Home Blog Page 3125

13 Partai Lolos Verifikasi Faktual Tingkat Kabupaten Sumbawa

????????????????????????????????????
Sumbawanews.com – Sumbawa Besar.Setelah melakukan verifikasi faktual partai peserta pemilu 2019, komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Sumbawa (KPUD), menetapkan 13 partai berhak menjadi peserta pemilu di tingkat kabupaten Sumbawa.

Dari hasil verifikasi faktual tersebut, seluruh partai politik dinyatakan memenuhi syarat (MS) meliputi kepengurusan, ketua, sekretaris dan bendahara, 30 persen keterwakilan gender dalam kepengurusan tingkat kabupaten, status kantor kepengurusan tingkat kabupaten, serta keanggotaan di 50 persen kecamatan dalam kabupaten Sumbawa.

Sehingga ada 14 partai politik yang dinyatakan memenuhi syarat setelah dilakukan verifikasi faktual merujuk putusan Mahkamah Konstitusi nomor 53 tahun 2017, dimana sebelumnya ada satu partai yang telah memenuhi syarat yakni Partai Perindo.

Ke 13 partai yang dinyatakan memenuhi syarat dari verifikasi putusan MK yang dilaksanakan sejak tanggal 30 Januari hingga 1 Februari tersebut yakni, Partai Golkar, Partai Gerindra, PKB, PBB, PKS, PDI-P, Partai Demokrat, PKPI, Partai Hanura, Partai Nasdem, PPP, dan PAN, menyusul Partai Berkarya yang diverifikasi perbaikan status keanggotaannya.

Verifikasi faktual selama tiga hari tersebut berjalan lancar dan tertib, dimana Panwaslu Kabupaten Sumbawa juga turut mengawasi jalannya verifikasi.

“Semua Parpol yang sudah kami verifikasi kami nyatakan memenuhi syarat, selanjutnya hasil verifikasi ini nantinya akan kami serahkan kepada KPU Propinsi dan KPU RI,” ujar ketua KPU Sumbawa, Syukri Rahmat, S.Ag. dalam sambutannya di acara penyerahan hasil verifikasi faktual (02/02).

Ia menambahkan, seluruh parpol yang nantinya ditetapkan oleh KPU RI sebagai peserta Pemilu 2019 akan menjalani beberapa tahapan Pemilu, diantaranya penyusunan daftar calon anggota legislatif.

Kaitan dengan pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB 27 Juni mendatang, ketua KPU Sumbawa menitipkan kepada seluruh partai politik untuk berperan aktif dalam mensukseskan setiap tahapannya, salah satunya tahapan yang saat ini sedang berlangsung yakni pencocokan dan penelitian (Coklit) daftar pemilih.

“Kami juga menitipkan kepada semua parpol dan masyarakat Sumbawa pada umumnya, untuk bersama-sama menjaga Sumbawa agar tetap aman dan kondusif dalam melaksanakan setiap tahapan Pilkada 2018 ini,” tutup Syukri Rahmat.

Seluruh perwakilan parpol tingkat kabupaten Sumbawa menyatakan apresiatif dan mendukung upaya yang dilakukan KPU kabupaten Sumbawa dalam pelaksanaan setiap tahapan, baik tahapan Pilkada 2018 maupun tahapan Pemilu 2019.(aa)

PERAN TNI DALAM AKSELERASI PEMBANGUNAN NTB

????????????
Sumbawanew.com –“Tujuan kita membangun adalah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat lahir dan bathin. Maka untuk dapat menghadirkan kesejahteraan secara nyata didalam kehidupan rakyat kita, partisipasi aktif dari  semua pihak, termasuk TNI untuk berperan sesuai kemampuan dan profesinya sangatlah dibutuhkan”.

Sejarah panjang perjuangan bangsa Indonesia telah membuktikan bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersama segenap komponen lainnya mengambil peran yang terdepan. Mulai sejak perang revolusi untuk menumbangkan penjajahan dari Bumi Persada Nusantara. Kemudian dibuktikan dengan kesetiaan dan kedekatan TNI bersama rakyat dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Hingga pada tanggung jawab TNI sejak era orde lama dan orde baru sampai kepada orde reformasi sekarang ini, TNI tetap pada komitmen yang kukuh pada kesatuan nasional yang menunggal dengan rakyat. Dan terus bertanggung jawab mengawal dan mengisi kemedekaan dengan pembangunan untuk mencapai tujuan nasional.

Kuatnya komitmen TNI dalam akselerasi pembangunan nasional, patut diapresiasi dan harus dijadikan insiprasi bagaimana menanamkan spirit optimisme dalam meraih cita-cita nasional. TNI adalah tentara pejuang yang lahir dari rakyat dan terus mengambil peran strategis dalam mengakselerasi pembangunan nasional. Salah satu pelajaran penting yang ditunjukkan para prajurit TNI kepada masyarakat, khususnya di dalam pelaksanaan berbagai kegiatan pembangunan tersebut  adalah sikap mental kejuangan yang optimistik diiringi kedisplinan dan kemauan yang kuat untuk berhasil mewujudkan cita-cita  diinginkan bersama. Hal ini sejalan dengan ajaran agama yang menganjurkan setiap umatnya untuk  selalu optimis dan bersungguh-sungguh dalam mengerjakan kebaikan.

Di era reformasi dan demokrasi pembangunan yang berkembang pesat saat ini, ditandai pesatnya pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, tentunya sangat berpengaruh pada lifestyle dan culture set masyarakat. Menghadapi situasi dan perkembangan yang demikian maka kehadiran TNI yang kuat dan profesional sangat dibutuhkan. Dalam pandangan saya selaku Gubernur Nusa Tenggara Barat yang telah dua periode memimpin Bumi Gora, dengan kondisi geografis wilayah NTB dan didukung heterogenitas sosial budaya, maka TNI dibutuhkan tidak hanya dalam fungsi pertahanan negara, melainkan juga perannya dalam mensukseskan dan mengakselerasikan berbagai program pembangunan daerah melalui kegiatan TNI Manunggal Membangun Daerah. Misalnya melalui program  TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), TNI Manunggal Pertanian, TNI Manunggal Keluarga Berencana, Program Padat Karya, Bedah Rumah dan berbagai Program lain yang melibatkan TNI dan komponen lintas sektoral lainnya, seperti  kementerian, lembaga pemerintah non kementerian dan pemerintah daerah  serta berbagai elemen masyarakat lainnya termasuk pemuda dan karang taruna. Pada gilirannnya, program-program seperti itu akan menjadi medium yang efektif dalam mewadahi aspirasi dan kepentingan masyarakat di kota maupun di daerah pedesaan.

Konsep program TNI Manunggal Membangun Daerah tersebut, pada dasarnya  juga merupakan sebuah bentuk usaha untuk menyatukan tiga elemen penting dalam pembangunan, yaitu; Aparat birokrasi, Aparat Keamanan, termasuk TNI dan masyarakat dalam satu kesatuan untuk bergerak bersama dalam satu langkah nyata memajukan daerah.

Dalam konteks pelaksanaan pembangunan di NTB, sesuai visi pembangunan daerah ini, yakni: Mewujudkan Masyarakat Nusa Tenggara Barat Yang Beriman, Berbudaya, Berdayasaing dan Sejahtera.  Maka semua elemen yang ada di NTB, termasuk TNI memiliki peran dan tanggung jawab yang sama untuk mengakselerasi dan merealisasikan berbagai program indikatif mewujudkan cita-cita luhur pembangunan NTB tersebut, sesuai peran dan fungsi masing-masing. Visi pembangunan tersebut mengandung 4 kata kunci, yakni:

  1. Masyarakat NTB, artinya seluruh warga masyarakat yang hidup dan bermukim di wilayah Nusa Tenggara Barat.
  2. Beriman, artinya masyarakat yang taat beragama, berbudi pekerti luhur dan saling menghargai satu sama lain dalam keberagaman sosial budaya.
  3. Berbudaya, artinya masyarakat yang mampu berpartisipasi dalam pembangunan dilandasi nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.
  4. Berdayasaing, artinya masyarakat yang sehat, cerdas, produktif, inovatif, kreatif agar mampu bersaing secara global.
  5. Sejahtera,  artinya masyarakat yang mampu memenuhi  kebutuhan  dasar secara ekonomi, sosial dan berkeadilan.

Dari Visi tersebut kemudian dijabarkan ke dalam 7 (tujuh) misi, dan salah satu di antara ketujuh misi tersebut adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mempercepat penurunan kemiskinan, dan mengembangkan keunggulan daerah. Selain itu, Melanjutkan percepatan pembangunan infrastruktur dan konektivitas wilayah berbasis tata ruang, serta memantapkan pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan. Tujuan utama yang ingin dicapai dari pelaksanaan visi dan misi yang kemudian dijabarkan kedalam berbagai program pembangunan daerah tersebut, tentu adalah terwujudnya kesejahteraan seluruh masyarakat NTB dengan memanfaatkan Sumber Daya Alam (SDA) dan segenap potensi yang tersedia di dalamnya secara produktif, efisien, optimal dengan tetap memperhatikan prinsip-prinsip kelestarian dan berkelanjutannya bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sebagai provinsi kepulauan, NTB termasuk ke dalam kategori pulau-pulau kecil yang memiliki potensi agraris dan maritim yang besar sebagai sumber mata pencaharian utama masyarakatnya. Keragaman SDA tersebut didukung keragaman sosial budaya, keunikan seni dan tradisi serta produk-produk kerajinan rakyat sebagai pendukung daya tarik wisata. Oleh karena itu, prioritas utama pembangunan Nusa Tenggara difokuskan pada dua sektor utama, yaitu sektor pertanian dan sektor pariwisata.

 

TNI PERKUAT POSISI NTB SEBAGAI LUMBUNG PANGAN NASIONAL

Pada sektor pertanian, NTB merupakan salah satu daerah yang ditetapkan pemerintah pusat sebagai lumbung pangan nasional. Hal ini disebabkan karena NTB memiliki potensi sumber daya lahan pertanian yang cukup luas, baik lahan sawah maupun bukan sawah. Bahkan, dengan potensi tersebut NTB termasuk daerah yang memiliki surplus beras sekitar 600-700 ribu ton setiap tahun. Untuk menjaga NTB tetap sebagai sentra produksi pangan nasional, maka TNI memiliki peran strategis dalam ikut memperkuat posisi NTB sebagai lumbung pangan dan sentra produksi Nasional.

Peran tersebut dijalankan TNI melalui keterlibatannya dalam mengawal 4 (empat) strategi pencapaian peningkatan produksi tanaman pangan di NTB, yaitu :

Pertama: Peningkatan produktivitas, dengan cara penggunaan benih unggul bermutu, Pemupukan berimbang, penggunaan alsintan, pengairan dan teknologi budidaya.

Kedua: Penyempurnaan manejemen, meliputi; penyuluhan dan pendampingan, pemasaran, program LUEP; penguatan peran asosiasi KTNA serta kemitraan.

Ketiga: pengamanan produksi, dengan mengembangkan upaya-upaya antisipasi DPI, pengendalian OPT dan penanganan paska panen.

Keempat: Perluasan Areal dan optimalisasi lahan. Dalam pelaksanaan strategi keempat inilah, TNI di NTB mengambil peran terdepan, yakni: mengawal dan melaksanakan proses perluasan dan optimalisasi areal pertanian melalui  program kegiatan; cetak sawah baru. Di NTB, program cetak sawah baru yang dimotori oleh aparat dan prajurit TNI menyebar pada 8 kabupaten se-NTB  dan telah berhasil melaksanakan  pencetakan sawah baru pada  Tahun 2016     seluas: 11.444,95 hektar dan Tahun 2017 seluas: 1.352,30 hektar.

Namun secara keseluruhan dalam penguatan dan pengembangan produktivitas tanaman pertanian di NTB, TNI antara lain menjalankan 8 (delapan) fungsi yang sangat strategis, yaitu :

  1. Meningkatkan koordinasi di tingkat lapangan
  2. Mengisi sementara kekososangan petugas lapangan (satu PPL per desa) melalui Babinsa bersama aparat pertanian kecamatan
  3. Mengawasi jadwal pembagian air irigasi utamanya pada saat  musim kemarau
  4. Membantu menangani perbaikan jaringan irigasi
  5. Membantu pengendalian UPT /hama penyakit dalam skala luas, bila terjadi outbreak
  6. Membantu percepatan pelaporan LTT harian
  7. Membantu gerakan percepatan tanam/panen serempak
  8. Penampingan dan pengawalan penerapan pengelolaan tanaman terpadu padi, jagung dan kedelai, optimalisasi lahan, perbaikan jaringan irigasi, penyaluran subsidi benih, penyaluran subsidi pupuk.

Dengan peran yang strategis tersebut, tentu  hasil-hasil kegiatan pembangunan pertanian atas sumbangsih TNI yang sangat besar tersebut, patut diapresiasi dan perlu terus diberikan dukungan bagi keberlanjutannya di masa yang akan datang, termasuk pada sektor-sektor yang lain. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya dapat merasakan manfaat dari kehadiran TNI dalam bidang pertahanan negara, melainkan lebih dari itu, pembangunan daerah juga akan tumbuh pesat dan kuat sehingga kita bisa menjadi bangsa yang kuat dan kokoh.

Sektor kedua yang menjadi fokus pembangunan NTB saat ini adalah pengembangan sektor periwisata. Pembangunan kawasan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, di Lombok Tengah, sebagai resort pariwisata bertaraf internasional dan telah ditetapkan sebagai salah satu  prioritas pengembangan nasional dari 10 destinasi potensial di Indonesia. Kebijakan tersebut membutuhkan back up keamanan, baik dari aspek keamanan aset, legalitas investasi dan aspek security lainnya.  Di tengah upaya pemerintah daerah terus melakukan penataan dan pengaturan kawasan tersebut, sempat muncul kasus sengketa lahan secara berlarut-larut hampir selama 29 tahun di kawasan strategis tersebut. Dalam upaya penyelesaian sengketa lahan tersebut, pemerintah daerah melibatkan seluruh stakeholder terkait, utamanya TNI dan Polri. Alhamdulilah, dengan peran Jajaran TNI melalui Korem 162 Wirabhakti yang ikut aktif mem-back up Pemerintah Daerah dan Polda NTB, sengketa lahan tersebut akhirnya dapat dituntaskan hanya dalam waktu 6 bulan. Bahkan penyelesaian sengketa lahan itu menjadi acuan pemerintah pusat untuk menyelesaikan kasus lahan di kawasan yang sama di daerah lain di Indonesia.

Berkat dukungan itulah, kini pemerintah terus bersinergi membangun dan mengembangkan sektor pariwista di NTB untuk mewujudkan kesejateraan masyarakat. Termasuk menjadikan NTB sebagai pusat destinasi hal dunia (world halal tourism). Dengan itu, dua tahun berturut turut NTB meraih penghargaan the World best halal tourism destination. Dengan penghargaan itu, angka kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik ke NTB semakin meningkat setiap tahunnya. Tahun 2016 lalu jumlah wisatawan yang berkunjung ke NTB mencapai angka 3,2 juta wisatawan.

Dalam perjalanannya membanguan sektor ini, pemerintah daerah tidak bekerja sendiri. Sejumlah stakeholder turut dilibatkan sebagai upaya kerjasama untuk membangun daerah, salah satunya adalah TNI.  Terima kasih TNI, Semoga tetap menjadi Garda Pertahanan Negara yang senantiasa dicintai oleh rakyat. (agusadrianto/birohumasntb)

TGB : Bank NTB Syariah Lebih Menguntungkan

Sumbawanews.com- Mataram, – Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi, meyakini bahwa usaha syariah memiliki prospek yang baik dan lebih menguntungkan. Itu sebabnya, TGB mengajak para pengusaha untuk mengambil peran dalam memajukan Bank kebanggaan masyarakat NTB tersebut. “Jika Bank NTB berkembang, maka ekonomi NTB juga berkembang. Dan pada akhirnya perekonomian dan industri daerah juga akan ikut tumbuh. Mari kita sama-sama majukan bank milik daerah kita ini,” Ajak TGB saat Silaturahmi Tokoh Pengusaha dengan Gubernur terkait Persiapan Konversi Kegiatan Usaha Bank NTB menjadi Bank NTB Syariah di Pendopo Gubernur, Selasa (06/02/2018).

Ditambahkan pula bahwa, di tahun 2018 ini ditargetkan Bank NTB telah terkonversi menjadi Bank Umum Syari’ah. Saat ini, Pemerintah Provinsi NTB bersama seluruh direksi Bank NTB tengah merampungkan sejumlah proses untuk menjadikan bank NTB betul-betul menganut sistem syari’ah. Dengan pertumbuhan saham yang menggembirakan, yakni saat ini Bank NTB sudah memiliki saham sekitar 9 trilium lebih, maka pertumbuhan yang baik ini perlu terus didorong. Salah satunya melalui peran dan dukungan dari para pengusaha NTB.

TGB menjelaskan konversi Bank NTB menjadi Bank NTB Syariah perlu segera dirampungkan, mengingat potensi keuangan dengan sistem tersebut kedepan sangat besar. Konversi tersebut menurut TGB merupakan bentuk adaptasi untuk mendorong tumbuhkembangnya bisnis bank di daerah. Sehingga diharapkan, perubahan status ini mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah. Selain itu, bank yang mengadopsi sistem syari’ah akan lebih mampu bertahan dibandingkan bank konvensional apabila terjadi krisis ekonomi. “Kita liat pada krisis ekonomi pada tahun 1998. Ketika seluruh bank konvensional jatuh, bank syariah seperti Bank muamalat justru bertahan. Ini membuktikan bahwa sistem keuangan syariah bisa membawa manfaat dan kemanfaatan bagi siapapun baik muslim maupun non muslim”, jelas TGB.

TGB juga menegaskan potensi keuangan syariah ini sangat besar. Sistem ini sudah banyak diadopsi oleh bank-bank besar, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Bahkan, tidak hanya di negara-negara muslim. Tetapi juga di negara-negara non muslim. Contohnya Inggris yang merupakan pusat keuangan syariah.

Selain mengajak pengusaha untuk ikut terlibat membesarkan Bank NTB, TGB juga mendorong para pengusaha untuk segera menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi komunikasi dan informasi saat ini. Sebab, peran teknologi komunikasi dan informasi terhadap perubahan dunia industri dan bisnis sangat besar. Bahkan, hampir seluruh negara di dunia telah menjalankan bisnisnya dengan memanfaatkan teknologi komunikasi dan informasi yang sedang berkembang.

Kalau tidak cepat menyesuaikan diri menurut TGB, maka para pengusaha yang ketinggalan dengan sistem infomasi yang semakin hari semakin maju. “Oleh karena itu bapak ibu harus mampu menyerap dan memanfaatkan perkembangan teknologi ini sehingga usaha bapak ibu bisa berkembang dan terus bertahan,” pesan TGB.

Saat itu, TGB juga menyinggung pertumbuhan ekonomi NTB yang mencapai angka 7,1 persen pada tahun 2017 lalu. Angka ini di atas rata-rata nasional yang hanya 5,6 persen. Karena itu, TGB menyampaikan terima kasih kepada seluruh komponen masyarakat NTB, jajaran pemerintah provinsi, termasuk para pengusaha yang telah bekerja keras membangun NTB. “Ini kesempatan yang jarang saya dapatkan. Dapat bertemu dengan bapak-bapak dan ibu-ibu, para pengusaha yang berkontribusi dalam menjalankan lokomotif perkembangan ekonomi di daerah ini. Oleh karena itu, saya ingin mengucapkan terima kasih”, pungkas gubernur.(aa)

Jelang Tempati Kantor Baru, Bakamla RI Gelar Do’a Bersama

sumbawanews.com,- Menjelang kepindahannya ke kantor baru yakni di Gedung Perintis Kemerdekaan (Gedung Pola), Jl. Proklamasi-56,  Menteng, Jakarta Pusat,  malam ini, Selasa malam (6/2/2018) Bakamla RI menggelar do’a bersama di aula gedung bersejarah tersebut.
Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Ari Soedewo, S.E., M.H. menyempatkan diri hadir pada akhir acara untuk menyapa dan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada puluhan santri dari Mushola Al Khosiin dan pondok Mbah Maemun, serta masyarakat sekitar.
Acara dimulai dengan sholat maghrib berjamaah oleh segenap santri Mushola Al Khosiin dari Kelurahan Menteng, bersama personel Bakamla RI, yang dihadiri pula oleh Kepala Pangkalan Armada Kamla Ambon Kolonel Laut (P) Edi Eka Susanto,  Kasubbag Humas Mayor Marinir Mardiono, dan Kasubbag Rumga Mayor Marinir Zaini, serta sejumlah personel Bakamla RI lainnya.
Usai sholat maghrib berjamaah acara dilanjutkan dengan do’a bersama meliputi pembacaan Surah Yassin, Fadilah dan Do’a, dipimpin Ustadz Gus Dedi dari Ta’lim Mayadah, Tangerang Selatan.
Acara pengajian ini digelar sebagai bentuk rasa syukur atas kesiapan gedung bersejarah ini menjadi kantor baru Bakamla RI, yang mana sebenarnya gedung ini telah ditempati oleh beberapa satuan kerja Bakamla RI sejak beberapa waktu lalu, namun secara resmi baru akan beroperasional sebagai perkantoran mulai esok hari Rabu (7/2), ditandai dengan kepindahan Kepala Bakamla RI beserta jajarannya ke gedung bersejarah tersebut. (Mad/Puspen TNI)

Tim Gabungan Satgaskes TNI Lakukan Pendampingan Kepedalaman Asmat

sumbawanews.com,- Pada tahap pendampingan, Tim Gabungan Satgaskes TNI diturunkan kembali ke pedalaman Kabupaten Asmat. Sebanyak 8 (delapan) tim gabungan hari ini akan masuk ke Distrik-Distrik untuk melakukan pengobatan di Puskesmas dan pendampingan secara langsung terhadap warga setempat.

Hal tersebut dikatakan Kasrem 174/ATW selaku Wadan Satgaskes TNI Kolonel Kav Ketut Adi Sudiasta Putra pada saat pemberangkatan tim dokter dan paramedis di pelabuhan Yos Sudarso, Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Rabu (7/2/2018).

Wadan Satgaskes TNI Kolonel Kav Ketut Adi Sudiasta Putra menyampaikan bahwa tim diberangkatkan ke kampung-kampung yang berada di Distrik Akat, Siret, Atsy dan Ayib. Selama disana tim gabungan ini akan melaksanakan pendampingan khususnya terhadap pasien-pasien rawat jalan campak dan gizi buruk. “Apabila ada ditemukan warga yang sakit dan ingin berobat maka tim ini tetap akan memberikan pelayanan medis,” ucapnya.

Sementara itu sebelum pemberangkatan, Dantimkes TNI Letkol Ckm dr. Shohibul Hilmi, Sp.OT memberikan pembekalan kepada Tim Satgaskes TNI bahwa dalam setiap tindakan medis yang dilakukan mengutamakan keamanan personel dan kesehatan. “Tetap jaga kesehatan agar semua anggota Tim Satgaskes TNI dapat melakukan tugas dengan baik dan dalam keadaan sehat,” katanya.

Lebih lanjut Dantimkes TNI menyampaikan bahwa kondisi masyarakat Asmat berbeda dengan kondisi masyarakat yang ada di daerah lain. Dalam melakukan pendampingan perlu mengedepankan rasa sabar dan kepedulian. “Tim Satgaskes TNI harus dapat menyelami hati mereka dan mampu beradaptasi dengan baik. Lakukan pendekatan dari hati ke hati dan hindari pelanggaran,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Dantimkes TNI menekankan kepada setiap tim yang turun ke Distrik-Distrik agar memberikan laporan secara rutin setiap pagi dan sore hari. Laporan yang diberikan harus disertai data yang lengkap dan akurat. “Gunakan alat komunikasi yang telah dibekalkan kepada para Tim Satgaskes TNI,” tegasnya.

Tim yang turun ke Distrik-Distrik dibekali dengan logistik, obat-obatan dan bahan makanan sehat bagi warga masyarakat. (Mad/Puspen TNI)

Pasukan Garuda Gelar Latihan Boardex di KRI Usman Harun-359

sumbawanews.com,- Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas MTF TNI Konga XXVIII-J/Unifil (United Nations Interm Force in Lebanon) di bawah pimpinan Kolonel Laut (P) Alan Dahlan, S.H., M.Si. sebagai Dansatgas, selain bertugas melaksanakan patroli untuk menjaga keamanan dan perdamaian di wilayah perairan Lebanon, menggelar latihan Boardex dengan Tim VBSS LAF Navy (Lebanon Armed Force Navy) di KRI Usman Harun-359 yang sedang berlayar di Laut Mediterania, Selasa (6/2/2018).

 

Dalam skenario, KRI Usman Harun-359 sebagai kapal yang bernama MV Black Pearl dengan ABK kapal yang menggunakan baju sipil memerankan sebagai Kapten Dankru Kapal MV Black. Tim VBSS LAF Navy mendapat laporan dari Coastal Radar Station (CRS) L2-Aamchit bahwa kontak kapal bernama MV Black Pearl yang menuju pelabuhan Jounieh dengan tidak melewati koridor yang telah ditentukan oleh otoritas Lebanon dan tidak terdapat di dalam daftar kapal yang akan masuk ke Lebanon serta memberikan keterangan yang meragukan.

 

Dengan adanya hal yang mencurigakan, LAF Navy menindaklanjuti dan meminta MV Black Pearl untuk stop mesin dan mengirimkan tim VBSS dengan menggunakan heli jenis Puma milik LAF Air Force. Kemudian Heli Puma mendekat geladak kapal target dan 10 personel VBSS turun dengan metode fastrope dan berhasil mendarat di geladak MV Black Pearl.

 

Tim VBSS LAF Navy langsung bergerak menuju anjungan melalui geladak exocet. Sesampainya di anjungan, tim VBSS LAF Navy segera mengamankan Kapten dan dua kru kapal  serta melaksanakan pemeriksaan terhadap dokumen kapal dan penggeledahan di anjungan.

Penggeladahan di anjungan tidak membuahkan hasil, tim VBSS lalu menyusuri koridor utama KRI. Tim VBSS menemukan dua ABK membawa senjata tajam di koridor utama. Setelah berhasil mengamankan dua ABK tersebut lalu dibawa ke anjungan untuk digabungkan dengan ABK yang lain, tim VBSS melanjutkan pencarian dan berhasil menemukan sebuah kotak berisi amunisi ilegal. Selama latihan dalam waktu 1 jam, tim VBSS dapat mengamankan satu dari dua barang ilegal yang berada di kapal target MV Black Pearl.

 

Usai latihan, Komandan Tim VBSS LAF Navy Lieutenant Ellie El Sayah memerintahkan seluruh anggotanya berkumpul di anjungan untuk melaksanakan debrief dari tim Penilai yaitu LCDR Arne Pfingst (CTG 448.03 N7-Jerman) dan Letda Laut (P) Damartama (Boarding Officer KRI USH).

 

Selesai debrief dari tim penilai, seluruh tim VBSS, tim penilai dan tim pendamping dari LAF Navy menikmati hidangan tradisional yang sudah disiapkan dan menghilangkan ketegangan diantara tim VBSS dan ABK KRI yang bermain sebagai ABK kapal target. Sebelum meninggalkan KRI Usman Harun-359, seluruh pihak yang terlibat melaksanakan foto bersama Komandan Satgas MTF TNI Konga XXVIII-J/Unifil di geladak Heli.

 

Komandan KRI Usman Harun-359 yang sekaligus Komandan Satgas MTF TNI Konga XXVIII-J/Unifil Kolonel Laut (P) Alan Dahlan, S.H. M.Si, mengapresiasi kegiatan ini, yang merupakan salah satu tugas pokok dari MTF Unifil yakni meningkatkan kemampuan pasukan LAF Navy mengamankan laut teritorialnya dalam rangka pencegahan masuknya senjata dan barang-barang terkait lainnya untuk masuk ke Lebanon melalui laut secara ilegal.

 

Sementara itu, Kepala Departemen Operasi Satgas MTF TNI Konga XXVIII-J/Unifil Mayor Laut (P) Ainul Muslimin, M.Tr. Hanla juga menambahkan latihan ini bertujuan meningkatkan interoperability CRS dan kecepatan reaksi dari tim VBSS LAF Navy terutama pengerahan pasukan melalui udara dengan metode fastrope dari Heli Puma milik LAF Air force. (Mad/Puspen TNI)

Berita Foto: Satgaskes TNI Beri Penyuluhan Kesehatan Gigi Bagi Siswa-Siswi SD Syuru

(Pen Satgaskes TNI).  Tim dokter dan paramedis Satgaskes TNI di bawah pimpinan Letda Ckm Hendri Dianto memberikan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut kepada siswa-siswi SD Syuru, Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Selasa (6/2/2018).

Adapun materi yang disampaikan tentang cara merawat gigi yang benar, waktu untuk menggosok gigi serta makanan yang sehat dan bergizi untuk gigi. Terlihat semangat dan rasa keingintahuan dari anak-anak yang berjumlah 50 orang gabungan dari kelas 3, 4 dan 5 SD Syuru. (Badar/Puspen TNI)

Berita Foto : Panglima TNI Terima Kunjungan Dubes Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI Untuk Swedia

sumbawanews.com,- Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., menerima kunjungan  Duta Besar (Dubes) Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Swedia Y.M. Bagas R. Hapsoro bertempat di ruang tamu Panglima TNI Jl. Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (5/2/2018). Dalam pertemuan tersebut dibicarakan antara lain membahas diplomasi hubungan kedua negara, kerja sama  di bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan pendidikan.(Mad/Puspen TNI)

RS Patria IKKT Dukung Vision 2020 Right to Sight

sumbawanews.com,- Rumah Sakit Patria IKKT mendirikan Klinik Eye Center dalam rangka mendukung upaya pemerintah untuk mewujudkan  “Vision 2020 Right to Sight” yaitu upaya penanggulangan gangguan penglihatan dan kebutaan agar setiap orang dapat melihat.

 

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum IKKT Pragati Wira Anggini Ibu Nanny Hadi Tjahjanto saat membuka Seminar Kesehatan Mata untuk Dokter Umum di wilayah Jakarta Barat, bertempat di Rumah Sakit Patria Slipi, Jakarta, Selasa (6/2/2018).

 

Lebih lanjut Ketua Umum IKKT Pragati Wira Anggini Ibu Nanny Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa Vision 2020 Right to Sight merupakan sebuah program gabungan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Badan Internasional untuk Pencegahan Kebutaan (IAPB). “Rumah Sakit Patria IKKT mendirikan klinik eye center bekerja sama dengan Rumah Sakit Khusus Mata SMEC, semoga kerja sama ini mampu meningkatkan derajat kesehatan mata masyarakat pada umumnya, terutama kesehatan mata bagi prajurit TNI dan keluarganya serta mampu mendukung upaya pemerintah untuk mewujudkan “Vision 2020 Right to Sight,” katanya.

 

Ketua Umum IKKT Pragati Wira Anggini juga menyampaikan bahwa upaya pemerintah dalam mengatasi gangguan penglihatan dan kebutaan di Indonesia, tidak dapat berjalan tanpa dukungan dari seluruh lapisan masyarakat dan kalangan usaha. “RS Patria IKKT yang berada di bawah naungan organisasi IKKT Pragati Wira Anggini turut berpartisipasi untuk membantu melaksanakan program pemerintah dalam kesehatan mata, mengingat mata memiliki peranan sangat besar. Mata adalah organ tubuh pada diri manusia yang sangat vital sekali karena fungsinya untuk indra penglihatan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ibu Nanny Hadi Tjahjanto menjelaskan bahwa kerusakan mata saat ini juga diperparah oleh kemajuan teknologi informasi, hampir setiap orang pasti sudah memiliki gadget. “Gadget sudah menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat modern, mulai dari laptop, tablet, ponsel atau ponsel pintar, tanpa disadari penggunaan gadget secara terus menerus dapat mengakibatkan berbagai masalah pada mata, seperti mata lelah, merah, penglihatan yang buram, mata kering hingga iritasi ringan,” tutupnya.

 

Sementara itu, dr. Imsyah Satari, SpM dari Sumatera Eye Centre sebagai pembicara yang mengisi seminar kesehatan mata menyampaikan tentang komunikasi guna tingkatkan kepercayaan pasien pada dokter; Dr. dr. Dollar, S.H., M.H., M.M. dari IDI tentang etika kedokteran; dr. Eddy Sulistijanto Hadir, M.M., AAK dari BPJS; dr. Yessica Wilanda, SpM dari Sumatera Eye Center tentang katarak dan cara mudah medeteksinya dan dr. Mia Purnama, M. Biomed, SpM dari Sumatera Eye Center tentang Retinopati Diabetika. (Mad/Puspen TNI)

Kemanunggalan TNI-Rakyat Perkuat Pemberdayaan Ketahanan Wilayah

????????????????????????????????????
????????????????????????????????????

(Puspen TNI). Kemanunggalan TNI dengan Rakyat merupakan hal penting dalam pembinaan teritorial sebagai wujud kesiapan satuan kewilayahan jajaran TNI di wilayah dalam mengimplementasikan tugas-tugas teritorial TNI, sebagai bagian dari wujud memperkuat pemberdayaan ketahanan wilayah.

 

Hal tersebut disampaikan Kasum TNI  Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A. mewakili Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., dihadapan 167 peserta Rapat Koordinasi Teritorial (Rakorter) TNI tahun 2018 di Aula Gatot Subroto Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (6/2/2018).

 

Kepada insan teritorial TNI, Kasum TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan menekankan agar selalu meningkatkan kepekaan dan kewaspadaan sebagai aparat komando kewilayahan untuk dapat membaca dan menilai situasi yang berkembang di daerah.  “Antisipasi sejak dini setiap perkembangan situasi di daerah dan lakukan langkah-langkah yang tepat dan terukur agar situasi tidak berkembang ke arah yang tidak terkendali dan tetap berpegang pada aturan hukum yang berlaku,” tuturnya.

 

Menurut Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, keterlibatan satuan jajaran komando kewilayahan TNI dapat membantu pemerintah daerah dan Polri dalam mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat di daerah.   “Untuk itu, perlu kesiapan satuan dan kepedulian serta kemampuan para komando disamping komando bawah di wilayah masing-masing dalam mengimplementasikan tugas-tugas teritorial TNI sebagai bagian dari wujud pemberdayaan wilayah pertahanan,” ujarnya.

 

Disamping itu, para insan teritorial TNI harus mampu menyikapi secara cerdas terhadap perkembangan lingkungan strategis dan mampu menangkal upaya adu domba, provokasi, penyalahgunaan media sosial, dan serangan cyber dengan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin maju dan  modern. “Prajurit TNI harus mengetahui cara menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama yang berkaitan dengan penggunaan gadget media sosial dan hal-hal yang berkaitan dengan manfaat penggunaan media informasi,” kata Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan.

 

Lebih lanjut Kasum TNI memaparkan bahwa tantangan dan tujuan tugas kedepan tidak semakin ringan, dimana dinamika perubahan lingkungan strategis yang demikian cepat terkait dengan konstelasi global kontemporer dan kompleksitas permasalahan menghadirkan berbagai bentuk ancaman yang bersifat asimetris, proxy dan hibrida akan menjadi semakin sulit untuk diprediksi. “Perkembangan lingkungan strategis agar diteruskan kepada Babinsa setingkat di daerah, baik Angkatan Darat, Angkatan Laut maupun Angkatan Udara,” katanya.

 

Disisi lain pengarahannya, Kasum TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan mengingatkan bahwa tahun 2018 merupakan tahun politik, dimana mulai tanggal 27 Juni 2018 akan dilaksanakan Pilkada serentak yang diselenggarakan di 171 Daerah, terdiri dari 17 Provinsi, 39 Kota dan 115 Kabupaten.  Menurutnya, kondisi tersebut secara otomatis akan meningkatkan suhu politik dan tentunya berpotensi menimbulkan konflik dan kerawanan sosial.  “Hal demikian jangan sampai terjadi, karena dapat mencederai pesta demokrasi nasional bahkan mengoyak ke-bhinneka-an bangsa Indonesia, serta berpengaruh terhadap stabilitas keamanan nasional secara luas” tegasnya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Kasum TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan mengingatkan bahwa TNI mengemban amanat sebagai prajurit profesional, alat pertahanan negara dan bersikap tidak melibatkan diri dalam politik praktis, tidak memihak serta tidak memberikan dukungan kepada salah satu konstestan Pilkada.   “Bagi TNI, netralitas adalah pertaruhan terhadap tetap tegaknya NKRI yang berdasarkan Pancasila, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika, karena netralitas TNI sudah final dan tidak dapat ditawar-tawar lagi,” tegasnya.

 

Rakorter TNI Tahun 2018 yang mengusung tema “Melalui Rakorter TNI Tahun Anggaran 2018 Kita Pelihara Netralitas Dan Kemanunggalan Dengan Rakyat Untuk Mewujudkan TNI Yang Siap Melaksanakan Tugas Pokok”, bertujuan untuk mengevaluasi program kerja dan anggaran bidang teritorial tahun anggaran 2017, mensosialisasikan program kerja dan kegiatan prioritas TA. 2018 serta mensosialisasikan pokok-pokok kebijakan Panglima TNI bidang teritorial. (Badar/Puspen TNI)

Berita Terkini

Pemkot Solo Intervensi Penolakan Pembangunan Gereja

Sumbawanews.com,- Rencana pendirian Gereja Kristen Jawa (GKJ) di Kelurahan Banyuanyar, Surakarta, memicu ketegangan sosial setelah sekelompok warga menolak secara terbuka. Respons cepat pun dilancarkan...

Klakson Dukung Aksi Mahasiswa di Jakarta

Sumbawanews.com,- Jalan Pemuda, Jakarta Timur — Sebuah gelombang suara memecah keheningan siang itu. Klakson mobil dan motor berdentang berulang, seperti irama solidaritas yang mengalir...

Setoran Awal Haji Usul Naik Jadi Rp35 Juta

Sumbawanews.com,- Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mengusulkan kenaikan setoran awal pendaftaran haji dari Rp25 juta menjadi Rp35 juta. Usulan ini masuk dalam...

LG TV Paham Logat Daerah, Jaga Privasi dengan AI Canggih

Sumbawanews.com,- Di tengah maraknya perang teknologi smart TV, LG meluncurkan lini terbaru yang tak hanya menawarkan gambar memukau, tapi juga memahami cara berbicara orang...

TNI Didesak Tarik Diri dari Pengamanan Demo Mahasiswa

Sumbawanews.com,- Amnesty International Indonesia mendesak pemerintah segera menarik pasukan TNI dari pengamanan aksi unjuk rasa mahasiswa di Jakarta, menyusul pengerahan massal aparat militer bersama...

Berita Utama