Home Blog Page 2456

Bersama Menhan, Panglima TNI dan Kapolri, Presiden Tinjau Vaksinasi Pelajar di Samarinda

Jakarta, sumbawanews.com – Presiden Joko Widodo mengawali kunjungan kerja di Provinsi Kalimantan Timur dengan meninjau pelaksanaan vaksinasi bagi pelajar di SMPN 22 Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (24/08). Turut mendampingi Presiden dalam peninjauan vaksin yaitu Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor, dan Wali Kota Samarinda Andi Harun.

Penyuntikkan dosis pertama vaksin Sinovac bagi pelajar di Kota Samarinda diikuti sebanyak 1.053 peserta secara bertahap. Secara keseluruhan, total vaksin yang akan disuntikkan bagi masyarakat di Provinsi Kalimantan Timur pada hari ini sebanyak lebih kurang 24 ribu dosis vaksin.

“Kita harapkan semuanya berjalan lancar dan segera terbangun kekebalan komunal di seluruh Provinsi Kalimantan Timur dan kita berharap penyebaran Covid dapat segera dikurangi dan dihilangkan dari provinsi ini,” ujar Presiden.

Selain di Kota Samarinda, sembilan kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Timur juga secara bersamaan melakukan kegiatan vaksinasi bagi masyarakat. Wilayah tersebut antara lain Kota Balikpapan, Kota Bontang, Kabupaten Kutai Timur, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Paser, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kabupaten Berau, Kabupaten Kutai Barat, dan Kabupaten Mahakam Hulu.

Pada kesempatan tersebut, digelar dialog bersama perwakilan pemerintah daerah di provinsi Kalimantan timur. “Hari ini kami melaksanakan di dua titik vaksinasi massal, yang di sini 1.600 sasaran, kemudian di kecamatan lain 1.200 (sasaran). Jadi 2.800 (sasaran) total hari ini,” jelas perwakilan dari Kabupaten Kutai Timur.

Sedangkan perwakilan dari Kabupaten Paser melaporkan, dilakukan vaksinanasi di 19 fasilitas kesehatan dengan 1.500 sasaran. “Kami dari Paser mempunyai sasaran hari ini 1.500 sasaran. Kemudian dilaksanakan tercepat di 19 fasilitas kesehatan di puskesmas. Saat ini sedang dilaksanakan di salah satu fasyankes di puskesmas dengan sasaran 380 sasaran, Pak,” ungkapnya.

Pada dialog bersama perwakilan kabupaten/kota, Presiden juga menanyakan ketersediaan stok vaksin. Dan Salah satu perwakilan daerah dari Kabupaten Kutai Barat meminta pemerintah pusat untuk terus menambah stok vaksin karena antusiasme masyarakat tinggi.

“Oke nanti saya kirim ke Dinkes, ke Pak Gub nanti agar juga segera ditransfer ke Kutai Barat,” ucap Presiden, dan berharap, ada kecepatan dalam program vaksinasi agar penyebaran Covid-19 dapat dihilangkan dari Provinsi Kalimantan Timur serta utamanya dari Tanah Air Indonesia. (Setpres/using)

Nelayan Hilang Saat Mancing, Bakamla RI Lakukan Pencarian

(Bakamla RI/Indonesia Coast Guar). Personel Stasiun Pemantauan Keamanan dan Keselamatan Laut (SPKKL) Tual Bakamla RI melaksanakan pencarian seorang nelayan yang dilaporkan hilang saat pergi memancing di perairan antara Kei Besar dan Kei Kecil, Tual, Selasa (24/8/2021).

 

Informasi awal diterima SPKKL Tual pada 01.00 WIT, dari kerabat korban terkait salah satu warga asal Desa Larat, Kecamatan Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara, berinsial MR (36) belum kembali saat pergi memancing sejak Senin (23/8/2021) pukul 12.00 WIT.

 

Menindaklanjuti laporan tersebut, SPKKL Tual Letkol Bakamla Rizal Ufer Suat, S.Pi., berkoordinasi dengan Kantor Pusat Informasi Marabahaya Laut (KPIML) Mabes Bakamla RI sebagai laporan dan Pos SAR Tual untuk melaksanakan aksi pencarian korban. “Pagi ini kami bersama Pos SAR Tual akan melakukan pencarian seorang nelayan yang hilang di perairan antara Kei Besar dan Kei Kecil,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, Letkol Bakamla Rizal Ufer menjelaskan proses pencarian akan menggunakan unsur Bakamla Catamaran-507 dan unsur Pos SAR Tual. “Area pencarian dilakukan dengan penyisiran disekitar lokasi kejadian di perairan Kei Besar dan Kei Kecil, semoga korban segera ditemukan,” ungkapnya.

 

Personel SPKKL Tual yang terlibat pencarian yakni Letkol Bakamla Rizal Ufer, Kapten Bakamla Helwan Andriansyah, Sdr. Daud Jamlaay dan enam personel dari Pos SAR Tual serta nelayan setempat.

Bahas Perkembangan Covid-19, Pimpinan TNI Polri di NTB Gelar Vicon

Mataram – Komandan Korem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., bersama Kapolda NTB Irjen Pol M. Iqbal dan Kepala Dinas Kesehatan NTB menggelar vidoe conference (Vicon) dengan para Dandim dan Kapolres jajaran Korem 162/WB dan Polda NTB di POLDA NTB, Senin (23/8/2021).

Vicon yang dibuka Kapolda NTB dilanjutkan dengan paparan masing-masing Dandim dan Kapolres tentang kondisi terkini masing-masing wilayah Kabupaten Kota yang menjadi tanggungjawabnya terkait dengan penanganan virus corona baik jumlah terpapar Covid-19, vaksinasi, treasing dan pemanfaatan rumah Isolasi terpadu.

Pada kesempatan tersebut, Danrem 162/WB meminta agar penanganan Covid-19 di masing-masing kabupaten kota di NTB lebih serius dan harus ada peningkatan setiap hari khususnya bagi warga yang terkonfirmasi positif.

“Bagi warga yang terpapar Covid-19 agar ditempatkan secara khusus di rumah isolasi terpadu sehingga minimal bisa membantu memutus rantai penyebaran Covid-19 di daerah,” tegasnya.

Jendral bintang satu juga mendorong Kepala Daerah, Dandim bersama Kapolres untuk memanfaatkan rumah isolasi terpadu dengan menempatkan tenaga kesehatan untuk memantau perkembangan setiap hari warga yang terpapar Covid-19 sehingga memudahkan pengendalian dan pendataan warga yang masih dirawat ataupun yang sudah bisa pulang karena dinyatakan sembuh.

“Apabila data sudah ada dari tenaga kesehatan, para Babinsa dan Babinkamtibmas yang ada ikut membantu dan melaporkan secara prosedural sehingga data yang ada sama antar Pemda, TNI dan Polri,” terangnya.

Selain itu, Jenderal Bintang Satu itu juga meminta Kepala Dinas Kesehatan masing-masing kabupaten kota untuk mendata Posko penanganan Covid-19 di desa ataupun Kelurahan hingga kecamatan untuk di laporkan ke tingkat pusat.

Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB Nuhandini Eka Dewi pada kesempatan tersebut melaporkan bahwa di Provinsi NTB masih mengalami peningkatan baik jumlah terpapar Covid-19, tingkat kesembuhan dan jumlah kematian yang masih tinggi di masing-masing daerah.

Kadinkes NTB juga meminta kepada para Babinsa dan Babinkamtibmas yang ada di lapangan untuk memakai aplikasi BLT sehingga data yang dilaporkan sesuai dengan data di lapangan.

1.500 Orang Ikuti Vaksinasi di Bhayangkara Jember

Jember.Sumbawanews.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Jember bekerja dengan semua pihak termasuk Polres Jember, bahu-membahu menggelar vaksinasi dalam rangka mempercepat penyaluran vaksin menuju kekebalan kelompok (herd immunity). Polres Jember juga menggandeng Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jember dan Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IAA).

Vaksinasi digelar di Gedung Bhayangkara mulai pukul 08:00, Sabtu (21/8/2021) dengan protokol kesehatan yang ketat. Humas Polres Jember, Iptu Brisan Imman lewat Ketua Tim Vaksinator, Aipda Iwan (Paurkes Polres Jember) mengatakan pada hari ini ditargetkan 1.500 orang.

Mengingat jumlahnya banyak, tim vaksinasi telah mengatur sedemikian rupa agar tidak terjadi kerumunan massa. Vaksin yang digunakan adalah merk sinovax dosis 1.

Di bagian lain, Ketua PPNI Jember Asrah Joyo Widono, S.Kep, M.Si, ikut mendampingi kegiatan vaksinasi yang melibatkan anggotanya.

“Dari PPNI Jember kita turunkan dua puluh lima anggota yang ikut membantu tim sebagai Vaksinator saat ini di Bhayangkara,” ucap Asrah saat memantau kegiatan.

Asrah juga menyampaikan, PPNI diminta oleh Paurkes Polres untuk ikut membantu vaksinasi. “Ini bentuk pengabdian PPNI kepada pemerintah dalam hal ini untuk mencapai herd immunity,” tandas mantan Camat Kaliwates itu.

Sementara itu Ketua Ikatan Alumni Universitas Airlangga Surabaya (IAA), dr I Nyoman Semita, Sp. OT, menyampaikan, “Kami fokus kepada kelompok difabel dan kelompok UMKM.”

IAA mendampingi kedua kelompok tersebut dalam vaksinasi kali ini. Kordinator vaksinasi kelompok Difabel, dr Dyah Kusworini, menyampaikan kelompok difabel mendapatkan kuota 25 dosis.

‘Dari Samapta jemput bola dengan menjemput dan mengantarkan teman-teman dalam vaksinasi ini,” kata mantan Kadinkes itu.

Ia melanjutkan, Paurkes Polres bekerja sama dengan PPNI Jember mulai besok akan membuka gerai di wilayah lain untuk mempercepat vaksinasi. (To2)

Pembangunan Dua Puskesmas Alami Deviasi Minus

Sumbawa Besar, sumbawanews.com – Proses pembangunan Puskesmas Alas, saat ini diketahui mengalami Deviasi minus sekitar 8 persen, dan pembangunan puskesmas tarano minus 4 persen. Dan dari pembangunan dua puskesmas tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumbawa belum melakukan pembayaran, karena belum mecapai progress yang ditentukan.

“Kalau kita melihat, dengan kondisi defiasi sekarang yang walaupun minus kecil. Tarano itu 4 persen minusnya. Kalau di alas sekitar 8 persen,” kata Abdul Malik, Sekretaris Dinkes Sumbawa, sekaligus PPK Pembangunan Puskesmas dan Rumdis, di ruang kerjanya Jum`at (20/08).

Atas progress tersebut, kontraktor pelaksana pembangunan kedua puskesmas tersebut diminta untuk menambah pekerja dengan jadual yang jelas. Sehingga nantinya tidak diberlakukan perpanjangan waktu pekerjaan, dan dapat dituntaskan sesuai batas akhir pekerjaan.

“Ini kita minta tambah pekerja dengan schedule yang jelas. Sehingga nantinya, pada akhir tahun ini diharapkan tidak ada perpanjangan waktu pekerjaan. Karena kontraknya desember berakhir. Sehingga bisa selesai, tuntas tepat waktu. Kalau saran kita, dari pada bayar denda perpanjangan waktu, mending tambah bayar tukang lebih banyak,” ucapnya.

Ditegaskan, hal tersebut juga telah ditegaskan dalam pertemuan bersama Asisten II Setda Sumbawa. “Kemarin kita rapat di asisten II untuk bicara progress. Jadi kita minta kepada kontrakor yang melaksanakan pekerjaan puskesmas alas dan tarano itu untuk menambah pekerja. Dengan jadual yang sudah ditentukan,” tuturnya.
Diketahui, dua unit Puskesmas tersebut masing-masing menggunakan anggaran sebesar Rp 8 Miliar, dari DAK Kementerian Kesehatan.

Pembangunan 4 Rumdis

Diungkapkan, selain pembangunan dua puskesmas, tahun ini juga dibangun 4 unit rumah dinas (Rumdis). Yakni Rumah Dinas Puskesmas Tarano, Rumah Dinas Puskesmas Labangka, Rumah Dinas Puskesmas Lopok dan Rumah Dinas Puskesmas Lantung.

“Untuk rumah dinasnya, alhamdulillah progresnya cukup bagus. Dan sekarang pada proses termen pertama. Kalau rumah dinas sekarang yang proses termen satu itu, rumah dinas labangka sama lopok. Sementara untuk puskesmasnya sekarang belum bisa kita bayar termen pertama, karena progress belum mencapai 25 persen,” jelasnya.

Diungkapkan, berdasarkan kesepakatan, dalam proses pengerjaan Rumdis Puskesmas tidak diberikan uang muka. Serta pembayaran termen pertama sebesar 20 persen dari total anggaran, pada saat progress pembangunan mencapai 25 persen.

“Jadi termen pertama itu, 25 persen fisik dan 20 persen (pencairan) keuangan. Karena semuanya, baik puskesmas maupun rumah dinas, tidak ada yang diberikan uang muka. Bekerja dulu, baru dibayar. Kami sadari, kalau kegiatan-kegiatan itu, kalau di rumah dinas tidak ada masalah yang mencuat. Tapi dipembangunan dua puskesmas ini, ada. Pembangunan puskesmas tarano, kemarin dipersoalkan masalah batu yang digunakan,” jelasnya.

Diketahui, pembangunan Rumah Dinas Puskesmas Tarano, Rumah Dinas Puskesmas Labangka, Rumah Dinas Puskesmas Lopok dan Rumah Dinas Puskesmas Lantung, Masing-masing menggunakan anggarannya sebesar Rp 500 juta bersumber dari DAK Kementerian Kesehatan. (Using)

 

Dinkes Sumbawa Ajak Seluruh Pihak Awasi Pembangunan Dua Puskesmas

Sumbawa Besar, sumbawanews.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumbawa, mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama melakukan pengawasan terhadap pembangunan dua puskesmas yang tengah dilakukan saat ini. Dua Puskesmas tersebut tahun ini dibangun bersama dengan 4 unit Rumah Dinas (Rumdis) menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Kesehatan.

“Mari kita awasi bersama, pembangunan kedua puskesmas. Agar selesai tepat waktu, pelayanan bisa optimal,” kata Abdul Malik, Sekretaris Dinkes Sumbawa, sekaligus PPK Pembangunan Puskesmas dan Rumdis, di ruang kerjanya Jum`at (20/08).

Dijelaskan, selama proses pembangunan, pelayanan di dua puskesmas tersebut tidak optimal. Sebab, fisik Puskesmas Alas dibongkar total, dan puskesmas Tarano di bongkar sebagian. “Bayangkan pelayanan puskesmas kita di alas itu. Di depan kantor camat. Karena puskesmasnya di bongkar total. Itu sekarang tidak standart pelayanan. Kalau di tarano, pelayanan dipindahkan ke rawat inap yang ada dibelakang,” jelasnya.

Disebutkan, selama proses pembangunan dua puskesmas tersebut, terdapat beberapa kendala. Seperti perbedaan spesifikasi bahan, di Puskesmas Alas. “Disatu sisi, kontraktor melihat ada detail gambar potogan, dan detailnya. Memang kita akui, dari persepsi itu, terpasang besi 13 (mm). Tapi begitu kita dapat informasi, PPK langsung rapat direksi. Saya rapat di lapangan, dengan meminta penjelasan kontraktor pelaksana sama konsultan pengawas, dan konsultan perencana. Akhirnya, endingnya saya minta untuk dibongkar. Besi yang terpasang 13 (mm) itu baru terpasang sekitar 27 meter, belum di cor. Diganti dengan yang 16 (mm),” jelasnya.

Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada DPRD Sumbawa yang telah meninjau langsung pembangunan Puskesmas Alas. Kemudian dilakukan perbaikan karena ditemukan ada bagian pembangunan yang tidak sesuai spesifikasi.

“Tetapi semua elemen kita, ya dari DPRD, Dikes, Pemda, Kecamatan, sudah kita turun bersama. disitu ada kondisi salah persepsi, melihat gambar yang ada. Saya terima kasih, itu hanya perbedaan persepsi dengan melihat gambar. Begitu juga dengan teman-teman DPRD, saya juga terima kasih karena telah ikut melakukan pengawasan. Yang sudah melihat kondisi saat teman-teman DPRD turun, sudah diganti. Dan semua menyaksikan itu,” jelasnya.

Sedangkan di Puskesmas Tarano, terdapat masukan dari berbagai pihak terkait penggunaan bahan kemudian dilakukan uji laboratorium. “Untuk batu itu, kita sudah lakukan uji laboratorium. Begitu juga untuk beton, kita juga sudah lakukan uji laboratorium. Dan dari hasil laboratoriumnya, baik batu maupun beton dan material yang dipersoalkan, justru memenuhi syarat semua. Dan kendati demikian, batu yang dipersoalkan di puskesmas tarano itu kita sudah bongkar. Ya karena kita tidak mau berpolemik dengan kondisi itu, yang walaupun hasil laboratorium memang layak,” ujarnya.

Ia menegaskan, kritikan yang disampaikan oleh masyarakat dan pihak lainnya merupakan bagian dari pengawasan. “Tapi saya selaku PPK, tidak alergi menerima kritikan itu. Karena merupakan bagian dari pengawasan masyarakat. justru teman-teman LSM itu, membantu PPK untuk melakukan pengawasan,” tuturnya. (Using)

Level PPKM Sejumlah Daerah Diturunkan Mulai 24 Hingga 30 Agustus

Jakarta, sumbawanews.com – Presiden Joko Widodo memutuskan untuk menurunkan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di sejumlah daerah pada tanggal 24 Agustus 2021 hingga 30 Agustus 2021. Keputusan tersebut dibuat berdasarkan berbagai pertimbangan, utamanya indikator-indikator penanganan pandemi Covid-19 yang mulai membaik.

Menurut Presiden, saat ini kasus konfirmasi positif Covid-19 di Indonesia telah mengalami penurunan sebesar 78 persen jika dibandingkan saat puncak kasus pada 15 Juli 2021 lalu. Angka kesembuhan juga konsisten lebih tinggi daripada angka konfirmasi positif yang membuat angka keterisian tempat tidur atau _bed occupancy rate_ (BOR) nasional berada di angka 33 persen.

“Untuk itu, pemerintah memutuskan mulai tanggal 24 Agustus 2021 hingga 30 Agustus 2021 beberapa daerah bisa diturunkan levelnya dari level 4 ke level 3,” ujar Presiden Joko Widodo, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (23/08).

Presiden mengatakan, sejumlah daerah di Indonesia telah menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Misalnya di Pulau Jawa-Bali, penerapan PPKM level 4 dari sebelumnya 67 kabupaten/kota berkurang menjadi 51 kabupaten/kota, level 3 dari 59 kabupaten/kota menjadi 67 kabupaten/kota, dan level 2 dari 2 kabupaten/kota menjadi 10 kabupaten/kota.

“Untuk Pulau Jawa-Bali, wilayah aglomerasi Jabodetabek, Bandung Raya, Surabaya Raya, dan beberapa wilayah kabupaten/kota lainnya sudah bisa berada pada level 3 mulai tanggal 24 Agustus 2021,” lanjutnya.

Sedangkan wilayah di luar Pulau Jawa-Bali, Presiden mengingatkan untuk tetap waspada meskipun telah menunjukkan perkembangan yang baik pula. “Level 4 dari 11 provinsi menjadi 7 provinsi, level 4 dari 132 kabupaten/kota menjadi 104 kabupaten/kota, level 3 dari 215 kabupaten/kota menjadi 234 kabupaten/kota, dan level 2 dari 39 kabupaten/kota menjadi 48 kabupaten/kota,” tambahnya.

Disebutkan, Pemerintah tetap mempertimbangkan untuk melakukan penyesuaian secara bertahap atas beberapa pembatasan kegiatan masyarakat. Antara lain, Tempat ibadah diperbolehkan dibuka untuk kegiatan ibadah maksimal 25 persen kapasitas atau maksimal 30 orang, dan Restoran diperbolehkan makan di tempat dengan maksimal 25 persen kapasitas, 2 orang per meja dan pembatasan jam operasional hingga pukul 20.00 (waktu setempat).

Kemudian, Pusat perbelanjaan atau mal diperbolehkan buka sampai dengan pukul 20.00 (waktu setempat) dengan maksimal 50 persen kapasitas, dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat yang diatur lebih lanjut oleh pemerintah daerah. Serta, Industri orientasi ekspor dan penunjangnya dapat beroperasi 100 persen. Namun apabila terjadi klaster baru Covid-19, maka akan ditutup selama 5 hari.

“Penyesuaian atas beberapa pembatasan kegiatan masyarakat ini dibarengi dengan protokol kesehatan yang ketat dan penggunaan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat masuk,” imbuhnya.

Terkait vaksinasi, Presiden meminta Menteri Kesehatan, untuk terus meningkatkan cakupan vaksinasi agar akhir bulan Agustus tercapai penyuntikkan lebih dari 100 juta dosis vaksin. “Dalam beberapa hari terakhir, saya melihat cakupan vaksinasi terus meningkat dan saat ini 90,59 juta dosis vaksin sudah disuntikkan,” ungkapnya.

Di samping itu, keterlibatan TNI-Polri dalam melakukan penelusuran turut berkontribusi terhadap peningkatan rasio kontak erat. Pada 20 Agustus 2021, rasio kontak erat mencapai 6,5 jauh meningkat dibandingkan pada 31 Juli 2021 yang berada pada posisi 1,9.

Kepala Negara mengingatkan, perbaikan situasi Covid-19 saat ini tetap harus disikapi dengan hati-hati dan penuh kewaspadaan. Pembukaan kembali aktivitas masyarakat tetap harus dilakukan tahap demi tahap seiring dengan peningkatan protokol kesehatan, pemeriksaan, pelacakan, dan cakupan vaksinasi yang lebih luas.

“Hal-hal tersebut perlu dilakukan agar pembukaan kembali aktivitas masyarakat tidak berdampak kepada peningkatan kasus,” ucap presiden mengakhiri. (Setpres/using)

Apresiasi Danseskoau Kepada Nakes dan Panitia, Semangat Melayani Masyarakat

(Lembang). Serbuan vaksinasi di Seskoau sudah memasuki hari ketiga yang menyasar masyarakat umum serta pelaku ekonomi kreatif (Parekraf), dimana dua hari sebelumnya telah tercatat sebanyak 5380 orang telah tervaksin. Jumlah masyarakat yang mendapatkan vaksin melampaui target yang ditetapkan dan menjadi pencapaian luar biasa.

 

Hasil ini merupakan kolaborasi Kemenparekraf RI, Kemenkes RI, Seskoau, Pemprov Jawa Barat, Pemkab Bandung Barat, Danone, dan Homecare 24 dengan melibatkan 71 tenaga kesehatan yang terdiri dari 65 perawat dan 6 dokter setiap harinya serta dibantu kurang lebih 150 orang dalam kepanitiaan.

 

Hal tersebut diapresiasi Danseskoau Marsda TNI Samsul Rizal, S.I.P., M.Tr (Han)., saat meninjau pelaksanaan serbuan vaksinasi di GOR Widya Dirgantara, Seskoau, Lembang, Bandung, Senin (23/08/2021).

 

“Semangat Tenaga Kesehatan (Nakes), panitia penyelenggara, dan seluruh pihak terkait patut diapresiasi atas peran dan dedikasinya yang luar biasa dalam melayani masyarakat,” ujarnya.

 

Menurutnya peran dan keterlibatan seluruh pihak dengan koordinasi, komunikasi yang baik, serta didasari semangat menjadi kunci utama dalam melayani masyarakat dan membantu kelancaran serbuan vaksinasi sehingga dapat mendukung program percepatan vaksinasi guna mewujudkan herd immunity.

 

“Tetap jaga kesehatan dengan menjaga asupan nutrisi dan vitamin yang baik, tidak lupa untuk menerapkan protokol kesehatan dimanapun berada. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih,” ujarnya.

 

Rencananya serbuan vaksinasi ini akan digelar hingga tanggal 25 Agustus mendatang, dengan target 10.000 orang mendapatkan vaksin Covid-19. (Pen Seskoau)

Pansus DPRD Kota Mataram Perdalam Penyusunan Ranperda RPJMD ke DPRD Kabupaten Sumbawa

Sumbawa Besar, sumbawanews.com – Pimpinan dan Anggota Pansus DPRD Kota Mataram yang membahas ranperda tentang RPJMD kota Mataram tahun 2021-2026, melakukan kunjungan Studi Banding ke kantor DPRD Kabupaten Sumbawa Senin (23/8). Rombongan diterima oleh Wakil Ketua DPRD Sumbawa Syamsul Fikri AR SAg, MSi, di ruang Rapat Pimpinan bersama Ketua Pansus RPJMD DPRD Sumbawa, Ahmadul Kosasi SH dan Anggota Anggota diantara Muhammad Yamin SE,.MSi, Adizul Syahabuddin SP.MSi, Sri Wahyuni SAP, Edy Syaripudin, Hamzah Abdullah, dan Muhammad Faesal SAP serta Sekretaris Dewan H Amri S.Sos.M.Si. . Bersama Kabag Fasilitasi i Made Patrya SAP.

Dalam Sambutannya Ketua Pansus DPRD kota Mataram Drs. H. Muhammad Zaini mengatakan, maksud studi banding ke DPRD Sumbawa adalah untuk memperkaya pemahaman dan pengalaman dalam penyusunan Ranperda RPJMD. “Kami melihat bahwa Kabupaten Sumbawa sudah duluan membahas ranperda RPJMD nya, sementara kami baru Kamis Lusa memparipurnakannya demikian pula terkait dengan penyusunan KUA PPASnya Sumbawa juga telah selesai, sementara kami belum,” Ujarnya.

Di tempat yang sama, Mukkhtar SH., Anggota Pansus DPRD Kota Mataram mengungkaplan, rombongan bermaksud belajar apa saja rambu rambu atau regulasi dalam penyusunan RPJMD. “Sebelumnya kami telah mengunjungi Kabupaten Lombok Barat. kami ingin ada informasi lebih banyak sehingga kegagalan dalam merencanakan bisa dihindarkan.kami ngat dahulu ketika kami ingin membangun kantor baru belum bisa dilakukan karena belum ada dalam RPJMD sebelumnya. Sehingga hal ini menjadi attensi kami untuk belajar bagaimana cara memasukkan usulan terlebih dengan sistem baru sekarang,” ucapnya.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Syamsul Fikri AR SAg MSi menyambut gembira kedatangan Rombongan dari DPRD Kota Mataram. Kemudian memperkenalkan anggota Pansus DPRD Kabupaten Sumbawa.

Ketua Pansus Ahmadul Kosasi SH menjelaskan RPJMD Kabupaten Sumbawa telah dibahas bersama Bappeda. “Terimakasih kepada Wakil ketua atas kesempatan yang diberikan. Atas kedatangan Rombongan dari DPRD Kota Mataram Kami sampaikan terimakasih dan terkait dengan RPJMD kami telah melakukan pembahasan bersama dengan Bappeda dan Tim penyusunnya, dan insya Allah Esok Rabu di paripurnakan. Beber Ahmdul

Dikatakan, RPJMD memuat rencana Pemerintahan Daerah selama 5 tahun, yang berisi penjabaran visi-misi dan program Kepala Daerah. juga berdasarkan masukan dari masyarakat dimana dalam penyusunannya melalui mekanisme uji dan konsultasi publik.
“Secara umum dokumen RPJMD harus singkron dengan Rencana Pembangunan jangka Panjang (RPJP), RPJMD Provinsi NTB, dan RPJMN, dan penting juga selaras dengan dokumen perencanaan lainnya RTRW, kajian lingkungan hidup strategis, Agenda dan sasaran pembangunan Nasional 2020-2024, Visi misi Bupati dan wakil Bupati terpilih diuraikan semuanya secara jelas,” Tuturnya.

Sedangkan Kasubag Perencanaan Bappeda Dwi Rahayu ST.MT. menambahkan, untuk penyusunan RPJMD berpedoman pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (PMDN) No 17 Tahun 2201. Sehingga Kabupaten Sumbawa telah dapat menyusun dan melaksanakan Pembahasan KUA PPAS APBD tahun anggaran 2022. Meskipun demikian rinciannya akan disesuaikan pada pembahasan APBDnya.

“Terkait dengan usulan dari DPRD sekarang telah diatur secara detail terjadwal dan sistematis dalam aplikasi Sistem informasi Pemerintahan Daerah, sehingga usulan melalui pintu Pokok Pikiran DPRD lebih dahulu di Asistensi,” ucapnya.

Aminuddin, Kabid Perencanaan Bappeda menjelaskan, Dalam hal ada yang belum terakomodir biasanya karena usulan tidak di ceklist atau ditindak di sistem namun data base usulan sudah ada. “Kita lakukan penyesuaian saat pembahasan APBD. Yang penting masuk dulu semua usulannya. Plafon anggaran dibahas kemudian sesuai dengan kemampuan keuangan daerah,” katanya.

Diakhir pertemuan Kedua lembaga melakukan penyerahan cinderamata sebagai kenang-kenangan dan tali asih untuk kerjasama yang lebih intensif di masa yang akan datang bagi kemajuan daerah

Adapun Anggota Pansus DPRD Kota Mataram adalah Drs. H Muhammad Zaini Sebagai Ketua, |Rino Rinaldi SH sebagai Wakil Ketua dan anggota anggota sebagai berikut : Abdul Malik.S.Sso,|H Ibrahim Azhar MZ| H Muhtar SH| Herman A.Md | Nyatu Ernawati, SH| I Wayan Wardana SH| Hj Istiningsih SAg| Ismul Hidayat SIP| I Gusti Bagus Hari Sudana Putra, SE| Ahmad Azhari Gufron, SSi | Ir I Nengah Sugiartha | Mita Dian Listiawati, A.Md Keb dan Sang Ketut deresta SH. (Ruf)

Peduli Terhadap Lingkungan, Satgas Pamrahwan Yonif RK 751/VJS Laksanakan Kerja Bakti Di Lokasi Wisata Air Terjun Walesi

(Jayawijaya-Papua). Sebanyak 9 anggota Pos Kotis Satgas Pamrahwan Yonif RK 751/VJS yang dipimpin oleh Pasiter Satgas Letda Inf. A. Sirait melaksanakan kerja bakti dengan mengumpulkan sampah organik maupun non organik yang berada di lokasi Wisata Air Terjun di Distrik Walesi, Kab. Jayawijaya, Papua, Senin (23/08/2021).

 

Kerja bakti yang dilakukan anggota Pos Kotis Walesi tersebut merupakan salah satu wujud nyata kepedulian Satgas Pamrahwan Yonif RK 751/VJS  terhadap lingkungan, khususnya tempat wisata air terjun agar tetap selalu terjaga dalam kebersihan dan keasriannya.

 

Kegiatan kerja bakti yang dilaksanakan ini mendapat apresiasi dari H. Abu Hanifa (38 th) sebagai pemilik Hak Ulayat sekaligus penanggung jawab lokasi wisata. “Terima kasih kepada bapak bapak tentara dari Pos Kotis Walesi yang telah bersedia membantu untuk membersihkan sampah-sampah yang berada di lokasi wisata air terjun ini,” ucapnya.

 

Di tempat terpisah, Dansatgas Pamrahwan Yonif RK 751/VJS Letkol Inf Dedy Dwi Cahyadi, S.I.P. menyampaikan bahwa selain melaksanakan tugas pokok menjaga keamanan yang di anggap rawan di wilayah Kabupaten Jayawijaya, Satgas juga peduli terhadap lingkungan dimana bertugas. “Kerja bakti yang dilakukan oleh anggota Pos Kotis Walesi ini merupakan bentuk kepedulian dari anggota pos kepada warga sekitar,” ujarnya.

 

“Kegiatan  kerja bakti ini adalah bentuk kepedulian anggota satgas terhadap lingkungan dimana kami bertugas, harapannya apabila lokasi wisata terlihat bersih dan asri nantinya akan menambah ketertarikan pengunjung,” jelasnya.

 

Dansatgas juga menyampaikan bahwa Satgas Yonif RK 751/VJS tidak ada henti-henti untuk selalu memberikan kontribusi terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. (Pen Satgas Yonif RK 751/VJS)

 

Berita Terkini

Seluruh Kabinet Guinea Ekuatorial Mundur

Sumbawanews.com,- Ciudad de la Paz — Dalam langkah tak biasa yang jarang terjadi di negara otoriter, seluruh kabinet Guinea Ekuatorial mengundurkan diri secara massal...

Garmin Vivoactive 6 Jadi Pilihan Terbaik untuk Pelatih Serius

Sumbawanews.com,- Di tengah maraknya perangkat pelacak kebugaran, Garmin Vivoactive 6 muncul sebagai pilihan paling seimbang antara akurasi, fitur kesehatan mendalam, dan kebebasan dari langganan...

Roy Suryo dan Dr. Tifa Diserahkan ke Kejaksaan DKI

Sumbawanews.com,- Polda Metro Jaya telah menyerahkan Roy Suryo dan dr. Tifauziah Tyassuma (dr. Tifa) kepada Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta dalam proses pelimpahan tahap II...

Buron Narkoba Ditangkap di Malaysia Usai Berpindah-Pindah di Thailand

Sumbawanews.com,- Jakarta – Frans Antony, kaki tangan gembong narkoba Fredy Pratama, ditangkap di Kuala Lumpur, Malaysia, setelah bersembunyi selama tiga tahun dengan berpindah-pindah lokasi...

Berita Utama