Home Blog Page 3021

Sosialiasi Restorasi Sungai, Ini Kata Dandim Lobar

Lombok Barat – Kondisi sungai didaerah Kecamatan batu layar yang kian hari semakin memprihatinkan. Sepanjang aliran sungai banyak ditemukan sampah terutama sampah non organik seperti plastik maupun bahan-bahan yang berasal dari plastik.

Hal itu dikatakan Komandan Kodim 1606/Lobar Kolonel Czi Afrijon Kroll, S.IP., saat memberikan sambutan acara sosialisasi restorasi sungai di Aula Kantor Desa Batulayar Kecamatan Batulayar Lombok Barat, Senin (14/10).

Sosialisasi yang dihadiri Kadis PUTR Lobar I Made Arthadana, Camat Batulayar Sarajudin, Danramil Gunungsari Kapten Chb Danang Kristiyanto bersama Danposramil Batulayar Pelda Lalu Hilman, Kapolsek Senggigi, perwakilan BWS Lobar dan perwakilan BPBD Lobar.

Menurut Dandim, tumpukan sampah disekitar aliran sungai akan memberikan dampak negatif terutama akan menghambat saluran air sehingga dapat mendangkalkan sungai. “Kesannya akan terlihat kumuh, kotor dan tak terurus, apalagi lokasinya ini di daerah pariwisata yang membutuhkan kebersihan, keindahan dan kenyamanan bagi para pengunjung,” ujarnya.

Untuk itu, sambung Alumni Akmil 1995 tersebut, kondisi sungai ini menjadi perhatian kita bersama untuk membantu Pemerintah Daerah Lobar dengan melaksanakan karya bhakti dan bergotong royong dengan masyarakat membersihkan dan pengerukan bagian saluran sungai yang sudah terlihat dangkal mengingat sebentar lagi musim hujan.

“In syaa Allah kita bersama-sama merestorasi (memulihkan atau mengembalikan) fungsi sungai seperti semula,” tandas Dandim.

Selain itu, Dandim juga menghimbau seluruh lapisan masyakat untuk tidak membuang sampah sembarangan terutama daerah aliran sungai, namun buanglah sampah pada tempatnya sehingga lingkungan terlihat bersih, asri dan sehat.

Sedangkan Kadis PUTR Lobar I Made Arthadana menyampaikan normalisasi aliran sungai yang sudah dangkal dan melakukan pembersihan sampah yang sudah menumpuk dengan menggelar karya bhakti terpadu dari pukul 08.00 sampai dengan selesai.

“Kita tentukan dulu titik-titik lokasi pembuangan sampah dan limbah, baru kita bagi lokasi dengan harapan agar kedepan air saluran sungai dapat mengalir dengan baik dan lancar,” pungkasnya.

Acara sosialisasi juga di ikuti Kades Desa Batulayar, Babinsa dan Bhabinmaspol, para Kadus Se Desa Batulayar, tokoh agama dan tokoh masyarakat serta warga desa setempat.

Sosialisasi restorasi sungai juga dalam waktu yang bersamaan dilakukan di Aula Kantor Desa Jaga Raga Kecamatan Kuripan Kabupaten Lombok Barat dalam rangka mengelar karya bhakti terpadu pembersihan sungai.

Obesitas jadi Ancaman Mewujudkan Indonesia Emas 2045

Wakil Walikota Bekasi bersama warga Bantar Gebang saat peresmian Rumah Gizi Aisyiyah Yaici

Bekasi, Sumbawanews.com – Hasil Riset Kesehatan Dasar atau  Riskesdas tahun 2018  menunjukkan adanya perbaikan status gizi balita di Indonesia. Dimana proporsi status gizi buruk dan gizi kurang menurun, dari sebelumnya di angka 19,6% (Riskesdas 2013) menjadi 17,7% (2018).

Namun kondisi mengkhawatirkan terjadi pada proporsi obesitas balita. Terjadi tren peningkatan proporsi obesitas secara terus menerus sejak 2007. Jika data Riskesdas tahun 2007 menunjukkan proporsi obesitas 10,5%, pada tahun 2013 angkanya naik menjadi 14,8%. Dan pada 2018, tren proporsi obesitas meningkat jadi 21,8%.

“Obesitas memicu penyakit tidak menular seperti diabetes melitus dan hipertensi. Jadi kondisi ini sangat mengkhawatirkan. Jika obesitas meningkat maka prevalensi Penyakit Tidak Menular akan meningkat pula,” ujar dr. Dian Indahwati, Sp.OG, Ketua Majelis Kesehatan Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Barat, pada acara Peluncuran Rumah Gizi Aisyiyah-YAICI di Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (13/10/2019).

Data Riskesdas 2018 memang menunjukkan kenaikan prevalensi penyakit tidak menular jika dibandingkan dengan Riskesdas 2013. Prevalensi kanker misalnya, naik dari 1,4 persen (Riskesdas 2013) menjadi 1,8 persen di 2018. Begitu pula prevalensi stroke naik dari 7 persen menjadi 10,9 persen. Berdasarkan pemeriksaan gula darah, prevalensi diabetes melitus naik dari 6,9 persen menjadi 8,5 persen; dan dari hasil pengukuran tekanan darah, hipertensi naik dari 25,8 persen menjadi 34,1 persen.

“Tingginya penyakit tidak menular berhubungan dengan pola makan masyarakat Indonesia yang banyak mengonsumsi makanan tinggi gula dan garam.  Begitu pula dengan obesitas di kalangan anak, juga disebabkan asupan gula yang berlebihan. Kondisi ini bisa kita temui pada amak yang mengonsumsi susu kental manis atau SKM secara berlebihan,” kata Dian.

Ia menjelaskan, menurut ketentuan WHO, asupan harian  menurut ketentuan WHO, asupan harian bebas gula yang dianjurkan untuk anak usia 1-3 tahun maksimal 28 gr perhari atau setara dengan 3 sendok makan gula, dan untuk anak  usia 4-6 tahun maksimal 40gr per hari atau setara dengan 4 sendok makan gula.

“Jadi, kalau kita memberikan SKM berlebihan kepada anak,  akan beresiko obesitas, dan memicu penyakit tidak menular seperti diabetes dan hipertensi,” tambahnya. SKM, kata Dian,hanya cocok sebagai topping atau campuran saja, seperti pada es campu, pudding, martabak, atau yang lainnya.

Sementara itu, Arif Hidayat, Ketua Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI), menegaskan, semua pihak tanpa kecuali bertanggung jawab mempersiapkan generasi emas  yang sehat dan produktif, yakni Indonesia Emas 2045

“Ini merujuk bahwa pada tahun 2045 bangsa Indonesia tepat berusia satu abad. dan diharapkan, Indonesia akan mencapai puncak kejayaan serta terbebas dari segala ancaman negatif. Anak-anak yang saat ini berusia 0-9 tahun akan berusia 35-45 tahun ditahun 2045. Mereka inilah generasi emas yang nantinya akan menjadi pemegang pemerintahan dan roda kehidupan di Indonesia. Untuk itu, kesehatan dan tumbuh kembang anak hari ini perlu dipersiapkan guna menghasilkan generasi yang sehat dan produktif.,” tegas Arif.

Ia menambahkan, generasi emas tersebut dapat diwujudkan bila hak anak-anak untuk tumbuh kembang dengan sehat dan bahagia dapat dipenuhi sejak dini. ”Karena itu menjadi tugas bersama untuk menyelamatkan anak Indonesia dari penyakit dan dari berbagai hal yang memicu penyakit,” tambahnya.

Kerjasama  YAICI dan Aisyiyah dalam memberikan edukasi kesehatan, diantaranya melalui pendirian Rumah Gizi, kata Arif, adalah bentuk partisipasi masyarakat untuk mempersiapkan generasi emas  anak Indonesia yang sehat dan produktif.

“Walaupun tanggung jawab kesehatan masyarakat ada di tangan pemerintah. Namun semua pihak harus berpartisipasi mengawal kesehatan generasi penerus bangsa. Pemerintah tidak bisa sendirian tanpa dukungan aktif  seluruh elemen masyarakat. Termasuk juga menggunakan pendekatan keluarga, dengan  kita memberikan edukasi tentang kesehatan sehingga keluarga menjadi sehat,” tegasnya.

Karenanya, Yayasan Abhiparaya Insan Cendikia Indonesia (YAICI), bersama Pengurus Pusat Aisyiyah telah menjalin kerjasama melaksanakan edukasi bijak mengkonsumsi susu kental manis di sejumlah kota di Indonesia. Edukasi diadakan dalam bentuk talkshow dan kreasi makanan sehat bergizi. Diantaranya, diadakan di Jawa Barat, Banten, Kepulauan Riau, dan Nusa Tenggara Barat.(*)

Produsen Diminta Tidak Mengiklankan SKM sebagai Susu

Arif Hidayat bersama Wakil Walikota Bekasi, saat peresemian rumah Gizi Aisyiyah Yaici

Bekasi, Sumbawanews.com.Sejumlah pihak meminta produsen. berhenti mengiklankan SKM sebagai susu Perka BPOM Nomor 31 Tahun 2018 tentang Produk Pangan Olahan sudah melarang visualisasi iklan  SKM menampilkan anak-anak berusia di bawah 5 tahun dalam bentuk apa pun. Juga melarang produsen menggunakan visualisasi SKM setara dengan produk susu lain sebagai penambah atau pelengkap zat gizi seperti susu sapi.

 “Jangan lagi iklan SKM menampilkan gambar gelas  yang bisa dikonotasikan bahwa peruntukan SKM sebagai minuman tunggal, bergizi dan baik untuk pertumbuhan anak. Iklan SKM harus didudukkan pada proporsinya sebagai makanan tambahan atau topping,”  tegas Arif Hidayat, Ketua Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI), pada acara Peluncuran Rumah Gizi Aisyiyah-YAICI di Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (13/10/2019).

Arif menambahkan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah mengeluarkan Peraturan Kepala  BPOM  Nomor 31 Tahun 2018 tentang Produk Pangan Olahan yang merupakan revisi dari Peraturan BPOM Nomor 27 tahun 2017 tentang Pendaftaran Pangan Olahan. Peraturan baru tersebut dinilai telah melindungi kepentingan konsumen dan produsen, termasuk susu kental manis (SKM).

“Seharusnya peraturan  ini  dipatuhi, sehingga produsen tidak lagi mengiklankan SKM sebagai susu,” tambahnya. Tetapi, nyatanya masih ditemui iklan SKM dengan gambar gelas, yang bisa dikonotasikan bahwa peruntukan SKM sebagai minuman tunggal. Ini  menunjukkan bahwa produsen masih belum iklas untuk berhenti mengiklankan SKM sebagai susu.

Sementara itu,  di sisi lain, dalam benak masyarakat sendiri sudah tertanam persepsi yang kuat bahwa SKM sebagai  susu.   Hal ini, kata Arif,  disebabkan iklan SKM sebagai susu sudah ada sejak hampir seabad silam. “Dan tertanam kuat di benak masyarakat Indonesia sebagai susu bernutrisi,” ujar Arif.  

YAICI, menurut Arif,  pernah melakukan  survei di kota Kendari (Sulawesi Tenggara) dan kota Batam (Kepulauan Riau), dan menemukan fakta bahwa ibu-ibu memberikan SKM pada anaknya setiap hari. Anak-anak ini meminum SKM layaknya susu bubuk, sebagai penambah gizi.

Padahal, lanjut Arif, kandungan protein dalam SKM yang diproduksi di Indonesia sangat kecil. Misalnya, protein 2,3% lebih rendah dari ketentuan BPOM 6,5 persen, dan ketentuan WHO 6,9 %. Begitupun kandungan gula lebih tinggi yakni diatas 50%, padahal WHO mensyaratkan 20 persen.  “Jadi kalau minum SKM, bukan minum susu, tapi minum gula rasa susu,” ujarnya.

Senada dengan Arif, Hj. dr. Dian Indahwati, Sp.OG, Ketua Majelis Kesehatan Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Barat, menegaskan masih banyak ditemui persepsi yang salah di masyarakat bahwa SKM adalah  susu. Ini sangat berbahaya karena peruntukan SKM bukan sebagai  susu, tetapi hanya untuk campuran makanan. Dan dampak dari kosumsi SKM yang berlebihan terhadap kesehatan anak sangat besar.

Dian menambahkan, SKM mengadung Karbohidrat (KH) dan gula yang jauh lebih tinggi, serta protein yang jauh lebih rendah dari susu full cream. Padahal, kebutuhan gula anak 1-3 tahun sekitar 13-25 gram. Bila anak mengkonsumsi dua gelas SKM sehari, menurut Dian, akan melebihi kebutuhan gula harian. Adapun kelebihan asupan gula tersebut akan disimpan oleh tubuh dalam bentuk lemak, sehingga bisa menyebabkan kegemukan dan obesitas pada anak. Dan dampak buruknya apabila mengonsumsi gula, natrium dan lemak lebih dari batas-batas yang disebutkan, bisa berisiko terkena penyakit tidak menular seperti hipertensi, stroke, diabetes dan serangan jantung.

Dian Indahwati menegaskan penyakit tidak menular disebabkan karena salah pola konsumsi dan gaya hidup tidak sehat. Karena itu, melalui peluncuran Rumah Gizi Aisyiyah-YAICI di Bantar Gebang, Bekasi, ini menunjukkan komitmen PP Aisyiyah untuk terus melakukan edukasi kepada jamaah Aisyiyah untuk menerapkan pola makan dan pola asuh yang baik.yang baik.

Kepada produsen SKM Dian juga meminta untuk bisa  legowo berhenti mengiklankan SKM sebagai susu. Masih  banyak target market konsumen SKM lainnya  seperti pengusaha catering, penjual kue dan martabak, dan masih banyak lagi. (*)

Wakil Walikota Bekasi Apresiasi Rumah Gizi Aisyiyah-YAICI

Wakil Walikota Bekasi dan Ibu saat meresmikan Rumah Gizi Aisyiyah Yaici

Semakin banyak masyarakat berpartisipasi melakukan edukasi kesehatan akan sangat membantu pemerintah mempersiapkan generasi muda yang sehat.

Bekasi, Sumbawanews.com – Wakil Walikota Bekasi Tri Adhianto mengapresiasi kerjasama Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) dan Aisyiyah dalam memberikan edukasi kesehata, diantaranya melalui pendirian Rumah Gizi, di wilayah Bekasi Jawa Barat.

”Saya sangat mengapresiasi YAICI dan Aisyiyah. Partisipasi aktif masyarakat seperti ini sangat kami butuhkan, karenaPemerintah tidak bisa hanya bekerja sendirian mengawal kesehatan generasi penerus bangsa,” kata Tri Adhianto,Wakil Walikota, pada acara pada acara Sosialisasi Gerakan Aisyiyah Sehat (GRASS) dan Peluncuran Rumah Gizi Aisyiyah-YAICI di Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (13/10/2019).

Tri menyatakan, pendirian Rumah Gizi Aisyiyah-YAICIakan membantu mengedukasi masyarakat, khususya terkait kesehatan.

“Walaupun tanggung jawab kesehatan masyarakat ada di tangan pemerintah.Namun semua pihak harus berpartisipasimengawal kesehatan generasi penerus bangsa.Pemerintah tidak bisasendirian.Kami membutuhkan dukungan aktif  seluruh elemen masyarakat tanpa kecuali,” tegasnya.

Sementara itu, menyinggung tentang SKM, Tri menyampaikanbahwa  di masyarakat sudah tertanam persepsi yang kuat bahwa SKM sebagai  susu.   “Tetapi, sudahbanyak edukasiyangdilakukan untukmengubah persepsi yang salahitu,” kata Tri. Salahsatunyamelalui website pemerintah dan juga melalui media massa.

Terkaithimbauan masyarakat yang meminta produsenberhenti mengiklankan SKM sebagai susumenyinggung tentang himbauan masyarakat yang meminta produsenberhenti mengiklankan SKM sebagai susu,Tri menyatakan dukungannya.

“Sebab  peruntukanSKM memang bukansebagai pengganti susu, tetapi SKM sebagai topping,” tegas Tri. Hanya saja, untuk pengawasan, Tri meminta semua pihak aktif melakukan pengawasan, karena menjadi tugas bersama melakukan edukasi.

Sementaraitu, .Hj. dr. Dian Indahwati, Sp.OG, Ketua Majelis Kesehatan Pimpinan WilayahAisyiyah (PWA) Jawa Barat,menegaskan Rumah Gizi akan mejadi sarana edukasi.tentang  berbagaimasalah kesehatan.

“Rumah  Gizi merupakan upaya Aisyiyah untuk mewujudkan peningkatan status gizi dan pencegahan stunting serta mengembangkan ketahanan pangan dan kedaulatan pangan berbasis komunitas,”kata Dian.

Adapun program dan layanan yang akan diberikan Rumah Gizi kepada warga sekitar adalah Sosialisasi Gizi, Konseling Menyusui, Praktik Pengolahan Makanan Bergizi.

“Melalui Program Rumah Gizi, bisa mendukung peningkatan gizi keluarga secara berkelanjutan, karena warga tidakhanyamendapatedukasi tentang gizi keluarga, tetapi juga diajakberkebun melalui program Kebun Gizi,” papar Dian.

Dian menegaskan, Aisyiyah sejak kelahirannya memiliki komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak dalam strategi dakwahnya, dan telah melakukan berbagai program edukasi di komunitas maupun melakukan advokasi.

“Program Rumah Gizi adalah wujud dari komitmen Aisyiyah untuk meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak tersebut. Melalui Rumah Gizi kami melakukan edukasi, gerakan ketahanan pangan dan mendorong alokasi dana desa dan kebijakan untuk pemenuhan gizi baik untuk kelompok ibu hamil, bayi dan balita, remaja maupun lansia,” pungkas Dian.(*)

Bakamla Dorong Peran Masyarakat Desa Maritim Kuala Jaga Keamanan Keselamatan Laut

sumbawanews.com,- Sebagai tindak lanjut pengembangan pemberdayaan masyarakat Desa Maritim, Bakamla RI melalui Direktorat Kerja Sama memfasilitasi berbagai kegiatan yang berfokus pada upaya membangun kesadaran masyarakat pesisir atas perannya dalam menjaga keamanan dan keselamatan laut. Kegiatan digelar di Desa Kuala, yang merupakan salah satu desa maritim binaan Bakamla, yang berada di Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat, beberapa hari lalu. 
Bupati Sambas H. Atbah Romin Suhaili, LC yang hadir dalam pembukaan kegiatan fasilitasi mengatakan sangat menyambut baik hal ini, yang mana Desa Kuala telah ditetapkan sebagai Desa MAritim sejak tahun 2018. Harapannya, Bakamla dapat memanfaatkan potensi lokal masyarakat pesisir Sambas dan perbatasan lautnya serta bersinergi dalam menghadapi semua potensi ancaman dan gangguan keamanan dan keselamatan laut. Pada kesempatan ini Bupati Sambas Bersama Kasubdit Kerja Sama Dalam Negeri Kolonel Bakamla Eli Susiyanti, S.H., M.H. menyerahkan 150 unit life jacket untuk mendukung keselamatan nelayan dalam beraktivitas di laut.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (10/10) ini melibatkan beberapa stakeholder terkait, salah satunya adalah Kepala Pos SAR SIntete Hermansyah menyampaikan sosialisasi tentang alat keselamatan diri di laut didampingi personel Pos SAR Sintete Zulhijah untuk memandu praktek penggunaan alat keselamatan laut. Tujuannya adalah untuk mengedukasi masyarakat , dalam hal ini nelayan, agar lebih memahami pentingnya alat keselamatan diri di laut serta dapat menolong diri sendiri dan orang lain apabila mengalami kejadian kecelakaan di laut. 
Dalam sambutan pembukaan Direktur Kerja Sama yang diwakili Kasubdit Kerja Sama Dalam Negeri ini juga menyebutkan adanya rencana Bakamla membentuk Relawan Penjaga Laut Nusantara (RAPALA). Rencana ini disosialisasikan pula oleh Kepala Dinas Perikanan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sambas Ilhamsyah, S.E. didepan puluhan masyarakat Selakau yang hadir. Dikatakannya, sosialisasi ini merupakan cara Bakamla untuk membangun cara pandang masyarakat sebagai komponen pendukung dalam menjaga keamanan dan keselamatan laut, sehingga masyarakat Bersama Bakamla memiliki kesamaan pola pikir dan pola tindak dalam menjaga keamanan dan keselamatan laut.
Bukan itu saja, Bakamla juga bekerjasama dengan PT XL Axiata menyerahkan Router Program Gerakan Donasi Kuota kepada perwakilan 5 SMA dan SMK. Hal ini dilakukan untuk memberikan akses internet dan data guna mendukung peningkatan kualitas Pendidikan melalui media digitalisasi, serta penguatan kapasitas siwa melalui pelatihan kepemimpinan berbasis digital.
Turut serta menghadiri kegiatan yaitu Plt. Camat Selakau, Kapolsek Selakau, Danramil Selakau, Ketua BPD Kuala, Ketua LPM Kuala, Kepala Sekolah SMA dan SMK, Kepala Desa Kuala Bapak Himawan, serta perwakilan Polairud. Hadir pula Kepala SPKKL Sambas Mayor Bakamla Arief Purwantono, S.E., yang turut mensukseskan jalannya kegiatan, bersama Kasie Kerja Sama Non Pemerintahan Mayor Bakamla Ariana Listyanawati, S.Pd, Kasi Potensi Keselamatan Laut Mayor Bakamla Trirah Astuti, S.E., dan Kasi Potensi Keamanan Laut Mayor Bakamla Riandi Yudha G., S. Ip., M.Han. 

Bakamla RI/IDNCG Hadiri HLM for the 15th HACGAM di Colombo

sumbawanews.com,- Perwakilan Bakamla RI/Indonesian Coast Guard (IDNCG) dan Polair yang tergabung sebagai Delegasi Republik Indonesia (Delri) dipimpin Deputi Operasi dan Latihan Bakamla RI Laksda Bakamla T.S.N.B. Hutabarat, MMS, menghadiri High Level Meeting (HLM) for the 15th Heads of Asian Coast Guard Agencies Meeting (HACGAM), di Colombo, Srilanka, beberapa hari lalu.
HACGAM merupakan pertemuan antar institusi coast guard dan badan penegak hukum laut dengan fungsi coast guard di kawasan, yang menjadi platform pertukaran best practise, informasi, dan kerja sama untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan laut. Dari 4 pilar yang ada yaitu Environmental Protection (EP), Search and Rescue (SAR), Capacity Building (CB) dan Preventing and Controlling Unlawful Acts at Sea (PCUAS), Indonesia menjadi Chair untuk pilar Capacity Building.
Sebagai lead Capacity Building, Bakamla RI/IDNCG telah melaksanakan Maritime Security Desktop Exercise (MSDE) hasil kerja sama dengan ABF, serta melaksanakan program peningkatan kapasitas khusus untuk negara anggota HACGAM di Jakarta Center for Law Engorcement Cooperation (JCLEC),  Semarang. Dalam pertemuan yang berlangsung 7-10 Oktober 2019 itu, diusulkan pula pembentukan linkage antar working group pilar lainnya agar dapat saling berkontribusi dalam peningkatan kapasitas, baik dalam bentuk pengiriman pembicara, pelatih, maupun fasilitasi tempat pelatihan, dengan melibatkan seluruh negara anggota dan observer. Usulan itupun telah disepakati oleh seluruh anggota HACGAM dan Cross Working Group Meeting akan mulai dilaksanakan pada WLM berikutnya.
Pertemuan juga menyepakati pelatihan yang akan dijalani oleh seluruh anggota Capacity Building Working Group (CBWG) yaitu Communication Training dan Visit Boarding Search and Seizure (VBSS) Tarining. Selain itu delegasi Indonesia juga menyatakan keinginannya untuk turut serta dalam kegiatan working group lainnya seperti SAR, dan EP, yang mana hal tersebut disambut baik oleh seluruh negara anggota HACGAM.
Usai pertemuan HLM, Bakamla RI/IDNCG melaksanakan pertemuan bilateral dengan coast guard dari berbagai negara antara lain Australian Border Force (ABF), Sri Lanka CG, India CG, Philipine CG, Vietnam CG, Singapore Police CG, dan Korea CG. Selain itu berlangsung pula pertemuan bilateral dengan RSO Bali Process, ReCAAP ISC, dan Maldives National Defence Force.
Hasil dari bilateral meeting dengan Maldives National Defence Force dan Srilanka CG, Bakamla RI/IDNCG berencana menjajaki kerja sama di bidang keamanan maritim.

Personel Satgas Pamtas RI-PNG Yonif R 514/SY Berikan Pengajaran Anak-Anak Kampung Tirineri

sumbawanews.com,- Sebagai wujud kepedulian dan bentuk partisipasi dalam mencerdaskan generasi penerus bangsa, personel Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Raider 514/SY memberikan pengajaran kepada anak-anak di Kampung Tirineri, Distrik Yambi, Kab. Puncak Jaya, Papua, Sabtu (11/10/2019)

Komandan Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Raider 514/SY, Mayor Inf Danang Biantoro, S.I.P., M.Si. menyampaikan bawah memberikan pengajaran anak-anak tak kenal lelah dan tak kenal kata terlambat untuk belajar. “Kami tergerak untuk memberikan pengajaran kepada masyarakat Kampung Tirineri terutama anak-anak, hal ini dikarenakan akses transportasi yang terbatas menuju ke Kampung ini, serta akomodasi dan sarana prasarana yang kurang memadai,” ujarnya.

Mayor Inf Danang Biantoro tanpa menunggu lama, memerintahkan Lettu Inf Mikael Joni selaku Komandan Pos Tirineri beserta anggotanya untuk memberikan pengajaran kepada anak-anak disana. “Saya meyakinkan kepada seluruh anggota Satgas, walaupun sarana kurang memadai disana, namun dengan pengetahuan yang dimiliki oleh seluruh anggota Satgas, maka saya yakin pengajaran akan dapat dilakukan,” jelasnya.

Ditempat terpisah, Kepala Distrik Yambi Bapak Yohannes mengucapkan terima kasih kepada personel Satgas karena telah mengadakan kegiatan positif yang bermanfaat bagi anak-anak di kampungnya. “Semoga anak-anak disini semakin bersemangat dalam belajar, dan terima kasih sudah memberikan pengajaran yang sangat luar biasa,” tuturnya.

Seru, Lomba Triathlon dan Duathlon HUT TNI ke 74 Tahun 2019

Bima – Pelaksanaan lomba triathlon dan duathlon yang diselenggarakan Kodim 1608/Bima berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Bima terlihat seru dan meriah. Lomba yang dilaksanakan di Pantai Lawata Kelurahan Dara Kecamatan Rasanae Barat diikuti 86 orang peserta berasal dari berbagai daerah baik Provinsi NTB maupun luar NTB, Minggu (13/10).

Setelah melakukan pengecekan kesehatan dan pemanasan, para peserta dilepas Walikota Bima H.M. Lutfi, SE., didampingi Kazidam IX/Udayana Kolonel Czi Cahyadi A., Dandim 1608/Bima Letkol Inf Bambang Kurnia Eka Putra dan Kapolres Bima Kota AKBP Erwin Ardiansyah.

“Lomba triathlon dan duathlon selain dalam rangka peringatan HUT TNI ke 74 tahun, juga diharapkan mampu meningkatkan dunia pariwisata Kota Bima sekaligus untuk mencari bibit-bibit atlet yang dapat membawa nama baik ditingkat daerah maupun nasional,” ungkap Walikota Bima dalam sambutannya sebelum pelepasan.

Lutfi berharap agar seluruh peserta menjaga sportifitas dan jaga keamanan selama pelaksanaan trithlon maupun Duathlon sehingga pelaksanaannya dapat berjalan aman dan lancar sesuai harapan.

Terpisah, Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., disela-sela pengamanan kunjungan kerja Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024 Prof. Dr. (HC) KH. Ma’ruf Amin memberikan apresiasi kepada Pemkot Bima dan Kodim yang telah mampu menggelar lomba triathlon dan Duathlon dengan para peserta dari berbagai provinsi.

“Alhamdulillah berdasarkan laporan Dandim, lomba berjalan aman dan lancar,” ujarnya.

Menurutnya, berbagai kegiatan yang dilakukan di Kota Bima selain memeriahkan HUT TNI, juga untuk memperkenalkan seni dan budaya masyarakat Mbojo sebagai salah satu daya tarik wisatawan baik domestik maupun mancanegara untuk datang berkunjung ke Bima.

“Semoga event seperti ini sebagai awal yang bagus untuk perkembangan pariwisata di daerah Bima dan kedepan agar terus dipertahankan dan dikembangkan sehingga sektor pariwisata dapat membantu peningkatan perekonomian masyarakat,” tandasnya.

Adapun yang keluar sebagai pemenang lomba duathlon berturut-turut juara 1 Muhaimin, juara 2 Prada Ali Sujima dan juara 3 Rinci, juara 4 Praka Sahrul Ramadhan, juara 5 Sunardin dan juara 6 diraih Julkifli, sedangkan untuk pemenang lomba triathlon yang meraih juara 1 Jauhari Johon asal Sumatra Selatan, juara 2 Ronal Bintang Setiawan asal Probolinggo, juara 3 Andi Wibowo asal Bali, juara 4 Yan Bahtiar asal NTB, juara 5 Marlingga Alfedo dan juara 6 yakni Serka Seta ldiapratama.

Dalam lomba tersebut juga terlihat hadir Ketua DPRD Kota Bima sementara Alfian Indrawirawan, S.Adm., para Dandim jajaran Korem 162/WB beserta istri, Sekda Kota Bima, Kasdim Bima dan jajarannya, Kepala Dinas Pariwisata Kota Bima, unsur Muspida dan OPD Kota Bima dan tamu undangan lainnya.

Pacuan Kuda Walikota Bima dan Pangdam IX/Udayana Cup Meriahkan HUT TNI ke 74

Bima – Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE., didampingi Komandan Kodim 1608/Bima membuka lomba pacuan kuda tradisional memperebutkan piala Walikota Bima dan Pangdam IX/Udayana tahun 2019 dalam peringatan HUT TNI ke 74 di lapangan pacuan kuda Sambinae Kelurahan Sambinae Kecamatan Mpunda Kota Bima, Minggu (13/10).

Lomba pacuan kuda akan dilaksanakan selama tujuh hari hari kedepan diikuti 725 peserta dengan 13 kelas dari berbagai daerah se Provinsi NTB.

Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Benny Susianto, S.IP., dalam sambutannya yang dibacakan Dandim 1608/Bima menyampaikan kegiataan Iomba pacuan kuda ini dapat dimanfaatkan untuk mengukur prestasi sekaligus sebagai wahana untuk memacu perkembangan olahraga berkuda.

Kodam IX/Udayana akan senantiasa membantu dan mendorong program unggulan Pemerintah Daerah Kota Bima dan ikut serta menggelorakan pembinaan olahraga berkuda.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan kontribusi nyata Pemerintah Kota Bima dan Kodim 1608/Bima kepada bangsa dan negara dalam peran sertanya untuk memajukan olahraga nasional, maka diharapkan Iomba ini dapat memotivasi cabang olahraga lain untuk mengadakan kejuaraan serupa sehingga kedepan dapat menghasilkan atlet atlet profesional yang mampu berkiprah pada event yang Iebih tinggi baik di tingkat nasional maupun intemasional.

Sedangkan Walikota Bima dalam sambutannya mengucapkan terimakasi kepada semua unsur penyelenggara yang telah menyelenggarakan kegiatan ini dengan penuh kedisliplinan, terutama panitia pengukur kuda yang tidak bisa diajak koordinasi walaupun lebih 1 cm.

“Saya sangat terkesan atas ketegasan dalam penegakan aturan tersebut,” ujarnya.

Selain itu, Walikota Bima juga mengucapkan terimakasi kepada BUMN dan masyarakat atas dukungan dan partisipasinya dalam pelaksanaan kegiatan lomba sehingga kegiatan bisa sukses dan lancar.

Usai memberikan sambutannya, Walikota Bima bersama Dandim 1608/Bima menyatakan resmi dengan pelepasan balon udara sebagai tanda dimulainya kejuaraan pacuan kuda.

Ketua MK RI Di Dampingi Danrem 162/WB Letakkan Batu Pertama Pembangunan Koramil 1608-01 Kota Bima

Bima – Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) DR. H. Anwar Usman, SH, MH didampingi Danrem 162/ WB, Kolonel Czi. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos, SH, M.Han, sabtu siang (12/10/2019) meletakkan batu pertama pembangunan Koramil Kota 1608-01 Wilayah Teritorial Kodim 1608/ Bima. Hadir pula Anggota DPR RI, H. Muhammad Syafruddin, ST, Walikota Bima, Dandim 1608/ Bima, Dandim 1607/ Sumbawa, Dandim 1615/ Lombok Timur dan Dandim 1614/ Dompu.

Ketua MK DR. H. Anwar Usman, SH,MH dalam amanatnya mengapresiasi kinerja Tentara Nasional Indonesia (TNI) Republik Indonesia yang selalu menjadi garda terdepan untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Rakyat Indonesia selalu bangga kepada TNI, yang selalu berada di baris terdepan dalam menjaga NKRI, yang tidak kenal menyerah dalam menjaga kepentingan nasional, serta yang selalu mengedepankan kepentingan bangsa dan negara,” ungkap Ketua MK.

Sementara itu, Danrem 162/ WB, Kolonel Czi. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos, SH, M.Han menyampaikan terima kasih atas berkenan Ketua MK dan Anggota DPR RI bisa hadir pada peletakkan batu pertama ini, menurutnya Koramil Kota ini dibangun untuk memperlancar tugas TNI dalam menjaga kedaulatan NKRI. Koramil Kota sudah tidak layak lagi. Danrem juga menyampaikan terima kasih atas dukungan Ketua MK, sehingga Koramil Kota ini bisa direnovasi. Danrem menambahkan, ucapan terima kasih juga disampaikannya kepada masyarakat yang telah mendukung TNI. Kata Danrem bahwa Koramil yang akan dibangun nanti berlantai II dengan anggaran senilai Rp. 1 milyar lebih.

Acara dilanjutkan dengan peletakkan batu pertama, yang diawali oleh Ketua MK, disusul Anggota DPR RI Muhammad Syafrudin, ST, Walikota Bima dan Danrem 162/ WB. Pada kesempatan itu juga dilaksanakan pose bersama.

Berita Terkini

Nadiem Tuntutan Lebih Berat dari Teroris

Sumbawanews.com,- Jakarta – Dalam sidang terakhir kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan sistem manajemen Chrome (CDM), mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi...

Asmara Tak Terkendali, Bom Molotov Nyasar di Jakut

Sumbawanews.com,- Sebuah insiden pelemparan bom Molotov di Jakarta Utara ternyata bukan target utama pelaku, melainkan salah sasaran akibat konflik asmara yang memanas. Kejadian yang...

Steam Machine Resmi Diharga, Varian Top Capai Rp25,5 Juta

Sumbawanews.com,- Valve akhirnya membuka harga resmi Steam Machine, perangkat gaming all-in-one yang dijanjikan sebagai revolusi bagi penggemar PC gaming. Varian tertinggi dengan penyimpanan 2TB...

Portugal Butuh Menang, Ronaldo Siap Bangkit

Sumbawanews.com,- Dengan tekad memperbaiki catatan buruk di laga pembuka, timnas Portugal siap menghadapi Uzbekistan dalam laga kedua Grup K Piala Dunia 2026 di Stadion...

Berita Utama