(Merauke). Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 125/Simbisa di bawah Komando Pelaksana Operasi (Kolakops) Korem 174, dipimpin langsung Dansatgas Letkol Inf Anjuanda Pardosi menyambut Tim Pengawasan dan Evaluasi Staf Operasi Angkatan Darat (Wasev Sopsad) dalam kunjungan kerjanya di Pos Komando Taktis (Kotis) di Bupul 1 Distrik Elikobel, Kabupaten Merauke, Selasa (13/10/2020).
Usai acara penyambutan di Pos Kotis, kegiatan dilanjutkan dengan paparan dari Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif 125/Simbisa, Letkol Inf Anjuanda Pardosi kepada Tim Wasev Sopsad. Paparan disampaikan untuk memberikan gambaran tentang kegiatan yang dilaksanakan Satgas, sehingga dapat dijadikan bahan pertimbangan komando atas dalam menentukan kebijakan selanjutnya.
Setelah paparan selesai, Ketua Tim Wasev kemudian memberi pengarahan kepada prajurit Satgas Yonif 125/Simbisa. Dalam arahannya, Ketua Tim Wasev Sopsad Letkol Inf Ilham Yunus menyampaikan kepada Prajurit Satgas Yonif 125/Simbisa agar tidak melakukan pelanggaran sekecil apapun. “Tugas operasi sebagai Satgas Pamtas adalah suatu kehormatan untuk melaksanakan tugas Negara demi tegaknya kedaulatan NKRI,” katanya.
Letkol Inf Ilhan Yunus juga menekankan agar seluruh prajurit tetap menjaga kesehatan, selalu waspada, serta laksanakan tugas dengan tetap berpedoman pada protap yang ada. “Jangan lupa berdoa, agar pelaksanaan tugas dapat berjalan lancar dan aman,” pungkasnya.
Dalam kunjungannya ke jajaran Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 125/Simbisa, Tim Wasev Sopsad juga memberikan bingkisan berupa sembako.
“Kami sangat bangga dan berterima kasih atas perhatian dan kepedulian pimpinan melalui kunjungan Tim ke jajaran Satgas Yonif 125/Simbisa,” kata Dansatgas Letkol Inf Anjuanda Pardosi.
Usai pelaksanaan Wasev di Pos Kotis, Tim kemudian melanjutkan kunjungan ke Pos lainnya, termasuk diantaranya Pos Kout, selanjutnya Tim kembali Merauke. (Bdr)
(Puspen TNI. Selasa, 13 Oktober 2020). Panglima TNI memerintahkan Panglima Komando Wilayah Pertahanan II (Pangkogabwilhan II) untuk membantu melakukan penanganan kasus Covid -19 di Surabaya, Jawa Timur. Menyikapi perintah Panglima TNI tersebut, Pangkogabwilhan II membentuk Satgas Kesehatan TNI untuk segera melakukan perkuatan unsur Sumber Daya Manusia (SDM) dan mendirikan Rumah Sakit Lapangan Indrapura, Surabaya-Jawa Timur, beberapa waktu yang lalu.
Satgas Kesehatan TNI yang dibentuk terdiri Korps Kesehatan Militer TNI AD sejumlah 22 personel, Kesehatan TNI AL 7 personel, dan Kesehatan TNI AU 3 personel yang bertugas terhitung mulai tanggal 5 Juni 2020. Unsur kesehatan militer TNI AD yang terlibat dalam satgas seluruhnya berasal dari Kesdam V/Brawijaya.
Seiring dengan pembentukan Satgas Kesehatan TNI, Presiden RI melalui Ketua Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memerintahkan agar Pangkogabwilhan II mengelola Rumah Sakit Lapangan Indrapura, dengan Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu (Pangkogasgabpad) 4 yaitu Pangdam V/Brawijaya beserta unsur Badan Pelaksana Balak Kodam sebagai pelaksana. Kesdam V/Brawijaya sebagai unsur utama Balak Kodam di bidang kesehatan melaksanakan perkuatan personel.
Hal tersebut dilakukan demi membantu terwujudnya secara optimal pengelolaan Rumah Sakit Lapangan Indrapura, dengan prioritas kerja bersama dan mengutamakan sinergitas dengan segenap unsur lain yang terlibat dalam pengelolaan Rumah Sakit tersebut.
Rumah Sakit Lapangan Kogabwilhan II Indrapura Surabaya atau disebut “RSLKI” saat ini menempati gedung Puslitbang Humaniora dan Manajemen Kemenkes yang terletak di jalan Indrapura No 17 Surabaya. Luas Gedung adalah 17.728 m2 menempati tanah seluas 54.000 m2. Gedung yang dibangun pada tahun 1954 ini sempat digunakan berganti sebagai kantor, lembaga pendidikan dan Rumah Sakit Khusus Penyakit Kulit dan Kelamin sebelum terakhir berfungsi sebagai Lembaga Pendidikan Akupunktur, Akademi Refraksi, Museum Cagar Budaya Kesehatan dan UPF Litbang Kemenkes.
Rumah Sakit yang dikelola oleh TNI tersebut berkapasitas tempat tidur 357, dikhususkan bagi pasien konfirm positif dengan Swab PCR dengan derajat ringan hingga sedang. Hal ini berguna untuk merelaksasi rumah sakit rujukan utama yang ada, secara otomatis terjadi klusterisasi Rumah Sakit sehingga tidak terjadi penumpukan pasien dan bisa lebih berkonsentrasi merawat pasien dengan derajat berat dan critical III. Begitu pasien Covid-19 yang diisolasi lebih awal setelah terdiagnosis akan dapat mencegah perburuk kondisi penyakit pasien.
Sumber Daya Manusia (SDM) RSLKI seperti dokter, perawat dan tenaga kesehatan lain dipenuhi dari unsur TNI, pemerintah Provinsi dan organisasi profesi serta relawan. Setiap tenaga kesehatan yang bertugas di RSLKI tersebut terlebih dahulu diberikan pelatihan dan magang diberbagai Rumah Sakit.
RSLKI ini tergabung dalam 127 rumah sakit rujukan se Jawa Timur dalam sebuah Sistem Integrasi antar rumah sakit rujukan se Jawa Timur. Sistem rujukan ini disebut juga Covid Hub memiliki pusat Call Center di RSLKI karena rumah sakit ini hanya merawat pasien rawat inap Covid-19 dengan derajat ringan-sedang, sehingga memerlukan kolaborasi dengan RS Rujukan Utama bila terjadi perburukan kondisi.
Rumah sakit rujukan utama RSLKI ini adalah RSUD dr. Soetomo dan RS Khusus Infeksi Unair. Demikian pula sebaliknya rumah sakit ini menerima pasien paska perawatan dari rumah sakit rujukan lain dengan derajat ringan sedang yang masih memerlukan isolasi. RSLKI juga menerima rujukan atau kiriman pasien dari rumah sakit atau Puskesmas dan instansi kesehatan lainnya se Jawa Timur.
Seluruh upaya yang dilakukan di atas berbuah keberhasilan dalam meningkatkan kesembuhan pasien dan mencegah kematian selama dalam perawatan. Tak ketinggalan keselamatan tenaga kesehatan dan petugas lain dari kemungkinan tertular. Sesuai dengan data per tanggal 10 Oktober 2020, keseluruhan pasien yang dirawat mencapai 2619, sembuh 2506 orang, dengan angka kematian nol. Hal yang mendapat apresiasi sangat baik dari Gubernur dan masyarakat Jawa Timur, maupun secara nasional.
Personel yang mengawaki pelayanan medis terdiri dari gabungan Kesehatan TNI dan Polri, Pemda Jawa Timur, dan relawan-relawan dari berbagai Perhimpunan Profesi seperti IDI (Ikatan Dokter Indonesia), PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia), Hisfarsi (Himpunan Seminat Farmasi Rumah Sakit), Patelki (Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan Indonesia).
Selain dari unsur TNI, Tim Dokter juga terdiri dari Dokter-dokter Spesialis yang ditugaskan oleh IDI, yang berasal dari berbagai Perhimpunan Dokter Spesialis yang ada di Surabaya. Dokter Konsultan Penyakit Tropik Infeksi dari RSUD Dr. Sutomo, Dokter Anestesi dari Perdatin (Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesi Indonesia), Dokter Paru dari PDPI (Perhimpunan Dokter Paru Indonesia), Dokter Patologi Klinik dari PDS Patklin (Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik) dan Dokter Bedah dari Kapal Terapung “Ksatria Airlangga”.
Personel Kesehatan TNI yang ditugaskan di Rumah Sakit Lapangan Kogabwilhan II Indrapura Surabaya (RSLKI) telah melaksanakan tugas secara optimal dan berhasil baik. Pelaksanaan operasional RSLKI telah menunjukkan sinergitas dan kolaborasi yang tinggi antara TNI, unsur pemerintahan daerah dan unsur masyarakat lainnya, sehingga terwujud profil rumah sakit lapangan khusus Covid-19 yang memberikan angka kesembuhan tinggi serta pelayanan yang baik dan RSLKI memberikan kontribusi yang berarti terhadap angka kesembuhan pasien Covid-19 khususnya di Surabaya. (Bdr)
(Puspen TNI). Pendidikan pada level kepemimpinan diharapkan menghasilkan pemimpin yang berkualitas dan berkarakter sebagai teladan, yang memiliki visi dan pandangan yang luas agar mampu beradaptasi dalam berbagai lingkungan dan kondisi dalam melaksanakan tugasnya. Kapan dan dimanapun pendidikan dilaksanakan bertujuan untuk menciptakan seseorang yang berkualitas dan berkarakter.
Demikian sambutan tertulis Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. yang dibacakan Kasum TNI Letjen TNI Joni Supriyanto dalam memberikan pembekalan akhir kepada peserta pendidikan Sespimti (Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi) Polri Dikreg ke-29 dan Sespimmen (Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah) Polri Dikreg (Pendidikan Reguler) ke-60 secara virtual, bertempat di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (13/10/2020).
Tema yang diusung dalam Pendidikan di Sespimti dan Sespimmen Polri tahun ini yaitu “Meningkatkan kemampuan manajerial dan kepemimpinan tingkat tinggi dan menengah yang profesional, berintegritas dan unggul, guna menjamin keamanan dan ketertiban dalam rangka mendukung pembangunan nasional”.
Panglima TNI mengatakan, ‘A leaders lead by example not by force.’ sesuai dengan prinsip kepemimpinan yang disampaikan Sun Tzu ribuan tahun yang lalu masih sangat relevan sampai saat ini. Begitu juga bahwa selalu ada risiko ketika seorang pimpinan mengambil inisiatif untuk menghadapi ketidakpastian seperti medan perang, yang disebut Clausewitz sebagai ‘the fog of war’
“Inilah yang membedakan seorang pemimpin dengan pengikut. Anak buah berkewajiban mengikuti perintah, tapi pemimpin berkewajiban mengambil risiko, mengambil keputusan dan memberikan perintah yang tepat pada waktu yang tepat, walaupun dihadapkan dengan ketidakpastian,” ujarnya.
Panglima menegaskan bahwa dalam organisasi militer kewenangan komando menjadi dasar kepatuhan yang bersifat mutlak. Tapi yang tidak boleh dilupakan bahwa otoritas yang dimiliki pemimpin membawa tanggung jawab yang besar. Otoritas untuk mengambil keputusan dan memberikan perintah, yang memiliki risiko hilangnya nyawa bagi anak buah, disertai tanggung jawab bahwa apabila ada suatu kesalahan, maka pemimpin harus bertanggungjawab.
Kepada siswa Sespimti dan Sespimmen agar selalu siapkan diri untuk menjadi pemimpin yang kompeten untuk menerima tanggung jawab sebagai konsekuensi dari kewenangan yang diberikan, karena kepemimpinan adalah keseimbangan antara kewenangan dan tanggung jawab. “Pemimpin tidak berarti apa-apa tanpa ada anggota yang dipimpinnya. Kedekatan yang dimaksud bukan semata-mata secara fisik, tapi juga berarti keyakinan dua arah antara pemimpin dan yang dipimpin,” kata Panglima TNI.
Disamping itu, ada hal yang sangat mendasar yang perlu diaplikasikan di lapangan berupa keteladanan, inisiatif, tanggung jawab, dan kompetensi yang dimiliki seorang Perwira akan menimbulkan keyakinan pada bawahan bahwa mereka dipimpin untuk menuju kemenangan. Sebaliknya, Komandan yang betul-betul memahami bawahannya memiliki keyakinan bahwa mereka sudah dipersiapkan dengan sebaik mungkin dan akan memberikan yang terbaik di medan tugas.
Sebagaimana diketahui bersama bahwa tidak ada pemimpin yang lahir begitu saja, ‘leaders are made not born’. Pemimpin strategis yang tidak menyiapkan dirinya dengan baik, akan menjadi sumber permasalahan untuk organisasi. “Siapkan diri kalian lahir dan bathin untuk menjadi pemimpin yang baik dengan mengenali diri sendiri secara jujur untuk menemukan kekurangan, dan kelebihan serta memanfaatkan setiap waktu dan kesempatan untuk selalu berlatih dan belajar,” jelasnya.
Di akhir pembekalannya, Panglima TNI kembali mengingatkan pentingnya sinergi TNI-Polri sebagai kunci dalam menjaga ketertiban dan keamanan nasional. Dalam amanat Undang-Undang sudah jelas, apa tugas pokok TNI dan Polri. Ada kata “melindungi” dalam rumusan tugas pokok TNI-Polri, melindungi segenap bangsa, melindungi dan mengayomi masyarakat. Itulah irisan tugas kita, yang harus kita laksanakan bersama.
“Tidak ada lagi dikotomi TNI-Polri, tidak ada lagi grey area, yang ada adalah wilayah sinergi antara TNI-Polri bersama komponen bangsa lainnya. Bila TNI-Polri bersatu dan bersinergi dari atas sampai bawah, Saya yakin masyarakat akan tenang, dan bagi yang berniat jahat akan berpikir seribu kali untuk membuat kekacauan,” pungkasnya. (Bdr)
Mataram – Latihan Posko I merupakan salah satu metode latihan taktis tanpa pasukan untuk melatih Komandan dan staf dalam merencanakan suatu operasi, menerapkan taktik dan tehnik operasi, melaksanakan olah yudha, kodal operasi serta menerapkan prosedur dan tata cara kerja yang berlaku dalam pelaksanaan dan pengendalian operasi.
Hal tersebut disampaikan Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Kurnia Dewantara dalam amanatnya pada pembukaan latihan posko I Korem 162/WB TA. 2020 “Gelombang Sakti 20”, di Aula Sudirman Makorem 162/WB, Selasa (13/10/2020).
Pangdam IX/Udayana menjelaskan, penyelenggaraan latihan posko I bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Komandan dan Staf Korem 162/WB dalam merencanakan suatu operasi yang mencakup keterpaduan, kerjasama, koordinasi dalam pengambilan keputusan, taktik dan tehnik olah yudha serta pengintegrasian semua kemampuan yang dimiliki satuan untuk membantu pemerintah daerah dalam penanggulangan bencana alam gempa bumi dan tsunami di NTB.
“Sesuai tema yang diusung latihan Posko I kali ini “Korem 162/WB Melaksanakan Operasi Bantuan Kepada Pemerintah Daerah Dalam Rangka Membantu Penanggulangan Terjadinya Bencana Alam Sesuai Tipologi Wilayah,” ungkap Pangdam.
Menurutnya, dengan situasi dan kondisi serta letak wilayah NTB yang berada pada cincin api lintasan jalur lempengan terjadinya gempa bumi, maka latihan ini sangat tepat untuk melatih memelihara kemampuan personil dan menyiapkan satuan jajaran Korem 162/WB untuk membantu Pemda dalam penanggulangan bencana alam gempa bumi dan stunami.
Oleh sebab itu, Pangdam IX/Udayana menekankan kepada Komandan Latihan dan Penyelenggara agar dapat memerankan bagian demi bagian setiap kegiatan yang ada, sehingga dapat melihat dan menilai sejauh mana langkah dan tindakan yang diambil para anggota dalam proses pengambilan keputusan taktis untuk mengatasi setiap kasus yang dikembangkan.
“Demikian juga kepada seluruh peserta latihan, laksanakan latihan dengan sungguh-sungguh agar tujuan penyelenggaraan latihan dapat tercapai,” tegasnya.
Sedangkan kepada para wasit dan pengendali, Mayjen TNI Kurnia Dewantara berpesan agar membuat dinamika latihan yang mendekati realita sebenarnya serta menguasai persoalan untuk menghidupkan suasana latihan dan memberikan penilaian maupun koreksi secara obyektif mungkin kepada para pelaku, sehingga dapat memberikan kontribusi positif bagi peningkatan profesionalisme dalam menghadapi tugas yang sebenarnya di lapangan.
“Mudah mudahan dengan latihan posko ini Korem 162/WB nantinya akan melahirkan satu konsep penanggulangan bencana yang lebih baik dari sebelumnya,” Harap Pangdam.
Kegiatan latihan diikuti oleh para pelaku diantaranya Danrem 162/WB beserta Staf Korem 162/WB dan jajaran juga melibatkan unsur Polri dari Polda NTB, Basarnas, BMKG, BPBD, Dinas Sosial Prov NTB diawali dengan Jam Pimpinan (Pengarahan Pangdam IX/Udayana) dilanjutkan dengan Taklimat awal (Pembukan).
Hadir mengikuti kegiatan tersebut Kapoksahli Pangdam IX/Udayana Brigjen TNI Hendrikus, Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., Paban II/Puanter Sterad Kolonel Inf Erwansyah, para Perwira Staf Ahli Pangdam IX/Udayana, Kasrem 162/WB, Asintel Kasdam IX/Udayana, Asops Kasdam IX/Udayana, Aslog Kasdam IX/Udayana, Kabalakdam IX/Udayana, para Kasi Korem 162/WB, Dan Dandeninteldam IX/Udayana, Dan/Ka Satdisjan jajaran Korem 162/WB.
Sumbawanews.com,- Dalam rangka mewujudkan kemanunggalan dengan masyarakat, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad melaksanakan kegiatan karya bhakti, membantu membangun rumah warga Kampung Pitewi Distrik Arso Timur Kabupaten Keerom.
Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 413 Kostrad Mayor Inf Anggun Wuriyanto, S.H., M.Han. dalam rilis tertulisnya di Distrik Muara Tami Kota Jayapura, Papua, Selasa (13/10/2020).
Dansatgas mengungkapkan kegiatan yang dilakukan Pos Pitewi tersebut merupakan wujud kemanunggalan antara TNI-Rakyat khususnya Satgas Yonif MR 413 Kostrad yang saat ini bertugas di wilayah Papua sektor Utara.
“Inilah wujud kemanunggalan TNI-Rakyat, kita akan selalu bersinergi dengan masyarakat dalam kegiatan apapun termasuk yang saat ini kita lakukan membantu membangun salah satu rumah warga di Kampung Pitewi,” kata Mayor
Anggun.
Sementara itu, Kapten Inf Rum selaku Komandan Pos Pitewi menyampaikan bahwa rumah yang dibangun tersebut milik bapak Jafar (65), yang merupakan salah satu tokoh masyarakat di Kampung Pitewi. “Sebelumnya bapak Jafar mendatangi Pos untuk meminta kami membantu pengerjaan pembangunan rumahnya, dengan senang hati kami membantu, karena beliau juga sering membantu Pos,” ujarnya.
Bapak Jafar mengucapkan terimakasih atas kesediaan Pos membantu pengerjaan pembangunan rumahnya. “Semoga sampai dengan selesai nanti, kami dapat dibantu oleh Pos Satgas,” harapnya.
(Boven Digoel-Papua. Selasa 13 Oktober 2020). Di sela-sela kesibukannya dalam melaksanakan kegiatan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-109 Kodim 1711/BVD, personel Satgas TMMD masih menyempatkan diri mengajak anak-anak perbatasan bermain permainan tradisional.
Kegiatan bermain ini juga merupakan salah satu program yang dilaksanakan Satgas TMMD Reguler Ke-109 Kodim 1711/BVD terhadap anak-anak perbatasan, terutama bagi anak-anak di bawah usia 10 tahun agar mereka bisa mengembangkan daya pikir dan tubuhnya.
Anggota Satgas TMMD ke-109 Kodim 1711/BVD Sertu Erik dan dua orang personel mengajak anak-anak Kampung Kakuna bermain di halaman SD YPPK Kampung Kakuna, Distrik Mindiptana, Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua, Senin (12/10/2020). Harapannya para generasi muda sekarang tidak melupakan permainan tradisional dan dapat berinovasi serta daya berfikirnya semakin maju lagi.
Dalam kegiatan ini, Sertu Erik mengajak anak-anak mengingat kembali permainan yang sudah lama tidak dimainkan oleh anak kecil yang ada di Kampung Kakuna, dimana ada dua macam yang dimainkan yaitu permainan roda-roda gila dan katrik.
Anak-anak Kampung Kakuna terlihat sangat ceria dan senang saat bermain permainan tradisional bersama personel Satgas TMMD Kodim 1711/BVD. Keceriaan terpancar jelas dari wajah anak-anak perbatasan yang begitu polos dan sederhana sebagai generasi penerus bangsa dari ujung timur Indonesia.
Pada kegiatan ini, personel Satgas juga menanamkan kepada anak-anak usia dini bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) merupakan bagian dari rakyat.(Bdr)
(Merauke). Wujud perhatian dan kedekatan Prajurit TNI dengan anak-anak di perbatasan, Satgas Pamtas Yonif 125/Simbisa di bawah Komando Pelaksana Operasi (Kolakops) Korem 174/ATW memberikan hadiah berupa seragam sekolah kepada dua orang anak Kampung Toray, Distrik Sota, Kabupaten Merauke, Senin (12/10/2020).
Dansatgas Pamtas Yonif 125/Simbisa, Letkol Inf Anjuanda Pardosi mengatakan bahwa hadiah seragam sekolah tersebut diberikan oleh personel Satgas Pos Toray kepada dua orang anak perbatasan yang saat ini masih duduk di bangku Sekolah Dasar. “Anak yang mendapat seragam sekolah tersebut adalah Aldrian dan Riky, keduanya merupakan siswa kelas 4 SD YPK Toray,” jelasnya.
Menurut Dansatgas, pemberian hadiah seragam sekolah ini sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang anggota Satgas kepada anak-anak perbatasan. “Harapannya bahwa hal sederhana yang dilakukan Satgas semoga dapat memberikan motivasi bagi mereka untuk lebih giat belajar dan berusaha dalam meraih dan mewujudkan impiannya,” pungkasnya.
Sementara itu, Danpos Toray Letda Inf Bambang Suprapto menuturkan bahwa Aldrian dan Riky memang sering datang ke Pos Toray dan kerap ikut membantu Satgas menyiram tanaman yang ada di pekarangan Pos. “Sebagai bentuk apresiasi sekaligus untuk memotivasi, kami memberikan hadiah sederhana berupa seragam sekolah kepada mereka berdua,” tuturnya.
Aldrian Dambujai (10 th) dan Riky Golut (10 th), keduanya merupakan siswa kelas 4 SD YPK Toray menuturkan sangat senang dan bahagia mendapat seragam baru dari Satgas. “Terima kasih banyak, abang-abang Satgas sudah kasih kami baju sekolah yang baru. Kalau bisa, kami juga dikasih sepatu,” ucap Aldrian berharap. (Bdr)
Sumbawanews.com,- Koordinator Lapangan TMMD 109/Sintang Kapten Inf W. Gurning melakukan peninjauan terhadap kemajuan fisik pada pembangunan jembatan tahap II, yang menghubungkan antara Desa Wira Yuda dengan Desa Tirta Karya ini terlihat sudah hampir selesai dalam pengerjaannya, Senin (12/10/20).
Kapten Inf W. Gurning selaku Koordinator lapangan TMMD Reguler ke-109 Kodim 1205/Sintang, terus melakukan pengecekan pada setiap pembangunan agar benar-benar sesuai dengan sasaran. “Hal ini dilakukannya agar pekerjaan tetap terkendali dan dapat berjalan dengan lancar,” ujarnya.
“Pengerjaan setiap sasaran harus di awasi dengan betul – betul teliti, karena selain cepat dalam pengerjaannya, setiap sasaran harus memiliki kwalitas yang bagus dan memiliki tingkat keamanan yang tinggi,” kata Kapten Gurning.
Ditempat terpisah, Kasdim Sambas Mayor Arm Sumaji mengatakan bahwa pengerjaan jembatan tahap II sudah hampir rampung, Setiap minggunya akan dilaporkan kemajuan fisik bangunan tersebut, sehingga program dapat berjalan dengan baik tepat waktu dan juga dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat. “Jembatan tahap II hampir rampung, diharapkan dapat selesai tepat pada waktunya,” ucapnya. (Pendim 1208/Sbs)
(Kogabwilhan III). Setelah beberapa hari Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) mengganggu Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang hendak melakukan investigasi terkait kematian Pendeta Yeremia serta pos-pos TNI di Sugapa dan sekitarnya, pada hari ini Senin (12/10/2020) sekitar pukul 17.45 WIT terjadi kembali kontak tembak antara KKSB dengan TNI.
Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III (Kapen Kogabwilhan III) Kolonel Czi IGN Suriastawa mengatakan bahwa kontak tembak berlangsung sekitar satu jam di dekat Bandara Bilorai, Kampung Bilogai, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya. Satuan TNI yang kontak tembak dengan KKSB adalah personel dari Yonif 400 Raider yang sedang melaksanakan pengamanan di Bandara Bilorai.
“Satuan Yonif 400 Raider bertugas melaksanakan pengamanan bandara untuk menjamin keamanan dan keselamatan penerbangan sipil dari ancaman KKSB yang sering membuat kekacauan di wilayah Intan Jaya,” ujarnya.
Menurut Kolonel Czi Suriastawa, dalam kontak tersebut tersebut TNI mendapatkan satu pucuk senjata api laras panjang rakitan yang dilengkapi dengan teleskop, 19 butir munisi kaliber campuran (5,56 mm dan 7,62 mm) dan satu orang anggota KKSB tertembak. Namun saat dilakukan pembersihan di lokasi, korban belum ditemukan. Diperkirakan korban KKSB yang mengalami luka tembak dibantu melarikan diri oleh kelompok KKSB masuk kedalam hutan.
“Hingga saat ini TNI terus melakukan pengejaran didaerah Sugapa untuk menangkap gerombolan KKSB yang sering melakukan tindakan pengacau keamanan, khususnya di Pos yang dijaga TNI,” tandasnya. (Bdr)
Sumbawa – TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-109 Tahun 2020 Kodim 1607/Sumbawa di desa Jotang dan Desa Jotang Beru, Kecamatan Empang Kabupaten Sumbawa sampai saat ini terus berjalan.
Waktu yang diberikan selama kurang lebih 30 hari ini di manfaatkan dengan baik oleh anggota Satgas. Banyak pembangunan yang dilaksanakan oleh Satgas TMMD 109 pimpinan Komandan Kodim 1607/Sumbawa Letkol Kav Rudi Kurniawan, S.Sos, M.Tr (Han) ini, diantaranya pembuatan Jalan Usaha Tani (JUT) sepanjang 1100 meter dan lebar 4 meter, pembuatan Jembatan, pembuatan Musholla yang dilengkapi MCK dan tempat wudhu, pembuatan saluran irigasi sepanjang 350 meter dan Rehab rumah sebanyak 9 unit.
Salah satu rumah yang menjadi sasaran rehab RTLH adalah milik bapak Samsudin (40), warga dusun Brang Baru, Rt. 004/002, Desa Jotang, Kecamatan Empang, Kabupaten Sumbawa.
Rumah yang ditempati oleh bapak Samsudin memang sangat memprihatinkan dan tergolong dalam rumah tidak layak huni. Rumah tersebut dikerjakan oleh anggota Satgas yang dipimpin oleh Serda Alimudin dan dibantu beberapa orang warga sekitar.
Saat ditemui di lokasi lain, Komandan Kodim 1607/Sumbawa Letkol Kav Rudi Kurniawan, S.Sos, M Tr (Han) selaku Dansatgas TMMD ke 109 menyampaikan bahwa pengerjaan RTLH itu sudah dimulai sekitar 21 hari pasca pembukaan TMMD 109 pada tanggal 22 September 2020 kemarin dan saat ini proses pengerjaan sudah mencapai 65 persen.
Dansatgas mengapresiasi antusiasme masyarakat, yang bekerja bersama sama bahu membahu membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan perehapan RTLH. “hal ini menjadi semangat dan kekuatan bagi anggota Satgas TMMD untuk bekerja lebih maksimal, dan proses penyelesaian setiap sasaran dapat tercapai serta tepat waktu,” ungkap Dansatgas.
Masih menurut Dansatgas, perehapan rumah tak layak huni bertujuan untuk membantu warga masyarakat yang kondisi perekonomiannya dibawah standar masyarakat sejahtera sehingga perlu kepedulian kita semua dalam meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat salah satu melalui Program TMMD.
“Semua yang kami lakukan untuk mensejahterakan warga masyarakat. Dan pelibatan masyarakat dalam progam TMMD ini, sebagai wujud menunggalnya TNI dengan rakyat. Semoga kedepannya TNI makin di cintai rakyat,” pungkasnya.
Sementara Samsudin (40), mengaku sangat senang dan bahagia karena rumahnya yang tidak layak huni, diperbaiki menjadi lebih baik lagi.
“Saya mengucapkan terimakasih kepada bapak-bapak tentara yang telah bekerja memperbaiki rumah kami ini. Dengan adanya bapak bapak TNI dan TMMD di desa kami ini, saya sangat bersyukur mengingat keadaan ekonomi saya yang kurang mampu, sehingga dengan adanya program ini kami terbantukan untuk memiliki rumah yang layak,” tutur bapak Samsudin.
Sumbawanews.com,- Kejaksaan Agung menetapkan Hery Susanto, mantan Ketua Ombudsman RI, sebagai tersangka dalam kasus suap terkait tata kelola pertambangan nikel di Sulawesi Tenggara periode...
Sumbawanews.com,- Amuntai — Bupati Hulu Sungai Utara, Sahrujani, menyerahkan 159 unit jukung kepada masyarakat pesisir di Desa Sungai Kuini, Kecamatan Sungai Pandan, sebagai bentuk...
Sumbawanews.com,- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengungkapkan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya menjadi jembatan nutrisi bagi siswa, tetapi juga...
Sumbawanews.com,- Moskow mengecam Prancis, Jerman, dan Inggris atas apa yang disebutnya sebagai sikap hipokrit dalam konflik Ukraina. Dalam pertemuan tertutup di ibu kota Rusia,...
Sumbawanews.com,- Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), M. Herindra, memberikan respons tegas terhadap ultimatum yang dilayangkan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) wilayah...