Sumbawanews.com,- Korps Marinir TNI AL resmi memimpin pelatihan dasar kemiliteran bagi calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), dalam program Komponen Cadangan (Komcad). Latihan yang berlangsung di Markas Pasmar 1, Cilandak, Jakarta, melibatkan 1.534 peserta dari dua kelompok strategis yang menjadi ujung tombak pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas pesisir dan pedesaan.
Kolonel Rana Karyana, Kepala Dinas Penerangan Korps Marinir, menjelaskan bahwa 669 peserta dari KDMP menjalani pelatihan di Satuan Pendidikan Brigif 1, sementara 865 peserta dari KNMP dilatih di Satuan Pendidikan Resimen Artileri 1. Selama satu setengah bulan, mereka akan dibina oleh instruktur militer dan ahli dari instansi pemerintah terkait.
Pada fase pertama, selama satu bulan, para peserta mengikuti intensif Latsarmil yang mencakup peraturan baris berbaris, penghormatan militer, tata upacara, disiplin militer, kepemimpinan lapangan, serta teknik pemberian instruksi. Tujuannya jelas: menanamkan kedisiplinan, rasa tanggung jawab, semangat kepemimpinan, dan jiwa nasionalisme yang kokoh—bukan untuk mengubah warga sipil menjadi prajurit, melainkan memperkuat karakter dan kesatuan visi.
Selain itu, materi dasar pertahanan diri seperti pengenalan senjata ringan dan teknik bertahan hidup juga diberikan, dengan pendekatan yang disesuaikan untuk kalangan sipil. “Semua materi disusun sesuai standar Komcad dan dirancang agar mudah dipahami, tanpa mengabaikan esensi militer yang mendasar,” tegas Rana.
Pada dua minggu terakhir, fokus beralih ke aspek manajerial. Peserta KDMP mendapat pelatihan pengelolaan koperasi dari Kementerian Koperasi dan UKM, sementara peserta KNMP dilatih oleh ahli dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam hal tata kelola usaha perikanan berkelanjutan, penguatan jaringan pemasaran, dan pengelolaan sumber daya pesisir.
“Harapannya, setelah pelatihan, mereka bukan hanya mampu mengelola aset komunitas secara profesional, tetapi juga mampu mengambil keputusan cepat, tepat, dan berintegritas—dengan dasar disiplin militer yang menjiwai setiap tindakan,” ujar Rana.
Ia menegaskan, program ini bukan bentuk militerisasi warga, melainkan upaya strategis untuk memadukan semangat kebangsaan dengan kapasitas manajerial lokal. Dengan latar belakang militer yang disiplin dan pendekatan berbasis komunitas, KDMP dan KNMP diharapkan menjadi pilar ekonomi rakyat yang tangguh, mandiri, dan berjiwa nasional.
Marinir, kata Rana, berkomitmen memberikan pelatihan terbaik demi menyukseskan program yang sejalan dengan visi penguatan ketahanan ekonomi nasional di tingkat akar rumput.

















