(Papua). Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) dari Batalyon Infantri (Yonif) 312/KH kembali dihadang dan ditembaki oleh gerombolan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di Distrik Serambakon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.
Hal tersebut disampaikan Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III (Kapen Kogabwilhan III) Kolonel Czi IGN Suriastawa, di Papua, Selasa (20/10/2020).
Dijelaskan Kapen Kogabwilhan III, penghadangan dan penembakan brutal yang dilakukan KKSB tersebut terjadi pada pukul 09.30 WIT, Distrik Sarambakon tepatnya sekitar 15 meter lewat jembatan kayu yang merupakan jalan tanjakan. “Penembakan tersebut dilakukan oleh gerombolan KKSB dari kelompok Lamek Taplo yang diperkirakan berjumlah sepuluh orang dengan menggunakan senjata laras panjang,” ungkapnya.
Menurut Kolonel Czi IGN Suriastawa, prajurit TNI yang dihadang tersebut sedang dalam tugas patroli pengamanan diwilayah yang menjadi tanggungjawabnya. Namun tiba-tiba ditembaki oleh gerombolan KKSB yang tidak bertanggung jawab. “Penembakan tersebut, melukai tiga prajurit TNI, namun semuanya dalam kondisi yang stabil” ucapnya.
“Saat ini korban luka tembak dari personel TNI telah dievakuasi menuju RSUD Oksibil, selanjutnya akan dilaksanakan evakuasi ke RSMI Jayapura untuk melaksanakan rontgen menggunakan pesawat Trigana Air,” tambahnya.
Kapen Kogabwilhan III menegaskan bahwa pasca penghadangan dan penembakan tersebut TNI terus melakukan pengejaran dan penyisiran di wilayah sekitar lokasi kejadian untuk menangkap para pelaku dari kelompok KKSB yang sering melakukan tindakan kriminal baik kepada TNI-Polri dan masyarakat. (Bdr)
Mataram – Tensi politik di Pilkada kabupaten Sumbawa makin memanas. Dharo Jatun melaporkan salah satu staf khusus Gubernur, yang juga relawan pasangan calon (Paslon) Mo-Novi, Rusdianto ke Polda NTB, senin kemarin (20/10).
Dharo Jatun didampingi kuasa hukum, Febrian Anindita. Laporan disampaikan ke Dit Reskrimsus dan diterima Bripka Agung Anom SH.
Dalam laporan Dharo Jatun merasa nama baik dicemarkan oleh Rusdianto melalui Jejaring group WhatsaAspp, di mana pelaku menyebarkan berita di group WA dengan menyebut nama dirinya dan mengatakan bahwa cafe amman adalah milik istrinya, sementara istrinya tidak memiliki usaha yang di maksud
Akibat postingan itu berakibat istrinya mengira ia telah menikah lagi dan istrinya meninggalkan rumah.
Dengan laporan TBLP/ 53 / X / 2020 / Dit Reskrimsus.
” Atas postingan di jejaring group WA, saya merasa nama baik dicemarkan. Yang berakibat kepada keutuhan rumah tangga saya,” kata Dharo Jatun.
Yang mana, kata dia, Rusdianto tercatat sebagai staf khusus Gubernur pengkajian kebijakan pembangunan daerah tahun 2020.
Oleh sebab itu, dia mengaku heran orang seperti itu bisa direkrut oleh Gubernur NTB sebagai staf khusus.
Ia meminta kepada Polda NTB serius menangani persoalan tersebut. Pasalnya, belakangan terakhir marak berita Hoax disebarkan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Sehingga membuat suasana tidak kondusif dan nyaman. ” Persoalan kita minta jadi atensi serius Polda NTB,” ucapnya.
Sementara itu, Kuasa Hukum Dharo Jatun, Febrian Anindita meminta kepada pihak kepolisian agar profesional dalam mengusut dan menangani laporan klain tersebut.
Sebab itu, Pihaknya meminta kepada pihak kepolisian agar memeriksa Rusdianto. Karena pihaknya sudah menyampaikan alat bukti jelas.
Dan pihaknya juga memastikan akan mengawal kasus itu hingga tuntas.” Persoalan ini akan kita kawal tuntas,” tegas Febrian Anindita SH..
Diungkapkan, Kasus ini berawal dari sebuah tulisan dengan judul ” jebakan Batman” yang dibagikan ke tiga group WA. Diantaranya, Sumbawa Satu, Pojok NTB dan Sasambo.
Tulisan itu tidak diketahui siapa penulisnya dan tidak pernah klarifikasi terhadap subjek penulisnya.
Dalam postingan menyebutkan terkait cafe Amman. Dan tulisan itu terkait konten di Pilkada Sumbawa. ” Dan yang bersangkutan juga kita ketahui adalah salah satu tim paslon di Pilkada,” Ungkap Febrian Kuasa Hukum Dharo Jatun.
Sumbawanews.com,- Papua selama ini mendapatkan pendanaan Otonomi Khusus dari pemerintah pusat. Dana Otonomi Khusus (Otsus) disahkan pada tahun 2001 menurut Undang-Undang Otonomi Khusus Papua.
Banyak yang memprotes ke mana saja dana ini karena banyak masyarakat Papua yang merasa tidak mendapatkannya. Namun rupanya tidak sedikit warga Papua yang berharap akan kelanjutan Otsus.
Agustus lalu sejumlah warga Papua yang terdiri dari tokoh adat, agama dan masyarakat di Provinsi Papua berharap Otsus dilanjutkan dengan sejumlah evaluasi.
Menyikapi hal tersebut, Kapen Kogabwilhan III Kolonel Czi IGN Suriastawa menyampaikan bahwa Otsus bagi masyarakat Papua dapat membantu meringankan beban kebutuhan pokok.
“Apalagi dimasa sekarang saat pandemi Covid-19, masyarakat sangat membutuhkan bahan pokok seperti sembako, kesehatan dan lain-lain,” ujar Kolonel Czi IGN Suriastawa.
Sementara itu, Yanto Eluay salah satu tohoh adat Tabi di Jayapura mengakui, warga di wilayah adat Tabi dan Saireri lakukan konsolidasi untuk membahas masalah dukungan terhadap evaluasi dan kelanjutan otonomi khusus Papua jilid II.
“Untuk elemen adat sudah memulai pembahasan sedangkan untuk elemen pemuda dan yang lainnya saat ini baru mulai pembahasan. Namun pada umumnya semua berharap Otsus untuk dievaluasi dan ada kelanjutannya,” paparnya.
(Papua). Tim Gabungan Pencari Fakta kasus Intan Jaya (TGPF Intan Jaya) Papua sudah menyelesaikan investigasi lapangan kasus penembakan yang terjadi pada bulan September lalu. Para tokoh Papua yang dilibatkan menjadi anggota TGPF, mengatakan upaya yang dilakukan sudah menyeluruh.
“Pendekatan pembangunan terhadap manusia itu jauh lebih penting. Sehingga apa yang dilakukan oleh TGPF adalah bagian dari pintu masuk untuk memulihkan keadaan Papua, untuk memulihkan kembali kepercayaan orang Papua terhadap negara, terhadap pemerintah,” ujar Victor Abraham Abaidata, anggota TGPF dari unsur Tokoh Pemuda Papua, dalam keterangan tertulis Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Selasa, 20 Oktober 2020.
Sementara itu, Pendeta Henok Bagau, Tokoh Agama Intan Jaya, menilai upaya pengungkapan fakta seperti ini akan membuat warga Papua semakin percaya pada pemerintah pusat. Henok diketahui dekat dengan Pendeta Yeremias Zanambani, yang tertembak di Intan Jaya 19 September lalu.
Di dalam tim investigasi, Henok mengaku bekerja sama baik dengan unsur TNI, Polri, dan BIN, yang sedikitpun tidak membatasi dirinya untuk bersuara. “Ini merupakan satu terobosan dalam sejarah masyarakat Papua. Kami melihat bahwa tim yang dibentuk benar-benar independen, tidak berpihak pada siapapun dan sungguh-sungguh mengikuti hati nurani dan fakta yang ada,” tuturnya.
Tokoh Papua lainnya yang juga anggota tim adalah Taha Alhamid. Sekjen Dewan Presidium Papua ini mengaku senang dengan cara kerja dan hasil-hasil yang dicapai oleh tim. Taha yang juga adalah tokoh Muslim Papua ini mengapresiasi unsur TNI di dalam tim, dimana tokoh-tokoh Papua bisa duduk berdampingan dan saling percaya dengan TNI dan Polri.
Diplomat Senior yang pernah menjadi Duta Besar Indonesia di PBB, Makarim Wibisono menilai arti strategis upaya pemerintah ini dari sisi Hak Azasi Manusia (HAM). Menurutnya, cara penyelesaian seperti ini akan mampu memperbaiki nama Indonesia di bidang HAM, apalagi tokoh-tokoh yang terlibat di dalam tim dipercaya publik.
“Masyarakat merasa atau melihat bahwa pelanggaran HAM itu sebagai luka bangsa. Jadi adanya usaha dari pemerintah untuk membentuk TGPF ini, menunjukan itikad dari pemerintah untuk memperjelas masalahnya itu,” ujarnya.(Bdr)
(Boven Digoel-Papua). Kegiatan fisik program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-109 Kodim 1711/Boven Digoel berupa pengecoran jalan sepanjang 460 meter di Kampung Kakuna, Distrik Mindiptana, Kabupaten Boven Digoel, sudah memasuki tahap finishing.
Disamping pengecoran jalan, Satgas TMMD ke-109 Kodim 1711/Boven Digoel juga membangun 10 unit jamban keluarga yang tersebar di Kampung Kakuna diperuntukan bagi warga yang tidak mampu dan belum memiliki jamban.
Menurut Komandan SSK TMMD ke-109 Kodim 1711/Boven Digoel Lettu Inf H. Simanjuntak, Senin (19/10/2020), setelah pengecoran jalan dan pembangunan jamban selesai, anggota Satgas TMMD dibantu warga setempat melanjutkan tahap finishing yakni melapisi dan pengecatan badan jalan agar terlihat rapih.
Walaupun cuaca tidak bersahabat, anggota satgas TMMD bersama warga Kampung Kakuna tetap semangat bekerja agar pengerjaan finishing segera selesai. “Berkat kegigihan dan kerja sama yang baik, sampai hari ini pengerjaan finising jalan sepanjang 460 meter terus berlangsung berkat adanya kemanunggalan TNI bersama rakyat,” tuturnya.
Lettu Inf H. Simanjuntak juga mengatakan bahwa kondisi jalan sudah dapat dilalui oleh masyarakat untuk beraktifitas sehari-hari termasuk anak-anak yang pergi ke sekolah melalui jalan yang dibangun oleh TMMD ke-109 Kodim 1711/Boven Digoel.
“Pengerjaan jalan dan pembangunan jamban jika sudah mencapai 100 %, semoga nantinya bisa bermanfaat bagi masyarakat di Kampung Kakuna,” ujarnya.
“Diharapkan masyarakat akan merasa lebih memiliki jalan yang telah dibangun secara gotong-royong antara warga dan TNI, sehingga ke depan mereka bisa memelihara jalan dengan baik,” tambahnya. (Bdr)
Mataram – Pasca gempa bumi di provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2018 lalu, berbagai upaya percepatan rehab rekon telah banyak mengalami kemajuan dari total target Irtama (Inspektorat Utama) BNPB sampai saat ini sebanyak 226.204 unit Rumah Tahan Gempa (RTG) sudah dilakukan pembangunan sebanyak 214.477 unit rumah dengan rincian rumah jadi sebanyak 202.831 unit yang terdiri dari rumah rusak berat 67.987 unit, rusak sedang 30.787 unit dan rusak ringan 104.057 unit.
Sedangkan dalam proses perbaikan dan pembangunan sebanyak 10.909 unit dengan rincian rusak berat 6.720 unit, rusak sedang 1.655 unit dan rusak ringan 2.534 unit.
Terkait hal tersebut kepala BNPB menerbitkan surat kepada Panglima TNI nomor B.572/KA.BNPB/PD.01.01/07/2020 tanggal 3 agustus 2020 tentang permohonan perpanjangan penugasan personil TNI di provinsi NTB, dan Pemerintah daerah Provinsi NTB berdasarkan surat keputusan Gubernur NTB nomor 360-364 tanggal 13 Agustus 2020 tentang perpanjangan masa transisi pembagunan rumah tahan gempa pasca gempa NTB sampai dengan tanggal 31 Desember 2020.
Berdasarkan hal tersebut, Mabes TNI telah memperpanjang waktu penugasan prajurit zeni TNI dalam membantu percepatan pembanguan RTG sampai dengan 31 Desember 2020.
Sebagai bentuk tanggungjawab, Mabes TNI menerjunkan Tim Monitoring dan Evaluasi dipimpin oleh Paban I/Ren Sops Mabes TNI Kolonel Pnb Aldrin P. Mongan, ST. M.Hum. M.Han., bersama anggota tim Letkol Cku Kuat Erlangga Surya, SE. M.M., Mayor Laut (S) Tatoes Hendrawan, SE., Pelda Rusman dan Serka Yusuf Hanafi untuk melaksanakan monitoring dan evaluasi kegiatan perpanjangan percepatan pembangunan Huntap pasca gempa di Lombok NTB mulai tanggal 12 sampai 15 Oktober 2020.
Ketua Tim menyampaikan, bahwa sesuai perintah dari Panglima TNI dirinya bersama anggota tim melaksanakan monitoring dan evaluasi kegiatan percepatan pembangunan RTG di beberapa lokasi diantaranya di wilayah Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara dan Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat.
“Kegiatan tersebut untuk memonitor progres pembangunan RTG yang dilaksanakan Satgas Zeni TNI serta untuk mengevaluasi pelaksanaan apakah sudah berjalan dengan baik dan lancar agar dapat menjadi bahan pertimbangan untuk dapat lebih maksimal lagi,” jelasnya.
Kolonel Aldrin menjelaskan, dihadapkan dengan situasi bencana nasional non alam covid-19 yang beberapa waktu membuat sedikit kendala dalam pelaksanaan kegiatan percepatan pembangunan sisa RTG, namun demikian semua program harus tetap berjalan.
“Di masa tatanan kehidupan kebiasaan baru ini kita harus kerja, namun tetap aman dengan melaksanakan SOP Protokol kesehatan Covid-19,” pungkasnya.
Untuk itu, sambungnya, kesempatan ini juga dimanfaatkan untuk memberikan arahan dan dorongan semangat kepada para Komandan SSK Satgas Zeni TNI yang selama ini masih tetap berada di tengah masyarakat untuk menuntaskan sisa pembangunan RTG walaupun di tengah situasi pandemi Covid-19.
“Untuk itu kami sangat mengapresiasi para prajurit Satgas Zeni TNI, semoga misi kemanusian para prajurit akan bernilai ibadah,” harapnya.
Selain itu, Paban I/Ren Sops TNI bersama tim pada kegiatan tersebut juga membagikan masker kepada personel Satgas dan masyarakat di lokasi setempat sambil memberikan sosialisasi dan edukasi disiplin protokol kesehatan pencegahan Covid-19.
“Ingat, wabah Covid-19 belum berakhir, maka jangan lalai dan jangan pernah menyepelekannya demi keselamatan kita bersama,” imbau Aldrin.
Selama kegiatan, Tim Monitoring dan Evaluasi kegiatan percepatan pembangunan Huntap didampingi oleh Pasi Wanwil Staf Teritorial Korem 162/WB Mayor Inf I Made Dharma.
Sumbawanews.com,- Personel Satgas TMMD Reguler ke-109/Sintang dibantu dengan warga melakukan pengecoran jalanan yang rusak di Desa Tirta Karya, Kecamatan Ketungau, Kabupaten Sintang, Sambas, Kalbar, Senin (19/10/2020).
Desa Tirta Karya merupakan salah satu tempat berlangsungnya kegiatan TMMD. Ada 2 sasaran yang menjadi rencana program TMMD 109/Sintang ini, yaitu sasaran fisik dan non fisik.
Dalam kesempatan tersebut, Pasiter Kodim Sambas Kapten Inf Sigit Edi S menyampaikan bahwa sasaran fisik berupa pengecoran jalan yang dikerjakan Satgas TMMD merupakan Jalan utama bagi masyarakat, sehingga efeknya langsung dapat dirasakan.
Sementara itu, Serda Renaldi salah satu anggota Satgas TMMD 109/Sintang yang juga ikut terjun langsung dalam kegiatan itu mengatakan bahwa kegiatan ini adalah salah satu kecintaan TNI kepada rakyat dan salah satu upaya TNI dalam membantu rakyat di wilayahnya.
Seluruh warga Desa Tirta Karya juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada anggota Satgas TMMD 109/Sintang yang telah membantu memperbaiki sarana dan prasarana di Desa yang secara tidak langsung juga dapat memajukan perekonomian warga setempat. (Pendim 1208/Sbs)
(Merauke). Korem 174/ATW Merauke menggelar Latihan Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kebon Coklat, Distrik Tanah Miring, Merauke, mulai tanggal 19 sampai dengan 23 Oktober 2020.
Latihan yang akan digelar selama lima hari tersebut, Korem 174/ATW melibatkan instansi terkait yaitu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta Badan SAR Nasional (Basarnas) yang berada di wilayah Kabupaten Merauke.
Dalam latihan tersebut, nantinya akan disimulasikan tentang langkah-langkah dalam mengatasi atau penanggulangan terhadap adanya bencana kebakaran hutan dan lahan.
Latihan Penanggulangan Bencana Karhutla yang diikuti oleh 150 prajurit jajaran Korem 174/ATW dibuka secara resmi oleh Danrem Merauke Brigjen TNI Bangun Nawoko, bertempat di Aula LB. Moerdani Korem 174 Merauke, Jalan Poros Tanah Miring, Kabupaten Merauke, Papua, Senin (19/10/2020).
Hadir dalam acara pembukaan yakni para Kepala Seksi (Kasi) Korem, para Komandan Satuan (Dansat) dan Badan Pelaksana Dinas Jawatan (Balakdisjan) jajaran Korem 174/ATW Merauke.
Pembukaan ditandai dengan penyematan tanda peserta Latihan Penanggulangan Bencana Karhutla oleh Brigjen TNI Bangun Nawoko kepada perwakilan Penyelenggara dan Pelaku dalam latihan.
Dalam pengarahannya kepada seluruh personel yang terlibat dalam latihan, Danrem 174 Merauke menekankan agar melaksanakan latihan tersebut dengan semaksimal mungkin. Danrem juga meminta agar dalam pelaksanaan nantinya dapat memaksimalkan kerja sama dengan berbagai instansi atau pihak yang terkait.
“Harapannya agar latihan ini dapat berjalan dengan baik dan berhasil guna sesuai dengan tujuan dari digelarnya latihan,” terangnya.
Lebih lanjut dikatakan bahwa latihan yang akan dilaksanakan dari tanggal 19 sampai dengan tanggal 23 Oktober 2020 telah mendapatkan apresiasi dan ekspektasi yang sangat tinggi dari Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab.
“Untuk itu, sekali lagi saya tekankan kepada seluruh pelaku dan penyelenggara, agar dapat melaksanakan kegiatan ini dengan maksimal dan sungguh-sungguh,” tegas Brigjen TNI Bangun Nawoko.(Bdr)
Sumbawanews.com,- Satuan tugas (Satgas) pengamanan perbatasan (Pamtas) RI-Papua Nugini Yonif MR 413/Bremoro menangkap 3 orang masyarakat yang membawa 14 kantong ganja kering seberat 1 kilogram ganja.
Disela-sela kegiatannya, Komandan Satgas (Dansatgas) Pamtas Yonif MR 413/Bremoro Mayor Inf Anggun Wuriyanto, Senin (19/10/2020) mengatakan bahwa pemuda berinisial JH itu ditangkap dan diamankan ketika membawa ganja yang disamarkan dalam kantong plastik.
“Jadi, 3 orang pelaku diamankan ketika Danpos Kout KM 31 yang dipimpin oleh Wadansatgas Kapten Inf Hervin Rahadian Jannat bersama empat belas personel lainnya menggelar sweeping pada Minggu malam,” katanya.
Sekitar pukul 00.45 WIT, melintas mobil Grand Max jenie APV Hitam yang didalamnya berisi 3 orang masyarakat, yang belakangan diketahui berinisial MM, OM, dan NM.
Mayor Inf Anggun juga menambahkan, setelah dilakukan pengecekan, diketahui bahwa di dalam mobil terdapat kantong plastik yang disembunyikan dibawah papan jok mobil dan ternyata berisi ganja kering dengan jumlah 14 paket dan seberat 1 kilogram.
“Setelah melaksanakan pemeriksaan, personel Satgas langsung mengamankan barang bukti dan pelaku dan melaporkan kepada pihak Kepolisian untuk menunggu proses hukum selanjutnya,” imbuhnya.
Mataram – Masalah Kesehatan Ibu Hamil, Balita dan Anak di Kota Mataram di masa pandemi , menjadi atensi pasangan Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Mataram No Urut 2 , Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan (SALAM).
Pasangan yang lagunya mulai ngetren dan akrab didengar warga kota yakni Salam Dua Jari dengan tagline Jilbab Hijau meluncurkan program *Bidan SALAM Menyapa* di Kota Mataram. Program ini bertujuan membantu pelayanan edukasi / konsultasi kesehatan dasar untuk ibu hamil, balita dan anak-anak. Bidan SALAM Menyapa bagian dari kampanye Pilkada Sehat di masa pandemi saat ini.
“Bidan SALAM Menyapa ini bertujuan untuk mencegah *stunting* pada balita maupun anak-anak ,” ujar Calon Walikota Mataram, Hj Putu Selly Andayani, Senin ( 19/10 )
Menurutnya, program ini digagas setelah menyerap aspirasi selama turun ke lapangan dan menyapa masyarakat Kota Mataram. Salah satu masalah peliknya terkait edukasi kesehatan ibu hamil, balita dan anak. Penyebabnya karena aktivitas Posyandu yang berhenti memberikan layanan kesehatan rutin akibat pandemi.
“Penghentian kegiatan Posyandu selama masa Pandemi Covid-19 amat dirasakan oleh ibu hamil dan ibu yang memiliki anak Balita. Dengan tidak adanya kegiatan Posyandu para ibu-ibu tersebut tidak dapat melakukan konsultasi dan mengikuti penyuluhan terkait cara menjaga kandungan dan cara merawat anak balita,” urai Mantan Kadis Perdagangan NTB yang pernah menempuh pendidikan di Belanda ini.
Menurut Selly melalui *Bidan SALAM Menyapa*, Jilbab Hijau ingin berbagi kehidupan ditengah-tengah warga kota , khususnya yang kurang mampu/ miskin guna memberikan konseling /edukasi penyuluhan cara menjaga kandungan dan merawat anak Balita agar kelak tumbuh menjadi Generasi Cemerlang.
“Kegiatan ini bentuk kepedulian SALAM untuk terus memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat Mataram. Para bidan dan relawan SALAM turun ke lapangan, terutama di kantong-kantong yang sulit mengakses layanan kesehatan,” ujar Selly.
*Atensi Bidan dan Ibu Hamil*
Marliana, seorang ibu muda dengan balita berusia 2,9 bulan tahun mengaku sangat terbantu dengan program Bidan SALAM Menyapa. Ia merasa lebih nyaman ketika ada layanan konsultasi dalam menjaga kesehatan ibu dan janin.
“Dengan Bidan SALAM Menyapa ini tentu kami terutama ibu ibu yang punya balita sangat terbantu, ” katanya.
Senada Devi Fitri , Warga Lingkungan Taman Seruni Kelurahan Taman Sari Ampenan menyampaikan terima kasih atas penyuluhan kesehatan yang diadakan SALAM karena membantu mengetahui perkembangan anak yang dihadapi oleh ibu ibu hamil.
“Kami berharap kegiatan penyuluhan kesehatan ini dilakukan secara berkala dan berkesinambungan dimasa pandemi ini,” pintanya.
Sementara itu Tim Bidan Salam Menyapa, Yesvi Zulfiana,S.Tr.Keb.,M.Kes mengatakan para relawan Bidan SALAM Menyapa yang turun memberikan layanan kesehatan gratis ini rata- rata berpendidikan Strata II (S2).
Diakui oleh Yesvi dengan penutupan posyandu akibat pandemi para ibu balita mengalami kesulitan memantau pertumbuhan dan perkembangan balitanya , terutama masalah pola makan balita yang sesuai gizi berimbang, konsultasi stimulasi perkembangan balita dan penyakit yang sering dialami balita.
” Bidan Salam Menyapa termasuk mensosialisasikan edukasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pola asuh anak, dan edukasi pencegahan Covid 19,” tutur Yesvi
Yesvi menambahkan, kegiatannya bersama timnya memberikan layanan edukasi dan konsultasi kesehatan gratis ini didorong oleh keterpanggilan kemanusiaan akibat pandemi ketika posyandu tidak beroperasi.
“Bidan Salam Menyapa akan bergerak door to door untuk memberikan layanan edukasi kesehatan secara berkala,” imbuh bidan yang berparas cantik ini.
*Layanan Edukasi Kesehatan Online dan Off Line Ala Jilbab Hijau*
Imam Budi Gunawan, Koordinator Ambulance GuDek menambahkan Bidan SALAM Menyapa ini spiritnya adalah Jilbab Hijau ingin fokus memberikan kemudahan pelayanan edukasi ataupun konsultasi kesehatan baik secara online ataupun off line atau tatap muka,” Kata Imam sembari menambahkan tiga tenaga medis dan bidan disiapkan Jilbab Hijau dalam setiap kegiatan menggunakan Ambulance SALAM ini.
Ia menambahkan Bidan SALAM Menyapa akan dilakukan bergilir dan berpindah tempat. Setiap kali layanan dilakukan, maka tim Task Force Ambulance SALAM lainnya akan melakukan kegiatan penyemprotan disinfektan dan fogging di lingkungan setempat.
“Penyemprotan disinfektan untuk mengantisipasi pandemi corona, sedangkan fogging dilakukan karena saat ini kan mulai masuk pancaroba ke musim penghujan. Tujuannya agar jentik nyamuk tidak berkembang dan meminimalisir penyakit DBD, di kota Mataram” ujarnya.
Sementara beberapa Tim Task Force Ambulance SALAM yang lainnya akan mensosialisasikan protokol kesehatan sembari mereka membagikan masker gratis untuk masyarakat.
Pria yang akrab disapa Wawan ini mengungkapkan, program Guru, Dokter dan Psikiater Keliling (GuDek) yang diluncurkan beberapa bulan lalu juga untuk mendekatkan layanan edukasi bidang pendidikan dan kesehatan. Program Bidan SALAM Menyapa semakin memperkuat dan menyasar kelompok rentan yang lebih luas.
Sumbawanews.com,- Jakarta – Perdebatan sengit kembali memanas di ranah politik nasional setelah Partai Golkar dan PDIP saling lempar tuduhan terkait sikap terhadap kekuasaan. Dalam...
Sumbawanews.com,- Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, menyatakan siap menjadi penjamin hukum bagi Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa, yang kini...
Sumbawanews.com,- Presiden Joko Widodo secara konsisten menjalankan amanat konstitusi melalui program Sekolah Rakyat, sebuah inisiatif strategis yang membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari...
Sumbawanews.com,- Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa keberhasilan Timnas Indonesia meraih tiket Piala Dunia tidak bisa dicapai hanya dengan strategi naturalisasi, melainkan harus dibangun dari...