Home Blog Page 3126

Panglima TNI : Satgaskes TNI Vaksinasi 13.336 Anak di 224 Kampung Kabupaten Asmat

(Puspen TNI).  Satuan Tugas Kesehatan (Satgaskes) TNI Kejadian Luar Biasa (KLB) sudah melaksanakan vaksinasi terhadap 13.336 anak-anak di 224 kampung Kabupaten Asmat, Papua, termasuk mengatasi permasalahan gizi buruk. Artinya, tahap awal penanganan KLB Campak sebagaimana yang sudah dilaksanakan oleh Satgaskes TNI secara umum sudah selesai, selanjutnya akan terus dilakukan proses penyembuhan dan pendampingan.

 

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. dihadapan awak media di Hotel Rimba, Timika, Papua, Kamis (1/2/2018).

 

“Pada dasarnya, apa yang dilaporkan Dansatgaskes TNI KLB kepada saya tentang wabah penyakit campak sudah selesai diatasi, namun masih perlu dipantau dan dimonitor agar wabah tidak muncul lagi ,” kata Panglima TNI.

 

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, apa yang dilakukan oleh TNI, seperti menambah kekuatan dokter secara bertahap, sehingga nantinya dokter-dokter spesialis akan diprioritaskan pada kampung-kampung yang memang diperlukan. “Selain itu, Tim Satgaskes TNI akan diperkuat dengan  alat komunikasi yang dimiliki oleh TNI agar dapat membantu untuk memantau dari kampung ke distrik dan dari distrik ke kabupaten,” ujarnya.

 

Terkait transportasi di Kabupaten Asmat, Panglima TNI mengatakan bahwa walaupun ada tiga Heli TNI yang beroperasi, namun tidak semua kampung bisa dipakai untuk mendarat. Saat ini sudah masuk Kapal TNI Angkatan Laut yang relatif lebih kecil untuk membantu melalui sungai maupun rawa-rawa. “Lebih efektif menggunakan kapal untuk mendorong logistik dan pergeseran personel ke kampung-kampung yang memang diperlukan,” ucapnya.

 

Disisi lain, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menuturkan bahwa hal-hal yang tidak bisa dilakukan oleh TNI secara mandiri akan menjadi bahan laporan kepada Presiden RI untuk ditindaklanjuti oleh Kementerian Sosial, Kesehatan, Dalam Negeri dan Kominfo. (Badar/Puspen TNI)

Panglima TNI : Eliminir Pelanggaran Disiplin dan Hukum di Lingkungan TNI

sumbawanews.com,- Operasi Gaktib dan Yustisi tahun 2018 diharapkan mampu meningkatkan disiplin dan kepatuhan hukum prajurit dan ASN TNI sehingga mengeliminir bahkan meniadakan pelanggaran disiplin maupun hukum di lingkungan TNI.

 

Demikian amanat tertulis Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. yang dibacakan Danpuspom TNI Mayjen TNI Dedy Iswanto, S.E., S.H. pada upacara gelar Operasi Penegakan Ketertiban (Opsgaktib) dan Yustisi POM TNI Tahun 2018 di Lapangan Mako Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (1/2/2018).

 

Operasi Gaktib dan Yustisi Polisi Militer TA 2018 mengusung tema “Dengan Operasi Gaktib dan Yustisi Tahun 2018 Polisi Militer Berkomitmen Meningkatkan Disiplin, Ketaatan Hukum, Dedikasi dan Loyalitas Prajurit Dalam Rangka Menjaga Netralitas Untuk Mendukung Tugas Pokok TNI”.

 

Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan bahwa pelaksanaan Operasi Gaktib dan Operasi Yustisi dikembangkan ke arah peningkatan profesionalitas petugas dan subyek hukum melalui upaya edukasi. Esensi operasi ini adalah proses lanjutan dari upaya pencegahan dan penyelesaian pelanggaran hukum bagi Prajurit dan ASN TNI. “Dalam realita kehidupan bermasyarakat, seringkali penerapan hukum, norma dan disiplin tidak efektif sehingga wacana ini menjadi perbincangan menarik untuk dibahas dalam perspektif efektivitas hukum,” ucapnya.

“Persoalan efektivitas hukum mempunyai hubungan yang sangat erat dengan persoalan penerapan, pelaksanaan dan penegakan hukum, baik di lingkungan TNI maupun dalam masyarakat demi tercapainya tujuan hukum. Artinya hukum benar-benar berlaku secara filosofis, yuridis dan sosiologis,” ujar Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

 

Dalam kesempatan tersebut, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa upaya penegakan hukum dan disiplin prajurit menempati posisi yang sangat penting dan memberi dampak positif sebagai keteguhan sikap serta perilaku prajurit. Berdasarkan data laporan Operasi Gaktib dan Operasi Yustisi Polisi Militer Tahun 2017 dibandingkan tahun 2016, ada kenaikan jumlah terhadap kasus tertentu yang menonjol diantaranya desersi, penyalahgunaan wewenang dan penganiayaan.

 

“Ada hal-hal positif yaitu menurunnya kasus narkotika atau psikotropika, penyalahgunaan senjata api dan bahan peledak serta perkelahian antara TNI, Polri dan Masyarakat. Hal ini yang menjadi pertimbangan pimpinan TNI untuk tetap melanjutkan Operasi Gaktib dan Yustisi,” ungkapnya.

 

Panglima TNI juga menyampaikan bahwa perlu adanya peningkatan kualitas SDM personel Polisi Militer yang menangani pelanggaran Prajurit TNI, tentunya tidak hanya cerdas intelektualitasnya. “Namun harus diimbangi dengan kualitas mental ideologi yang kuat sebagai prajurit Sapta Marga yang selalu memegang teguh Sumpah Prajurit sehingga tidak bersikap arogan dan selalu rendah hati,” kata Panglima TNI.

 

Pada upacara Opsgaktib dan Yustisi POM TNI Tahun 2018, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memerintahkan kepada seluruh jajaran prajurit Polisi Militer agar melaksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab. “Saya perintahkan kepada seluruh jajaran prajurit Polisi Militer dimanapun berada dan bertugas untuk selalu berpedoman pada tujuh perintah harian Panglima TNI,” pungkasnya.

 

Pasukan yang terlibat dalam upacara tersebut terdiri dari anggota Polisi Militer dan Provost satuan masing-masing angkatan sebanyak 1.474 orang yang terdiri dari 1 Satuan Setingkat Pleton (SST) gabungan Pamen dan Pama, 1 Satuan Setingkat Kompi (SSK) Pomad, 1 SSK Pomal, 1 SSK Pomau, 1 SSK Bersenjata TNI AD, 1 SSK Bersenjata TNI AL, 1 SSK Bersenjata TNI AU, 1 SSK Polri, 1 SSK gabungan Provost, satu Unit K-9 dan Pengawak Kendaraan Bermotor. (Mad/Puspen TNI)

Panglima TNI : KLB Campak di Asmat Selesai, Satgaskes TNI Lanjutkan Pelayanan Medis

(Puspen TNI).  Satuan Tugas Kesehatan (Satgaskes) TNI Kejadian Luar Biasa (KLB) campak dan gizi buruk yang dibentuk sejak tanggal 16 Januari 2018, telah dapat melaksanakan tugas dengan optimal dan mencapai hasil yang diharapkan. Setelah KLB campak dinyatakan benar-benar selesai diatasi, Satgas Kesehatan TNI tetap melanjutkan pelayanan medis kepada masyarakat di Asmat.

 

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. didampingi Kasad Jenderal TNI Mulyono, Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna dan Wakasal Laksdya TNI Taufiqoerrochman dihadapan awak media saat mengunjungi RSUD Agats dan Posko Satgas Kesehatan TNI KLB, di Aula Wouru Cem Kesbangpol, Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Papua, Kamis (01/02/2018).

 

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Satgaskes TNI tersebut bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan lanjutan kepada masyarakat di 224 kampung yang ada di Kabupaten Asmat, terutama untuk menjaga kesehatan anak-anak yang rentan terhadap serangan penyakit campak ataupun gizi buruk.

 

“Saya bersyukur bahwa KLB campak yang menimpa 600 anak-anak hari ini selesai, sudah tidak ada lagi permasalahan campak dan sebanyak 13.336  anak sudah divaksinasi campak oleh Satgas Kesehatan TNI, ” jelas Panglima TNI.

 

Sedangkan untuk membantu permasalahan transportasi yang dialami  tim dokter Satgas Kesehatan TNI dalam memberikan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat di 224 kampung tersebut, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan akan melibatkan Kapal Angkatan Laut untuk membantunya.  “TNI akan membantu membuka jalur transportasi dengan mengerahkan Kapal Angkatan Laut yang besar maupun yang lebih kecil melalui sungai dan rawa-rawa untuk masuk ke 224 Kampung di Asmat,” ujarnya.

 

Selanjutnya untuk monitoring kesehatan  masyarakat di kampung-kampung pedalaman, TNI akan menggelar alat komunikasi untuk memudahkan tim dokter berhubungan dengan  posko yang berada di Agats. Sedangkan yang di Posko Agats rencananya akan dipasang visat dengan menggunakan handphone satelit.

 

“Apabila ada permasalahan yang tidak dapat ditangani di Asmat bisa langsung dikomunikasikan melalui visat TNI di Cilangkap untuk dikomunikasikan dengan Puskes TNI, selanjutnya diambil langkah-langkah yang cepat dan tepat,” kata Panglima TNI.

 

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto berharap dengan pemantauan permasalahan di 224 kampung tersebut, bisa termonitor langsung oleh posko dan segera mendapat penanganan dari tim medis Satgas Kesehatan TNI.  “Jadi pelayanan medis terhadap warga Asmat tetap kita lanjutkan, kita tidak boleh hanya mengobati tetapi harus tetap dimonitor agar tidak muncul lagi wabah tersebut,” ucapnya.

 

Sementara itu, untuk mendorong masyarakat Asmat agar dapat menjalani kehidupan dengan baik, Panglima TNI menjelaskan bahwa TNI akan berkoordinasi dengan Kementerian terkait untuk memberikan pendampingan kepada masyarakat di bidang pertanian, perikanan maupun kesehatan. “yang utama adalah masalah pendidikan bagaimana anak-anak dididik dan harus disekolahkan dengan baik,” tutupnya. (Badar/Puspen TNI)

KAKAMMI Akan Mukernas Sambil Mencari Calon Pemimpin Baru Untuk Indonesia Baru

Jakarta,Sumbawanews.com – Program Nawacita yang digaungkan Presiden Jokowi saat kampanye Pilpres 2014 silam mulai meredup. Oleh karenanya, Indonesia membutuhkan pemimpin baru pada Pilpres 2019 mendatang.

Hal itu menjadi pokok pembahasan dalam Mukernas Keluarga Alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KA KAMMI) yang mengusung tema besar “Indonesia Baru, Pemimpin Baru, Arah Baru Indonesia”. Mukernas KA KAMMI akan digelar pada Sabtu-Ahad, 3-4 Februari 2018, di Hotel Royal Kuningan Jakarta.

Presiden Keluarga Alumni KAMMI, Fahri Hamzah mengatakan, Indonesia ke depan membutuhkan pemimpin baru dan arah yang baru. “Program Nawacita yang menjadi konsep dasar pembangunan dalam kampanye dan menjadi cit-cita mulia, mulai redup dari telinga kita,” kata Fahri, kepada wartawan, Jakarta, Rabu (31/1).

Menurutnya, berbagai masalah yang dihadapi rakyat saat ini karena negara dikelola dengan narasi yang gamang. Dimana, slogan `kerja, kerja, kerja` tanpa perencanaan dan agenda yang jelas di masa depan.

“Rakyat telah diabaikan dan menjadi korban pencitraan. Oknum dan pihak-pihak tertentu mendapatkan jatah pengelolaan SDA yang melimpah. Rakyat telah mengeluh akan situasi hidup sehari-hari,” tegasnya.

Pemerintah saat ini, lanjut Fahri, seperti berjalan hanya untuk hari ini dan kepentingan jangka pendek. “Pembangunan infrastruktur telah dijadikan simbol keberhasilan penguasa saat ini sehingga menghiraukan program keberhasilan yang telah di capai penguasa sebelumnya,” terangnya.

Oleh sebab itu, dalam Mukernas KA KAMMI nanti akan membahas dan memutuskan konsep dan arah baru Indonesia ke depan, calon presiden alternatif yang akan diusulkan oleh KA KAMMI kepada partai politik dan publik.

Serta dilanjutkan dengan Pawai Kebangsaan sebagai cara organisasi KA KAMMI dalam mengawal Indonesia Baru, Pemimpin Baru dan Arah Baru Indonesia, serta menghimpun semua kekuatan bangsa dalam rangka mewujudkannya.

Mukernas KA KAMMI akan dibuka oleh Ketua DPR Bambang Soesatyo dan juga akan diadakan studium generale 1 dengan nara sumber perwakilan partai-partai politik dengan tema capres alternative dalam perspektif partai politik. Kemudian dilanjutkan dengan studium generale dua yang akan menghadirkan tokoh nasional M. Anis Matta.(Es)

DPR dan Pemerintah Bahas Cara Penyelesaian Permasalahan Gizi Buruk dan Campak di Asmat

Jakarta,Sumbawanews.com.- DPR RI menggelar rapat konsultasi dengan pemerintah untuk membahas penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) gizi buruk dan campak di Asmat, Papua.

Rapat tersebut dihadiri lintas komisi yakni VIII, IX, dan X. Sementara, dari pemerintah dihadiri oleh Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri Sosail Idrus Marham, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise, Wakil Menteri ESDM Arcanda Tahar dan perwakilan pemerintah lainnya.

“Saya kira ini lintas komisi. (Ini) sebagai tindak lanjut dari pikiran kita bahwa untuk menyelesaikan KLB campak dan gizi buruk Asmat perlu ada keterpaduan,” ujar Idrus di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (1/2/2018).

Idrus mengatakan saat ini yang paling mendesak dibutuhkan oleh warga Asmat adalah obat-obatan.

Untuk itu, harus ada kooridinasi dan intregrasi kerja antar kementerian dalam menangani situasi KLB di Asmat, Papua.

“Misalnya Kemensos memaparkan programnya apa, Kemenkes, dari kemeneritan lain juga hadir. Nanti kita integrasikan kalau belum cukup tentu nanti kementerian lain juga membantu,” ujar Idrus.

“Kalau saya tanggap darurat, yang sakit kita obati, lalu bagaimana makanannya. Nah setelah itu kita melakukan penataan,” jelas Idrus. (Es)

Panglima TNI Meninjau Langsung Satgas Kesehatan TNI di Asmat

sumbawanews.com,- Kedatangan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. beserta rombongan ke Papua untuk melihat sejauh mana penanganan wabah penyakit campak dan gizi buruk kepada warga Asmat yang dilakukan oleh Satgas Kesehatan TNI bersama Kementerian Sosial RI, Kementerian Kesehatan RI, Kepolisian dan Pemda setempat. Demikian disampaikan Kapuspen TNI Mayjen TNI M. Sabrar Fadhilah dihadapan awak media di Bandara Moses Kilangin Internasional, Timika, Papua, Rabu (31/1/2018).

Kapuspen TNI menjelaskan bahwa kedatangan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto untuk melihat perkembangan secara langsung pelayanan medis kepada warga di Asmat. “Panglima TNI ingin melihat langsung dan menerima laporan dari Dansatgas Kesehatan TNI mengenai kendala dan kesulitan yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas di lapangan,” katanya

Lebih lanjut Mayjen TNI M. Sabrar Fadhilah menyampaikan bahwa agenda Panglima TNI hari ini akan ke Kabupaten Asmat dengan menggunakan Helikopter untuk meninjau langsung perkembangan hasil yang sudah dicapai oleh Satgas Kesehatan TNI. “Semoga cuaca hari ini baik sehingga kunjungan Panglima TNI dapat berjalan lancar dan aman,” ujarnya.

Terkait bantuan kemanusiaan, Kapuspen TNI menyampaikan bahwa pada tanggal 26 Januari 2018, TNI telah mengirimkan bantuan kemanusiaan berupa bahan makanan, minuman, obat-obatan, perlengkapan alat masak dan pakaian dengan total 838 koli seberat 13.283 kg dengan menggunakan pesawat Hercules TNI AU.

“Pada tanggal 27 dan 30 Januari 2018, TNI bersama institusi lainnya mengirimkan bantuan kemanusiaan berupa obat-obatan, selimut dan bahan makanan tambahan, Imukal (makanan bentuk sereal) termasuk alat peralatan dapur bagi warga Kabupaten Asmat, Papua,” ungkapnya.

Disisi lain, Mayjen TNI M. Sabrar Fadhilah mengatakan bahwa sampai saat ini untuk penambahan tenaga medis akan dilihat berdasarkan situasi di lapangan dan kemampuan yang ada. “kita juga perlu mengatur rotasi bagi tenaga medis supaya mereka tidak lelah, sehingga tenaga medis tetap ada dan kegiatan penanggulangan berjalan sampai wabah campak dan gizi buruk Kejadian Luar Biasa (KLB) di Asmat dapat teratasi,” ujarnya. (Mad/Puspen TNI)

Berita Foto : Panglima TNI Berikan Pembekalan Para Athan, Penmil dan Calon Athan RI

sumbawanews.com,- Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. didampingi Asrenum Panglima TNI Laksda TNI Agung Prasetiawan, Asintel Panglima TNI Mayjen TNI Benny Indra Pujihastono, Aspers Panglima TNI Marsda TNI Dedy Permadi, Asops Panglima TNI Mayjen TNI Lodewyk Pusung, Aster Panglima TNI Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko dan Kapuspen TNI Mayjen TNI M. Sabrar Fadhilah, memberi pembekalan kepada 42 personel Athan dan Penmil serta 53 Calon Athan RI beserta istri, bertempat di ruang Gamelan Hotel Sofitel Nusa Dua Beach Resort, Bali, Rabu (31/1/2018).

Turut hadir dalam pembekalan tersebut diantaranya, Ketum Dharma Pertiwi Ibu Nanny Hadi Tjahjanto, Ketum Persit Kartika Chandra Kirana Ibu Sita Mulyono, Ketum PIA Ardhya Garini Ibu Ayu Yuyu Sutisna, Wakil Ketum Jalasenastri Ibu Ina Taufiqoerrochman, Ketua Harian IKKT Pragati Wira Anggini Ibu Wida Didit Herdiawan dan Ketua Harian Dharma Pertiwi Ibu Laily Dodik W. (Mad/Puspen TNI)

ADECS 2018, Direktur Operasi Laut Bakamla RI Jadi Pembicara

sumbawanews.com,- Direktur Operasi Laut Bakamla RI Laksma TNI Rahmat Eko Rahardjo, S.T., M.Tr(Han) menjadi salah satu pembicara dalam Asia Defense Exhibition and Conference Series (ADECS) 2018 di Sand Expo and Convention Center, Marina Bay Sands, Singapura, kemarin.

 

ADECS 2018 yang dimulai kemarin hingga hari ini (31/1) merupakan kegiatan exhibisi/pameran teknologi peralatan pertahanan maritim yang diselingi dengan konferensi tentang Underwater Defense Technology (UDT), Military Simulator (MilSim), Electronic Warfare (AOC EW), dan Maritime Defense Asia. Adapun konferensi UDT merupakan media untuk bertukar pikiran bagi negara-negara di Asia dengan peneliti pertahanan maritim dan perusahaan teknologi pertahanan.

 

Pada konferensi UDT, Laksma TNI Rahmat Eko menyampaikan paparan tentang Operational Requirements to Support the Function of Bakamla. Beberapa hal dijabarkannya, yaitu tugas pokok, fungsi dan kewenangan Bakamla RI, perbedaan antara kebutuhan kemampuan aset Bakamla RI dengan TNI AL, dan peralatan pemantauan keamanan dan keselamatan laut yang dimiliki Bakamla RI.

 

Terkait keamanan bawah laut, dijelaskan pula bahwa fokus Bakamla RI berbeda dengan TNI AL dimana Bakamla RI saat ini memfokuskan tentang pengamanan terhadap Benda Berharga Muatan Kapal Tenggelam (BMKT), kabel dan pipa bawah laut. Sedangkan TNI AL lebih fokus terhadap aktifitas kapal selam di wilayah Indonesia.

 

Lebih lanjut dijelaskannya, guna memonitor keamanan BMKT dan instalasi bawah laut, kapal -kapal patroli Bakamla RI saat ini telah dilengkapi dengan Remotely Operated Vehicle (ROV). Kedepannya, Bakamla RI akan meningkatkan kemampuannya dalam rangka memonitor keamanan bawah laut Indonesia, katanya.

 

Kehadiran Laksma TNI Rahmat Eko didampingi oleh Kasi Kerja Sama Multilateral dan Organisasi Internasional (KSMOI), Hudiansyah Is Nursal, S.H., MILIR, yang pada kesempatan berbeda juga menyampaikan presentasi tentang Challenges of Building Maritime Domain Awareness in Indonesian Straits and Bakamla’s EEZ Policing and Protection Effort.

Dalam paparannya, Hudiansyah menjelaskan dengan gamblang tentang tantangan dan upaya Bakamla RI dalam membangun Maritime Domain Awareness (MDA) yang komprehensif. Upaya yang dilakukan, katanya, dengan membangun Bakamla Integrated Information System yang merupakan platform pertukaran informasi antar instansi terkait dengan keamanan dan keselamatan laut di Indonesia.

 

Lebih lanjut dijabarkannya, sesuai fungsinya, dalam rangka menjaga hak berdaulat Indonesia di ZEEI, Bakamla RI mengupayakan sinergitas operasi dengan seluruh stakeholders di Indonesia. Walaupun saat ini unsur operasi Bakamla RI masih terbatas, namun dengan sinergitas pelaksanaan operasi dengan seluruh stakeholders, penjagaan keamanan terhadap hak berdaulat Indonesia di ZEEI dapat dilaksanakan secara terkoordinasi, jelasnya.

 

Pada kesempatan itu, Hudiansyah juga menekankan pentingnya kerja sama dengan coast guard negara-negara tetangga yang dibangun oleh Bakamla RI sebagai salah satu upaya untuk menjaga kepentingan Indonesia di wilayah perbatasan, dimana pada umumnya perbatasan Indonesia dengan tetangga berada di ZEE.

 

Perwakilan Bakamla RI juga memanfaatkan kegiatan tersebut dengan menghampiri beberapa stand perusahaan teknologi pertahanan, navigasi dan surveillance ternama di dunia pada exhibisi ini guna menambah pengetahuan tentang perkembangan teknologi terkini. (Mad/Puspen TNI)

Jamaah Sholat Gerhana Bulan Penuhi Masjid Besar Al-Iksan Alas

Sumbawanews.com- Alas. Ratusan jamaah memenuhi masji Al-Iksan kecamatan Alas melaksanakan sholat sunnah gerhana bulan malam tadi.

Jamaah datang dari seputar kota Alas tersebut dari berbagai umur, anak-anak sampai dewasa tampak antusias dan khusuk menjalankan ibadah sholat gerhana bulan. Nampak hadir bersama jamaah lainnya camat Alas Drs. Heriyanto Dias.

Gerhana Bulan total yang berbarengan dua fenomena alam lainnya yang disebut super blue blood moon merupakan fenomena alam super langka karena hanya terjadi dalam kurun 150 tahun sekali.

Pengamatan gerhana bulan total dialas,tidak dapt terlihat jelas sebab awan terlihat gelap,mendung. Salah seorang warga nampak terlihat kesal tidak bisa melihat fenomena langka tersebut ” kejadian ini hanya mungkin terjadi sekali seumur hidup” gumam ibu Fat kepada Sumbawanews.com

Namun ia mensyukuri, walau tidak dapat melihat secara jelas, utuh gerhana bulan tersebut. ” Saya bersyukur, walau tidak dapat lihat namun fenomena alam langka ini terjadi dalam fase kehidupan saya saat ini ” tambah ibu Fat yang sudah mempersiapkan diri untuk mengamati pertiwa alam ini di lapangan terbuka. (aa )

PT. Macmahon Buka Lamaran Tahap II Kategori Skill.

Sumbawanews.com – Taliwang. Setelah mengumumkan hasil seleksi interview pelamar kategori skill dari 582 pelamar dan lulus 142 orang, PT Macmahon kembali buka job untuk kategori skill tahap II.

Hal ini tertuang dalam pengumuman oleh tim bersama rekruitmen tertanggal 30 Januari dengan nomor surat 016/TBRTK/2018 yang di tanda tangani ketua DR. IR. H.W. Musyafirn, MM yang juga bupati Sumbawa Barat.

Ditempat terpisah, Benny Tanaya yang di konfirmasi menjelaskan, proses pendaftaran dapat dilakukan mulai tanggal 1 – 6 Februari 2018. “kategori skill yang dibutuhkan dapat di lihat di lampiran pengumuman ” kata Benny tanpa merinci satu persatu pekerja skill yang di butuhkan. (aa )

untuk melihat pengumuman, klik di sini Pengumuman Lowongan Kerja PT. Macmahon Indonesia Untuk Kategori Skill

Berita Terkini

Gorila Jantan Termenung Usai Bertengkar dengan Pasangan

Sumbawanews.com,- Jakarta – Seekor gorila jantan bernama Kiyomasa menjadi sorotan global setelah rekaman videonya menunjukkan ekspresi murung dan termenung usai bertengkar dengan pasangannya di...

Jepang Buka Jalan Perempuan Warisi Takhta

Sumbawanews.com,- Parlemen Jepang resmi mengesahkan revisi Undang-Undang Keluarga Kekaisaran yang membuka kemungkinan bagi anggota perempuan keluarga kerajaan untuk tetap mempertahankan status kekaisaran setelah menikah...

Ibu Tiga Ambulans Turun ke Jalan Suarakan Kegelisahan

Sumbawanews.com,- Zaskia Adya Mecca tampil di tengah demonstrasi mahasiswa di Bundaran HI, Jakarta, dengan tiga ambulans dan sejumlah logistik kemanusiaan yang dikumpulkan dari donasi...

Perampok Bacok Ibu dan Anak Usai Diketahui Masuk Rumah

Sumbawanews.com,- Seorang pelaku perampokan berinisial DR (28) ditangkap polisi setelah membacok ibu dan anak di rumah mereka di Sukamaju Baru, Depok, saat keduanya memergokinya...

Eks Presiden Korsel Divonis 30 Tahun Usai Serang Korut

Sumbawanews.com,- Jakarta — Pengadilan Distrik Pusat Seoul menjatuhkan hukuman 30 tahun penjara terhadap mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol, terkait keterlibatannya dalam serangan...

Berita Utama