sumbawanews.com,- Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. bersama Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. dan Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito, S.E., M.M., meninjau sentra vaksinasi di Mall Grand City, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (9/7/2021).
Di hadapan awak media, Panglima TNI menyampaikan bahwa dengan melaksanakan vaksinasi berarti Bapak-bapak dan Ibu-ibu sudah menjadi pahlawan kesehatan karena siap untuk melindungi saudara-saudara kita dan di sekitar kita, agar tidak terpapar dengan adanya Covid-19.
Panglima TNI menjelaskan bahwa pelaksanaan vaksinasi ada dua strategi. Pertama adalah strategi yang dilaksanakan secara reguler di tempat-tempat Puskesmas kemudian di wilayah Korem, Polres yang setiap hari melayani masyarakat Surabaya. Strategi kedua adalah serbuan vaksinasi yang dilaksanakan secara kolektif bersama-sama seperti yang dilaksanakan pagi hari ini dengan jumlah yang besar.
“Dengan dua strategi tersebut kita harapkan bahwa target 300 atau 200 ribu sehari bisa tercapai, sehingga harapan kita semua untuk Jawa Timur khususnya dan juga wilayah Surabaya Raya, pertengahan Agustus sudah tercapai herd immunity sesuai harapan kita semua,” ujarnya.
“Namun sekali lagi saudara-saudara tetap harus menggunakan masker karena dengan menggunakan masker, 95% kita akan terhindar dari terpaparnya Covid-19,” pesan Panglima TNI.
Sementara saat berbincang-bincang dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Panglima TNI menanyakan hal-hal yang menjadi kendala dalam mendukung kegiatan vaksinasi ini.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengucapkan terima kasih atas perbantuan dari TNI dan menyampaikan sedikit kendala dalam mobilisasi masyarakat. “Karena antusiasnya warga, kami prihatin rawannya terjadi penumpukan massa. Allhamdulillah masyarakat Surabaya sangat merespon sekali kegiatan vaksinasi ini,” katanya.
Panglima TNI mengatakan, supaya tidak terjadi penumpukan bagi masyarakat yang akan divaksin silahkan mendatangi rumah sakit tingkat Korem, Polres atau instansi TNI lainnya yang menyelenggrakan vaksinasi. “Terima kasih kepada Gubernur Jawa Timur atas pelaksanaan vaksinasi pagi hari ini yang diikuti kurang lebih 5.000 penerima vaksin,” ucapnya.
Lebih lanjut Panglima TNI mengingatkan kepada Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang sudah divaksin agar tetap mematuhi protokol kesehatan dengan menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. “Karena vaksin bukan berarti kita kebal, tapi kita siap untuk menghadapi apabila kita terpapar Covid-19,” ungkapnya.
“Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih kepada saudara-saudara semua masyarakat Surabaya untuk melaksanakan vaksin dan datang ke tempat ini,” pungkasnya.
(Merauke). Komandan Korem (Danrem) 174/ATW Merauke Brigjen TNI Bangun Nawoko didampingi para Kepala Seksi Korem 174 Merauke dan Dandenkesyah Merauke serta Dandim 1707/Merauke Letkol Czi Muh. Rois Edy Susilo, S.T. meninjau langsung pelaksanaan serbuan vaksinasi bagi masyarakat Merauke yang dilaksanakan di Aula Anim Ha Makodim 1707/Merauke, Jln. Raya Mandala, Distrik Merauke, Kabupaten Merauke, Papua, Kamis (8/7/2021).
Sebelum memasuki Aula Anim Ha Makodim 1707/Merauke, Danrem 174 Merauke Brigjen TNI Bangun Nawoko menyapa masyarakat yang berasal dari berbagai daerah dan saat ini berada di Merauke, mereka terlihat antusias dalam mengikuti pelaksanaan vaksinasi Covid-19. “Dengan divaksin akan menambah dan meningkatkan imun tubuh serta mendukung program pemerintah dalam percepatan pemutusan penyebaran Covid-19,” ujar Danrem.
Saat ditemui media, Danrem 174/ATW Merauke menyampaikan bahwa antusias masyarakat Merauke dalam mengikuti vaksin sangat tinggi dibandingkan dengan pelaksanaan vaksin tahap pertama. “Hal tersebut dapat terlihat dimana pada saat vaksin tahap pertama mereka harus dijemput, sedangkan sekarang ini tanpa dijemput mereka sudah berdatangan bahkan ada yang datang dari jam 4 pagi,” ungkapnya.
Danrem juga mengatakan bahwa antusias dan kesadaran masyarakat Merauke untuk mengikuti vaksinasi terus meningkat, berarti sosialisasi yang disampaikan oleh TNI-Polri, Pemerintah Daerah Kabupaten Merauke dan para media/wartawan berhasil.
“Sedangkan dalam pelaksanaannya, kegiatan serbuan vaksinasi yang diselenggarakan di Makodim 1707/Merauke sampai saat ini masyarakat yang sudah divaksin sebanyak 6.095 orang dengan catatan hari ini memenuhi target yaitu 500 orang,” terangnya.
Pada kesempatan tersebut, Brigjen TNI Bangun Nawoko menjelaskan bahwa program tersebut merupakan upaya gerak cepat yang dilaksanakan secara serentak dalam melaksanakan vaksinasi Covid-19 secara massal bagi warga masyarakat di wilayah Korem 174 Merauke dalam rangka memerangi penyebaran virus Covid-19 serta mendukung Program Pemerintah dalam percepatan vaksinasi Covid-19 menuju vaksinasi satu juta jiwa.
Danrem mengingatkan kepada masyarakat Merauke untuk mematuhi himbauan pemerintah. “Kalau disuruh pakai masker ya pakai masker, cuci tangan ya cuci tangan, menjauhi kerumunan ya menjauhi kerumunan dan membatasi interaksi dan perjalanan yang tidak dibutuhkan,” tegasnya. (Penrem 174 Merauke).
(Papua). Generasi muda diharapkan menjadi manusia berkualitas, mampu memimpin serta memelihara kesatuan dan persatuan bangsa dalam wadah Kesatuan Negara Republik Indonesia dan Undang-Undang Dasar 1945. Ini konsep dasar yang diusung Letda Inf Totok Danpos Satgas Pamrahwan Yonif RK 751/VJS dalam melakukan pendekatan terhadap anak-anak di wilayah Distrik Kanggime, Kabupaten Tolikara, Papua, Kamis (8/7/2021).
Papua merupakan wilayah NKRI yang memiliki banyak potensi SDM yang berada di wilayah pegunungan dan lembah-lembah, yang memiliki karakter berbeda dengan anak-anak di perkotaan. Keberadaan Satgas TNI Pamrahwan di wilayah tersebut diharapkan dapat mengarahkan anak-anak di wilayah yang minim fasilitas untuk mengetahui kebutuhan mereka.
Di era global saat ini dampaknya hingga anak-anak yang berperilaku kearah yang negatif. Penyimpangan tingkah laku atau perbuatan melanggar hukum yang dilakukan oleh anak, disebabkan oleh berbagai faktor. Faktor itu antara lain adanya dampak negatif dari perkembangan yang cepat, arus globalisasi di bidang komunikasi dan informasi, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta perubahan gaya hidup sebagian orang tua.
Perkembangan yang cepat membawa perubahan sosial yang mendasar dalam kehidupan masyarakat. Perkembangan tersebut sangat berpengaruh terhadap nilai dan perilaku anak. Selain itu, anak yang kurang atau tidak memperoleh kasih sayang, asuhan, bimbingan, dan pembinaan dari orang tua, wali, atau orang tua asuh akan mudah terseret dalam arus pergaulan masyarakat dan lingkungannya yang kurang sehat dan merugikan orang tua, wali, atau orang tua asuh.
Dansatgas Pamrahwan Yonif RK 751/VJS Letkol Inf Dedy DC dalam penyampaiannya, untuk membuat Papua ini berkembang dan memiliki kesetaraan dengan daerah-daerah berkembang lainnya di wilayah Timur Indonesia, maka aset emas yaitu generasi muda harus dibekali pengetahuan dan lebih diperhatikan. “Dengan lingkungan mereka yang minim fasilitas, tingkat kesejahteraan, pelayanan kesehatan yang masih kurang ini perlu menjadi atensi bersama,” ungkapnya.
Menurut Dansatgas, seorang anak akan memiliki kepribadian yang baik jika ia hidup di lingkungan yang baik, oleh karena itu peran orang tua sangat penting dalam menjaga lingkungan anak agar tetap baik dengan membiasakan diri pada kebiasaan baik. “Peran ini yang coba kita lakukan melalui pendidikan non formal kepada anak-anak sekitar Pos Satgas,” ujarnya.
Sementara salah satu warga Mama Telena Gurik mengatakan keseharian anak-anak hanya bermain saja dan berlari-larian. “Kalau memang ada yang bisa membantu mereka, kami sangat senang,” ucapnya. (Pen Satgas Yonif RK 751/VJS)
sumbawanews.com,- TNI-Polri senantiasa mendukung percepatan vaksinasi nasional dengan menyediakan tempat dan gerai-gerai di wilayah Yogyakarta khususnya dan juga menambah tenaga kesehatan, sehingga target 1 juta per hari bisa tercapai.
Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., di hadapan awak media saat meninjau sentra vaksinasi di Lanud Adi Sutjipto Yogyakarta dan Pos penyekatan PPKM di Prambanan Yogyakarta bersama Menkes RI Ir. Budi Gunadi Sadikin, CHFC, CLU., Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. dan Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito, S.E., M.M., Kamis (8/7/2021).
“Mudah-mudahan ke depan kita juga akan ditugaskan untuk melaksanakan vaksinasi 2 juta per hari akan bisa terlaksana. Dengan demikian tempat dan tenaga kesehatan menjadi kunci untuk tercapainya target tersebut,” kata Panglima TNI.
Sementara saat meninjau Pos Penyekatan PPKM Darurat di Prambanan, Panglima TNI menjelaskan apa yang disampaikan Bapak Menkes RI bahwa mengurangi mobilitas pergerakan adalah salah satu strategi agar kontak erat tidak terjadi atau mengurangi kontak erat tersebut. “Strategi itu harus kita laksanakan sekaligus juga melaksanakan vaksinasi nasional,” jelasnya.
“Memang mengurangi kontak erat adalah satu hal yang sangat penting untuk kita laksanakan pada pelaksanaan PPKM Darurat, sehingga akan mengurangi kasus aktif setiap hari,” ujarnya.
Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, pelaksanaan PPKM Darurat adalah untuk mengurangi mobilitas masyarakat. Ini bisa berjalan dengan baik. “Mudah-mudahan upaya kita untuk menghindari kasus positif karena kontak erat yang terus meningkat, bisa dilaksanakan dengan baik dan terus menghimbau kepada masyarakat untuk menghindari kontak erat,” ujarnya.
“Untuk itu seluruh masyarakat bisa memahami apa yang sudah kita laksanakan setiap hari dan juga kita kontrol bersama di lapangan,” pungkasnya.
sumbawanews.com,- Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., bersama Menkes RI Ir. Budi Gunadi Sadikin, CHFC, CLU., Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. dan Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito, S.E., M.M., melaksanakan peninjauan sentra Vaksinasi di Gor Arcamanik dan Posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Taman Sari, Bandung, Jawa Barat, Kamis (8/7/2021).
Kedatangan Panglima TNI dan rombongan disambut oleh Pangdam III/Slw Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto, S.I.P., M.M., Kapolda Jabar Irjen Pol Ahmad Dofiri dan wakil Gubernur Jabar UU Ruzhanul Ulum.
Di hadapan awak media, Panglima TNI menyampaikan bahwa apa yang disampaikan Menteri Kesehatan bahwa TNI dan Polri serta relawan tentunya akan dikerahkan untuk bisa menjadi tenaga vaksinator di Bandung Raya, khususnya dengan target seperti yang disampaikan Menkes RI adalah 200.000 vaksinator.
“Mudah-mudahan nantinya setelah Jakarta bisa kita selesaikan dalam kurun waktu awal Agustus, maka beberapa tenaga kesehatan khususnya TNI dan Polri bisa kita perbantukan di Bandung Raya ini sehingga target herd immunity akhir Agustus sudah bisa kita capai,” katanya.
“Kami disini untuk mengendalikan Covid-19. Saat ini kita laksanakan adalah PPKM Darurat untuk mengurangi mobilitas masyarakat, sehingga kontak erat bisa kita kurangi,” tambahnya.
Sementara saat meninjau Posko PPKM wilayah Taman Sari, Panglima TNI dan rombongan mengecek peta zonasi wilayah yang dikategorikan dan kesiapan aparat Empat Pilar yang bertugas, serta menerima penjelasan secara rinci dari Ibu Nina Fitriana salah satu petugas PPKM tentang prosedur yang telah disiapkan di daerah tersebut, antara lain pelacakan kontak erat, pengawasan ketat isolasi mandiri, menutup tempat umum, melarang kerumunan, membatasi keluar masuk masyarakat dan pecatatan recording situasi dan keadaan di masyarakat.
“Saya mengapresiasi penyiapan oleh petugas yang sistematis, rinci dan akurat. Disini juga saya melihat hampir semua rumah menaruh alat pencuci tangan beserta hand sanitizer, ini bagus sekali,” kata Panglima TNI.
Vice President Danone Indonesia, Vera Galuh Sugijanto
Bandung-Penanganan stunting di masa pandemi seperti saat ini menghadapi tantangan baru, yaitu bagaimana ditengah kesibukan pemerintah mengatasi pandemi, program-program pencegahan stunting harus tetap di prioritaskan. Bila tidak, kebutuhan nutrisi dan perkembangan anak-anak Indonesia jelas terdampak. Hal itu mengemuka dalam webinar Aksi Bersama Dalam Upaya Pencegahan Stunting untuk Mencapai Target 14% pada 2024 yang berlangsung hari ini.
Sebagaimana diketahui, pemerintah telah menargetkan penurunan stunting hingga 14% pada 2024. Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat dr. R. Nina Susana Dewi Sp. PK (K)., Mkes. MMRS mengatakan “Stunting merupakan salah satu indikator prioritas dalam SDGs dimana target tahun 2030 adalah terbebas dari malnutrisi. Melalui penanggulangan stunting human capital index Indonesia akan meningkat,” jelas Nina.
Ketua TP PKK Provinsi Jawa Barat Atalia Praratya Ridwan Kamil, S.iP.,M.I.Kom menyampaikan bahwa “berbicara tentang sektor kesehatan masih tingginya permasalahan gizi dan tingginya stunting masih menjadi permasalahan di bidang kesehatan, saya khawatir focus kita ke pandemic menjadi hal yang perlu dipersiapkan lebih matang untuk stunting ini karena kaitannya menjadi masa depan generasi bangsa dilupakan atau tidak optimal, apalagi saat ini saya sebagai penggerak PPK di masyarakat tidak ada lagi posyandu dikarenakan khawatir terjadinya penularan virus corona, ada beberapa posyandu belum tutup yaitu posyandu keliling walaupun tidak optimal karena kondisi PPKM darurat Jawa-Bali.
Selain itu Atalia juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat betapa pentingnya stunting ini, PR kita adalah capaian target kita sebesar 14 % di tahun 2024, termasuk juga harus berkomitmen zero new stunting di tahun 2023. Sebagai seorang yang bergerak langsung dengan masyarakat, khususnya bahwa masih banyak anak stunting disembunyikan, ada stigma di masyarakat bahwa stunting hanya berlaku di masyarakat yang ekonominya rendah atau di pedesaan saja,
Bagaimana sosialisasi dan edukasi bisa disampaikan juga mengenai tingginya usia pernikahan anak, 26% dibawah 18 tahun 40% pernikahan beresiko melahirkan anak stunting, edukasi ini termasuk pola asuh, pola makan, dan sanitasi PR bagi kita semua harus dilakukan secara kolaboratif,
Dr. drg. Marion Siagian, M.Epid selaku Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat menyampaikan bahwa Angka prevalensi stunting di Jawa Barat berdasarkan Survei status gizi dan balita tahun 2019 sebesar 26,2% dan ini masih tinggi. Dimana Lokus Provinsi Jawa Barat sebanyak 23 kab/kota untuk terus kita benahi agar bisa mencapai target nasional 14% dan untuk target Jawa Barat sebesar 19%. Stunting ini disebabkan oleh faktor multidimensi sehingga penanganannya perlu dilakukan oleh multisektor selain itu diantaranya dipengaruhi oleh praktek pengasuhan yang kurang baik, terbatasnya layanan kesehatan termasuk layanan Ante Natal Care (ANC) dan pembelajaran dini yang berkualitas, kurangnya akses ke makanan yang bergizi dan kurangnya kases air bersih dan sanitasi yang layak.
Strategi Jabar Zero Stunting melakukan satu “Gerakan Masif” untuk mewujudkan prevalensi stunting pada tahun 2023 menjadi lebih kecil dari standar WHO (Stunting < 20%). Diantaranya kita sudah memiliki Pergub 107 tahun 2020 tentang penurunan stunting di Daerah Provinsi Jawa Barat selain itu ada juga kesepakatan bersama Pemprov Jabar dengan beberapa perusahan dalam rangka meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan lingkungan hidup di Jawa Barat melalui pencegahan stunting dan malnutrisi
Vice President General Secretary Danone Indonesia Vera Galuh Sugijanto mengatakan “Untuk mencapai target penurunan stunting tersebut tidak bisa sendiri, namun dibutuhkan kolaborasi multipihak. Yang paling penting adalah edukasi, karena kita butuh edukasi untuk merubah mindset, pola pikir dan juga gaya hidup masyarakat Indonesia. Melalui kampanye ‘Bersama Cegah Stunting’, kami mengintegrasikan berbagai program intervensi gizi spesifik dan sensitif pencegahan stunting Danone Indonesia untuk dapat diimplementasikan secara bersamaan,” jelas Vera Galuh Sugijanto.
Vera melanjutkan, “Sejak 2019, Danone Indonesia bersama Pemprov Jabar telah melakukan kolaborasi dalam upaya penanganan stunting pada 14 kab/kota prioritas di provinsi Jawa Barat. Upaya tersebut mencakup pemberdayaan kapasitas tenaga kesehatan dan kader posyandu, Puskesmas dan Rumah Sakit dalam hal edukasi pencegahan stunting, pendataan, monitoring, skrining gizi hingga evaluasi.” tambah Vera.
Prof. DR. Dr. Damayanti R. Sjarif, Sp.A (K), Ketua Pokja Antropometri Kementerian Kesehatan dan Dokter Spesialis Anak Konsultan Nutrisi & Penyakit Metabolik RSCM menyamakan persepsi dulu tentang definisi stunting. “Menurut WHO 2020, kondisi stunting adalah ketika panjang atau tinggi badan anak berada dibawah 2 simpang baku yang diklasifikasikan sebagai stunted dalam grafik WHO 2006, yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronik. Kekurangan gizi kronik dapat merupakan akibat asupan nutrisi yang tidak memadai; misalnya karena kemiskinan, penelantaran atau ketidaktahuan, dan peningkatan kebutuhan gizi yang tidak terpenuhi akibat sering sakit misalnya diare kronik akibat sanitasi buruk, ISPA berulang akibat tidak diimunisasi, atau kondisi/penyakit tertentu yang memerlukan diet khusus misalnya bayi yang sangat prematur, alergi makanan, kelainan metabolisme bawaan, penyakit jantung bawaan, dan lainnya.”
“Tatalaksana stunting tentu saja disesuaikan dengan penyebabnya, Sebenarnya perawakan pendek merupakan pertanda terjadinya masalah kekurangan gizi kronik yang lebih besar yaitu menurunnya kemampuan kognitif serta meningkatnya risiko Penyakit Tidak Menular (obesitas, diabetes, penyakit jantung koroner, hipertensi dll) di usia dewasa. Kedua hal ini yang menentukan kualitas SDM suatu bangsa. Pelbagai penelitian menunjukkan bahwa stunting dapat menurunkan IQ sampai 20 poin, Penurunan kecerdasan ini masih mungkin dikoreksi sebelum usia 2 tahun, dibuktikan oleh beberapa penelitian bahwa kombinasi perbaikan asupan nutrisi yang disertai stimulasi dapat mengoreksi IQ yang sudah terlanjur turun sekitar 90%, tetapi jika pada usia 2 tahun tinggi badan masih dibawah -2 simpang baku maka akan sulit mengejar ketinggalan tersebut bahkan jika masih berada dibawah -3 simpang baku berisiko memerlukan pendidikan khusus. WHO menegaskan bahwa stunting sulit ditatalaksana tetapi pencegahan sangat dapat diupayakan,” jelas Prof. Damayanti.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kekurangan asupan protein hewani (sumber asam amino esensial yang lengkap dengan bioavailabilitas tinggi) dalam MPASI anak berusia 6-24 bulan merupakan penyebab tingginya angka kejadian stunting di 49 negara. Sumber protein hewani adalah telur, ikan, ayam, daging sapi/kambing, susu termasuk Pangan untuk Keperluan Medis Khusus. Penelitian di Equador membuktikan bahwa konsumsi tambahan sebutir telur sehari selama 6 bulan dapat menurunkan stunting sekitar 47%. Selain itu penelitian yang dilakukan oleh WHO juga menunjukkan bahwa intervensi segera pada seorang anak yang mengalami weight faltering (kenaikan berat badan per bulan dibawah standar) dapat mencegah stunting 34% di usia 1 tahun dan 24% diusia 2 tahun.
Prof. Damayanti menambahkan, “Berdasarkan bukti ilmiah diatas, dibuatlah strategi untuk menurunkan prevalensi stunting dan terpenting memberi kesempatan untuk mengoreksi kognitif sebelum 2 tahun dengan cara mensosialisasikan konsumsi protein hewani dalam MPASI anak 6-24 bulan dengan protein yang tersedia setempat dan terjangkau. Selanjutnya untuk mendeteksi weight faltering dilakukan pemantauan pertumbuhan di Posyandu serta dilakukan rujukan berjenjang ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi yaitu Puskesmas atau RSUD untuk mencari penyebab serta menatalaksana dengan tepat dan segera. Suatu sistem yang sudah ada sejak tahun 1980-an yang perlu diaktifkan kembali.”
Strategi ini juga diujicobakan di desa Bayumundu Pandeglang oleh Tim RSCM/FKUI dengan dukungan Kementerian Desa Tertinggal dan Transmigrasi berhasil menurunkan angka stunting 8,4%, Jika ini diterapkan di semua desa di Jawa Barat rasanya target yang dicanangkan oleh Gubernur Jawa Barat mungkin terpenuhi. Kerjasama lintas sektor antara pemerintah, tenaga kesehatan, akademisi, sektor swasta, hingga masyarakat akan sangat berperan dalam membentuk sumber daya manusia Indonesia di masa depan.
MATARAM – Dalam hitungan waktu biasa, Pilkada serentak tahun 2024 memang masih cukup lama. Lebih kurang 2,5 tahun lagi.
Namun dalam hitungan investasi sosial untuk menggerakan mesin politik, ini adalah waktu yang singkat.
Lembaga Kajian Sosial dan Politik NTB, M16 menilai pertengahan hingga akhir 2021 ini adalah saat yang tepat bagi para calon yang berminat maju dalam kontestasi Pilkada 2024 untuk mulai memunculkan jati diri ke publik.
“Berdasarkan kajian kami dan berkaca dari Pilkada-Pilkada yang lalu, maka calon yang berniat maju memang harus mulai starting dari sekarang. Sebab, Pilkada ini bukan “Tik-Tok” yang bisa instan, sehingga calon harus berani tampil sejak dini,” kata Direktur M16, Bambang Mei Finarwanto SH didampingi Kepala Divisi Litbang Mi6 , M Zainul Pahmi, M.Pd, Kamis ( 8/7 ) .
Pria yang akrab disapa Didu ini menguraikan, pesta demokrasi 5 tahunan baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten dan Kota di NTB tahun 2024 mendatang harus disiapkan dari sekarang.
Terutama bagi calon-calon yang tingkat popularitasnya belum maksimal dan masih tergolong pendatang baru di dunia politik.
Menurut Didu, dengan mulai muncul dan tampil dalam kegiatan-kegiatan publik, maupun melalui media massa, maka tingkat keterkenalan akan semakin terbuka.
Disisi lain, calon pemilih juga punya hak untuk tahu dan mengenal siapa saja dan bagaimana kapasitas maupun rekam jejak calon pemimpin daerah mereka ke depan.
“Investasi sosial harus mulai ditanam. Misalnya dengan menghadiri kegiatan kemasyarakatan dan membuat kegiatan yang merepresentasikan visi dan misi mereka ke depan. Publikasi media juga sangat penting, baik media mainstream maupun medsos. Hal ini juga sebagai penghargaan ke publik yang berhak tahu siapa calon pemimpin mereka,” urainya.
Berkaca dari Pilkada sebelumnya, papar Didu, umumnya para calon muncul di saat waktu sudah sangat mepet dengan pesta Pilkada. Akhirnya, publik tidak benar-benar paham dan mengerti apa visi dan misi para calon yang ada.
“Kesan yang muncul justru pencitraan semata karena dianggap tidak memiliki investasi sosial dan politik sebelumnya,” imbuhnya.
Menurut dia, para calon terutama non petahana harus mulai muncul jika memang serius maju dalam PIlkada 2024.
“Kalau petahana kami pikir publik sudah mengenal, dan kinerjanya juga sudah bisa diukur. Nah, bagi calon pendatang baru ini butuh effort yang ekstra,” ujarnya.
Ia mencontohkan di tiingkat nasional, ajang Pilpres 2024 pun sudah mulai dipersiapkan sejak dini. Sejumlah nama muncul seperti Anies Baswedan, Puan Maharani maupun Gubernur NTB, Dr Zul bukan hal yang kebetulan dan tanpa proses.
Di NTB, Didu mencontohkan sosok anggota DPR RI, H Bambang Kristiono atau yang populer disapa HBK.
Ia menilai HBK adalah politisi sekaligus pemimpin yang konsisten. Sejak kampanye di Lombok hingga terpilih sebagai anggota DPR RI, HBK selalu berkegiatan di konstituennya.
“Pak HBK melalui HBK peduli selalu dan intens memperhatikan masyarakat Lombok dan NTB secara umum. Ini nilai lebih dari beliau,” katanya.
Sementara itu Kepala Divisi Litbang Mi6 , M. Zainul Pahmi menambahkam para calon yang berniat maju dalam Pilkada serentak 2024, bisa belajar dari cara HBK meraup simpati masyarakat.
Pahmi melanjutkan baik Pilgub maupun Pilkada di Kabupaten/Kota di NTB nantinya, setiap calon harus mulai berani tampil. Ini menjadi salah satu kunci keberhasilan.
Ia mengingatkan fenomena “Yang Penting Rakyat Senang” yang pernah populer oleh tokoh pemuda NTB H Subuhhunuri atau Bung Nuri beberapa tahun silam.
Sosok Bung Nuri langsung menjadi ikonik dan identik dengan jargon yang penting rakyat senang itu.
“Jadi memang harus mulai starting dari sekarang untuk menuju 2024,” pungkasnya.
sumbawanews.com,- TNI siap untuk mendukung Tenaga Kesehatan (Nakes) dimanapun berada yang dilaksanakan oleh kita semua dalam rangka mensukseskan Program Vaksinasi Nasional. Terima kasih kepada Pak Kyai atas peran sertanya dan kedepan akan lebih banyak lagi dalam capaian target pelaksanaan vaksinasi oleh Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU).
Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di Yayasan Pendidikan Islam Al-Mahbubiyah bersama Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. di Jalan Jeruk Purut Cilandak Timur, Jakarta Selatan, Rabu (7/7/2021).
Panglima TNI menyampaikan bahwa Indonesia sedang melaksanakan program pemerintah yaitu vaksinasi nasional yang dilaksanakan secara serentak dan Alhamdulillah hampir setiap hari bisa melaksanakan vaksinasi untuk masyarakat Indonesia, khususnya di Jakarta. “Pak Kyai saya laporkan Insya Allah sudah 50% dari target yang kita vaksin warga DKI Jakarta,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI menjelaskan bahwa TNI-Polri telah menurunkan Tenaga Kesehatan (Nakes) yang dibantu oleh Dinas Kesehatan, BKKBN, Ormas dan sukarelawan. “Apabila target vaksinasi sebanyak 165.000 orang sehari khusus DKI Jakarta, Insya Allah awal Agustus, Jakarta sudah masuk Herd Immunity,” katanya.
Sementara itu, Ketua PBNU Pro. Dr. K.H. Said Agiel Siradj, M.A. mengatakan program vaksinasi ini terlaksana atas kerjasama antara PW NU DKI dengan TNI-Polri dan BNPB berjalan dengan baik sejak kemarin. Insya Allah hari ini 750 orang dan kemarin 500 orang. Pelaksanan vaksin akan terus berlanjut di seluruh Indonesia, tidak lama lagi Insya Allah sebelum tanggal 20 Juli kita rencanakan lebih banyak lagi jumlahnya,” harapnya.
“Kita kerja Lillahita’ala, sebagai Ormas keagamaan dan kemasyarakatan bekerja tanpa pamrih, betul-betul pengabdian bagi bangsa dan negara. Terutama bekerjasama dengan pihak-pihak terkait dan bertanggungjawab kepedulian bersama,” ungkapnya.
sumbawanews.com,- Tenaga Kesehatan (Nakes) dan masyarakat agar selalu menjaga kesehatan, Protokol Kesehatan (Prokes), karena hal itu merupakan senjata utama untuk menangkal laju penularan Covid-19. Demikian disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. saat menyapa para Nakes dan Masyarakat disela-sela peninjauan Sentra Vaksinasi di Kota Tua Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat, Rabu (7/7/2021).
Dalam peninjaunnya, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. didampingi Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. berdialog dengan Camat Taman Sari Bapak Risan H. Mustar. “Kecamatan Taman Sari sudah dikategorikan Zona kuning, kalau bisa sesegera mungkin sudah masuk zona hijau,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Taman Sari menyampaikan bahwa dari 126.000 warganya yang sudah divaksin 45% dan akan terus bertambah, sehingga seluruh warganya sudah divaksin. “Pelaksanaan PPKM Mikro dan PPKM Darurat sudah terlaksana dengan baik oleh 4 Pilar yaitu Babinsa, Bhabinkamtibmas, Pemda dan Dinas Kesehatan DKI,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI berpesan meskipun sudah divaksin agar Prokes warga harus tetap diperhatikan dan disiplin PPKM Darurat juga berjalan lancar, tinggal mengawasi saja. “Saya yakin setelah divaksin Taman Sari segera menjadi Hijau, yang penting kerja keras,” ucapnya.
Marsekal TNI Hadi Tjahjanto juga menyampaikan bila ada permasalahan yang dihadapi terkait dengan vaksin dan Nakes supaya menghubungi TNI-Polri supaya masyarakat bisa terlindungi dan dapat disuntik vaksinasi semua. “Bapak punya tugas untuk melindungi warganya,” tegasnya.
Adapun target pelaksanaan vaksinasi di Kota Tua Kecamatan Taman Sari sebanyak 1.200 orang per hari. Nakes yang dilibatkan TNI sebanyak 17 personel, Polri sebanyak 11 personel dan PT Mayora Klinik Bio Medilab sebanyak 5 personel.
Sementara di Mall Avenue Pantai Indah Kapuk (PIK), Panglima TNI saat meninjau pelaksanaan vaksinasi menerima penjelasan langsung dari Bapak Restu Mahesa selaku Direktur Estate Manajemen yang menyampaikan bahwa di tempat ini mampu memvaksin 1.500 orang perhari, dengan dibantu 4 pilar di dalamnya. “Nakes TNI sejumlah 15 orang sangat membantu dalam pelaksanaan vaksinasi sehingga dapat berjalan lancar sesuai harapan bapak,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Dandim Jakarta Utara Kolonel Inf Roynald Sumendap menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan vaksinasi ini bekerjasama dari Agung Sedayu Group dan Agung Sedayu Retail Indonesia, Yayasan Budha Tzu Chi Indonesia, Tentara Nasional Indonesia, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta yang ditujukan untuk kalangan masyarakat umum, Lansia dengan usia 55 tahun keatas dan anak usia 12-17 tahun sesuai dengan program vaksinasi yang saat ini menjadi target pemerintah, dengan target capaian 1.500 orang per harinya.
“Kegiatan yang dilaksanakan dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat, dilaksanakan sejak tanggal 18 Mei 2021, dan hingga saat ini masih dilaksanakan sudah berhasil memvaksin sebanyak 35.827 orang. Jumlah yang sudah tervaksin terdiri dari pelaku UMKM sebanyak 10.805 orang (30%), masyarakat umum sebanyak 23.708 orang (67%) dan Lansia sebanyak 1314 orang (3%).
sumbawanews.com,- Perwira adalah pemimpin, artinya kalian akan selalu menjadi panutan dan mercusuar bagi anak buah dalam sikap dan tindakan. Menjadi pemimpin berarti siap untuk mengabdi dan melayani serta menjadi contoh teladan selama 24 jam setiap hari.
Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. saat memberikan pembekalan kepada 700 Calon Perwira Remaja (Capaja) TNI-Polri melalui virtual di Ruang Kerja Panglima TNI Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (7/7/2021).
Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan bahwa sebagai Perwira nantinya dituntut untuk menunjukkan yang terbaik bagi satuan dan anak buah setiap saat, kapanpun dan dimanapun. Oleh karena itu tidak boleh berhenti, belajar dan berlatih leader is learner. “Terus tingkatkan dan kembangkan kemampuan diri, buka wawasan dan pengetahuan serta perbanyak membaca buku dan berbagai literatur yang akan membuka wawasan sebagai bekal dalam memimpin,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI mengatakan bahwa Perwira harus dapat beradaptasi dengan berbagai tuntutan tugas, manfaatkan kemudahan yang diberikan oleh teknologi informasi dan media sosial dalam bertugas, dapatkan buku jurnal dan referensi digital untuk meningkatkan kemampuan yang profesional. “Jadikan teknologi informasi sebagai penunjang keberhasilan tugas, jangan justru sebaliknya tenggelam dalam dunia sendiri dengan berbagai aplikasi digital lupa bahwa ada anggota yang harus dibina, satuan yang harus saudara awaki serta masyarakat yang menunggu dharma bakti kalian,” ungkapnya.
Panglima TNI mengingatkan bahwa TNI-Polri menjadi pilar utama persatuan dan kesatuan bangsa di tengah kemajemukan negara Indonesia yang kaya. Berbagai peristiwa besar mulai dari pesta demokrasi secara serentak maupun berbagai event nasional dan internasional dapat berjalan dengan baik, demikian pula penanggulangan ancaman terhadap masyarakat baik di Poso maupun di Papua. “Sinergi TNI-Polri dan komponen bangsa lainnya adalah kunci keberhasilan sebagai bangsa untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan serta bersaing dengan negara-negara lain di dunia,” jelanya.
Diakhir pembekalannya Panglima TNI berpesan kepada Capaja TNI-Polri untuk selalu berikan dan tunjukkan yang terbaik bagi negara dan bangsa dimanapun bertugas. Jaga soliditas dan sinergi bersama komponen bangsa lainnya sebagai perekat persatuan dan kesatuan untuk menghadapi segala ancaman dan tantangan.
“Kembangkan potensi diri dan segera beradaptasi dengan lingkungan tugas seiring dengan tuntutan di medan penugasan serta berbagai tantangan yang akan kalian hadapi. Ingatlah bahwa untuk menggapai cita-cita harus diperoleh melalui perjuangan dan pengorbanan, Gantungkan mimpi dan cita-cita kalian setinggi-tingginya,” pungkasnya.
Adapun Capaja TNI-Polri yang akan dilantik berjumlah 700 terdiri dari Akmil 227 Capaja (209 putra dan 18 putri), AAL 101 Capaja (90 putra dan 11 putri), AAU 91 Capaja (82 putra dan 9 putri) dan Akpol 281 orang (248 putra dan 33 putri).
Sumbawanews.com,- Kementerian Perdagangan menyelenggarakan sosialisasi daring terhadap Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 18 Tahun 2026, yang resmi diundangkan pada 4 Juni 2026. Acara yang...
Sumbawanews.com,- Menteri Luar Negeri Sugiono hadir di Kazan, Rusia, mewakili Presiden Prabowo Subianto dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Peringatan 35 Tahun Kemitraan ASEAN-Rusia, pada...
Sumbawanews.com,- Teheran — Kesepakatan sementara antara Iran dan Amerika Serikat melalui Memorandum of Understanding (MoU) bukan sekadar gencatan senjata, tapi sebuah pergeseran kekuatan geopolitik...
Sumbawanews.com,- Di Miami, Pachi Paris, 29, seorang profesional keuangan yang aktif berolahraga dan menjaga pola makan sehat, menghabiskan $250 per bulan untuk suplemen kesuburan...