Home Blog Page 2678

Bantuan Ketum Dharma Pertiwi Untuk Korban Gempa Disalurkan Kepada Masyarakat Mamuju

(Puspen TNI).  Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXXV Makorem Koordinasi Cabang Korem 142 PD XIV/Hasanudin Ny. Sari Firman Dahlan menyerahkan bantuan dari Ketua Umum (Ketum) Dharma Pertiwi Ny. Nanny Hadi Tjahjanto untuk korban gempa, bertempat di Stadion Manakarra Jl. Usman Jafar, Rimuku Mamuju, Sulawesi Barat, Minggu (17/01/2021).

 

Penyerahan bantuan dari Ketum Dharma Pertiwi  diserahkan secara simbolis oleh Ny. Sari Firman Dahlan kepada perwakilan masyarakat yang berada di wilayah Kelurahan Binangah, Kecamatan Mamuju, diantaranya kasur lipat, kain sarung, biscuit, sembako dan perlengkapan bayi.

 

Bantuan berupa sembako dan keperluan sehari-hari tersebut merupakan wujud nyata kepedulian sosial Dharma Pertiwi kepada masyarakat yang terkena musibah. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terkena musibah bencana gempa.

 

Bantuan dari Ketum Dharma Pertiwi tersebut sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang sedang tertimpa musibah akibat gempa bumi. Bapak Irfan salah satu warga yang menerima bantuan menyampaikan kegembiraannya dan ucapan terima kasih kepada Ibu Ketum Dharma Pertiwi. “Saya merasa bahagia karena sudah dibantu, terima kasih bantuannya sangat berarti bagi kami,” ucapnya.

 

Kegiatan penyerahan bantuan di hadiri pula oleh Pengurus Jalasenastri Cabang 5 Koorcab VI DJA II  Lanal Mamuju dan Pengurus PIA Ardhya Garini Detasemen AU Mamuju beserta Pengurus lainnya. (Bdr)

Pererat Silaturahmi Dengan Tokoh Agama, Kabintal Cenderawasih Kunjungi Gereja Katedral Jayapura

sumbawanews.com,- Untuk mempererat tali silahturahmi dengan tokoh-tokoh agama yang berada di sekitar Kota Jayapura, Kabintaldam XVII/Cenderawasih Letkol Arh Antonius Andre Wira K, S. AP M.Si. beserta staf melaksanakan kunjungannya ke Pemimpin agama Katholik di Paroki Katedral di Dok V Atas Kota Jayapura, Senin (18/01/2021).

 

Dalam kunjungan tersebut, Kabintal disambut langsung oleh Pastor Robertus OFM. Disela-sela kunjungannya Kabintal menyampaikan, tujuan dari kegiatan tersebut untuk menjalin silaturahmi dengan Pendeta di Katedral Jayapura.

 

“Selain untuk menjaga silaturahmi, kedatangan kami disini juga untuk menawarkan bantuan dalam rangka mendukung program dari Keuskupan dan Gereja. Sehingga kehadiran Kodam XVII/Cenderawasih dapat membantu mensukseskan kegiatan tersebut,” ucap Kabintal.

 

Selanjutnya, saya juga berharap bahwa dengan hadirnya TNI dapat menambah animo masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut. “Karena Kodam XVII/Cenderawasih hadir untuk membantu masyarakat dan mari bersama-sama membangun Papua dengan Hati dan Doa,” harap Letkol Arh Antonius Andre.

 

Mendengar ucapan tersebut, Pastor Robertus OFM menyampaikan terima kasih atas kunjungan yang dilakukan oleh Kabintaldam XVII/Cenderawasih. “Semoga dengan kunjungan ini dapat mempererat tali silaturahmi antara bapak TNI dan pendeta serta Jamaat Gereja Katedral Jayapura,” ungkap Pastor Robertus. (Pendam XVII/Cenderawasih).

Pasca Melahirkan, Rika Maywa Mendapat Pelayanan Kesehatan Dari Satgas Yonif 125/Simbisa

(Merauke). Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat perbatasan, Satgas Yonif 125/Simbisa memberikan pelayanan kesehatan kepada ibu Rika Maywa (21 th) warga Kampung Yakyu, Distrik Sota, Kabupaten Merauke, pasca melahirkan anak ketiganya.

 

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Yonif 125/Simbisa, Letkol Inf Anjuanda Pardosi dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Merauke, Papua, Senin (18/1/2021).

 

Persalinan ibu Rika Maywa saat melahirkan anak ketiganya dibantu oleh saudaranya Fransina Maywa (49 th) dan Mariana Maywa (31 th) pada Sabtu 16 Januari 2021.  “Selanjutnya pada Senin 18 Januari 2021, Seiko Diken (39 th) suami Rika Maywa mendatangi Pos Yakyu Satgas Yonif 125/Simbisa untuk meminta pertolongan karena kondisi istrinya masih lemah,” ungkap Dansatgas.

 

Lebih lanjut Dansatgas mengatakan, mengetahui ada warga yang membutuhkan pertolongan, Danpos Yakyu Letda Inf Zul Efendi didampingi empat orang anggotanya langsung bergegas mendatangi lokasi bersalin ibu Rika.

 

“Setibanya di lokasi persalinan, Letda Inf Zul Efendi beserta dua orang anggota Tim Kesehatan segera memberikan pertolongan dengan terlebih dahulu melakukan pemeriksaan dilanjutkan pemasangan infus,” jelasnya.

 

“Kita berharap, pemasangan infus cairan RL yang diberikan dapat segera memulihkan staminanya,” tambah Dansatgas.

 

Dansatgas mengatakan bahwa Satgas Yonif 125/Simbisa di bawah Komando Pelaksana Operasi (Kolakops) Korem 174/ATW selalu siap membantu mengatasi kesulitan yang dialami masyarakat perbatasan.

 

“Kita ikut senang dapat membantu memecahkan kesulitan yang dihadapi warga, dan ini juga merupakan implementasi Delapan Wajib TNI untuk membantu mengatasi kesulitan rakyat di sekelilingnya,” tandasnya.

 

Di tempat terpisah, Seiko Diken suami ibu Rika Maywa mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan bantuan dari anggota Satgas kepada istrinya.  “Kehadiran Satgas di kampung ini sangat membantu kami. Kiranya Tuhan senantiasa memberikan kesehatan dan kemudahan kepada bapak sekalian dalam menjalankan tugasnya,” ungkapnya. (Bdr)

Batalyon Kesehatan TNI Bantu Pengobatan Korban Gempa Sulbar

sumbawanews.com,- Satuan tugas (Satgas) Kesehatan TNI dari Batalyon Kesehatan (Yonkes) 1/Kostrad Ciluwer Bogor dan Yonkes Marinir 1 Cilandak Jakarta yang berposko di wilayah kantor Gubernur Sulawesi Barat terus memberikan bantuan pelayanan kesehatan kepada masyarakat korban bencana gempa bumi berkekuatan M 6,2 yang terjadi beberapa waktu lalu di Kabupaten Mamuju, Manjene, Provinsi Sulawesi Barat.

 

Satuan tugas Kesehatan TNI, selain memberi pelayanan kesehatan di posko kesehatan TNI juga memberikan pelayanan kesehatan secara keliling dengan mendatangi langsung ke tenda pengungsian yang berada di Desa Boteng Utara, Kecamatan Simboro Mamuju, Sulawesi Barat, Senin (18/1/2021).

 

Katim Kesehatan TNI Letda Laut (K) dr. Andre Prasetyo Mahesya mengatakan, pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara keliling dilakukan untuk mempercepat pemberian pelayanan kepada para korban gempa yang berada di tenda pengungsian.

 

“Di Desa Boteng Utara, Kecamatan Simboro Mamuju para korban yang diberi pelayanan kesehatan rata-rata mengalami luka ringan dan luka patah tulang serta trauma berat,” katanya.

 

Pada kesempatan tersebut, salah satu korban gempa Mamuju bernama Yusman mengatakan masyarakat di Desa Boteng Utara sangat terbantu oleh pelayanan kesehatan yang diberikan TNI dengan mendatangi langsung ke desa-desa yang sulit mendapatkan pelayanan medis.

 

“Di Desa kami, ini pelayanan kesehatan yang pertama kali kami terima pasca gempa dari bapak TNI. Kami berterima kasih dan berharap kunjungan pelayanan kesehatan terus dilakukan,” ucapnya. (Ahm)

Cukur Rambut, Anak-Anak Datangi Pos Satgas Pamtas Yonif 642/Kapuas

(Sambas-Kalbar).  Pos Temajuk Satgas Pamtas Yonif 642/Kapuas diserbu anak-anak Dusun Maludin, Desa Temajuk, Kec. Paloh, Kab. Sambas, Kalbar. Tujuan kedatangan anak-anak tersebut adalah untuk meminta personel Satgas memangkas rambut mereka.

 

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas, Letkol Inf Alim Mustofa, dalam rilis tertulisnya di Pos Kotis Entikong, Kabupaten Sanggau, Minggu (17/1/2021).

 

Berdasarkan laporan dari Komandan Pos (Danpos) Temajuk, Letda Inf Ryan Hidayat, Dansatgas mengatakan bahwa awal kejadian bermula ketika salah satu anggota pos, Praka Fekki sedang memangkas rambut salah satu anggota lainnya di pos.

 

“Ketika itu, ada sekelompok anak yang sedang bermain di dekat pos, kemudian  melihat anggota pos yang sedang dipangkas rambutnya, anak-anak kemudian menghampiri dan meminta anggota pos untuk memangkas rambutnya seperti model rambut tentara,” ujar Dansatgas.

 

Dansatgas mengungkapkan bahwa anggota pos dengan senang hati menuruti permintaan untuk memangkas rambut anak-anak tersebut. “Dengan kedekatan antara anak-anak dengan prajurit dapat membentuk mental dan karakter mereka sejak dini, yang kelak tumbuh menjadi Warga Negara Indonesia dengan jiwa nasionalisme yang tinggi dan cinta tanah air,” tandas Letkol Inf Alim Mustofa.

 

Di tempat terpisah, Danpos Temajuk Letda Inf Ryan Hidayat mengatakan, senang dengan kehadiran anak-anak di Pos Pamtas yang dipimpinnya tersebut. “Walaupun hanya sekedar memotong rambut, kami sungguh senang dapat mewujudkan keinginan anak-anak di kampung ini,” jelasnya.

 

Danpos menambahkan bahwa, merupakan kebanggaan tersendiri bagi anggota pos, ketika warga sekitar khususnya anak-anak tahu bahwa kehadiran TNI juga untuk membantu setiap kesulitan mereka.

 

“Tentu dengan senang hati dan tangan terbuka, kami hadir untuk membantu kesulitan warga. Janganlah segan-segan untuk datang ke pos ketika membutuhkan bantuan, kami siap untuk membantu warga disini,” tandasnya.

 

Sementara itu, Rudi (9 th) salah satu anak dengan polosnya ketika sedang dipangkas rambutnya berkata bahwa, ia senang dengan adanya TNI di kampungnya dan ia mau dicukur rambutnya seperti rambut tentara. “Saya mau punya rambut seperti om tentara,” pungkasnya sambil tersenyum.(Bdr)

Pelayanan Pengobatan Keliling, Bukti Kepedulian Satgas Pamrahwan Yonif 756/WMS Pada Kesehatan Masyarakat

sumbawanews.com,- Untuk menjaga dan memelihara kondisi kesehatan masyarakat serta menjamin kualitas kesehatan masyarakat, Satgas Pamrahwan Yonif 756/WMS Pos Jila yang berada di bawah Komando Pelaksana Operasi Korem 174/ATW menggelar kegiatan Bakti Sosial berupa Pengobatan keliling di Kampung Jila Distrik Agimuga Kabupaten Mimika.

 

Dansatgas Pamrahwan Yonif 756/WMS Mayor Inf Marolop Edison Bala Hutapea Sabtu (16/01/2021) mengatakan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh Pos Jila tersebut, sudah merupakan perintahnya yang disampaikan dari awal kepada seluruh personel pos Satgas Pamrahwan Yonif 756/WMS, baik pada saat masih di home base maupun sebelum mereka masuk dan menempati pos mereka masing-masing.

 

“Dimanapun kami bertugas, kami selalu menganggap masyarakat yang ada di sekitar pos seperti saudara kami sendiri, oleh karena itu sudah merupakan suatu kewajiban bagi kami, untuk selalu melayani masyarakat dengan hati yang tulus, dan selalu siap membantu setiap kesulitan yang dirasakan masyarakat disekitar pos, yang membutuhkan bantuan dari kami baik itu dari sisi masalah kesehatan maupun masalah yang lainya,” kata Dansatgas.

 

Lebih lanjut dikatakan Dansatgas bahwa kegiatan pengobatan keliling tersebut sudah merupakan suatu kegiatan rutin yang akan terus dilakukan pada masyarakat di sekitar Pos, dengan tujuan untuk memelihara dan menjamin kesehatan masyarakat, karena masalah kesehatan harus benar-benar diperhatikan dan tidak boleh dianggap sepele.

 

Menurutnya, kegiatan pengobatan keliling merupakan suatu program yang rutin dilaksanakan dan program tersebut akan dilakukan secara terus menerus mulai dari awal penugasan sampai nanti saat selesai penugasan karena kesehatan merupakan hal yang sangat penting dan tidak boleh dianggap sepele. “Kesehatan harus di jaga dengan baik, agar jika kita sehat maka semua aktifitas dapat dilakukan secara maksimal,” tegas Mayor Marolop.

 

Sementara itu, Bintara Kesehatan Pos Jila Serda Roger mengatakan, untuk pelayanan kesehatan keliling di Kampung Jila, personel yang dilibatkan berjumlah 5 orang, selain melakukan pengobatan keliling pada masyarakat yang sakit, namun juga kegiatan tersebut dimanfaatkan untuk memberi himbauan pada masyarakat agar mengutamakan pola hidup sehat sehingga dapat terhindar dari  segala macam penyakit.

 

“Dalam pelayanan pengobatan keliling ini, disamping memberi pengobatan pada masyarakat yang sakit, kami juga manfaatkan kesempatan yang baik ini untuk menghimbau pada masyarakat agar tetap menjaga kesehatan diri masing masing agar dapat terhindar dari segala macam penyakit terutama virus Covid-19. Patuhi dan taati prosedur tentang protokol kesehatan sehingga bahaya dari penularan dan penyebaran Covid-19 dapat kita hindari,” kata Serda Roger.  (Pendam XVII/Cenderawasih).

15 Gereja di Papua Terima Bantuan Alkes Satgas Yonif MR 413 Kostrad

Sumbawanews.com,- Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad membagikan bantuan berupa alat kesehatan dalam mencegah penyebaran Covid-19 kepada 15 Gereja yang tersebar di Kota Jayapura dan Kabupaten Keerom berupa masker, hand sanitizer, herbavid-19, vitamin C, tanki spray elektrik dan tablet disinfektan.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 413 Kostrad Mayor Inf Anggun Wuriyanto, S.H., M.Han. dalam konfirmasinya di Distrik Muara Tami Kota Jayapura, Papua, Minggu (17/01/2021).

Dansatgas mengatakan bahwa ribuan alat kesehatan tersebut untuk pencegahan Covid-19 dengan sasaran Gereja, dimana pada hari ini masyarakat menunaikan ibadah rutin hari Minggu. “Kami ingin membantu dan menjamin masyarakat khususnya di wilayah Perbatasan RI-PNG tetap dapat beribadah dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan menggunakan alat kesehatan yang kami berikan,” ujarnya.

“Dengan demikian harapan kami, wabah Covid-19 ini tidak merebak hingga ke wilayah Perbatasan RI-PNG,” kata Dansatgas.

Mayor Anggun juga membeberkan rincian alat kesehatan yang diberikannya kepada masyarakat Perbatasan RI-PNG. “Berdasarkan laporan para Komandan Pos jajaran, dari 15 Gereja yang dapat kami berikan bantuan alat kesehatan, diantaranya 2.500 Masker, 1500 hand sanitizer 500 ml, 2.000 hand sanitizer 100 ml, 200 strip vitamin C, 150 kotak herbavid-19, 50 tanki spray elektrik dan 100 tablet disinfektan,” ucapnya.

Sebelum dilakukannya pembagian alat-alat kesehatan tersebut, para Komandan Pos menerangkan tentang penggunaan dari masing-masing alat sehingga masyarakat memahami tujuan diberikannya alat itu.

“Para Danpos beserta anggotanya memberikan penjelasan tentang penggunaan alat kesehatan tersebut. Seperti bagaimana cara memakai masker yang baik, penggunaan hand sanitizer yang tidak berlebihan, konsumsi vitamin C sehari sekali, mengkonsumsi Herbavid-19 bagi yang memiliki gejala batuk dan cara penggunaan Tanki spray elektronik beserta tablet disinfektannya,” jelas Mayor Anggun.

Ditambahkan oleh orang nomor satu di Satgas Yonif MR 413 Kostrad bahwa kegiatan pembagian alat kesehatan dalam mencegah penyebaran Covid-19 ini akan berlanjut dengan waktu dan sasaran yang berbeda. “Dalam waktu dekat ini juga kami akan membagikan alat-alat tersebut diantaranya di tempat ibadah Masjid pada saat pelaksanaan Ibadah solat Jum’at dan di Perkantoran seperti PLBN Skouw, Distrik, Polsek, Koramil, Puskesmas, Kantor Kampung, serta diberbagai tempat umum lainnya,” pungkasnya.

Gowes Bersama Anggota, Pangdam XVII/Cenderawasih Tempuh Jarak 110 Km

(Jayapura). Untuk menikmati udara pagi yang segar di wilayah Ujung Timur Indonesia, Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen YNI Ignatius Yogo Triyono, M.A. melaksanakan olahraga bersepeda (Gowes) dengan jarak lebih kurang 110 kilometer.

 

Pada kegitan tersebut, Mayjen YNI Ignatius Yogo Triyono didampingi oleh Kasdam XVII/Cenderawasih, Kapoksahli Pangdam, Irdam XVII/Cenderawasih, para Asisten Kasdam, Kabalak dan anggota Kodam XVII/Cederawasih.

 

“Hari ini Sabtu (16/01/2021), Saya bersama para Pejabat dan anggota Kodam XVII/Cenderawasih menikmati waktu libur dengan olahraga bersepeda bersama serta menikmati udara segar di wilayah Jayapura,” ucap Pangdam.

 

“Selain untuk olahraga, kegiatan ini juga bertujuan untuk menjaga kondisi fisik para pejabat dan anggota Kodam XVII/Cenderawasih agar tetap prima dan terjaga serta meningkatkan imun tubuh,” tambah Pangdam usai melaksanakan Gowes.

 

Sementara itu, Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Arm Reza Nur Patria saat dikonfirmasi mengatakan, Gowes Bapak Pangdam kali ini menempuh jarak 110 Km dengan rute dimulai dari Kediaman Pangdam XVII/Cenderawasih, istirahat di PLBN Skow dan finish di Pantai Ciberi. Kegiatan tersebut tetap dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan.

 

“Kegiatan Gowes Bapak Pangdam dengan para pejabat serta anggota Kodam XVII/Cenderawasih bertujuan untuk menjaga kesehatan, kebugaran tubuh, silaturahmi dengan anggota dan refreshing di waktu libur,” katanya.

 

“Dalam pelaksanaan kegiatan olahraga bersepeda yang dilaksanakan ini tetap menerapkan protokol kesehatan,” tutup Kapendam. (Bdr)

Pemerintah Diminta Tetapkan Organisasi Papua Merdeka (OPM) sebagai Teroris

Sumbawanews.com,- Pemerintah diminta menetapkan Organisasi Papua Merdeka (OPM) sebagai organisasi Teroris. Pasalnya, karena tindakannya OPM selama ini nyata-nyata merupakan bentuk teror terhadap warga Papua selain menyuarakan perlawanan terhadap eksistensi negara.

Direktur Eksekutif Pusat Studi Kemanusiaan dan Pembangunan (PSKP), Efriza mengatakan, sudah sangat layak apabila OPM dikatakan sebagai organisasi teroris karena aksi yang dilakukan selama ini bukan hanya memakan korban dari kalangan aparat keamanan tapi juga masyarakat Papua melalui tindakan yang bersifat teror.

“OPM selama ini jelas-jelas menolak secara tegas Otonomi Khusus (Otsus) Papua dan meminta agar Papua merdeka penuh dari Indonesia,” ujarnya dalam webinar bertajuk OPM sebagai Organisasi Teroris, Jumat (15/1/2021).

Dirinya pun memberi contoh aksi teror yang baru-baru ini dilakukan OPM. Aksi tersebut dilakukan oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) OPM daerah 8 Intan Jaya yang telah membakar pesawat misionaris milik PT MAF pada tanggal 6 Januari 2021.

Dia menilai aksi teror OPM juga dilakukan terhadap langkah pembangunan pemerintah di Papua dengan membunuh belasan karyawan PT Istaka Karya yang sedang mengerjakan proyek Jalan Trans Papua di Nduga pada tahun 2018.

“Kekejaman OPM juga sering kita lihat saat mereka menembaki heli milik TNI yang sedang mengevakuasi prajurit dan membawa logistik ke daerah pedalaman Papua. Lalu ada juga peristiwa pembacokan pada tukang ojek di Kab. Intan Jaya,” katanya.

Menurut dia, Presiden Jokowi telah berupaya menghadirkan negara secara nyata di Papua yang diimplementasikan dengan pendekatan kesejahteraan melalui pemberian dana Otsus dan berbagai pembangunan infrastruktur.

Namun di sisi lain, kata dia, tindakan OPM malah berseberangan dengan sikap pemerintah yaitu dengan menunjukkan perlawanan untuk menunjukkan ketidaksetujuan mereka apabila Papua sejahtera.

Karena itu, dia menilai selain menggunakan pendekatan kesejahteraan juga perlu dibarengi dengan pendekatan militer untuk memberikan keamanan dan keselamatan bagi masyarakat Papua dan dengan memasukkan OPM sebagai organisasi teroris di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Konsekuensinya ketika jadi organisasi teroris maka Indonesia tidak dapat diintervensi oleh PBB. Hal ini juga untuk membatasi ruang gerak OPM sehingga tidak lagi mendapat sumbangan dana dari LSM luar negeri. Bila ini dilakukan, maka ada kemungkinan OPM akan lebih agresif dan mencoba terus menujukkan identitasnya. Karena itu, Papua butuh penguatan kekuatan militer dengan jumlah yang proporsional untuk terus menjaga situasi wilayah agar tetap aman dan damai,” jelasnya.

Direktur Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Irfan Idris mengatakan selama ini label teroris selalu ditujukan pada kelompok yang melakukan aksi teror dengan menggunakan simbol keagamaan.

Namun menurut dia masyarakat kurang “aware” pada aksi teror OPM yang selama ini dilakukan telah memakan korban baik dari kalangan aparat keamanan dan masyarakat sipil Papua.

“Varian radikalisme di Indonesia bisa dikategorikan pada tiga hal yaitu dalam hal politik, keyakinan, dan tindakan. Kategori Politik dan tindakan bisa dilihat pada OPM yaitu tindakan brutal yang menyebarkan aksi teror,” ujarnya dalam kesempatan sama.

Dia berpendapat walaupun aksi teror OPM tidak berbasis pada simbol keagamaan namun lebih pada aspek geografis dan itu justru lebih berbahaya karen kalau dibiarkan terus-menerus akan menghabisi wilayah Republik Indonesia. (*)

Prajurit TNI Dirikan Tenda Pengungsian dan Pelayanan Kesehatan Untuk Korban Gempa Di Mamuju

(Puspen TNI). Pasca gempa bumi yang mengguncang di Kabupaten Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat, dengan kekuatan Magnitudo (M) 6,2 yang terjadi beberapa waktu lalu, pasukan TNI mendirikan kluster-kluster pengungsian yang berlokasi di Kelurahan Binangan, Kecamatan Mamuju, Sulawesi Barat, Minggu (17/1/2021).

 

Sebanyak 381 personel TNI yang terdiri dari 100 personel Yonif 721/Mks, Brigif-11/BS Dam XIV/Hasanudin, 72 personel Paskhas Wing 2 Makassar dan 200 personel dari Kodim 1418/Mamuju mendirikan kluster-kluster pengungsian untuk menampung masyarakat yang menjadi korban gempa.

 

Sebanyak 5 kluster pengungsian untuk para korban gempa berupa tenda pengungsian, dapur lapangan dan tenda pelayanan kesehatan. Tenda-tenda tersebut akan didirikan di Stadion Manakarra Mamuju, Kantor Bupati Mamuju, Batas Kota Mamuju, Jalur 2 dan Tapalang.

 

Diharapkan dengan didirikan tenda-tenda tersebut dapat mengatasi kesulitan warga yang terdampak bencana baik untuk tempat tinggal sementara, pelayanan dukungan logistik sehari-hari dan pelayanan kesehatan sehingga dampak lain akibat bencana tidak bertambah. (Bdr)

 

Berita Terkini

Keir Starmer: Dari Pengacara HAM ke Pemimpin Inggris di Tengah Krisis

Sumbawanews.com,- LONDON – Keir Starmer bukanlah politikus yang lahir dari arus popularitas semata. Ia adalah sosok yang membangun karier dari ruang sidang, bukan panggung...

Starmer Berakhir, Inggris di Persimpangan

Sumbawanews.com,- Perdana Menteri Keir Starmer resmi menutup masa jabatannya setelah dua tahun memimpin Inggris dalam gelombang perubahan, kontroversi, dan ketidakpastian. Dari janji stabilitas pasca...

Messi Cetak Gol, Argentina Hancurkan Austria

Sumbawanews.com,- Di Stadion Dallas, Selasa (23/6/2026) dini hari, timnas Argentina menunjukkan dominasi mutlak atas Austria dalam laga lanjutan Grup J Piala Dunia 2026. Dengan...

Ratusan Produk Palsu Lacoste Dimusnahkan Senilai Rp940 Juta

Sumbawanews.com,- Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia memusnahkan 567 barang bukti produk palsu merek Lacoste di Jakarta, dengan nilai...

Berita Utama