Home Blog Page 3208

Prajurit Indobatt-03 Tampil Kembali Pada Perjanjian Perdamaian di Umsebheika

sumbawanews.com,- Tim marawis Satgas Yonkomposit TNI Konga XXXV-C/Unamid (United Nations Mission In Darfur) atau Indobatt-03 di bawah pimpinan Letkol Inf Syamsul Alam, S.E. sebagai Dansatgas mendapat kepercayaan untuk tampil dalam acara dialog perjanjian perdamaian antara pemerintah setempat dengan para tokoh masyarakat atau pemimpin suku dalam rangka menindaklanjuti kesepakatan damai yang telah dilaksanakan pada tanggal 15 Mei dan 11 Juli 2017 yang lalu.

 

Dansatgas Yonkomposit TNI Konga XXXV-C/Unamid Letkol Inf Syamsul Alam, S.E. di El Geneina, Sudan, Afrika, Minggu (19/11/2017) mengatakan bahwa sebelum pelaksanaan perjanjian damai, diadakan penampilan Hadroh marawis dari tim Marawis Pasukan Indobatt-03 yang menyanyikan lagu islami diantaranya lagu Ya Hanana, Sholatum, An Nabi, Sufna, Ya Badrotim, Wahdana, Nawarti Ayyami, Syufak, Ya Rosulallah, Magadir-Magadir.

 

Lebih lanjut Letkol Inf Syamsul Alam menyampaikan bahwa tujuan dari Marawis ini selain menghibur juga sekaligus merebut simpati dari masyarakat setempat yang sangat jarang sekali mendapatkan hiburan, khususnya di daerah konflik seperti ini. “Pada setiap penampilannya tim Hadroh Marawis Indobatt-03 selalu mendapat sambutan dan apresiasi dari masyarakat setempat, bahkan ada yang ikut bernyanyi, menari bertepuk tangan dan berteriak, khususnya wanita Sudan yang mempunyai ciri khas berteriak tanda senang dan gembira,” ujarnya.

 

“Dalam perjanjian yang berlangsung di Desa Umsebheika El Geneina Sudan bagian Barat berlangsung tertib, aman dan damai ini, dengan hasil bahwa jika ingin maju dan berkembang, seluruh komponen masyarakat harus bersatu padu, bekerja sama dalam membangun daerah ini dan mempunyai kemauan untuk maju serta jiwa semangat gotong royong,” kata Letkol Inf Syamsul Alam.

 

Dansatgas Yonkomposit TNI Konga XXXV-C/Unamid berharap dari hasil tersebut dapat memberikan stabilitas keamanan dan ketertiban yang lebih baik dari sebelumnya kepada 4 suku yang hadir pada acara tersebut, diantaranya Suku Aringa, Tama, Masalit, dan Gimiri yang memiliki profesi sebagai petani, buruh, pastoralis, pedagang, peternak dan lain sebagainya.

Setelah dialog perjanjian selesai, ditampilkan kembali Tim Hadroh Marawis Indobatt-03 untuk menyanyikan kembali lagu-lagu islami dan dilanjutkan pemberian paket beras sebanyak 104 kantong plastik berisi satu kantong 12,5 kg dan Al-Quran sebanyak 100 buah kepada masyarakat setempat.

 

Sementara itu, ucapan terima kasih disampaikan oleh Deputy Civil of Affairs Mr. Yosef dan pemerintah setempat serta tokoh masyarakat kepada prajurit Indobatt-03 yang selama ini dapat membawa kemajuan, perbaikan dan juga meningkatkan rasa kebersamaan, kekeluargaan serta mempererat tali persaudaraan.

 

Syeikh Mohammad Ibrahim juga mengucapkan terima kasih kepada Indobatt-03 dan memberikan doa, “Semoga Negeri Indonesia yang sangat dihormati, akan selalu mendapat berkah, rezeki yang tiada hentinya dari Allah SWT”.

 

Hadir pada acara tersebut  Syeikh Ali Nor Mahmod (Tokoh masyarakat), Letkol Cpl Fanlik Chief G3, Wakil Komandan Satgas Yonkomposit TNI XXXV-C/Unamid Mayor Inf Jenris Yulmal Vinas, Moh Salih (Moderator), perwakilan masing-masing suku, beberapa pejabat Unamid dan beberapa Perwira serta prajurit Garuda Indobatt-03. (Ahmad/Puspen TNI)

Panglima TNI : Kerja Sama TNI dan Polri Sangat Strategis Dalam Menjaga NKRI

(Puspen TNI).  Keberhasilan pembebasan sandera di Papua adalah bentuk dari kerja sama TNI dan Polri, maka kekompakan dan kebersamaan TNI dan Polri sangat strategis dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan dilihat dunia sebagai sesuatu yang sangat luar biasa.

 

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dihadapan prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Operasi Pembebasan Sandera Papua, bertempat di Sporthall Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, Minggu (19/11/2017).

 

Lebih lanjut Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa dalam pembebasan sandera tersebut, informasi sekecil apapun ditampung dan dirumuskan dalam satu kalimat, dibuat petanya sehingga keputusan tepat diambil untuk melaksanakan langkah selanjutnya.

 

“Tidak mungkin pasukan yang bergerak tanpa informasi yang akurat dan tepat. Kami semua bersyukur tidak sampai 12 jam, evakuasi korban sandera bisa dilaksanakan ke Timika,” ujarnya.

 

Panglima TNI juga menyampaikan bahwa dalam menyikapi kondisi keamanan dalam negeri, TNI dan Polri harus berperan sesuai dengan konteks situasi dalam negeri. Dalam konteks situasi damai Polri paling depan, TNI di depan bila situasi genting darurat militer. “Kerja sama TNI dan Polri seperti ini yang harus selalu dipertahankan, karena tonggak NKRI ada di TNI dan Polri,” katanya.

 

Sementara itu dalam hal politik, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa TNI dan Polri mempunyai kepentingan yang sama yaitu Politik Negara.  Makanya, Presiden RI Ir. Joko Widodo pada saat di Akpol menyampaikan bahwa politik Polri sama dengan TNI, adalah politik negara. Politik negara adalah politik yang semuanya dicurahkan untuk keutuhan NKRI.

 

“Semua kegiatan TNI dan Polri dicurahkan untuk NKRI yaitu kepentingan rakyat.  TNI dan Polri harus patuh pada hukum dan taat pada atasan.  Atasan tertinggi TNI dan Polri adalah Presiden Republik Indonesia,” tegas Panglima TNI.

 

Terkait dengan pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2018, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo kembali mengingatkan agar TNI dan Polri tetap bersikap netral, karena netralitas TNI dan Polri sangat dibutuhkan pada saat pelaksanaan Pilkada. (Badar/Puspen TNI)

 

Peringati Hari Kesehatan Nasional dan Hari Anak Internasional Pemerintah dan LSM Tanda Tangani Petisi Lindungi Anak Indonesia dari Pangan yang Tidak Sehat

Jakarta, Sumbawanews.com- Sejumlah LSM yang di motori YAICI, DWP Kemenpora, PP Muslimat NU, dan pemerintah yang diwakili Kementerian Kesehatan, Komisi Penyiaran Indonesia, Komisi Perlindungan Anak Indonesia dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menandatangani petisi untuk melindungi anak Indonesia dari pangan yang tidak sehat, di Museum Olahraga Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Minggu (19/11) pagi.

Petisi dilatarbelakangi oleh keprihatinan terhadap semakin maraknya pangan yang tidak layak dikonsumsi oleh anak, namun diberikan sebagai pangan sehari hari.

“1000 hari pertama adalah masa keemasan tumbuh kembang anak, karenanya kebiasaan memberi pangan yang tidak layak konsumsi anak, sama saja dengan menabung penyakit untuk anak dalam usia produktif mereka”, ujar Arif Hidayat Ketua Pengurus Harian YAICI dalam konferensi pers.

Dicontohkannya saat ini banyak perusahan yang memanfaatkan anak-anak dalam iklan produk mereka, padahal produk tersebut tidak diperuntukan untuk anak-anak, misalnya iklan dan label susu kental manis. “Label dan iklan ini sudah tentu menyesatkan para orang tua, SKM diperuntukan sebagai topping makanan dan minuman sekarang beralih menjadi minuman menyehatkan, padahal kandungan gulanya melebihi 50%, ” terang Arif.

Terkait iklan susu kental manis, Direktur Kesehatan Keluarga Kemenkes RI, Dr.Erni Gustina M.PH mengakui bahwa iklan-iklan yang ada sasaran utamanya saat ini adalah anak-anak. Dia menambahkan, konsumsi gula, garam dan lemak dalam jumlah tinggi pada anak akan mengakibatkan berbagai penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi dan obesitas. Sementara itu, batas konsumsi gula maksimal adalah 4 sendok makan dalam satu hari. “di atas itu (konsumsi gula 4 sendok), pada seorang anak meningkatkan diabetes dan hipertensi” tambah Eni.
Senada dengan Erni, Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Dewi Setyarini mengakui aduan tentang iklan SKM banyak masuk ke KPI, “Banyak aduan yang masuk, namun kami belum mempunyai sumber daya untuk menilai kandungan produk dari SKM. Perlu kerjasama dengan BPOM,” jelas Dewi.

Indonesia pada periode 2015 – 2035 diprediksi mengalami potensi kerugian hingga Rp 71 ribu triliun akibat penyakit tidak menular. Evidence & Analitycs, lembaga riset kesehatan yang berbasis di Manchester, Inggris, menyebutkan kerugian itu merupakan akumulasi dari biaya pengobatan dan berbagai pengeluaran sebagai dampak penyakit, termasuk hilangnya produktivitas penderita di usia kerja.

Beban kerugian tersebut seharusnya dapat ditekan hingga Rp. 16.900 triliun bila pemerintan bisa mengatasi angka kematian akibat penyakit tidak menular seperti jantung dan diabetes. Data Riskesdas 2013 menunjukan prevalensi diabetes di Indonesia cenderung meningkat, yaitu dari 5,7% tahun 2007, menjadi 6,9% tahun 2013. Diabetes juga tercatat sebagai pembunuh no 3 di Indonesia.

Ketua Yayasan Abiphraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) Dr. Winny Gunarti mengatakan, kerugian akibat penyakit tidak menular tidak hanya ditanggung oleh orang per orang, namun juga berdampak pada kerugian bangsa secara umum. Kerugian materi akibat biaya berobat serta kerugian yang diakibatkan berkurangnya produktivitas warga Negara yang turut berdampak terhambatnya pembangunan.

“Untuk menekan potensi kerugian Negara tersebut, yang perlu dilakukan adalah melindungi anak-anak dari resiko terkena penyakit tidak menular. Karena anak-anak hari ini yang akan menjadi generasi penggerak Indonesia di masa mendatang. Dengan melindungi anak-anak hari ini, kita turut melindungi generasi emas Indonesia 2045,” jelas Winny Gunarti.

Kekuatiran serupa juga diungkap oleh Wakil Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sudaryatmo yang menyoroti gaya hidup anak-anak sekarang yang sangat kental dengan merek-merek makanan dan minuman siap saji. “Jika mereka lapar, langsung yang dicari nama restoran fast food,” jelasnya.

Terkait dengan SKM, Yatmo menilai saat ini produsen SKM masih menutupi kandungan gula yang terkandung dalam SKM tersebut, “produsen harus membuka kandungan gula yang sebenarnya dari SKM, saat ini para orang tua menjadi korban dari iklan yang ada,” tambahnya.

Sity Hikmawati, Komisioner KPAI bidang kesehatan menjelaskan, asupan gizi yang masuk ke anak tergantung dari orangtuanya, jika orang tuanya tidak mempunyai referensi makanan dan minuman maka asupan gizi kepada anak-anaknya juga dipertanyakan. “Termasuk banyaknya kandungan gula yang dikonsumsi setiap hari,” jelas Siti.

Sebelumnya dalam pembukaan acara, Penasehat DWP Kemenpora Shobibah Rohmah mengajak dan menyampaikan pesan kepada orang tua dan seluruh masyarakat untuk melindungi anak-anak dari makanan yang tidak sehat demi generasi emas 2045.

Dijelaskannya upaya melindungi dan mempersiapkan generasi emas menjadi tanggung jawab bersama. Generasi hebat lahir dari tumbuh berkembangnya anak-anak yang berkecerdasan tinggi, dan itu ditunjang dari asupan nutrisi dan stimulasi yang sehat dan cukup.

“Ayo persiapkan anak-anak generasi penerus kita dengan rajin berolahraga dan memberikan makanan asupan penuh gizi dan sehat. Ingat, tidak semua makanan yang kita makan itu menyehatkan. Ini tugas kita para orang tua. Cari pengetahuan sebanyak-banyaknya tentang makanan yang sehat dan jaga anak-anak kita dari jajan sembarangan baik dilingkungan rumah, sekolah, dan tempat manapun,” ajak Shobibah saat membuka acara.

Komitmen seluruh pihak jelas dibutuhkan dalam rangka mewujudkan target pemerintah untuk menciptakan Generasi Emas Indonesia di tahun 2045. Untuk itu, dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional 2017, serta upaya sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, dilakukan penanda tanganan komitmen bersama untuk melindungi anak dari pangan yang tidak sehat. Aksi tersebut didukung oleh Yayasan Abhipraya Insan Cendikia Indonesia bersama DWP Kemepora, FOKBI, Dewan Kesehatan Rakyat, Himpaudi, PP Muslimat Fatayat NU, KPI, KPAI, dan HIMPAUDI. (sn01)

Panglima TNI Berikan Penghargaan Atas Keberhasilan Prajurit Bebaskan Sandera di Papua

(Puspen TNI).  Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memberikan penghargaan kepada 63 prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Pembebasan Sandera atas keberhasilannya membebaskan 347 warga masyarakat yang disandera oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.

 

Upacara pemberian penghargaan kepada 63 prajurit TNI tersebut dilaksanakan di depan bekas Pos Kelompok Kriminal Bersenjata, Desa Utikini, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, Minggu (19/11/2017).

 

Penghargaan yang diberikan kepada prajurit TNI berupa prioritas khusus sekolah bagi 5 (lima) orang perwira dan 58 prajurit mendapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa yaitu naik satu tingkat dari pangkat lama, penghargaan ini ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/920/XI/2017.

 

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dalam sambutannya mengatakan bahwa prajurit yang tergabung dalam Satgas Pembebasan Sandera di Papua pantas diberikan penghargaan, karena mereka telah melaksanakan tugas dengan baik. “Karena kebanggaan, atas nama seluruh prajurit TNI saat ini kami memberikan penghargaan Kenaikan Pangkat Luar Biasa,” ujarnya.

 

“Saya berikan penghargaan karena prajurit TNI telah melakukan operasi ini  sangat teliti dengan pengamatan yang intensif, tidak mengenal lelah setiap hari, setiap saat, sehingga 347 warga masyarakat yang disandera bisa selamat semuanya tanpa luka sedikitpun,” jelas Panglima TNI.

 

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menjelaskan bahwa Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB)  58 orang prajurit dan 5 (lima) perwira diberikan pendidikan secara khusus mendahului rekan-rekan satu angkatannya.  “Inilah contoh tauladan bagi prajurit yang mengutamakan tugas hanya untuk kepentingan negara,” ucapnya.

 

“Lima perwira tersebut menyampaikan kepada saya, bahwa keberhasilan milik anak buah, kegagalan adalah tanggung jawab perwira sehingga yang pantas naik pangkat adalah anggotanya, ini suatu hal yang sangat luar biasa, yang membuat kami semua terharu,” tutur Panglima TNI.

 

Operasi pembebasan sandera di Papua ini merupakan Satgas Gabungan TNI-Polri. Sedangkan organisasi Satgas Operasi Pembebasan Sandera dari TNI diambil dari prajurit-prajurit yang terbaik, berpengalaman dan terlatih yaitu dari Kopassus, Pleton Pengintai Tempur (Tontaipur) Kostrad, Batalyon 751/Raider Sentani dan Batalyon 754/ENK Kodam XVII Cenderawasih. (Badar/Puspen TNI)

Panglima TNI : Pembebasan Sandera di Papua Dilaksanakan Secara Senyap dan Teliti

(Puspen TNI. Minggu, 19 November 2017).  Hasil kerja sama yang baik antara Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) sesuai dengan fungsi dan tugasnya masing-masing telah berhasil menyelamatkan ratusan orang yang disandera Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.

 

“Keberhasilan itu merupakan hasil dari operasi yang dilaksanakan secara senyap dan teliti. Kepolisian menyiagakan dan mengamankan warga sekitar, TNI bergerak dengan senyap,”  kata Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dihadapan awak media usai memberikan Orasi Ilmiah kepada 3.000 Civitas Akademika dan mahasiswa Unisba serta masyarakat umum, pada Sidang Terbuka Senat Universitas Islam Bandung dalam rangka memperingati Milad ke-59 Universitas Islam Bandung (Unisba) tahun 2017, di Aula Utama Unisba, Jalan Tamansari, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (18/11/2017).

 

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menjelaskan bahwa dalam operasi senyap dan teliti tersebut, pasukan gabungan dari Kopassus, Batalion 751 Raider dan Taipur Kostrad melakukan pergerakan sejauh empat setengah kilometer selama tiga sampai empat hari, kemudian melakukan serangan di dua tempat markas KKB.

 

“Setelah pasukan gabungan TNI dan Polri berhasil menguasai lokasi yang dikuasai KKB, saya perintahkan agar mengutamakan keselamatan sandera. Sebelum evakuasi, saya perintahkan agar kiri-kanan jalan harus aman,” ujar Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

 

Lebih lanjut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa sandera yang merupakan warga asli tetap bertahan di kampungnya dengan penjagaan dari TNI dan Polri, sedangkan yang bukan berasal dari kampung tersebut telah diungsikan.  “Soal KKB yang melarikan diri sedang dalam pengejaran, tapi fokus saya yang penting adalah sandera harus selamat,” ujarnya.

 

Dihadapan awak media, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa Negara Indonesia yang terbentang dari Sabang hingga Merauke merupakan Negara Kesatuan dan Negara yang berdaulat. “Segenap rakyat dan seluruh tumpah darah harus dijamin keselamatannya. Untuk itu, tidak boleh ada sejengkal tanah NKRI yang tidak aman bagi warganya,” tegasnya. (Badar/Puspen TNI)

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo Berikan Orasi Ilmiah di Unisba

(Puspen TNI. Minggu, 19 November 2017).  Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memberikan Orasi Ilmiah pada Sidang Terbuka Senat Universitas Islam Bandung dalam rangka memperingati Milad ke-59 Universitas Islam Bandung (Unisba) tahun 2017, dengan judul “Mewujudkan Indonesia Sebagai Bangsa Pemenang Dalam Kompetisi Global”, bertempat di Aula Utama Unisba, Jalan Tamansari, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (18/11/2017).

 

Dihadapan 3.000 Civitas Akademika dan mahasiswa Unisba serta masyarakat umum, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa ancaman nyata bangsa Indonesia adalah kompetisi global antar negara yang berubah menjadi kompetisi antar manusia dalam bentuk migrasi lintas negara untuk mencari kehidupan yang lebih baik.  “Perkembangan penduduk dunia luar biasa dan semakin hari semakin bertambah, sementara itu energi dan pangan makin berkurang,” ucapnya.

 

“Hal itulah yang menyebabkan persaingan global antar negara di dunia. Dunia tidak bertambah luas tetapi semakin sempit, sedangkan kebutuhan sumber daya alam berupa energi dan pangan semakin bertambah,” jelasnya.

 

Panglima TNI juga menuturkan bahwa negara yang kalah dalam kompetisi global akan menjadi negara multi krisis dan berimbas pada krisis sosial, migrasi perpindahan manusia antar negara untuk mencari penghidupan yang lebih baik.  “Konflik antar negara di seluruh dunia saat ini sejatinya dilatarbelakangi oleh perebutan energi dan pangan. Kedepan, konflik di dunia akan bergeser ke daerah ekuator salah satunya Indonesia,” ujarnya.

 

Dalam orasi ilmiahnya, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo juga menyampaikan bahwa Indonesia sebagai negara ekuator di Asia Tenggara yang kaya dengan sumber daya alam nabati menjadi daya tarik bagi negara manapun untuk menguasai Indonesia dengan cara apapun. Menurutnya, selain kaya dengan sumber daya alam,  Indonesia adalah negara yang majemuk, terdiri dari beragam agama, bahasa, budaya, adat istiadat.  “Perbedaan yang ada merupakan bagian kekayaan bangsa yang harus disyukuri dan dijaga bersama yang selama ini diikat dan disatukan dengan falsafah hidup Pancasila dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika, walaupun berbeda-beda tetap tetap satu,” jelasnya.

 

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa dalam menghadapi kompetisi global diperlukan orang-orang yang mempunyai mimpi yang tinggi, karena mimpi adalah cita-cita yang harus diraih.  Oleh karena itu, mahasiswa Unisba sebagai generasi penerus harus mempunyai mimpi yang tinggi guna mewujudkan Indonesia menjadi bangsa pemenang. “Mimpi itu bisa terwujud dengan selalu belajar, ikhtiar dan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa secara konsisten dan harus optimis mencapai mimpi tersebut,” katanya.

 

“Mimpi tinggi tidak akan bisa diwujudkan secara sendiri, tetapi dibutukan network untuk mendukung dan mewujudkannya sebagai salah satu jembatan meraih sukses, sehingga harus menjaga komunikasi atau hubungan baik dengan siapa saja terutama teman-teman sesama mahasiswa,” ujar Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

 

Mengakhiri orasi ilmiahnya, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa Universitas Islam Bandung mendidik mahasiswa untuk menjadi pejuang, ilmuan dan kader perubahan. “Saya disini memprovokasi mahasiswa agar mempunyai jiwa-jiwa yang lebih bersemangat lagi untuk menimba ilmu, dan jangan hanya puas dengan satu bidang ilmu saja, akan tetapi harus mau terus belajar menimba ilmu-ilmu yang lain,” pungkasnya. (Badar/Puspen TNI)

Sidang Ke-5 Ausindo HLC Tunjukkan Persahabatan Kedua Negara

(Puspen TNI. Sabtu, 18 November 2017).  Panglima TNI menerima kunjungan kerja Pangab Australia dalam rangka melaksanakan forum Sidang ke-5 Australia-Indonesia High Level Comitee (Ausindo HLC) yang diselenggarakan  tanggal 15 s.d. 16 November 2017. Hal tersebut disampaikan Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (16/11/2017).

 

Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto mengatakan bahwa Ausindo HLC merupakan sebuah pertemuan antar pimpinan Militer Australia dan Indonesia, dimana Delegasi Indonesia dipimpin oleh Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan Delegasi Australia dipimpin oleh Chief Defence Force of Australia, Air Chief Marshal Mark D. Binskin.  “Ausindo HLC dilaksanakan setiap tahun secara bergantian dan pertemuan yang ke-5 pada tahun 2017 kali ini, TNI sebagai tuan rumah yang dilaksanakan di Jakarta,” katanya.

 

Menurut Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto, rangkaian kegiatan kunjungan Pangab Australia beserta delegasi diawali dengan upacara Jajar Kehormatan Militer, dilanjutkan dengan Courtesy Call Pangab Australia kepada Panglima TNI, yang dilanjutkan dengan Sidang ke-5 Ausindo HLC di Aula Gedung Gatot Subroto, Mabes TNI, Cilangkap.

 

“Dalam kunjungan ke Jakarta tersebut, Delegasi Australia selain melaksanakan sidang juga melaksanakan kunjungan kehormatan kepada Menhan RI dan mengunjungi Museum Bakti TNI serta melaksanakan jamuan makan malam resmi di Wisma Yani, kediaman Panglima TNI pada tanggal 15 November 2017,” tambah Mayjen TNI Wuryanto.

 

Dalam kesempatan tersebut, Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto menyampaikan apresiasi dan rasa optimis Panglima TNI dalam penyelenggaraan Ausindo HLC. “Panglima TNI mengapresiasi bahwa dengan Membangun Hubungan dan Kerjasama Yang Sehat Maka Kedua Negara Akan Ikut Serta Memberikan Kontribusi Pada Perwujudan Kawasan yang Aman Stabil dan Kondusif serta Lebih Luas Lagi Perwujudan Dunia yang Damai dan Tertib,” jelasnya.

 

Forum Ausindo HLC, merupakan wadah untuk menjalin dan meningkatkanh kerjasama Militer kedua Negara, yang terdiri dari 4 bidang kerjasama (sub komite) yaitu Intelijen, Operasi dan Latihan, Pendidikan dan Pelatihan serta Logistik. (Badar/Puspen TNI)

Panglima TNI : Ulama Indonesia Ajarkan Umat Lindungi dan Hormati Umat Lainnya

(Puspen TNI).  Para ulama di Indonesia selalu memberikan tausiyah agar seorang muslim untuk tidak arogan dan tidak pernah mengatakan kafir kepada orang lain serta mengajak umat muslim untuk melindungi dan menghormati sesama umat lainnya, karena Islam di Indonesia adalah rahmatan lil alamin atau Islam yang membawa kebaikan bagi semua umat.

 

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dihadapan ribuan peserta yang hadir, terdiri dari jamaah Pondok Pesantren Daarut Tauhid, Anak Yatim, Veteran dan masyarakat umum pada acara Milad Daarut Tauhid ke-27 Tahun 2017 di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (18/11/2017).

 

Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, seorang ulama selalu membimbing umatnya untuk mengerjakan sholat dan berdoa agar dapat memberikan kedamaian serta ketenangan hati, sehingga bisa menghilangkan kekecewaan, kebencian dan syirik.  Disamping itu, ulama di Indonesia selalu memberikan tausiyah kepada umatnya untuk menjadi seorang muslim yang cinta bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

“Para ulama itu pasti bicara dengan hati sehingga umatnya mendapatkan kedamaian, karena para ulama membimbing umat muslim menjadi mukmin. Kalau ada ulama yang memakai surban dan berbicara kasar yang membuat orang marah, itu pasti ulama palsu dan jangan diikuti,” kata Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

 

Mengakhiri ceramahnya, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa para ulama mengajak umatnya untuk beribadah dan mendengarkan khotbah di masjid, agar dapat meredakan kemarahan dan mengobati kekecewaan dari segala permasalahan yang dihadapi.  “Masjid itu tempat membuat hati sejuk dan tenang serta damai,” pungkasnya.

 

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhid Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), dalam sambutannya mengajak kepada kaum muslimin dan semua yang hadir untuk selalu beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT serta berbuat yang terbaik untuk bangsa Indonesia.

 

“Bila kita ingin membangun bangsa ini harus dimulai dengan tiga M, yaitu mulai dari diri sendiri, mulai dari hal yang kecil dan  mulai saat ini, serta supaya akhlaknya baik harus dengan tiga sa (saya aman bagimu, saya menyenangkan bagimu, dan saya bermanfaat bagimu),” kata Aa Gym. (Badar/Puspen TNI)

Panglima TNI : Dokter Militer Sangat Vital Dalam Kondisi Damai dan Perang

sumbawanews.com,- Perwira Prajurit Karier TNI khusus tenaga kesehatan dituntut menjadi Perwira TNI yang memiliki kualifikasi sebagai tenaga kesehatan. Fungsi dan tugas dokter militer sangat vital baik dalam kondisi damai maupun perang.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memimpin Upacara Prasetya Perwira Prajurit Karier TNI Khusus Tenaga Kesehatan TA. 2017 di Lapangan Sapta Marga Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (17/11/2017).

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan bahwa setiap Perwira agar senantiasa melaksanakan tugas dengan baik, tidak ada kata lelah dan menyerah, kapanpun dan dimanapun para perwira ditugaskan. “Para Perwira harus terus mengembangkan kemampuan, pengetahuan dan kompetensi, khususnya dibidang kesehatan karena tugas para Perwira ke depan bukan semakin ringan tetapi dihadapkan kepada tantangan dan bahkan ancaman yang terus bergerak dinamis, seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, teknologi dan lingkungan strategis,” ujarnya.

Jendral TNI Gatot Nurmantyo mengingatkan bahwa hari ini adalah komitmen awal para Perwira memasuki ruang pengabdian kepada TNI, bangsa dan negara. TNI ke depan harus bergerak maju, seiring dengan kemajuan bangsa dan negara. Untuk itu TNI harus diisi oleh orang-orang yang memiliki kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki prestasi, militansi, profesional serta mengutamakan sifat kejujuran. “Setiap Perwira dituntut untuk meraih prestasi, tetapi harus dilandasi oleh kejujuran, sikap berani, tulus dan ikhlas dalam mengabdi kepada bangsa dan negara,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI menuturkan untuk selalu memelihara disiplin dan tingkatkan budaya belajar, serta berlatih sehingga dapat meningkatkan ilmu pengetahuan dan keterampilan. Sebab hanya dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dilandasi dengan disiplin, para Perwira akan mampu menghadirkan kerja cerdas bagi keberhasilan setiap pelaksanaan tugas.

“Sebagai Perwira Kesehatan dituntut untuk selalu mengembangkan dan menerapkan kepemimpinan lapangan yang dialogis, interaktif dan komunikatif, dengan senantiasa hadir di tengah-tengah prajurit guna memperkuat soliditas dan solidaritas satuan,” ucap Panglima TNI.

Diakhir amanatnya, Jendral TNI Gatot Nurmantyo menekankan kepada para Perwira Karier TNI saat ini sudah berada dalam kehidupan militer yang diikat oleh aturan disiplin dan kode etik TNI. Semua itu harus dipatuhi secara ketat dan mengikat. “Kode etik Perwira Budhi Bhakti Wira Utama, Sapta Marga dan Sumpah Prajurit serta 8 Wajib TNI menjadi karakter dan jati diri yang harus melekat dalam kehidupan prajurit baik di dalam setiap pelaksanaan tugas maupun dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

“Kesemuanya itu harus dijalani dan diwujudkan di atas dasar keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, agar kiprah dan pelaksanaan tugas yang para Perwira baktikan tidak saja memiliki nilai pengabdian kepada bangsa dan negara, namun juga memiliki nilai religius, sebagai penguatan terhadap komitmen dan keteguhan hati para Perwira sekalian,” pungkasnya.

Adapun Perwira Prajurit Karier Khusus Tenaga Kesehatan TNI yang diambil sumpahnya berjumlah 150 orang, terdiri dari 100 orang TNI AD (Pria 77 & Wanita 23), 30 orang TNI AL (Pria 22 & Wanita 8) dan 20 orang TNI AU (Pria 13 & Wanita 7). Sedangkan lulusan terbaik dari Matra Darat yaitu Letda (K) Ckm dr. Handi Tri Effendi, Matra Laut Letda Laut drg. Evenetus Longginus dan Matra Udara Letda Kes dr. wahyu Pamungkas. (Ahmad/Puspen TNI)

Bakamla RI Bersama Pemkab Sambas Fasilitasi Forkom Kamkesla

sumbawanews.com,- Dalam rangka memfasilitasi pembentukan Forum Komunikasi Keamanan dan Keselamatan Laut (Forkom Kamkesla), Bakamla RI  bekerjasama dengan Pemkab Sambas menggelar rapat koordinasi di Hotel Sambas Indah, Kab. Sambas, Kalimantan Barat, Kamis (16/11/2017).

 

Selaku nara sumber sekaligus membuka acara yaitu Direktur Kerja Sama Bakamla RI Sandi, S.H.,M.H. Hadir pula tiga nara sumber lainnya yaitu Asisten II Bidang Administrasi dan Pembangunan Pemkab Sambas Ir. Uray Santoso, Kasubdit Kerja sama Dalam Negeri Kolonel Kav. M. Irawadi, S.E., dan Kadis Perikanan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kab Sambas Ir. Ilham Sehan.

 

Selaku moderator, yaitu pakar ilmu pemerintahan dari Unpad Drs. Pipin Hanapiah, M.Si. menyampaikan, dalam pertemuan ini nara sumber akan berbagi wawasan, dilanjutkan curah pikir dari peserta. Disini peserta dapat mengemukakan  masalah untuk dicarikan solusi bersama. Dalam hal ini Bakamla RI menawarkan gagasan pembentukan forum komunikasi, dan mendorong adanya kesepakatan bersama tentang pentingnya forum ini.

 

Menurut Direktur Kerja Sama, Forkom Kamkesla merupakan konsekuensi Bakamla RI terhadap tanggung jawab tugas pengamanan perairan Indonesia yang diemban.

 

Dalam melaksanakan tugas itu Bakamla RI tidak bisa mengerjakan sendiri, lanjutnya, perlu kolaborasi dan sinergi. Nantinya forum itu diharapkan dapat menjadi sarana silaturahmi, tukar pikiran, dan tukar informasi. Untuk itu perlu adanya kesepakatan terlebih dahulu dari semua pihak yang hadir sebagai perwakilan dari instansi masing-masing sebelum Bakamla RI menindaklanjuti dan menjalankan gagasan tersebut.

 

Senada dengan hal itu, Ir. Uray menegaskan perlunya ada rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap laut dengan segala potensi yang dimilikinya dan permasalahan yang menyertainya untuk diselesaikan bersama. Jangan sampai setelah terjadi hal-hal buruk baru bergerak. Semua itu harus dipikirkan oleh semua instansi terkait, himbaunya.

 

Jangan biarkan Badan Keamanan Laut bekerja sendiri, harus kita bantu, ujarnya.  Nelayan juga perlu diberdayakan untuk berpartisipasi menjaga keamanan laut. Persatuan nelayan di titik titik yang ada bisa difungsikan, katanya. Harapannya juga, jika ada fasilitas yang diberikan untuk mendukung kegiatan tersebut, bisa difungsikan sesuai peruntukannya. Lebih lanjut ditegaskan pula dukungannya terhadap pembentukan forkom kamkesla yang digagas Bakamla RI ini.

 

Untuk memberikan pemahaman lebih mendalam tentang Bakamla RI, Kolonel Irawadi berbagi wawasan melalui paparan yang disampaikannya. Dijelaskannya tentang tupoksi Bakamla RI, bahwa laut Indonesia yang begitu luas dengan ancaman dan tantangan yang ada membutuhkan penjaga laut semacam Coast Guard yang bersinergi dengan instansi dan mitra maritim terkait. Perlu sinergi dengan berbagai komponen untuk mewujudkan keamanan keselamatan laut, salah satunya dalam bentuk forum komunikasi, yang sangat mendesak, sangat penting, dan bisa memberikan kemashlahatan bersama.

 

Mengamini pendapat ketiganya, Ir. Ilham Sehan menyatakan gagasan yang disampaikan pada rakor ini sangat tepat. Menurutnya, keterbatasan yang ada harus dikelola dengan baik dengan melibatkan institusi terkait. Ide Bakamla untuk bekerja sama dengan Pemda Sambas seperti menjawab kebutuhan saat ini,. yang mengharapkan adanya pihak untuk mengkoordinor pengamanan, guna mengantisipasi konflik horisontal di daerah pesisir terkait pemakaian alat tangkap yang dilarang. Oleh karenanya gagasan ini dapat menjadi wadah bagi dinas perikanan untuk bergerak. Ilham menyatakan sangat mendukung dibentuknya forum komunikasi dalam rangka pengamanan dan keamanan daerah pesisir kab sambas.

 

Berbagai tanggapan diberikan peserta yang hadir, dimana pada dasarnya mereka juga membutuhkan forum itu ada, mengingat lokasi Sambas di perbatasan dengan banyak permasalahan yang membutuhkan respon cepat.

 

Menyusul tercapainya kesepakatan tersebut,  Bakamla RI telah membuat konsep kepengurusan yang melibatkan Basarnas sintete, bea cukai, imigrasi PPN, Kodim Singkawang, bagian ops polres sambas, kejaksaan negeri, satwas sdkp, posda sambas, kesbangpol, kominfo, pos au, satpol pp, ksop, dll. Selaku penasehat adalah Kepala Bakamla RI dan Forkopimda Kab Sambas. Selaku ketua adalah Sekda Kab. Sambas, sekretaris yaitu Kadis PPKH dan Kepala SPKKL Sambas. Hal-hal lain atau adanya perubahan akan diacarakan pada kesempatan lain. Di akhir acara peserta yang hadir menandatangani berita acara pembentukan forum komunikasi keamanan keselamatan laut yang telah disepakati hari ini.

 

Acara rakor pembentukan forum koordinasi dihadiri pula oleh Kepala SPKKL Sambas Bakamla RI Arief Purwantono, S.E. dan perwakilan Kantor Pusat Bakamla RI di Jakarta yaitu Ahmad Firdaus, S.IP., M.Si, Ariana Listyawati, S.Pd., Tri Rah Astuti, S.E., dan Riyandi Yudha, S.Ip., M.Si(Han), serta diikuti oleh 34 peserta yang merupakan perwakilan  berbagai instansi antara lain Basarnas, SROP Sintete, Polair, HNSI, Imigrasi, Bea Cukai, perwakilan Dandim 1202/Singkawang, Polres, Kesbangpol, Kominfo, Kejari Sambas, DKP, PPN Pemangkat, Satwas PSDKP Sambas. (Mad/Puspen TNI)

Berita Terkini

Sekeluarga Tewas karena Tungku Arang dalam Tenda

Sumbawanews.com,- Penyelidikan polisi mengungkap penyebab mengerikan di balik tewasnya empat anggota keluarga, termasuk seorang mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), dalam sebuah tenda di Taman...

Dendam Tetangga Berujung Tragedi di Kemayoran

Sumbawanews.com,- Polisi menangkap seorang pria berinisial TA (23) atas dugaan penusukan terhadap tetangganya, AJ (35), yang tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit di kawasan...

Pecah Kaca, Rp520 Juta Raib

Sumbawanews.com,- Polda Sumatera Selatan menangkap dua pelaku pencurian uang tunai senilai Rp520 juta dengan modus memecahkan kaca mobil di area perbankan. Aksi berdarah itu...

Jepang Tahan Belanda 2-2, Fans Berpesta di Seluruh Asia

Sumbawanews.com,- Laga sengit di Stadion AT&T pada dini hari Senin (15/6/2026) menjadi sorotan dunia ketika timnas Jepang berhasil menahan imbang Belanda 2-2 dalam pertandingan...

Xbox Gelontorkan Studio Compulsion dan Kehilangan Pemimpin Utama

Sumbawanews.com,- Xbox tengah memperdalam reshuffle besar-besaran dengan mengumumkan penutupan studio Compulsion Games, pengembang di balik judul ambisius *South of Midnight*, sekaligus kepergian dua pemimpin...

Berita Utama