Home Blog Page 2473

Panglima TNI : Protokol Kesehatan Penggunaan Masker Menjadi Faktor Utama

Sumbawanews.com,- Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. bersama Menkes RI Ir. Budi Gunadi Sadikin, CHFC, CLU, Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. dan Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito, S.E., M.M., melaksanakan kunjungan kerja di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sabtu (17/7/2021).

Kedatangan Panglima TNI beserta rombongan disambut langsung oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, dilanjutkan pembahasan terkait Covid-19 dan paparan dari Sekda DIY tentang perkembangan situasi yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta, bertempat di Kompleks Kepatihan Yogyakarta.

“Kita bersepakat Menkes, Panglima TNI, Kapolri dan Kepala BNPB untuk menekan angka kasus aktif harian dan menekan angka kematian dengan berbagai strategi yang saat ini sudah kita laksanakan, namun yang kita perlukan adalah perkuatan di lapangan,” kata Panglima TNI saat konferensi pers dengan awak media.

Panglima TNI menegaskan bahwa protokol kesehatan penggunaan masker menjadi faktor utama khususnya di hulu. “55 RT yang ada di wilayah DIY ini juga masih status yang menjadi perhatian kita yaitu merah, ini akan kita intervensi untuk tetap melakukan protokol kesehatan secara ketat yaitu menggunakan masker,” tuturnya.

Kemudian capaian vaksinasi yang saat ini adalah 140 ribu per hari akan ditingkatkan. Dalam waktu dekat, TNI-Polri berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan akan melaksanakan vaksinasi sebanyak 500.000. “Untuk tahap berikutnya juga akan ditambah dalam rangka kita mengejar herd immunity, khususnya di wilayah-wilayah merah yang kita utamakan,” kata Panglima TNI.

Panglima TNI menjelaskan, strategi yang dijalankan dalam rangka defensif untuk mempertahankan paparan Covid-19 adalah pertama menggunakan masker, menjaga jarak, selalu mencuci tangan dan yang keempat adalah vaksinasi. “Kalau empat kegiatan ini sudah kita laksanakan, maka kita bisa bertahan menghadapi serangan Covid-19,” ucapnya.

“Yang kedua adalah program yang dilaksanakan Pak Menkes yaitu strategi ofensif adalah melaksanakan  testing, tracing dan treatment, yang akan terus dilaksanakan berbarengan dengan strategi defensif,” tambahnya.

Panglima TNI mengatakan bahwa di hulu juga dilaksanakan isolasi mandiri yang akan terus diberikan paket obat gratis, sesuai dengan apa yang sudah di launching oleh Bapak Presiden Joko Widodo. “Paket 1, 2, 3 akan terus kita berikan kepada masyarakat DIY yang sedang melaksanakan isolasi mandiri dengan status OTG, tanpa gejala dan status dengan gejala ringan,” terangnya.

“Mudah-mudahan dengan strategi ini akan bisa menekan angka kasus aktif setiap hari dan menekan juga angka kematian seperti harapan kita semua demikian,” harap Panglima TNI.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X berharap kepada media untuk tidak henti-hentinya mensosialisasikan bahaya Covid-19, sehingga masyarakat semakin  disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Dimulai dari melindungi diri sendiri, melindungi keluarga dan melindungi orang sekitar.

“Saya berharap beberapa wilayah di Yogyakarta yang dikategorikan zona merah, beberapa waktu kedepan berubah statusnya menjadi zona kuning dan hijau, sehingga Yogyakrta dan daerah lain di Indonesia dalam waktu dekat terbebas dari pandemi Covid-19,” pungkasnya.

Vaksinasi Berbayar Dibatalkan

Jakarta, sumbawanews.com – Presiden Joko Widodo telah mengambil keputusan untuk membatalkan vakin Covid-19 berbayar bagi individu yang sebelumnya direncanakan akan disalurkan melalui Kimia Farma. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Istana Negara, Jakarta, Jumat, (16/07).

“Setelah mendapatkan masukan dan juga respons dari masyarakat, Presiden telah memberikan arahan dengan tegas untuk vaksin berbayar yang rencananya disalurkan melalui Kimia Farma semuanya dibatalkan dan dicabut,” tegas Pramono.

Dengan demikian, seluruh vaksinasi akan tetap menggunakan mekanisme seperti yang telah berjalan saat ini yakni gratis bagi seluruh masyarakat. “Semua vaksin tetap dengan mekanisme yang digratiskan seperti yang disampaikan oleh Bapak Presiden sebelumnya,” imbuhnya.

Sementara itu, terkait dengan Vaksinasi Gotong Royong, mekanismenya tetap dilakukan melalui perusahaan di mana perusahaan yang akan menanggung seluruh biaya vaksinasi bagi karyawannya. “Sehingga dengan demikian mekanisme untuk seluruh vaksin, baik itu yang gotong royong maupun yang sekarang mekanisme sudah berjalan digratiskan oleh pemerintah,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Kabinet juga menyampaikan arahan tegas Presiden Joko Widodo kepada seluruh jajarannya di kabinet untuk memiliki rasa kepekaan sosial dalam suasana pandemi ini. “Presiden telah menegaskan bahwa dalam PPKM Darurat ini tentunya _sense of crisis_ seluruh kementerian/lembaga, para pemimpin itu harus ada,” ujarnya.

Terkait hal tersebut, Presiden melarang seluruh menteri maupun kepala lembaga untuk bepergian ke luar negeri jika tidak ada hal yang bersifat khusus serta tanpa ada izin dari Presiden. “Yang boleh bepergian ke luar negeri hanya Menteri Luar Negeri karena memang sesuai dengan bidang tugasnya. Yang lainnya, kalau ada hal yang bersifat khusus harus mendapatkan izin secara langsung dari Bapak Presiden,” tegas Pramono.

Presiden juga mengimbau kepada kementerian/lembaga untuk proaktif membuat dan memfasilitasi isolasi mandiri (isoman) bagi pegawainya yang terpapar Covid-19. Pramono memperkirakan setiap kementerian/lembaga atau pemerintah daerah dapat memfasilitasi 300-500 pasien.

“Untuk itu, dibuat secara baik, dipersiapkan, dan kemudian nanti pemerintah juga bertanggung jawab untuk mempersiapkan seluruh obat-obatan kepada isoman yang akan bergabung itu,” tandasnya. (Setpres/using)

Pelaku Narkoba Dari Desa Pungkit Kecamatan Lopok Dibekuk Polisi

–Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba Polres Sumbawa, menangkap seorang terduga pelaku tindak pidana narkotika jenis sabu, berinisial SL (40) warga Dusun Pungkit Beru B, RT 001/003 Desa Pungkit Kec. Lopok Sumbawa, pada Jumat kemarin (16/7/2021) sekitar pukul 14.00 WITA. Terduga pelaku SL ditangkap polisi di pinggir jalan desa setempat, berawal dari laporan masyarakat bahwa di jalan lintas Ropang tepatnya di Desa Pungkit Kec. Lopok sering dijadikan tempat transaksi narkotika. atas informasi tersebut, Tim Opsnal Res Narkoba melakukan penyelidikan.

Kapolres Sumbawa, AKBP Widy Saputra S.IK MH yang dikonfirmasi melalui Kasat Resnarkoba, Iptu Masdidin SH, pada Sabtu (17/7) membenarkan adanya penangkapan tersebut.

Ia memerintahkan Anggota Opsnal untuk melakukan penyelidikan terhadap informasi tersebut yang dipimpin Kanit Lidik, Aiptu Joko Subroto SH, bersama Anggota Opsnal sekaligus melakukan penangkapan dan penggeledahan badan. Di sekitar tempat duduk SL sdr. SUL ditemukan 2 poket narkotika jenis sabu yang di simpan di dalam bungkus rokok PS Djeram di atas batu yang tidak jauh dari tempat duduknya.

Setelah terduga pelaku diamankan, Tim melakukan penggeledahan ke rumah SL dan menemukan barang bukti lainnya, antara lain, 2 poket narkotika jenis sabu dengan berat bruto 2 gram. Kemudian 3 bendel klip obat, 1 lembar tisu yang di gulung, 1 buah pipa kaca, 1 buah wadah untuk isi kaca, 1 buah hp, 3 bungkus rokok PS Djeram, Uang tunai Rp. 50.000.

“terduga pelaku SL mengakui jika barang haram tersebut adalah miliknya”, ucap Iptu Masdidin.

Atas kejadian tersebut, terduga pelaku beserta barang bukti dibawa ke Polres Sumbawa untuk dimintai ketarangan guna proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. (Using)

Panglima TNI : Menggunakan Masker dan Isolasi Mandiri Sebagai Budaya Melawan Covid-19

Sumbawanews.com,- Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., bersama Menteri Kesehatan RI Ir. Budi Gunadi Sadikin, CHFC CLU. dan Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., melaksanakan peninjauan Posko PPKM Darurat, Peninjauan Gudang Obat, dan pelepasan bantuan sembako bagi masyarakat terdampak PPKM Darurat yang diterima secara simbolik oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas di Darurat di Gedangan Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (17/7/2021).

Saat tiba dilokasi, Panglima TNI dan rombongan menerima penjelasan terkait mekanisme penerimaan paket obat bagi yang melaksanakan isolasi mandiri (isoman) oleh Kepala Puskesmas dr. Amalis.

Panglima TNI menyampaikan bahwa paket obat gratis dari pemerintah, ibu yang menentukan dengan melakukan triase, mana yang ODG, OTG yang ringan atau berat. “Babinsa dan Bhabinkamtibmas bukan Tenaga Kesehtan (Nakes). Jadi ibu yang menentukan, termasuk nanti ada pasien baru karena positif, ibu juga yang menentukan,” jelasnya.

“Ibu tidak boleh sakit karena ibu, Babinsa dan Bhabinkamtibmas adalah tulang punggungnya untuk perang semesta ini, terima kasih dan selamat bertugas,” ucap Panglima TNI.

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI menerima penjelasan dari Babinsa Peltu Ismail terkait keadaan warga di Desa Sawotratap yang menyampikan bahwa saat ini tingkat kesembuhan warga binaannya meningkat dari 81 orang yang melaksanakan isolasi mandiri, 45 orang sudah dinyatakan sembuh.

Panglima TNI menyempatkan berinteraksi secara virtual dengan bapak Satria, salah seorang warga yang melaksanakan isolasi mandiri. “Obat paket isomannya agar terus diminum, ini disaksikan oleh Pak Kapolri dan Menteri Kesehatan, semua sudah mendapatkan obat gratis sesuai paket yang dibagikan oleh Puskesmas atau Bidan Desa,” terangnya.

Sementara saat berkunjung ke Kodim 0816/Sidoarjo, Panglima TNI dan rombongan juga menerima penjelasan dari Bintara penjaga gudang obat Serka Malik Ibrahim dan Serma Sanuri. “Serma Samuri dan Serka Ibrahim sudah bagus dan sesuai dengan SOP, jangan lupa catat obat masuk dan awasi obat keluar serta harus sesuai dengan permintaan,” ungkapnya.

Diakhir kunjungannya, Panglima TNI melaksanakan kegiatan pendistribusian 70.000 paket sembako dan obat-obatan untuk masyarakat yang terdampak Covid-19 serta masyarakat yang terdampak PPKM Darurat, bertempat di Mall Pelayanan Publik Kabupaten Sidoarjo.

“Kita semuanya menyadari bahwa upaya yang sedang kita laksanakan ini dalam rangka menurunkan kasus Covid-19. Strategi yang kita gunakan strategi ofensif dan defensif,” kata Panglima TNI.

Strategi ofensif yaitu bagaimana menyerang musuh yang tidak kelihatan tersebut. Strategi tersebut adalah tugas tenaga kesehatan di antaranya testing, tracing dan treatment. “Saat ini kita perlu bersama-sama menunjukkan peran masing-masing untuk melawan musuh yang tidak kelihatan ini,” ujarnya.

Sedangkan strategi defensif bisa dilaksanakan secara perorangan dan kelompok. Secara perorangan dengan menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan juga divaksin.

“Oleh sebab itu, apabila strategi defensif dan ofensif dilaksanakan bersama-sama dan secara semesta, Insya Allah kita bisa mengalahkan perang melawan Covid-19,” harap Panglima TNI.

Panglima TNI mengingatkan bahwa dua hal yang harus kita laksanakan yaitu menggunakan masker dimanapun berada dan isolasi mandiri. “Mari kita jadikan menggunakan masker dan isolasi mandiri sebagai budaya untuk melawan musuh yang tidak kelihatan yaitu covid19,” pungkasnya.

Galon Guna Ulang Aman, Arzeti Bilbina Percaya BPOM

Jakarta-Untuk masalah keamanan kemasan pangan termasuk kemasan plastik yang berbahan Bisfenol A (BPA), Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Arzeti Bilbina, menyerahkan sepenuhnya kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebagai lembaga yang berwenang. Karena, menurutnya, semua kemasan pangan yang sudah terdaftar di BPOM itu sudah melalui uji laboratorium yang sangat valid.

“Untuk keamanan pangan di Indonesia ini, kita memang harus berkiblatnya ke BPOM, karena itu tanggung jawab mereka yang melakukannya.  Karena apa yang dikeluarkan BPOM itu sudah pasti aman untuk dikonsumsi masyarakat. Yang masih perlu dilakukan BPOM adalah mensosialisasikan ke masyarakat mengenai kemasan-kemasan apa saja yang aman dikonsumsi terutama dan bagaimana cara memperlakukan kemasan pangan itu agar tidak berbahaya bagi kesehatan,” ujar Arzeti, Jumat (16/7).

Setiap kemasan pangan pasti ada potensi migrasi ke bahan pangan yang dikemas. Beberapa kemasan plastik, misalnya, tidak bisa dipanaskan di microwave.

Menurut Arzeti, BPOM perlu memberikan edukasi sejelas mungkin kepada masyarakat, mengenai karakteristik dari semua kemasan pangan plastik, baik yang mengandung BPA dan kemasan plastik.  Misalnya, kemasan pangan yang mengandung BPA itu tidak boleh dipanaskan di microwave.

“Nah, hal-hal seperti ini yang perlu diedukasi dan terus disosialisaikan BPOM kepada masyarakat agar mereka juga tahu cara yang tepat untuk memperlakukan kemasan pangan plastik tersebut. Karena, terkadang ibu-ibu itu setelah membeli makanan ke supermarket, mereka langsung main masukkan saja makanannya berikut kemasannya ke microwave tanpa tahu bahwa itu berbahaya untuk kesehatan,” tukas Arzeti.

Jadi, kata Arzeti, edukasi dan sosialisasi mengenai bagaimana cara memperlakukan kemasan-kemasan pangan berbahan plastik itu perlu dilakukan secara rutin ke masyarakat. Memang, kata Arzeti, beberapa item dari kemasan pangan plastik itu sudah diinfokan BPOM ke masyarakat.  “Tapi, kan ada juga beberapa item lainnya yang belum diinfokan ke masyarakat. Maksud saya, hal-hal lainnya yang memang itu mengedukasi kami mensupport untuk itu diinformasikan, apakah itu bentuk kemasan botol, kemasan makanan yang hubungannya dikonsumsi untuk ibu hamil dan  balita,” katanya.

Menurut Arzeti, hal itu penting dilakukan mengingat kemasan pangan plastik itu sangat sering digunakan para ibu untuk anak-anak mereka dengan alasan kalau menggunakan gelas takut pecah. “Nah, kemasan-kemasan plastik yang digunakan oleh anak-anak balita ini tolong lah diinfokan ke masyarakat yang mana yang aman untuk digunakan dan yang berbahaya bagi kesehatan sehingga mereka bisa memilih,” ujarnya.

Langkah seperti itu menurut Arzeti sangat sesuai dengan harapan pemerintah yang selalu mengharapkan agar anak-anak Indonesia bisa bertumbuh dengan sehat dan cerdas.

“Jadi, yang penting itu juga adalah pengawasan BPOM-nya di lapangan terhadap kemasan-kemasan pangan plastik itu agar secara rutin juga dilakukan.  Karena, yang kita mau itu kan ingin menjadikan anak-anak kita itu menjadi anak yang sehat,” katanya.

BPOM secara rutin menguji keamanan pangan dan kemasannya sebelum dipasarkan maupun setelah dipasarkan. Salah satu yang keamanannya diuji secara rutin adalah kemasan galon guna ulang yang telah digunakan secara puluhan tahun di Indonesia dan terbukti aman bagi kesehatan.

Penelitian terbaru BPOM terhadap kadar migrasi BPA dalam kemasan galon pada awal tahun 2021 ini menunjukkan level yang sangat aman, jauh dibawah standar batas yang ditetapkan BPOM maupun Otoritas Keamanan Pangan Uni Eropa.

Panglima TNI : Terima kasih Masyarakat Solo Raya Sudah Perangi Covid-19

Sumbawanews.com,- Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., bersama Menteri Kesehatan RI Ir. Budi Gunadi Sadikin, CHFC CLU. dan Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., melaksanakan peninjauan serbuan vaksinasi dan pelepasan bantuan sembako bagi masyarakat terdampak PPKM Darurat serta obat-obatan bagi warga Isoman yang diterima secara simbolik oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas di Balai Kota Solo, Jawa Tengah, Sabtu (17/7/2021).

Di hadapan awak media, Panglima TNI menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Solo dan Solo Raya yang secara bersama-sama telah menunjukan peran pentingnya, baik secara pribadi maupun kelompok, untuk melaksanakan peperangan dengan musuh yang tidak kelihatan yang namanya Covid-19.

“Saya juga menyampaikan banyak terima kasih kepada Bapak Menkes dan Bapak Kapolri yang tentu saja dalam penyediaan vaksin ini akan ditambah terus, sehingga target yang dicapai akan semakin banyak,” ucapnya.

Panglima TNI menyampaikan bahwa Indonesia telah diserang oleh tiga varian Covid yaitu Alpha, Beta dan Delta. “Saat ini kita sedang berperang, maka peran aktif secara perorangan dan kelompok sangat diperlukan yaitu dengan melaksanakan vaksinasi dan disiplin menggunakan masker,” ujarnya.

“Menghadapi Covid-19 harus dilakukan bersama-sama, harus dilakukan secara semesta, masing-masing pribadi memiliki peran yang sangat penting dan masing-masing kelompok memiliki peran yang sama,” jelasnya.

Panglima TNI mengingatkan bahwa dua hal yang harus dilaksanakan yaitu menggunakan masker dimanapun berada dan isolasi mandiri. “Mari kita jadikan menggunakan masker dan isolasi mandiri sebagai budaya untuk melawan musuh yang tidak kelihatan yaitu Covid-19,” pesannya.

Pelaksanaan vaksinasi bagi 1.000 masyarakat di Solo per hari dibantu oleh Tenaga Kesehatan (Nakes) dokter muda dan 15 Perwira Remaja TNI Alumni Pa PK. Untuk pelaksanaan vaksinasi, Panglima TNI telah memperbantukan 54 Nakes Perwira Remaja Pa PK yang terdiri dari 15 personel di Bandung, 24 personel di Semarang dan 15 personel di Solo.

Sementara saat berkunjung ke Asrama Haji Donohudan, Panglima TNI menerima penjelasan dari Kepala Karumkit DKT Surakarta Letkol CKM dr. Ujang S.P.B. selaku Kepala Koordinator Penanganan Covid di Asrama Haji Donohudan terkait tempat perawatan untuk pasien bergejala ringan dan menyampaikan bahwa sudah 4878 orang dirawat dan 4019 orang sembuh.

Panglima TNI juga menerima penjelasan dari Bintara Kesehatan Serma Sujiyanto yang diperbantukan sebagai kepala gudang obat tentang mekanisme keluar masuknya obat. Panglima TNI menjelaskan kepada Serma Sujiyanto bahwa tugas dari kepala gudang obat adalah mencatat obat yang datang, mengawasi obat ke dalam, menjaga apakah suhunya sesuai dan mencatat pengeluaran obat atas permintaan dari Danramil bersama Babinsa dan menjaga jangan sampai obat itu jatuh ke tangan orang yang tidak berhak dan diperjualbelikan.

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI juga melakukan dialog dengan salah satu warga Solo yang melakukan isolasi mandiri. “Semoga bapak cepat diberikan kesembuhan, dan kalau obatnya kurang segera disampaikan kepada petugas,” ucap Panglima TNI.

Panglima TNI menyampaikan bahwa pemerintah telah memperhatikan kepada Bapak-bapak dan Ibu-ibu sekalian dengan harapan segera sembuh dan dapat beraktifitas kembali. “Jangan lupa memakai masker, walaupun diisolasi masih harus tetap memakai masker. Saya lihat disini, begitu saya masuk 100% memakai masker, hebat Pak, terima kasih,” pungkasnya.

Cerita Zaskia Adya Mecca Saat Buah Hatinya Positif Covid-19

Zaskia Adca Mecca

Tingginya angka penularan virus corona (Covid-19) pada anak membuat kita prihatin dan harus menjadi perhatian bersama. Karena, Covid-19 tidak pandang status sosial, kaya, miskin, anak pejabat, artis, ataupun anak-anak lain.

Hal itu juga yang dialami artis Zaskia Adya Mecca, kedua anaknya yaitu Kana Sybilla Bramantyo dan Kala Madali Bramantyo terinfeksi Covid-19.

Zaskia bercerita, ketika Sybill dan Kala terinfeksi COVID-19, dia lebih ekstra dalam merawat kedua buah hatinya tersebut. Terutama soal asupan nutrisi yang dikonsumsi.

“Jadi anak-anak aku tanya mereka maunya makan apa. Jadi aku kasih privilege mau makannya apa, supaya mereka lebih selera. Cemilannya juga aku kasih, buah, kebetulan anak-anakku suka salad, jadi kalau ngasih mereka makan sayur enggak gitu sulit,” ujarnya saat Webinar Nasional yang digelar PP Muslimat NU dan Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) Jumat (16/7).

Zaskia Adya Mecca juga berbagi cerita mengenai cara memenuhi asupan gizi keluarganya. Ia mengakui bahwa saat kecil rutin mengkonsumsi susu kental manis. “Jaman dulu informasi itu susah, jadi kita suka dengan kental manis. Tapi sekarang saat usia saya 33 tahun, saya baru merasakan efeknya, seperti gula darah, kolesterol, inilah efek dari apa yang saya konsumsi sewaktu kecil,” jelas istri dari Hanung Bramantyo ini.

Oleh karena itu, saat menjadi ibu, selain menyiapkan mental, Zaskia juga membekali dirinya dengan pengetahuan terutama makanan yang mengandung gizi yang dibutuhkan anak.

“Saya tidak ingin anak-anak kelak merasakan apa yang saya rasakan saat ini,” jelas Zaskia.

Karena itu, pada saat dua anaknya terkena Covid 19 beberapa waktu lalu, Zaskia mengaku tidak begitu kesulitan menangani asupan makan anaknya.

“Pastinya anak-anak saat sakit nafsu makannya berkurang, karena itu saya mensiasati dengan membiarkan mereka memilih menu namun tetap dalam koridor makanan bergizi dan rendah gula garam lemak,” papar Zaskia.

 

Pemilihan Nutrisi yang Tepat untuk Anak, Cara Tingkatkan Imun di Tengah Lonjakan Covid 19

Zaskia Adca Mecca dan dr Meta Herdiana Hanindita

Jakarta-Di tengah upaya mengejar target penurunan stunting hingga 14% pada tahun 2024, pemerintah justru menghadapi tantangan baru: pandemi yang tak kunjung berakhir. Belum lagi, angka kematian anak akibat Covid 19 di Indonesia sempat menjadi yang paling tinggi di dunia. Penyebabnya adalah selain riwayat komorbid pada anak, kecukupan asupan gizi anak juga turut mempengaruhi.

Dalam webinar nasional yang diselenggarakan PP Muslimat NU bersama Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) Jumat (16/7). Anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)  dr. Meta Herdiana Hanindita SpA(K) mengatakan berdasarkan data per 14 Juli 2021, dari semua kelompok umur, anak-anak menempati 13% penderita covid 19, 1,1% diantaranya meninggal.

“Yang utama saat ini adalah menjaga imunitas dan daya tahan  tubuh anak. Jangan sampai anak menjadi malnutrisi. Kesalahan yang sering terjadi adalah orang tua beranggapan malnutrisi adalah kurang gizi, padahal overweight dan obesitas juga termasuk malnutrisi. Karena itu kecukupan gizi anak saat ini menjadi penting,” jelas  Meta.

Dijelaskan Meta, pada dasarnya tidak ada perbedaan kebutuhan gizi anak di masa pandemi maupun di luar masa pandemi. Sebab nutrisi di awal kehidupan sangat mempengaruhi masa depan anak. “Hasil penelitian anak-anak yang mallnutrisi akan menjadi pekerja kasar, sementara anak dengan cukup gizi akan menjadi pekerja kerah putih. Karena itu kesalahan asupan gizi pada anak harus diperhatikan sedini mungkin. Misalnya, anak yang sudah terlanjur mengkonsumsi kental manis, harus segera di ganti susunya. Susu kental manis ini sebetulnya kandungan nutrisinya tidak disesuaikan dengan kebutuhan bayi atau anak, jadi harus segera ganti dengan susu yang kandungan protein tinggi, kandungan gula rendah dan memang susu yang dibutuhkan sesuai dengan tahapan perkembangan anak,” pungkas Meta.

Dalam kesempatan yang sama, artis peran Zaskia Adya Mecca juga berbagi cerita mengenai cara memenuhi asupan gizi keluarganya. Ia mengakui bahwa saat kecil rutin mengkonsumsi susu kental manis. “Jaman dulu informasi itu susah, jadi kita suka dengan kental manis. Tapi sekarang saat usia saya 33 tahun, saya baru merasakan efeknya, seperti gula darah, kolesterol, inilah efek dari apa yang saya konsumsi sewaktu kecil,” jelas istri dari Hanung Bramantyo ini.

Oleh karena itu, saat menjadi ibu, selain menyiapkan mental, Zaskia juga membekali dirinya dengan pengetahuan terutama makanan yang mengandung gizi yang dibutuhkan anak. “Saya tidak ingin anak-anak kelak merasakan apa yang saya rasakan saat ini,” jelas Zaskia. Karena itu, pada saat dua anaknya terkena Covid 19 beberapa waktu lalu, Zaskia mengaku tidak begitu kesulitan menangani asupan makan anaknya. “Pastinya anak-anak saat sakit nafsu makannya berkurang, karena itu saya mensiasati dengan membiarkan mereka memilih menu namun tetap dalam koridor makanan bergizi dan rendah gula garam lemak,” papar Zaskia.

Ketua VII PP Muslimat NU Dr. Erna Yulia Soefihara menyatakan akan terus memberikan informasi tentang edukasi susu kental manis ke masyarakat, terutama di masa pandemi seperti saat ini. “Terutama masyarakat di daerah mereka kurang sosialisasi, maka tidak heran temuan kami masih banyak masyarakat beranggapan kental manis dapat menggantikan ASI. Anak diberi kental manis jadi anteng, padahal ini justru merusak gizi anak,” papar Erna.

Oleh karena itu, dalam rangka mendukung upaya pemerintah mengejar target penurunan stunting menjadi 14% pada 2024, Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) bersama PP Muslimat NU berkomitmen melakukan edukasi gizi secara berkesinambungan. Hingga pertengahan 2021, telah dilakukan edukasi hampir di seluruh kota di Indonesia serta menjangkau hampir 6,000,000  kader PP Muslimat NU dan  masyarakat luas. Diharapkan, langkah ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat serta pemenuhan asupan gizi anak dalam rangka perlindungan anak dari gizi buruk, stunting dan ancaman Covid 19.

 

Korem 174 Merauke Gelar Serbuan Vaksinasi Covid-19 Di Ujung Negeri

(Merauke).  Korem 174 Merauke menggelar serbuan vaksinasi tahap I di wilayah perbatasan RI-PNG paling Timur Indonesia tepatnya di Titik *0 KM* Sota, Distrik Sota, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua, yang juga merupakan lokasi Pos Lintas Batas Negara (PLBN) RI-PNG, Jumat (16/7/2021).

 

Kegiatan Vaksinasi AstraZeneca tahap I kepada masyarakat yang berada di wilayah perbatasan RI-PNG dipimpin langsung oleh Danrem 174 Merauke Brigjen TNI Bangun Nawoko, dengan melibatkan Rumkit TK IV Merauke, Denkesyah Merauke, Instansi terkait, Puskesmas Sota dan Balai Kesehatan Pelabuhan Merauke.

 

Di hadapan awak media, Danrem 174 Merauke menyampaikan bahwa serbuan vaksinasi ini sudah terintegrasi antara TNI-Polri dan Pemerintah Daerah yang dilaksanakan sekarang di Titik  *0 KM  Sota*.  “Ini menunjukkan bahwa jauh di ujung Timur Indonesia, vaksin ini sudah sampai di wilayah perbatasan, dan hari ini kita lihat antusias masyarakat cukup tinggi,” ujarnya.

 

Lebih lanjut Danrem mengatakan, kegiatan ini perlu dilaksanakan disini karena masyarakat di perbatasan, khususnya di Sota ini paling sering berinteraksi dengan masyarakat yang ada di perbatasan. “Sota juga menjadi destinasi utama tujuan wisata di Kabupaten Merauke,” ucapnya.

 

Menurut Brigjen TNI Bangun Nawoko, keberhasilan dalam memerangi pandemi Covid-19 sangat dibutuhkan peran serta masyarakat yaitu harus manut, patuh, mengikuti himbauan dan ajakan, anjuran pemerintah serta berpartisipasi ikut vaksinasi. “Itulah yang paling utama untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di wilayah kita ini,” katanya.

 

Pada kesempatan tersebut, Danrem  Brigjen TNI Bangun Nawoko memberikan bingkisan sebagai bentuk apresiasi dan hormat kepada tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

 

Turut serta mendampingi Danrem yaitu Wakil Bupati Merauke H. Riduwan, S.Sos, M.Pd, Danlanud J.A. Dimara Merauke, para Kasi Korem, Dandenkesyah Merauke, Aspers Lantamal-XI Merauke, Dandim 1707/Merauke serta Dansatgas Yonif 611/AWL Pamtas RI-PNG. (Penrem 174 Merauke).

Bupati Jember Lantik Pejabat Eselon 2 Hingga 4

JEMBER, Sumbawanews.com – Setelah ditunggu sekian lama akhirnya Bupati Jember Hendy Siswanto melantik dan mengambil sumpah Pejabat Eselon 2, 3 dan 4 di lingkungan Pemkab. Pada sesi kedua hari ini, Jum’at (16/7/2021), pukul 15:00. Bupati resmi melantik 676 orang sebagai Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas.

Pengangkatan tersebut telah melewati 100 hari kerja Bupati dan Wabup Jember terpilih Hendy Siswanto dan Muhammad Balya Firjaun Barlaman. Sebelumnya Bupati Hendy men-Plt-kan semua pejabat di lingkungan Pemkab Jember.

Dalam sambutannya Bupati mengatakan, pelantikan itu berada di tengah-tengah masa pandemi Covid-19 yang meresahkan semua orang.

“Saya mohon kepada saudara semua untuk terus mensosialisasikan penanganan Covid-19. Selain pelayanan prima juga sosialisasi Covid-19 dengan tidak ada batas waktunya,” ucap Hendy terpantau secara daring.

Selain itu, Hendy juga menekankan pentingnya memaksimalkan penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). “Saya juga mengingatkan, sebagai pejabat pengguna anggaran lakukan penyerapan APBD sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat Jember,” ucap Bupati terpilih itu.

Tentunya dengan aturan yang berlaku dan menghindarkan diri dari korupsi.

Dalam acara tersebut ada 140 pengukuhan pejabat (dari Plt) dan 536 pengangkatan pejabat. Pejabat Tinggi Pratama 7 orang, Pejabat Administrator 131 orang dan Pengawas 538 orang.

7 Pejabat Tinggi Pratama, Ir. Mirfano tetap sebagai Sekdakab, Jupriono, ST. M.Si sebagai Sekretaris DPRD,
Isnaini Dwi Susanti, SH M.Si (tetap) sebagai Dispenduk dan Pencapil, drh Andi Prastowo, M.Si sebagai Kepala Dinas Ketshanan Pangan dan Perikanan (DKPP), Drs. Bambang Hariyono, MM, sebagai Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik), Drs. Bambang Edy Santoso, M.M, sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker),
dan Drs. Farouq, Msi, sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kabupaten Jember.

(To2)

Berita Terkini

Asintel Panglima TNI Perkuat Kerja Sama Intelijen Indonesia-Singapura Melalui Pertemuan Ke-24 ISJIC

Singapura - Asisten Intelijen (Asintel) Panglima TNI Mayjen TNI Rio Firdianto bersama Delegasi Indonesia menghadiri Pertemuan ke-24 Indonesia-Singapore Joint Intelligence Committee (ISJIC) yang diselenggarakan...

Sinergi Antarwilayah Kunci Atasi Karhutla Hadapi El Nino

Sumbawanews.com,- Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus menegaskan bahwa pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah ancaman El Nino 2026–2027 tidak bisa ditangani...

MBG Dihentikan Sementara Saat Libur Sekolah

Sumbawanews.com,- Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah, mulai 22 Juni hingga 13 Juli 2026. Keputusan...

KPK Tegaskan Penyelidikan MBG Masih Berjalan

Sumbawanews.com,- Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto menegaskan bahwa penyelidikan terhadap dugaan korupsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Badan Gizi Nasional...

Berita Utama