Home Blog Page 2464

Tanpa Kajian Komprehensif, Hasil Zero ODOL Akan Jadi Kontraproduktif

Gemilang Tarigan, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo)

Jakarta-Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) menyarankan agar pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan tidak terlalu terburu-buru dalam menerapkan zero Over Dimension Over Load (ODOL) pada tahun 2023 mendatang. Sebab, meski payung hukum pelaksanaannya sudah ada, tapi kalau zero ODOL itu dilakukan tanpa kajian-kajian yang lebih komprehensif, dikhawatirkan hasilnya akan menjadi kontraproduktif.

Dewan Pakar Asosiasi Logistik Indonesia (ALI), Bagus Dewanata, mengatakan akan banyak dampak yang ditimbulkan zero ODOL ini jika tidak dilakukan dengan kajian-kajian yang lebih komprehensif. Salah satunya, dia mencontohkan saat zero ODOL itu nanti dilakukan berdasarkan kelas jalan yang ada saat ini. Misalnya yang kelas jalannya kelas 3, jika nanti akan dipaksakan dilewati tipe truk yang tersedia di Indonesia seperti sekarang ini sesuai regulasi yang ditetapkan, itu pasti akan menurunkan kapasitas angkut.

“Konsekuensi logisnya adalah, jumlah truknya nanti akan bertambah. Bertambahnya berapa, itu tergantung pada berapa tingkat overload yang terjadi, dan masing-masing industri pasti beda angkanya,” kata Bagus.

Jadi, menurut Bagus, kalau hanya bicara compliance-nya saja tanpa mempertimbangkan efektifitas dan esisiensinya, yang terjadi justru saat pelaksanaan zero ODOL nanti adalah jumlah truk yang ada di jalan menjadi double atau triple. Kondisi itu akan membuat kecepatan akses di jalan akan turun. “Tingkat kecelakaan juga bukannya akan jadi turun tapi naik. Kalau populasi truknya seperti itu, kemacetan juga jadi malah lebih parah karena jumlah kilometer jalannya tidak bertambah,” ucap Bagus.

Kondisi-kondisi yang ditimbulkan Zero ODOL itu, menurut Bagus, malah akan menaikkan biaya logistik. Dengan biaya logistik yang naik, harga produk otomatis akan naik. “Kalau naik, masyarakat pasti akan kesulitan untuk melakukan upgrading untuk bisa beli. Karena komoditas-komoditasnya sudah kelihatan semua ini adalah komoditas yang strategic, seperti yang dibutuhkan untuk pembangunan infrastruktur, semen, kaca, makanan minuman, dan CPO,” tukasnya.

Belum lagi kalau memperhitungkan dampak inflasinya. “Kalau sudah terjadi seperti itu, domestiknya akan menjadi repot, begiui juga ekspornya. Karena, biaya logistik tinggi, komponen-komponen itu akan menurunkan daya saingnya kita,” tuturnya.

Akibatnya, kata Bagus, penerimaan pajak negara dari ekpor turun. Begitu juga kapasitas yang sudah tersedia sekian banyak, karena tidak bisa terserap akibat kemahalan akan dibuang.

“Nah, menurut saya, kajian terhadap zero ODOL ini perlu dilakukan secara komprehensif. Dan dalam konteks ini saya lebih mengajak adanya kebersamaan berpikir yang disepakat antar semua stakeholder, untuk sama-sama melakukan penelitian supaya bisa didapatkan ekeftifitas dan efisiensi yang sangat tinggi dari transportasi darat kita,” ujarnya.

Ditegaskan, pendekatan komprehensif untuk melakukan perubahan atau shifting logistik secara keseluruhan itu harus dilakulkan terhadap angkutan darat secara keseluruhan. “Zero ODOL itu kan sebenarnya mencoba untuk mengatur sesuatu yang ada dengan angkutan darat,” tukasnya.

Nah, meski payungnya sudah ada, menurut Bagus, perlu pemikiran secara konprehensif untuk membangun sistem strategi nasional bagi angkutan darat idengan kerangka kerja yang mempertimbangkan komoditas dan infrastruktur yang kita miliki saat ini. Artinya, bicara tentang jalan, jenis truk, dan didorong untuk memiliki  efektifitas dan nilai efisiensi yang tinggi.

“Nah, kalau konsen itu dipahami oleh semua pihak dan disepakati, konsekuensi penerapan zero ODOL itu menjadi sangat jelas,” kata Bagus.

Panglima TNI : Wujudkan Indonesia Bebas Pandemi Covid-19 Perlu Sinergitas TNI-Polri

sumbawanews.com,- Dalam mewujudkan Indonesia bebas pandemi Covid-19 diperlukan sinergitas TNI-Polri dengan penanganan yang serius, ekstra dan berkelanjutan, tentunya hal tersebut merupakan tanggung jawab bersama terutama TNI, Polri dan Aparat Pemerintah sebagai pilar utama dalam memberikan perlindungan terhadap kesehatan masyarakat.

 

Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., didampingi Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., saat melaksanakan peninjauan Serbuan Vaksinasi bagi buruh di wilayah Jawa Barat, bertempat di Gedung Kahatex Bandung, Jawa Barat, Kamis (5/8/2021).

 

Dalam peninjauannya, Panglima TNI menyampaikan ucapan terima kasih kepada para Nakes yang dengan setia selalu melayani masyarakat tanpa kenal lelah, disamping itu juga TNI dan Polri tentunya akan selalu bergerak untuk menggelar serbuan vaksinasi di seluruh wilayah Indonesia.

 

“Kepada para Nakes, kalian tetap harus memperhatikan dan menjaga kesehatan. Semoga Allah SWT senantiasa menjaga, melindungi dan membalas pengabdian tulus saudara sekalian,” ujar Panglima TNI.

 

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI juga menuturkan bahwa saat ini strategi yang digunakan Pemerintah dalam menangani Covid-19 adalah menegakkan dan mengkampanyekan disiplin Protokol kesehatan, yaitu menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. “Pelaksanaan 3T (Testing, Tracing dan Treatment) hal ini sangat penting untuk mengetahui dan memisahkan masyarakat yang tidak terinfeksi dan masyarakat yang terinfeksi,” jelasnya.

 

Adapun target vaksinasi di lokasi ini sejumlah 2.500 vaksinasi bagi para buruh, dengan melibatkan 156 Nakes gabungan dari TNI, Polri, Fakultas Kedokteran Universitas Pajajaran dan Fakultas Keperawatan UPI Sumedang.

 

Kegiatan di akhiri dengan pemberian bantuan sembako kepada para perwakilan buruh yang diberikan oleh Panglima TNI dan Kapolri.

 

Turut hadir pada acara tersebut diantaranya, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto, S.I.P., M.M., Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Ahmad Dofiri dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Prajurit TNI Yonif RK 751/VJS Bantu Pengecoran Masjid di Jayapura

(Jayapura-Papua). Masjid merupakan tempat beribadah bagi umat muslim dan seiring dengan berkembangnya zaman, masjid mengalami perkembangan yang pesat, baik dalam bentuk bangunan maupun fungsi dan peranannya. Masjid telah menjadi sarana tempat berkumpul, menuntut ilmu, bertukar pengalaman, pusat dakwah disamping menjadi tempat beribadah.

 

Hal itulah yang melatar belakangi dibangunnya Masjid Al-Mafahim yang terletak dilingkungan Pondok Pesantren Tarbiyatussibyan, Kampung Doyo Baru, Distrik Waibhu, Kab. Jayapura, Papua.

 

Menanggapi permintaan bantuan dari panitia pembangunan Masjid Al-Mafahim, anggota Korum Yonif RK 751/VJS yang dipimpin oleh Kakorum Kapten Inf Eriek Septa Santoso dengan cepat merespon dan mengirimkan 20 anggotanya untuk membantu pelaksanaan pengecoran masjid.

 

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari (2-3 Agustus 2021) ini merupakan wujud kepedulian Yonif RK 751/VJS kepada Tokoh Agama dan masyarakat sekitar, khususnya diwilayah Jayapura.

 

Hadir menyambut pada kegiatan tersebut, Pengasuh Pondok Pesantren Tarbiyatussibyan Habib Syarif Farid Al-Hamid dan Ketua Panitia pembangunan Masjid Ustadz H.Zainuri Thoha S.Pd.I, M.Pd.

 

Habib Syarif mengucapkan banyak terimakasih kepada Yonif RK 751/VJS. “Saya mewakili segenap keluarga besar Pondok Pesantren Tarbiyatussibyan mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya atas bantuan personel dari Yonif RK 751/VJS dan partisipasinya melancarkan kegiatan pengecoran Masjid Al-Mafahim dilingkungan Pondok Pesantren kami,” ungkapnya.

 

Menanggapi pernyataan tersebut, Kakorum Yonif RK 751/VJS Kapten Inf Eriek Septa Santoso menyampaikan “Dengan senang hati kami akan selalu siap apabila dibutuhkan oleh masyarakat. Pengurus Pondok Pesantren jangan sungkan-sungkan apabila membutuhkan bantuan tenaga dari kami, apalagi ini menyangkut pembangunan tempat ibadah. Semoga manfaat dari kegiatan ini bisa kita rasakan bersama,” ujarnya. (Pen Satgas Yonif RK 751/VJS)

Bupati Tinjau Vaksinasi Siswa di SMKN 5 Jember

Jember.Sumbawanews.com – Bupati dan Wakil Bupati Jember meninjau pelaksanaan vaksinasi bagi siswa di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 5 Jember. Kegiatan vaksinasi itu program dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk mempercepat menuju herd immunity.

Bupati Hendy dalam sambutannya mengatakan berterima kasih kepada Gubernur Khofifah.

Ia juga menyampaikan saat ini di Jember sedang dilaksanakan PPKM Mikro Berbasis RT RW sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri. “Status kita sudah naik satu tingkat dari level empat ke level 3,” kata Bupati Hendy, Rabu (4/8/2021).

Ia optimis Kabupaten Jember akan lebih baik dan bisa naik level 2 bahkan level 1. “Kalau bisa di level satu kita semua enak. Itu bisa jadi seperti normal dan pembangunan akan optimal,” ucapnya yakin.

Bupati Hendy berjanji akan memenuhi kekurangan vaksin sejumlah 1.600 Dosis bagi siswa SMKN 5 Jember.

Sebelumnya Kepala Sekolah SMKN 5 Dra Kumudawati, M.Pd mengatakan sekolahnya mendapat kehormatan menjadi sasaran vaksinasi dalam Program Vaksinasi Siswa setingkat SLTA Se-Jawa Timur oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa.

“Hari ini dan besok diadakan vaksinasi bagi seribu siswa. Sedangkan jumlah keseluruhan siswa ada dua ribu enam ratus siswa,” kata Kepala Sekolah perempuan itu.

Ia mengapresiasi kedatangan rombongan Bupati Jember sebab menambah motivasi tersendiri bagi pihak sekolah. (To2)

MUI Sumbawa Apresiasi Penyegelan Kafe Sampar Maras

Sumbawa Besar, sumbawanews.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sumbawa, mengapresiasi langkah pemda sumbawa yang didukung oleh seluruh stekholder, yang menyegel Kafe Sampar Maras. Sebab, langkah tersebut didukung oleh masyarakat sumbawa secara umum.

“MUI Kab Sumbawa mengapresiasi langkah pemda sumbawa yg didukung oleh aparat keamanan. Karena itulah yg menjadi harapan masyarakat sumbawa,” kata Syukri Rahmat, S.Ag., Ketua MUI Kabupaten Sumbawa, Kamis (05/08).

Disebutkan, keberadaan Kafe Sampar Maras, bila ditinjau dari berbagai aspek lebih banyak menimbulkan dampak negative, dibandingkan dampak positif. “Kafe (Sampar maras) itu lebih banyak mudharatnya ketimbang kebaikan yang didapat,” tegasnya.

Menurutnya, untuk mencegah kembalinya beroperasi kafe sampar maras setelah dilakukan penyegelan atau penutupan yang dilakukan belum lama ini, Pemda Sumbawa musti mengambil langkah tegas dan berani. Bahkan bila diperlukan, lokasi yang selama ini dijadikan tempat hiburan malam tersebut, disterilkan.

“Pemda tegas dan berani saja. Tidak ada pilihan lain. Bahkan bila perlu, lokasi itu disterilkan dengan sungguh-sungguh sesuai dengan apa yang telah disampaikan oleh Pak Bupati Sumbawa,” ucapnya.

Ia memahami, manusia membutuhkan hiburan. Namun bukan ke tempat-tempat hiburan yang menyugukan praktek-praktek yang dilarang norma. “Masyarakat, secara naluriah semua butuh hiburan. Tapi yang benar-benar sebagai hiburan. Bukan tempat-tempat yang di dalamnya terdapat praktik-praktik yang dilarang oleh norma,” tegasnya. (Using)

 

Kak Seto: Mendongeng dapat Merangsang Perkembangan Anak

Psikolog dan pemerhati Anak, Seto Mulyadi atau Kak Seto. Dok. YAICI

Jakarta-Pemenuhan nutrisi dan kebutuhan bermain adalah dua dari sepuluh hak anak yang perlu diperhatikan di saat pandemi. Hal itu mengemuka dalam talkshow perayaan Hari Anak Nasional 2021 yang diselenggarakan Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI), Jum’at, 30 Juli kemarin. Hadir juga psikolog anak Seto Mulyadi dan Anggota DPR Komisi IX Arzeti Bilbina.

Psikolog dan pemerhati anak, Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto mengatakan, membiasakan keluarga mengkonsumsi makanan bergizi memang bukan hal yang mudah. Tapi banyak cara bisa dilakukan. Salah satunya adalah melalui dongeng dan cerita-cerita yang menarik bagi anak.

“Mendongenglah karena dapat merangsang perkembangan anak, menjalan komunikasi antara orang tua dan anak, merangsang perkembangan bahasa, penanaman nilai-nilai baik,” jelas Seto.

Lebih lanjut Kak Seto ngungkapkan bahwa dongeng bukan hanya media bermain dan belajar untuk anak, namun juga bagi orang tua.

“Sebab, pada saat mendongeng, anak akan mengajukan pertanyaan dan orang tua harus bisa menjawab pertanyaan itu. Menurut dia, mendongeng merupakan bagian dari pendidikan bersama antara anak dan orang tua, yang saling mencerahkan. Dalam mendongeng pun bisa masuk pesan-pesan kesehatan, misalnya penerapan protokol kesehatan saat pandemi covid-19, hingga mengenai bahaya kental manis yang tidak cocok untuk bayi,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, Konvensi Hak-hak Anak (KHA) atau lebih dikenal sebagai UN-CRC (United Nations Convention on the Rights of the Child) yang disahkan PBB pada 1989 telah mengatur hal-hal yang berhubungan dengan hak anak. Hak anak berarti hak asasi manusia untuk anak yang menjamin hak anak pada bidang sipil, politik, ekonomi, sosial, kesehatan, dan budaya yang disahkan pada tahun 1989 oleh PBB. Indonesia meratifikasi KHA pada 1990. 12 tahun setelahnya, Indonesia mengadaptasi konvensi ini ke dalam UU no 23/2002 tentang Perlindungan Anak yang kemudian direvisi pada tahun 2014 pada UU no.35/2014.

Terdapat 10 hak anak menurut Konvensi Hak anak PBB Tahun 1989, dua diantaranya adalah hak untuk bermain dan hak untuk mendapatkan akses kesehatan. Kedua aspek ini adalah hal mendasar namun seringkali tidak dapat dinikmati oleh anak-anak, terutama balita dan usia dini. Hal ini terlihat dari profil kesehatan anak yang dirilis KemenPPA pada 2019, dimana salah satu indikator kesehatan anak dilihat dari status gizi anak. Menurut Riskesdas 2018, sebanyak 30,8 persen anak balita mengalami stunting. Mereka terdiri dari balita yang sangat pendek dan balita pendek, masing-masing sebesar 11,5 persen dan 19,3 persen.

Ketua Harian YAICI Arif Hidayat mengingatkan dimasa pandemi seperti sekarang ini, pemenuhan kedua hak anak di atas jelas sangat terdampak. Pada keluarga dengan ekonomi lemah, perlu diperhatikan bagaimana agar anak tetap mendapat asupan makanan bergizi di tengah ancaman penurunan pendapatan orang tua. Sebab, pemenuhan gizi anak di usia dini adalah awal dari kesehatan anak-anak, baik secara fisik maupun kemampuan kognitif anak.

Oleh karena itu, yang utama perlu diperhatikan orang tua adalah bagaimana anak mengkonsumsi makanan dan minuman sesuai dengan kebutuhan gizinya, serta menghindari makanan dan minuman yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan pada anak. Misalnya, kesalahan konsumsi susu pada anak-anak yang tidak disadari oleh orang tua. Penelitian menunjukkan, masih banyak orang tua memberikan susu kental manis sebagai minuman susu untuk anak. Padahal susu jenis ini hanya dapat digunakan sebagai bahan tambahan dalam makanan.

“Jelas saat ini yang dibutuhkan masyarakat adalah edukasi yang berkelanjutan yang yang diiringi dengan perbaikan kebiasaan, pola asuh dan konsumsi keluarga. Oleh karena itu, meski saat ini Indonesia masih menghadapi badai pandemi, namun program-program pencegahan stunting harus tetap di prioritaskan. Bila tidak, kebutuhan nutrisi dan perkembangan anak-anak Indonesia jelas terdampak.,” dikatakan Arif dalam sambutannya.

Disinilah peran orang tua dibutuhkan, bagaimana di tengah keterbatasan akibat pandemi, baik dalam hal kemampuan orang tua menyediakan asupan kaya nutrisi untuk anak hingga upaya untuk tetap memberikan ruang-ruang kreativitas sebagai arena bermain anak. Oleh karena itu, upaya edukasi untuk meningkatkan literasi gizi, pelatihan dan training terkait tumbuh kembang anak perlu dilakukan secara rutin. Agar dimasa mendatang persentase anak-anak dengan status kurang gizi ataupun malnutrisi dapat ditekan. Pengentasan stunting dan gizi buruk adalah awal dari keterpenuhan hak-hak anak secara keseluruhan serta jaminan terhadap masa depan anak yang lebih baik.

Pada kesempatan yang sama, artis yang juga duduk di DPR, Arzeti Bilbina mengungkapkan betapa konsumsi kental manis pada anak-anak di masa pandemi Covid-19 perlu perhatian, terutama para ibu agar memfasilitasi makanan anak-anak dengan makanan yang tepat, “Pada masa seperti saat ini, yang utama harus diperhatikan ibu adalah memfasilitasi anak-anak dengan makanan dan bagaimana agar terhindar dari makanan minuman yang tidak tepat. Seperti misalnya susu kental manis, ini bukan dikonsumsi sebagai minuman susu tapi gunakan buat topping roti dan kue-kue,” jelas Arzeti.

2.000 Babinsa, Babinpotmar dan Babinpotdirga Wilayah Sumatera dan Kalimantan Dilatih Jadi Tracer Covid-19

Sumbawanews. Com, – TNI bekerjasama dengan Kemenkes RI, Polri dan BNPB melaksanakan pelatihan Tenaga Tracer Covid-19 yang diikuti 2.000 personel dari Bintara Pembina Desa (Babinsa) TNI AD, Bintara Pembina Potensi Maritim (Babinpotmar) TNI AL, dan Bintara Pembina Potensi Dirgantara (Babinpotdirga) TNI AU, di wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Pelatihan Tenaga Tracer Covid-19 yang digelar secara virtual tersebut dibuka secara langsung oleh Kepala Pusat Pelatihan SDM Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Dra. Hj. Oos Fatimah Rosyati, M.Kes.

Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) TNI Mayjen TNI Dr. dr. Tugas Ratmono, Sp.S., MARS., M.H. saat memberikan pengarahan di Mabes TNI, Rabu (4/8/2021) menjelaskan bahwa pelatihan Tenaga Tracer Covid-19 merupakan tindaklanjut dari Instruksi Presiden RI Joko Widodo untuk mempercepat pengendalian pandemi Covid-19 di Tanah Air melalui penguatan 3T (Testing, Tracing, Treatment) dan 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak).

Menurut Kapuskes TNI salah satu strategi dalam mempercepat penanggulangan Covid-19 di Indonesia adalah penguatan testing, tracing, treatment dan jangkauan vaksinasi Covid-19 sehingga dapat lebih dini menemukan kasus dan melakukan penatalaksanaan secara cepat dan tepat. “Pelacakan kontak (contact tracing) adalah proses untuk mengidentifikasi, menilai dan mengelola orang-orang yang berkontak erat dengan kasus konfirmasi/probable untuk mencegah penularan selanjutnya,” ungkapnya.

“Pelacakan kontak erat ini penting karena kasus konfirmasi dapat menularkan penyakit sejak dua hari sebelum hingga 14 hari sesudah timbulnya gejala. Pelacakan kontak erat yang baik menjadi kunci utama dalam memutus rantai transmisi Covid-19,” terangnya.

Kapuskes TNI menjelaskan bahwa elemen utama pada implementasi pelacakan kontak adalah pelibatan dan dukungan masyarakat, perencanaan yang matang dengan mempertimbangkan situasi wilayah, masyarakat dan budaya, dukungan logistik, pelatihan dan supervisi, serta sistem manajemen data pelacakan kontak. “Pelibatan masyarakat juga sangat penting untuk memastikan tidak adanya stigma yang muncul pada orang-orang yang masuk kategori kontak erat. Komunikasi yang baik dan jelas serta kedekatan baik secara sosial maupun budaya dapat mempermudah pelacakan kontak,” ujarnya.

Pelatihan Tenaga Tracer yang dilakukan TNI selama dua hari terhitung mulai tanggal 4 hingga 5 Agustus 2021 adalah salah satu upaya yang sedang dilaksanakan oleh TNI, Polri, Kemenkes RI dan BNPB untuk menekan laju penambahan kasus positif melalui upaya menemukan kasus konfirmasi kemudian segera ditangani, sehingga menghindari terjadinya penularan yang lebih luas.

Beberapa materi yang dilatihkan antara lain konsep dasar pelacakan kontak, isolasi dan karantina, alur koordinasi pelacakan kontak, Aplikasi Silacak dan InaRisk dan pencatatan serta pelaporan tracing.

Kafe Sampar Maras Disegel

 

 

Rabu, (04/08) kafe Sampar maras disegel/dutup. Penutupan/penygelan dipimpin langsung Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah didampingi Ketua DPRD Sumbawa, Abdul Rafiq SH, Wakil Ketua 1 DPRD Drs. Mohamad Ansori, Sekretaris Daerah Drs. H. Hasan Basri, MM, Kasat Pol PP H. Sahabuddin S.Sos., M.Si., serta pejabat yang mewakili Kapolres dan Dandim 1607 Sumbawa. (Using)

TNI Kirim Alkes dan Nakes ke Kalimantan dan Sulawesi

Sumbawanews. Com, – Dalam rangka membantu pelaksanaan penanganan Covid-19 di seluruh wilayah Indonesia, khususnya Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan, Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan, Kota Tarakan Kalimantan Utara dan Kabupaten Berau Kalimantan Timur, TNI mengirimkan 14 personelnya yang akan bertugas sebagai Tenaga Kesehatan guna membantu dan memperkuat para tenaga kesehatan yang sudah berada di wilayah masing-masing.

Adapun 14 personel Tenaga Kesehatan Perwira Pertama Kesehatan Abituren Pendidikan Pertama Prajurit Perwira Karier (Dikmapa PK) TNI TA 2021, akan ditempatkan di Kota Banjarmasin 2 personel, Kota Banjarbaru 2 personel, Kota Tarakan 5 personel dan Kabupaten Berau 5 personel.

Disamping mengerahkan 14 Tenaga Kesehatan, TNI juga mengirimkan 190 Oxygen Concetratrator (OC) yang akan didistribusikan ke Kota Makassar (50 OC), Kota Banjarmasin (25 OC), Kota Banjarbaru (25 OC), Kota Tarakan (40 OC) dan Kabupaten Berau (50 OC).

Pengiriman bantuan tersebut sesuai dengan perintah Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. tentang penggunaan kekuatan TNI untuk percepatan penanganan Covid-19 di seluruh wilayah Indonesia serta pelaksanaan operasi penanganan Covid-19 dan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4.

Dengan menggunakan Pesawat C-130 Hercules TNI AU dari Skadron 32 Malang dengan pilot Mayor Pnb Fahmi Aldila Firdaus serta Co-Pilot Lettu Pnb Matehus Banu L. dan Letda Pnb Satria Putradirga, para Tenaga Kesehatan dan Oxygen Concetratrator diberangkatkan melalui Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (4/8/2021).

Adapun route C-130 Hercules yaitu take off dari Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta Timur, Samarinda Kalimantan Timur, Tarakan Kalimantan Utara, Banjarmasin Kalimantan Selatan, Ujung Pandang Makassar dan Malang Jawa Timur.

Sementara di hadapan para Tenaga Kesehatan, Kolonel Laut (K) dr. R.M. Tjahja Nurobbi, M.Kes., Sp.OT (K) Hand. (Kabidyankesin Puskes TNI) mewakili Kapuskes TNI Mayjen TNI Dr. dr. Tugas Ratmono, Sp.S., MARS, M.H. menyampaikan antara lain bahwa sesuai dengan Undang-Undang TNI, Covid-19 ini adalah salah satu ancaman yang bisa mengganggu stabilitas negara serta kedaulatan negara. “Oleh karena itu, wajib hukumnya TNI untuk berpartisipasi di dalam penanggulangan pandemi Covid-19,” tegasnya.

Untuk itu, laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, karena tugas itu pada hakikatnya adalah kepercayaan pimpinan. “Kalian sudah dipercaya untuk  melaksanakan tugas karena  pimpinan telah menilai kinerja kalian, baik selama kalian di pendidikan, di penugasan di Wisma Atlet dan Kodam III/Siliwangi,” ungkapnya.

Kolonel Laut (K) Tjahja Nurobbi yang didampingi oleh Danskadik 504 Halim Perdanakusuma Letkol Kes Seno Hadi, S.K.M., M.Si. juga menyampaikan bahwa kalian (tenaga kesehatan) dapat penugasan tambahan karena tidak semua orang bisa mendapatkan penugasaan itu. “Kalian harus bersyukur dan bangga, laksanakan koordinasi sebaik-baiknya dengan instansi terkait, baik itu dengan Kodam, Kesdam, maupun instansi lain di luar TNI, Pemerintah Daerah, Kecamatan, Kabupaten dan lain sebagainya,” pungkasnya.

RSMA Upayakan Dapat Suplay Oksigen Tambahan Dari Luar NTB

Sumbawa Besar, Sumbawanews.com – Direktur Rumah Sakit Manambai Abdul Kadir (RSMA), dr.Arindra Kurniawan mengatakan, saat ini tengah mengupayakan untuk mendapatkan pasokan oksigen tambahan dari luar NTB. Sebab, jumlah oksigen yang mampu diproduksi sendiri oleh RSMA maupun suplay dari Pulau Lombok masih dianggap kurang.

“Kami sekarang sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk bisa dapat suplay oksigen. Mudah-mudahan bisa dapat di Surabaya,” kata dia di ruang kerjanya Rabu (04/08).

Disebutkan, per hari Rabu (04/08), RSMA masih memiliki persediaan sebanyak 27 tabung oksigen. “Untuk hari ini, ada 27 tabung oksigen yang stok kami yang ready untuk kita gunakan. Ini kalau kita lihat trennya pasien yang ada, kami ini merawat rata-rata pasien sedang dan berat. Otomatis kebutuhan oksigennya menjadi lebih besar. Dengan (jumlah) tabung 27 itu, masih belum mencukupi untuk siklus suplay tabung berikutnya. Biasanya kami mengalami kendala, diujung-ujung waktu dimana tabung berikutnya belum datang. Kalau sudah datang otomatis suplay teratasi,” ujarnya.

Mesin Produksi oksigen dengan kemampuan 30 tabung per hari.

Diungkapkan, kebutuhan oksigen pasien covid-19 beragam, tergantung dengan kondisi masing-masing pasien. Seperti pasien dengan kondisi sedang, membutuhkan antara 3 hingga 4 tabung oksigen per hari, per pasien. Sedangkan pasien dengan kondisi berat, membutuhkan antara 10 hingga 15 tabung oksigen per hari, per pasien.

“Angka 27 ini, jangan disamakan dengan jumlah pasien. Satu pasien itu ada macam-macam (jumlah kebutuhan). Kondisi sedang, ada 3 tabung, 4 tabung dalam sehari. Kalau kondisi berat, bisa 10 sampai 15 tabung dalam satu hari, per satu pasien. Jadi 27 jangan dianggap cukup. Memang pemahaman kita (Diluar) beda-beda. Misalnya pasiennya ada 20 terus tabungnya 27, terus dianggap cukup, belum tentu. Karena kondisi berbeda, kebutuhan pasien berbeda,” jelasnya.

Disebutkan, RSMA mendapat suplay oksigen sebanyak 40 tabung per hari, dan kemampuan produksi mesin di RSMA sebanyak 30 tabung per hari, selama 24 jam. Dan kondisi kritis biasanya dialami pada saat oksigen yang tersedia akan habis dan suplay belum tiba.

“Jadi tidak secara langsung, brek langsung jadi, tidak. jadi selama 24 jam mesin itu bekerja, produksi sebanyak 30 tabung secara bertahap. Kondisi di lapangan, karena pasien tambah banyak dan rata-rata dan berat, kita pasti ada mengalami titik-titik kritis oksigen. Yang mulai habis diujung-ujung, akhir sebelum suplay dari Lombok datang. Itu ada masa-masa kritis. Nah itulah harapan kami, kalau bisa suplay dari Lombok itu ditambah,” ucapnya.

Dijelaskan, saat ini RSMA tengah membentuk tim untuk melakukan evaluasi penggunaan tabung oksigen, sebagai upaya efesiensi. “Kami berusaha untuk efesiensi penggunaan tabung. Jadi kami sedang membentuk tim untuk melakukan evaluasi penggunaan tabung, apakah sudah tepat, sesuai dengan kebutuhan pasien atau tidak,” ucapnya.

Sebab, kemampuan produksi oksigen oleh mesin yang ada di RSMA tidak dapat ditingkatkan, atau telah mencapai titik maksimal. “Produksi oksigen ini kan KSO, kami tidak bisa serta-merta mengupgrade alat yang ada. Kalau kita upgrade alat yang ada, itu kita sudah koordinasi, itu sama dengan mengganti alat yang ada. Diganti alatnya, ditambah bisa, kalau beli seperti alat yang ada itu sekitar Rp 5 Milliar,” katanya.

Ia berharap, agar masyarakat tetap mematuhi anjuran pemerintah untuk menerapkan protokol kesehatan, serta segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah ke covid-19. “kemudian disamping itu, kita tetap menghimbau masyarakat, kalau datang ke rumah sakit, harapanya jangan dalam kondisi berat baru datang. Prokesnya juga dijalankan. Karena sekarang semakin banyak pasiennya, semakin kita pusing mengatasinya,” imbuhnya.

Mesin produksi oksigen bantuan Kemenkes RI tahun 2020

Diketahui, di RSMA terdapat dua mesin yang dapat memproduksi oksigen. Selain mesin yang mampu memproduksi sebanyak 30 tabung oksigen perhari, juga terdapat mesin produksi dengan kapasitas 600 liter bantuan dari Kementerian Kesehatan tahun 2020. Dan oksigen hasil produksinya langsung disalurkan ke ruang IGD, untuk menyuplai satu pasien. (Using)

Berita Terkini

Mahasiswa Trisakti Demo di DPR Tuntut Reformasi Sipil-Militer

Sumbawanews.com,- Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Trisakti akan menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR, Jakarta, Jumat siang, 19 Juni 2026. Aksi yang dimulai...

Trump dan Iran Sepakat Kerja Sama Energi, China dan Rusia Bereaksi

Sumbawanews.com,- Jakarta – Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi menandatangani memorandum kesepahaman (MoU) dengan Iran terkait kerja sama energi, sebuah langkah diplomatik yang mengejutkan...

Espresso Murah Meriah: Breville dan Ninja Diskon Hingga Rp3 Juta

Sumbawanews.com,- Amazon Prime Day 2026 membawa penawaran terbesar tahun ini untuk dua mesin espresso paling populer di dunia: Breville Barista Express dan Ninja Luxe...

Jakarta Cerah Berawan, Suhu Capai 33°C

Sumbawanews.com,- BMKG memprediksi cuaca di Jakarta hari ini didominasi cerah hingga cerah berawan sepanjang hari, dengan suhu tertinggi mencapai 33 derajat Celsius pada siang...

Berita Utama