Home Blog Page 2557

Danrem 162/WB Buka Latihan Posko II Penanganan Bencana Alam Kodim 1628/Sumbawa Barat

Sumbawa Barat – Wilayah Bali-Nusra memiliki kondisi geografis, geologis, hidrologis dan demografis yang memungkinkan terjadinya bencana alam, khususnya gempa bumi karena wilayah ini terdiri dari beberapa kepulauan yang dilalui jalur pegunungan Mediteranian dan adanya zona subduksi akibat pertemuan antara Lempeng Euresia dan Lempeng Indonesia-Australia.

Batas pertemuan ini berupa palung lautan (Oceanic Trench) di sebelah selatan wilayah Provinsi Bali-Nusra.

Hal tersebut disampaikan oleh Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. S.H. M.Han., saat membuka Latihan Posko II Penanggulangan Bencana Alam di Gedung Graha Fitra Kantor Bupati Sumbawa Barat, Senin (2/11/2020).

IMG-20201102-WA0032

Danrem menjelaskan, Dampak yang ditimbulkan dari peristiwa bencana alam akan banyak menimbulkan kerugian, baik berupa fisik maupun non fisik yang akan berpengaruh pada jalannya roda pemerintahan serta segala aktifitas kehidupan masyarakat, maka dalam penanggulangannya diperlukan penanganan yang cepat, tepat, efektif, efisien, terpadu dan akuntabel untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkannya.

“Khususnya dalam fase tanggap darurat harus dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasikan dalam satu komando,” tegasnya.

Untuk itu, sambungnya, Korem 162/WB dianggap perlu untuk segera mengambil langkah-langkah penanganan bencana alam melalui Latihan Penanggulangan Bencana Alam sesuai tugas pokok yang telah diamanatkan dalam undang-undang dan terjabarkan dalam Rencana Tindakan Kontijensi Korem 162/WB sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan prajurit dan menguji kesiapan sarana prasarana yang dimiliki satuan jajaran Korem 162/WB.

IMG-20201102-WA0033

“Perlu suatu latihan agar siap menghadapi bencana alam yang paling mungkin akan terjadi, yaitu gempa bumi yang berpotensi gelombang pasang tsunami, sehingga penanganannya dapat dilaksanakan secara cepat dan tepat,” ujarnya.

Jenderal bintang satu alumni Akmil 1993 itu menekankan kepada seluruh peserta latihan agar melaksanakan dan mengikuti semua materi latihan dengan serius serta bersungguh-sungguh sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing, sehingga apabila nantinya terjadi bencana maka para anggota jajaran Korem 162/WB yang bersinergi dengan instansi-instansi terkait lainnya dapat dengan cepat memberikan pertolongan kepada masyarakat yang tertimpa bencana.

“Kita tidak menginginkan adanya bencana, tapi manakala hal itu terjadi Korem 162/WB bersama seluruh stakeholder terkait sudah mengerti dan memahami langkah langkah yang akan diambil susuai tugas fungsinya masing-masing,” tandas Pria kelahiran jakarta itu.

Sedangkan Pjs Bupati Kabupaten Sumbawa Barat, Dr. H. M. Agus Patria, S.H. M.H., dalam sambutan singkatnya menyampaikan, kegiatan latihan ini merupakan salah satu bentuk kesiapan dalam menanggulangi bencana alam termasuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang hal-hal yang harus dilakukan apabila terjadi bencana alam.

“Mari kita tunjukkan secara bersama-sama semua pihak dalam mendukung kegiatan latihan penanggulangan bencana ini, Insyaallah kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat,” tandas Agus Patria, mengajak seluruh pihak untuk mendukung kegiatan dengan maksimal.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan serta untuk menyatukan persepsi dengan stakeholder terkait maka selain diikuti oleh personel TNI jajaran Kodim 1628/KSB, Kompi B Yonif 742/SWY, Kompi Brimob Sumbawa Barat dan jajaran Polres Sumbawa Barat, kegiatan tersebut juga diikuti oleh Dinas BNPB, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Damkar, Agen PDPGR, Tagana, PMI, KNPI serta Mahasiswa dan Pramuka Kabupaten Sumbawa Barat.

Hadir pada acara pembukaan latihan Ketua DPRD Sumbawa Barat, Kasiops Kasrem 162/WB, Kasilog Kasem 162/WB, Kasiter Kasrem 162/WB, Kasi Intelrem Kasrem 162/WB, Dandim 1628/Sumbawa Barat, Dandim 1607/Sumbawa, Kapolres Sumbawa Barat, Sekda Sumbawa Barat, Para Asisten Pemda Sumbawa Barat, Kalak BPBD Sumbawa Barat, Kadis Ketenagakerjaan dan Transmigrasi, Kasat Pol PP, Kakankesbangpoldagri dan Dirut RSUD Asy Syifa Kabupaten Sumbawa Barat.

Kaum Muda Papua Siap Mengabdi Melalui Caba Otsus

sumbawanews.com,- Animo anak muda Papua untuk mengabdi kepada Bangsa dan Negara Indonesia melalui TNI AD sangat tinggi. Pada masa seleksi Calon Siswa Secaba PK Otsus bagi Orang Asli Papua (OAP) Tahun 2020 tercatat keseluruhan pendaftar berjumlah 1.827 orang, lulus ke tahap seleksi tingkat Kodam sejumlah 1.352 orang, dan akhirnya terpilih 960 orang untuk mengikuti latihan.

 

Pengumuman kelulusan bagi Casis Caba PK Otsus tersebut dilaksanakan di Gedung Badiklat Provinsi Papua Barat, Anday, Manokwari pada tanggal  28 Oktober 2020. Casis yang lulus telah mengikuti tahapan seleksi ketat dengan materi pemeriksaan administrasi, kesehatan, jasmani, mental ideologi dan psikologi.

 

Mereka kemudian diberangkatkan ke tempat penggemblengan prajurit TNI AD yang memiliki fasilititas dan sarana yang lengkap antara lain Rindam III/Siliwangi (Bandung) sebanyak 330 orang, Rindam IV/Diponegoro (Magelang) sebanyak 240 orang, Rindam V/Brawijaya (Jember) sebanyak 260 orang, dan Rindam Jaya (Jakarta) sebanyak 130 orang. Dikmaba Otsus OAP Pria Kodam XVIII/Kasuari 2020.

 

Kapen Kogabwilhan III, Kolonel Czi IGN Suriastawa melanjutkan informasi dari Kodam XVIII/Kasuari menjelaskan bahwa proses pemberangkatan secara bertahap melalui Bandara Rendani, Manokwari dengan maskapai penerbangan sipil telah berlangsung sejak Sabtu (31/10/2020) dan akan berlangsung hingga Senin (2/11/2020).

 

Selanjutnya Kapen Kogabwilhan III menyampaikan bahwa penerimaan Caba PK Otsus yang dilaksanakan atas kerjasama Pemda Papua Barat dan Kodam XVIII/Kasuari ini merupakan penjabaran dari kebijakan Pemerintah Indonesia melalui UU Otsus, dimana diberikan kesempatan seluas-luasnya bagi OAP untuk mengabdi kepada negara Indonesia dengan menjadi Aparat Sipil Negara (ASN), anggota TNI dan Polri.

Bersama Aparat Pemerintah Kampung Kuler, Satgas Pamtas Yonif 125 Fasilitasi Warga Belajar Membuat Batu Bata

(Merauke. Senin, 2 November 2020). Bersinergi dengan aparat pemerintah Kampung Kuler, Prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 125/Simbisa di bawah Komando Pelaksana Operasi (Kolakops) Korem 174/ATW memfasilitasi warga untuk belajar membuat batu bata di Kampung Kuler, Distrik Naukenjerai, Kabupaten Merauke.

 

Dansatgas Pamtas Yonif 125/Simbisa Letkol Inf Anjuanda Pardosi mengatakan, melihat potensi bahan baku yang dibutuhkan untuk pembuatan batu bata cukup banyak di Kampung Kuler, Kepala Kampung berkolaborasi dengan Satgas memfasilitasi warga untuk belajar membuat batu bata.  “Praktek pembuatanya dilaksanakan di belakang rumah bapak Masnun (65 th) yang kebetulan sudah beberapa tahun menekuni usaha pembuatan batu bata,” ucapnya.

 

Lebih lanjut dikatakan, lima orang personel Satgas dari Pos Kuler dipimpin Serda R.Z. Ginting terjun langsung mendampingi warga dalam praktek pembuatan batu bata tersebut. “Sebanyak 25 orang warga Kuler yang mengikuti praktek pembuatan batu tersebut sangat antusias dan bersemangat melakukan praktek tahap demi tahap,” ungkapnya.

 

“Satgas berharap, pelatihan dan praktek yang dilakukan dapat meningkatkan pemberdayaan dan keterampilan warga, sehingga bisa menambah pendapatan untuk mensejahterakan keluarganya,” kata Dansatgas.

 

Sementara itu, Kepala Kampung Kuler Maria Ndiken (42 th) mewakili warganya mengucapkan terima kasih kepada Satgas Yonif125/Simbisa khususnya Pos Kuler atas partisipasi dan kepeduliannya terhadap warga kampung Kuler.

 

“Kehadiran bapak Satgas di tengah-tengah masyarakat dapat menjadi inspirasi dan pendorong semangat bagi warga. Terima kasih Pak TNI atas kepedulian dan partisipasinya, semoga keakraban dan kebersamaan seperti ini selalu ada di kampung Kuler,” pungkasnya. (Bdr)

Aster Panglima TNI : Kemampuan Teritorial Wajib Dimiliki Setiap Insan Apkowil

sumbawanews.com,- Keberhasilan tugas pemberdayaan wilayah pertahanan sangat ditentukan oleh tingkat kemampuan Teritorial baik pengetahuan (knowledge), kemampuan (skill) dan sikap perilaku (attitude) yang harus dimiliki oleh masing-masing Aparat Komando Kewilayahan (Apkowil) untuk mencapai hasil yang maksimal.

 

Hal tersebut disampaikan Asisten Teritorial (Aster) Panglima TNI Mayjen TNI Madsuni, S.E. pada saat membuka Penataran Pemantapan Kemampuan Teritorial (Puanter)  Apkowil TNI TA 2020 di Pusdikter Pusterad, Padalarang Bandung, Jawa Barat, Senin (2/11/2020).

 

Mayjen TNI Madsuni menjelaskan bahwa tugas pemberdayaan wilayah pertahanan dilaksanakan oleh semua Matra TNI baik AD, AL maupun AU sepanjang waktu di wilayah tugasnya masing-masing. “Melalui kegiatan Binter Angkatan Darat, Binpotmar Angkatan Laut dan Binpotdirga Angkatan Udara dengan tujuan untuk menyiapkan Ruang, Alat dan Kondisi (RAK) juang yang tangguh dalam rangka pertahanan negara atau lebih dikenal dengan sistem pertahanan semesta,” katanya.

 

Lebih lanjut Aster Panglima TNI mengingatkan, selain kemampuan teritorial yang mutlak harus dimiliki oleh setiap Apkowil TNI, sinergitas Matra juga harus dimiliki dalam kegiatan teritorial guna mencapai hasil yang maksimal. “Jangan terjebak dengan dikotomi yang mempertentangkan batas wilayah dan objek Binter TNI, sehingga akan mengurangi semangat membangun sinergitas itu sendiri,” ujarnya.

 

Penataran pemantapan Puanter tersebut dilaksanakan selama 27 hari ini diikuti oleh 200 prajurit TNI, terdiri dari 45 personel Babinsa TNI AD, 80 personel Babinpotmar TNI AL dan 75 personel Babinpotdirga TNI AU.

Aster Panglima TNI : Kemampuan Teritorial Wajib Dimiliki Setiap Insan Apkowil

sumbawanews.com,- Keberhasilan tugas pemberdayaan wilayah pertahanan sangat ditentukan oleh tingkat kemampuan Teritorial baik pengetahuan (knowledge), kemampuan (skill) dan sikap perilaku (attitude) yang harus dimiliki oleh masing-masing Aparat Komando Kewilayahan (Apkowil) untuk mencapai hasil yang maksimal.

Hal tersebut disampaikan Asisten Teritorial (Aster) Panglima TNI Mayjen TNI Madsuni, S.E. pada saat membuka Penataran Pemantapan Kemampuan Teritorial (Puanter)  Apkowil TNI TA 2020 di Pusdikter Pusterad, Padalarang Bandung, Jawa Barat, Senin (2/11/2020).

Mayjen TNI Madsuni menjelaskan bahwa tugas pemberdayaan wilayah pertahanan dilaksanakan oleh semua Matra TNI baik AD, AL maupun AU sepanjang waktu di wilayah tugasnya masing-masing. “Melalui kegiatan Binter Angkatan Darat, Binpotmar Angkatan Laut dan Binpotdirga Angkatan Udara dengan tujuan untuk menyiapkan Ruang, Alat dan Kondisi (RAK) juang yang tangguh dalam rangka pertahanan negara atau lebih dikenal dengan sistem pertahanan semesta,” katanya.

Lebih lanjut Aster Panglima TNI mengingatkan, selain kemampuan teritorial yang mutlak harus dimiliki oleh setiap Apkowil TNI, sinergitas Matra juga harus dimiliki dalam kegiatan teritorial guna mencapai hasil yang maksimal. “Jangan terjebak dengan dikotomi yang mempertentangkan batas wilayah dan objek Binter TNI, sehingga akan mengurangi semangat membangun sinergitas itu sendiri,” ujarnya.

Penataran pemantapan Puanter tersebut dilaksanakan selama 27 hari ini diikuti oleh 200 prajurit TNI, terdiri dari 45 personel Babinsa TNI AD, 80 personel Babinpotmar TNI AL dan 75 personel Babinpotdirga TNI AU. (Ahm)

Kurang Fasilitas dan Pembinaan, SALAM akan Perbanyak Fasilitas Olahraga di Kota Mataram

MATARAM – Seperti tahun-tahun sebelumnya, memeriahkan Maulid Nabi kali ini, warga Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram kembali menggelar event Maulid Open Tournament Badminton ke 6.

Tournament secara resmi dibuka oleh Ketua Fraksi PDIP DPRD kota Mataram, Nyayu Ernawati, Minggu Malam (1/11), di lapangan bulu tangkis setempat, diikuti 34 pasangan ganda putra perwakilan dari Babakan Kebon, Babakan Barat Selatan, Babakan Barat Utara, Babakan Timur Selatan, dan Babakn Sayo.

Ketua Panitia, Ahmad Juaini mengatakan, kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang digelar secara swadaya setiap kali perayaan Maulid Nabi. Tahun ini merupakan tahun ke-enam event ini dilaksanakan.

“Kita punya Babakan Badminton Club, dan event tournament ini digelar untuk mencari bibit atlit bulu tangkis,” kata Juaini yang juga merupakan mantan atlit Bulu Tangkis yang kini aktif sebagai pelatih.

Menurut dia, animo masyarakat terutama generasi muda Babakan sangat tinggi pada olahraga bulu tangkis. Sayangnya, kurang fasilitas dan pembinaan.

Di Babakan, hanya ada satu lapangan bulu tangkis, dari hibah seorang warga sejak 20 tahun lalu.

“Kegiatan ini digelar sebagai ajang pencarian bibit atlit di Babakan,” ujarnya sembari mengatakan kegiatan turnamen direncanakan berlangsung selama 16 hari ke depan.


Sementara itu dalam pidato sambutan membuka Turnamen Maulid Cup , Nyayu Ernawati mengatakan, secara umum, bakat dan bibit atlet olahraga badminton atau bulu tangkis sebenarnya cukup banyak di Kota Mataram. Namun fasilitas publik untuk cabor olah raga satu ini masih sangat minim tersedia di ibukota NTB ini.

“Kita punya bibit-bibit atlet yang bagus-bagus untuk bulu tangkis, hanya saja belum tersedia banyak fasilitas untuk mereka,” kata Nyayu Ernawati.

Ia mengapresiasi warga Babakan yang secara swadaya mengadakan kegiatan tersebut.

Menurutnya, sebagai anggota dewan, pihaknya selalu siap membantu dan memfasilitasi kegiatan olah raga badminton di Babakan agar maju dan berprestasi.

“Event Maulid Open Tournament Babakan Cup ini harus dijadikan tempat untuk mencari talenta baru pemain badminton yang handal yang bisa mengharumkan nama Kota Mataram,” ujar Nyayu Ernawati.

Usai memberikan memberikan sambutan, Nyayu Ernawati di daulat oleh peserta untuk melakukan Long Service sebagai tanda dimulainya Turnamen Maulid Cup.

*SALAM akan Perbanyak Fasilitas Olah Raga*

Secara terpisah, Calon Walikota Mataram, Hj Putu Selly Andayani mengatakan, masalah fasilitas olahraga ini menjadi perhatian khusus pasangan Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Mataram Nomor Urut 2, Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan (SALAM).

“Ini yang akan SALAM lakukan ke depan, memperbanyak sarana dan fasilitas olahraga untuk badminton di Kota Mataram,” kata Hj Putu Selly Andayani, Senin (2/11), di Mataram.

SALAM mengapresiasi setiap prakarsa dan inisiatif dari warga Kota Mataram yang secara swadaya dan gotong royong membangkitkan budaya sportifitas melalui pertandingan olah raga di setiap lingkungan.

Menurut Selly, kurangnya fasilitas gedung olahraga dan lapangan bulu tangkis untuk latihan membuat para anak-anak, remaja, dan bibit atlet bulu tangkis di Kota Mataram terpaksa memanfaatkan fasilitas apa adanya.

“Kita lihat di Mataram kan, untuk lapangan fustsal banyak tersedia baik yang disediakan Pemda maupun yang dikelola swasta. Sementara bulu tangkis masih terbatas. Ini yang akan kita dorong ke depan,” tuturnya.

*Optimalisasi Sarana Olah Raga*

Ia mengatakan, penyediaan fasilitas olahraga untuk bulu tangkis dan olahraga lainnya di Kota Mataram harus dioptimalkan. Agar ke depan makin banyak pretasi yang bisa diukir generasi muda Kota Mataram di bidang olahraga.

Selly menekankan, olahraga menjadi bagian penting dari gaya hidup sehat masyarakat perkotaan termasuk di Mataram. Sehingga hal ini perlu terus didorong.

Sebab, selain menyehatkan, kebiasaan berolahraga juga menumbuhkan jiwa dan semangat sportivitas bagi generasi muda.

“Seperti lomba bulu tangkis ini. Boleh mereka berkompetisi, berlomba menjadi yang terbaik. Tetapi setelah pertandingan usai, mereka tetap sportif, tetap berteman dan saling mensuport bakat masing-masing,” ujarnya.

Selly mengatakan, untuk memperbanyak fasilitas olahraga di Kota Mataram bukan hal yang tidak mungkin. Sepanjang ada goodwill dari pemerintah dan ada sinergitas dengan semua pihak termasuk masyarakat, tentu ini akan mudah diwujudkan.

“Prinsipnya SALAM ingin semua cabang olah raga di Mataram bisa maju dan berprestasi agar ada kebanggaan sebagai warga kota Mataram. Untuk itu SALAM akan memberikan fasilitas maupun reward/ penghargaan kepada setiap atlet yang berprestasi tanpa pengecualian,” Tukas Mantan Penjabat Walikota Mataram 2015 silam .

960 Orang Asli Papua Lulus Seleksi Bintara TNI Melalui Jalur Otsus

(Papua. Senin, 2 November 2020).  Setelah menggelar rangkaian seleksi, akhirnya Kodam XVIII/Kasuari menetapkan kelulusan bagi peserta penerimaan Siswa Pendidikan Bintara PK Otonomi Khusus (Otsus) bagi Orang Asli Papua (OAP) Kodam XVIII/Kasuari 2020. Proses kemberangkatan dilakukan sejak Sabtu (31/10/2020) kemarin secara bertahap melalui Bandara Rendani, Manokwari, Papua Barat.

 

Kapendam XVIII/Kasuari Kolonel Kav Zubaedi, S.Sos., M.M., di Markas Pendam XVIII/Kasuari, Trikora Arfai-1, Manokwari, Papua Barat, Minggu (1/11/2020), menyampaikan bahwa pengumuman kelulusan calon tersebut dilaksanakan di Badan Diklat Provinsi Papua Barat, Anday, Manokwari Selatan, Kab. Manokwari, Papua Barat. “Seluruh tahapan tes peserta seleksi telah dilaksanakan, mulai dari tes pemeriksaan administrasi, kesehatan, jasmani, mental ideologi, psikologi sampai dengan pelaksanaan sidang tingkat pusat di Makodam XVIII/Kasuari dan hasilnya 960 peserta dinyatakan lulus,” ujarnya.

 

Kapendam mengatakan bahwa peserta seleksi calon Prajurit TNI AD level kepangkatan setingkat Bintara yang dinyatakan lulus, selanjutnya diberangkatkan ke berbagai satuan pendidikan TNI Angkatan Darat, yakni Resimen Induk Kodam (Rindam) yang ada di Jawa untuk mengikuti pendidikan pembentukan Siswa Dikmaba Otsus OAP Pria Kodam XVIII/Kasuari 2020.  “Mereka akan dididik di Rindam III/Siliwangi (Bandung), Rindam IV/Diponegoro (Magelang), Rindam V/Brawijaya (Jember), dan Rindam Jaya (Jakarta),” ucapnya.

 

“Sejak kemarin dan hari ini, para calon siswa Dikmaba Otsus OAP Pria Kodam XVIII/Kasuari telah diberangkatkan dengan menggunakan pesawat komersial menuju ke Yogyakarta, Adapun pada hari, Senin (2/11/2020) akan diberangkatkan menuju ke Jakarta dan Bandung,” tutup Kapendam.*****

Kasum TNI Hadiri Acara Peluncuran dan Bedah Buku “75 Tahun TNI”

sumbawanews.com,- Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Muhammad Herindra menghadiri sekaligus membacakan sambutan Panglima TNI dalam acara Peluncuran dan Bedah Buku 75 tahun TNI, bertempat di Auditorium CSIS gedung Pakarti Center Jl. Tanah Abang III Jakarta Pusat, Senin (2/11/2020).

 

Dalam sambutannya Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. yang dibacakan Kasum TNI mengatakan bahwa Sejarah TNI telah mewarnai sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Selama 75 tahun, sejak 1945 sampai dengan 2020, TNI telah terlibat dalam menghadapi agresi militer di era mempertahankan kemerdekaan, menghadapi pemberontakan di beberapa wilayah, operasi kontra terorisme, sampai dengan operasi penanggulangan bencana, serta berbagai Operasi Militer Selain Perang (OMSP) lainnya.

 

Menurut Panglima TNI, bercermin dari sejarah dan pengalaman, TNI semakin menyadari pentingnya interoperabilitas kekuatan ketiga matra TNI untuk menghadapi potensi ancaman yang semakin kompleks, multidimensi serta mengutamakan kecepatan dan akurasi dalam penanganannya.

 

Lebih lanjut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menjelaskan bahwa pembentukan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) menjadi contoh konkrit dari perwujudan upaya mengintegrasikan kekuatan TNI dalam satu kesatuan komando dan pengendalian. “Hal tersebut menunjukkan dinamika yang terus berlangsung dalam organisasi TNI sebagai bentuk adaptasi terhadap berbagai perubahan. Dalam perjalanannya, TNI telah melakukan banyak adaptasi sebagaimana dibahas dalam buku ini,” jelasnya.

 

Panglima TNI juga menambahkan bahwa adaptasi yang dilakukan merupakan jawaban terhadap beberapa faktor Pertama, dinamika lingkungan strategis global, regional maupun nasional. Kedua, bentuk ancaman yang dihadapi dan ketiga, dinamisnya hubungan sipil-militer pada setiap periode politik nasional. “Ketiga faktor tersebut telah memberikan pengaruh yang besar dalam perjalanan 75 tahun pengabdian TNI untuk Bangsa dan Negara,” katanya.

 

Buku ini memberikan sudut pandang baru dalam melihat perubahan yang terjadi pada organisasi TNI, operasi yang dilaksanakan dan evolusi ekonomi pertahanan sejak 1945 sampai 2020. Berbeda dari buku sejarah, buku ini tidak hanya berisi rangkaian peristiwa yang melibatkan TNI sejak revolusi fisik 1945, tetapi juga berisi analisis yang kredibel dan argumentasi yang kuat terhadap evolusi ekonomi pertahanan, operasi dan organisasi TNI. Buku ini melengkapi studi perubahan dan inovasi militer yang didominasi oleh konsep dan teori militer di negara maju dalam studi internasional.

 

“Saya berpandangan, gagasan dan pemikiran dalam buku ini dapat menjadi masukan, tidak hanya bagi pengamat dan komunitas peneliti kebijakan pertahanan Indonesia, tetapi juga para praktisi pertahanan dan personel TNI untuk membuka wawasan dan merumuskan visi kemajuan,” ujarnya. (Ahm)

Kasetum TNI : Penataran Kesekretariatan Untuk Tingkatkan Kemampuan Personel

sumbawanews.com,- Sekretariat Umum (Setum) TNI sebagai badan pelayanan administrasi mempunyai tugas dan tanggung jawab menyelenggarakan dan mengendalikan Minu TNI guna mendukung tugas-tugas di lingkungan TNI, diantaranya Setum TNI menyelenggarakan penataran Kesekretariatan, dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan para peserta atau personel sebagai pelaksana administrasi khususnya di bidang Kesekretariatan.

 

Hal tersebut disampaikan Kepala Setum (Kasetum) TNI Brigjen TNI Rusmili, S.I.P., M.Si., saat memimpin upacara pembukaan Penataran Kesekretariatan, yang di ikuti Anggota PNS (Gol. III) dan TNI (Pama), di jajaran Mabes TNI dan Angkatan, di Ruang Binsat Setum TNI, Cilangkap, Jakarta Timur,  Senin (2/11/2020).

 

Kasetum TNI menjelaskan bahwa kegiatan penataran Kesekretariatan merupakan salah satu upaya pembinaan yang berkelanjutan dalam pembinaan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendidikan, latihan dan penugasan dengan tujuan agar para peserta mengerti tentang pengaturan tata tempat, proses  pembuatan undangan dan sebagai seorang notulis di satuan masing-masing, serta kesekretariatan secara umum.

 

“Diharapkan hasil yang dicapai dapat meningkatkan kemampuan para peserta dan dapat diaplikasikan dalam pelaksanaan tugas dengan baik dan benar serta untuk mewujudkan kesamaan persepsi dan keseragaman dalam pelaksanaan tugas di lingkungan TNI,” ucap Kasetum TNI.

 

Diakhir amanatnya, Kasetum TNI berpesan agar seluruh peserta memanfaatkan kesempatan penataran Kesekretariatan dengan baik guna meningkatkan kualitas profesionalisme dan berharap agar penyelenggara memedomani aspek  komponen pendidikan dalam penyelenggaraan penataran Kesekretariatan.

 

“Kepada tim penatar agar menyiapkan diri dan mempedomani norma-norma ketentuan Cara Memberikan Instruksi (CMI) sebagai tenaga pendidik dalam menyampaikan materi penataran secara efektif kepada seluruh peserta, sehingga peserta mampu menyerap serta mengaplikasikan ilmu yang diterima di kelas,” pungkas Brigjen TNI Rusmili. (Ahm)

Iklan di TV Sebabkan Masyarakat Berikan Kental Manis untuk Anak

Jakarta-Berdasarkan hasil penelitian Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) bersama PP Aisyiyah mengenai persepsi masyarakat tentang kental manis dan kaitannya dengan gizi buruk, ditemukan 49,6% ibu mendapatkan informasi bahwa kental manis adalah susu dari iklan di TV, radio dan media massa lainnya. Sebanyak 50,4% ibu mengetahui kental manis adalah susu dari keluarga dan bahkan petugas kesehatan.

Penelitian yang melibatkan  630 responden  ibu dengan balita usia dibawah 5 tahun dilakukan di DKI Jakarta, yaitu Jakarta Utara, Jakarta Timur dan Jakarta Pusat pada September-Oktober 2020 didapatkan sebanyak 59,2% kejadian stunting pada balita di wilayah DKI Jakarta, salah satunya disebabkan pada kebiasaannya mengkonsumsi SKM. Sebelumnya, pada 2019, YAICI bersama PP Aisyiyah juga telah melakukan penelitian yang sama dengan melibatkan responden di Propinsi Aceh, Kalimantan Tengah dan Sulawesi Utara. Hasilnya, ditemukan bahwa iklan produk pangan pada media massa khususnya televisi sangat mempengaruhi keputusan orang tua terhadap pemberian asupan gizi untuk anak.

Dra. Chairunnisa.M.Kes, Ketua Majelis Kesehatan PP Aisyiyah mengatakan penelitian tentang persepsi masyarakat tersebut dilakukan mengingat masih banyak penyalahgunaan kental manis dikalangan masyarakat. Kental manis yang seharusnya hanya digunakan sebagai topping atau penambah rasa makanan tersebut diberikan sebagai minuman susu untuk anak. “Studi-studi tentang persepsi masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan produk pangan yang menjadi konsumsi harian perlu terus dilakukan. Sebab apa yang dikonsumsi masyarakat akan mempengaruhi gizi kesehatan keluarga. Karena itu, dengan mengetahui bagaimana persepsi masyarakat mengenai kental manis adalah langkah preventif gizi buruk di Indonesia,” jelas Chairunnisa.

Salah satu faktor pembentuk persepsi masyarakat dalam beberapa dekade terakhir adalah pengaruh iklan dan tayangan media massa. Sudah bukan rahasia lagi bila ibu, baik yang bekerja maupun ibu rumah tangga merupakan salah satu target dari pemasaran produk melalui iklan televisi. Dalam banyak penelitian menyebutkan, ibu rumah tangga merupakan konsumen yang diperhitungkan oleh pemasar sebagai pasar sasaran untuk beriklan. Sebab, kelompok ini memberikan pengaruh yang sangat besar dalam membentuk keputusan pihak keluarganya maupun di luar keluarga.

Widyastuti, MKM, Kepala Dinas Kesehatan Prov DKI Jakarta mengatakan iklan melalui offline dan online tersebut harus benar-benar diperhatikan karena selama ini Iklan yang membombardir menarik bisa membidik pasar anak-anak atau ibu-ibu yang menjadi sasaran utama bagi para produsen.

Pembatasan regulasi ini tidak bisa dibahas pada lokal daerah maka harus disuarakan di pemerintah pusat. “Jadi BPOM dan produsen itu harus jujur terhadap produk, “berapa toleransi yang bisa diberikan”. Gula dalam seperti SKM itu tidak hanya berefek kepada gizi kurang tetapi juga terhadap pada hipertensi, diabtes dll,” tambah dr. Widyastuti dalam webinar Nasional yang diadakan YAICI-PP Aisyiyah dengan tema: Literasi Gizi Kunci Utama Anak Tumbuh Shat dan Cerdas Jumat (30/10)

Selain itu, program televisi masih menjadi pilihan tontonan yang lebih banyak digemari oleh perempuan daripada laki-laki. Karena itu, kolaborasi pemasaran produk melalui televisi sangat efektif membentuk persepsi dan keputusan-keputusan yang diambil untuk keluarga, termasuk pilihan dalam memberikan asupan gizi untuk anak. Tidak heran, sebagian besar produk makanan dan minuman yang ditayangkan di televisi adalah untuk kebutuhan anak dan keluarga. Sayangnya, pengawasan terhadap materi promosi melalui media ini baru sebatas SARA dan pornografi. Sementara untuk kejujuran produsen memberikan informasi tentang produk belum menjadi perhatian pemerintah.

Fenomena inilah yang mengakibatkan terjadinya salah persepsi tentang kental manis dikalangan masyarakat. Selama puluhan tahun kental manis di iklankan sebagai susu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak dan keluarga melalui media televisi.  Hingga pada Oktober 2018, BPOM mengeluarkan aturan mengenai iklan dan promosi kental manis, yang melarang kental manis ditampilkan sebagai minuman susu melalui PerBPOM No 31 tahun 2018 tentang label pangan olahan.

Meski secara bertahap iklan produk-produk kental manis yang menampilkan anak-anak dan menggambarkan kental manis sebagai minuman susu mulai berubah, namun persepsi bahwa kental manis adalah susu untuk keluarga sudah melekat kuat. Hal itulah yang mengakibatkan hingga saat ini  masih banyak ibu terutama dari kalangan ekonomi menengah bawah memberikan kental manis untuk anak. Sebagian mengaku tidak mengetahui larangan BPOM tersebut, dan sebagian yang lain mengatakan sudah terlanjur disukai anak.

Selanjutnya, hasil penelitian akan menjadi materi yang disampaikan kepada pemerintah, baik DPR, BPOM, Kementerian Kesehatan serta produsen agar ikut serta bertanggung jawab mengedukasi masyarakat. “Hasil survey yang kami lakukan ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan pihak terkait terutama BPOM untuk dapat meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan aturan mengenai label dan promosi kental manis oleh produsen,” ujar Ketua Harian YAICI Arif Hidayat.

Terhadap Kementerian Kesehatan, Arif berharap institusi ini dapat mengoptimalkan segala saluran untuk memberikan sosialisasi dan edukasi ke masyarakat. “Kemenkes harusnya bisa mengedukasi masyarakat melalui iklan layanan masyarakat atau mengoptimalkan sosial media untuk secara rutin mengeduaksi masyarakat mengenai penggunaan kental manis,” imbuhnya.

Berita Terkini

Mahasiswa UNJ Turun ke Jalan, Tuntut Pemerintah dan Rektorat

Sumbawanews.com,- Aliansi UNJ Melawan akan menggelar aksi long march di kampus Universitas Negeri Jakarta pada Jumat, 12 Juni 2026, menyusun sejumlah tuntutan tajam terhadap...

AS Luncurkan Rudal, Iran Balas Serangan

Sumbawanews.com,- Militer Amerika Serikat merilis rekaman video pada Rabu (10/6) yang menunjukkan kapal perangnya meluncurkan rudal balasan terhadap target di wilayah Iran. Aksi ini...

Israel Gempur Lebanon Selatan, 12 Tewas

Sumbawanews.com,- Serangan udara Israel meluluhlantakkan sejumlah wilayah di Lebanon selatan pada Rabu (10/6/2026), menewaskan sedikitnya 12 warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, menurut laporan...

Bocah 6 Tahun Sembuh Usai Kesetrum Usai Dibully

Sumbawanews.com,- Kondisi MWP, bocah berusia enam tahun yang sempat koma setelah tersengat listrik di Taman Kramat Pulo, Jakarta Pusat, kini telah membaik signifikan. Setelah...

Anak Gajah Sumatera Lahir di Lembah Hijau

Sumbawanews.com,- Taman Satwa Lembah Hijau, Lampung, kembali menjadi harapan baru bagi kelestarian gajah sumatera. Pada 5 Juni 2026, seekor anak gajah betina lahir dengan...

Berita Utama