Home Blog Page 2463

Babinsa Koramil 0829/03 Kamal Didistribusikan Bantuan Beras Untuk Masyarakat

Sumbawanews. Com, – Kegiatan pendistribusian bantuan beras dari Pemerintah kepada masyarakat oleh para Babinsa Koramil 0829/03 Kamal, dalam upaya meringankan beban ekonomi masyarakat di masa pandemi virus Coronavirus Disease-2019​ di wilayah, Kec. Kamal, Kab. Bangkalan, Sabtu (7/8/2021).

Medan yang sempit, berliku dan licin yang tidak dapat dilalui mobil tidak menyurutkan tekat, dengan keranjang di atas sepeda motor, para Babinsa memuat beras tersebut untuk didistribusikan tepat sasaran guna meringankan beban ekonomi akibat dampak dari pandemi yang belum selesai.

Di sela-sela kegiatannya Danramil 0829/03 Kamal Kapten Inf Parnowo menyampaikan, bantuan beras dari pemerintah yang disalurkan melalui TNI yaitu dari Koramil 0829/03 Kamal yang dibagikan kepada masyarakat sebanyak 1.200 KK di 10 Desa di wilayah Kecamatan Kamal.

“Sinergi dalam penanganan pandemi Covid-19 dalam PPKM Darurat Level 4 di wilayah Kec. Kamal terus dilakukan dalam penegakkan dan pendisiplinan Protokol Kesehatan,” ujarnya.

Danramil 0829/03 Kamal menambahkan bahwa upaya maksimal dalam penanganan Covid-19 yaitu dengan menggencarkan, testing, tracing, treatment, sosialisasikan vaksinasi dan juga mendistribusikan bantuan beras kepada masyarakat yang berdampak langsung. “Semoga pandemi Covid-19 segera berakhir,” harapnya. (Pendim Bangkalan)

Sekdakab Jember Pantau Isoman di Perumahan Baratan Permai

Jember.Sumbawanews.com – Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Jember, Ir Mirfano diperintahkan memantau pelaksanaan PPKM Mikro Berbasis RT RW (Penanganan Covid-19 dengan konsep Hulu) di Kecamatan Patrang.

Perintah langsung dari Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Jember, Hendy Siswanto, ditindaklanjuti Mirfano berkunjung di Posko Penanganan Covid-19 di RT 001 RW 005 Perumahan Baratan Permai, Sabtu 7/8/2021).

Kelurahan Baratan terdapat 5 lingkungan 11 RW dan 37 RT. Hingga berita ini ditayangkan Kelurahan Baratan masuk zona merah.

Kepada masyarakat setempat Ir Mirfano berpesan agar terus bekerja sama dengan Satgas Covid-19. “Kami himbau agar kita bahu-membahu mengatasi penyebaran Covid-19 dimana saat ini fokus pada keluarga yang sedang isoman,” kata Mirfano di samping Camat Rofiq, Kapolsek AKP Heri Supadmo dan Lurah Baratan, Wahyu Budi Puspito.

Mirfano dan rombongan kemudian menuju rumah keluarga isoman di blok E dan F Perumahan Baratan Permai.

Mirfano menyapa penghuni dengan menjaga jarak. Sekdakab itu memastikan penghuni rumah isoman dalam keadaan baik, tercukupi kebutuhan dan ada progres kesehatan.

Dalam keterangan pers-nya Ir Mirfano mengatakan, “Kita ingin memastikan ke tingkat bawah yakni RT RW ada isolasi terpusat dan sekaligus memberi semangat kepada keluarga yang sedang isoman.”

Fakta di Kelurahan Baratan (di Perumahan Baratan Permai) bahwa sudah tersedia rumah isolasi terpusat bagi masyarakat yang terpapar Covid-19. Bahkan rumah isoman tersebut mendapatkan predikat terbaik dan mendapatkan sertifikasi dari Satgas.

Salah satu warga yang isoman yang dikunjungi, Efendi tinggal di blok E-8, merasa senang disambangi Sekdakab. Saat itu, Ia dan istrinya terpapar Covid-19 memasuki hari ke-sepuluh. Tetapi saat ini kondisinya baik dan sudah tidak merasakan sakit. Pada awalnya, istrinya merasakan panas dan demam tinggi. Setelah diperiksa di Puskesmas setempat didapati hasil swab antigen positif dan disarankan isoman. Beberapa hari kemudian Efendi merasakan hal yang sama dan Indra pengecap-nya mati rasa. Ia periksa ke Puskesmas dan hasilnya juga positif. Beruntung kedua anak (masih balita) tidak terpapar.

Efendi mendapatkan bantuan paket sembako dan tambahan vitamin dari Sekdakab. Rumahnya dipasangi Bendera Merah sebagai tanda rumah isoman.

Mirfano berbagi tip berjemur kepada Efendi. Sebaiknya berjemur setiap pagi hari tidak lebih dari seperempat jam. Seluruh anggota tubuh terkena sinar matahari terutama di bagian tengkuk. Mirfano punya pengalaman kenapa bagian tengkuk harus terkena sinar matahari. Selain itu disarankan juga untuk rutin berolah raga ringan dan jangan lupa bahagia, terang Sekdakab.
(To2)

Senyum Abadi Sang “Smiling Politician”

oleh : H. Lalu Gita Ariadi (Sekretaris Daerah Provinsi NTB)

Tanggal 12 Juni 2021 lalu, hari terakhir saya berjumpa Bapak H. MUHAMMAD AMIN SH MSi – Wakil Gubernur ke 5 NTB.
——————–
Seakan sama-sama ingin melepas rindu, Pak Amin demikian kami biasa menyapanya, mengundang kami rombongan pejabat pemprop NTB mampir ke kediamannya untuk santap siang. Waktu itu kami ramai-ramai ke Sumbawa Besar hadiri acara pemakaman Almarhumah Hj. Siti Fatimah Ungang Dea Mas – ibunda Bapak Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah .

Dalam 3 jam reuni dadakan dan dialog, kami menangkap kesan kuat, tak ada yang berubah pada sosok Pak Amin. Masih sehat dan energik. Style nya kala menjadi wakil gubernur tetap tak berubah. Pimpinan yang hangat, terbuka, bersahaja, tak berjarak, pandai mendengar dan selalu tersungging senyumnya yg khas. Sang Politisi yang murah senyum.

Kalo bertemu, lebih sering terdengar gelak tawa dibanding hening kernyitkan dahi. Suasana diskusi di ruang kerja wagub, rapat di pendopo panji tilar seakan berulang tiada beda dengan suasana sillaturrahmi terakhir di kediaman ( villa ) beliau di Raberas Sumbawa Besar itu.

Saya mengenal pak Amin diawal tahun 1990 an. Waktu itu, Pak Amin adalah pengacara sumbawa yg hebat. Kami sering ngopi di kantor nya di Brang Biji dekat bandara sultan Kaharudin Brang Biji. Kami sering ngobrol bersama. Kami sama-sama aktiv di KNPI Sumbawa era Bung AM Jihad ( ketua ), juga bersama Bung Syamsun Asir, Bung Burhanudin Salengke, Bung Majid Abdullah, Bung Jeff, Abah Mang, Oni Pasirlaut, Towe dan lain2.

Meski sama2 aktivis, tapi sering kali kami berada pada sisi yang bersimpangan.

Perbedaan perspektif bisa jadi karena perbedaan posisi. Saya berada di lingkar kekuasaan ( inner circle ) sebagai staf juru bicara ( humas ) Pemkab Sumbawa di era Bupati Kolonel Jakob Koswara ( almarhum ). Sedangkan pak Amin adalah outsider yg rajin kritisi pemerintah. Era ini saya juga kenal dengan Bung Nurdin Ranggabarani, M. Jabir dll yang sedang nakal-nakalnya jadi orator jalanan.

Perbedaan posisi dan perspektif, hasilkan dialektika yg cerdas dan dinamis. Berbeda tapi selalu merindu untuk bertemu. Perbedaan serius tdk membeku jadi batu sandungan yg mengganggu. Perbedaan selalu mencair karena kepintaran dan gaya humanis Pak Amin yang tetap senyum dalam membangun narasi.

Dalam sebuah momentum pilkada, saya menulis sebuah artikel berjudul : Antara Bang dan Bung Amin. Bang Amin kala itu adalah sebutan populer tokoh reformasi – personifikasi dari Prof Amin Rais. Politisi ulung yg memimpin gerakan reformasi, popularitas politik nya sedang hebat, tokoh sentral poros tengah tapi tidak maju jadi Presiden dan justru memberikan kesempatan itu kepada Gus Dur dengan berbagai pertimbangan dan dinamika yg mengiringinya.

Sedangkan Bung Amin tak lain dan tak bukan adalah politisi lokal sumbawa yang juga hebat yang kelak jadi suksesor Pak De Jari Djaelani memimpin DPD II Golkar Sumbawa dan pimpinan di Gedung Dewan Sumbawa jalan RA Kartini.

Saya tulis artikel itu agar Bung Amin yang politisi muda itu jangan maju ikut pilkada. Tetap saja dulu di jalur politik. Biarkan senior Bapak Drs. H. Latief Madjid yang maju jadi Bupati. Waktu itu pemilihan kepala daerah masih dilakukan oleh DPRD. Prediksi banyak pihak, kalo Bung Amin serius maju dan sukses melakukan konsolidasi penggalangan fraksi internal dewan, maka kans Bung Amin menjadi Bupati sangat besar.

Seperti biasa, gara-gara artikel itu kami pun terlibat perdebatan. Tapi saya bersyukur Bung Amin tdk marah, tidak juga benci. Bung Amin justru tertawa. Saya senang Bung Amin akhirnya tidak maju. Sayapun senang Pak Latief Madjid terpilih jadi Bupati Sumbawa.

Tahun 1997, saya menulis artikel berjudul : Ketika Sumbawa Dibagi Dua. Lagi lagi kami terjebak dalam perdebatan panjang. Saya yakinkan basis analitik saya adalah ilmu pemerintahan dan administrasi negara, untuk percepatan dan memperpendek rentang kendali pelayanan publik. Bukan tafsir politik atau polarisasi budaya. Sepat tetap sepat, singang tetap singang, tak ada laksana tembok berlin sebagai pembatas. Yang ada, pemerintah hadir lebih dekat layani rakyat.

Tahun 2008, ketika Pak Amin duduk di udayana sbg wakil rakyat, kami bertemu kembali setelah lama tak jumpa. Dihadapan banyak kolega sambil ngobrol beliau sampaikan, Bung Gite ini musuh tapi dia saudara saya. Musuh karena sering menjadi lawan diskusi yg sering beda sudut pandang tapi kami tetap bersahabat katanya kala itu. Tak lupa Pak Amin juga cerita tentang polemik artikel cikal baksl terbentuknya Kabupaten Sumbawa Barat.

Tak diduga, 6 tahun setelah polemik, saya harus tanda tangan rekomendasi pembentukan Kabupaten Sumbawa Barat. Waktu itu saya ketua DPRD Sumbawa. Sesuai aturan pemekaran/ pembentukan daerah otonomi baru, harus ada rekomendasi bupati dan ketua DPRD Kabupaten induk. Pada waktu saya akan tanda tangan rekomendasi, saya terbayang wajah Lalu Gite, katanya.

Hal ini kami bahas dan cerita ulang kembali ketika 5 hari mendampingi Wakil Gubernur H. Muhammad Amin SH MSi , tahun 2018 awal kunjungan kerja ke Ning Xia Tiongkok sebuah propinsi yang penduduk muslimnya paling banyak di china. Selama di Ning Xia, banyak hal di bahas termasuk sikap dan persiapannya hadapi pilkada Gubernur tahun 2018.

Satu hal yg justru tak dibahas adalah dengan siapa akan berpasangan. Saya akan setia hingga akhir menunggu petunjuk Pak Gubernur TGB katanya. Tapi apapun nanti saya juga adalah pimpinan parpol yg pasti harus menentukan sendiri langkah politik yg akan saya tempuh katanya.

Awal bulan Agustus ini kesehatan Pak Amin baru kami ketahui dalam kondisi yg kurang baik. Dirawat di RS Manambai Sumbawa Besar. Kami kaget, ketika viral di medsos, flayer urgen dari Sultan Kertapati bahwa Pak Amin butuh donor plasma konvalesen untuk golongan darah B. Kamis 5 Agustus 2021 pukul 20.35, dr Eka Nurhandini Assisten 3 setda propinsi NTB melaporkan kondisi kesehatan Pak Amin yg malam ini menurun. Jumat dinihari ( 6 agustus 2021 ) Pukul 04.18 Gubernur NTB – Dr. H. Zulkieflimansyah , share di WAG Forum OPD yg berisi pejabat utama Pemprop NTB berita duka telah berpulangnya ke rakhmatullah Bapak H. Muhammad Amin SH MSi. Innalillahi waa innailaihirojiun.

Sewaktu menjadi wakil gubernur, saya bersaksi Pak Amin sangat loyal dan setia ke TGB. Pak Amin pemimpin baik yg kini pergi meninggalkan kita semua dengan segala kebaikannya.

Saya teringat senyumnya yang sangat bersahabat. Saya ingin membalas senyum itu untuk menghantar perjalanannya yang panjang. Saya janji tidak ingin menghantarnya dengan kesedihan, walau itu ternyata sulit. Tetap terselip rasa sedih dan haru.

Selamat jalan sahabat, selamat jalan sang pemimpin, selamat jalan smiling politician. Semoga Allah SWT mengampuni salah khilafmu, menerima segala amal ibadahmu, menjadi ahli surga dan semua sanak keluarga tabah dan ihlas melepaskan kepulanganmu. Alfatehah. Aamiin *

Tangan Dinginnya Lahirkan Banyak Kader Politik

Oleh : Abdul Rafiq (Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa)

Politisi adalah profesi yang sangat penting dalam Piramida kehidupan. Perannya adalah merekatkan berbagai kepentingan dan hajat hidup orang banyak. Seseorang yang berada di jalan ini adalah orang -orang pilihan yang memiliki daya tahan dan kepekaan sosial yang tinggi.
——–
Sosok H Muhammad Amin SH MSi adalah orang yang sangat kenyang dengan dinamika politik, karena banyaknya pengalaman dan makan garam di dunia politik dan pemerintahan, menjadikannya sebagai orang diguguh dan ditiru sepak terjangnya.
Termasuk kami sebagai penerusnya menjadi pimpinan DPRD kabupaten Sumbawa, sedikit banyak telah menimba ilmu dan pengalaman bagaimana membangun Daerah, membina kemitraan antara berbagai stakeholder di pemerintahan, Komunikasi Pimpinan Daerah, Komunitas dan lingkungan usaha.

Sikapnya yang ramah dan solutif atas berbagai masalah membuat siapapun disekitarnya nyaman. Meski demikian dunia tak selalu satu nada, tak selalu satu pandangan, konsistensi didalam memperjuangkan idealisme dan cita-citanya patut diteladani.

Dalam usia 61 tahun kelahiran 5 Juli 1960 Pak Amin telah meniti karir sampai puncak , Yakni menjadi Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat periode 2013—2018. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat periode 2009—2013 dan Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa selama dua periode yakni 1999—2004 dan 2004—2009.

Selama menjabat sebagai pejabat publik tentunya banyak sekali yang telah dikaryakan. Salah satu momentum terbaik adalah bersama Tuan Guru Bajang Dr. Muhammad Zainul Majdi memimpin provinsi NTB, membangun negeri Bumi Gora, tana intan Bulaeng.

Sebagai guru politik, tentu banyak kader yang terlahir dari tangan dinginnya. Dan sekarang telah memegang posisi penting Didaerah.
Kepergiannya tentunya menyisakan duka yang mendalam bagi masyarakat NTB, Sumbawa tentunya Kader partai politik yang telah membersamainya baik di partai Golkar dan terakhir di Partai Nasdem.

Dalam peranannya sebagai Ketua DPW Partai Nasdem telah turut membangun Daerah di tingkat provinsi Nusa Tenggara Barat maupun kabupaten Sumbawa. Pak Amin telah mengantarkan para wakil rakyat yang duduk di parlemen Udayana dan Km 5 Sumbawa.

Dari pengalaman pribadi kami sebagai teman sejawat , Pak Amin telah banyak memberikan inspirasi, asupan semangat dalam hal ini keteguhan memegang prinsip dan konsisten membela kepentingan rakyat. Bersama Almarhum H Muhammad Husni Djibril B.Sc dan Nurdin Ranggaberani SH.MH, adalah tiga Serangkai yang telah memimpin Daerah ini yang telah mengajarkan cara berpolitik yang beretika, berintegritas dan berkualitas.

Selamat jalan Pak Muhammad Amin semoga Allah memberikan tempat yang mulia di sisi-Nya. *

Keluarga Isoman di Perumahan Mastrip Tinggal di Rumah yang Layak

Jember.Sumbawanews.com – Lurah Sumbersari, Dendhy Radiant, menyatakan rumah-rumah di Perumahan Mastrip layak digunakan sebagai isoman. Rata-rata rumah di sana memiliki saluran sanitasi, ventilasi, dan pencahayaan yang baik. Hal itu dikatakan saat rombongan Forkopimda Jember meninjau isoman di sana, Jum’at (6/8/2021).

Dendhy Radiant mengatakan, “Saya lihat rumah-rumah di Perumahan Mastrip ini sudah terpenuhi standarnya sebagai rumah isoman.”

Dendhy menyebutkan saat ini ada 10 rumah sedang menjalani isoman. Dari kesemuanya itu jumlah orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 ada 33 orang. Itu tidak termasuk yang dirawat di Rumah Sakit.

Rumah isoman itu diberi tanda dengan ditempeli stiker di dinding depan. Selain itu dipagar rumah juga dipasang bendera kecil warna merah. Maksudnya agar masyarakat mengetahui bahwa rumah tersebut adalah rumah isoman.

Sebelumnya Bupati Jember Hendy Siswanto dalam keterangan pers-nya menyebutkan Perumahan Mastrip adalah contoh yang baik dalam penanganan Covid-19 di Jember. Bahkan oleh Polres dijadikan Kampung Tangguh melawan Covid-19.

Dalam kunjungan kerjanya Bupati Hendy dan Wabup MB Firjaun Barlaman disertai oleh Kapolres AKBP Arif Rachman Arifin, SIK, MH, Dandim 0824/ Jember Letkol Inf La Ode M. Nurdin, S.Sos, M.I.Pol, Kajari Zullikar Tanjung, SH, MH, dan jajaran lainnya. (To2)

Bupati Warning Petugas Agar Data Bansos Akurat

Jember,Sumbawanews.com — Untuk memaksimalkan program pwmerintah, Bupati Jember Hendy Siswanto meminta para petugas lapangan pendataan bansos untuk teliti dalam menginput data serta memastikan penerima bansos sudah tepat sasaran sehingga tidak menimbulkan permasalahan hukum di kemudian hari.

Pernyataan ini disampaikan Hendy saat memimpin rapat koordinasi verifikasi dan validasi penerima bantuan sosial (bansos) bagi warga terdampak Covid-19 di Kabupaten Jember, Kamis (05/08/2021).

“Pemkab Jember mau membagikan bansos serta BLT, namun jangan asal membagikan, harus tepat sasaran dan teliti, dan harus cepat. Tapi kalau salah kita masuk penjara, penipuan, korupsi seperti yang sudah pernah terjadi,” kata Bupati Hendy.

Lebih lanjut kata Hendy, data yang tidak sesuai dengan kenyataan akan menimbulkan persoalan atau masalah, misalnya penerima yang semestinya layak menerima, tetapi tidak menerima.

Bupati mencontohkan seperti yang terjadi di masyarakat lingkungan sekitar kediamannya yang tidak pernah tersentuh bansos di era beberapa Bupati sebelumnya.

Menurut Bupati Hendy, penyakitnya adalah kurangnya tanggung jawab dan kurangnya keseriusan para pejabat dalam persoalan keakuratan data.

“Pejabat kita sukanya melempar. Camat melempar ke Kades, Kades melempar ke Ketua RT/RW, Ketua RT/RW melempar ke Karang Taruna, dan Karang Tarunanya main catat saja seenaknya lalu dikumpulkan,

Begitu salah, ini berdampak kepada saya selaku Bupati, padahal cuma bantuan yang tinggal berikan, tapi ketika salah ketik data, misal NIK nya salah angka, atau data tidak sesuai dengan kriteria penerima bansos. Saya yang dosa besar gara-gara tulisannya keliru tidak terdeteksi, memberikannya gampang, kami harus mempertanggung jawabkan uang Negara,” kata Bupati Jember secara tegas.

“Ingat ini soal nyawa, jangan main-main soal hak mereka yang kondisinya kekurangan. Saya dan anda semua digaji negara, tolong door-to-door minta dampingi ke kadesnya, RT/RW nya. Saya minta camat turun juga,” pesannya. (mia/her)

Dua Pos Satgas Pamtas Yonif 742/SWY Bantu Warga Bangun Rumah Adat

Belu NTT – Jajaran Pos Satgas Pengamanan Perbatasan RI – RDTL di wilayah Sektor Timur setiap hari Jumat melaksanakan program gotong royong bersama masyarakat binaan masing-masing pos seperti yang dilakukan dua pos Kipur III hari ini, Jumat (6/8/2021).

Telihat personel pos Fohululik dengan masyarakat Dusun Haulata Desa Lutharato dan personel Pos Nananoe kompak bahu membahu bersama masyarakat Dusun Makokon Desa Nananoe bergotong mendirikan rumah adat desa setempat.

Komandan Kipur III Kapten Inf Lutfi Sulthoni mengatakan hari ini seluruh pos melaksanakan karya bakti dengan mengajak masyarakat sesuai dengan program Satgas dalam rangka membangkitkan kembali budaya gotong royong ditengah-tengah masyarakat.

Khusus untuk dua pos itu, kata Lutfi, fokus membantu masyarakat mendirikan rumah adat yang merupakan salah satu ciri dari masyarakat adat yang masih dijaga kelestariannya di NTT khususnya Belu.

Terpisah, Komandan Yonif 742/SWY Letnan Kolonel Inf Bayu Sigit Dwi Untoro selaku Komandan Satgas Pamtas Sektor Timur di Mako Satgas Pamtas Kelurahan Umanen Kecamatan Atambua Barat mengapresiasi atas kelompok dan kebersamaan masyarakat dengan para Prajuritnya bergandengan tangan setiap hari Jumat menggelar gotong royong untuk kepentingan umum.

Dijelaskannya, gotong royong salah satu peninggalan nenek moyang bangsa untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan kepentingan umum terutama terkait dengan pembangunan, kebersihan lingkungan dan lainnya.

Namun demikian, sambung Bayu Sigit, pihaknya juga siap memberikan bantuan kepada masyarakat yang sedang membutuhkan seperti yang dilakukan beberapa pos yang membantu warganya sedang membangun rumah.

Sedangkan Kepala Dusun Makokon Rubertha Rafu mengatakan proses pembangunan rumah adat tersebut sejak awal melibatkan personel pos Nananoe mulai pembuatan dasar hingga sekarang menaikan tiga tiang utama rumah adat.

“Setelah ini akan dilanjutkan dengan pemasangan atap yang diawali dengan acara adat,” ujarnya.

Kadus Makokon juga mengucapkan terimakasih atas kerjasama dan partisipasi personel Satgas yang kerap membantu setiap kegiatan masyarakat di dusunnya.

Vaksinasi Booster Nakes Sumbawa Diawali Minggu

Sumbawa Besar, sumbawanews.com – Tenaga Kesehatan (Nakes) di Kabupaten Sumbawa akan mendapatkan suntikan dosis ketiga – Vaksin Penguat (booster), dengan vaksin Moderna. Vaksinasi awal akan dilakukan Minggu (08/08) mendatang di RSUD Sumbawa, dengan sasaran Nekes di rumah sakit setempat.

“Untuk vaksinasi ketiga yang kita peruntukkan untuk para Nakes. Memang sudah kita rencanakan untuk baik yang bekerja di rumah sakit maupun yang bekerja di puskesmas. Sehingga untuk pelayanan vaksinasi yang bekerja di rumah sakit rencananya dilakukan pada hari minggu nanti,” kata I.Ketut Sumadi Arta., Plh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, di ruang kerjanya, Jum`at (06/08).

Diungkapkan, setelah vaksinasi terhadap nakes di RSUD Sumbawa, akan dilanjutkan dengan vaksinasi terhadap Nakes di Puskesmas sekitar kota. “Kemudian karena teman-teman nakes di puskesmas juga sedang melakukan layanan untuk vaksin kedua, maka tentu nanti akan dicari waku khusus yang berada di puskesmas terdekat yang bisa dilakukan layanan di puskesmas itu,” ucapnya.

Selanjutnya, akan dilakukan terhadap Nakes di Puskesmas luar kota secara bertahap, dan penyuntikan akan di pusatkan di Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa. Penyuntikan vaksin, akan dilakukan oleh vaksinator masing-masing puskesmas.

“Tetapi untuk puskesmas yang jauh, nanti kita akan layani di dinas kesehatan. Nanti kita akan atur jadual, dan melakukan lanyanan nanti adalah, vaksinator yang ada di puskesmas itu juga. Tapi mereka disini, karena vaksinnya tidak boleh keluar dari tempat penyimpanan,” jelasnya.

Diungkapkan, Vaksin Modena tidak dapat didistribusikan seperti pendistribusian Vaksin Sinovac. Sebab, Vaksin Moderna membutuhkan suhu lebih rendah dibandingkan vaksin sinovac, sehingga membutuhkan tempat penyimpanan khusus.

“Karena untuk menyimpan Vaksin Moderna itu berbeda dengan Vaksin Sinovac. Dia (Moderna) membutuhkan suhu yang lebih rendah. Sehingga tidak bisa didistribusikan seperti Vaksin Sinovac. Sehingga Vaksin Moderna ini, tidak bisa keluar dari tempat pendingin, tempat penyimpanan di Dinas Kesehatan,” jelasnya.

Disebutkan, saat ini Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa telah menerima Vaksin Moderna sebanyak 145 Vial. Dan jumlah tersebut telah mencapai lebih dari setengah jumlah tenaga kesehatan di Kabupaten Sumbawa.

“Untuk ketersedian vaksin ini, kita 145 Vial. Jatuhnya 2.030 dosis, karena satu Vial itu 14 dosis. Artinya itu belum semua nakes bisa kena, tapi ini sudah diatas 50 persen,” ujarnya.

Diperkirakan, untuk vaksinasi Booster Nakes, tidak akan membutuhkan waktu yang panjang, karena mudah digerakkan. “Nakes kan lebih mudah kita untuk menggerakkan. Kalau sudah ada vaksinnya lebih cepat. berbeda dengan menggerakkan yang lain, misalnya kayak kemarin kita gerakkan lansia itu. Kita akan cepat, sekarang sedang diatur. Tapi yang pertama rumah sakit dulu, terus nanti baru puskesmas-puskesmas,” jelasnya.

Genjot Dosis Dua

Ditegaskan, saat ini juga, Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa juga telah menerima Vaksin Sinovac sekitar 790 Vial, yang dihajatkan untuk vaksinasi dosis kedua. Agar jumlah masyarakat yang telah menerima vaksin dosis pertama dengan dosis vaksin kedua tidak jauh berbeda.

“Untuk vaksin dosis pertama capaiannya kurang lebih 13 persen. Dan yang sekarang, ada kita dikirim kemarin 790 vial. Itu prioritas untuk vaksin kedua untuk semua sasaran. Nanti supaya berimbang antara dosis pertama dengan kedua. Biar dosis kedua bisa mengejar porsentasenya, karena kemarin kan agak jauh. Dosis pertamanya sudah sekitar 13 persen, dosis keduanya masih sekitar 6 sampai 7 persen,” ucapnya. (Using)

 

Ciptakan Hubungan Harmonis, Satgas TNI Anjangsana Ke Kepala Kampung Jagara Distrik Walesi

(Jayawijaya-Papua).  Selain tugas pokoknya melaksanakan pengamanan wilayah yang dianggap rawan, TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Daerah Rawan (Satgas Pamrahwan) Yonif Raider Khusus 751/Vira Jaya Sakti (Yonif RK 751/VJS) juga memiliki tanggung jawab melakukan pembinaan teritorial kepada masyarakat.

 

Salah satu kegiatannya adalah melaksanakan anjangsana, seperti halnya yang dilakukan oleh anggota Satgas Yonif RK 751/VJS Pos Kotis, yang berada di Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Kamis (05/08/2021).

 

Pada anjangsana tersebut, 8 personel Satgas yang dipimpin oleh Letda Inf Ali Sirait mengunjungi kediaman bapak Maksimus Lani selaku Kepala Kampung Jagara yang berada di Distrik Walesi. Selain sebagai Kepala Kampung, bapak Maksimus Lani juga menjabat sebagai Ketua Pengelola Kopi Distrik Walesi.

 

Kehadiran personel Satgas Yonif RK 751/VJS Pos Kotis di kediaman bapak Maksimus Lani, disambut dengan ramah dan penuh nuansa kekeluargaan.

 

Menurut Pasiter Satgas Letda Inf Ali Sirait, dalam kunjungan kali ini banyak pelajaran dan hal menarik yang di dapat dari cerita dan usaha yang telah dirintis oleh bapak Maksimus Lani. “Mulai dari bertani kopi hingga menjadi pengusaha/pengepul kopi yang ada di wilayah Pegunungan Tengah Papua,” ungkapnya.

 

“Kami juga diberikan kesempatan untuk melihat kebun dan gudang kopi dikediaman beliau, tambahnya.

 

Bapak Maksimus Lani dalam kisahnya menambahkan bahwa berkat menjadi petani kopi, kakek dari 5 cicit ini bisa merasakan perjalanan ke sejumlah wilayah di Indonesia dan beberapa negara, diantaranya Amerika dan Korea Selatan.

 

Di sela-sela perbincangannya, bapak Maksimus Lani juga menyuguhkan seduhan kopi untuk seluruh personel Satgas yang datang. “Kopi ini special, kopi pilihan dari Walesi yang kami sebut dengan kopi Lanang. Selain untuk suguhan bagi tamu yang datang, untuk dinikmati sembari bersantai, kopi ini juga berkhasiat untuk meningkatkan stamina pria,” ujarnya.

 

Mengakhiri kunjungannya, Pasiter Satgas Yonif RK 751/VJS diberikan dua bungkus kopi khas Walesi sebagai oleh-oleh. (Pen Satgas Yonif RK 751/VJS)

Panglima TNI: Tegakkan Prokes Melalui Pendekatan Kultural dan Kearifan Lokal

sumbawanews.com,- Untuk menekan dan menurunkan kasus positif Covid-19 di Kaltara, TNI-Polri bersama Pemerintah dan segenap komponen masyarakat harus menegakkan disiplin Protokol Kesehatan (Prokes) melalui Pendekatan kultural dan kearifan lokal.

 

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., saat memimpin rapat bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terkait penanganan Covid-19 di wilayah Tarakan dan Berau, Kalimantan Utara, Jumat (6/8/2021).

 

Kegiatan diawali dengan Sambutan Gubernur Kaltara Drs. Zainal Arifin Paliwang, S.H., M.Hum. Yang menjelaskan terkait dinamika penanganan dan laju kasus Covid-19 di Kalimantan Utara.

 

Usai memimpin rapat, Panglima TNI bersama Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., melanjutkan pengecekan aplikasi Silacak dan Inarisk yang berada di Gedung Crew Lanud Anang Busra Tarakan, Kalimantan Utara.

 

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan bahwa strategi untuk menekan angka positif Covid-19 adalah 3 M dan 3 T (Testing, Tracing dan Treatment), disamping itu target vaksinasi yang ditetapkan oleh pemerintah. “Optimalkan 3T dan infokan kasus sesegera mungkin guna mencegah memburuknya kondisi untuk menekan angka kematian di Kaltara,” ungkapnya.

 

Panglima TNI menyampaikan bahwa Tracing kontak erat harus dilaksanakan dan persiapan Isoter harus dimaksimalkan, tentunya harus dengan dukungan yang sesuai kebutuhan bagi pasien yang melaksanakan Isoter tersebut. “Para Pejabat TNI-Polri di lapangan harus dengan semangat membantu Pemerintah Daerah,” katanya.

 

Panglima TNI juga memuji sinergitas TNI-Polri khususnya para Babinsa yang telah bekerja dengan sangat baik dalam pencegahan penyebaran Covid-19. “Para Babinsa dan Bhabinkamtibmas ini sudah bagus dan selalu kompak dalam bekerja sama melakukan tracing. Terlebih lagi saat ini sudah ada aplikasi Silacak untuk mempermudah pelaporan kasus konfirmasi positif,” tuturnya.

 

Menurut Panglima TNI, kesadaran masyarakat sangat penting dalam memutus penyebaran Covid-19, seperti melapor ke Puskesmas saat greges, mendukung upaya tracing dan disiplin dalam pelaksanaan Isoman. “Saya minta lengkapi fasilitas Isoter dan Rumah Sakit dengan Nakes, Obat, Alkes, Oksigen juga pengerahan Bidan, relawan dan mahasiswa kedokteran dan untuk dukungan obat dan logistik bagi masyarakat yang melaksanakan Isoman dan Isoter,” ucapnya.

 

“Jadikan kebiasaan baru dalam kebutuhan sehari-hari seperti menggunakan masker dan jika badan dirasa kurang enak, jangan sungkan untuk melapor ke Puskesmas dan minta untuk di Swab lalu laksanakan Isoman,” imbuh Panglima TNI.

 

Dalam kegiatan tersebut, Panglima TNI mengecek lokasi Isoter dan berdialog secara virtual dengan pasien yang sedang dalam perawatan. “Kepada para Nakes dan petugas Tracer, untuk selalu menjaga kesehatan,” pesannya.

 

Usai melaksanakan dialog secara virtual, Panglima TNI dan Kapolri meninjau para Babinsa, Babinpotmar, Babinpotdirga dan Bhabinkamtibmas yang sedang menunjukan kemampuanya dalam menggunakan  aplikasi Silacak.

 

Diakhir acara pertemuan dengan Forkopimda, Panglima TNI dan Kapolri menyerahkan bantuan secara simbolis berupa konsentrator oksigen kepada Walikota Tarakan dan Bupati Berau.

Berita Terkini

Indonesia Terpilih Jadi Anggota Komite Warisan Budaya UNESCO

Sumbawanews.com,- Indonesia resmi terpilih sebagai anggota Komite Pelindungan Warisan Budaya Takbenda Dunia UNESCO periode 2026–2030, setelah meraih 113 suara dalam pemungutan suara di Markas...

Israel Terus Serang Gaza, Korban Pascagencatan Capai 1.007 Jiwa

Sumbawanews.com,- Gaza — Meski gencatan senjata secara resmi masih berlaku, serangan udara Israel terus menerjang wilayah-wilayah padat penduduk di Jalur Gaza, menewaskan lebih dari...

Ribuan Mahasiswa Trisakti Gelar Aksi di Tugu 12 Mei

Sumbawanews.com,- Kepresidenan Mahasiswa Universitas Trisakti menggelar aksi demonstrasi besar-besaran pada Jumat, 19 Juni 2026, di Tugu 12 Mei, lokasi simbolis yang menjadi saksi sejarah...

Marinir Latih Pengelola KDMP dan KNMP dalam Latsarmil

Sumbawanews.com,- Korps Marinir TNI AL resmi memimpin pelatihan dasar kemiliteran bagi calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP),...

Berita Utama