Home Blog Page 2677

Pastikan Wilayah Perbatasan Indonesia-Malaysia Kondusif, Satgas Yonif 642 Bersama CIQ Laksanakan Patroli Bersama

(Kalbar). Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas bersama Polisi dan CIQ (Custom, Immigration, Quarantine) Entikong dan Jagoi Babang sepakat untuk bersinergi melaksanakan berbagai upaya dalam rangka meningkatkan keamanan di perbatasan.

 

Salah satunya dengan melaksanakan patroli bersama Jalan Inspeksi Patroli Perbatasan (JIPP) di sektor wilayah Pos Kotis Entikong, Kabupaten Sanggau, dan juga di sektor wilayah JIPP Pos Pamtas Kumba Semunying dan Pos Pamtas Saparan, Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalbar.

 

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas Letkol Inf Alim Mustofa dalam rilis tertulisnya di Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalbar, Kamis (21/1/2021).

 

Lebih lanjut Dansatgas menjelaskan bahwa kegiatan patroli bersama tersebut bertujuan untuk menjaga stabilitas dan kondusifitas serta melaksanakan fungsi pengawasan wilayah perbatasan RI-Malaysia baik di Entikong, Kabupaten Sanggau maupun di Kabupaten Begkayang, Kalimantan Barat.

 

Patroli bersama kali ini dilaksanakan dengan menyusuri JIPP serta jalur-jalur tikus atau jalur pelolosan yang biasa dilalui oleh pelintas batas, dimana kondisi wilayahnya berupa hutan sehingga membutuhkan banyak pengawasan.

 

“Terlibat dalam kegiatan patroli di sektor Entikong yaitu 8 orang personel Pos Kotis Entikong Satgas Yonif 642/Kapuas bersama Stasiun Karantina Pertanian Entikong,” kata Dansatgas.

 

Dansatgas juga mengatakan bahwa untuk patroli di sektor Bengkayang dihadiri oleh Wadansatgas Yonif 642/Kapuas Mayor Inf Fendi Puthut, Danpos Saparan, Danpos Kumba Semunying, bersama Polsek Jagoi Babang, Bea Cukai Jagoi Babang, Karantina Pertanian Jagoi Babang, Imigrasi Jagoi Babang dan Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu (BKIPM). (Bdr)

“Dualisme” NW Berakhir, Jamaah Bersatu untuk Pembangunan Daerah

MATARAM – Pasca keluarnya SK Kemenkumham RI yang mengacu pada putusan Peninjauan Kembali (PK) Mahkamah Agung RI terkait sengketa Organisasi Nahdlathul Wathan (NW), kini organisasi yang didirikan Pahlawan Nasional TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, akan terus berfokus untuk kemaslahatan umat. Selain ikut mendukung pembangunan daerah di Provinsi NTB terutama di bidang dakwah, pendidikan, ekonomi dan sosial kemasyarakatan juga membantu program Pemerintah Pusat untuk kesejahtraan masyarakat.

Ketua Umum Pengurus Besar NW (PBNW), Syaikhuna Tuan Guru Bajang KH Muhammad Zainuddin Atsani berharap seluruh jajaran dan jemaah NW untuk bersinergi dan solid dalam empat sektor perjuangan NW tersebut.

” Sudah tidak ada lagi dualisme di dalam organisasi yang didirikan Maulana Syaikh TGKH M Zainuddin Abdul Madjid ini, menyusul terbitnya SK Kemenkumham bernomor AHU 0001269.AH.0108 tertanggal 30 November 2020. NW ini hanya satu. Tidak ada lagi NW Anjani atau NW Pancor. Dualisme kita akhiri,” katanya, melalui press release, Kamis (21/01).

Syaikhuna Tuan Guru Bajang, panggilan akrabnya, juga meminta kepada semua pemerintah dari tingkat pusat sampai paling bawah harus taat pada keputusan hukum yang berlaku. Menjalankan regulasi bernegara yang sudah menjadi keputusan.

“Ayo bersama membangun Negara kita. Berhenti membuat kegaduhan. Jalankan saja keputusan Negara sebagai bentuk kita taat kepada pemimpin yang sah,” ujarnya.

Seperti diketahui, Kementerian Hukum dan HAM menerbitkan SK terbaru untuk Perkumpulan Nahdlathul Wathan (NW) dan kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) hasil Muktamar XIV di Mataram 2019.

SK bernomor AHU 0001269.AH.0108 diterbitkan mengacu pada putusan Mahkamah Agung dalam pemeriksaan Peninjauan Kembali Nomor: no 278 pk/pdt/2020, tertanggal 15 Mei 2020 yang mengakui dan memperkuat legitimasi NW Yg di pimpin Tuan Guru Bajang Muhammad Zainuddin Atsani.

TGB Atsani mengatakan, sudah saatnya jamaah NW bersatu dan kembali meraih kejayaannya seperti ketika dipimpin oleh Almagfurullah Maulana Syaikh TGKH M Zainuddin Abdul Madjid dulu.

Di masa pandemi Covid-19 saat ini, TGB Atsani juga meminta jajaran dan jemaah NW untuk bisa membantu pemerintah dalam pencegahan penyebaran Covid-19. NW harus bisa menjadi teladan dan contoh baik bagi masyarakat NTB terkait penerapan protokol kesehatan dalam kegiatan bermasyaraat sehari-hari.

“Meski saat ini pandemi Covid-19, aktivitas organisasi hendaknya tetap berjalan. Tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan. Jemaah NW juga harus menjadi teladan bagi masyarakat, kita semua berharap agar pandemi ini segera berlalu,” katanya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Bantuan Hukum NW, Muhammad Ihwan, SH., mengatakan, terbitnya SK Kemenkumham untuk NW memastikan bahwa NW tetap satu, sekaligus menghilangkan dualisme selama ini.

Menurutnya, jamaah NW di tengah masyarakat tentu akan sangat mengapresiasi hal ini, untuk kemudian mengisi ruang-ruang kontribusi bagi kemaslahatan umat, pembangunan daerah dan juga pembangunan bangsa.

“Tentu semua ini merupakan proses panjang. NW bisa kembali satu dan bersinergi semuanya untuk kontribusi nyata dalam pembangunan,” tukasnya.

Tingkatkan Minat Belajar, Satgas Yonif 125/Simbisa Ajak Anak-Anak Belajar Bersama

(Merauke). Sebagai wujud kepedulian dan kecintaan terhadap generasi penerus bangsa, personel Pos Rawa Biru Satgas Yonif 125/Simbisa mengajak anak-anak untuk belajar bersama. Ini merupakan salah satu potret pengabdian personel Satgas  untuk meningkatkan minat belajar dan kreatifitas anak-anak  perbatasan, khususnya di kampung Rawa Biru, Distrik Sota, Kabupaten Merauke.

 

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Yonif 125/Simbisa, Letkol Inf Anjuanda Pardosi dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Merauke, Papua, Kamis (21/1/2021).

 

Diungkapkan Dansatgas, selain menjaga wilayah perbatasan RI-PNG tetap kondusif, Satgas Yonif 125/Simbisa yang berada di bawah Komando Pelaksana Operasi (Kolakops) Korem 174/ATW juga gencar melaksanakan tugas dan fungsi pembinaan teritorial di berbagai bidang untuk meningkatkan kesejahteraan warga.

 

“Salah satu program Satgas sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat perbatasan yaitu bidang pendidikan, dimana para prajurit Satgas Yonif 125/Simbisa asal Sumatera Utara ini juga kerap membantu mengajar anak-anak yang ada di  wilayah perbatasan,” ujarnya.

 

Lebih lanjut dikatakan, seperti yang dilakukan oleh beberapa personel Satgas Pos Rawa Biru yang dipimpin Sertu Leo Febrianta A. Marbun memberikan bimbingan belajar berhitung dan mewarnai kepada anak-anak. “Tujuannya untuk meningkatkan kreatifitas dan minat belajar anak-anak di wilayah perbatasan,” jelasnya.

 

Dijelaskan pula bahwa sebelum terjun ke daerah operasi, beberapa personel sudah dipersiapkan menjadi tenaga pengajar dengan mengikuti pembekalan dari dinas terkait, kemudian pada pelaksanaan tugas di perbatasan RI-PNG, personel tersebut disebar di pos-pos yang memiliki warga binaan.

 

“Selain meningkatkan minat belajar anak-anak, kegiatan ini juga diharapkan dapat mempererat kebersamaan antara Satgas dengan masyarakat perbatasan,” harap Dansatgas.

 

Sementara itu, Luktas Mbanggu  siswa kelas 3 SD Inpres Rawa Biru yang ikut dalam kegiatan tersebut menuturkan sangat senang bisa belajar bersama personel Satgas. “Terima kasih banyak, abang-abang Satgas sudah mengajari kami cara berhitung dan mewarnai,” ucap Luktas senang. (Bdr)

 

164 Siswa Dikma Pa PK TNI Khusus Tenaga Kesehatan Terima Pembekalan

sumbawanews.com,- Sebanyak 164 siswa Pendidikan Pertama (Dikma) Perwira Prajurit Karier Tentara Nasional Indonesia (PK TNI) Khusus Tenaga Kesehatan, terdiri dari 114 siswa pria (63 TNI AD, 34 TNI AL, 17 TNI AU) dan 50 siswa wanita (37 TNI AD, 8 TNI AL, 5 TNI AU), menerima pembekalan, bertempat di Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (21/1/2021).

Asisten Personel (Aspers) Panglima TNI Marsda TNI Diyah Yudanardi yang diwakili oleh Paban 1/Ren Spers TNI Kolonel Inf Edy Rochmatullah menyampaikan bahwa sebagai Perwira Kesehatan dituntut untuk selalu mengembangkan dan menerapkan kepemimpinan lapangan yang dialogis, interaktif dan komunikatif, dengan senantiasa hadir di tengah-tengah prajurit guna memperkuat soliditas dan solidaritas satuan.

Di hadapan 164 siswa Dikma Pa PK TNI Khusus Tenaga Kesehatan, Kolonel Inf Edy Rochmatullah menyampaikan tiga pesan Aspers Panglima TNI untuk menyongsong masa depan dengan ancaman dan tantangan yang berbeda.

Pertama, siswa Dikmapa Pa PK TNI Khusus Tenaga Kesehatan Calon Perwira Remaja harus melek informasi dan menguasai teknologi. Para Perwira harus melek teknologi, keterbukaan wawasan, penguasaan dan penggunaan teknologi adalah kunci di masa depan.

“Kalau kita tidak paham betul revolusi industri 4.0 maka sia-sia kita menjadi perwira remaja berpangkat Letda. Kita hanya terbengong-bengong dan kita akan ketinggalan oleh negara lain yang paham betul dengan revolusi industri 4.0,” jelasnya.

Kedua, agar para siswa Dikmapa Pa PK TNI Calon Perwira Remaja, mampu beradaptasi memahami ancaman perubahan zaman. “Kita harus cepat beradaptasi memahami perubahan zaman,” kata Aspers Panglima TNI.

Menurut Marsda TNI Diyah Yudanardi, perubahan semakin cepat, ancaman perubahan juga akan semakin cepat dan tugas baru akan muncul lebih cepat dalam merespon ancaman. “Sejalan dengan apa yang sekarang terus dibangun yaitu cyber. Kita terlambat sedikit maka ancaman di depan kita,” pesannya.

“Ketiga, siswa Dikmapa Pa PK TNI Khusus Tenaga Kesehatan harus selalu bersinergi sebagai sesama komponen anak bangsa,” tutupnya. (Ahm)

Pangdam IX/Udayana Kukuhkan Drumband “Canka Wira Yudha” Yonif 742/SWY

Mataram – Selain membuka latihan Pratugas Satgas Pengamanan Perbatasan RI-RDTL Yonif 742/SWY, kunjungan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak di Mako Yonif 742/SWY juga mengukuhkan Drumband “Canka Wira Yudha” Yonif 742/SWY.

Pengukuhan Drumband yang dibentuk oleh Komandan Korem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani tersebut, ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Pangdam IX/Udayana diikuti Display Canka Wira Yudha di Lapangan Trisula Mako Yonif 742/SWY, Gebang Kota Mataram, Selasa (19/01/2020).


Terlihat Pangdam IX/Udayana sangat menikmati Display Drumband Canka Wira Yudha yang dimainkan oleh anggota Yonif 742/SWY, bahkan Mayjen TNI Maruli bersama Danrem 162/WB ikut larut dalam permainan Canka Wira Yudha dengan mencoba basa drum diikuti para asisten Kasdam IX/Udayana memainkan genderang maupun tenor.

“Luar biasa, semoga drumband bentukan Danrem yang kita kukuhkan hari ini bermanfaat bagi pasukan kita sendiri dan pemerintah NTB,” harap alumni Akmil 1992 tersebut usai memainkan basa drum Canka Wira Yuda dengan penuh semangat.


Terpisah Danrem 162/WB mengungkapkan, dibentuknya Canka Wira Yudha bertujuan untuk membentuk prajurit Yonif 742/SWY yang memiliki kemampuan, disiplin, tanggung jawab dan loyalitas yang tinggi serta kompak dan mampu bekerjasama dengan baik sesuai bidang tugas masing-masing.

“Alhamdulillah hari ini drumband Yonif 742/SWY telah resmi dikukuhkan oleh Bapak Pangdam IX/Udayana dengan nama Canka Wira Yudha, dan kami bersama Bapak Pangdam juga langsung mencoba memainkan alat yang dimainkan masing-masing saat menempuh pendidikan di Akademi Militer dulu,” ungkapnya.

“Ini luar biasa, suatu kebanggaan dan kehormatan bagi drumband Canka Wira Yudha yang baru saja terbentuk langsung dimainkan Pangdam IX/Udayana,” tandas Brigjen TNI Rizal Ramdhani menambahkan.

Pendiri Presidium Dewan Papua: Otonomi Khusus Pilihan Terbaik

Nama Thaha Al Hamid dikenal masyarakat saat memperjuangkan Papua merdeka dan mendorong untuk menyelesaikan persoalan di Bumi Cenderawasih secara damai.  Atas perjuangan itu, pemerintah Indonesia memberikan Otonomi Khusus (Otsus) yang merupakan kesepakatan bersama dalam Kongres Rakyat Papua tahun 2000. Kebijakan itu menjadi solusi politik bagi persoalan di Papua.

 

Thaha Al Hamid di era pemerintahan Presiden BJ Habibie merupakan salah satu personel Tim 100 yang diminta merumuskan penyelesaian persoalan Papua. Sebelumnya, mereka menyampaikan sudah cukup bersama Indonesia dan akan berpisah atau berdiri sendiri.

 

“Kebetulan di generasi kami prosesnya berlangsung seperti itu. Kami memilih setelah pulang dari Tim 100. Habibie bilang “kamu pulang dan renungkan.” Akhirnya kami putuskan kita bikin Kongres Papua,” kata Thaha Al Hamid dalam diskusi bersama Komandan Lanud Silas Papare Marsma TNI Budhi Achmadi di kanal Youtube Lanud Silas Papare, Rabu (20/1).

 

Sebelumnya, dia bersama para tokoh membuat pra kongres bernama Musyawarah Besar Papua pada tahun 2000 di Sentani. Kemudian terbentuklah Dewan Presidium Papua yang terdiri dari presidium Papua dan panel-panel.  “Di situlah terbentuk dan mulai terkontruksi. Saya pemimpin sidang kongres. Diputuskan di kongres, saya sekjen Dewan Presidium Papua,” jelas Thaha Al Hamid. Sementara, dewan presidium diketuai oleh Theys Hiyo Eluay.

 

Dalam kongres itu dibentuk beberapa komisi, salah satunya adalah Komisi Hak Papua. Kongres sepakat untuk melakukan akselerasi pembangunan hak-hak dasar rakyat Papua. Di dalam hak-hak dasar ini ada hak ekonomi, emansipasi sosial, budaya, pendidikan, dan kesehatan.

 

Sejumlah tokoh Papua juga telah mengadakan pertemuan dengan Presiden Abdurrahman Wahid di Jakarta. Dalam pertemuan itu, mereka meminta Gus Dur memperhatikan aspirasi rakyat Papua. “Kami merasa ini semua berkat komunikasi dialog. Karena sebelum itu kami bertemu dengan Gus Dur, dia berpesan “monggo silakan, kalian mau apa silakan tapi dengan syarat tetap di atas meja (NKRI) dan tetap berdialog”,” Thaha Al Hamid menceritakan.

 

Tokoh muslim Papua itu selalu berpegang teguh pada prinsip, berjuang dengan cara damai dan mengedepankan dialog terhadap permasalahan yang dihadapi di Papua. “Saya pegang mandat. Pertama, berjuang secara damai. Kedua, dialog itu mandat kami. Kalau ada di luar itu saya tak mau terlibat, tidak ada kekerasan, tidak boleh usir atau paksa orang. Ini perjuangan damai,” tutur Thaha Al Hamid.

 

Dia pun menyoroti gerakan yang muncul belakangan ini. Menurut Thaha Al Hamid, perjuangan yang dilakukan oleh sekelompok orang saat ini telah kehilangan tujuan awalnya. “Intinya sekarang ini tidak ada ruh. Mau ke mana ruh perjuangan ini, mau ke mana, mau ke Papua merdeka kah. Sekarang orang lebih banyak bicara referendum. Referendum itu cuma jalan bukan tujuan,” katanya.

 

Thaha Al Hamid juga mengkritik pihak-pihak yang kerap berbicara soal referendum tanpa ada tujuan jelas. Menurutnya, hal itu bukanlah solusi yang mengubah kondisi ke arah lebih baik. “Hari ini orang kalau bicara referendum, tolak otsus lalu kita referendum, saya ingin tahu mana itu roadnya. Saya ingin tahu jalannya. Jujur saja sehingga anak-anak muda lebih mengedepankan pergerakan fisik. Saya pikir tidak ada pilihan lain kita berhenti dan kita hidup baik-baik di Republik Indonesia,” jelasnya.

 

Perjuangan panjang para tokoh Papua telah membuahkan hasil, otonomi khusus terhitung sudah 20 tahun berjalan. Otonomi khusus mengerjakan empat hal, yakni pengembangan pendidikan, kesehatan, ekonomi rakyat, dan infrastruktur. “Saya selalu yakin spesial otonomi bukan itu hasil kami. Tapi itu ikhtiar yang benar karenanya mesti terus jalan dan berlanjut supaya kesehatan, pendidikan dan ekonomi masyarakat diperbaiki,” demikian Thaha Al Hamid. (*)

 

Hibur Anak Perbatasan RI-PNG, Satgas Yonif MR 413 Kostrad Berikan Gula-Gula

sumbawanews.com,- Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad Pos Ramil Tami menghibur anak-anak Perbatasan RI-PNG dengan membagikan permen atau biasa disebut gula-gula di Kampung Skouw Yambe Distrik Muara Tami Kota Jayapura. Demikian disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 413 Kostrad Mayor Inf Anggun Wuriyanto, S.H., M.Han. dalam rilis tertulisnya di Distrik Muara Tami Kota Jayapura, Papua, Kamis (21/01/2021).

 

Menurut Dansatgas, kegiatan yang dilakukan oleh Pos Ramil Tami itu merupakan bagian dari pembinaan Teritorial guna merebut hati rakyat.  Berbagai cara dilakukan dalam merebut hati rakyat, salah satunya yang dilakukan oleh Pos Ramil Tami dengan cara membagikan gula-gula kepada anak-anak di Kampung Skouw Yambe.

 

“Upaya yang sangat baik karena kedekatan dan keceriaan anak-anak dengan Satgas itu tidak bisa dibuat-buat, jika mereka senang dengan kehadiran kami, maka mereka akan mengekspresikan kegembiraan mereka, begitupun sebaliknya,” ungkap Mayor Anggun.

 

Selaku Komandan Pos Ramil Tami, Lettu Inf Warmu menyampaikan pernyataan Dansatgas bahwa anggotanya rutin membagikan gula-gula apabila hendak menuju Kampung. Baik dalam kegiatan patroli maupun anjangsana, anggotanya wajib membawa gula-gula.

 

“Hal tersebut sesuai dengan perintah Dansatgas, bahwa setiap Prajurit wajib mengantongi gula-gula apabila hendak menuju Kampung, sehingga saat menjumpai anak-anak di Kampung, otomatis anggota langsung mengeluarkan gula-gulanya dari saku mereka,” tutur Lettu Warmu.

 

Ternyata kegiatan membagikan gula-gula yang dilakukan oleh Pos Ramil Tami tersebut mendapatkan respon dari salah seorang warga di Kampung Skouw Yambe. Ialah Wilhelmus Rollo (34) yang membeberkan bahwa hampir setiap hari anaknya bernama Gloria Rollo (9) menunggu kedatangan Pos Satgas ke Kampung nya dan membagikan gula-gula kepadanya. “Anak saya sangat senang sekali apabila ada abang Satgas main ke Kampung, pulang ke rumah dia pasti membawa gula-gula yang dia terima dari abang-abang Satgas,” ucapnya.

Untuk Lebih Dekat Dengan Satuan Jajaran, Pangdam Cenderawasih Kembali Laksanakan Kunjungan Kerja

sumbawanews.com,- Setelah sebelumnya melaksanakan Kunjungan Kerja di beberapa satuan Balakdam XVII/Cenderawasih, hari Rabu (20/01/2021) Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono, M.A. didampingi Ketua Persit KCK Daerah XVII/Cenderawasih Ny. Natalia Yogo Triyono beserta rombongan kembali melaksanakan kunjungan kerja ke satuan jajaran Kodam XVII/Cenderawasih di wilayah Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura.

 

Mengawali kunjungan kerjanya Pangdam bersama rombongan menuju Denzipur 10/KYD, kemudian dilanjutkan ke Yonif RK 751/VJS dan Rindam XVII Cenderawasih.

 

Kunjungan Kerja tersebut bertujuan untuk melihat kondisi satuan dan memberikan pengarahan secara langsung kepada para prajurit dan istri prajurit. “Saya datang kesini untuk melihat secara langsung kondisi satuan serta sebagai sarana untuk mengetahui kendala atau kekurangan yang ada pada satuan tersebut,” ucap Pangdam.

 

Selanjutnya, Pangdam berharap agar para prajurit senantiasa disiplin, mentaati aturan dan hukum serta bekerja tulus dan ikhlas. “Dalam TNI terdapat berbagai macam aturan, sehingga kita dituntut untuk memiliki disiplin yang tinggi. Apabila tidak disiplin maka kita tidak bisa mengendalikan diri kita dan akan membuat pelanggaran. Selain itu sebagai prajurit harus memiliki loyalitas baik kepada atasan bawahan dan rekan serta selalu tulus dan ikhlas dalam menjalankan tugas yang diemban,” jelas Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono.

 

“Agar mempunyai Disiplin yang tinggi, anggota harus senantiasa menjaga kesehatan, apabila ada waktu luang manfaat untuk berolahraga, makan makanan bergizi dan beristirahat yang cukup serta mamatuhi protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19 yang saat ini masih berlangsung,” ujar Pangdam.

 

Jendral Bintang Dua di Kodam XVII Cenderawasih ini juga berpesan kepada ibu-ibu Persit bahwa sebagai istri prajurit yang sejak awal sudah berkomitmen menjadi istri TNI dan siap ikut suami dimanapun bertugas, untuk selalu mendukung tugas suami dan menjaga keharmonisan keluarga.

 

“Apalagi di Papua, tantangan istri TNI berbeda dengan satuan di luar Papua dan risikonya sangat berat, apabila Bapaknya sedang bertugas maka saya harapkan ibu-ibu harus mendoakan agar para suami diberikan keselamatan dalam bertugas. Demikian juga untuk para prajurit yang sudah berkeluarga untuk menyayangi istri dan keluarga dengan tidak melakukan pelanggaran,” tutup Pangdam.

 

Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono juga berpesan kepada para Prajurit dan istri Prajurit untuk bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah percaya dengan berita hoax yang beredar. Dalam semua kegiatan tersebut dilaksanakan dengan tetap mempedomani protokol kesehatan. (Pendam XVII/Cenderawasih).

Bekerjasama dengan Pihak Bea Cukai dan Karantina Entikong, Satgas Pamtas Yonif 642 Serahkan Barang Bukti Penyelundupan

(Sanggau-Kalbar). Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas menyerahkan barang bukti penyelundupan berupa 48 botol Minuman Keras (Miras) merk Gin kepada Bea Cukai Entikong dan dua ekor ayam jenis philifin kepada pihak Karantina Entikong.

 

Miras tersebut merupakan hasil tangkapan anggota Pos Panga Satgas Pamtas Yonif 642 pada hari Rabu, 20 Januari 2021 di jalur tikus (jalur pelolosan) wilayah Pos Panga yang berada di Dusun Panga, Kabupaten Sanggau. Sebanyak 48 botol Miras merk Gin diamankan oleh anggota Pos yang sedang melakukan patroli pada Rabu dini hari.

 

Sementara untuk barang ilegal lainnya, yaitu dua ekor ayam jenis philifin merupakan hasil tangkapan anggota Pos Bantan Satgas Pamtas Yonif 642 pada hari Rabu, 20 Januari 2021 di jalur tikus wilayah Pos Bantan, Dusun Bantan, Kabupaten Sanggau, saat sedang melakukan patroli pada pukul 11.00 WIB.

 

Penyerahan barang bukti dilakukan di Pos Kotis Entikong Satgas Pamtas Yonif 642/Kapuas, Kec. Sekayam, Kab. Sanggau,  Kalimantan Barat, yang diserahkan langsung oleh Danpos Panga Serka Dharmanto dan Danpos Bantan Serka Tri beserta Perwira Hukum (Pakum) Satgas Letda Chk Waldiawan Hakim dan diterima oleh perwakilan dari pihak Bea Cukai dan Karantina Entikong, Rabu (20/1/2021).

 

Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas Letkol Inf Alim Mustofa sangat mengapresiasi keberhasilan penggagalan penyelundupan ini yang merupakan hasil kerja keras dari anggota yang terus berupaya untuk mencegah terjadinya kegiatan penyelundupan di wilayah perbatasan.

 

Dansatgas mengatakan bahwa salah satu tugas Satgas Yonif 642/Kapuas di wilayah perbatasan yaitu mencegah masuknya barang-barang ilegal ke wilayah Indonesia. “Satgas Pamtas akan selalu berkoordinasi terus dengan instansi terkait, guna memperkecil angka penyelundupan barang ilegal di wilayah perbatasan, dengan memperketat pengawasan serta melakukan patroli-patroli di jalan tikus perbatasan,” ujarnya. (Bdr)

Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Maruli Simanjuntak Kunjungan Kerja Perdana di Korem 162/WB

Mataram – Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak bersama Ketua Persit Kartika Candra Kirana (KCK) PD IX/Udayana Ny. Uli Simanjuntak beserta rombongan tiba di Makorem 162/WB disambut dengan penghormatan berjajar, pengalungan kain songket dan hand bucket dari putra-putri Prajurit Korem 162/WB.

Dalam kesempatan yang baik itu, Pangdam IX/Udayana didampingi Komandan Korem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani dan Ketua Persit KCK Koorcabrem 162 Ny. Kirana Rizal Ramdhani bersama rombongan melaksanakan makan siang bersama dengan perwakilan prajurit TNI-Polri, PNS dan Persit jajaran Korem 162/WB yang dilanjutkan dengan pengarahan di lapangan Gatot Subroto Makorem 162/WB, Selasa (19/1/2021).

Pangdam IX/Udayana menyampaikan, kebersamaan TNI-Polri dan Pemerintah Daerah di NTB luar biasa dan patut diapresiasi. Ini menjadi modal untuk memunculkan ide-ide dalam menjalankan tugas kedepan terkait dengan program pembangunan daerah.

Diceritakannya, setelah berbincang dan berdiskusi dengan Gubernur NTB dalam perjalanan, program yang akan segera direalisasikan yakni food estate untuk mendukung ketahanan pangan di wilayah Provinsi NTB.

Menurut mantan Komandan Paspamres itu, Prajurit yang meniti karier di luar daerah bisa meraih kesuksesan dan memiliki peluang untuk membangun masyarakat yang dikaitkan dengan tugas sebagai Prajurit TNI.

“Jadilah corong pemerintah dengan menyampaikan informasi yang benar dan melawan hoaks tentang Covid-19 maupun vaksinasi Covid-19 kepada seluruh masyarakat Indonesia khususnya NTB,” pesan Alumnus Akmil 1992 tersebut.

Selain itu, Mayjen TNI Maruli Simanjuntak juga mengingatkan, virus berbahaya dan bahkan mematikan ini harus kita lawan dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yakni 3M, menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

“Ingat jaga diri dan keluarga serta orang-orang yang kita cintai, dengan demikian maka kita juga termasuk menjaga bangsa dan negara dari Covid-19,” pungkasnya penuh semangat.


Dalam kunjungan perdananya ini, Pangdam IX/Udayana bersama Ketua Persit KCK PD IX/Udayana juga meninjau UMKM Persit KCK jajaran Koorcabrem 162 di aula Sudirman Korem 162/WB, serta menyaksikan penyerahan piala dan piagam kepada Bupati, Dandim, Kapolres, Danramil, Babinsa dan Persit terbaik dalam rangka lomba pembinaan satuan jajaran Korem 162/WB berikut pemberian sarana olahraga kepada perwakilan TNI AD, AL dan AU serta perwakilan Polri Polda NTB.

Terlihat Gubernur NTB, Kapolda NTB, Kabinda NTB, Kajati NTB, Kadilti NTB, Kasrem 162/WB, Danlanal Mataram, Danlanud ZAM Rembiga, para Asisten Kasdam IX/Udayana juga ikut mendampingi kunjungan kerja Pangdam IX/Udayana di Makorem 162/WB.

Berita Terkini

Argentina vs Austria: Laga Penentu Messi dan Rekor Sejarah

Sumbawanews.com,- Timnas Argentina bersiap menghadapi ujian berat melawan Austria dalam laga kedua Grup J Piala Dunia 2026 di Dallas Stadium, Arlington, Selasa dini hari...

Maestro The Fed Alan Greenspan Meninggal di Usia 100 Tahun

Sumbawanews.com,- Jakarta—Alan Greenspan, sosok yang pernah dijuluki “Maestro The Fed” dan menjadi arsitek kebijakan moneter Amerika Serikat selama hampir dua dekade, meninggal dunia pada...

76 Remaja Terpilih Jadi Paskibraka 2026

Sumbawanews.com,- Jakarta – Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) resmi mengumumkan 76 remaja terpilih sebagai Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Pusat tahun 2026....

Anak Eks Bupati Sleman Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah

Sumbawanews.com,- Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta menetapkan Anggota DPRD Sleman, Muhammad Fauzan, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana hibah senilai Rp1,2 miliar. Fauzan, yang...

Berita Utama