.

“Marinir adalah ujung tombak dalam setiap pendaratan. Sesulit apapun situasi yang kita hadapi, sebesar apapun tantangan yang menghadang, Marinir tidak boleh goyah dan harus mampu bertahan sebagai perintis, karena untuk itulah kalian dibentuk. Dalam konteks ini, NKRI adalah harga mati,” tegasnya.

Disisi lain Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menuturkan bahwa Revolusi Industri 4.0 dengan teknologi informasinya menyebabkan kebanjiran informasi sehingga sangat sulit untuk dipilah dan diverifikasi kebenarannya. Menurutnya Media Sosial kini tidak sekedar menjadi media komunikasi, tetapi cenderung menjadi media provokasi dan adu domba. “Tanpa disadari, kita yang awalnya toleran kini menjadi beringas dan mudah terbakar amarah. Dengan mudah kita mencaci dan menghujat tanpa arah. Sehingga tanpa disadari bangsa ini menjadi rentan untuk terpecah,” katanya.

“Ancaman lainnya yang juga bergerak semakin kompleks adalah teknologi perang. Saat ini mode perang mengalami disrupsi. Sehingga kedepan, kita bisa saja bertempur melawan robot, drone, atau senjata tanpa awak atau mode asimetris lainnya,” terangnya.

Panglima TNI memerintahkan agar Korps Marinir tidak boleh berpuas diri dengan segala keberhasilannya, pelihara dan tingkatkan terus kemampuan perorangan serta satuan. Lakukan adaptasi cepat terhadap berbagai kemajuan dan perubahan yang ada. “Ingatlah filosofi kemampuan seorang Marinir sebagai pasukan perintis yang mampu hidup dan bersenyawa dengan lingkungan sekitarnya,” jelasnya.

Diakhir sambutannya, Panglima TNI mengingatkan antara lain, Teguhkan hati dalam mengabdi pada negara demi menjaga tetap tegaknya kedaulatan dan keutuhan NKRI; Sebagai prajurit TNI, loyalitas kita tegak lurus hanya kepada Negara dan Pemimpin TNI demi menjaga garis komando serta legalitas pergerakan pasukan; Hati-hati dan hindari pesan-pesan viral di Media Sosial yang cenderung memecah belah soliditas TNI. Laporkan kepada pimpinan secara garis komando bila menemui persoalan khususnya dengan instansi samping.

“Saya percaya setiap prajurit Marinir memiliki keteguhan hati dan tidak berhenti menyiapkan diri sebaik mungkin. Seluruh kerja keras dan pengorbanan kita adalah sumbangsih bagi masa depan bangsa dan negara. Setiap tugas yang dilaksanakan, menjadi catatan ibadah di hadapan Tuhan Yang Maha Kuasa,” pungkasnya.

Turut hadir pada acara tersebut diantaranya, Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji S.E., M.M., Asops Panglima TNI Mayjen TNI Ganip Warsito, S.E., M.M., Aspers Panglima TNI Marsda TNI Dedy Permadi, S.E., M.M.D.S, Kabais TNI Marsda TNI Kisenda Wiranata Kusuma, M.A., Pangdam Jaya Mayjen TNI Joni Supriyanto, Danjen Kopassus Mayjen TNI Eko Wiratmoko, Dankormar Mayjen TNI (Mar) Suhartono, Pangdivif I Kostrad Mayjen TNI Agus Rohman, Pangkoopsau I Marsda TNI Fadjar Prasetyo, Pangkoarmada I Laksda TNI Yudo Margono, S.E., M.M., dan Kapuspen TNI Brigjen TNI Sisriadi. (Mad/Puspen TNI)

Tatap Muka Zona Tengah, Laksdya Taufiq Tekankan Bakamla Sebagai Coast Guard Indonesia

sumbawanews.com,- “Tanamkan dalam mindset kita, bahwa Bakamla adalah Coast Guard nya Indonesia”. Pernyataan itu ditekankan oleh Kepala Bakamla RI Laksdya Bakamla A. Taufiq R. dalam kesempatan tatap muka bersama seluruh personel kamla Zona Maritim Tengah, SPKKL Bitung dan Stasiun Bumi Manembo nembo, di Kantor Zona Maritim Tengah, Manado, kemarin.

Setelah kunjungan inspeksi ke Zona Maritim Barat di Batam beberapa waktu lalu, maka Kamis (10/1) Kepala Bakamla melanjutkan inspeksi kondisi kesiapan personel dan sarana prasarana ke wilayah kamla Zona Maritim Tengah. beberapa titik dikunjungi antara lain Pangkalan Armada Kamla di Serei, dilanjutkan dengan peninjauan ke KN. Gajah Laut 4804, kemudian ke Kantor Kamla Zona di Manado. Kedatangan Laksamana bintang tiga tersebut disambut langsung oleh Kepala Kantor Kamla Zona Tengah Laksma Bakamla Drs. Bastomi Sanap, S.H., M.Hum. yang selanjutnya turut mendampingi selama kunjungan di Zona Tengah.

Memulai pengarahannya, Kepala Bakamla memberikan wejangannya agar seluruh personel melaksanakan tugas dengan tulus ikhlas. Ditekankannya pula, bahwa kedepan Bakamla mempunyai tiga fungsi yaitu Maritime Security, Safety dan Pertahanan. Untuk itu, ujarnya, personel Bakamla harus mempersiapkan diri mengingat tugas yang lebih berat sebagaimana tugas yang diemban Coast Guard negara-negara maju. Tanamkan dalam mindset kita bahwa kita adalah Coast Guard Indonesia.

Lebih lanjut dikatakannya pula tentang pelaksanaan Diksarmil bagi personel Bakamla yang belum pernah melaksanakan Jasmil dan pendidikan diksar polisi. Laksdya Taufiq juga meminta agar jangan sungkan menggunakan atribut atau seragam Bakamla. Dituturkannya pula agar dalam hal kejadian di laut baik laka laut maupun kegiatan illegal yang terjadi di wilayah kerja zona agar segera di aksi, diatasi dan dilaporkan hasilnya.

Berita Foto: Panglima TNI Terima Kunjungan Kehormatan Kasau Brunei

????????????????????????????????????

sumbawanews.com,- Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., menerima kunjungan kehormatan Pemerintah Tentera Udara Diraja Brunei (Kasau Brunei) Brigadier General (U) Dato Seri Pahlawan Hamzah bin Haji Sahat  dalam rangka meningkatkan hubungan kerja sama antar angkatan bersenjata kedua negara di Mabes TNI Cilangkap Jakarta. Kamis (10/1/2019). (Mad/Puspen TNI)

Diskusi Panel di ITB, DPR Didesak Rampungkan RUU Sumber Daya Air

Firdaus Ali mengatakan, hal ini bertujuan memastikan adanya payung hukum, pasca keputusan MK tahun 2015 yang mencabut UU Nomor 7/2004. Diskusi panel RUU SDA di ITB

Bandung, Sumbawanews.com. – Dewan Perwakilan Rakyat RI diminta segera merampungkan RUU Sumber Daya Air (SDA) yang kini sedang dibahas di Komisi V. Staf Khusus Kementerian PUPR Firdaus Ali mengatakan, hal ini bertujuan memastikan adanya payung hukum, pasca keputusan MK tahun 2015 yang mencabut UU Nomor 7/2004.


“Kita tidak punya kemewahan waktu, tersisa 162 Daftar Isian Masalah (DIM) yang saya pikir bisa diselesaikan dalam satu bulan,” kata Firdaus dalam diskusi panel yang digelar oleh Perhimpuan Air Tanah Indonesia (PAAI) di Institut Teknologi Bandung (ITB), pada Kamis (10/1).

Menurut dia, dalam pengelolaan sumber daya air, pemerintah tidak bisa sendirian, melainkan perlu peran swasta. China saja, lanjut Firdaus, sebagai negara yang kuat secara finansial, masih membutuhkan peran swasta untuk melayani kebutuhan air rakyatnya.

“Di Indonesia, ketika swasta diberi izin pengusahaan air, harus ada reward dan punishment. Ini adalah sebuah pilihan yang tidak bisa dihindari,” kata Firdaus.

Firdaus mengaku telah menerima banyak pengaduan masyarakat terkait perijinan pengelolaan sumber daya air, salah satunya adalah kiriminalisasi oleh penegak hukum kepada pihak pelaku indutsri. Di antara kasus yang mengemuka ialah kriminalissi perusahaan air minum di Sukabumi.

“Negara harus menjamin hak setiap orang untuk mendapatkan air bagi pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari. Dan, penguasaan negara atas sumber daya air diselenggarakan oleh pemerintah sebagai bentuk perlindungan kepada setiap warga negara,” terangnya.

Diketahui, RUU SDA memiliki 68 bab, 78 pasal, dan 194 ayat. Dari pasal-pasal tersebut, pemerintah sudah menyerahkan Daftar Isian Masalah (DIM) ke DPR untuk dibahas pada Juni 2018. Dari total 604 DIM, yang sudah disepakai sebanyak 442 DIM. Sisanya, 162 DIM belum dibahas.

“Seyogyanya DPR bisa menyelesaikannya dalam satu bulan, tapi karena mereka sibuk kampanye terkait masa Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif, pembahasan ini menjadi tertunda,” ucapnya di depan 200-an peserta mulai dari akademisi, tenaga ahli, asosiasi, dan pelaku industri.

Evan, salah seorang anggota Asosiasi Pengusaha Air Minum (Aspadin) Jabar mengungkapkan, berlarut-larutnya masalah RUU SDA membuat usahanya tidak memiliki kepastian hukum. Menurut dia, di Jabar dan Banten ada 150-an perusahaan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). Hingga kini mereka menunggu kepastian hukum terkait pengesahan RUU SDA.

“Sejak RUU ini dibahas dan hingga kini belum selesai, telah terjadi kriminalisasi di lapangan. Kami menghadap proses-proses hukum hingga kesulitan pengurusan perizinan. Mengurus izin saja sampai setahun,” ungkap Evan.

Sementara Ketua Aspadin Rahmat Hidayat berharap RUU SDA segera disahkan dengan tetap menjunjung tinggi kedaulatan negara.

UU SDA tidak boleh keluar dari 6 prinsip MK, antara lain menjunjung tinggi hak air untuk rakyat, selanjutnya, setelah hal-hal yang wajib dipenuhi, tetap harus ada izin secara ketat untuk swasta tetap berusaha.

Rahmat juga meluruskan persepsi yang salah dimasyarakat bahwa sektor Industri menguasai sumber air, sehingga perusahaan bebas mengambil air dan akses air untuk masyarakat terhambat.

Faktanya, kata dia, pelaku industri mengusahakan air melalui mekanisme perizinan oleh pemerintah yang sangat ketat, debit dibatasi, ada kewajiban-kewajiban pemegang izin dan diawasi secara ketat oleh pemerintah, masa berlaku izin dibatasi, dan ada mekanisme perpanjangan izin. Pelaku usaha wajib memberi akses air bersih kepada masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Asisten Deputi Infrastruktur SDA Kementerian Perekonomian Muhammad Zainal Fatah menambahkan, industri tidak boleh mati dengan pengaturan-pengaturan baru. Yang harus ditekankan, RUU ini tidak membentur filosofi legal.

“Jangan sampai RUU SDA ini membuat kehebohan dan kegaduhan baru, sehingga hanya ribut pada persoalan bagaimana menyelesaikan urusan internal,” ujar Fatah.

Fatah mengatakan, hingga kini pemerintah belum mampu menyediakan air minum. Sehingga perlu peran swasta dalam mengusahakan air minum, tapi industri juga harus mencegah dampak kerusakan lingkungan terkait pengusahaan air minum.

“Di RUU ini ada penegasan bagaimana kita membuat konservasi, membuat reboisasi, sendimentasi, dan upaya-upaya konservasi terhadap air tanah, dan pengendalian kerusakan air tanah,” tandasnya. (sn01)

Effective Systems Of asian singles near me Examined

To have fun one of many many ways we find love, Aug. Australian relationship professional Dr Nikki Goldstein told FEMAIL that more often than not you will by no means be able asian dating club to inform in the event you’re ready or to not get back on the horse. Make a degree to flirt with somebody every time you exit with your friends or alone.

Many vanilla dating authorities have this to say about on the lookout for a partner: Get out of the house. Do not go to bars, but go to places you’ll go even in case you weren’t in search asian women dating of a date. The idea is that by going to locations you take pleasure in, you enhance your possibilities of assembly somebody who is compatible with you.

I’ve tried apps up to now, but never truly met anyone that I would want to meet in individual. I believe it’s because I are inclined to change into drawn Asia Dating Club to folks after creating an in-person connection with them. I haven’t got crushes on celebrities, photos of individuals, or folks I’ve met only as soon as, so it is smart dating apps would not work properly for me.

4. While you’re talking with someone from a dating website, on the phone, or in individual, do not ramble on and on endlessly about your asian dating self. That is a serious turn off, and something it is best to know from fundamental widespread sense. However many people do it.

Considerate and good men make plans well in advance. They know that a girl likes to be treated like she’s too in demand to have large holes in her social calendars, (even in case you have intel that might Asia Dating Club counsel otherwise!) You can create optimistic romantic rigidity by planning several days upfront. This creates the secret ingredient of seductive success…anticipation.asian dating club

Practical AsiaDatingClub Programs Clarified

Do you know that biggest success predictor of lengthy-distance dating relationships versus geographically close relationships has little to do with distance? The true predictor about whether AsiaDatingClub or not your relationship will survive deployment are the traits of your relationship and the tools maintain in your relationship instrument belt.

Comparing Simple AsiaDatingClub Secrets

Root Details For Asia Dating Club

There are thousands of single men and single women from everywhere in the United States who’ve registered and created their very own private ads. These adverts can be found to browse free! With such an intensive asian singles near me interracial dating member base the probabilities are excessive that you’re going to find a fascinating associate inside your native space. Merely create your profile free and get browsing.

Many of the ” dating recommendation” I learn is never helpful in attracting the right sorts of women for relationships – and by useful I imply, it is ineffective in the actual meet asian women world. Frankly, a lot of it centers round giving you methods or gimmicks to fulfill a new woman, or it’s stuff which is designed to sell you something.

Present. In case your girlfriend would like to carry a present to your mother and father, that’s positively a nice gesture. Give her some strategies on what would go over properly date asian women. Does your mom have a favorite flower? Do they love making an attempt new coffees? You don’t need your girlfriend to supply a bottle of wine to your teetotaling mother and father.

Hi Vijay. Heres what I’d recommend; keep in touch together with her and hold doing what you are doing. You must try to see her before Christmas although. That’s asiandating a long time to attend earlier than seeing a girl. Went on a number of dates with a girl over the course of a 6 weeks or so. I even used the phrase “Date” multiple occasions to let her know my intentions.

KEPALA BAKAMLA UJI COBA SENJATA BARU

sumbawanews.com,- Kepala Bakamla RI Laksdya Bakamla A. Taufiq R., melakulan uji coba penembakan menggunakan tiga senjata api baru jenis pistol Canik TP9 SF Elite, Elite Combat, dan Elite-S Combat kaliber 9 mm di Lapangan Tembak Pistol Susilo Dwi H., Mako Satkopaska Koarmada 1, Ksatrian Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (9/1/2019).
Hal itu dilaksanakan untuk melengkapi senjata baru yang cocok bagi Unit Reaksi Cepat Laut (URCL) Bakamla RI guna Menjaga keamanan laut Indonesia. Uji coba dilakukan dengan menembak target dengan jarak tembak 25 meter.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Dansatkopaska Koarmada I Kolonel Laut (P) Johan Wahyudi, Wadan Satkopaska Letkol Laut (P) Agus Yudho, Pasops Satkopaska Letkol Laut (P) Yudo Ponco, Kasubbag TU Kepala Bakamla Letkol Bakamla Ridwansyah, Komandan URCL Letkol Bakamla Puadi Hasani, Kasubbag Perbendaharaan Letkol Bakamla Eka Yudha, serta sejumlah Staf Bakamla.

Panglima TNI Pimpin Apel Kesiapan Satuan Kopassus

(Puspen TNI). Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. memimpin Apel Kesiapan Satuan Kopassus yang diikuti oleh 831 prajurit Kopassus, bertempat di Lapangan Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Rabu (9/1/2019).

Panglima TNI dalam sambutannya menyampaikan bahwa prajurit-prajurit Komando adalah prajurit-prajurit pilihan, prajurit-prajurit yang hebat, terlatih dan pantang menyerah. “Aura, semangat, dan jiwa prajurit Komando selalu membuat saya bangga berada di tengah-tengah prajurit Kopassus,” ucapnya.

“Banyak prestasi gemilang ditorehkan prajurit Kopassus di sepanjang sejarah negeri ini. Saya yakin Pasukan Baret Merah akan terus memberikan yang terbaik, kapanpun, dimanapun, demi tetap berkibarnya sang merah putih. Komando…Komando…Komando,” ujarnya.

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan bahwa tetap tegaknya NKRI sangat ditentukan dari persatuan dan kesatuan bangsa, seperti yang disampaikan oleh Panglima Besar Jenderal Soedirman, yaitu TNI, yang tidak akan goyah walaupun harus menghadapi berbagai macam tantangan dan ancaman. “Tidak boleh ada keraguan sedikitpun pada diri setiap prajurit. NKRI adalah amanah yang harus dijaga dan dijunjung tinggi,” tegasnya.

Di sisi lain Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menuturkan bahwa kemajuan teknologi saat ini, menjadikan arus informasi sulit terkendali. Menurutnya, kemudahan berkomunikasi tidak hanya membantu tapi juga membanjiri kita dengan informasi sampah dan tidak bertanggung jawab.  “Informasi-informasi yang berseliweran di media-media sosial dan yang tidak jelas maksud dan tujuannya, akan menjadi sarana penghasutan dan membentuk opini yang menyesatkan,” katanya.

“Ancaman itulah yang kita hadapi, ancaman melalui media sosial. Saya sering mengingatkan ancaman kesenjangan dan siber, dan itulah wujud nyatanya. Ancaman lain akan semakin kompleks. Metode pertempuran juga semakin kompleks. Untuk itu kita perlu menyesuaikan doktrin, taktik dan cara bertempur kita. TNI harus senantiasa lebih unggul dari ancaman apapun yang mungkin timbul,” terangnya.

Panglima TNI memerintahkan agar Kopassus tidak berpuas diri dengan segala keberhasilannya, tingkatkan latihan dan kemampuan perorangan serta satuan. “Jangan menutup diri dari kemajuan. Namun jangan juga lupa nilai-nilai pasukan Baret Merah yang tidak boleh lekang oleh waktu. Ingat bahwa pasukan khusus adalah senjata pamungkas yang tidak terduga namun mematikan,” jelasnya.

Diakhir sambutannya, Panglima TNI mengingatkan antara lain,  Sebagai pasukan khusus TNI, loyalitas kita tegak lurus hanya kepada negara dan Pemimpin TNI demi menjaga garis komando serta legalitas pergerakan pasukan; Hati-hati dan hindari pesan-pesan viral di media sosial yang cenderung memecah belah soliditas TNI. Laporkan kepada pimpinan secara garis komando bila menemui persoalan khususnya dengan instansi samping.

“Saya percaya setiap Prajurit Komando tidak akan berdiam diri dan akan selalu memacu diri menjadi yang terbaik dan terdepan. Yakinlah bahwa setiap pengabdian yang kita berikan menjadi pondasi yang kokoh bagi masa depan bangsa dan negara. Setiap tugas yang dilaksanakan, menjadi catatan ibadah di hadapan Tuhan Yang Maha Kuasa,” pungkasnya.

Turut hadir pada acara tersebut diantaranya, Wakasad Letjen TNI Tatang Sulaeman, Aslog Panglima TNI Laksda TNI Ir. Bambang Nariyono, M.M., Aster Panglima TNI Mayjen TNI George E. Supit, Pangdivif I Kostrad Mayjen TNI Agus Rohman, S.I.P., Pangkoarmada I Laksda TNI Yudo Margono, S.E., M.M. dan Kapuspen TNI Brigjen TNI Sisriadi. (Badar/Puspen TNI)

Berita Terkini

KPK Tidak Akan Ikut Campur dalam Penanganan Kasus MBG

Sumbawanews.com,- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan tidak akan menduplikasi atau mengambil alih penanganan kasus dugaan korupsi dalam pengadaan barang dan jasa (MBG) yang sedang...

Anggaran Cair, Pemulihan Sumatra Harus Segera Berjalan

Sumbawanews.com,- Menko PMK Pratikno menegaskan bahwa pencairan dana pemulihan pasca-bencana di Sumatra tidak lagi menjadi hambatan—yang kini dibutuhkan adalah aksi nyata di lapangan. Sebagian...

AS Minta Dana Rp1.424 Triliun untuk Biaya Perang Iran

Sumbawanews.com,- Jakarta — Kementerian Pertahanan Amerika Serikat mengajukan permohonan dana sebesar 94 miliar dolar AS, atau setara dengan Rp1.424 triliun, kepada Kongres guna menutupi...

Iran Bebaskan Biaya Pelayaran di Selat Hormuz 60 Hari

Sumbawanews.com,- Dewan Tertinggi Keamanan Nasional Iran mengumumkan kebijakan luar biasa: selama 60 hari ke depan, semua kapal yang melintasi Selat Hormuz akan bebas dari...

Berita Utama