Home Blog Page 2476

Dinilai Merusak Lingkungan, Mahasiswa UNY Serukan Penolakan Galon Sekali Pakai

Yogyakarta – Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyeru masyarakat untuk tidak menggunakan produk-produk plastik sekali pakai, termasuk galon sekali pakai yang ada di pasaran.  Mereka beralasan, kehadiran produk-produk kemasan plastik sekali pakai ini akan menambah semakin rumitnya penyelesaian masalah sampah plastik di Indonesia yang sudah sangat merusak lingkungan.

Seperti diketahui, dalam Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional  Pengelolaan Sampah Rumah Tangga, Pemerintah menetapkan target 100% sampah terkelola dengan baik dan benar pada tahun 2025. Target ini diukur melalui pengurangan sampah sebesar 30%, dan penanganan sampah sebesar 70%.

Mahasiswa Departemen Kesehatan Mental dan Lingkungan Masyarakat (Kesling) UNY, Tama mengatakan penolakan terhadap penggunaan galon sekali pakai itu dilakukan karena kehadirannya akan semakin membahayakan lingkungan.  “Seperti halnya kemasan-kemasan plastik sekali pakai yang lain, kehadiran galon sekali pakai ini akan sangat menambah bahaya terhadap lingkungan. Plastik-plastik ini kan sangat susah terurai, jadi akan semakin mencemari lingkungan dan sangat berbahaya,” ujarnya.

Karenanya, Tama menyampaikan salah satu program Departemen Kesling UNY akan berusaha meminimalkan anggapan bahwa galon sekali pakai lebih baik dari galon guna ulang yang ramah lingkungan.  “Jadi, kami mengimbau supaya seluruh masyarakat agar tidak menggunakan galon sekali pakai ini,” katanya.

Salah satu upaya yang dilakukan Departemen Kesling UNY untuk mensosialisasikan gerakan “Tolak Galon Sekali Pakai” ini adalah melalui webinar pada Sabtu malam (3/7) dengan menghadirkan  narasumber seorang mahasiswa Doktor Ilmu Lingkungan UGM, Cynthia Permata Sari, S.Si., M.Ling.

Dalam paparannya, Cynthia menyampaikan bahwa kehadiran produk kemasan air galon sekali pakai ini hanya akan meningkatkan penumpukan sampah plastik di Tempat-tempat Pembuangan Akhir (TPA). Padahal, kondisi saat ini saja sudah menunjukkan banyaknya TPA yang kelebihan kapasitas. “Jadi, saya memastikan kehadiran produk baru air kemasan galon sekali pakai ini pasti berpengaruh terhadap lingkungan, tidak hanya lingkungan fisik tapi juga lingkungan sosial,” ujarnya.

Dia mengatakan produsen produk air kemasan galon sekali pakai ini masih menggunakan framework lama yang menganut prinsip perekonomian linear, yaitu “take-make-waste” (mengambil – memproduksi – membuang sampah begitu saja). Menurut Cynthia, itu merupakan konsep  yang terjadi selama ini sejak revolusi industri dan tidak bisa lagi digunakan untuk kondisi sekarang. “Seharusnya produsennya beralih dari paradigma ekonomi linear ke paradigma baru dengan pendekatan yang lebih sistemik dan holistic yang mengarah ke ekonomi sirkular.  Kondisi linear itu sudah tidak lagi relevan untuk diterapkan pada kondisi saat ini,” tukasnya.

Apalagi, pemerintah melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Nomor 79 Tahun 2019 tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen, juga sudah mewajibkan para produsen harus sudah menyusun dan menyerahkan dokumen rencana pengurangan sampah mereka.

Itu artinya, para produsen berbahan kemasan plastik juga harus membuat konsep bisnis yang yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sosial (sustainable brand). Para produsen itu tidak lagi hanya menghasilkan produk dan marketing yang baik saja, melainkan juga harus peduli terhadap lingkungan.  “Untuk itu, diperlukan transisi ke sustainable future yang berhubungan dengan sesuatu yang restoratif dan regeneratif yang mengarah kepada ekonomi sirkular,” katanya.

Dia mengatakan implementasi sustainable brand itu dapat diwujudkan melalui triple bottom line, yaitu people (social equity), planet (evironmental stewardship), dan profit (economic prosperity). Triple bottom line ini berfungsi untuk membantu  menyeimbangkan alam, sosial, dan bisnis, serta meningkatkan brand awareness dalam menjalin hubungan yang baik dengan konsumen dengan mengurangi dampak buruk bagi lingkungan.  “Jadi, produsen harus bisa mengurangi produk-produk kemasan sekali pakai dan mengadopsi model penggunaan ulang jika memungkinkan,” tukasnya.

Warga Kelurahan Tegalbesar Kec Kaliwates Jember Antusias Ikuti Vaksinasi

Jember.Sumbawanews.com – Warga Kelurahan Tegalbesar Kecamatan Kaliwates, Jember antusias mengikuti vaksinasi di Pendopo Kelurahan Tegalbesar Kecamatan Kaliwates, Jember, Senin (5/7/2021).

Begitu mendengar ada kabar vaksinasi warga berbondong-bondong datang ke Kantor Kelurahan Tegalbesar. Bahkan ada seorang warga, sebut saja Mak, datang sejak pukul 05:00. Antusiasme warga itu tidak dikira oleh petugas baik dari Kelurahan maupun Puskesmas.

Akibatnya terjadi kerumunan saat mereka mendaftar dan menunggu antrian vaksin.

Salah seorang warga, Farida (43), kecewa sebab sudah kehabisan blanko pendaftaran. Ia baru mengetahui tadi pagi dan langsung menuju ke Kantor. Kelurahan. Akhirnya ia harus balik kanan tanpa divaksin padahal sangat berharap sekali divaksin.

Lurah Tegalbesar, Urip membenarkan adanya vaksinasi di Balai Kelurahan tempatnya bekerja.

“Hari ini ada dua ratus kuota vaksin di sini,” katanya. Warga, sebenarnya sudah diberi surat undangan tetapi yang tidak menerima dan mengetahui vaksinasi mereka berbondong-bondong datang.

Urip juga mengatakan, siang nanti ada vaksinasi di Puskesmas tetapi untuk dosis kedua.

Sementara itu, dr Isna, Kepala UPT PKM Tegalbesar, tidak mau diwawancarai oleh media. Ia beralasan tidak memiliki kewenangan mengeluarkan pernyataan secara lisan terkait pelaksanaan vaksinasi yang dikerjakan oleh staf pegawai di tempatnnya bekerja.

Di bagian lain, juru bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Jember, Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jember, Habib Salim, membenarkan adanya vaksinasi di sana.

“Jadi, bagi faskes yang memiliki cadangan vaksin, silahkan melanjutkan vaksinasi dosis satu, yang cadangannya sudah habis menunggu droping,” tulis di WhatsApp. (To2)

Ketum IKKT PWA : Anggota IKKT PWA Agar Memberikan Keteladanan Serta Menjadi Pelopor

sumbawanews.com,- Anggota IKKT Pragati Wira Anggini (PWA) agar dapat memberikan keteladanan serta menjadi pelopor guna meningkatkan kepekaan terhadap situasi dan kondisi yang sedang terjadi disekitar kita dimasa pandemi Covid-19, sehingga dapat memutus mata rantai penyebarannya serta menyukseskan program serbuan vaksinasi demi kepentingan masyarakat, bangsa dan negara yang kita cintai bersama.

 

Hal tersebut disampaikan Ketum IKKT PWA Ny. Nanny Hadi Tjahjanto saat membuka acara dialog interaktif secara Webinar dalam rangka HUT ke-55 IKKT PWA di kediaman Kompleks Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (5/7/2021).

 

Ketum IKKT Pragati Wira Anggini, mengatakan bahwa saat ini kita sedang mendukung program pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 yang angkanya meningkat kembali dengan adanya varian Delta yang merupakan jenis varian baru dari India.

 

“Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat) khusus wilayah Jawa dan Bali, jangan lupa untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dengan menerapkan 5 M yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas,” katanya.

 

Pola hidup sehat salah satu yang menjadi perhatian Ny. Nanny Hadi Tjahjanto untuk diketahui secara lebih dalam oleh setiap anggota keluarga dalam menyiapkan makan sehat yang dikonsumsi setiap hari di rumah untuk mempengaruhi metabolisme tubuh yang disampaikan seorang ahli gizi Dr. dr. Tan Shot Yen, M.Hum.

 

“Tentunya menu yang diberikan disesuaikan dengan usia, mengingat makanan yang mengandung nutrisi cukup dengan komposisi yang seimbang akan memberikan kesehatan dan membentuk antibody yang kuat, sehat, bugar sehingga terhindar dari penyakit seperti kolesterol, stroke, serangan jantung, atau diabetes,” tutur Ibu Nanny Hadi Tjahjanto.

 

Selain itu, masalah keserasian dalam berpenampilan tentang berbusana juga menjadi perhatian Ketum IKKT Pragati Wira Anggini memberikan tambahan wawasan dan pengetahuan kepada anggotanya dengan mendatangkan nara sumber Bapak Ferry Sunarto ahli desainer busana turut mengisi acara Webinar.

 

“Kebaya adalah salah satu dari hasil budaya yang ada di negeri Indonesia, Kebaya menjadi salah satu alat  pemersatu bangsa karena tanpa meninggalkan pakem-pakem yang kita miliki dan salah satu ciri khas Indonesia terinspirasi dari kebaya pahlawan wanita, yaitu Raden Ajeng Kartini,” kata Ketum IKKT PWA.

 

Di akhir amanatnya Ketum IKKT berharap webinar ini dapat diikuti dengan seksama karena akan banyak memberikan tambahan pengetahuan dan wawasan serta bermanfaat, baik dalam hal pola hidup sehat maupun mengenai pengetahuan berbusana.

 

“Setelah webinar ini, Ibu-ibu peserta sekalian akan semakin mengetahui dan semakin paham sehingga dapat ibu-ibu semua terapkan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Ketum IKKT PWA.

Simak.id Tawarkan Sistem Manajemen Akademik Digital

Keterangan foto :- MEMUDAHKAN MANAJEMEN PENDIDIKAN : CEO Simak.id Johan Awaluddin memaparkan tentang Simak.id saat di SMAN 2 Mataram, Senin 5 Juli 2021. Simak.id sebagai aplikasi manajemen akademik yang membuat kinerja sekolah lebih transparan.

—————————————————————–Mataram-Kinerja akademik di sekolah dapat diakses secara terbuka oleh publik melalui aplikasi Simak.id. Dengan latar belakang tersebut, 11 SMA Kota Mataram mengikuti training dan implementasi Simak.id berlokasi di SMAN 2 Mataram.

Acara ini dihadiri oleh Perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi NTB Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Dikbud Mataram-Lombok Barat (Malomba) Lalu Basuki Rahman, Anggota DPRD Provinsi NTB Lalu Budi Suryata, dan CEO Simak.id Johan Awaluddin.

Johan mengatakan, Simak.id adalah aplikasi kolaborasi online yang mempermudah sistem manajemen akademik dan komunikasi terhadap orang tua.

“Manfaat dari Simak.id diantaranya membantu sekolah dalam pembuatan dan pemberkasan dokumen digital data manajemen sekolah dan administrasi pendidikan,” katanya, Senin 5 Juli 2021.

Dikatakan Johan, Simak.id sebagai acuan standar format administrasi pendidikan. Aplikasi ini akan memudahkan sekolah dalam menyampaikan informasi perkembangan pendidikan dan administrasi kepada orang tua.

“Simak.id memiliki perbedaan dengan aplikasi lain, Simak.id berkonsentrasi pada sistem/proses akademik lembaga pendidikan,” sambungnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi NTB Lalu Budi Suryata menyebut, perkembangan zaman tak dapat dipisahkan dengan teknologi. Keberadaan Simak.id ini akan membuat kerja akademik sekolah lebih ringkas dan sederhana. Terlebih disaat kondisi pandemi saat ini keberadaan aplikasi digital begitu penting.

“Tinggal bagaimana sekolah mau serius dan memaksimalkan manajemen pendidikan digital ini,” katanya.

Budi optimis, ketika manajemen pendidikan yang sudah tersusun secara digital di dalam Simak.id sanggup dipahami kepala sekolah, wali kelas, guru mata pelajaran, dan penanggung jawab lainnya, dinas terkait akan mudah mengontrol SMA/SMK negeri seluruh NTB.

“Setelah SMA saya harapkan segera saja SMK mendapat training aplikasi ini,” sambungnya.

Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Dikbud Mataram-Lombok Barat (Malomba) Lalu Basuki Rahman mengatakan, kompetensi digital harus dikuasai semua sekolah. Delapan standar pendidikan harus masuk di aplikasi.

“Bagus ini semua dalam satu aplikasi. Jangan lagi sekolah hanya manual dan masih memakai form,” katanya.
Dikatakan, semua saat ini dapat masuk di handphone. Keberadaan smartphone bagaikan mata pisau, dapat mengarah kepada kebaikan dan kemudharatan.

“Untuk Simak.id ini langsung segera supaya sekolah praktik aplikasi,” imbuhnya.

Untuk diketahui, Simak.id sesuai dengan format kurikulum yang berlaku. Simak.id mencakup role penugasan lembaga pendidikan. Simak.id mengacu pada tugas pokok dan fungsi masing-masing user lembaga pendidikan. Simak.id sebagai education support system memberikan dukungan kepada lembaga pendidikan dengan menggratiskan penggunaan Simak.id baik di internal dan eksternal lembaga pendidikan.

Di tahap awal ini penggunaan aplikasi Simak.id tidak dipungut biaya alias gratis. Pun begitu dengan penggunaan website aplikasi Simak.id – user dari pendidik dan tenaga kependidikan. Selain itu, sekolah juga digratiskan menggunakan mobile aplikasi Simak.id dengan user siswa dan orang tua / wali murid. Baru kemudian sekolah hanya perlu terlibat pada pembiayaan data sekolah tiap tahun.(*)

 

Covid, Digitalisasi, Bagaimana Sekolah ?

_Ini momentum
Menyelenggarakan pendidikan bagi seluruh bangsa Indoneisia_

Oleh: Salamuddin Daeng

Kata sri Mulyani covid 19 adalah dalam rangka mendorong dan mempercepat digitalisasi. Kira kira seputar itu yang ingin disampaikan menteri keuangan terbaik dunia terkait dengan wabah kopid yang melanda dunia.

Mestinya apa yang disampaikan Bu Sri segera disambut oleh menteri pendidikan yang sekaligus merupakan bandar digital Indonesia. Menteri Nadiem ini tidak ada yang meragukan kemampuannya dalam urusan digutalisasi onlen hingga fintech dan seterusnya.

Menteri pendidikan mendapatkan momentum paling penting dalam menjalankan pendidikan bagi seluruh bangsa, segenap lapisan masyarakat, bagi yang miskin, yang kaya, petani, buruh, anak anak, orang dewasa, hingga komisaris BUMN yang katanya akan diberikan kursus oleh menteri Erick, bahkan pendidikan untuk para menteri itu sendiri.

Menteri pendidikan segera membangun konsep pendidikan nasional yang menyeluruh, merata, adil, bahkan gratis bagi seluru bangsa Indonesia. Semua orang Indonesia mendapatkan kesempatan yang sama memperoleh pendidikan dan pengetahuan tampa harus terhambat oleh tempat, waktu dan biaya. Semua dapat mengakses pendidikan secara mudah dan murah.

Bagimana caranya. Menteri pendidikan yang juga merupakan bandar onlen ini dapat segera membuat kurikulum pendidikan secara nasional dengan platform digital yang dapat diikuti oleh seluruh bangsa Indonesia dari kota hingga ke kampung kampung secara gratis.

Melalui digitalisasi pendidikan maka semua orang Indonesia petani, buruh orang miskin asal punya minat dapat memperoleh ijazah semua tingkatan pendidikan, bahkan menjadi ahli dibidang masing masing, memperoleh gelar-gelar akademis secara mudah dan murah hanya bermodal jaringan internet atau jaringan radio atau jaringan televisi.

Saatnya menteri pendidikan memanifestasikan seluruh amanat Pembukaan UUD 1945 dan Pancasila dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui digitalisasi pendidikan dan pendidikan gratis bagi seluruh bangsa Indonesia. Monggo..

Bantu Sesama, HBK PEDULI Salurkan Ribuan Paket Sembako

MATARAM-Yayasan HBK PEDULI milik anggota DPR RI dari Dapil NTB-2/P. Lombok H. Bambang Kristiono, SE atau HBK, kembali menyalurkan bantuan sembako bagi masyarakat tidak mampu di Pulau Seribu Masjid.

“Penyaluran sudah kita mulai sejak hari Kamis tanggal 1 Juli 2021 yang lalu,” kata Ketua Yayasan HBK PEDULI Hj. Dian HBK lewat sambungan telephone, Senin (05/07/2021).

Hj. Dian HBK mengatakan, pihaknya akan menyalurkan ribuan paket sembako ini selama satu bulan penuh.
Sejak seminggu yang lalu, paket-paket sembako sudah berada di Posko HBK PEDULI Jalan Kulintang, dan mulai disalurkan kepada masyarakat P. Lombok yang kurang mampu khususnya para fakir miskin, para dhuafa, orang yang sakit permanen, serta orang-orang yang hidup sendiri karena tidak memiliki keluarga lagi.

Menurut Hj. Dian HBK, fokus HBK PEDULI pada saat ini memang diarahkan untuk membantu masyarakat P. Lombok yang kurang mampu ditengah pandemi yang belum pasti kapan akan berakhir.
Di NTB sendiri, seperti yang dipublikasikan BPS, sedikitnya 455.560 orang penduduk usia kerja kehidupannya telah terdampak pandemi Covid-19. Sebanyak 35.000 di antaranya adalah para pengangguran baru dimana mereka tadinya memiliki pekerjaan, tapi kini sudah dirumahkan. Sementara 378.000 lainnya harus mengalami pengurangan jam kerja.

“Kami memahami banyak masyarakat kita yang kini sedang menghadapi masa-masa sulit. HBK PEDULI hadir untuk mereka-mereka yang hidupnya kian berat, kian sulit akibat serangan pandemi Covid19,” kata istri H. Bambang Kristiono (HBK) ini.

Rencananya, penyaluran bantuan sembako ini akan didistribusikan melalui Posko2 Tim HBK PEDULI yang tersebar di delapan titik di P. Lombok. Tim HBK PEDULI pun saat ini masih terus mengevaluasi dan merampungkan data2 masyarakat yang akan menerima bantuan sembako tersebut.

“Penyaluran bantuan sudah kami mulai dari Kota Mataram sejak hari Kamis, tanggal 1 Juli 2021 yang lalu, dan akan terus dilaksanakan secara bergiliran di seluruh wilayah P. Lombok selama satu bulan kedepan,” kata Hj. Dian HBK.

Sementara itu, H. Bambang Kristiono, SE (HBK) secara terpisah menegaskan bahwa saat ini, semua pihak memang harus saling menguatkan. Apalagi kini, Indonesia sedang memasuki gelombang kedua serangan pandemi Covid19 dengan hadirnya varian baru (Delta) yang berasal dari India.
Karena itu, bantuan sembako untuk masyarakat yang tidak mampu merupakan ikhtiar HBK PEDULI untuk setidaknya meringankan beban dan kesulitan yang harus dipikul masyarakat.

Politisi Partai Gerindra ini mengungkapkan, gelombang kedua pandemi Covid19 ini memang oleh banyak pihak dinilai lebih berbahaya, dan bahkan lebih mematikan. Karena tingkat penularannya yang sangat cepat, kemudian daya rusaknya juga yang lebih dahsyat. Dan sudah pasti, imbas dari serangan pandemi Covid19 gelombang kedua ini, masyarakat butuh bantuan sosial dan kesetiakawanan sosial dari warga yang lainnya.

“Kami ingin berkontribusi dengan menyiapkan bantuan sembako untuk saudara-saudara kami di P. Lombok ini,” ujar pria yang dikenal sebagai Samurainya Prabowo Subianto ini.

HBK yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR RI menegaskan, di tengah kegelisahan masyarakat dalam menghadapi serangan pandemi Covid19, pihaknya mengajak semua pihak untuk bergerak bersama-sama membantu masyarakat yang nyata-nyata terkena dampak pandemi ini.

“Dalam situasi yang semakin sulit seperti sekarang ini, saatnya kita berempati kepada sesama, sekecil apapun yang kita berikan, in syaa Allah akan besar manfaatnya bagi setiap penerima,” pungkas HBK.

Panglima TNI : Nakes Adalah Kesatria Negara Untuk Lindungi Masyarakat Dari Ancaman Covid-19

sumbawanews.com,- Panglima TNI memberikan apresiasi kepada para petugas 4 Pilar (TNI, Polri, Pemerintah Daerah, Dinas Kesehatan) dan Tenaga Kesehatan termasuk Bapak Walikota Bekasi atas upaya yang telah dilakukan selama ini terkait penanganan Covid-19.

 

Demikian disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., dihadapan awak media saat meninjau Posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Kelurahan Jati Cempaka, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Minggu (4/7/2021).

 

Panglima TNI juga mengatakan bahwa Bapak dan Ibu para Nakes adalah kesatria negara untuk melindungi masyarakat dari ancaman Covid-19.  “Saya apresiasi untuk tenaga kesehatan dan 4 Pilar yang benar-benar tidak mengenal lelah untuk bisa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sehingga masyarakat bebas dari Covid-19,” ucapnya.

 

“Terima kasih banyak khususnya 4 Pilar dan Tenaga Kesehatan, Bapak dan Ibu harus jaga kesehatan karena Bapak dan Ibu sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Termasuk Walikota, Babinsa, Bhabinkamtibmas kemudian Kapolres tetap jaga kesehatan untuk menjaga mereka, sudah bagus dalam pelaksanaan PPKM,” kata Panglima TNI.

 

Menurut Panglima TNI, pelaksanaan PPKM Mikro di Kota Bekasi sudah dapat terlaksana dengan baik. “Namun demikian, kita terus memantau bagaimana pelaksanaan tracing kontak erat, diawali dengan testing dan treatment diwilayah, khususnya PPKM Mikro dengan berbasis RT dan RW,” ujarnya.

 

“Di beberapa tempat memang sudah bisa melaksanakan isolasi mandiri dan terdukung kebutuhannya diantaranya adalah obat-obatan,” tambahnya.

 

Selanjutnya Panglima TNI menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi akhirnya mendapatkan satu strategi yang bagus ketika para penerima vaksinasi harus datang di tempat tertentu yang sudah ditentukan oleh Walikota. “Mereka tinggal vaksin saja sehingga dalam satu setengah jam itu bisa mendapatkan kurang lebih 25.000 vaksin, karena skrining dilaksanakan di desa-desa kemudian swab termasuk pengisian blanko,” katanya.

 

“Ini hal yang sangat baik untuk mempercepat akselerasi vaksinasi yang memang kita harapkan, sebelum bulan Agustus kita sudah mendapatkan herd immunity,” ujarnya.

 

Pada kesempatan yang sama, Panglima TNI juga berdialog dengan petugas PPKM Mikro yang sedang bertugas dan mengatakan bahwa tingkat kesembuhan sudah mulai bagus. “Ini karena pelaksanaan PPKM disini sangat baik, kemudian akselerasi vaksinasi juga terus kita kejar. Kalau dua itu kita laksanakan dengan baik, target untuk herd immunity tercapai dan Insya Allah segera turun Covid-19 tiap hari,” kata Panglima TNI.

 

Menurut Panglima TNI, angka kesembuhan di Wisma Atlet sudah mencapai 800 orang setiap harinya, kemudian pasien yang masuk juga berkurang. “Ini artinya kerja keras kita setiap hari sudah mulai membuahkan hasil, mudah-mudahan minggu depan terus akan semakin sehingga Bed Occupancy Rate (BOR) juga akan semakin turun,” harapnya.

Panglima TNI : Bapak dan Ibu Adalah Pahlawan Kesehatan, Siap Untuk Lindungi Masyarakat

sumbawanews.com,- Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. bersama Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., meninjau pelaksanaan serbuan vaksinasi di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Hamid Cilangkap, Jakarta Timur, Minggu (4/7/2021).

 

Kedatangan Panglima TNI beserta rombongan disambut oleh Walikota Jakarta Timur M. Anwar, S.Si. M.A.P dan Pengasuh Ponpes Al Hamid K.H. Lukman Hakim.

 

“Bapak dan Ibu-ibu sekalian adalah pahlawan kesehatan karena mau divaksin dan memakai masker, artinya siap untuk melindungi masyarakat,” kata Panglima TNI di sela-sela peninjauannya.

 

Saat berdialog dengan Walikota Jakarta Timur dan Pengasuh Ponpes Al Hamid, Panglima TNI menyerukan agar dilakukan koordinasi dengan Kodim, Polres dan Puskesmas termasuk juga dengan Bapak Walikota terkait pelaksanaan vaksinasi. “Lakukan terus vaksinasi seperti ini setiap hari,” ujarnya.

 

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan ucapan terima kasih kepada Walikota Jakarta Timur, para Kyai dan Pengasuh Ponpes Al Hamid yang telah melaksanakan serbuan vaksinasi di Ponpes ini. “Kalau bisa setiap hari dilakukan seperti ini, ditempat ini, karena tempatnya lebih bagus dan luas,” pesannya.

 

“Mudah-mudahan warga di sini sebanyak 3 juta jiwa bisa tervaksin semua dan lakukan koordinasi dengan Dandim dan Kapolres terkait permasalahan yang ada,” pungkasnya.

TNI-Masyarakat Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan di Papua

(Wamena-Papua). Komandan Satgas (Dansatgas) Pamrahwan Yonif RK 751/VJS Letkol Inf Dedy DC, S.I.P. didampingi Perwira Seksi Teritorial Satgas Pamrahwan Letda Inf M Ali Sirait, melaksanakan integrasi sosial terhadap Masyarakat, Tokoh Agama, dan Tokoh Masyarakat di Distrik Napua, Desa Pelebaga, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Sabtu (3/7/2021).

 

Dansatgas Yonif RK 751/VJS menyampaikan bahwa maksud kegiatan tersebut sebagai upaya membangun dan memperkokoh Persatuan dan Kesatuan antara TNI dengan masyarakat. Menurutnya, integrasi sosial mempunyai peran penting bagi semua kalangan masyarakat. “Dengan adanya integrasi sosial yang baik, tujuan terbentuknya masyarakat harmonis akan mudah mencapai tujuan bersama,” katanya.

 

Selain itu, melalui proses integrasi sosial segala bentuk keteraturan sosial mengenai hukum adat, budaya, dan sebagainya akan mudah dilakukan. “Jadi, integrasi sosial dapat dipandang sebagai suatu elemen yang dapat mengurangi kemungkinan terjadinya konflik sosial pada masyarakat,” ujarnya.

 

Selanjutnya Dansatgas menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan khusus untuk mewujudkan terpeliharanya komunikasi dan silaturahmi dengan Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Adat dan Tokoh Pemuda, sehingga dapat terjalin sinergitas dalam menciptakan kondisi yang tangguh di masa Pandemi Covid-19, juga menciptakan situasi dan kondisi masyarakat Wamena yang aman dan damai dalam memperingati Kemerdekaan RI yang ke-76 tahun 2021.

 

Dansatgas menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, dan Tokoh Agama yang sudah hadir dalam kesempatan yang baik ini, juga sekaligus memperkenalkan diri dan mengajak untuk tetap menjaga keamanan, keharmonisan dan kedamaian di wilayah Wamena.

 

Dalam kesempatan tersebut, Dansatgas Pamrahwan Yonif RK 751/VJS Letkol Inf Dedy membagikan Alkitab, kaos, selimut dan permen kepada masyarakat, Tokoh Agama, dan Tokoh Masyarakat wilayah tersebut.

 

Ucapan terima kasih disampaikan oleh Kepala Desa Pelebaga Bapak Marius Asso  (55 th) yang memberikan Dansatgas busur dan anak panah yang mengandung makna bahwa Letkol Inf Dedy dianggap sebagai bagian keluarga laki-laki di keluarga Asso. (Pen Satgas Yonif RK 751/VJS)

Panglima TNI : Tetap Semangat, Jaga Kesehatan, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan

Sumbawanews.com,- Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. dan Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. meninjau pelaksanaan serbuan vaksinasi nasional di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (4/7/2021).

Kedatangan Panglima TNI dan Kapolri disambut oleh Kolonel Laut (K) dr. RM Tjahja Nurrobi selaku Perwira Penanggung Jawab dalam kegiatan vaksinasi.

Dalam peninjauan tersebut, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyaksikan langsung antrian panjang ratusan warga masyarakat yang antusias akan melaksanakan vaksinasi.

Saat berdialog dengan para Tenaga Kesehatan (Nakes), Panglima TNI menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh Nakes yang telah mengorbankan pikiran, tenaga dan waktunya untuk membantu mengatasi permasalahan yang sedang dihadapi oleh seluruh bangsa Indonesia yaitu meningkatnya angka penularan Covid-19.

“Kalian (Nakes) harus tetap semangat, jaga kesehatan, kemudian atur jarak dan hindari kerumunan serta berikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya vaksinasi,” pesan Panglima TNI.

Panglima TNI menyampaikan bahwa pelaksanaan vaksinasi di Jabodetabek, khususnya di JIExpo Kemayoran sebanyak 10.000 per hari dan akan dilaksanakan setiap hari. Hal ini sesuai dengan perintah Bapak Presiden RI Joko Widodo bahwa strategi untuk mengendalikan Covid-19 adalah lapangan. Lapangan ada dua, yang pertama pelaksanaan PPKM Mikro dengan berbasis RT/RW dan kedua adalah percepatan vaksinasi.

Pelaksanaan serbuan vaksinasi nasional di JIExpo Kemayoran TNI telah menerjunkan 445 Nakes diantaranya siswa Pa PK dan Susgakes sebanyak 110 orang, Pusdikkes sebanyak 100 orang, Skadik 504 sebanyak 85 orang, Sekesal sebanyak 140 orang, Yonkes Mar/1 sebanyak 5 orang, Yonkes TNI AU sebanyak 5 orang dan Lakespra 10 sebanyak orang.

Sedangkan target yang diberikan oleh Kemenkes RI yaitu satu hari TNI harus mampu melaksanakan vaksinasi sebanyak 200.000 di seluruh wilayah, sehingga 400.000 dikerjakan oleh TNI setiap hari, sedangkan 600.000 dikerjakan gabungan antara pemerintah daerah dan tenaga kesehatan sehingga target satu juta bisa tercapai.

Berita Terkini

Iran Tegaskan Syarat Damai dengan AS

Sumbawanews.com,- Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan bahwa Teheran hanya akan mematuhi kesepakatan sementara dengan Amerika Serikat jika Washington benar-benar melaksanakan seluruh komitmennya....

Prabowo Panggil Pimpinan Himbara Bahas Strategi Perbankan Nasional

Sumbawanews.com,- Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan seluruh pimpinan bank-bank milik negara di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (18/6/2026), dalam pertemuan strategis yang bertujuan menyelaraskan kebijakan perbankan...

Kemarau Meluas, Hujan Lebat Nihil Selama Empat Hari

Sumbawanews.com,- Jakarta – Musim kemarau di Indonesia kini meluas dengan cepat, menyisakan sebagian besar wilayah tanpa potensi hujan lebat selama periode 19–22 Juni 2026....

Pemulihan Bencana Sumatra Dipercepat, Jalan dan Sekolah Jadi Prioritas

Sumbawanews.com,- Pemerintah mempercepat proses pemulihan pasca-bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dengan fokus utama pada rehabilitasi infrastruktur kritis: jalan, jembatan, dan fasilitas...

Berita Utama