Sumbawanews.com,- Usaha tak kenal lelah 13 Prajurit Batalyon Intai Amfibi 2 Marinir (Yontaifib 2 Mar) Pasmar 2 berhasil menemukan korban tenggelam di Kali Buntung desa Tawangsari, Taman, Sidoarjo, Rabu (25/11/2020).
Usaha pencarian korban tenggelam Dani Pramana Putra (20) yang dilakukan 13 prajurit Batalyon Intai Amfibi 2 Marinir dibawah pimpinan Letda Mar Tri Candra akhirnya membuahkan hasil dengan menemukan korban tenggelam setelah semalaman melakukan pencarian.
Upaya pencarian korban tersebut dilakukan prajurit Yontaifib 2 Marinir mulai selasa malam (24/11/2020) pukul 23.00 wib dengan cara menyelam, dari titik korban hanyut yakni di sebelah utara Masjid Jami’ Al Muttaqin hingga ditemukannya korban pada hari Rabu, 25 November 2020 pukul 11.00 wib, sementara tim SAR lainnya, melakukan pencarian melalui darat.
Awal kejadian, Peristiwa itu berawal saat Noval Akbar (17) yang tengah berulang tahun, diceburkan ke sungai oleh teman-temannya. Karena sempat kejar-kejaran dengan teman-temannya, Noval yang sebenarnya bisa berenang, tetapi tidak kuat berenang karena kakinya kram sehingga hanyut ke sungai. Beruntung dalam kejadian itu ada Hildat (warga sekitar) yang tengah berada di Masjid usai menunaikan sholat isya, sehingga Noval Akbar berhasil diselamatkan.
Pada saat Noval berhasil diselamatkan, Dani Pramana Putra (20) menceburkan diri diduga berniat mengambil sandal yang tengah hanyut, namun Dani malah hanyut dan sempat ditolong oleh warga lain yang kebetulan melintas di lokasi kejadian, tetapi Dani Pramana Putra tidak terselamatkan karena seseorang yang berusaha menolong tidak kuat berenang.
Kemudian masyarakat berinisiatif mencari bantuan dengan mendatangi Markas Yontaifib 2 Mar. Setelah mendapat persetujuan dari Komandan Pasmar 2 Brigjen TNI (Mar) Ipung Purwadi, M.M, pada hari Selasa tanggal 24 November 2020 pukul 22.30 wib tiga belas prajurit Yontaifib 2 Mar dibawah pimpinan Letda Mar Tri Candra berangkat ke TKP dan langsung melakukan pencarian korban.
Setelah melaksanakan pencarian, korban Dani Pramana Putra (20) di temukan pada pukul 11.10 WIB kurang lebih 45 meter dari tempat kejadian pada kedalaman 3 meter, dengan posisi korban kaki tertancap di lumpur dengan tangan memegang perut.***
sumbawanews.com,- Dansatgas Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad Mayor Inf Anggun Wuriyanto S.H., M.Han. menyambut kedatangan kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Prof. Dr. Muhadjir M.A.P. di Pasar Wisata Perbatasan Skouw RI-PNG. Demikian disampaikan Dansatgas Yonif MR 413 Kostrad dalam konfirmasinya setelah menghadiri acara tersebut di Pasar Wisata Perbatasan Skouw RI-PNG Distrik Muara Tami Kota Jayapura, Papua, Rabu (25/11/2020).
“Dalam kunjungannya, Bapak Menteri meninjau kegiatan Salur Sembako dan PKH di E-Warong Perbatasan Skouw. E-Warong merupakan program bantuan sosial sebagai bentuk sinergi dari Program Keluarga Harapan (PKH) dengan program Kelompok Usaha Bersama (KUBE). Harga yang dijual melalui E-Warong pun cenderung lebih murah dibandingkan dengan harga pasaran. Penerima manfaat bantuan sosial juga dapat bertransaksi di e-Warong dengan menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera,” ujar Mayor Anggun.
Smentara itu, Menko PMK RI berharap dengan bantuan yang diberikan dapat membantu dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya yang berada di wilayah Skouw Perbatasan RI-PNG. “Berbagai langkah dan upaya yang selama ini kita berikan merupakan wujud perhatian pemerintah kepada masyarakat Papua, khususnya di Skouw. Semoga dapat bermanfaat dan terlebih dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” harap Menko PMK.
Selain kunjungannya ke Pasar Wisata Skouw Perbatasan RI-PNG dalam rangka peninjauan Salur Sembako dan PKH, Menko PMK RI dengan didampingi para tamu undangan juga mengunjungi Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw yang saat ini menjadi Ikon kebanggaan warga Papua khususnya Jayapura.
(Bengkayang-Kalbar). Pengawasan terhadap para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang akan kembali ke kampung halamannya melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Jagoi, Kalimantan Barat, terus dilakukan oleh Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas, Rabu (25/11/2020). Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi dan mencegah terjadinya penyebaran virus Covid-19.
Pengawasan dilakukan Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas, Pos Kout Jagoi Babang bersama dengan Karantina Kesehatan Jagoi Babang, Imigrasi Jagoi Babang, Bea Cukai Jagoi Babang dan Babinsa Ramil 1202-09/Jgb. Pengawasan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat kepada para Pekerja Migran Indonesia.
Dansatgas Pamtas Yonif 642/Kapuas Letkol Inf Alim Mustofa mengatakan, sesuai dengan kebijakan pemerintah bahwa setiap orang yang masuk ke Indonesia wajib mengikuti prosedur kekarantinaan kesehatan dan pemeriksaan kesehatan tambahan yang berlaku di Indonesia.
“Sejak dari kedatangan PMI tersebut kita sudah terapkan protokol kesehatan, mulai dari pengecekan suhu tubuh, mencuci tangan dan penyemprotan disinfektan kepada orang berikut barang bawaan,” ujarnya.
Selanjutnya terhadap para PMI dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh Karantina Kesehatan Wilker Jagoi Babang, kemudian para PMI discrening melalui rapid test. “Untuk hari ini ada dua PMI yang masuk ke wilayah Indonesia melalui Jagoi Babang dinyatakan aman dan bisa melanjutkan perjalanan sesuai dengan tujuan daerah masing-masing,” kata Dansatgas.
“Dari hasil rapid test seluruhnya dinyatakan non reaktif. Namun kepada mereka kita menghimbau untuk melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing selama 14 hari, menerapkan physical distancing, memakai masker dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat,” ungkap Letkol Inf Alim Mustofa.(Bdr)
sumbawanews.com,- Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Muhammad Herindra, M.A., M.Sc. mengecek kesiapan Satuan Tugas Pengamanan Daerah Rawan (Satgas Pamrahwan) Batalyon Infanteri 734/Satria Nusa Samudera (SNS) yang akan melaksanakan Operasi Pengamanan Daerah Rawan (Ops Pamrahwan) di wilayah Maluku dan Maluku Utara, bertempat di Mako Yonif 734/SMS Lor Labay Waisawak Saumlaki Maluku Tenggara Barat Provinsi Maluku, Rabu (25/11/2020).
Dihadapan para prajurit Yonif 734/SNS Kasum TNI mengatakan, prajurit Batalyon 734/SNS yang akan melaksanakan tugas operasi ke Maluku maupun Maluku Utara adalah kebanggaan bagi setiap prajurit. “Sebab tugas pokok TNI seperti tertuang dalam Undang-Undang Nomor 34 tahun 2004, yaitu menegakkan kedaulatan Negara, menjaga keutuhan wilayah dan melindungi segenap bangsa serta seluruh tumpah darah Indonesia,” ujarnya.
“Saya beserta Perwira Tinggi yang hadir disini memastikan bahwa kami telah membekali apa yang seharusnya kalian dapatkan, saya sudah lihat tadi berbagai perlengkapan yang sudah diterima, nantinya kalian harus memberikan performa yang terbaik,” harap Kasum TNI.
Pada kesempatan tersebut, Letjen TNI Muhammad Herindra memberikan penekanan bahwa dalam pelaksanaan tugas, setiap prajurit perlu menjaga hubungan baik dengan seluruh masyarakat, harus mampu menjaga wilayah yang pernah terjadi konflik horizontal dan konflik komunal, hindari politik praktis karena sebentar lagi di beberapa daerah akan menggelar Pilkada.
“Tugas kalian adalah berada di tengah-tengah masyarakat, supaya tidak terjadi konflik kembali, ingat netralitas harga mati. Jangan kalian berpihak dan jangan sekali-kali menggunakan kekuasaan untuk kepentingan diri dan kelompok tertentu,” tegas Kasum TNI.
Lebih lanjut Kasum TNI mengatakan bahwa dalam pelaksanaan tugas operasi rawan terjadinya pelanggaran oleh prajurit. Hukum adalah sebagai ‘Panglima Tertinggi’ dan semua prajurit harus paham dan tunduk kepada hukum serta Hak Asasi Manusia (HAM). “Kepada setiap prajurit untuk lebih berhati-hati menggunakan Media Sosial (Medsos), jangan kalian berbuat yang aneh-aneh karena hari ini kalian berbuat dan hari ini juga berita itu akan cepat menyebar kemana-mana,” ucapnya.
“Dalam bertugas jaga hubungan baik dengan aparat Kepolisian dan aparatur Pemerintah daerah setempat karena mereka adalah aparat negara yang tugasnya berbeda dengan kita, tetapi sama-sama kita mengemban tugas Negara. Pahami tupoksi mereka dan mereka akan memahami tupoksi TNI,” katanya.
Satgas Pamrahwan Yonif 734/SNS yang berjumlah 500 Personel dipimpin oleh Danyonif 734/SMS Mayor Inf Yohannes Andi Wibowo akan mengamankan Provinsi Maluku sekitar kurang lebih setahun.
Dalam pengecekan tersebut, Kasum TNI didampingi oleh Kapuskes TNI, Staf Ahli Panglima TNI, Kapusbintal TNI, Kababek TNI, Waasops Panglima TNI, Waaskomlek TNI, Waasops Kasad, Kasdam XVI PTM. (Ahm)
sumbawanews.com,- Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Achmad Riad, S.I.P. menutup Penataran Kamera Video Jurnalistik TA 2020, yang diikuti jajaran Penerangan TNI AD, TNI AL, TNI AU dan Puspen TNI, bertempat di Aula Balai Wartawan Puspen TNI, Mabes TNI, Cilangkap, Rabu (25/11/2020).
Kapuspen TNI mengatakan bahwa sesuai tugas dan fungsinya, institusi Penerangan TNI dituntut untuk senantiasa siap dan mampu mengirimkan personelnya dalam berbagai penugasan baik dalam negeri maupun luar negeri.
Menurutnya, pengiriman personel tersebut tentu harus mempertimbangkan faktor kemampuan teknisnya di bidang kamera video jurnalistik serta berwawasan luas, sehingga keikutsertaannya dalam penugasan kedepan benar-benar dapat memberikan kontribusi nyata bagi keberhasilan pelaksanaan tugas satuannya.
“Sebagai insan penerangan, di masa depan kita menghadapi tuntutan tugas yang terus berkembang, dan adanya keterbatasan personel baik dari aspek kualitas maupun kuantitas,” ujarnya.
Mayjen TNI Achmad Riad menyampaikan, untuk mengatasi permasalahan tersebut secara periodik Puspen TNI menyelenggarakan berbagai kursus atau penataran, diantaranya penataran kamera video jurnalistik. “Melalui penataran ini para peserta telah dididik dan dibina agar menjadi seorang kameramen jurnalistik yang profesional. Menjadi kameramen jurnalistik yang profesional adalah tidak mudah, perlu didukung dengan ilmu sebagai upaya pembelajaran maupun praktek cara pengambilan gambar yang telah diajarkan oleh para pembina atau pengajar,” jelasnya.
Lebih lanjut Kapuspen TNI menuturkan bahwa penataran waktu satu bulan tidak cukup untuk membentuk para peserta menjadi kameramen yang profesional, namun dengan hasil belajar yang sungguh-sungguh para peserta telah dapat memperoleh bekal bagi peningkatan kemampuan masing-masing serta siap diterjunkan dalam berbagai penugasan.
“Selamat mengukir prestasi, selamat kembali ke satuan masing-masing dan sampaikan salam hormat saya untuk keluarga dan pimpinan satuan kalian,” ucapnya.
Kapuspen TNI menyampaikan ucapan terima kasih serta penghargaan kepada semua pihak dan seluruh mantan peserta atas segala atensi dan kesungguhannya, sehingga penataran Kamera Video Jurnalistik dapat terlaksana dengan lancar dan berhasil sebagaimana yang diharapkan.
“Kepada mitra kerja yang mendukung terselenggaranya penataran ini, saya ucapkan banyak terima kasih atas dukungan dan kerjasamanya, semoga apa yang telah kita lakukan ini dapat bermanfaat dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia institusi Penerangan TNI,” pungkasnya. (Ahm)
sumbawanews.com,- Peraturan Militer Dasar merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki setiap Prajurit TNI. Peraturan militer dasar bagi Prajurit TNI tidak boleh luntur oleh pengaruh lingkungan global yang akan cenderung mendorong kepada kebebasan di segala bidang, laksanakan “Back toBasic” Permildas, karena Permildas TNI merupakan karakter, jatidiri dan disiplin yang menjadi ciri khas Prajurit TNI.
Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Jasmani Peraturan Militer Dasar (Kapusjaspermildas) TNI Brigjen TNI Robert D. Ndona saat menutup upacara Penataran Permildas TNI TA 2020, bertempat di Lapangan Sepak Bola Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (25/11/2020).
Menurut Brigjen TNI Robert D. Ndona, penataran ini pada hakekatnya merupakan terobosan kebijakan Panglima TNI guna menyatukan persepsi dalam meningkatkan disiplin melalui penerapan Permildas lingkungan TNI. “Disiplin sudah sepatutnya mendarah daging pada setiap insan prajurit yang meliputi sikap dan penampilan, sehingga terwujudnya prajurit TNI yang profesional, solid dan kompak, dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi yang demikian pesat,” tegasnya.
“Perkembangan harus diikuti dengan baik agar kita tidak tertinggal dengan perkembangan zaman, maka perlu ditanamkan pondasi yang kuat dan kokoh kepada seluruh prajurit melalui Penataran Permildas TNI,” harapnya.
Lebih lanjut Kapusjaspermildas TNI mengatakan bahwa setelah kembali ke kesatuan masing-masing, para mantan peserta penataran harus mampu menjadi pelopor penerapan Permildas TNI secara baik dan benar dengan mentransformasikan materi dan ketrampilan yang sudah diterima kepada seluruh Prajurit TNI di satuannya.
Adapun Penataran Permildas TNI TA 2020 diikuti oleh 75 personel yang terdiri dari Mabes TNI 20 personel, TNI AD 30 personel, TNI AL 15 personel dan TNI AU 10 personel. (Ahm)
sumbawanews.com,- Kepala Suku Dani, Kabupaten Puncak Ilaga, Papua, Jembatan Murib, meminta masyarakatnya untuk tetap berpegang teguh kepada kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Saya Jembatan Murib sebagai Kepala Suku Dani Kabupaten Puncak Ilaga, meminta kepada masyarakat untuk untuk berpegang teguh kepada kedaulatan NKRI,” ujarnya dalam acara pertemuan dengan para tokoh adat dan masyarakat lainnya, Selasa (24/11/2020).
Jembatan Murib menyatakan bahwa pemerintah adalah wakil Tuhan di bumi ini. Sebagai masyarakat harus patuh terhadap pemerintah. “Selain itu, pemerintah juga telah memberikan perhatian khusus kepada kami masyarakat Papua mulai dari pembangunan hingga banyak anak-anak Papua yang telah menjadi pejabat-pejabat pemerintah baik itu di Papua sendiri maupun juga di luar Papua,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Jembatan Murib juga mengucapkan terima kasih kepada aparat keamanan yakni TNI-Polri, yang telah memberikan rasa aman kepada masyarakat di Kabupaten Puncak. Sehingga aktivitas masyarakat sehari-hari bisa berjalan dengan aman dan damai.
Namun, tidak dapat dipungkiri Jembatan Murib termasuk beberapa kepala suku lainnya, sangat menyayangkan adanya pembunuhan beberapa anggota masyarakatnya baru-baru ini. “Aksi pembunuhan tersebut tidak terlepas dari kehadiran kelompok bersenjata yang baru saja datang dari Tembagapura,” ujarnya.
Para kepala suku yang demi keselamatannya menolak namanya disebutkan, menyatakan hal yang hampir serupa. “Sekarang Marga Alom-Magai Suku Damal sudah menolak kehadiran OPM di Kabupaten Puncak. Kami trauma setelah perang suku 2010-2011 yang mengakibatkan adanya anggota Suku Damal yang ditembak oleh OPM, sehingga kami Suku Damal menolak kehadiran OPM di Ilaga,” ucapnya.
Bahkan seorang anggota masyarakat yang tidak mau identitasnya disebut menyatakan bahwa hidup mereka penuh dengan ancaman OPM. “Setiap hari kami dipaksa mendukung kegiatan mereka. Mereka tidak segan untuk membunuh kami jika keinginannya ditolak,” ucapnya.
Pernyataan masyarakat tersebut berdasarkan kenyataan, karena beberapa hari terakhir terdapat lima orang meninggal dunia oleh Orang Tak Dikenal (OTK).
Meski beragam pendapat telah bergulir, namun tidak dapat dipungkiri bahwa kejadian ini tidak terlepas dari persiapan adanya peringatan 1 Desember sebagai hari ulang tahun OPM.
Padahal dalam tubuh OPM sendiri terdapat perpecahan, yang disebabkan oleh adanya persaingan dan perebutan wilayah kekuasaan dan kepemimpinan antara kelompok OPM yang sudah berada di wilayah Ilaga dengan kelompok OPM yang baru datang dari luar wilayah.
Hal ini bukan rahasia lagi untuk masyarakat sekitar Ilaga, bahwa kedua pihak tersebut telah bertikai cukup lama karena adanya perbedaan pemahaman. Ironisnya, kedua belah pihak tidak peduli bahwa perbedaan dan pertikaian tersebut harus berujung pada timbulnya korban di pihak masyarakat.****
Sumbawanews.com,- Sebagian besar masyarakat di Papua mendukung kebijakan Otonomi khusus (Otsus) berlanjut. Sebab pembangunan infrastruktur dan SDM yang masih perlu pembenahan di bumi Cenderawasih itu.
Kepala Bidang Politik Hukum dan HAM Gerakan Cinta NKRI, Absalom Yarisetpuw mengatakan, proses pembangunan yang sudah berjalan ini harus terus berlanjut dan dilaksanakan, manfaatnya sudah dirasakan masyarakat di tanah Papua.
“Mari kita bersama-sama bangun Papua. Kita masih butuh otsus untuk infrastruktur dan SDM Papua yang lebih baik,” kata Yarisetpuw di Kota Jayapura, Papua, Selasa (24/11/2020).
Terkait pernyataan salah satu pimpinan Mejelis Rakyat Papua (MRP) yang menyebut penolakan Rapat Dengar Pendapat (RDP), hal itu hanya dilakukan oleh kelompok kecil, tidak bisa dibenarkan.
“Banyak orang asli Papua yang minta Otsus berlanjut. Jumlah kami ini banyak, jangan diberitakan sebagian kecilnya saja, itu sama juga tindakan provokasi,” ujarnya.
Pelaksanaan RDP dilakukan dengan sistem per wilayah adat yang di Papua. Namun di beberapa daerah pelaksanaan kegiatan tersebut batal, karena ada penolakan dari warga. Rapat ini merupakan perintah UU Otsus.
“Rakyat dapat mengajukan perubahan atas kebijakan tersebut melalui forum yang digelar oleh MRP, sekali lagi kami tegaskan, program Otsus ini harus berlanjut,” pungkas Absalom penuh semangat.****
MATARAM – Pemimpin yang berhasil sejatinya adalah pemimpin yang selalu hadir di tengah masyarakat. Pemimpin yang mendengar dan melihat langsung kondisi masyarakat, sehingga mampu memberikan solusi yang nyata dan tepat sasaran.
Konsep kepemimpinan merakyat ini yang didorong pasangan Calon Walikota dan Calon Walikota Mataram Nomor Urut 2, Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan (SALAM). Bukan sekadar teori, pasangan SALAM melakukannya selama masa kampanye dan jauh sebelumnya.
Tak heran jika, sepanjang masa kampanye ini, pasangan SALAM merekam lebih dari 2 juta langkah kaki yang mengantar mereka turun menyapa masyarakat Kota Mataram.
_*2 juta langkah kaki Selly-Manan mampu menggetarkan Kota Mataram. Aspek Sosial, Ekonomi, Lingkungan Pendidikan dan Kesehatan ikut tervibrasi dengan gerakan SALAM beberapa bulan terakhir ini. Banyak hal yang tertutupi atau tak pernah diketahui, kondisi masyarakat sesungguhnya, yang kemudian terkuak berkat langkah SALAM*_
Menjelang Masa Pendaftaran Paslon Pilwakot Mataram, Medio Agustus silam , SALAM langsung menggebrak meluncurkan program Guru, Dokter, dan Psikolog Keliling (GuDeK) di sejumlah kawasan di Mataram. Program ini menyediakan layanan internet gratis, tenaga guru dan dokter juga psikolog untuk mendukung program belajar online di masa pandemi.
“Program GuDeK SALAM ini sangat membantu kami. Terutama saat anak-anak harus belajar secara online. Bukan hanya butuh akses internet tapi juga guru yang membimbing,” kata Hasnah (42) warga Ampenan , Kota Mataram.
Hasnah tadinya kesulitan jika harus membimbing anaknya yang sudah di bangku SMP ketika belajar online. Namun berkah program guru keliling ini, ia bisa terbantu.
Calon Walikota Mataram Selly Andayani memang semakin populer di tengah masyarakat Kota Mataram. Melihat permasalahan UMKM dan kuliner lokal, Selly bersama calon Wakilnya, TGH Manan juga langsung turun, bahkan mencoba langsung mempraktekan “berjualan” serabi dan sate ampet saat bertemu pedagang kecil saat blusukan.
Gaya blusukannya saat menjabat Kepala Dinas Perdagangan NTB terus terbawa Selly, menampakkan karakter unggul yang memang sudah bawaan.
Berdasarkan catatan blusukan Selly-Manan sepanjang masa kampanye mencapai 2 juta langkah kaki lebih, sebab rerata keduanya menghabiskan lebih dari 15 ribu langkah setiap hari, untuk turun ke lapangan.
Haji Adi, warga Karang Genteng, salah seorang relawan SALAM yang selalu setia mengawal perjalanan Selly mengaku kagum dengan ketegaran jiwa kepemimpinan Selly.
“Tidak semua lokasi di Mataram ini bisa dilalui mobil atau sepeda motor. Bunda Selly juga lebih senang jalan kaki saat blusukan, kadang-kadang kita sudah kelelahan tapi beliau masih sangat bersemangat, ini luar biasa,” tuturnya.
H. Adi mengaku sepanjang mengawal blusukan Hj. Selly, dirinya baru tersadar bahwa di Kota Mataram tak semuanya nampak mewah dan megah. Banyak sudut kota ini yang sebenarnya masih nampak kumuh, dan masih banyak yang minim akses kendaraan dan juga penerangan lingkungan.
“Kota Mataram ini terlihat indah dan bagus di luarannya saja, di pinggiran jalan besar. Tetapi masuk ke pelosok-pelosok baru kita sadar, masih jauh sekali Kota ini dan masih banyak yang harus dilakukan untuk membangunnya,” katanya.
Selain kondisi lingkungan, perekonomian masyarakat juga belum merata di Kota Mataram. Blusukan Selly-Manan masih menemukan masyarakat terutama kaum lansia yang kurang terawat dan susah makan lantaran kondisi ekonomi keluarga yang terbatas. Hal ini menginisiasi SALAM menggagas program Rantang Salam, progam bantuan makanan untuk para lansia terlantar dan kurang mampu.
Melibatkan partisipasi masyarakat, Rantang SALAM juga memanfaatkan jasa driver ojek online sebagai tenaga pengantar makanan kepada tiap lansia yang terdata.
2 juta langkah tak hanya sebatas hitungan jarak yang sudah ditempuh Selly-Manan. Cukup banyak potensi yang bisa dikembangkan juga dipotret SALAM dalam perjalanan ini.
Sungai misalnya. Masih banyak yang dipenuhi sampah. Terutama saat musim hujan, baik sampah lokal maupun sampah kiriman.
SALAM menegaskan sungai harusnya bisa bersih. Manfaatnya bisa sangat banyak, secara ekonomi. Pengembangan sungai yabg dipercantik juga bisa menjadi ikon wisata kreatif. SALAM juga menggagas Pengolahan Sampah Tuntas Terpadu (Osamtu) untuk membenahi pengelolaan sampah di Kota Mataram.
Dengan Osamtu diharapkan masalah sampah dan kebersihan sungai bisa selesai dari semua sisi, hulu, tengah dan hilir. Namun ini butuh perubahan mindset masyarakat untuk bersama menjaga lingkungan.
Sementara itu beberapa lintasan sungai yang airnya selalu tersedia juga ditaburi bibit ikan oleh SALAM. Tujuannya agar nantinya bernilai ekonomis untuk masyarakat sekitar. Selain itu juga agar masyarakat merasa memiliki sungai tersebut dan bertanggungjawab untuk urusan kebersihan sungai di wilayah mereka itu.
Lingkungan Sindu Barat di Kecamatan Cakranegara juga dikemas menjadi desa wisata kampung buah cemerlang oleh SALAM. Bibit tanaman buah produktif seperi kelengkeng, rambutan, mangga, buah naga dan durian dibagikan untuk masyarakat.
Begitu juga dengan pengenalan dan pengembangan konsep pertanian hidroponik hingga apotik hidup yang didorong SALAM dan para relawannya di sejumlah lokasi potensial.
Selly-Manan juga turun ke perkampungan nelayan. Menangkap kegelisahan mereka dan memberikan solusi-solusi cerdas, seperti mengintergrasikan potensi wisata pantai dan kuliner ikan di kawasan pantai Batas Senja.
Calon Walikota Mataram Hj Putu Selly Andayani mengatakan, ia lebih sering berjalan kaki saat blusukan agar lebih banyak kesempatan mendengar keluhan dan harapan warga Kota Mataram.
“Ternyata banyak masyarakat kita yang punya keluhan dan harapan kepada pemerintah, tetapi tidak punya akses menyampaikannya. Nah, disinilah peran pemerintah, pemimpin harus hadir. SALAM insyaAllah akan terus menjemput bola dan berada di tengah masyarakatya ke depan,” papar Mantan Penjabat Walikota Mataram tahun 2015 ini, Selasa ( 24/11)
Menurutnya, dari hasil blusukannya selama ini banyak masalah di Kota Mataram yang harus segera ditangani dengan baik. Setiap lingkungan dan kawasan pun memiliki pola pendekatan yang memang beragam, tak bisa dipukul rata. Sebab karakter masyarakat dan geografis tiap lingkungan berbeda-beda pula.
Masalah ekonomi dan kesehatan pun demikian. Menurut Selly, perlu ada pendataan yang terpadu dan menjadi *satu sistem bank data* Kota Mataram ke depan.
“Untuk itu ke depan, para ketua RT, kepala Lingkungan yang akan kita berdayakan optimal. Tentu dengan insentif yang layak dan pantas untuk kinerja mereka.Sehingga mereka benar-benar turun dan mengetahui apa saja permasalahan warganya,dan pemerintah mencarikan solusi,” sambungnya.
Melalui setiap langkah kakinya menyisir wilayah Kota Mataram, Selly ingin memberikan teladan agar pemimpin tidak sekadar berpuas dengan laporan bawahan. Tetapi terjun langsung melihat dan merasakan apa yang dirasakan masyarakat Kota Mataram.
“Semua masyarakat Kota Mataram ini harus sama-sama mendapatkan perhatian yang sama. Jangan sampai ada yang sedang makan enak dan mewah-mewahan, sementara di saat yang sama masih ada warga yang lapar dan kesulitan tempat tinggal,” tukasnya.
Calon Wakil Walikota Mataram, TGH Abdul Manan mengatakan, kampanye blusukan door to door saban hari dilakukannya mulai sebelum subuh hingga jam 10 malam.
Dalam setiap blusukan TGH Manan selalu menyempatkan sholat berjamaah bersama masyarakat di lingkungan sasaran blusukannya.
“Bukan hanya jadi lebih dekat dengan masyarakat. Hal ini juga sebagai edukasi kita untuk Pilkada Sehat di masa pandemi, karena berkumpul2 itu harus dihindari,” katanya.
Menurut TGH Manan, masalah pandemi juga masih menjadi yang utama harus diperhatikan semua pihak. Karena itu pula, dalam setiap blusukannya SALAM selalu mengkampanyekan protokol kesehatan dan membagikan masker gratis untuk masyarakat Kota Mataram.
(Sambas-Kalbar). Satgas Pamtas Yonif 642/Kapuas membantu Puskesmas Desa Aruk berikan Imunisasi DPT (Difteri, Pertusis dan Tetanus) kepada siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) Negeri 01 Aruk, Desa Sebunga, Kecamatan Sajingan, Kabupaten Sambas, Kalbar, Selasa (24/11/2020).
Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas Letkol Inf Alim Mustofa mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan oleh 3 orang Tim Kesehatan Satgas Yonif 642/Kapuas Pos Gabma Sajingan dipimpin oleh Sertu Galoh bersama dengan Perawat Puskesmas Desa Aruk.
Menurut Dansatgas, kegiatan yang dilaksanakan anggotanya merupakan salah satu bentuk kepedulian Satgas Yonif 642/Kapuas kepada masyarakat perbatasan dalam bidang kesehatan. “Kita selalu berkoordinasi dengan instansi terkait untuk bersama-sama memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di perbatasan agar kualitas kesehatan masyarakat tetap terpelihara dengan baik,” ujarnya.
Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas disamping tugas pokoknya menjaga perbatasan, juga memberikan bantuan dalam bidang kesehatan khususnya dalam hal pelayanan kesehatan kepada masyarakat perbatasan agar kondisi kesehatan masyarakat tetap terjaga dengan baik.
Selain itu, Satgas Yonif 642/Kapuas juga selalu berkoordinasi dengan instansi terkait agar terjalinnya hubungan yang baik antar instansi dengan personel Satgas di perbatasan.
Ibu Ida (35 th) salah satu Perawat Puskesmas Desa Aruk menjelaskan bahwa vaksin DPT ini diberikan sebagai imunisasi lanjutan atau booster pada anak untuk mencegah tiga penyakit, yakni difteri, pertusis (batuk rejan), dan tetanus.
“Vaksin ini bekerja dengan cara memasukkan bakteri difteri, pertusis, dan tetanus yang sudah dilemahkan ke dalam tubuh, kondisi ini akan memicu sistem kekebalan tubuh manusia untuk memproduksi antibodi dalam memerangi infeksi dari ketiga penyakit tersebut jika sewaktu-waktu menyerang,” jelasnya.(Bdr)
Sumbawanews.com,- Meski telah berjanji memperketat pengawasan, chatbot Grok milik Elon Musk masih digunakan untuk membuat dan menyebarkan gambar serta video seksual nonkonsensual terhadap selebritas...
Sumbawanews.com,- Polda Papua Tengah memperkuat jaringan keamanan melalui sinergi strategis dengan tokoh masyarakat, adat, agama, perempuan, dan pemuda dalam rangka Operasi Cinta Damai Noken...
Sumbawanews.com,- Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto resmi diangkat sebagai dosen tetap di Universitas Bung Karno (UBK), Jakarta. Pengangkatan itu diumumkan Hasto usai menyampaikan kuliah...
Sumbawanews.com,- Reddit meluncurkan fitur baru yang memungkinkan pengguna menyisipkan video langsung di kolom komentar, memperkaya cara berinteraksi di platform tersebut. Sebelumnya, pengguna hanya bisa...
Sumbawanews.com,- Jakarta – Sebanyak 12 orang tewas dalam insiden penembakan brutal yang terjadi di permukiman kumuh Cleveland, Johannesburg, Afrika Selatan, Jumat (12/6/2026). Kejadian yang...