Lombok Tengah – Upaya dari Kodim 1620/Lombok Tengah dalam rangka membantu pemerintah daerah untuk mencegah penyebaran Virus Corona (Covid19) terus dilakukan dengan mengerahkan semua personel Babinsa di jajarannya untuk turun disetiap kegiatan masyarakat melakukan kampanye 3M dan 3T.
Kampanye 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak) dan 3T tracing, testing dan treatment) dilakukan secara serentak dan masif diseluruh wilayah binaan untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan kepada masyarakat Kabupaten Lombok Tengah.
Termasuk program vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat Indonesia dan Program ini merupakan upaya penanganan Pandemi Covid-19 yang sampai dengan saat ini belum reda.
Hari ini Kodim 1620/Loteng dengan jajaran Koramil di setiap wilayah, melaksanakan Operasi Yustisi dengan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang mengunakan 3M dan 3T serta Program Vaksinasi Covid-19 tepatnya di tempat-tempat kerumunan, seperti pasar, sekolah-sekolah dan fasilitas umum lainnya, Kamis (28/01/2021).
Dandim 1620/Lombok Tengah Letkol Inf I Putu Tangkas Wiratawan, S.IP mengatakan kegiatan tersebut untuk memberikan edukasi, menggugah partisipasi sekaligus mengingatkan masyarakat akan pentingnya protokol kesehatan selama Pandemi Covid-19 agar tidak terpapar Covid-19.
Lebih lanjut dikatakan Dandim, bahwa 3M dan 3T merupakan kunci utama penanganan Covid-19.
“Kita perlu untuk terus menjalankan protokol kesehatan memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun, dan terus menjalankan 3T seperti pemeriksaan diri, pelacakan, dan perawat (Testing, Tracing, dan Treatment),” ajak Dandim.
Dandim berharap kegiatan Ini harus terus dikampanyekan dan didukung oleh semua lapisan masyarakat. Agar masyarakat tetap sehat, tetap terjaga imunnya dan bebas terpapar dari Covid-19.
Sumbawa – Babinsa Karang Dima Koramil 1607-01/Sumbawa Sertu Syarifuddin Rengga melaksanakan himbauan protokol kesehatan (Prokes) kepada para pedagang maupun pengunjung Pasar Labuhan Desa Karang Dima, Kecamatan Sumbawa, kamis (28/01/2021).
Menurut Sertu Syarifuddin, pasar merupakan salah satu tempat yang harus diwaspadai karena setiap hari selalu ramai dikunjungi masyarakat sehingga sangat berpotensi terhadap penyebaran Covid-19.
Untuk mencegah hal tersebut, kata Syarifuddin, para pengunjung pasar harus dihimbau secara terus menerus dan berulang-ulang agar selalu mematuhi protokol kesehatan.
“Kami menghimbau seluruh pedagang maupun pengunjung pasar agar melaksanakan 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,” pungkas Syarifuddin.
Terpisah, Danramil 1607-01/Sumbawa Kapten Inf Abidin menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan terus menerus tersebut merupakan upaya dari Koramil untuk menekan bertambahnya jumlah covid-19 di wilayah binaannya.
“Saya selalu memerintahkan kepada para Babinsa agar selalu melaksanakan kegiatan himbauan terhadap masyarakat tentang protokol kesehatan sebagai upaya untuk menekan penyebaran Covid-19 di wilayah Sumbawa,” Kata Danramil.
Untuk diketahui Wilayah Koramil 1607-01/Sumbawa sangat rentan terhadap penyebaran Virus Covid-19 jadi diharapkan agar masyarakat selalu mematuhi protokol kesehatan yang sudah disampaikan oleh pemerintah.
sumbawanews.com,- Sebagai salah satu perhelatan even olahraga terbesar di Indonesia, faktor keamanan tentu sangat berperan penting dalam penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX yang diikuti ribuan atlet dari seluruh Indonesia.
Mengingat pentingnya masalah keamanan, Panitia Besar PON XX Papua mengadakan rapat bersama Kodam XVII/Cenderawasih dan Polda Papua di lantai 10 Mercure Hotel, Jayapura, Papua, Kamis (28/01/2021).
Mengawali sambutannya Ketua Harian PB PON Papua Yunus Wonda meminta Kodam XVII/Cenderawasih dan Polda Papua memberikan keamanan dalam pelaksanaan PON XX di Papua tersebut.
“Selaku Ketua Harian PB PON Papua, saya meminta Kodam dan Polda untuk memberikan keamanan dalam pelaksanaan PON yang akan di gelar tahun ini di Provinsi Papua,” ucapnya.
Menanggapi hal tersebut Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono, M.A. menyampaikan akan menjamin keamanan dalam seluruh rangkaian kegiatan PON XX di Provinsi Papua. “Kami, TNI-Polri, siap untuk mengamankan ajang Pekan Olahraga Nasional di Prov Papua. Kami siap untuk mensukseskan dan mendukung kelancaran serta keamanan Perhelatan PON di Tanah Papua,” tegasnya.
“Selain dari aparat keamanan, saya berharap seluruh masyarakat Papua juga membantu pengamanan even kegiatan tersebut, agar pelaksanaan PON XX dapat berjalan baik, sehingga pada akhirnya kita bisa menunjukan bahwa Provinsi Papua mampu menyelenggarakan PON,” harap Pangdam XVII/Cenderawasih.
Selain masalah keamanan, Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono juga menjelaskan bahwa Kodam XVII/Cenderawasih juga sudah menyiapkan mess dan fasilitas lain untuk para Atlet yang akan berlaga di PON XX Papua.
Senada dengan Pangdam XVII/Cenderawasih, Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw turut memberikan dukungan dalam memastikan keamanan PON. “Kami sebagai penanggung jawab keamanan dan kenyamanan, tentu ingin PON berjalan dengan sukses,” katanya.
Kami dengan TNI terus bersinergi untuk menjamin keamanan dan kelancaran dalam pelaksanaan PON XX di Papua,” tambahnya. (Pendam XVII/Cenderawasih).
Sumbawanews.com – Single perdana Kuah Kuning ft. Bona Pascal berjudul “Su Tra Cinta” resmi di rilis 22 Januari 2021 melalui platform musik digital serta video klip sudah tayang di Youtube Kuah Kuning. Hingga hari ini, single dengan dialek Papua ini sudah masuk ke playlist Naik Daun di Spotify dan Fresh Indonesia di JOOX.
Kuah Kuning Project beranggotakan 3 musisi asal Papua, yaitu Boii Soasoa, Novan Imbiri dan Ai Ritiauw. Berawal dari kecintaan akan musik dan lagu, Boii, Novan dan Ai sering berbagi karya di sosial media. Juga saat pandemi Covid 19 melanda, ketiganya semakin aktif berbagi kegembiraan melalui musik yang bisa dinikmati oleh seluruh kalangan melalui akun sosial medianya. Sejak itulah secara resmi Kuah Kuning Project lahir sebagai group musik yang menghadirkan warna berbeda di blantika musik Indonesia.
“Kuah Kuning Project hadir untuk meramaikan musik Indonesia dengan warna yang berbeda. Kami pun mengemas lagu ini dengan video klip yang sederhana tapi “kena” gitu pesannya. Mudah-mudahan Su Tra Cinta bisa diterima dan menjadi salah satu lagu wajib di playlist teman-teman semua ya.” ungkap Boii Soasoa.
Su Tra Cinta sendiri merupakan lagu berdialek Papua dengan balutan musik bernuansa R & B Oldskul 90’s. Meski mengusung dialek Indonesia bagian timur pada liriknya, namun lagu ini tetap bisa dinikmati oleh seluruh penikmat musik tanah air.
“Su Tra Cinta” adalah lagu cinta yang menceritakan kesetiaan seseorang meskipun sang kekasih sudah tidak mencintainya lagi dan ingin berpisah dengannya. Proses pembuatan lagunya sendiri terbilang singkat yaitu 2 bulan saja dengan keterbatasan karena pandemi.
Proses pembuatan video klipnya tidak memerlukan waktu lama. Mulai dari konsep, proses syuting dan editing juga dikerjakan oleh tim Kuah Kuning, maka dari itu group ini dinamakan Kuah Kuning Project karena bukan hanya musik yang dihasilkan namun keterampilan membuat video. Saat ini Kuah Kuning Poject berada di bawah naungan JSJ Music Entertainment .
Dok. Ist
Lirik Su Tra Cinta ditulis oleh Bona Pascal, penyanyi solo berbakat yang juga sudah merilis beberapa single popular. Tak hanya sebagai penulis lagu, Bona juga ambil peran sebagai Vocal Directornya.
“Lagu Su Tra Cinta ini beda dari yang lain. Selain menggunakan dialek Papua, lagu ini dikemas dengan musik yang keren banget. Teman-teman kami yang sudah berkarya di dunia musik bergabung jadi satu jadilah musik yang luar biasa ini. Coba deh dengerin, dijamin ketagihan.” ungkap Bona Pascal.
(Jakarta. Kamis, 28 Januari 2021). Menteri Keuangan Republik Indonesia (Menkeu RI) Sri Mulyani akan naikkan alokasi dana Otonomi Khusus (Otsus) Provinsi Papua. Rencana ini tercantum dalam poin-poin revisi Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Papua.
“Dalam hal ini ada peningkatan dana Otsus dari 2 persen menjadi 2,25 persen dari Dana Alokasi Umum (DAU) nasional,” katanya dalam rapat bersama Komite IV DPD RI di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Selain itu, kata Sri Mulyani, pemerintah juga menambah skema pendanaan menjadi dana transfer melalui skema block grant dan performance based. Sebelumnya, dana Otsus Papua hanya disalurkan melalui dana transfer melalui skema block grant.
Lewat skema ini berarti penggunaan dana diserahkan kepada Pemerintah Daerah sesuai dengan prioritas dan kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan Otonomi Daerah.
“Untuk bisa tingkatkan efektivitas dana Otsus, kami akan lakukan kombinasikan block grant alokasi transfer langsung, seperti selama ini, dan berdasarkan performance base. Untuk meyakinkan masyarakat Papua benar-benar menikmati dana Otsus baik untuk fasilitas pendidikan dan kesehatan,” terangnya.
Sementara itu, jangka waktu pemberian dana Otsus Papua tetap yakni 20 tahun. Guna meningkatkan efektivitas penggunaan dana, sejumlah Kementerian/Lembaga (K/L) juga akan melakukan pembinaan dan pengawasan, termasuk oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Presiden RI Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) telah menyerahkan Surat Presiden (Surpres) terkait revisi Undang-Undang tentang Otsus Papua kepada DPR sejak 4 Desember 2020 lalu.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan pemerintah mencari formula regulasi terbaik agar dana Otsus Papua bisa dirasakan oleh masyarakat Papua secara keseluruhan.
“Karena dana untuk Papua besar sekali, tetapi di korupsi elitnya di sana. Rakyat tidak kebagian. Kami atur bagaimana caranya,” kata Mahfud dalam keterangan yang diunggah di akun YouTube resmi Polhukam RI. (***)
JAKARTA — Ingat flu burung? pasti ingat ayam. Bagaimana unggas, ayam di Indonesia dimusnahkan karena takut flu burung menular pada manusia. Nah sekarang flu sudah bertransformasi menjadi corona yang mematikan, namun tidak jelas, dan masih menjadi misteri, ini flu jenis apa lagi.
Namun walaupun flu burung dan flu aneh aneh terus mewabah, menjadi pandemi, menjadi epidemi, namun praktek bisnis ayam di Indonesia tetap menjadi bisnis yang paling menggiurkan, terutama bagi korporasi raksasa, bagi oligarki kekuasaan.
Bayangkan saja, dua perusahaan besar menguasai 70 persen rantai suplai ayam, mulai dari impor induk ayam, impor anak ayam, impor vaksin ayam, impor antibiotik ayam, impor pakan, hingga menguasai seluruh jaringan produksi, jaringan distribusi, sampai pemasaran hingga di kampung dan pasar becek, sebagian besar telah dikuasai segelintir korporasi multinasional raksasa.
Mereka perusahaan multinasional, oligarki Indoneisa adalah penguasa sebenarnya yang mengontrol pusat kekuasan politik, parlemen dan birokrasi negara yang berkaitan denga ayam, perunggasan, peternakan, pertanian, sama halnya seperti mereka menguasai rantai suplai bahan pokok, industri farmasi, sumber energi, dan kebutuhan dasar masyarakat Indonesia lainya.
Bagaimana mungkin dua perusahaan komersial asing bersama oligarki Indonesia mengontrol secara dominatif dan eksploitatif ayam sebagai sumber makanan setiap hari masyarakat, yang konsumsinya boleh jadi sudah mengejar, mendekati nilai konsumsi listrik atau bahan bakar minyak. Ini benar benar pasar bebas yang mengerikan. Pangan dikontrol oligarki.
Mengapa semua ini bisa terjadi? Jelas sebabnya adalah regulasi pertanian, peternakan, perdagangan, yang sangat buruk, yang mendesain birokrasi kekuasan di Indonesia menjadi korup, dapat diletakkan berada di bawah ketiak pengusaha ternak multinasional. Birokrasi kekuasaa didesain agar doyan uang sogokan, sehingga walaupun ada regulasi yang tampaknya baik, namun ternyata regulasi ini gampang diperjual belikan, diabaikan, karena ketidakberdayaan pengelola negara pada pengusaha besar yang ringan tangan menjalankan tekanan politik menggunakan uang. Ini tampak nyata dalam hal regulasi pembatasan pasokan ayam ke pasar baru baru ini. (Akan dibahas dalam artikel berikutnya)
Hasilnya perusahaan raksasa yang pada dasarnya, didalam batinya, hendak mematikan seluruh usaha usaha kecil yang dianggap menggangu, dapat dengan mudah mewujudkan tujuan utamanya yakni agar tidak sepeserpun uang yang tertinggal untuk di kantong pengusaha kecil, semuanya harus mengalir secara sistematis ke gudang penyimpanan uang perusahaan besar.
Bayangkan saja, perusahaan ayam kelas raksasa ini, dengan ijin khusus yang diberikan pemerintah, mereka mengendalikan impor induk ayam dalam rangka menghasilkan benih ayam, sehingga mereka memegang kunci utama untuk menguasai bisnis ayam. Karena melalui penguasaan benih atau bibit ayam inilah menjadi fondasi dasar bisnis peternakan. Bibit adalah kunci bangsa ini berdaulat atas pangan atau tidak. Jika bibit ayam diserahkan dan dikuasai perusahaan swasta, maka selesailah urusan ini, urusan ternak ayam ini telah berada dalam kontrol korporasi secara monopolistik.
Menguasai pembibitan ayam menjadikan mereka selanjutnya secara penuh mengontrol vaksin ayam dan obat obatan ayam. Hanya vaksin dan antibiotik yang mereka produksi yang cocok buat ayam ayam ini. Selain itu menguasai bibit akan menjadi alat kendali untuk menentukan makanan apa yang boleh dimakan oleh ayam ayam ini, termasuk ayam para peternak kecil. Maka jadilah korporasi raksasa ayam sebagai pemasok sebagian besar makanan ayam ke seluruh negeri. Para peternak kecil maupun menengah menjadi piaraan, dengan segala macam ketergantungan pada korporasi raksasa ayam.
Sampai disitu belum cukup juga. Pengusaha ternak skala kecil yang kekurangan uang, maka korporasi raksasa ayam datang untuk memberikan utang, yakni utang bibit ayam, utang vaksin ayam, utang obat obatan ayam, dan utang pakan ayam. Tentu saja utang buat bikin kandang, dan lain lain, para peternak kecil harus berhutang kepada bank dengan suku bunga selangit. Hahah betapa menderitanya peternak kecil di negeri ini.
Maka habislah para peternak kecil itu. Ketika perusahaan besar mengontrol segala-galanya dalam rantai suplai ayam, maka setiap perak uang yang masuk ke kantong peternak kecil tidak lebih dari belas kasihan saja agar tidak terlalu cepat mati. Pada bagian lain Pemerintah masih tetap berdiam diri, menikmati, duduk manis, ketika satu per satu atau secara serempak para peternak kecil sesak nafas dan bangkrut. Menteri, beserta seluruh aparatur pemerintahan tidak berbuat apa apa.
(Merauke). Komandan Komando Resort Militer 174/Anim Ti Waninggap (Danrem 174/ATW) Merauke Brigjen TNI Bangun Nawoko didampingi Bupati Merauke Frederikus Gebze memimpin rapat dalam rangka koordinasi tentang pencegahan Covid-19 terkait akan dilaksanakan pergeseran atau rotasi pasukan Satgas Pamtas RI-PNG, bertempat di Markas Korem 174/ATW, Jalan Poros Semangga, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua, Rabu (27/1/2021).
Dalam kesempatan tersebut, Danrem Merauke Brigjen TNI Bangun Nawoko selaku Komandan Pelaksana Operasi (Dankolakops) Korem 174 Merauke menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Merauke Frederikus Gebze beserta unsur-unsur terkait atas partisipasi dan kerjasamanya dalam upaya pencegahan Virus Corona (Covid-19) pada pelaksanaan serah terima pasukan Satgas Pamtas RI-PNG.
Sementara itu, Bupati Merauke Frederikus Gebze menyampaikan bahwa kedatangannya ke Makorem 174/ATW Merauke dalam rangka membahas secara teknis tentang pelaksanaan mekanisme pencegahan Covid-19 terhadap prajurit Satgas Pamtas RI-PNG yang baru yaitu Batalyon Infanteri 122/Tombak Sakti dan Batalyon Infanteri 611/Awang Long yang akan bertugas menggantikan Batalyon Infanteri 125/Simbisa dan Batalyon Infanteri Mekanis 516/Caraka Yudha yang akan kembali ke satuannya masing-masing dalam waktu dekat ini.
“Saya akan selalu mendukung kegiatan tersebut dan siap untuk memfasilitasi tempat untuk karantina apabila ada anggota Satgas Pamtas RI-PNG yang terpapar Covid-19,” katanya.
Turut hadir dalam rapat tersebut yaitu Kasrem 174/ATW Kolonel Inf Agustinus Dedy Prasetyo, Kasi Log Korem 174/ATW Kolonel Arm Ayi Yosa, Dandenkesyah Merauke Letkol Ckm Hartarto, Kepala Dinas Kesehatan Merauke, Anggota KKP Merauke dan Kepala Dinas Perumahan Kab. Merauke. (Bdr)
sumbawanews.com,- Ditengah pandemi Covid-19 ini, kehadiran tenaga kesehatan TNI sangat krusial karena pandemi Covid-19 telah membuat disrupsi dengan dampak yang belum pernah dirasakan sebelumnya, salah satu aspek yang terdampak paling besar adalah pelayanan kesehatan.
Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. saat melantik dan mengambil sumpah 164 Perwira Prajurit Karier TNI khusus Tenaga Kesehatan Tahun 2021 terdiri dari TNI AD 100 personel, TNI AL 42 personel dan TNI AU 22 personel yang dilaksanakan secara virtual (video conference) di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (28/1/2021).
“Sejak awal tenaga kesehatan TNI sudah berperan sebagai ujung tombak dalam penanganan pandemi Covid-19, dan perlu diperkuat oleh tenaga kesehatan TNI di 109 Rumah Sakit TNI serta beberapa fasilitas kesehatan penanganan pasien Covid-19 lainnya,” ujarnya.
Menurutnya, ditengah berbagai kesulitan di awal tahun 2021 memberi harapan baru dengan kehadiran vaksin Covid-19, program vaksinasi nasional juga memerlukan partisipasi dan sinergi semua pihak agar hasilnya optimal. “Disinilah peran tenaga kesehatan kembali dibutuhkan agar program ini dapat berjalan sesuai rencana, sebagai bentuk kontribusi nyata TNI dalam menyukseskan program Nasional ini maka 164 perwira Prajurit Karir TNI khusus Tenaga Kesehatan saya lantik menjadi Perwira pada hari ini,” ucap Panglima TNI.
“Prasetya Perwira atau pelantikan Perwira merupakan pintu gerbang menuju medan tugas, sumpah untuk memenuhi kewajiban kepada bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, berarti para Perwira akan mempersembahkan yang terbaik dalam pengabdiannya,” jelas Panglima TNI.
Panglima TNI menekankan kepada para Perwira yang baru dilantik untuk selalu berpegang teguh kepada Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI serta senantiasa mengembangkan potensi diri menjadi Perwira yang adaptif, profesional yang membawa kemajuan untuk TNI kedepannya. “Untuk itu selalu tingkatkan kemampuan komunitas kerja sama dan bersinergi dengan berbagai komponen bangsa dalam upaya bersama dalam menangani pandemi dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” pungkasnya.
Upacara pelantikan dan pengambilan sumpah Perwira Prajurit Karier TNI khusus Tenaga Kesehatan yang dilaksanakan secara virtual tersebut, diwakili oleh 17 Perwira perwakilan dari TNI AD, TNI AL dan TNI AU. Sedangkan prajurit yang disumpah lainnya mengikuti upacara dari Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah.
Lulusan terbaik dari matra Darat diraih oleh Letda Ckm drg. Agung Ariesta Dheona, Matra Laut diraih oleh Letda Laut (K) dr. Stevano Mengko dan Matra Udara diraih oleh Letda Kes dr. Eka Pramudita. Sedangkan lulusan terbaik untuk kategori Wanita TNI diraih oleh Letda Ckm (K) drg. Junita Briskila dari Matra Darat. (Ahm)
(Sanggau-Kalbar). Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas yang dipimpin langsung oleh Letkol Inf Alim Mustofa selaku Dansatgas menerima kunjungan Danrem 121/ABW Brigjen TNI Ronny, S.A.P. selaku Komandan Komando Pelaksana Operasi (Dankolakops) Satgas Pamtas RI-Malaysia Sektor Barat beserta rombongan di Mako Satgas Yonif 642/Kapuas, Entikong, Kab. Sanggau, Kalbar, Rabu (27/1/2021).
Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas, Letkol Inf Alim Mustofa dalam keterangannya di Mako Satgas Yonif 642, Entikong, Kab. Sanggau, Kalbar, mengungkapkan bahwa Dankolakops Korem 121/ABW beserta rombongan datang untuk bertatap muka langsung dengan anggota. Selain itu juga sebagai wujud kepedulian pimpinan terhadap anggotanya yang sedang melaksanakan tugas pengamanan perbatasan.
“Kunjungan Danrem 121/ABW selaku Dankolakops beserta rombongan merupakan suatu kehormatan bagi kami, hal ini menambah moril anggota Satgas dalam menjalankan tugas pengamanan perbatasan RI-Malaysia Sektor Barat,” ungkapnya.
Dansatgas juga mengatakan bahwa kunjungan ini sekaligus mengecek sarana dan prasarana yang ada di Mako Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas. Tak hanya itu, Danrem 121/ABW juga memberikan tali asih berupa bingkisan kepada prajurit yang sedang melaksanakan tugas tersebut.
Dankolakops Korem 121/ABW Brigjen TNI Ronny, S.A.P. mengingatkan anggota untuk selalu menjaga kesehatan di tengah situasi pandemi Covid-19 ini. “Untuk itu saya berharap agar prajurit sekalian melaksanakan olahraga teratur, makan bergizi dan mematuhi protokol kesehatan yang ada,” katanya.
Dankolakops Korem 121/ABW juga mengingatkan agar prajurit tidak melakukan pelanggaran selama melaksanakan penugasan, oleh karena itu prajurit harus mempedomani Sapta Marga, Sumpah Prajurit serta 8 Wajib TNI dalam kehidupan sehari-harinya.
“Kompak dan solid dalam melaksanakan tugas karena tugas adalah kehormatan, kembali dari tugas dengan keberhasilan,” tegas Brigjen TNI Ronny, S.A.P.
Kunjungan Dankolakops Korem 121/ABW ini didampingi oleh Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 121 PD XII Tanjungpura, Ibu Rissa Ronny, Kasiter Korem 121/ABW, Kolonel Inf Daniel S Lalawi, Kasipers Korem 121/ABW, Kolonel Arm Andi Winasis, Dandim 1206/Psb, Letkol Inf Basyaruddin, serta Dandim 1204/Sgu, Letkol Inf Affiyansyah. (Bdr)
sumbawanews.com,- Sebagai wujud kepedulian terhadap masa depan anak Papua, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad Pos Ramil Tami melakukan inovasi memberikan pengetahuan wawasan kebangsaan kepada anak-anak di Kampung Skouw Mabo Distrik Muara Tami Kota Jayapura dengan menggelar kegiatan belajar mengajar di tepi Pantai Skouw Mabo. Demikian disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 413 Kostrad Mayor Inf Anggun Wuriyanto, S.H., M.Han. dalam rilis tertulisnya di Distrik Muara Tami Kota Jayapura, Papua, Kamis (28/01/2021).
Menurut Dansatgas, kegiatan yang dilakukan oleh Pos Ramil Tami tersebut merupakan inovasi kreatif dalam memberikan pelajaran kepada anak-anak Perbatasan RI-PNG. “Di usia mereka saat ini, bermain dengan rekan sebayanya sangat dibutuhkan untuk membentuk karakter mereka,” ujarnya.
“Oleh sebab itu kami mengambil momen bermain sambil belajar supaya mereka juga memiliki bekal pengetahuan yang baik. Kami juga memilih suasana belajar di Pantai yang kebetulan sangat dekat dari kediaman mereka sehingga proses kegiatan belajar mengajar lebih mudah diterima mereka,” ungkap Mayor Anggun.
Sementara itu, Serda Dani yang merupakan anggota Pos Ramil Tami menyebutkan proses kegiatan belajar yang dilakukan oleh timnya. “Saat itu, kami melihat sekumpulan anak-anak yang sedang bermain di Kampung Skouw Mabo. Melihat mereka sedang berkumpul kami pun menghampirinya dengan menggunakan motor dan mengajak mereka untuk bermain sambil belajar di Pantai Skouw Mabo. Dengan riang mereka ikut dan naik ke dalam bak motor Tossa kami,” jelasnya.
“Sesampainya di Pantai, kami membuka kegiatan belajar dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersamaan. Setelah itu kami berikan mereka materi wawasan kebangsaan secara umum dan mendasar mengenai lambang negara, lagu nasional serta materi Kebangsaan lainnya,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut ada hal yang menarik, dimana salah satu anak bernama Rudi Malo (7) yang mencurahkan kepada Serda Dani tentang keinginannya menjadi seorang Prajurit TNI. “Abang, nanti kalo sa su besar sa pengen seperti Abang dorang, sa pengen jadi Tentara biar bisa kasih mama deng bapa bangga,” ucapnya dengan optimis.
“Tidak ada yang tidak mungkin, kamu semuanya bisa jadi Tentara asalkan kalian tekun belajar dan jangan pakai barang haram seperti Miras dan Ganja karena bisa merusak masa depan kalian,” jawab Serda Dani kepada Rudi.
Sumbawanews.com,- Lionel Messi resmi menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia setelah membawa Timnas Argentina menang 2-0 atas Austria di laga Grup J,...
Sumbawanews.com,- Sebuah bus rombongan wisata religi mengalami tabrakan hebat dengan truk di Jalan Tol Lima Puluh–Indrapura, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, pada Senin (22/6/2026),...
Sumbawanews.com,- Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi program gadai syariah senilai Rp1 miliar. Keduanya diduga terlibat dalam...
Sumbawanews.com,- Lionel Messi mencatatkan namanya dalam sejarah sepak bola dunia setelah secara resmi menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa di ajang Piala Dunia. Dua...