Home Blog Page 2757

Yonif 411 Kostrad Semprot Disinfektan dan Bagikan Masker di Pelabuhan Merauke

(Merauke). Dalam rangka menyambut HUT Batalyon ke-53 pada tanggal 1 Juni 2020, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 411/Pdw Kostrad kembali menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) Merauke dalam memutus mata rantai Virus Corona atau Covid-19, di area Pelabuhan Merauke.

 

Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif 411 Kostrad Mayor Inf Rizky Aditya S.Sos., M.Han. dalam rilis tertulisnya di Merauke, Papua, Minggu (31/5/2020) mengatakan bahwa berbagai upaya terus dilakukan untuk mencegah dan memutus mata rantai penularan wabah pandemi Covid-19 di wilayah Kabupaten Merauke, salah satunya melalui kegiatan penyemprotan cairan disinfektan dan pembagian masker kepada masyarakat di Pelabuhan Merauke.

 

Hal inilah yang dilakukan oleh Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 411 Kostrad bekerjasama dengan PMI Merauke, sebagai rangkaian bakti sosial menyambut HUT ke-53 Yonif Mekanis Raider 411/Pdw Kostrad, yang bertema “Peduli Sesama Melawan Covid-19”.

 

“Kita (Satgas) kembali menggandeng PMI Merauke dalam melaksanakan kegiatan penyemprotan disinfektan dan pemberian masker kepada pekerja dan warga di area Pelabuhan Merauke guna memutus mata rantai Covid-19, Sabtu(30/5/2020) pagi,” ungkapnya.

 

Kegiatan tersebut melibatkan 15 personel Pos Kalan yang dipimpin Pasilog Satgas Lettu Inf Ferdi Agus Darmawan, enam orang petugas PMI Merauke dipimpin Ketua Unit Transfusi Darah PMI Merauke dr. Milka Tabaubun dan juga dibantu anggota Polsek Pelabuhan Merauke. “Sinergitas yang terjalin dalam kegiatan ini merupakan wujud kebersamaan serta komitmen untuk bersama-sama mencegah penyebaran Virus Corona,” kata Dansatgas.

 

Selain penyemprotan disinfektan, ketika membagikan masker juga disampaikan himbauan kepada masyarakat untuk tidak lelah menjaga kebersihan, physical distancing, rajin mencuci tangan terkait upaya memutus mata rantai Covid-19.

 

“Mudahan-mudahan rangkaian kegiatan bakti sosial menjelang HUT ke-53 Yonif Mekanis Raider 411/Pdw Kostrad dapat bermanfaat bagi orang lain, seraya sama-sama kita berdoa semoga pandemi ini cepat berlalu dan dapat normal kembali,” tutup Dansatgas.

 

Sementara itu, masyarakat yang bekerja di area Pelabuhan Merauke merasa bersyukur dan berterima kasih atas perhatian dan kepedulian dari Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 411/Pdw Kostrad dan PMI Merauke.

 

“Terima kasih Bapak-bapak TNI atas perhatian kepeduliannya kepada kami, tak lupa kami ucapkan selamat hari ulang tahun ke-53 Yonif Mekanis Raider 411/Pdw Kostrad, semoga semakin jaya dan selalu dicintai rakyat,” ucap Roni salah satu pekerja di Pelabuhan Merauke. (Bdr)

 

Danrem 162/WB Gowes Beserta Jajaran Melaksanakan Sidak Pos Pengamanan Lebaran Ketupat

Mataram – Lebaran ketupat atau lebaran topat bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat khususnya masyarakat Lombok merupakan tradisi yang dilaksanakan seminggu setelah Perayaan Idul Fitri. Dalam perayaannya biasanya tempat-tempat wisata ramai dikunjungi masyarakat tua muda.

Terkait dengan itu, Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., didampingi Danyonif 742/SWY, Kapenrem 162/WB dan Pasi Korem melaksanakan pemantauan dengan bersepeda santai di beberapa Pos Pengamanan Idul Fitri dan Lebaran Topat di wilayah Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat.

Pada kesempatan tersebut, Danrem memberikan apresiasi dan arahan kepada aparat Satgas Pam Lebaran Ketupat agar tetap semangat dan mempedomani protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dalam melaksanakan tugas.

“Alhamdulillah hari ini kita masyarakat Lombok melaksanakan lebaran topat seminggu setelah lebaran Idul Fitri,” ungkap Danrem.

Dijelaskannya, pihaknya sengaja melihat beberapa pos pengamanan untuk memastikan dan menyakinkan kondisi terakhir pelaksanaan lebaran ketupat khususnya di Pospam daerah wisata mengingat daerah wisata sebagai pilihan utama masyarakat Lombok dalam perayaan lebaran topat.

Selain itu, orang nomor satu di jajaran Korem tersebut juga mengimbau seluruh masyarakat untuk perayaan lebaran topat di rumah saja Bersama keluarga dan tidak ketempat-tempat wisata dengan harapan dapat memutus penyebaran dan penularan virus corona atau corona virus desease (covid-19).

“Jadi mari kita rayakan lebaran topat bersama keluarga di rumah saja untuk menghindari adanya kerumunan massa yang dapat menularkan Covid-19 satu dengan yang lainnya, ingat Kesehatan itu mahal jika sudah sakit,” ajaknya.

Adapun jarak yang akan ditempuh sekitar 25 km dengan dua etape yang dilewati oleh Danrem bersama rombongan yakni etape pertama dari Rumah Dinas menuju jalan Udayana-Tugu pesawat Ex Bandara-Simpang Rembiga-Simpang Pasar Gunungsari-Koramil Gunungsari dan etape kedua dari Koramil Gunungsari-Simpang tiga Montong-Jembatan Meninting-Makam Bintaro-Simpang tiga Kebon Roek-Kota Tua-Malomba-Koramil Ampenan-Loang Balok-Pos Tembolak-Makorem dengan sasaran Pospam Udayana,Pospam Depan Ex Bandara, Pospam Simpang Gunungsari, Pospam Montong, Titik Pam Makam Bintaro, Titik Pam Kota Tua, Titik Pam Loang Balok dan Pospam Tembolak.

Amankan Lebaran Topat, Dandim 1606/Lobar Pastikan Beberapa Lokasi Wisata Tidak Dikunjungi

Mataram – Dandim 1606/Lobar bersama Kapolresta Mataram, Pasi Ops Kodim Lobar, Kabag Ops Polresta Mataram, Dan unit Intel Kodim Lobar, Danramil Ampenan, Kapolsek Ampenan, Danramil Narmada dan Kapolsek Narmada, mendatangi beberapa lokasi wisata yang ada di wilayah Kota Mataram, menghadapi Lebaran Topat. Sebelumnya dilaksanakan persiapan di Polresta Mataram, Jalan Langko Kota Mataram, Sabtu (30/5/2020).

Pada kesempatan tersebut, Dandim 1606/Lobar Kolonel Czi Efrijon Kroll, S.IP. M.M, mengatakan, bahwa Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengecek dan memastikan situasi di beberapa tempat wisata yang telah ditutup sejak beberapa hari lalu aman dan kondusif, sehingga pada perayaan lebaran Topat esok hari tidak ada masyarakat yang berkunjung guna memutuskan rantai penyebaran covid-19 di wilayah kota Mataram.

“Mengingat pandemi Covid-19 ini belum usai dan bahkan beberapa hari terakhir mengalami peningkatan kasus positif, maka kami harus memastikan wilayah Kota Mataram aman dan kondusif menjelang Lebaran Topat,” jelasnya.

Selain itu, Dandim juga menyampaikan, bahwa pihaknya sudah berkordinasikan kepada Kapolresta Mataram terkait pengalihan arus untuk mengantisipasi masyarakat dari luar kota Mataram masuk ke lokasi wisata yang ada di wilayah kota Mataram, untuk mencegah terjadinya kerumunan masyarakat, sehingga penyebaran covid-19 dapat diminimalisir dan dicegah.

Terakhir, Dandim mengimbau kepada seluruh masyarakat, agar mengikuti imbauan pemerintah melaksanakan lebaran Topat di rumah saja bersama dengan keluarga masing-masing, tidak perlu berkunjung ke tempat saudara ataupun keluarga yang lain ataupun ke tempat-tempat wisata dan makam yang biasanya dikunjungi saat lebaran Topat, tetap mengikuti protocol kesehatan, melaksanakan social dan physical distancing, rajin mencuci tangan dengan sabun atau handsanitizer, menggunakan masker demi keamanan dan keselamatan diri, keluarga dan sesame dari bahaya penyebaran covid-19.

Sebelumya, Dandim Lobar bersama Kapolresta Mataram beserta rombongan melaksanakan pemantauan ke Pasar Kobon Roek Ampenan, Makam Bintaro Ampenan dan makam Maulana Zehk Abdul Razak serta mengecek posko karantina pasien Covid-19 di Wisama Nusantara Mataram.

NTB, 42 Positif Baru Covid-19, Saptu (30/5) Total Positif 636.

MATARAM-SUMBAWANEWS.COM,-Malam ini, Sabtu 30 Mei 2020, bertambah lagi kasus baru positif Covid di NTB. Berdasarkan hasil pemeriksaan Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium TCM RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RS UNRAM, dan Laboratorium TCM RSUD HL. Manambai Abdulkadir, tercatat 42 kasus baru positif dari 375 sampel. Adalah

Pasien nomor 595, an. Ny. BJW, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Terara, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur. Pasien kontak dengan orang bergejala Covid-19. Pasien nomor 596, an. Tn. K, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram.

Pasien kontak dengan orang bergejala Covid-19. Pasien nomor 597, an. Tn. ASB, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Punia, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien kontak dengan orang bergejala Covid-19.

Pasien nomor 598, an. Ny. ARO, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pasien kontak dengan orang bergejala Covid-19.

Pasien nomor 599, an. Tn. D, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit maupun kontak dengan orang sakit Covid-19.

Pasien nomor 600, an. Ny. W, perempuan, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Pejarakan Karya, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien kontak dengan pasien Covid-19 nomor 398.

Pasien nomor 601, an. Tn. I, laki-laki, usia 64 tahun, penduduk Desa Tanak Beak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Pasien kontak dengan pasien Covid-19 nomor 509.

Pasien nomor 602, an. Ny. SS, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien kontak dengan pasien Covid-19 nomor 418.

Pasien nomor 603, an. Ny. M, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Rungkang, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien kontak dengan orang bergejala Covid19.

Pasien nomor 604, an. Tn. LA, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Desa Batujai, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien kontak dengan orang bergejala Covid-19.

Pasien nomor 605, an. Ny. YUNS, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Praya, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien kontak dengan orang bergejala Covid-19.

Pasien nomor 606, an. Tn. H, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Desa Janapria, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien kontak dengan orang bergejala Covid-19.

Pasien nomor 607, an. Tn. J, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Desa Kidang, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien kontak dengan orang bergejala Covid-19.

Pasien nomor 608, an. Ny. YH, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Pelambik, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien kontak dengan orang bergejala Covid19.

Pasien nomor 609, an. Ny. M, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Desa Praya, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien kontak dengan orang bergejala Covid-19.

Pasien nomor 610, an. Ny. LNSW, perempuan, usia 46 tahun, penduduk Desa Batujai, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien kontak dengan orang bergejala Covid19.

Pasien nomor 611, an. Tn. S, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Desa Praya, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien kontak dengan orang bergejala Covid-19.

Pasien nomor 612, an. Ny. RO, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Darek, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien kontak dengan orang bergejala Covid19.

Pasien nomor 613, an. Ny. H, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Pejanggik, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien kontak dengan orang bergejala Covid19.

Pasien nomor 614, an. Tn. MA, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Desa Janapria, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien kontak dengan orang bergejala Covid19.

Pasien nomor 615, an. An. QGH, perempuan, usia 14 tahun, penduduk Kelurahan Banjar, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien kontak dengan orang sakit Covid-19.

Pasien nomor 616, an. Tn. TSH, laki-laki, usia 67 tahun, penduduk Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit maupun kontak dengan orang sakit Covid-19.

Pasien nomor 617, an. By. B, perempuan, usia 6 hari, penduduk Desa Merembu, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit maupun kontak dengan orang sakit Covid-19.

Pasien nomor 618, an. Tn. RAH, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pasien kontak dengan orang bergejala Covid-19.

Pasien nomor 619, an. Tn. SBB, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Kelurahan Sayang Sayang, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit maupun riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19.

Pasien nomor 620, an. Tn. NBM, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Desa Kembang Kerang, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit maupun kontak dengan orang sakit Covid-19.

Pasien nomor 621, an. Tn. GP, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Ngagel Rejo, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit maupun kontak dengan orang sakit Covid-19.

Pasien nomor 622, an. Ny. IM, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Pasien kontak dengan orang bergejala Covid19.

Pasien nomor 623, an. Ny. DK, perempuan, usia 54 tahun, penduduk Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien kontak dengan orang bergejala Covid19.

Pasien nomor 624, an. Tn. FUP, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Aik Darek, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien kontak dengan orang bergejala Covid19.

Pasien nomor 625, an. Ny. RS, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Bajur, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Pasien kontak dengan orang bergejala Covid-19.

Pasien nomor 626, an. Tn. SJ, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Bengkel, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Pasien kontak dengan orang bergejala Covid-19.

Pasien nomor 627, an. Ny. BFA, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien kontak dengan orang bergejala Covid-19.

Pasien nomor 628, an. An. RSL, perempuan, usia 4 tahun, penduduk Desa Ranggagata, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit maupun kontak dengan orang sakit Covid-19.

Pasien nomor 629, an. Ny. DM, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Mesanggok, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Pasien kontak dengan orang bergejala Covid-19.

Pasien nomor 630, an. Ny. IH, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien kontak dengan orang bergejala Covid-19.

Pasien nomor 631, an. Ny. S, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Pasien kontak dengan orang bergejala Covid-19.

Pasien nomor 632, an. Ny. N, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Bengkel, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Pasien kontak dengan orang bergejala Covid-19.

Pasien nomor 633, an. Ny. I, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Jembatan Kembar Timur, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien kontak dengan orang bergejala Covid19.

Pasien nomor 634, an. Tn. MT, laki-laki, usia 66 tahun, penduduk Kelurahan Getap Barat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit maupun kontak dengan orang sakit Covid-19.

Pasien nomor 635, an. Tn. S, laki-laki, usia 58 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit maupun kontak dengan orang sakit Covid-19.

Pasien nomor 636, an. Ny. SS, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19 dan tidak pernah kontak dengan orang sakit Covid-19.

Pasien meninggal dunia dan dilakukan tatalaksana Covid-19. “Dengan adanya tambahan 42 kasus baru terkonfirmasi positif, sampai hari ini tercatat 636 orang positif Covid di NTB, 11 di antaranya meninggal dunia,” demikian Sekretaris Daerah selaku Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si dalam keterangan persnya, Sabtu (30/5).

TNI Polri di Keruak Gelar Apel Siaga Bencana

Lombok Timur – Koramil 1615-04/Keruak bersama Polsek dan Pemerintah Kecataman Keruak menggelar apel bersama dalam rangka mengantisipasi bencana alam akibat curah hujan dan gelombang air laut yang cukup tinggi beberapa hari terakhir.

Apel kesiapsiagaan tersebut dilaksanakan di Kantor Camat Keruak yang juga diikuti anggota Puskesmas dan Pemadam Kebakaran, Sabtu (30/5).

Komandan Kodim 1615/Lotim Letnan Kolonel Inf Agus Prihanto Donny, S.Sos., sebelumnya menginstruksikan satuan Koramil jajarannya untuk memantau perkembangan cuaca yang akhir-akhir ini cukup ekstrim.

“Saya sudah menginstruksikan para Danramil untuk memantau kondisi wilayah terutama yang memiliki wilayah binaan pesisir pantai seperti Koramil Keruak, Labuan Haji, Pringgabaya dan Sembalia,” ujar Agus Donny.

Hal itu dilakukan, menurutnya, untuk mengantisipasi perkembangan situasi mengingat kondisi cuaca terutama hujan disertai petir dan gelombang air laut yang cukup tinggi sehingga dapat meminimalisasi adanya korban apabila terjadi bencana alam.

Namun, pihaknya berharap agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama musim hujan.

Selain itu, Alumnus Akmil 2001 tersebut juga mengimbau kepada masyarakat nelayan maupun warga yang tinggal di daerah pesisir pantai untuk tetap waspada dan berhati-hati.

“Apabila tidak memungkin agar segera mengamankan diri dan keluarga atau menumpang di rumah keluarga untuk sementara waktu,” imbaunya.

Dandim juga meminta kepada para Danramil maupun Babinsa untuk mengingatkan para nelayan agar berhati-hati jika akan melaut atau mencari ikan demi keselamatan para nelayan.

Sebelumnya Dusun Ketangga Desa Jeraeng Kecamatan Keruak terkena banjir bandang karena meluapnya air sungai Kemalik dan jebolnya tanggul di Dusun Gubuk Lekok Desa Apitaik karena tidak mampu menampung debit air hujan.

Pangkogabwilhan IITemui Walikota Surabaya Sekaligus Tinjau Kampung Tangguh Semeru “Wani JogoSuroboyo”

(Surabaya. Sabtu, 30 Mei 2020).  Di hari ke dua kunjungan kerjanya di Surabaya, Pangkogabwilhan II Marsda TNI Imran Baidirus, S.E. menemui Walikota Surabaya Tri Rismaharini di Balai Kota, Jumat (29/5/2020).

 

Dihari sebelumnya, ditemani Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawangsa beserta Tim Gugus Tugas Provinsi, Pangkogabwilhan II telah meninjau Rumah Sakit Lapangan di Jalan Indrapura Surabaya.

 

Tiba di Balai Kota Surabaya, Pangkogabwilhan II bersama rombongan langsung diajak menuju ruang kerja Walikota Surabaya. Kemudian, mereka menggelar pertemuan tertutup di ruang kerja tersebut.  Usai melakukan pertemuan, Pangkogabwilhan II bersama Walikota turun ke lobi Balai Kota untuk meninjau berbagai bantuan APD yang baru dikirimkan oleh Badan Intelijen Negara (BIN).

 

Selanjutnya Pangkogabwilhan II beserta rombongan diantaranya Asops Kaskogabwilhan II Brigjen TNI Bobby Rinal Makmun, S.I.P., Aspotwil Kaskogabwilhan II Brigjen TNI (Mar) Much Sulchan, M.Tr.(Han), serta Waasintel Kaskogabwilhan II Kolonel Inf. M.Nasrulloh Nasution,  S.Sos., didampingi oleh Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Widodo Iryansyah, S.Sos, serta Danrem 084/Bhaskara Jaya, Brigjen TNI  Herman Hidayat Eko Atmojo melaksanakan peninjauan Kampung Tangguh Semeru “Wani Jogo Suroboyo” yang terletak di Jalan Sidotopo Lor, Kelurahan Sidotopo Surabaya.

 

Dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang diterapkan pada saat Pandemi Covid-19, Pangkogabwilhan II melaksanakan pengecekan suhu badan, hingga mencuci tangan  ketika memasuki kampung tangguh,yang dilaksanakan oleh tim divisi kesehatan  Kampung Tangguh Semeru “Wani Jogo Suroboyo”.

 

Pada kesempatan tersebut Pangkogabwilhan II diajak meninjau dapur umum, lumbung pangan, serta ruang isolasi bagi warga yang positif terpapar Covid-19.

 

Mengakhiri peninjauan di Kampung Tangguh Semeru “Wani Jogo Suroboyo” Pangkogabwilhan II berkesempatan memberikan bantuan langsung yang diterima oleh perwakilan warga setempat.

 

“Saya ditunjuk khusus oleh Panglima TNI, untuk mengoordinasikan bagaimana membantu pemerintah daerah supaya lebih fokus menangani pandemi Covid-19, dengan memberikan dukungan kebutuhan tenaga medis dan pengamanan  untuk optimalisasi operasional rumah sakit rujukan Covid 19 di kota Surabaya dan menginventarisir kebutuhan optimalisasi rumah sakit rujukan khususnya tenaga medis  untuk diajukan ke komando atas,” kata Pangkogabwilhan II.

 

Selain itu, mendorong Kodam V/Brawijaya agar melaksanakan upaya pendampingan dan membantu pembentukan kampung tangguh “Wani Jogo Suroboyo” untuk memutus mata rantai Covid- 19 dan sinergitas antar instansi yang terintegrasi di wilayah kota Surabaya, selanjutnya mendorong Kodam V/Brawijaya dan Polda Jatim untuk mengoptimalisasi penyiapan rumah sakit rujukan, serta membantu pengawasan di tempat keramaian dengan kegiatan penegakkan disiplin protokol kesehatan di wilayah Jawa timur khususnya Kota Surabaya.

 

“Selanjutnya disiapkan posko dan personel dari Kogabwilhan II di Puskodal Kodam V/Brawijaya dalam rangka monitoring kegiatan percepatan penanganan Covid-19, khususnya di kota Surabaya,” tutup Pangkogabwilhan II. (Bdr)

Nara Sumber Dalam Acara Dialog Coffee Time TV Lombok, Ini Yang Disampaikan Danrem 162/WB

Mataram – Menjelang peringatan Hari Lahirnya Pancasila ditengah seluruh wilayah Indonesia sedang menghadapi Pandemi Covid-19, termasuk di wilayah NTB tidak menghilangkan makna Peringatan Hari Lahir Pancasila sebagai Dasar, Falsafah dan Pedoman hidup bagi seluruh Warga Negara Indonesia.

Dalam Program dialog Cofe Time Lombok TV, Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han, hadir sebagai nara sumber dipandu reporter Lombok TV Sdri. Tuti Wulan mengangkat Tema “Peringatan Hari Lahir Pancasila di Tengah Pandemi Covid-19” di Studio Lombok TV Jalan Panjitilar Negara Kota Mataram, Sabtu (30/5/2020).

Pada kesempatan tersebut Danrem 162/WB menjelaskan, bahwa kebijakan Pemerintah Pusat untuk Peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2020 mendatang tidak dilaksanakan dengan upacara peringatan seperti biasanya, namun akan dilaksanakan secara Virtual melalui sarana media elektronik TV/Radio atau media berbasis jaringan intenet, Presiden Joko Widodo akan menyampaikan pidato yang akan disiarkan langsung secara nasional untuk dapat diakses oleh seluruh Rakyat Indonesia, mengingat peringatan Hari Lahir Pancasila kali ini kita berada dalam serangan penyebaran pandemi Covid-19 sehingga proses peringatan menggunakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Di segmen Berikutnya, Danrem menyampaikan sekilas sejarah lahirnya pancasila saat dirumuskan oleh BPUPKI dengan banyak proses yang dilewati melalui musyawarah mufakat sampai mencapai kata sepakat tentang rumusan pancasila yang dapat diterima oleh semua pihak, sehingga bangsa yang majemuk, frularalisme ini dapat mewadahi semua keragaman baik suku, agama, ras, adat istiadat dan terbentang ribuan pulau dari Sabang sampai Merauke menyatakan “satu bangsa, bangsa indonesia, satu bahasa, bahasa Indonesia dan bertanah air satu tanah air Indonesia”.

Untuk itu, lanjutnya, dari keanekaragaman itu jangan menjadi kelemahan tapi justru menjadi suatu kebanggan dan kekuatan, maka jangan dipertentangkan dan jangan melihat lebih banyak perbedaan, namun lihatlah persamaan yang ada, mengingat perbedaan adalah anugerah sekaligus. Menjadi Modal besar yang dimiliki Negara kesatuan Republik indonesia.

“Saat lahirnya Pancasila para pahlawan bersama-sama berjuang untuk kemerdekaan, sedangkan di masa pandemi covid-19 sekarang ini, kita bersama-sama harus berjuang melanjutkan kemerdekaan dengan melawan covid-19,” ujarnya.

Selain itu, Danrem juga menjelaskan tentang peran TNI dalam penanganan penyebaran Covid-19 khususnya di NTB, bahwa sejak awal mulai maraknya isu corona di Wuhan Cina pihaknya bersama Pemda sudah langsung melakukan action di BIZAM dengan menyiapkan kelengkapan dan berkoordinasi dengan pihak angkasa pura, untuk mengantisipasi penyebaran virus corona di NTB sehingga penyebaran virus tersebut dapat ditangani dengan baik dan landai.

“Namun di akhir bulan Mei menjelang lebaran terjadi kebobolan dengan kenaikan kasus positif Covid-19 yang sangat signifikan sehingga masuk lima besar kasus tertinggi dan nomor dua dalam kasus penularan ke balita dan anak-anak, maka pihaknya segera melakukan rapat koordinasi dengan Gugus Tugas untuk melakukan langkah-langkah baru untuk mencegah dan memerangi covid-19 di wilayah NTB,” ungkapnya.

Sehubungan dengan itu Pemda NTB akan menerapkan aturan baru terhadap orang yang masuk ke NTB baik lewat udara maupun laut wajib membawa hasil tes swab tidak rektif Covid-19 yang tidak lebih dari 7 hari, termasuk pemberlakuan Perda wajib menggunakan masker dan pemberlakuan jam malam, sedangkan di pasar-pasar dibuat Posko pengamanan yang dilengkapi dengan alat pengeras suara untuh memberikan imbauan, tempat cuci tangan, ruang disinfektan, termo gun, handsanitizer, box sterilisasi uang dan lain-lain, dalam rangka mencegah penyebaran covid-19.

Terkait lebaran topat, alumni akmil 1993 tersebut menyampaikan, bahwa sesuai hasil rapat bersama Forkopimda NTB lokasi wisata juga untuk sementara sudah ditutup dan perayaan lebaran topat dilaksanakan di rumah masing-masing dengan keluarga tercinta, masyarakat juga tidak perlu menyambangi keluarganya di luar daerah untuk mencegah penyebaran covid-19, kita juga menggelar patroli gabungan dengan melibatkan seluruh stakeholder dan lapisan masyarakat, sambil menghimbau masyarakat.

Diakhir dialognya, Danrem mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya pada perayaan lebaran Topat agar dilaksanakan di rumah masing-masing dan tidak ke lokasi wisata karena Pemprov, Kabupaten dan kota sudah mengeluarkan larangan lebaran topat agar di patuhi, lebih disiplin lagi mengikuti protokol pencegahan covid-19, rajin cuci tangan dengan sabun antiseptik, melaksanakan social dan physical distancing, berolah raga dan istirahat yang cukup, makan 4 sehat 5 sempurna sehingga kondisi tubuh menjadi fit dan terhindar dari covid-19, karenakan dengan imunitas tubuh yang kuat maka kita akan kuat melawan covid-19. “Mari mendisiplinkan diri sendiri, keluarga dan masyarakat sekitar,” tutup pria kelahiran Jakarta tersebut.

Lah Kok Bisa Cuma Pengakuan Piutang Ke Pertamina RP. 140,5 T, Sementara Rakyat Tetap Bayar BBM Dengan Harga Tidak Normal

JAKARTA – SUMBAWANEWS.COM,- BUMN lain dapat PMN/Dana talangan, namun Pertamina cuma pengakuan piutang Rp 140,5 T. Pengakuan berarti tidak dibayarkan oleh pemerintah. Artinya uang Pertamina ngendap di kantong menteri keuangan?” Tegas Salamuddin Daeng dengan nada heran akan sikap pemerintah.

Pengamat Ekonomi ini menjelaskan, Ini jelas merugikan rakyat. Mengapa, karena sampai saat ini rakyat tidak dapat memperoleh harga BBM yang normal yang didistribusikan Pertamina. Harga BBM sepenuhnya masih diatur melalui regulasi pemerintah dan juga melalui tekanan politik.

Bisa jadi pemerintah tidak akan membayar utang Rp 140,5 T ini kepada Pertamina. Pemerintah tampaknya akan menggunakan kesempatan selisih harga sekarang untuk menutupi utang kepada pertamina yang besar tersebut. Harga beli BBM impor yang murah, jual ke rakyat mahal akan jadi alat untuk melunasi utang pemerintah kepada pertamina tambah Salamuddin Daeng putra kelahiran Sumbawa yang kritis menyikapi kebijakan ekonomi pemerintah.

Artinya rakyat dipaksa akan mensubsidi pemerintah saat ini. Rakyat yang akan membayar utang pemerintah kepada pertamina. Utang pemerintah kepada pertamina nantinya akan dihapus secara otomatis, karena adanya selisih harga BBM impor murah sekarang yang dijual ke rakyat dengan mahal.

Ini adalah cara yang buruk, Kerana rakyat dirugikan. Ibarat sudah jatuh, malah tertimpa tangga, kepala rakyat pening kena akibat covid malah dihajar dengan BBM mahal. Sementara pertamina juga dirugikan sudah keuangannya jebol akibat utang besar malah hanya dapat pepesan kosong. Sisi lain sektor hulu bangkrut dan kilang terpaksa ditutup karena merugi.

Jadi sebaiknya pemerintahan segera membayar utang kepada pertamina, bukan sekedar pengakuan piutang. Tapi segera dibayar. Dengan demikian Pertamia memiliki kesempatan bernafas dan bisa melakukan penyesuaian harga BBM sesuai dengan harga pasar saat ini.

“Dengan demikian ekonomi rakyat juga bisa bergerak lagi. Covid sudah memukul sektor konsumsi. Dikarenakan harga BBM menentukan harga transportasi, harga listrik, harga barang dan jasa lainya. Dengan demikian makan ekonomi bisa tumbuh normal walau di tengah wabah. Konsumsi bisa tumbuh lagi. Ngerti ora ?. “Papar Salamuddin Daeng.

 

Hadapi Pandemi Covid-19 di Laut, Kepala Bakamla Gelar Rapat Koordinasi Bersama Instansi Kamla Terkait

Masalah pandemi Covid-19 yang saat ini berlangsung di darat, dapat pula terjadi di wilayah laut. Berkaitan dengan hal tersebut, Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Aan Kurnia, S.Sos., M.M., mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) membahas situasi keamanan laut Indonesia dengan para pimpinan instansi kemaritiman yang dilaksanakan melalui video conference (vidcon) di ruang kerja Kepala Bakamla RI, Mabes Bakamla RI, Jl. Proklamasi No. 56, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (29/5/2020).

 

Dalam rakor tersebut, Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Aan Kurnia mengatakan bahwa rapat digelar dalam rangka membahas situasi keamanan laut di Indonesia dan upaya penanggulangannya dalam situasi pandemi Covid-19. “Selama pandemi Covid-19 terbukti telah ditemukan pelanggaran yang terjadi di laut Indonesia seperti masuknya sejumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari luar negeri yang mencoba memasuki wilayah melalui jalur ilegal dengan tanpa memperhatikan protokol kesehatan,” tegasnya.

 

Menurut Kepala Bakamla, ancaman laut lainnya yang masih marak ditemukan adalah  pelanggaran wilayah, IUU Fishing, pencemaran di laut, penyelundupan narkoba, tumpahan minyak dan kecelakaan di laut, pengungsi Rohingya, Transnational Organized Crime (TOC), dan terorisme.

 

“Menghadapi berbagai ancaman di laut tersebut, terlebih di saat pandemi Covid-19 sangat perlu bagi aparat Kamla di laut memahami penanganannya. Untuk itu, Bakamla telah membuat buku Panduan Menghadapi Pandemi Covid-19 di Laut, bagi yang menginginkan buku tersebut silahkan datang ke kantor Bakamla RI untuk mendapatkan soft copynya,” ujar Kepala Bakamla Laksdya TNI Aan Kurnia kepada para peserta rakor.

 

Pada bagian lain, Kepala Bakamla RI juga mengatakan, sebagai single agency multi task Bakamla RI tidaklah dapat bekerja sendiri dalam menjamin keamanan dan keselamatan di laut. “Bakamla RI sangat perlu sinergitas dengan instansi penegak hukum lainnya di laut,” ucapnya.

 

Disampaikan pula bahwa bentuk implementasi sinergi yang dapat dibangun salah satunya adalah saling tukar menukar informasi keamanan dan keselamatan laut, patroli bersama, latihan bersama dan pelibatan personel Bakamla RI dalam setiap kegiatan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Bakamla RI. “Ini bukan untuk kepentingan saya secara pribadi apalagi Bakamla RI tapi untuk NKRI dan demi Merah Putih,” tegas Kepala Bakamla RI.

 

Rapat Koordinasi Keamanan Laut melalui vidcon ini diikuti oleh Sestama Bakamla RI, Deputi Oplat Bakamla RI dan pejabat dari Pangkogabwilhan I, Asops Kasal, Pangarmada I, Pangarmada II, Pangarmada III, Komandan Guspurla Armada I, Komandan Guspurla II, Komandan Guspurla III, Komandan Guskamla Armada I, Komandan Guskamla Armada II, Komandan Guskamla Armada III, Kepala Korps Polairud, Staf Ahli Bidang Dalwilmar Kemenkopolhukam, Dirjen PSDKP, Dirjen Hubla, Dirjen Bea dan Cukai, Direktur Hukum dan Perjanjian Kewilayahan Kemenlu, Direktur Intelijen Perpajakan Kemenkeu, Direktur KPLP, dan Palindo I. *** (Bdr)

Keliling Di Lokasi Pasar Ini Yang dilakukan Koramil Bersama Polsek Dan Pemerintah Kecamatan Dompu

Dompu – Dengan semakin meluasnya penyebaran virus corona atau Covid-19, pemerintah dan seluruh stakeholder Provinsi NTB mengimbau kepada masyarakat agar mengikuti imbauan pemerintah dan melaksanakan protokol kesehatan untuk memutus rantai penyebaran covid-19.

Terkait hal tersebut, Danramil 1614-01/Dompu bersama Kapolsek Dompu, Camat Dompu serta Personel Koramil, Polsek, Satpol PP dan Depperindag Dompu bersinergi melaksanakan sosialisai dan imbauan pencegahan Covid-19 kepada para pedagang dan pengunjung di Pasar Dompu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, Jumat (29/5/2020).

Mengetahui hal tersebut, Dandim 1614/Dompu Letnan Kolonel Inf Ali Cahyono, S.Kom, di sela-sela kesibukannya mengatakan, bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Danrem 162/WB untuk terus meningkatkan sinergitas dan semangat TNI-POLRI bersama stakeholder lainnya bahu membahu dan bekerja sama membantu pemerintah memutus rantai penyebaran Covid-19 di wilayah masing-masing.

“Kita ketahui bersama bahwa setiap hari pasar selalu ramai dikunjungi oleh masyarakat untuk mencari dan berbelanja kebutuhan sehari-hari dengan berdesak-desakan, sehingga besar kemungkinan terjadi penyebaran Covid-19,” pungkasya.

Oleh sebab itu, lanjutnya, kita harus terus mengawasi dan mengimbau para pedagang maupun pengunjung pasar agar selalu waspada dan disiplin melaksanakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 serta mengikuti imbauan pemerintah dengan menjaga jarak, menggunakan masker dan rajin mencuci tangan dengan sabun bahkan perlu membawa handsanitizer agar dapat langsung digunakan setiap selesai bertransaksi.

“Semua upaya ini dilakukan demi kesehatan, keamanan dan keselamatan bersama agar tidak terpapar virus corona,” tutup Dandim.

Berita Terkini

Indonesia Sambut Positif Kesepakatan Damai AS-Iran

Sumbawanews.com,- Indonesia menyambut hangat tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran, yang dianggap sebagai lompatan strategis menuju stabilitas di kawasan Timur Tengah. Dalam...

Honor Magic V6 Ungguli Baterai, Tapi Masih Terjebak OS

Sumbawanews.com,- Honor Magic V6 hadir sebagai ponsel lipat paling tipis di dunia, dengan baterai terbesar dan ketahanan air tertinggi yang pernah ada—tapi hanya satu...

Pengungsi Lebanon Kembali ke Rumah Usai Damai AS-Iran

Sumbawanews.com,- Ribuan pengungsi Lebanon kembali ke desa-desa dan kota-kota asal mereka, terutama di wilayah selatan, menyusul pengumuman kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan...

Kratom dan 7-OH: Perang Dalam Kalangan Pecandu Alami

Sumbawanews.com,- Di tengah gelombang krisis opioid, kratom—tanaman Asia Tenggara yang dulu dipuja sebagai solusi alami—kini terpecah oleh konflik internal yang memicu perang regulasi. Pada...

Armayadi Resmi Dilantik, Nahkodai Dinas PUPR Kabupaten Sumbawa Barat

Sumbawa Barat sumbawanews.com – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) resmi memiliki Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) definitif. Ir. Armayadi, ST., M.M.Inov...

Berita Utama