Home Blog Page 3120

Panglima TNI : Hadapi Dampak Negatif Digitalisasi, Kita Bangun Pemuda Yang Pintar

(Puspen TNI. Sabtu, 24 Februari 2018).  Menghadapi ancaman dampak negatif digitalisasi yang nyata saat ini, bangsa Indonesia harus membangun pemuda-pemuda yang mampu merubah dirinya menjadi pemuda yang pintar dan mampu menghadapi ancaman global.

 

Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. pada acara Silaturahmi dengan Tokoh Masyarakat Malang Raya, bertempat di Auditorium KH. Masjkur Yayasan Sabilillah Malang, Jawa Timur, Jumat malam (23/2/2018).

 

Panglima TNI menyampaikan bahwa kemajuan pesat yang tak terduga di berbagai bidang khususnya bidang digital, computing power, dan analisa data selalu memiliki paradoks yang membuka peluang ancaman. “Beberapa diantaranya yang paling signifikan adalah ancaman siber atau cyber threats, ancaman biologi atau bio-threats dan ancaman kesenjangan atau inequality threats,” ungkapnya.

 

“Bayangkan dengan teknologi digital siber, permasalahan kecil saja bisa dipelintir dan dimasukan ke media Facebook dan Twitter.  Masalah kecil dibesar-besarkan, akhirnya masyarakat menjadi resah,” kata Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

 

Lebih lanjut Panglima TNI  mengatakan bahwa  melalui teknologi digital     dengan memanfaatkan profiling data dan data analisis,  para aktor non state selalu memonitor pemuda-pemuda yang sering buka internet. Kemudian para pemuda tersebut ‘dibina’ menjadi apa yang sekarang kita kenal dengan Lone Wolf atau serigala tunggal.

 

“Saya sangat mendukung pemikiran Yayasan Sabilillah ini, untuk menjadikan Masjid Sabilillah bukan hanya sebagai tempat ibadah tetapi Masjid Sabilillah juga sebagai tempat peradaban. Bagaimana membangun bangsa menjadi bangsa yang unggul, bangsa yang benar-benar mampu menghadapi tantangan global,” ujar Panglima TNI.

 

Selain ancaman siber dan biologi, ancaman kesenjangan ekonomi atau inequality threats saat ini merupakan ancaman yang berdampak signifikan.  Menurut Panglima TNI, ancaman penguasaan ekonomi oleh sekelompok orang akan menghasilkan keberlimpahan  namun tetap merupakan krisis bagi pihak yang tidak memilikinya.  Hal ini berpotensi menciptakan fenomena kesenjangan yang semakin lebar di masyarakat.

 

“Semakin besar kesenjangan ekonomi maka akan semakin banyak tumbuh bentuk-bentuk ekstrimisme, radikalisme dan populisme yang pada akhirnya berusaha mendeligitimasi otoritas pemerintah yang sah,” ungkap Panglima TNI.

 

Panglima TNI menjelaskan untuk mengantisipasi terhadap berbagai spektrum tantangan tersebut aparat keamanan tidak bisa berjalan sendiri, perlu kebersamaan dengan komponen-komponen bangsa lainnya.  “Adanya sinergi yang erat antara TNI dan rakyat tersebut dapat memperkuat ketahanan nasional, sehingga menciptakan stabilitas yang diperlukan dalam melaksanakan pembangunan nasional,” tutupnya. (Badar/Puspen TNI)

Panglima TNI : Jaga dan Tingkatkan Kekompakan TNI dan Polri

(Puspen TNI).  Soliditas dan sinergitas antara TNI-Polri harus terus dijaga dan ditingkatkan, yang sudah bagus dibuat lebih bagus lagi, supaya rakyat Indonesia tahu bahwa TNI dan Polri selalu kompak dalam satu kesatuan untuk menjaga Ibu Pertiwi agar tidak diganggu oleh orang-orang atau kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab.

 

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. saat memberikan pengarahan kepada  300 personel TNI dan Polri di Satuan Radar (Satrad) 221 Kosekhanudnas II, Ngliyep, Malang, Jawa Timur, Jumat (23/2/2018).

 

Lebih lanjut Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa rakyat senang melihat para personel TNI dan Polri selalu kompak dan menunjukkan yang terbaik dalam memberikan keamanan kepada seluruh rakyat Indonesia.  “Inilah yang saat ini sedang terus saya jaga, karena banyak kelompok-kelompok tertentu yang menginginkan soliditas ataupun kekompakan TNI dan Polri itu pecah. Kalau TNI dan Polri sudah pecah, maka negara ini akan mudah dipecah belah,” tuturnya.

 

Di sisi lain pengarahannya, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengingatkan bahwa saat ini banyak berita-berita bohong (hoax) dan tidak ada kebenarannya sama sekali. Untuk itu, para personel TNI dan Polri harus pintar menganalisanya dan tidak asal menge-share berita-berita yang belum tentu benar.

 

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, berita-berita bohong atau hoax merupakan ancaman nyata terhadap keutuhan bangsa Indonesia. Ancaman informasi yang menyesatkan tersebut saat ini sedang  diarahkan ke institusi TNI dan Polri. “Oleh sebab itu, mari sama-sama kita menyikapi situasi ini dengan berpikiran jernih dan terus menganalisa semua berita yang berkembang melalui media sosial,” katanya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto kembali mengingatkan bahwa dalam rangka menyongsong pesta demokrasi Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) serentak tahun 2018 dan Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden tahun 2019, para prajurit TNI harus tetap menjaga netralitas selama pesta demokrasi dan tidak boleh memihak kepada salah satu partai atau kontestan tertentu serta mendukung langkah-langkah Polri agar pelaksanaan pesta demokrasi aman.

 

“Mari kita sukseskan pesta demokrasi, ciptakan dan pertahankan suasana yang aman dan dukung langkah-langkah Polri dalam pengamanan Pemilihan Umum Kepala Daerah 2018 serta Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Umum Presiden tahun 2019,” ujar Panglima TNI.

 

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto berharap semoga komitmen TNI dan Polri dapat terlaksana demi suksesnya pesta demokrasi.  “Netralitas TNI dan Polri adalah harga mati dan tidak bisa ditawar-tawar lagi, harus benar-benar kita hormati,” tegasnya.

 

Di hadapan 300 personel TNI dan Polri, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menekankan kepada seluruh prajurit TNI dimanapun bertugas agar selalu tetap menjaga keutuhan NKRI. “Negara ini harus tetap menjadi negara yang damai tanpa adanya gangguan. Itu adalah tugas kita (TNI dan Polri) semua,” ucapnya.

 

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh prajurit TNI maupun Polri yang ada di wilayah ini. Mudah-mudahan kebersamaan dan kerukunan kita terus terjaga,” tutup Panglima TNI. (Badar/Puspen TNI)

 

Pasukan Perdamaian Indobatt Ikuti Penyuluhan HIV/AIDS di Lebanon

(Pen Konga XXIII-L/Unifil. Jumat,  23  Februari 2018).  Pasukan Perdamaian Satgas Indobatt (Indonesian Battalion) Konga XXIII-L/Unifil  yang tengah melaksanakan Misi PBB, beberapa waktu lalu mengikuti penyuluhan dalam rangka pencegahan dan penyebaran Virus HIV/AIDS yang diselenggarakan oleh UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon), bertempat di Rubb Hall UNP 7-1, Markas Indobatt, Adchit Al-Qusayr, Lebanon Selatan.

 

Penyuluhan HIV/AIDS yang disampaikan oleh Mr. Stephen Talugende (Tanzania) dari Chief HIV/AIDS Officer UNIFIL, meliputi pengenalan tentang HIV dan AIDS termasuk cara penularan dan  pencegahannya, serta perlakuan terhadap penderita dan perkembangan HIV/AIDS itu sendiri dan siapa saja yang dapat terinfeksi penyakit tersebut.

 

Sejauh ini jumlah penderita HIV/AIDS cenderung semakin bertambah dan belum ditemukan obatnya,  namun  hanya  ada  obat yang digunakanan untuk memperpanjang usia penderita yang disebut Post Exposure Prophylactic (POP).   “Pentingnya menjaga kesetiaan dengan pasangan masing-masing dan mengetahui kondisi satu sama lain bahwa mereka tidak terinfeksi HIV/AIDS, serta melakukan hubungan seks secara sehat,” kata Mr. Stephen Talugende.

 

Lebih lanjut Mr. Stephen Talugende menyampaikan bahwa penderita HIV/AIDS bukan orang yang harus dijauhi atau diisolasi, namun mereka masih dapat berinteraksi dengan masyarakat serta mendapatkan pekerjaan yang layak apabila seorang penderita dapat melakukan pengobatan secara dini  dan mengerti tata cara perlakuan terhadap HIV/AIDS.

 

Menurut Mr. Stephen Talugende, satu-satunya cara untuk mengetahui apakah seseorang tertular atau tidak Virus HIV/AIDS   adalah dengan melalui  pemeriksaan darah.  “Tindakan paling efektif agar tidak tertular HIV adalah dengan menghindari seks bebas atau berganti-ganti pasangan, tukar menukar jarum suntik dan penyalahgunaan narkotika,” ucapnya.

 

HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) bisa menular pada pasangan homoseksual maupun heteroseksual, dan HIV/AIDS tidak dapat menular melalui sentuhan, pelukan atau ciuman.  “Program penyuluhan HIV/AIDS wajib diberikan kepada seluruh Peacekeepers guna membantu UNIFIL dalam menekan laju penularan Virus HIV dan AIDS di daerah operasi, seperti Lebanon ini,” tutur Mr. Stephen Talugende.

 

Diakhir penyuluhannya, Mr. Stephen Talugende menyampaikan bahwa HIV/AIDS merupakan epidemik yang mengancam masyarakat dunia. Menurut penelitian badan PBB untuk HIV/AIDS  yaitu UNAIDS pada tahun 2017 menyampaikan bahwa, tidak ada satupun negara di dunia yang terbebas dari penyakit HIV/AIDS.  “UNIFIL berharap dengan penyuluhan HIV/AIDS  tersebut dapat dijadikan sebagai informasi dan pengetahuan tentang penularan dan pencegahan Virus  HIV/AIDS   serta  dapat ditekan penyebarannya,” tutupnya.

 

Pada kesempatan yang sama, Dansatgas Indobatt Konga XXIII-L/Unifil Letkol Inf Arfan Johan Wihananto, S.I.P mengatakan bahwa penyuluhan masalah HIV/AIDS bagi prajurit TNI yang sedang bertugas sebagai Peacekeepers (Pasukan Perdamaian) di Lebanon sangat penting mengingat mereka yang jauh dari keluarga, tidak menutup kemungkinan akan berbuat hal-hal yang dapat merusak diri dan keluarga mereka bahkan satuan dimana mereka bertugas.

 

Dansatgas Indobatt Konga XXIII-L/Unifil Letkol Inf Arfan Johan Wihananto berharap, dengan adanya penyuluhan HIV/AIDS dari UNIFIL, prajurit TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda dapat terhindar dari bahaya HIV/AIDS, agar semasa penugasan maupun pasca tugas tidak ada satupun personel Indobatt XXIII-L yang terinfeksi virus tersebut.

 

“Yang harus kita pedomani adalah perkuat Iman dan Taqwa, patuhi semua aturan dan jangan sekali-kali melanggarnya. Ingat, keluarga tercinta menanti kepulangan kita dirumah,” ujar Letkol Inf Arfan Johan Wihananto.

 

Pada akhir kegiatan penyuluhan, Mr Stephen Talugende dan Tim HIV/AIDS Officer UNIFIL membagi-bagikan Pin Simbol Anti HIV/AIDS kepada Peacekeepers yang sudah dan mengikuti penyuluhan tersebut. (Badar/Puspen TNI)

Berita Foto : Ketum Dharma Pertiwi Serahkan Bantuan Benih Tanaman

(Puspen TNI).   Ketua Umum (Ketum) Dharma Pertiwi Ibu Nanny Hadi Tjahjanto didampingi Ketum PIA Ardhya Garini, Ketua Persit Kartika Chandra PD V/BRW dan Ketua Daerah Jalasenastri Armatim, menyerahkan bantuan berupa benih tanaman Cabai, Terong dan Tomat yang diterima langsung oleh Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 3/D II Lanud Abd Saleh, dilanjutkan mengunjungi TK Angkasa Batalyon Komando (Yonko) Paskhas 464/Nanggala Lanud ABD Saleh di Malang, Jawa Timur, Jumat (23/2/2018).

Usai melaksanakan kegiatan di Yonko Paskhas 464/Nanggala, Ketum Dharma Pertiwi Ibu Nanny Hadi Tjahjanto beserta rombongan meninjau Rumah Sakit TNI Dr. Muhammad Munir. (Badar/Puspen TNI)

Panglima TNI : PPRC TNI Siap Digerakkan ke Berbagai Wilayah NKRI

sumbawanews.com,- Tantangan tugas TNI kedepan tidak semakin ringan dihadapkan dengan fenomena global yang menghadirkan berbagai bentuk ancaman kedaulatan negara. Hal ini menuntut kesiapsiagaan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI yang tinggi, untuk selalu siap setiap saat digerakkan ke berbagai wilayah NKRI.

 

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. saat memimpin upacara Alih Kodal PPRC TNI dari Panglima Divisi Infanteri 1 Kostrad Mayjen TNI Ainnurohman kepada Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad Mayjen TNI Agus Suhardi, bertempat di Taxi Way Lanud Abdul Rahman Saleh, Malang, Jawa Timur, Jumat (23/2/2018).

 

“PPRC TNI harus mengikuti secara terus-menerus setiap perkembangan situasi yang mengemuka agar dapat menyiapkan langkah antisipasi yang cepat dan tepat. Jaga pelihara dan kuatkan Jiwa Korsa Prajurit PPRC TNI baik dalam hubungan perorangan maupun satuan dalam mendukung kesiapsiagaan dan mobilitas yang tinggi,” ujar Panglima TNI.

 

Panglima TNI menegaskan bahwa TNI sebagai alat negara dan komponen utama pertahanan negara merupakan garda terdepan dan benteng terakhir bangsa, dituntut mampu mempersiapkan diri secara profesional dengan mobilitas tinggi guna menghadapi berbagai bentuk ancaman kedaulatan dan keutuhan wilayah serta keselamatan bangsa.

 

Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa PPRC TNI merupakan Komando Tugas Gabungan TNI yang dibentuk secara khusus dan berkedudukan langsung di bawah Panglima TNI. “PPRC TNI bertugas untuk melaksanakan tindakan reaksi cepat terhadap berbagai ancaman nyata yang terjadi dalam rangka menangkal, menindak awal dan menghancurkan kekuatan musuh yang mengancam NKRI,” katanya.

Lebih lanjut Panglima TNI menjelaskan bahwa dalam melaksanakan tugas pokoknya PPRC TNI memfokuskan kekuatan wilayah darat tertentu guna melaksanakan operasi sendiri ataupun membantu pelaksanaan operasi yang dilaksanakan oleh Komando Operasi TNI lainnya, baik dalam rangka melaksanakan Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

 

“Tugas PPRC TNI mempunyai pedoman yang sangat melekat yaitu cepat dalam melaksanakan manuver atau gerakan tepat dalam menuju sasaran strategis dan wilayah tertentu serta singkat dalam proses dan waktu yang dibutuhkan,” ungkapnya.

 

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, untuk mempersiapkan personel PPRC TNI harus melalui beberapa tahap pendidikan dan latihan guna membentuk prajurit TNI yang berjiwa satria, militan, loyal dan profesional serta dilengkapi perlengkapan Alutsista yang modern, sehingga dapat melaksanakan tugasnya secara optimal, sebagaimana yang telah diamanatkan dalam konstitusi.

 

Diakhir amanatnya, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menekankan agar tingkatkan terus kemampuan dan profesionalisme prajurit PPRC TNI melalui berbagai kegiatan latihan yang kreatif dan inovatif, namun tetap terprogram dan terukur dengan baik. “Pelihara kesiapan Alutsista yang dimiliki, sehingga setiap saat siap memberikan daya dukung yang optimal terhadap berbagai tugas strategis yang diberikan kepada PPRC TNI,” imbuhnya.

 

Usai upacara Alih Kodal PPRC TNI, Panglima TNI dihadapan awak media menyampaikan bahwa pada Renstra kedua TNI tahun 2014 s.d. 2019 dalam rangka memenuhi Minimum Essential Force (MEF), program pembangunan kekuatan TNI berencana akan segera membentuk satuan yaitu pembentukan Markas Komando Divisi Infanteri 3/Kostrad, Markas Komando Pasmar 3 Korps Marinir dan Markas Komando Operasi Angkatan Udara (Makoopsau) 3 di Papua Barat. “Semua kesatuan baru ini untuk memitigasi berbagai ancaman dan akan kita konsentrasikan untuk operasional di wilayah timur Indonesia,” ujarnya.

 

“Wilayah tengah dan timur Indonesia saat ini perlu gelar kekuatan satuan tempur TNI dan rencana program pembangunan kekuatan TNI sudah sesuai dengan Rencana Strategis (Renstra) kedua TNI,” tutur  Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

 

Turut hadir dalam acara tersebut, Kasad Jenderal TNI Mulyono, Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, Wakasal Laksdya TNI Achmad Taufiqoerrochman, Pangkostrad Letjen TNI Agus Kriswanto, Dankodiklat TNI AD Letjen TNI Andika Prakasa, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman, Pangarmatim Laksda TNI Didik Setiyono, S.E., M.M. dan Wakapolda Jatim Brigjen Polisi Awan Samudra. (Mad/Puspen TNI)

Panglima TNI : Soliditas TNI dan Polri Demi NKRI

(Puspen TNI. Jumat, 23 Februari 2018).  Saat ini soliditas dan sinergitas antara TNI dan Polri harus tetap terjaga, sehingga menghasilkan sinergi dalam mewujudkan stabilitas nasional yang Insya Allah akan bisa dipertahankan sampai kapanpun. demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

 

Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Marsekal  TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. pada acara makan malam bersama personel TNI dan Polri serta Ibu-Ibu Dharma Pertiwi wilayah Malang, bertempat di Aula Skodam Brawijaya, Jl. Tugu Malang, Jawa Timur, Kamis malam (22/2/2018).

 

Panglima TNI Marsekal  TNI Hadi Tjahjanto menegaskan bahwa, personel TNI dan Polri semuanya bersatu dan bahu membahu demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.  “Mari kita bangun soliditas di antara segenap prajurit TNI dan Polri.  Kita tidak akan bisa membangun sinergi dengan komponen bangsa lainnya, bila kita tidak mampu mewujudkan solidaritas diantara kita sendiri,” ujarnya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI menyampaikan bahwa sampai dengan saat ini institusi TNI dan Polri, dinilai sebagai institusi yang mendapatkan tingkat kepercayaan publik tertinggi. “Mari sama-sama menjaga kepercayaan yang diberikan rakyat kepada kita (TNI dan Polri),” tegasnya.

 

Disisi lain, Panglima TNI Marsekal  TNI Hadi Tjahjanto mengingatkan bahwa dalam pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) pada pertengahan tahun 2018 ini, Prajurit TNI agar mendukung Polri dalam mengamankan pesta demokrasi tersebut.  Disamping itu, personel TNI dan Polri harus mampu mengamankan serta menjaga integritas dan soliditas  kedua institusi dengan tetap menjaga netralitas.

 

Terkait pelaksanaan Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Umum 2019, Panglima TNI Marsekal  TNI Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa sangat memungkinkan di sekitar lingkungan masyarakat yang menggunakan media sosial mempengaruhi dengan berita hoax maupun ujaran kebencian.  “Untuk itu, mari kita sama-sama mengantisipasi hal tersebut, demi terlaksananya pesta demokrasi yang aman dan sukses,” ucapnya.

 

Dihadapan personel TNI dan Polri, Panglima TNI Marsekal  TNI Hadi Tjahjanto juga menekankan agar tidak ada prajurit TNI dan Polri termasuk Purnawirawan TNI-Polri dan keluarganya yang memanfaatkan satuan maupun fasilitas TNI-Polri, dalam mendukung pelaksanaan Pemilukada 2018 maupun Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Umum 2019.

 

“Semoga apa yang menjadi komitmen kita bersama, dapat terlaksana demi suksesnya pesta demokrasi. Netralitas TNI dan Polri adalah harga mati dan tidak bisa ditawar-tawar lagi, harus benar-benar kita hormati,” tutup Panglima TNI. (Badar/Puspen TNI)

Jaga Kesatrian, Personel Bakamla RI Bersihkan Lingkungan Kantor

sumbawanews.com,- “Kebersihan sebagian dari iman, mari kita jaga iman kita dengan menjaga kebersihan lingkungan sekitar kita”, hal itu diucapkan Plt. Kepala Biro Umum Bakamla RI Kolonel Marinir Sandy M. Latief saat berbaur dan memimpin langsung kegiatan membersihkan lingkungan sekitar Kantor Pusat Bakamla RI di Gedung Perintis Kemerdekaan, Jalan Proklamasi No. 56, Jakarta Pusat, Jumat (23/2/2018).

 

Kegiatan bersih-bersih yang didampingi pula oleh Kabag Kepegawaian Bakamla RI Kolonel Marinir Budi Santoso, S.H., M.AP. ini dilakukan bukan hanya di lingkungan dalam kantor, namun juga hingga ke lingkungan luar sekitar kantor, mulai depan gerbang hingga mengelilingi kompleks gedung yang dulu juga disebut Gedung Pola.

 

Hal ini penting dilakukan guna mengenal lingkungan sekitar, tetangga sekitar, dan upaya untuk membina hubungan baik dengan masyarakat sekitar. Sebagaimana yang dikatakan Kasubbag Rumga Bakamla RI Mayor Marinir Zaini, bahwa untuk menjaga kesatrian Bakamla RI perlu mengenal dan menjaga hubungan baik dengan lingkungan dan masyarakat sekitar kita.

 

Sebelumnya, acara diawali dengan senam pagi peregangan dipimpin Serda Fatkul Munir yang merupakan staf Humas, dan diikuti puluhan pegawai Bakamla RI, dilanjutkan jalan santai mengelilingi kesatrian Bakamla RI. Menyambung sesi pagi itu, personel melaksanakan kerja bakti membersihkan lingkungan.

 

Dengan rutinitas seperti ini seminggu sekali maka selain kebersihan lingkungan kesatrian Bakamla RI bisa terjaga dengan baik, personel juga memiliki waktu yang bermanfaat di sela-sela kesibukan pekerjaan sehari-hari untuk mendapatkan tubuh yang sehat dan pikiran yang segar. (Mad/Puspen TNI)

Kasum TNI : Ulama Berperan Penting Jaga ke-Bhinneka-an

(Puspen TNI).  Perjuangan mewujudkan dan mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia, tidak lepas dari peran para Ulama/Kyai dan Santri di seluruh wilayah Indonesia. Saat ini para Ulama/Kyai dan Santri bersama-sama dengan TNI berperan penting dalam menyatukan visi dan misi rakyat untuk menjaga ke-Bhineka-an dan keutuhan NKRI.

 

Hal tersebut disampaikan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A. mewakili Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., dihadapan 150 Ulama/Kyai dan Santri dari 34 propinsi peserta Dzikir Kebangsaan dan Rakernas I Majelis Dzikir Hubbul Wathon, dengan tema “Memperkokoh Komitmen Islam Kebangsaan Menuju Orde Nasional”, bertempat di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (22/2/2018).

 

Lebih lanjut Kasum TNI mengatakan bahwa peran serta Ulama/Kyai dan Santri dalam menyikapi hal-hal yang bersifat fanatisme, anarkisme dan radikalisme sangat diharapkan untuk bisa memberikan ketenangan kepada generasi muda dan masyarakat.  “Indonesia adalah negara besar dengan jumlah penduduknya besar, beragam agama, memiliki banyak suku dan bahasa yang berbeda-beda, sehingga faktor perbedaan itu sangat tinggi dan rentan menjadi pemicu konflik SARA,” ujarnya.

 

“Semangat para Ulama/Kyai dan Santri tentunya tidak akan pernah padam dalam menjaga kebhinnekaan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), karena sudah menjadi bagian atau elemen yang terpatri dalam jiwa patriotisme dan nasionalisme,” kata Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan.

 

Dalam kesempatan tersebut, Kasum TNI menyampaikan bahwa pada tanggal 8 sampai 10 Februari 2018 yang lalu telah diadakan musyawarah besar pemuka agama untuk kerukunan bangsa.  Musyawarah tersebut telah menghasilkan kesepakatan, antara lain berbunyi bahwa NKRI berdasarkan Pancasila, Indonesia yang ber-Bhinneka Tunggal Ika, pemerintah yang sah berdasarkan konstitusi dan pemilu demokratis.

 

Di sisi lain, Kasum TNI mengingatkan bahwa tahun 2018 akan dilaksanakan Pilkada Serentak di 171 daerah, terdiri dari 17 Provinsi, 39 Kota, dan 115 Kabupaten.  Menurutnya, kondisi tersebut tentunya meningkatkan suhu politik, berpotensi menimbulkan konflik horizontal maupun vertikal.  “Apabila ancaman-ancaman tersebut terus dibiarkan berlarut, tentu akan mengancam dan menghancurkan bangsa Indonesia. Untuk itu, pelibatan TNI dalam tugas-tugas pengamanan pelaksanaan Pilkada Serentak tahun 2018 disesuaikan dengan Peraturan Panglima TNI tentang Netralitas TNI,” jelasnya.

 

Menurut Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, dihadapkan dengan Pilkada Serentak tahun 2018 dan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden/Wakil Presiden tahun 2019 yang akan diselenggarakan serentak di seluruh wilayah Indonesia, dimungkinkan akan terjadi adanya kecurangan dalam penghitungan suara di masing-masing daerah yang dilakukan oleh kelompok tertentu demi kepentingan pribadi atau golongannya.

 

“Hal tersebut akan menimbulkan terjadi kerusuhan yang mengarah kepada konflik sosial yang dapat merugikan kepentingan bangsa dan negara.  Kita harus waspada dan mampu menyikapi kondisi tersebut demi suksesnya pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2018 serta Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden, Wakil Presiden tahun 2019,” tutup Kasum TNI. (Badar/Puspen TNI)

Sestama Bakamla RI Pimpin Rapat Finalisasi Grand Design

sumbawanews.com,- Sekretaris Utama Bakamla RI Marsda TNI Widiantoro, M.B.A. memimpin Rapat Finalisasi Grand Design Bakamla RI, di Ruang Rapat Lt. 2 Kantor Pusat Bakamla RI, Gedung Perintis Kemerdekaan, Jalan Proklamasi No. 56, Kamis (22/2/2018).
Hadir selaku pemapar,  Dekan Fakultas Hukum Universitas Indonesia Prof Melda Kamil Ariadno, S.H., LL.M., Ph.D dan  Dr. Jupriyanto, S.T., M.T., yang merupakan Dosen Fakultas Teknologi Pertahanan, Unhan. Keduanya tergabung sebagai tenaga ahli dalam tim penyusunan Grand Design di Lingkungan Bakamla RI TA. 2018. Berdasarkan Keputusan Kepala Bakamla RI Nomor 34 tahun 2018, Prof Melda Kamil sebagai tenaga ahli bidang Organisasi dan Tata Kerja, dan Dr. Jupriyanto selaku tenaga ahli bidang Teknologi dan Sarpras. Hadir pula Perencana Muda, Bappenas, Bogat Widyatmoko, S.E., M.A. sebagai anggota tim ahli bidang Organisasi dan Tata Kerja.
Grand design Bakamla RI disusun dengan mempertimbangkan dua hal, yaitu dalam rangka mencapai tujuan pembangunan nasional di bidang pertahanan dan keamanan khususnya keamanan laut, serta untuk lebih mempertajam pelaksanaan pembangunan keamanan laut yang berkualitas, lengkap, akurat, relevan, mutakhir, dan berkesinambungan sebagai acuan dasar dalam perencanaan pembangunan nasional.
Sejak ditetapkan pada 2 Februari 2018, dalam waktu singkat tim penyusun telah berhasil merumuskan konsep Grand Design Bakamla, dan dibahas dalam rapat finalisasi tersebut dengan garis besar pokok-pokok Grand Design Bakamla RI meliputi tiga hal yaitu :
Pertama tentang Organisasi dan Manajemen, mencakup tugas pokok, fungsi dan kewenangan Bakamla RI, visi, misi, dan tujuan Bakamla RI, struktur organisasi, serta sasaran strategis 2018 – 2045.
Kedua tentang Grand Design Sumber Daya Manusia Bakamla RI dalam rentang 2018 – 2045 yang dibagi kedalam roadmap empat hingga tujuh tahunan dengan implikasi akhir  terbinanya pegawai dengan caliber tinggi yang dapat menjadi asset organisasi.
Ketiga yaitu Teknologi dan Sarana Prasarana, yang mencakup empat tingkat kemampuan operasional, yaitu kemampuan menerima dan menganalisis semua kejadian yang berlangsung di zona perairan, memberikan saran penindakan ke pemangku kepentingan lain di zona perairan, mengendalikan keamanan di zona perairan, dan kemampuan memberikan pelayanan public bersama dengan pemangku kepentingan lain di zona perairan.
Rapat dihadiri pula oleh Deputi Jakstra Irjen Pol Arifin, M.H., Inspektur Brigjen Pol Drs. Sarono, M.H. , Kepala Biro Sarpras Laksma TNI Tugas Eko Santoso, Direktur Strategi Laksma TNI Muspin Santoso, S.H., M.Si (Han), Direktur Latihan Laksma TNI Eko Jokowiyono, S.E., M.Si., Direktur Hukum Brigjen TNI Sulendra, S.H., Direktur Operasi Udara Maritim Laksma TNI Guntur Wahyudi, serta beberapa pejabat eselon 3 dan 4 terkait. (Mad/Puspen  TNI)

Ketum Dharma Pertiwi Tinjau Posyandu dan TK Kartika Ceria Pusdik Arhanud

sumbawanews.com,- Ketua Umum (Ketum) Dharma Pertiwi Ibu Nanny Hadi Tjahjanto  melakukan peninjauan ke Posyandu Kemuning Pusdik Arhanud dan Pos Gebyar TK Kartika Ceria 2018 yang bertema Menanamkan Cinta Tanah Air Sejak Usia Dini Demi Terwujudnya Generasi Emas Yang Gemilang bertempat di Pusdik Arhanud Ds. Pendem Kec. Junrejo Kota Batu Malang, Jawa Timur, Kamis (22/2/2018).

 

Pada Kesempatan tersebut, Ketua Umum Dharma Pertiwi Ibu Nanny Hadi Tjahjanto meninjau secara langsung kegiatan rutin di posyandu yaitu pelayanan kesehatan anak seperti timbang badan, penyuluhan dari tenaga kesehatan dan pendidikan kesehatan bagi anak bawah lima tahun (Balita) serta melihat proses pembelajaran anak-anak TK Kartika X-5 Pusdikarhanud Gema Bhuana Sakti.

Selanjutnya Ketua Umum Dharma Pertiwi Ibu Nanny Hadi Tjahjanto meyerahkan   400 paket bibit tanaman Holtikultural kepada tiga satuan jajaran Arhanud  yaitu Pusat Pendidikan, Depo Pemeliharaan dan Politeknik AD berupa Pupuk Phonska, Benih tanaman Cabe,  Benih tanaman Tomat, Benih tanaman Terong dan lain-lain serta Polibag. (Mad/Puspen TNI)

Berita Terkini

Sidang Tuntutan Bos Blueray Digelar 22 Juni

Sumbawanews.com,- Jakarta – Sidang tuntutan terhadap tiga pejabat Blueray Cargo dalam kasus suap impor senilai Rp63,1 miliar akan berlangsung pada Senin, 22 Juni 2026,...

Dukung Larangan Tanam Jagung di Kawasan Hutan, GARDA SATU NTB Minta Bupati Tertibkan Tambang...

Sumbawa Besar, sumbawanews.com - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GARDA SATU Kabupaten Sumbawa, M Jabar menghormati langkah Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam menjaga kelestarian lingkungan dan...

Presiden Jerman Kunjungi Indonesia untuk Perkuat Kemitraan Strategis

Sumbawanews.com,- Jakarta — Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada 15 Juni 2026, dalam upaya memperdalam kemitraan strategis kedua negara...

Mahasiswa Bubar, Sudirman Kembali Lancar Menuju HI

Sumbawanews.com,- Polisi mulai membuka ruas Jalan Jenderal Sudirman arah Bundaran Hotel Indonesia pada Jumat malam, 12 Juni 2026, setelah massa aksi mahasiswa secara bertahap...

TNI Dikerahkan Amankan Demo Mahasiswa, Koalisi Sipil Protes

Sumbawanews.com,- Jakarta — TNI dikerahkan untuk mendukung pengamanan aksi demonstrasi mahasiswa di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta, pada Jumat (12/6), meski aksi yang semula...

Berita Utama