sumbawanews.com,- Menyongsong Hari jadinya Ke-3, Bakamla RI mempersiapkan sejumlah kegiatan, mulai dari pelaksanaan bakti sosial hingga puncak acara peringatan HUT pada 15 Desember mendatang dibahas pada rapat yang dipimpin Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Ari Soedewo, S.E., M.H. diikuti jajarannya, di Kantor Pusat Bakamla RI, Jakarta Pusat, Senin (20/11/2017).
Rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati HUT ke-3 Bakamla RI telah dimulai pagi tadi, melalui kegiatan Bakti Sosial berupa kunjungan DWP Bakamla RI ke Panti Werdha Wisma Mulia di Daan Mogot, Jakarta Barat. Rangkaian acara berlanjut esok hari dengan pelaksanaan kegiatan donor darah di Kantor Bakamla RI Rawamangun, Jakarta Timur.
Rencananya, menjelang acara puncak dilakukan dzikir bersama yang akan digelar di kantor Bakamla RI, Gedung Perintis Kemerdekaan (Gedung Pola). Seluruh pegawai bersama sejumlah ulama dan santri bergabung untuk melaksanakan do’a bersama dan sholat berjamaah, dalam rangka silaturahmi dan mendoakan yang terbaik untuk Bakamla RI.
Sementara itu, pada hari H akan dilaksanakan tiga kegiatan di Gedung Pola, yaitu Upacara Peringatan HUT, dilanjutkan syukuran. Puncaknya akan digelar pada malam harinya melalui acara Gala Dinner dengan menampilkan kolaborasi tarian daerah-daerah di Indonesia. Hal ini dipandang sebagai cerminan kemajemukan budaya yang ada diseluruh penjuru nusantara, akan tetapi tetap menjadi satu kesatuan Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Laksdya Ari menghimbau kepada Deputi Kebijakan dan Strategi Irjen Pol Drs. Arifin, M.H. selaku Ketua Panitia, beserta seluruh anggota panitia untuk mempersiapkan yang terbaik bagi kelancaran dan kesuksesan seluruh tahapan rangkaian kegiatan HUT. Meskipun semua bagian dilakukan secara sederhana, namun diharapkan tetap memberikan manfaat baik bagi personel Bakamla RI, mitra maritim, maupun masyarakat Indonesia. (Mad/Puspen TNI)
(Pen Konga XXXVII-D/Minusca. Selasa, 21 November 2017). Wakil Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI Kolonel Pnb Engkus Kuswara, S.I.P., M.Tr (Han), beberapa waktu lalu mengunjungi Pasukan Garuda yang tergabung dalam Satgas Kompi Zeni TNI Konga XXXVII-D/Minusca (Multi-Dimensional Integrated Stabilization Mission in Central African Republic), bertempat di Indo Eng Coy Camp, Mpoko, Bangui, pedalaman Republik Afrika Tengah.
Setibanya di Bandara Internasional Mpoko Airport-Afrika, Wakil Komandan PMPP TNI Kolonel Pnb Engkus Kuswara, yang didampingi oleh Kolonel Czi Winarno, Mayor Kav Mappiluru dan Kapten Kal Bagus disambut Wadansatgas Konga XXXVII-D/Minusca Mayor Czi Dedi Tri dan Liaison Officer FACA CAR Kolonel Leppa (Angkatan Bersenjata Republik Afrika Tengah).
Selanjutnya Wakil Komandan PMPP TNI Kolonel Pnb Engkus Kuswara beserta rombongan menuju Indo Eng Coy Camp, Mpoko, Bangui, Republik Afrika Tengah dan disambut langsung oleh Dansatgas Konga XXXVII-D/Minusca Letkol Czi Chotman Jumei Arisandy, S.E. beserta seluruh anggota Satgas Kompi Zeni.
Dansatgas Konga XXXVII-D/Minusca Letkol Czi Chotman Jumei Arisandy, S.E. dalam paparannya melaporkan beberapa hal meliputi situasi, kondisi dan hal-hal menonjol yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut serta mengenai situasi terakhir dan tugas-tugas Satgas Kompi TNI selama melaksanakan misi perdamaian di bumi Afika, baik yang sudah maupun yang belum dilaksanakan.
“Dengan dipaparkannya kondisi dari Satgas Kompi TNI Konga XXXVII-D/Minusca diharapkan dapat memberikan informasi yang diperlukan oleh rombongan, sehingga dapat mengetahui hal-hal apa yang perlu mendapat perhatian untuk mendukung pelaksanaan tugas Satgas selama melaksanakan tugas sebagai Peacekeepers di Republik Afrika Tengah,” tutur Letkol Czi Chotman Jumei Arisandy.
Sementara itu dihadapan anggota Satgas Kompi Zeni TNI, Wakil Komandan PMPP TNI Kolonel Pnb Engkus Kuswara, S.I.P., M.Tr (Han) menekankan kepada seluruh Pasukan Garuda Konga XXXVII-D/Minusca agar tetap meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam setiap kegiatan, serta mengutamakan faktor keamanan dalam setiap pelaksanaan tugas.
Dihadapan ratusan Prajurit TNI Konga XXXVII-D/Minusca, Kolonel Pnb Engkus Kuswara mengingatkan bahwa seiring dengan perkembangan teknologi dan informasi yang sudah tidak terbendung, maka sebagai makhluk sosial kita harus dapat menyesuaikan dengan pesatnya perkembangan teknologi dan informasi.
“Seluruh prajurit harus lebih selektif dan berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Para prajurit harus dapat memilah dan memilih informasi-informasi, baik yang akan mereka dapatkan maupun yang akan mereka sebarkan/viralkan,” katanya.
Sebelum mengakhiri kunjungannya, Wakil Komandan PMPP TNI Kolonel Pnb Engkus Kuswara beserta rombongan berkesempatan meninjau langsung kegiatan yang sedang dilaksanakan oleh personel Satgas Kompi Zeni TNI Konga XXXVII-D/Minusca.
Pada kesempatan tersebut, Dansatgas Konga XXXVII-D/Minusca Letkol Czi Chotman Jumei Arisandy didampingi Kapten Czi Lalu Fahrial yang sehari-hari menjabat sebagai Perwira Kontruksi Satgas, menjelaskan tentang pekerjaan yang sedang dilaksanakan oleh para prajurit Satgas Kompi Zeni TNI di Camp Senegal FPU.
Setelah meninjau pekerjaan di Camp Senegal FPU, Wakil Komandan PMPP TNI Kolonel Pnb Engkus Kuswara beserta rombongan meninjau perbaikan dan relokasi dapur serta ruang makan bagi anggota Satgas, hal ini merupakan upaya Dansatgas Konga XXXVII-D/Minusca agar dapat sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh PBB.
Pasukan Garuda Satgas Kompi Zeni TNI Konga XXXVII-D/Minusca berjumlah 200 personel dari ketiga angkatan (176 personel TNI AD, 19 personel TNI AL dan 5 personel TNI AU) dibawah pimpinan Letkol Czi Chotman Jumei Arisandy, S.E. sebagai Dansatgas, yang kesehariannya menjabat sebagai Komandan Batalyon Zipur 5/ABW Kodam V/Brawijaya, Jawa Timur.
Satgas Konga XXXVII-D/Minusca yang akan bertugas selama satu tahun ke depan, memiliki tugas untuk membantu PBB dalam berbagai pekerjaan seperti pembuatan super camp, perbaikan jalan, pembangunan jembatan, perbaikan pangkalan, pembuatan perimeter camp dan perbaikan-perbaikan konstruksi lainnya. Selain tugas pokoknya tersebut, Satgas Kompi Zeni TNI berupaya untuk mendekatkan diri dengan masyarakat di daerah misi serta mengenalkan budaya Indonesia ke masyarakat Republik Afrika Tengah. (Badar/Puspen TNI)
sumbawanews.com,- Soliditas TNI dan Polri yang merupakan tonggak penyangga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam rangka mewujudkan stabilitas keamanan dan politik harus benar-benar dijaga dan tetap dipertahankan.
Hal tesebut ditegaskan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memberikan pengarahan kepada 1.500 Prajurit TNI dan Polri se-Pulau Lombok, di Auditorium IPDN Kampus NTB, Praya Lombok Tengah, Senin (20/11/2017).
Selanjutnya, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa TNI dan Polri adalah kumpulan ksatria dan patriot yang disiplin dan profesional dalam mengemban tugas-tugas negara. “Sudah terbukti bahwa penugasan TNI dan Polri mewujudkan stabilitas politik dan keamanan, rakyat aman dan ekonomi berjalan lancar,” ucapnya.
Terkait dengan maraknya berita hoax di media masa, Panglima TNI mengingatkan agar para prajurit TNI dan anggota Kepolisian jangan terpengaruh dan terprovokasi dengan berita-berita baik dalam bentuk tulisan maupun video yang belum pasti kebenarannya, berita tersebut jangan langsung disebarkan atau diviralkan tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu.
“Kalau ada informasi sekecil apapun yang akan membuat kamu marah, cek terlebih dahulu kebenarannya, lapor kepada pimpinanmu, bisa saja berita tersebut hoax, maka prajurit TNI dan Polri harus waspada,” ujar Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
Disisi lain ceramahnya, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menegaskan bahwa seluruh prajurit TNI dan Polri harus tetap netral dalam menghadapi tahun politik Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2018, karena netralitas TNI dan Polri sangat dibutuhkan pada saat pelaksanaan Pilkada tersebut.
Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, potensi konflik gesekan di masyarakat pada saat pelaksanaan Pilkada serentak sangat tinggi. Oleh karena itu, masyarakat sangat berharap kepada TNI dan Polri bisa menjadi penengah. “Untuk itu, dalam menghadapi Pilkada serentak tahun 2018, syarat atau kuncinya adalah TNI dan Polri harus tetap netral,” tegasnya.
Di hadapan ribuan personel TNI dan Polri, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo juga menyampaikan bahwa pembangunan bangsa ini ditentukan oleh stabilitas keamanan dan politik, salah satunya dengan kebersamaan antara TNI dan Polri. “TNI dan Polri adalah tonggak penyangga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tegasnya. (Mad/Puspen TNI)
(Penerangan Yonmek Konga XXIII-K. Senin, 20 November 2017). Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Indobatt Konga XXIII-K/Unifil menghibur anak-anak Lebanon dalam rangka peringatan Hari Anak Dunia, bertempat di sekolah Meis El Jabel, Lebanon Selatan.
Hari Anak Dunia yang jatuh pada tanggal 20 November mempunyai tujuan yang mulia yaitu sebagai penghargaan dan mempromosikan cita-cita serta perhatian terhadap kesejahteraan anak-anak di dunia. Badan PBB UNICEF yang mempunyai tanggung jawab terhadap anak-anak di seluruh belahan dunia selalu memperhatikan dan melindungi hak-hak anak dengan program-programnya.
Pembangunan nilai-nilai luhur kepada anak sangat penting, membangun nilai-nilai kerja keras, optimisme pada anak, dan membangun karakter yang siap tahan banting serta berani bersaing agar anak-anak nantinya mampu menunjukan ketrampilan, keahlian dan kualitas dalam berbagai bidang.
Mayor Inf Agung Setyo Wibowo selaku Kepala Seksi Cimic Satgas Indobatt Konga XXIII-K/Unifil mengatakan bahwa anak merupakan aset penting bagi sebuah bangsa, sehingga pendidikan dan pengasuhan yang diberikan harus mampu meningkatkan kualitas anak dimasa mendatang.
Peringatan Hari Anak sebagai sebuah kesempatan untuk merenungkan hak anak-anak, dan sebagai komitmen Unifil terhadap perlindungan warga sipil dengan penekanan khusus pada perlindungan anak-anak Lebanon.
Dalam kegiatan tersebut, Prajurit TNI Satgas Indobatt Konga XXIII-K bersama Unifil dan Civil Affairs (CA) menampilkan berbagai pertunjukan, seperti Rari Jaranan, Atraksi Sulap dan berbagai permainan yang menarik perhatian anak-anak.
Selain itu prajurit TNI Satgas Indobatt Konga XXIII-K/Unifil juga memberikan pengetahuan tentang bahaya bahan-bahan peledak, seperti ranjau, peluru-peluru yang tidak meledak sisa peperangan yang masih banyak dijumpai disekitar Lebanon. (Badar/Puspen TNI)
sumbawanews.com,- Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) meluncurkan Kapal Negara (KN) Tanjung Datu-1101, di Dermaga PT Palindo Marine Shipyard, Batam, Provinsi Kepri, Senin (20/11/2017).
KN Tanjung Datu 110, merupakan kapal patroli terbesar dan pertama di bangun di Indonesia, memiliki detail spesifikasi sebagai berikut :
Panjang keseluruhan (LOA) : 110.00 m
Lebar maks (B) : 15.5 m
Tinggi main deck (H) : 6.90 m
Sarat : 3.80 m
Displacement : 2327 Ton
Heli Deck : 8.00 Ton
Kap. Tangki Bahan Bakar : 264 m3
Kap. Tangki Air Tawar : 252 m3
Kru/ABK : 76 orang
Akomodasi Tambahan : 56 orang
Mesin Penggerak Pokok : 2 Unit@5300 HP
Diesel Generator : 4 Unit@250Kva
Kecepatan Maks : 18 knot
Kecepatan Jelajah : 15 knot
Daya Jelajah : ± 2500 nm @12 knot
Nama KN Tanjung Datu sendiri diambil dari nama daerah perbatasan Indonesia dengan Malaysia, tepatnya di Kelurahan Temajuk Kecamatan Paloh, Kab. Sambas, Prov. Kalbar, dimana terdapat mercusuar setinggi 43 meter di kawasan hutan lindung lereng Gunung Datu sebagai penanda batas kepemilikan wilayah RI. Menara suar tersebut dibangun pada tahun 1885 semasa Raja Belanda Willem III, sebagai rambu lalu lintas di sekitar perairan Tanjung Datu dan Kepulauan Natuna yang berada dalam lingkup Laut Natuna Utara.
Secara simbolik launching kapal ditandai dengan pemotongan tali tross kapal di haluan oleh Laksma Tugas Eko, disaksikan Direktur Operasi Laut Laksma TNI Rahmat Eko Rahardjo, S.T., M.Tr(Han), Direktur Utama PT. Palindo Harmanto, serta staf ahli Bakamla RI Laksda TNI (Purn) Harry Pratomo dan Laksda TNI (Purn) Busran Kadri.
Launching kapal merupakan tahapan penting dimana kapal pertama kalinya diapungkan di laut. Sebelum dilaunching, dilaksanakan pula visual inspection test dan witness NDT oleh Bureau Veritas sebagai badan klasifikasi kapal internasional, antara lain Radiograph test atau X-Ray terhadap hasil pengelasan yang lokasi dan jumlahnya ditentukan oleh klas BV serta tes kekedapan (leak test). Seluruh tahapan pembangunan kapal mulai dari perencanaan desain sampai dengan konstruksi fisik dan instalasi sistem murni dilaksanakan oleh tenaga ahli putra-putri bangsa Indonesia digalangan PT Palindo Marine Batam dengan pengawasan penuh oleh Satgas pembangunan kapal Bakamla RI serta disertifikasi oleh Bureau Veritas.
Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Ari Soedewo, S.E., M.H., dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Biro Sarana Prasarana Laksma TNI Tugas Eko Santoso antara lain mengatakan, acara launching ini merupakan bagian dari rangkaian pembangunan kapal patroli Bakamla RI yang pembuatannya dilaksanakan oleh salah satu galangan kapal dalam negeri di Batam yang bergerak di bidang industri pertahanan dan keamanan nasional.
Harapannya, dengan pembangunan kapal 110 meter ini, ke depannya Bakamla RI dapat meningkatkan kekuatan dan kemampuan khususnya kebutuhan unsur operasional dalam mengemban tugas patroli di laut, serta menjadi bagian penting dalam mendukung terwujudnya negara Indonesia sebagai poros maritim dunia.
Peluncuran KN Tanjung Datu Bakamla RI dihadiri antara lain Kepala Kantor Imigrasi Klas I Khusus Batam Lucky Agung Binarto, Dan Lanal Batam Kolonel Laut (P) Ivong Wicaksono Wibowo, Kabid P2 Bea Cukai Tipe B Sulaiman, Kepala Staf Guskamlabar Kolonel laut (P) Nursawal Embun, serta undangan lainnya. (Mad/Puspen TNI)
sumbawanews.com,- Dalam momen perayaan HUT Ke-3 Bakamla RI, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Bakamla RI turut memeriahkan dengan melakukan kegiatan sosial. Pasalnya organisasi pimpinan Ny. Tati Ari Soedewo ini melakukan kunjungan ke Panti Werdha Wisma Mulia di Jl. Hadiah 14-16 Rt 05/03 Daan Mogot Jakarta Barat, Senin, (20/11/2017).
Rombongan DWP Bakamla RI disambut hangat oleh Ketua Panti Dra. Hj. Cholida Sjahrir T., M.M. Terlihat antusiasme lansia penghuni panti yang sudah berkumpul di aula untuk menyambut rombongan DWP Bakamla RI. Dalam sambutannya, Ketua Panti mengapresiasi kegiatan sosial yang dilakukan oleh DWP Bakamla RI. “Kami sangat senang dan berterima kasih atas kedatangan Ibu-ibu DWP Bakamla RI. Sesungguhnya hal yang paling penting bagi lansia disini adalah sebentuk perhatian. Hal itu membuat mereka merasa disayangi, merasa mereka tidak dilupakan”, ucapkan.
Diketahui saat ini di Panti Werdha Wisma Mulia terdapat 42 orang lansia wanita dan 15 orang lansia pria. Dalam kesehariannya, panti tersebut dibantu 28 orang pekerja social
Pada kesempatan ini, Ketua DWP Bakamla RI menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan ungkapan perhatian kepada lansia di Panti Werdha Wisma Mulia. “Kami doakan agar Oma dan Opa di panti ini senantiasa diberikan kesehatan oleh Tuhan Yang Maha Esa dan diberikan kebahagiaan di hari tuanya”, imbuhnya dengan menggunakan sapaan yang akrab untuk para lansia.
Lebih lanjut, kegiatan yang juga bersamaan dengan HUT Ke-18 DWP Pusat ini turut dimeriahkan dengan kegiatan menyanyikan tembang kenangan bersama-sama, menari bersama dan saling melakukan obrolan ringan bersama para lansia.
Tidak hanya itu, Ketua DWP Bakamla RI juga menyambangi lansia di kamarnya dan berinteraksi lebih akrab dengan mereka. Sebagai bentuk kecil kepedulian, DWP Bakamla RI pada kunjungan ini juga membawakan beberapa keperluan pokok seperti beras, popok dewasa sekali pakai, dan bahan makanan. (Ahmad/Puspen TNI)
(Puspen TNI). Pegang terus disiplin dan loyalitas agar Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) selalu solid, karena soliditas TNI dan Polri dapat menciptakan stabilitas politik dan keamanan serta bisa membuat pembangunan lancar.
Hal tesebut dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memberikan pengarahan kepada 2.600 personel TNI, Polri dan ASN se-wilayah Maluku di Indoor Tapal Kuda, Air Salobar, Kec. Nusa Niwe Ambon, Provinsi Maluku, Senin (20/11/2017).
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa tahun 2018 adalah tahun politik, maka dari itu TNI-Polri jangan mau di adu domba oleh pihak-pihak yang ingin memecah belah keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Selama ini, keharmonisan hubungan TNI-Polri menjadi tolok ukur dan harus tetap dijaga,” ujarnya.
Dalam menghadapi tahun politik tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengingatkan bahwa potensi konflik gesekan di masyarakat sangat tinggi, masyarakat berharap kepada TNI-Polri harus bisa menjadi penengah. Untuk itu, dalam menghadapi Pilkada serentak tahun 2018, TNI-Polri harus netral.
Lebih lanjut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa pembangunan bangsa ini ditentukan oleh stabilitas keamanan dan politik, dan yang bisa membangun keamanan dan stabilitas politik adalah kebersamaan antara TNI-Polri. “TNI dan Polri merupakan dua tiang kokoh yang menyangga Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.
Dihadapan ribuan personel TNI, Polri dan ASN se-wilayah Maluku, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengingatkan kembali bahwa pada saat Presiden RI. Joko Widodo memberikan pengarahan di Akademi Kepolisian Semarang, beliau mengatakan bahwa TNI dan Polri politiknya adalah politik Negara.
“Apa yang dilakukan TNI dan Polri tujuannya adalah untuk tegak kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia, harus taat kepada hukum dan sikapnya harus mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan segala-galanya serta taat kepada atasan,” jelasnya.
Sementara itu dihadapan awak media, Panglima TNI menyampaikan bahwa selama ini kebersamaan antara TNI dan Polri begitu indah serta soliditas TNI dan Polri itu merupakan dua tonggak yang kuat menjaga keutuhan NKRI. “Soliditas TNI dan Polri mewujudkan stabilitas keamanan dan stabilitas politik, maka pembangunan dan investasi akan berjalan serta pertumbuhan ekonomi akan meningkat,” ujarnya.
Dalam mengantisipasi kemungkinan akan adanya konflik yang terjadi saat Pilkada serentak 2018, Panglima TNI sudah memerintahkan para Pangdam dan para Danrem untuk melakukan pemetaan daerah-daerah yang kemungkinan akan terjadi konflik. “Sejak awal harus dinetralisir dan berkoordinasi dengan tokoh-tokoh masyarakat serta Kepolisian setempat,” ucapnya. (Badar/Puspen TNI)
Jakarta, Sumbawanews.com. – Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Prof Jimly Asshiddiqie mengaku merasa kasihan terhadap Ketua DPR Setya Novanto yang tengah dihakimi masyarakat secara berlebihan terkait kasus dugaan korupsi KTP elektronik.
Selain itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga telah menetapkan Setnov sebagai tersangka dan berstatus tahanan kasus korupsi KTP Elektronik.
“Saya rasa jangan juga berlebihan kita menghakimi dia. Biar proses hukum itu proses yang rasional, hormati prosesnya, dia belum tentu salah. Nanti dia terbukti salah sesudah putusan pengadilan,” kata Jimly kepada wartawan di Pondok Labu, Jakarta Selatan, Minggu (19/11/2017) kemarin.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini juga mengaku kasihan kepada Setnov setelah melihat perilaku masyarakat yang kerap menyerangnya dengan berbagai cara.
“Kasihan tidak ada yang bela. Cuma satu orang,” ujar Jimly meski tak menyebut siapa ‘satu orang’ yang membela Setnov itu.
Menurut dia, cara warga masyarakat menghujat Setnov sudah berlebihan. Padahal sistem negara hukum Indonesia berdasarkan Pancasila yang nilainya tidak mengajarkan untuk langsung menghakimi orang lain.
“Makanya dalam tradisi negara beradab, semua tersangka itu ditutup matanya. Hal itu, supaya wajahnya tidak kelihatan. Supaya tidak jadi bahan gunjingan publik sebelum dia dihukum. Kan belum terbukti, mari hormati dulu,” kata Jimly menghimbau.
Prof Jimly pun mengimbau, agar tradisi hukum Pancasila tetap dibudayakan. “Biar proses hukum kita hormati,” tegasnya.( Erwin S)
(Puspen TNI). Wakil Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (Wadan PMPP) TNI Kolonel Pnb Engkus Kuswara, S.I.P., M.Tr (Han) membuka pelaksanaan Latihan Bersama Garuda Kookaburra Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Australia Defense Force (ADF) Tahun 2017, di PMPP TNI, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (20/11/2017).
Dalam sambutannya Wadan PMPP TNI Kolonel Pnb Engkus Kuswara mengatakan bahwa tujuan dari latihan bersama Garuda Kookaburra adalah untuk meningkatkan pemahaman tentang tantangan dibidang operasional dan taktis operasi misi pemeliharaan perdamaian PBB yang semakin luas cakupannya dan rumit. “Latihan bersama antara TNI dan ADF mencakup lokakarya, kerja kelompok dan latihan lapangan,” ucapnya.
????????????????????????????????????
????????????????????????????????????
????????????????????????????????????
????????????????????????????????????
“Latihan ini akan mengembangkan kemampuan, profesionalitas dan adaptasi dari pasukan pemelihara perdamaian sehingga mampu memberikan penilaian yang jelas dan tajam serta mengembangkan laporan yang kuat dan andal dari garis depan,” ujar Kolonel Pnb Engkus Kuswara.
Wadan PMPP TNI Kolonel Pnb Engkus Kuswara mengharapkan latihan yang dilakukan akan memberikan kontribusi yang bermanfaat untuk memperkuat hubungan antara Indonesia dan Australia. “Bagi para peserta secara pribadi, dengan latihan ini dapat saling mengenal dan bertukar pengetahuan, pengalaman mengenai peran dan fungsi mereka dalam hal operasi penjaga perdamaian,” jelasnya.
Lebih lanjut Kolonel Pnb Engkus Kuswara mengatakan bahwa para instruktur dan tim yang memiliki pengalaman dan pengetahuan penuh tentang misi penjaga perdamaian, dapat melatih para peserta dengan segala pengetahuan dan pengalaman yang dibutuhkan sehingga mereka dapat menjadi penjaga perdamaian yang percaya diri, mampu dan berpengetahuan.
Wadan PMPP TNI Kolonel Pnb Engkus Kuswara, S.I.P., M.Tr (Han) menegaskan bahwa bahwa tantangan yang dihadapi oleh operasi penjaga perdamaian saat ini semakin rumit dan luas. “Oleh karena itu, diperlukan personel penjaga perdamaian yang profesional dan mampu untuk mengatasi segala situasi dan kondisi di lapangan,” jelasnya.
Sementara itu Athan Australia untuk Indonesia, Kolonel Matthew Campbell mengatakan bahwa Latihan Bersama Garuda Kookaburra merupakan salah satu contoh kerja sama nyata yang saling memberikan manfaat bagi kedua negara.
“Kedua pusat misi dan pelatihan pemeliharaan perdamaian nasional secara bersamameningkatkan mutu pelatihan dengan mengembangkan pelatihan-pelatihan sebelumnya dan mengidentifikasikan tantangan-tantangan yang timbul pada tingkat operasional yang menjadi fokus PBB,” kata Kolonel Matthew Campbell.
Latihan Bersama Garuda Kookaburra 2017 yang akan dilaksanakan selama 10 hari diikuti oleh 40 peserta, terdiri dari 28 personel TNI dan 12 personel Angkatan Bersenjata Australia. (Badar/Puspen TNI)
KSB, Sumbawanews.com -Wakil Ketua DPR RI Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra), Fahri Hamzah sangat bersyukur pada masa Pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla ini, pembangunan bisa menjalar keseluruh Indonesia. Bahkan, pipa-pipa pembangunan telah menjalar ke 75 ribu desa yang ada di seluruh Indonesia.
“Di kabupaten Sumbawa dan NTB pada umumnya, 1,7 sampai 2,5 miliar dana desa mengalir ke seluruh desa yang ada di Prosinsi NTB ini,” kata Fahri saat menyampaikan sambutannya pada acara HUT ke 14 Kabupaten Sumbawa Barat di Nusa Tenggara Barat, Minggu (19/11/2017) kemarin.
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah berdampingan dengan Menteri PUPR
Rangkaian upacara HUT ke 14 Sumbawa Barat ini juga dihadiri antara lain Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basoeki Hadimoeljono mewakili Presiden Jokowi, Bupati Sumbawa Barat, H.W. Musyafirin, serta jajaran pemerintah kabupaten Sumbawa Barat.
Fahri mengatakan bahwa DPR akan terus menuntut Pemerintah Pusat agar mau melakukan pemekaran. Karena DPR telah siap membahas seluruh anggenda daerah otonomi baru, termasuk pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa di masa yang akan datang. Apalagi, Komisi II dan Pimpinan DPR secara umum sudah menginginkan ini.
Terkait HUT ke 14 Sumbawa Barat, politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu merasa bersyukur melihat Kabupaten Sumbawa Barat, NTB di usianya ke 14 tahun ini telah mencapai banyak hal. Dan ini tidak lain dan tidak bukan, bahwa inisiatif pemekaran itu selalu baik.
“Karena dengan memekarkan daerah, masyakarat tidak meminta uang tetapi meminta kewenangan untuk mengurus dirirnya sendiri. Dan ini yang terjadi di Sumbawa Barat, dan alhamdulillah dengan ikhtiar pemekaran 14 tahun yang lalu, maka pada hari ini kita menyaksikan pertumbuhan yang luar biasa,” ucapnya.
Bahkan, lanjut Fahi lagi, perkembangan Kabupaten Sumbawa Barat telah melampaui indeks pembangunan manusia yang paling tinggi diantara kabupaten dan kota yang ada diseluruh Nusa Tenggara Barat ini.
“Mudah-mudahan ini bisa mempercepat, tidak saja kabupaten Sumbawa Barat tetapi seluruh NTB dan juga seluruh Indonesia keluar dari garis keminskinan menjadi negara yang tangguh dan kuat karena desa nya kuat diisi oleh masyarakat yang kuat dan berdaulat,” harap anggota DPR dari daerah pemilihan NTB itu mengakhiri sambutannya. (Erwin s)
Sumbawanews.com,- Penyelidikan polisi mengungkap penyebab mengerikan di balik tewasnya empat anggota keluarga, termasuk seorang mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), dalam sebuah tenda di Taman...
Sumbawanews.com,- Polisi menangkap seorang pria berinisial TA (23) atas dugaan penusukan terhadap tetangganya, AJ (35), yang tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit di kawasan...
Sumbawanews.com,- Polda Sumatera Selatan menangkap dua pelaku pencurian uang tunai senilai Rp520 juta dengan modus memecahkan kaca mobil di area perbankan. Aksi berdarah itu...
Sumbawanews.com,- Laga sengit di Stadion AT&T pada dini hari Senin (15/6/2026) menjadi sorotan dunia ketika timnas Jepang berhasil menahan imbang Belanda 2-2 dalam pertandingan...
Sumbawanews.com,- Xbox tengah memperdalam reshuffle besar-besaran dengan mengumumkan penutupan studio Compulsion Games, pengembang di balik judul ambisius *South of Midnight*, sekaligus kepergian dua pemimpin...