Home Blog Page 142

Ratusan Massa Ditangkap Usai Ricuh di Eksekusi Hotel Sultan

Sumbawanews.com,- Polda Metro Jaya mengamankan 119 orang terkait kerusuhan yang meletus saat proses eksekusi lahan Hotel Sultan di Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2026). Penangkapan massal ini dilakukan untuk menjamin ketertiban umum dan mengungkap dalang di balik mobilisasi massa yang menghalangi jalannya eksekusi perdata.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menjelaskan bahwa aparat kepolisian awalnya bergerak secara santun dan berbasis pendekatan kemanusiaan. Tim yang dipimpin Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat membacakan surat penetapan eksekusi terkait perkara Nomor 208/Pdt.G/2025/PN.Jkt.Pst. Sejak awal, petugas menggunakan pengeras suara untuk mengimbau warga yang menduduki area hotel agar meninggalkan lokasi secara damai.

Budi menekankan, ruang dialog terbuka lebar. Petugas tidak hanya memantau, tetapi juga mendengarkan aspirasi perwakilan massa—hingga situasi tiba-tiba berubah ketika sekelompok individu melemparkan batu dan benda tajam ke arah barikade keamanan. Aksi ini memicu bentrok yang melukai 27 anggota TNI dan Polri, menurut laporan sebelumnya.

“Kami tidak menangkap sembarangan. Semua yang diamankan adalah mereka yang terlibat langsung dalam kekerasan atau mengorganisasi aksi ilegal,” ujar Budi. “Tapi yang lebih penting, kami sedang mengusut aktor intelektual—mereka yang mendanai, mengatur, dan memobilisasi massa untuk menghalangi eksekusi hukum.”

Lahan Hotel Sultan, yang dibangun oleh almarhum Ibnu Sutowo pada era 1970-an, kini secara hukum menjadi milik negara setelah putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap. Nilai asetnya diperkirakan mencapai Rp28 triliun, menjadikannya salah satu eksekusi lahan paling strategis dan kontroversial dalam sejarah hukum Indonesia modern.

Polisi mengaku telah mengidentifikasi sejumlah kelompok yang terlibat dalam penyebaran spanduk penolakan, pemasangan kawat berduri, dan pembentukan posko perlawanan di sekitar gedung sehari sebelum eksekusi. Kini, tim khusus sedang memeriksa transaksi keuangan, komunikasi digital, dan jejak organisasi yang diduga memicu aksi ini.

Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian BUMN dan Badan Pertanahan Nasional mulai mendata seluruh barang dan karyawan yang berada di dalam kompleks Hotel Sultan, termasuk penghuni Apartemen The Suites Residences, untuk memastikan hak-hak mereka tetap terlindungi dalam proses penyerahan aset.

Kasus ini tidak hanya menjadi ujian ketegasan penegakan hukum, tetapi juga mengungkap kerentanan sosial di tengah ketimpangan kekayaan dan kepercayaan publik terhadap sistem peradilan. Polda Metro Jaya menegaskan: eksekusi hukum tidak akan terhenti—tapi keadilan harus berjalan tanpa kekerasan.

Pemerintah Janjikan Perlindungan Eks Karyawan Hotel Sultan

Sumbawanews.com,- Pemerintah menegaskan komitmennya untuk melindungi nasib 150 lebih karyawan Hotel Sultan yang terdampak proses eksekusi aset di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta. Wakil Menteri Sekretariat Negara, Juri Ardiantoro, menjamin bahwa para pekerja tidak akan menjadi korban dari pengambilalihan aset oleh negara.

Dalam kunjungannya ke lokasi pada Kamis (18/6), Juri langsung memerintahkan Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno (PPK GBK) untuk segera mendata seluruh eks karyawan, bukan sekadar mencatat nama, tetapi juga memastikan hak-hak sosial dan ekonomi mereka terpenuhi. “Kami tidak ingin ada yang dikorbankan. Mereka adalah bagian dari sejarah hotel ini, dan mereka juga punya hak untuk masa depan,” tegasnya di lokasi.

Untuk itu, PPK GBK telah membuka posko khusus sebagai saluran komunikasi langsung dengan para mantan karyawan. Direktur Utama PPK GBK, Rakhmadi Afif Kusumo, menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan untuk memverifikasi masa kerja, tunjangan, dan hak-hak lain yang masih belum dibayarkan oleh PT Indobuildco selaku pengelola sebelumnya. “Kita akan pastikan tidak ada yang dirugikan secara hukum maupun finansial,” ujarnya.

Lebih jauh, pemerintah membuka kemungkinan bagi eks karyawan untuk tetap bekerja di kawasan GBK, baik di fasilitas baru maupun unit usaha yang akan dikembangkan di bawah pengelolaan negara. “Kami ingin memanusiakan mereka. Bukan hanya memberi ganti rugi, tapi memberi kesempatan untuk terus berkontribusi,” kata Juri.

Pengambilalihan aset Hotel Sultan sendiri berlangsung dalam suasana tegang. Kericuhan pecah ketika sejumlah massa menolak eksekusi, melempari petugas dengan batu dan botol air mineral. Polisi merespons dengan penyemprotan air bertekanan tinggi, dan 119 orang ditangkap. Sebanyak 29 orang, termasuk petugas keamanan dan warga sipil, mengalami luka-luka.

Meski proses eksekusi berjalan dengan kekerasan, pemerintah berulang kali menekankan bahwa penanganan terhadap karyawan adalah prioritas utama. “Ini bukan soal aset, tapi soal manusia,” tegas Juri.

Saat ini, data para eks karyawan sedang diverifikasi secara menyeluruh. Proses komunikasi berkelanjutan akan dilakukan, termasuk sosialisasi peluang kerja baru dan pelatihan ulang jika diperlukan. Pemerintah menjanjikan transparansi penuh, dan menjamin bahwa tidak seorang pun akan ditinggalkan di tengah perubahan besar ini.

MacBook Neo Dikritik AMD: Game PC Tak Berjalan Native

Sumbawanews.com,- AMD menyindir MacBook Neo, laptop entry-level Apple terbaru, karena sebagian besar game PC populer tidak berjalan secara native di sistem operasi macOS. Dalam kampanye pemasaran terbarunya, perusahaan chipset asal Amerika itu membandingkan MacBook Neo dengan HP OmniBook X Flip berbasis prosesor Ryzen 5 220, menyoroti ketertinggalan ekosistem Apple dalam dukungan game.

Menurut AMD, dari 20 game PC terpopuler, 15 di antaranya tidak dapat dijalankan langsung di MacBook Neo. Sebaliknya, laptop Windows dengan arsitektur x86 dan GPU Radeon 740M mampu mengakses pustaka game yang jauh lebih luas tanpa perlu kompatibilitas tambahan. Sindiran ini menggarisbawahi tantangan berkelanjutan yang dihadapi pengguna Mac—keterbatasan akses ke judul-judul game utama yang dirancang khusus untuk Windows.

Di sisi lain, performa chip Apple A18 Pro tetap menjadi kekuatan utama MacBook Neo. Dengan arsitektur ARM yang efisien dan dukungan API MetalFX, perangkat ini unggul dalam tugas produktivitas harian, multitasking, dan durasi baterai yang luar biasa. Pengguna masih bisa menjalankan game Windows melalui emulator seperti Parallels atau Crossover, tetapi solusi ini jauh dari pengalaman native—seringkali memicu penurunan frame rate, latensi tinggi, dan kompleksitas konfigurasi.

Kritik AMD memang valid, tetapi tidak serta-merta menjadikan MacBook Neo sebagai pilihan buruk. Perangkat ini justru dirancang untuk segmen berbeda: pengguna yang mengutamakan desain ramping, keandalan macOS, dan efisiensi energi, bukan performa gaming hardcore. Seperti diakui Joy Wahjudi, CEO Erajaya Digital, MacBook Neo sengaja diposisikan sebagai pintu masuk bagi Gen Z dan first-time Apple buyer yang selama ini terhalang harga MacBook Air atau Pro yang lebih tinggi.

Dengan harga mulai Rp 10,4 juta di Indonesia, MacBook Neo menjadi opsi terjangkau untuk belajar, bekerja, dan hiburan ringan—bukan untuk menyaingi laptop gaming berbasis Intel atau AMD. Bagi para gamer yang mengandalkan judul-judul AAA seperti Cyberpunk 2077, Elden Ring, atau Call of Duty, laptop Windows tetap pilihan logis. Namun, bagi jutaan pengguna yang ingin merasakan ekosistem Apple tanpa harus mengorbankan anggaran, MacBook Neo tetap menjadi terobosan cerdas—meski bukan untuk bermain game, tapi untuk menjalani hidup.

Apple tidak berusaha menyaingi NVIDIA atau AMD di ranah gaming. Ia justru membangun sebuah dunia di mana performa tidak selalu diukur dari FPS, tapi dari kenyamanan, kestabilan, dan kebebasan tanpa beban.

Mahasiswa Unsoed Ikut Kunker Wapres Gibran

Sumbawanews.com,- Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka membawa lima mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dalam kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Timur, Gorontalo, dan Papua, mulai 18 hingga 21 Juni 2026. Salah satunya adalah Rapid Bena Matin, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), yang dipilih oleh sekretariat wapres tanpa syarat khusus—hanya diminta hadir sebagai perwakilan mahasiswa.

Dian Bestari Santi Rahayu, juru bicara Unsoed, membenarkan bahwa pemilihan Rapid Bena Matin dilakukan atas permintaan langsung dari Sekretariat Wakil Presiden. “Tidak ada kriteria spesifik, hanya diminta mengirimkan satu mahasiswa,” ujarnya. Rapid, yang baru dilantik sebagai Duta Kampus Unsoed periode 2026–2027 pada 2 Juni lalu, saat ini tengah menjalani masa magang, sehingga keberangkatannya tidak mengganggu aktivitas akademiknya.

Kehadiran mahasiswa dalam rombongan wapres bukan sekadar simbolis. Gibran menegaskan, langkah ini merupakan respons terhadap aspirasi generasi muda yang secara damai menyampaikan masukan terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih. “Saya ucapkan terima kasih atas masukan konstruktif yang telah disampaikan. Keterlibatan langsung mahasiswa penting untuk memastikan transparansi, akuntabilitas, dan ketepatan sasaran program,” ujar Gibran di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, sebelum keberangkatan.

Selain Rapid, empat mahasiswa lain yang diajak adalah Keletus Sakaro dari Universitas Sanata Dharma, Daffa Ulhaq dari Universitas Indonesia, Nolan Christopher Adam dari Universitas Pelita Harapan, dan Salsabila Maulida dari Institut Seni Budaya Indonesia. Mereka akan turut memantau implementasi program di lapangan, sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan generasi muda.

Gibran menekankan, pemerintah berkomitmen memastikan setiap rupiah program prioritas digunakan secara optimal dan bebas dari praktik korupsi. “Kepercayaan publik adalah aset paling berharga. Keterbukaan dan partisipasi aktif dari masyarakat, termasuk mahasiswa, adalah kunci menjaganya,” tegasnya.

Kunjungan kerja ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kolaborasi strategis dengan generasi muda—bukan hanya sebagai penerima kebijakan, tetapi sebagai mitra pengawas dan penyumbang ide. Dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai latar belakang geografis dan akademis, pemerintah berharap dapat membangun sistem pengawasan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Trump Tegaskan Dirinya “Bos” di KTT G7

Sumbawanews.com,- Di tengah suasana formal Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Évian-les-Bains, Prancis, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan sebuah pernyataan yang langsung memecah keheningan: “Saya bosnya.” Ucapan itu, disampaikan dengan nada setengah bercanda namun penuh keyakinan, sontak memicu tawa ringan para pemimpin dunia yang hadir—termasuk Presiden Prancis Emmanuel Macron, Kanselir Jerman Friedrich Merz, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, dan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi.

Pernyataan itu bukan sekadar lelucon. Dalam konteks pertemuan yang membahas isu-isu krusial seperti perang Rusia-Ukraina, ketahanan energi, dan stabilitas global, ucapan Trump menjadi sorotan karena mencerminkan gaya kepemimpinannya yang langsung, tak terduga, dan sering menantang norma diplomasi tradisional. Meski disampaikan dengan senyum, nada suaranya jelas: AS tetap menjadi kekuatan yang menentukan arah pembicaraan.

KTT G7 tahun ini, yang berlangsung dari 15 hingga 17 Juni 2026, dihadiri oleh seluruh pemimpin tujuh negara anggota—AS, Prancis, Jerman, Inggris, Italia, Kanada, dan Jepang—sekaligus sejumlah tokoh global lainnya, termasuk Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Perdana Menteri India Narendra Modi, dan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani. Namun, salah satu momen paling mengejutkan justru terjadi di luar ruang sidang: Trump secara resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) digital dengan Iran, sebuah langkah diplomatik yang memicu reaksi keras dari sekutu Barat, terutama Israel.

MoU tersebut, yang menurut sumber resmi berisi 14 poin kesepakatan untuk meredam ketegangan di Timur Tengah, termasuk penghentian serangan balasan terhadap Israel dan pembukaan kembali jalur perdagangan di Selat Hormuz, dianggap sebagai terobosan besar oleh Washington. Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut langkah itu sebagai “ancaman terhadap keamanan regional,” sementara para analis memperingatkan bahwa MoU itu bisa mengubah peta kekuatan di Timur Tengah secara permanen.

Di tengah semua itu, candaan Trump tentang “bosnya” tampak seperti simbol dari sebuah realitas baru: di era kepemimpinannya, AS tidak lagi hanya menjadi salah satu suara di meja perundingan—ia ingin menjadi suara yang paling didengar, bahkan jika harus diucapkan dengan nada santai di depan para pemimpin sekutu sekalipun.

Pertanyaannya kini bukan lagi apakah Trump bisa memengaruhi dunia, tapi seberapa jauh dunia bersedia mengikuti iramanya.

HMS Tamar Kunjungi Jakarta, Perkuat Kemitraan Maritim RI-Inggris

Sumbawanews.com,- Kedatangan kapal patroli Angkatan Laut Kerajaan Inggris, HMS Tamar P233, di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, pada 17 Juni 2026, menjadi simbol nyata komitmen kedua negara dalam memperdalam kerja sama maritim strategis. Kunjungan berdurasi tiga hari ini bukan sekadar formalitas diplomatik, tapi bagian dari implementasi Kemitraan Strategis Indonesia-Inggris yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Keir Starmer pada Januari lalu.

Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, menegaskan bahwa kehadiran HMS Tamar mencerminkan kedalaman hubungan bilateral yang kini semakin terstruktur. “Ini adalah bukti bahwa pertahanan dan keamanan laut menjadi pilar utama kemitraan kami,” ujar Jermey usai upacara penyambutan resmi di Jakarta International Container Terminal. Ia menambahkan, kedua negara telah meluncurkan Program Kemitraan Maritim yang fokus pada tiga pilar: keamanan pelayaran, pengelolaan perikanan berkelanjutan, dan penegakan hukum internasional di perairan bebas.

Selama berada di Jakarta, awak kapal HMS Tamar—yang dipimpin Commander Thomas S. Lindsey—akan menjalani serangkaian kegiatan yang menggabungkan profesionalisme militer dengan kehangatan budaya. Di antaranya, latihan bersama dengan TNI Angkatan Laut untuk meningkatkan interoperabilitas, konferensi teknis di atas kapal membahas prosedur operasional bersama, hingga pertandingan persahabatan sepak bola dengan prajurit TNI AL. “Kami ingin membangun hubungan bukan hanya antar institusi, tapi antar manusia,” kata Lindsey.

Kunjungan ini juga sengaja diselaraskan dengan perayaan 499 tahun Kota Jakarta dan semangat Piala Dunia 2026, yang kini membara di tanah air. “Kami merayakan sejarah, budaya, dan sportivitas bersama rakyat Indonesia,” ujar Jermey. Awak kapal pun diajak menjelajahi pasar tradisional, mencicipi kuliner nusantara, dan berinteraksi langsung dengan masyarakat lokal.

HMS Tamar, kapal kelas River Class yang dirancang untuk operasi patroli jangka panjang di perairan dangkal dan strategis, dijadwalkan berangkat dari Jakarta pada 20 Juni 2026. Kunjungan ini menjadi bagian dari strategi Inggris untuk memperkuat kehadiran maritim di kawasan Indo-Pasifik, sekaligus menegaskan posisinya sebagai mitra yang dapat diandalkan bagi negara-negara maritim seperti Indonesia.

Dengan fokus pada keamanan laut, perlindungan jalur perdagangan global, dan kerja sama penegakan hukum, kunjungan HMS Tamar bukan hanya soal kapal yang berlabuh—tapi tentang jembatan yang dibangun antara dua bangsa yang sama-sama bergantung pada laut sebagai sumber kehidupan dan kekuatan.

Kawal Anggaran Rehabilitasi Pascabencana di Sumatera

Sumbawanews.com,- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan bahwa pencairan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tidak cukup hanya diwujudkan dalam bentuk transfer dana. Yang lebih krusial, kata dia, adalah memastikan program-program tersebut benar-benar berjalan di lapangan dengan cepat, tepat, dan berdampak nyata bagi masyarakat yang terdampak.

“Bagi kami, yang perlu dikawal bukan hanya pencairan anggaran, tetapi bagaimana program bisa dilaksanakan secepat-cepatnya di lapangan,” ujar Pratikno usai memimpin rapat Tim Pengarah Satgas Rehab Rekon Pascabencana di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Rapat yang dihadiri sejumlah kementerian dan lembaga teknis itu membahas progres pelaksanaan Rencana Induk (Renduk) Rehab Rekon yang telah ditetapkan pada Mei 2026. Renduk ini telah disampaikan kepada Menteri Keuangan dan dilengkapi surat dari Menteri Sekretaris Negara untuk mendapatkan persetujuan melalui direktif presiden.

Meski sebagian besar anggaran untuk kementerian dan lembaga terkait telah cair, Pratikno menekankan bahwa tantangan terbesar bukan pada alokasi dana, melainkan pada koordinasi dan implementasi. Ia menyoroti pentingnya pemanfaatan optimal Dana Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, agar upaya pemulihan tidak hanya bergantung pada pusat.

“Pemerintah daerah harus ikut berkontribusi signifikan. TKD bukan sekadar dana tambahan, tapi instrumen strategis untuk mempercepat pemulihan,” tegasnya.

Selain itu, pemerintah juga memperkuat sistem akuntabilitas melalui pengawasan ketat, monitoring berkala, dan pelaporan transparan. Tujuannya tidak hanya memenuhi prinsip tata kelola keuangan yang baik, tetapi juga mencegah tumpang tindih program dan memastikan tidak ada kebutuhan dasar masyarakat yang terlewatkan.

Pratikno menambahkan, sinergi antarinstansi—baik antara kementerian teknis, BNPB, maupun pemerintah daerah—menjadi kunci utama keberhasilan. “Tanpa sinkronisasi, sebesar apa pun anggarannya, hasilnya akan terfragmentasi. Kita harus bekerja sebagai satu tim yang utuh,” katanya.

Dalam upaya ini, Satgas Rehab Rekon yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian terus mendorong kolaborasi lintas sektor, termasuk melibatkan pilar sosial dari Kemensos dan pengawasan aparat penegak hukum untuk mencegah penyimpangan dan pungli dalam penyaluran bantuan.

Dengan fokus pada kecepatan, keakuratan, dan keadilan, pemerintah berkomitmen menjadikan rehabilitasi dan rekonstruksi di Sumatera bukan sekadar pemulihan fisik, tapi juga pemulihan kehidupan—dari rumah, sekolah, jalan, hingga mata pencaharian masyarakat yang terdampak bencana.

Nasib Karyawan Hotel Sultan Dijamin Pemerintah

Sumbawanews.com,- Pemerintah menjamin tidak ada satupun karyawan Hotel Sultan yang akan ditinggalkan pasca pengambilalihan aset negara yang telah berlangsung selama lima dekade. Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro tegas menyatakan, perlindungan terhadap hak-hak pekerja menjadi prioritas utama dalam proses transisi pengelolaan aset strategis tersebut.

Dalam kunjungannya ke lokasi Hotel Sultan di Jakarta, Kamis (18/6/2026), Juri menegaskan bahwa Kementerian Sekretariat Negara telah meminta Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno (PPKGBK) untuk tidak hanya mendata seluruh karyawan, tetapi juga memastikan hak-hak mereka—mulai dari upah, jaminan sosial, hingga kesempatan kerja berkelanjutan—terpenuhi secara adil dan transparan. “Kami tidak ingin mereka menjadi korban dari keberhasilan kita mengembalikan aset negara,” ujarnya.

Untuk memastikan hal itu, pihaknya membuka saluran komunikasi langsung antara karyawan dan PPKGBK. Setiap pekerja diminta segera melapor guna verifikasi data, termasuk masa kerja, jabatan, dan status kontrak. Langkah ini dilakukan seiring koordinasi intensif dengan Kementerian Ketenagakerjaan, yang siap mengawal pemenuhan hak-hak hukum para pekerja berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Direktur Utama PPKGBK, Rakhmadi Afif Kusumo, menambahkan bahwa proses verifikasi akan dilakukan secara menyeluruh. “Kami telah menggelar rapat koordinasi dengan Kemnaker untuk memastikan tidak ada kewajiban yang terabaikan, terutama yang berkaitan dengan masa kerja selama puluhan tahun di bawah pengelolaan sebelumnya,” katanya.

Pengambilalihan Hotel Sultan, yang selama 50 tahun dikelola oleh PT Indobuildco, menjadi tonggak sejarah dalam upaya pemerintah memulihkan aset negara yang sempat terlepas dari kendali publik. Kini, aset senilai triliunan rupiah itu kembali menjadi milik negara, dengan rencana pemanfaatan yang akan diarahkan untuk kepentingan umum—meski rincian lebih lanjut masih dalam tahap penyusunan.

Juri menekankan, keberhasilan ini bukan sekadar soal kepemilikan aset, tapi tentang keadilan sosial. “Kita kembalikan bangunan ini ke tangan rakyat. Dan rakyat yang bekerja di dalamnya—mereka juga bagian dari keberhasilan ini,” tegasnya.

Dengan langkah-langkah konkret yang telah diambil, pemerintah berkomitmen menjadikan pengembalian Hotel Sultan sebagai contoh bagaimana penegakan hukum dan perlindungan tenaga kerja bisa berjalan beriringan—tanpa mengorbankan siapa pun di tengah perubahan besar.

Menyatukan Langkah untuk Kejahteraan Masyarakat, Lanud Sjamsudin Noor dan BI Kalsel Perkuat Sinergi Demi Kemajuan Daerah

Banjarbaru – Komitmen untuk terus membangun kolaborasi demi kemajuan daerah kembali dilakukan melalui kunjungan audiensi Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S., ke Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, pada Rabu (17/06/2026).

Didampingi Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Lanud Sjamsudin Noor, Kapten Kes dr. Chandra Patrya Putra S., Sp.An-TI., dan Ps. Kadukkes Rumkit Tk. IV Lanud Sjamsudin Noor, Lettu Kes dr. Ananda Pratiwi, kedatangan Danlanud Sam disambut hangat oleh Plh. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Selatan, Aloysius Donanto H.W., beserta jajaran.

Bertempat di Ruang Tamu Lantai 3 Gedung Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan. Tidak hanya membahas hubungan kelembagaan, audiensi tersebut juga menjadi wadah untuk bertukar gagasan mengenai berbagai peluang kerjasama yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kalimantan Selatan.

Dalam dialog yang berlangsung santai namun produktif, kedua institusi membahas potensi sinergi di berbagai bidang, termasuk dukungan terhadap program sosial, kesehatan, edukasi, serta kegiatan-kegiatan yang dapat mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat. Semangat kolaborasi yang terbangun mencerminkan kesamaan visi untuk menghadirkan kontribusi positif sesuai dengan peran dan tanggung jawab masing-masing lembaga.

Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antar instansi, namun juga mempertegas pentingnya komunikasi dan kerjasama dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan kedepan. Melalui hubungan yang erat dan koordinasi yang baik, diharapkan berbagai program kolaboratif dapat terus berkembang dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

Audiensi diakhiri dengan sesi ramah tamah dan foto bersama sebagai simbol kuatnya hubungan serta komitmen untuk terus terjalinnya sinergi lintas sektor sebagai langkah strategis dalam mendukung pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan demi kemajuan Kalimantan Selatan dan kesejahteraan masyarakat. (Pen Lanud Sjamsudin Noor)

AI Revolusioner di Kacamata Masa Depan

Sumbawanews.com,- Qualcomm meluncurkan Snapdragon Reality Elite, chipset generasi baru yang membawa lompatan besar dalam kecerdasan buatan untuk perangkat extended reality (XR). Dengan kemampuan AI generatif yang berjalan langsung di perangkat—bukan di cloud—chipset ini mengubah kacamata pintar dan headset mandiri dari alat sekunder menjadi mitra digital yang sadar konteks, responsif, dan nyaris hidup.

Dibandingkan pendahulunya, Snapdragon XR2+ Gen 2, peningkatan performa tak lagi sekadar incremental. GPU mengalami kenaikan 60 persen, CPU naik 30 persen, dan daya tahan baterai memanjang hingga 20 persen. Yang paling mencengangkan, suhu operasional perangkat turun hingga 12 derajat Celsius saat bekerja di beban puncak—langkah krusial agar pengguna bisa memakai perangkat XR berjam-jam tanpa merasa terbakar di kepala.

Inti kekuatan baru ini terletak pada Hexagon NPU, yang kini mampu menjalankan 48 triliun operasi per detik (TOPS)—melonjak 160 persen dari generasi sebelumnya. Angka ini bukan sekadar angka teknis: ia memungkinkan perangkat menjalankan model bahasa besar (LLM) dan model visi berukuran raksasa secara lokal. Artinya, avatar fotorealistik yang meniru ekspresi wajah pengguna, agen AI yang memahami konteks percakapan, atau sistem pengenalan objek real-time yang menggabungkan dunia digital dan fisik—semuanya bisa berjalan tanpa lag, tanpa ketergantungan pada koneksi internet.

Dari sisi visual, Snapdragon Reality Elite mendukung resolusi 4,4K per mata dengan refresh rate 90Hz, dilengkapi hardware ray tracing yang memperdalam realisme cahaya dan bayangan. Teknologi Video See-Through (VST) pun ditingkatkan, sehingga objek digital tampak menyatu secara alami dengan lingkungan nyata—seolah-olah dunia virtual bukan tambahan, tapi bagian tak terpisahkan dari ruang sekitar.

Perangkat pertama yang mengadopsi chipset ini diperkirakan tiba akhir 2026. XREAL dengan Project Aura dan Play for Dream menjadi pelopor yang sudah terlibat dalam pengembangan. Untuk mempercepat adopsi, Qualcomm juga meluncurkan program Snapdragon START, yang menyediakan desain referensi, perangkat lunak, dan dukungan teknis bagi produsen perangkat wearable yang ingin membangun kacamata AI pribadi.

Dengan langkah ini, Qualcomm bukan sekadar memperbarui chip—ia sedang membangun fondasi bagi era baru komputasi yang tak lagi terbatas pada layar, tapi menyatu dengan penglihatan, gerak, dan pikiran pengguna. Masa depan XR bukan lagi tentang teknologi yang lebih cepat, tapi tentang kecerdasan yang lebih manusiawi.

Berita Terkini

Uruguay vs Spanyol: Duel Hidup-Mati di Guadalajara

Sumbawanews.com,- Pertandingan antara Timnas Uruguay dan Spanyol di Stadion Guadalajara, Meksiko, pada Sabtu, 27 Juni 2026, pukul 07.00 WIB, bukan sekadar laga grup biasa....

Dembele Catat Hat-trick Tercepat Kedua di Piala Dunia 2026

Sumbawanews.com,- Ousmane Dembele menciptakan sejarah di Boston pada Sabtu, 27 Juni 2026, ketika menorehkan hat-trick dalam waktu hanya 25 menit, mengantarkan Prancis menang 3-1...

Frans Putros, Pemain Persib Pertama yang Tampil di Piala Dunia

Sumbawanews.com,- Di tengah hujan gol yang memporakporandakan lini pertahanan, Frans Putros berdiri tegak di sisi kanan pertahanan Irak—bukan sekadar pemain, tapi sejarah yang berjalan...

Dembele Hati-Hati, Prancis Nyungsep 4-1 atas Norwegia

Sumbawanews.com,- Prancis menutup fase grup Piala Dunia 2026 dengan sempurna setelah menghancurkan Norwegia 4-1 di Gillette Stadium, Foxborough, Sabtu (27/6/2026) dini hari WIB. Kemenangan...

Berita Utama