Home Blog Page 2413

Panglima TNI : Pengabdian Dharma Pertiwi Tidak Pernah Putus Bagi Pembangunan Nasional

Sumbawanews. Com, – Sebagai organisasi kewanitaan, pengabdian Dharma Pertiwi sejak awal berdirinya tidak pernah putus, seiring dengan perjalanan sejarah masyarakat bangsa dan negara Indonesia. Dharma Pertiwi memberikan sumbangsihnya bagi pembangunan nasional.

Demikian sambutan tertulis Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P yang dibacakan oleh Kasau Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P. pada penutupan Gebyar Karya Pertiwi Tahun 2021, bertempat di Museum Satria Mandala, Pusjarah TNI, Jalan Gatot Soebroto 14, Jakarta Selatan, Jumat (5/11/2021) malam.

Panglima TNI mengatakan di tengah globalisasi saat ini, merupakan sebuah tantangan tersendiri untuk melestarikan seni dan budaya nusantara. Memperkenalkan kekayaan bangsa tersebut kepada generasi muda dan bahkan masyarakat dunia adalah salah satu upayanya yang juga cukup menantang. Ditambah lagi dengan mengkombinasikan upaya tersebut dengan pengembangan dan pembangunan UMKM.

Menurut Panglima TNI, masyarakat internasional sesungguhnya melihat kekayaan budaya nusantara sebagai sebuah keajaiban dunia. Sebuah mahakarya yang sarat dengan nilai-nilai luhur, keindahan, dan bahkan cerita di balik setiap goresan warna, nada, rasa dan bentuk yang ada.

“Bila dunia menghargai budaya nusantara, tentulah kita sebagai pemiliknya merasakan lebih dari itu. Menjadi tanggung jawab kita semua untuk mengabadikan warisan bangsa kepada generasi-generasi selanjutnya,” tegasnya.

Panglima TNI menjelaskan, membangun UMKM tidak mudah. Walaupun pasar digital saat ini terbuka sangat luas, masyarakat selaku konsumen memiliki opsi yang juga jauh lebih beragam dibandingkan dengan pasar konvensional. Dengan demikian pengusaha UMKM yang terjun dan bersaing di pasar online harus dapat memiliki keunggulan ataupun keunikan yang membedakan dari vendor-vendor lainnya. Pengusaha-pengusaha UMKM yang telah berhasil dan bahkan merambah pasar internasional telah membuktikan hal tersebut.

Yang menjadi pondasi kekuatan sebuah UMKM di pasar digital adalah kualitas dan kepastian produk, kemudahan akses yang interaktif, responsif dan menarik, jaminan layanan, serta keamanan transaksi. Perlu diingat pula bahwa pasar digital sangat fleksibel dan menuntut kreatifitas yang sangat tinggi. “Sebagai sebuah platform penjualan online, saya berharap LaDaRa yang dikemas oleh keluarga besar TNI dapat memenuhi itu semua,” ujar Panglima TNI.

“Semoga upaya-upaya kita semua, upaya-upaya seperti Gebyar Karya Pertiwi dan LaDaRa, dengan ide-ide dan gagasan yang lebih meriah dan menarik dapat terus berkembang. Semoga pula Dharma Pertiwi dapat menangkap peluang dan mengembangkan kreatifitas yang produktif dalam pengabdiannya di masa mendatang,” harap Panglima TNI.

Dengan telah berakhirnya acara Gebyar Karya Pertiwi tahun 2021 ini, kita berharap semoga dapat memberikan manfaat bagi kita semua dan masyarakat luas.

“Saya ucapkan terima kasih dan penghargaan yang tulus kepada pengurus dan anggota Dharma Pertiwi, serta seluruh pihak yang telah mencurahkan segenap pikiran, dedikasi, tenaga dan perhatiannya demi suksesnya program ini,” pungkasnya.

Hadir pada acara tersebut diantaranya Wakasad, Aspers Kasal, Ketum Dharma Pertiwi Ny. Nanny Hadi Tjahjanto, Ketum Persit Kartika Chandra Kirana Ny. Hetty Andika Perkasa, Ketum Jalasenastri Ny. Vero Yudo Margono, Ketum PIA Ardya Garini Ny. Inong Fadjar Prasetyo, Ketum Dharma Pertiwi Dari Masa Ke Masa, Ketua Bidang Pendanaan Dekranas, Ketua Bidang Manajemen Usaha Dekranas dan Pengurus Dharma Pertiwi Pusat serta LaDara.

Panglima TNI : Kemajuan Iptek Merubah Pola Kehidupan dan Menuntut Revolution In Military Affairs

Sumbawanews. Com, – Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah merubah pola kehidupan umat manusia dan mengantar dunia militer kedalam sebuah revolusi yang menuntut moderenisasi Alutsista dan kesiapan Sumber Daya Manusia atau Revolution In Military Affairs agar mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan strategis dan siap menghadapi berbagai jenis ancaman yang muncul seiring dengan kemajuan yang terjadi.
Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. dalam amanatnya yang dibacakan oleh Aslog Panglima TNI Marsda TNI Sujatmiko G.S., M.Sc. pada acara Ground Breaking Pembangunan System Interoperability Kodal TNI, bertempat di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (5/11/2021).
Menurut Panglima TNI bahwa pada saat ini dunia kemiliteran telah secara massif menerapkan dan memanfaatkan berbagai jenis teknologi mutahir, baik untuk meningkatkan kemampuan tempur dan gempur Alutsista maupun kemampuan Kodal dan sharing informasi operasi melalui teknologi informasi komunikasi yang bertujuan untuk memperoleh keunggulan informasi yang menjadi penopang utama keberhasilan setiap operasi militer.
“Berdasarkan latar belakang tersebut, salah satu kebijakan yang saya masukan sebagai program prioritas adalah Pengembangan Sistem Operasi Tri Matra berbasis Network Centric Warfare, C4ISR dan Cyber,” ujarnya.
Network Centric Warfare adalah suatu doktrin operasi militer peperangan dalam jaringan yang mengutamakan keunggulan penyebaran informasi yang cepat dan akurat kepada seluruh satuan operasional baik darat, laut dan udara dalam operasi gabungan maupun operasi mandiri.
“Dengan keunggulan tersebut maka kewaspadaan situasi atau situasional awareness dan sinkronisasi operasi akan meningkatkan interoperability penyebaran informasi operasi antar satuan dan Alutsista TNI dalam pertempuran,” tegas Panglima TNI.
Panglima TNI menjelaskan bahwa pada hakekatnya kekuatan TNI menganut sistem Operasi Tri Matra terpadu atau operasi gabungan, dimana kebutuhan integrasi antar seluruh elemen TNI menjadi suatu keniscayaan yang tidak dapat dihindari, sehingga upaya untuk meningkatkan System Interoperability Kodal TNI harus dipahami dan didukung oleh setiap Angkatan/Matra.
“Perlu kita ketahui bahwa pembangunan System Interoperability bukan pekerjaan instan dan mudah karena akan melibatkan berbagai sensor dan senjata yang berbeda-beda untuk diintegrasikan melalui Indonesia Nasional Data Link sebagai aplikasi inti dari program System Interoperability Kodal TNI,” ujar Panglima TNI.
Walaupun program ini sudah dicanangkan sejak tahun 2018 namun baru dapat diimplementasikan di tahun 2020, karena mekanisme administrasi dan anggaran yang cukup panjang. “Kita semua berharap agar program ini dapat segera terwujud dalam meningkatkan kemampuan TNI, khususnya terkaiat C4ISR dapat segera sejajar dengan Angkatan Bersenjata negara maju,” kata Panglima TNI.
Panglima TNI mengharapkan agar cara ini tidak hanya dilihat sebagai seremonial semata, melainkan harus dapat dimaknai menjadi inisiasi semangat kepada segenap perencana, pelaksana hingga para mitra pendukung pembangunan kekuatan TNI untuk bersama-sama dapat mengawal untuk mewujudkan program ini dengan sebaik-baiknya selama proses pembangunannya.

Menko Polhukam Ingatkan Suhu Politik Meningkat Jelang 2024

Jakarta, sumbawanews.com – Kepala Staf Angkatan Darat, Jend TNI Andika Perkasa menyambut kedatangan Menko Polhukam Moh. Mahfud MD di Markas Besar Angkatan Darat, Jakarta Pusat, Kamis (4/11). Kedatangan Menko polhukam untuk memenuhi undangan Jenderal Andika yang Rabu sebelumnya, namanya diumumkan sebagai calon tunggal Panglima TNI, untuk memberi pembekalan pada acara Apel Danrem dan Dandim se-Indonesia, tentang perkembangan situasi terkini bidang politik, hukum, dan keamanan.

Dalam kunjungannya, Menko Polhukam menyampaikan tribute atas kinerja TNI dalam melaksanakan pesan sejarah dan amanat konstitusi serta membantu pemerintah dalam penanganan Covid-19. “Saya menyampaikan tribute kepada Kepala Staf TNI Angkatan Darat dan Seluruh Prajurit TNI dimanapun saudara bertugas. Secara umum TNI sudah melaksanakan tugas sesuai dengan pesan sejarah dan amanat konstitusi, termasuk membantu penanganan Covid-19. Maka dari itu, kebijakan Pemerintah berjalan efektif dan saat ini memasuki Level 1 dan 5 besar terbaik dari 215 negara,” ucap Mengko Polhukam.

Menko Polhukam juga menyampaikan apresiasi kepada TNI yang telah mendukung suksesnya pelaksanaan PON XX dan Peparnas XVI. serta responsif dalam penanganan kasus HAM yang dilakukan oleh Kemenko Polhukam.

Dalam kesempatan ini juga, Menko Polhukam menjelaskan langkah pemerintah dalam melakukan pendekatan kesejahteraan, pendekatan damai, tanpa kekerasan dan tanpa senjata di Papua. “Kebijakan ini, dalam tataran teknisnya antara lain afirmasi berupa Dana Otonomi Khusus, hingga afirmasi di bidang politik dan pendidikan,” jelasnya.

Terkait kebijakan penanganan terhadap kelompok separatis secara politik dilakukan dengan dialog. Secara klandestin dilakukan operasi politik, operasi intelijen dan operasi teritorial.

“Terkait kelompok kriminal yang bersenjata maka dilakukan penegakan hukum dengan menggunakan UU No 5 Thn 2018 ttg Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme,” tegas Mahfud MD.

Disebutkan, indakan terorisme dikaitkan dengan nama kelompok dan nama pemimpin, seperti Egianus Kagoya, Lekagak Telenggen, Militer Murib, Germanius Elobo, Sabinus Waker. Dan tidak dikaitan dengan nama Papua.

Menko Polhukam mengingatkan agar TNI tetap menjaga netralitasnya ditengah   memanasnya suhu politik menjelang tahun 2024 termasuk pemilu dan pelaksanaan KTT G20. “Suhu politik menjelang 2024 didahului Keketuaan Indonesia di G20 dan penyelenggaraan KTT G20 yg kegiatannya mulai akhir tahun ini yakni Desember 2021 hingga pelaksanaan KTT nanti di penghujung tahun 2022, agar benar-benar diantisipasi kerawanan politik & keamanan,” ucapnya. (Using)

Kemensos Terjunkan Sepuluh Mahasiswa ke Sumbawa

Sumbawa Besar, sumbawanews.com – Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Program pejuang muda, menerjunkan sepuluh mahasiswa-mahasiswi dari berbagai universitas di Indonesia ke Kabupaten Sumbawa. Program tersebut sekaligus sebagai laboratorium sosial bagi para mahasiswa mengaplikasikan ilmu dan pengetahuan yang diperoleh di kampus, untuk memberi dampak sosial secara konkret.

“Melalui Program ini, mahasiswa akan ditantang untuk belajar dari warga sekaligus berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah, pemuka masyarakat, tokoh agama setempat serta seluruh stakeholder penggerak sosial di daerah,” kata Tasya Falihatul Nada Al Ghani, salah seorang atau perwakilan dari Pejuang Muda, Jum’at (05/11).

Para mahasiswa datang dari seluruh Indonesia dengan latar belakang pendidikan yang berbeda. Namun memiliki satu tujuan yang sama di Kabupaten Sumbawa, hingga 24 Desember 2021.

“Para mahasiswa membawa misi yaitu untuk terjun langsung ke daerah yang membutuhkan bantuan. memetakan permasalahan dan berkolaborasi dengan Kementerian Sosial, Dinas Sosial serta para Stake Holders yang terlibat untuk merancang dan mengeksekusi program yang relevan untuk daerah tersebut,” jelasnya.

Diungkapkan, di Kabupaten Sumbawa mahasiswa bersama Dinas Sosial Kabupaten sumbawa, berkoordinasi untuk membicarakan teknis dalam rangka memverifikasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Dan juga berkoordinasi program yang akan dirancang untuk membawa perubahan dan juga dampak nyata bagi warga Kabupaten Sumbawa.

Selain itu para Pejuang Muda juga ikut membantu melaksanakan beberapa kegiatan bersama Dinsos Sumbawa. Termasuk bersama Gubernur NTB membantu menyalurkan bantuan bagi korban terdampak bencana kebakaran.

“Juga berkoordinasi bersama Bupati Sumbawa terkait verifikasi DTKS dan juga perancangan program,” ucapnya.

Ia mengakui, selama di Sumbawa mahasiswa banyak menemukan ketimpangan sosial, termasuk ketidak sesuaian antara indikator layak menerima bantuan sosial dan kondisi lapangan.

“Ada masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada penerimaan bantuan dari pemerintah. Mahasiswa menemukan beberapa KPM yang dirasa cukup mampu namun mendapatkan bantuan, dan sebaliknya,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Mirajuddin, Kabid Linjamsos mengapresiasi kehadiran mahasiswa program Pejuang Muda Kemensos RI. “Kami berharap terutama Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa dan Dinas Sosial adek adek bisa membantu kami dalam memverifikasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial termasuk melakukan pemetaan terhadap potensi untuk dijadikan usulan dalam program penanganan fakir miskin. Dan satu lagi Data Terpadu kita belum maksimal untuk melakukan verifikasi sehingga dengan kehadiran adek adek mahasiswa bisa membantu kami,” kata Mirajuddin.

Diketahui, Sepuluh mahasiswa Pejuang Muda tersebut, tiga orang berasal dari Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung. Seorang masing-masing dari Institut Teknologi Sumatera, Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta, STIKES AKBIDYO Yogyakarta, dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Serta Dua orang dari Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Pasuruan. (Using)

Desa Akan Verifikasi Data Penerima Bansos Kemensos

Sumbawa Besar, sumbawanews.com – Pemerintah Desa akan melakukan verifikasi atau pemutakhiran data penerima bantuan sosial di masing-masing desa. kemudian dilaporkan ke Dinas Sosial untuk dilakukan input data ke Kementerian Sosial.

“Desa akan melakukan pemutakhiran data yang dari Kemensos, untuk verifikasi oleh desa. mana yang sudah ada, mana meninggal, mana yang sudah mampu dan tidak boleh lagi dapat bantuan. Nah ini kewenangan desa,” kata Varian Bintoro, Asisten I Setda Sumbawa, usai pertemuan di Kantor Bupati Sumbawa, Jum`at (05/11).

Diungkapkan, pola input data yang dilakukan, nantinya akan berubah dari pola sebelumnya, dimana seluruh desa malui operator, masing-masing menginput data penerima bansos. Sehingga data yang muncul disistem atau aplikasi, merupakan data per kabupaten.

“Kalau dulu langsung system aplikasi. Sekarang untuk tingkat daerah, dia bisa system offline. Perubahan-perubahan data dari desa menggunakan excel, nanti dinas sosial yang akan melakukan secara onlinenya. Biar tidak semua orang sekaligus mengirim data. Jadi per kabupaten dia munculnya. Ini langkah mengenai data yang sudah diusulkan perubahan tapi tidak berubah juga di TKS itu,” jelasnya.

Sedangkan pencairan di perbankan tetap mengacu pada data yang muncul di system, namun dengan beberapa penyesuaian. Namun bila masyarakat yang tidak layak menerima bantuan masih muncul, maka pencairan untuk yang bersangkutan diblokir.

“Makanya dibuat ahli warisnya. Karena ini penerima PKH dan bantuan sosial lainnya, ahli waris boleh menerima. Selama dia jelas. Artinya tercantum di KK. Kecuali misalnya si A sudah meninggal, tapi dia tidak punya ahli waris, tidak punya tanggungan. Maka berhenti disitu. Itu yang diblok, kalau namanya masih muncul. Sambil pembaruan ini tetap diusulkan,” tegasnya.

Ia menyampaikan, Bupati Sumbawa menekankan agar dalam proses pencairan bantuan sosial dapat dilakukan dengan cara efesien, efektif dan fleksibel. Dan setiap persoalan yang muncul di lapangan, agar segera dikoordinasikan dan dikomunikasikan.

“Pak Bupati mengharapkan, supaya tidak terlalu kaku. Ditingkat lapangan kalau ada permasalahan, akan kita koordinasikan segera. Yang penting jelas dia, misalnya masih memiliki ahli waris, tetap dicairkan oleh perbankan,” ucapnya. (Using)

Rumah Penerima Bansos Akan Ditempel “Label Miskin”

Sumbawa Besar, sumbawanews.com – Bupati Sumbawa, H.Mahmud Abdullah telah menyetujui, seluruh masyarakat Kabupaten Sumbawa yang menerima bantuan sosial akan ditempel stiker sebagai penerima bantuan sosial. Sehingga, dengan stiker tersebut akan diketahui penerima bantuan sosial layak menerima atau kategori miskin dan telah menerima bantuan.

“Salah satu hasil pertemuan hari, Pak Bupati menyetujui bahwa semua yang mendapat PKH dan BPNT rumahnya akan ditempel. Bukti kalau dia mendapatkan BPNT atau PKH,” kata Varian Bintoro, Asisten I Setda Sumbawa, usai pertemuan di kantor Bupati Sumbawa, Jum`at (05/11).

Ditegaskan, sebagai penguat dari pemasangan label tersebut, Bupati Sumbawa akan mengeluarkan surat instruksi secara resmi. “Itu nanti akan dikeluarkan isntruksi bupati, yang memerintahkan bahwa semua warga yang mendapatkan bantuan ini akan ditempel supaya dia ketahuan. Yang sudah dapat PKH, bantuan, ketahuan. Jadi dia sudah tidak bisa lagi ngomong, saya tidak dapat apa-apa padalah sudah didafatar,” jelasnya.

Namun mengenai bentuk, susunan kata di label, masih akan disusun oleh DInas Sosial Kabupaten Sumbawa. “Nanti Bahasa nama dan sebagainya sedang dirancang oleh dinas sosial. kalau ada bukti kan jelas kelihatan, dan tetangga akan tahu semua kalau dia sudah dapat,” ucap Varian.

ia meminta, agar masyarakat yang masih terdaftar sebagai penerima bantuan sosial padahal kondisi tidak termasuk kategori miskin, agar dengan sukarela melaporkan diri kepetugas untuk dikeluarkan dari penerima bantuan sosial. “Kalau tidak, nanti kan ketahuan juga. Tidak miskin tapi terima bantuan sosial, yang seharusnya hanya untuk masyarakat miskin,” tegasnya. (Using)

Sat Samapta Polres Sumbawa Bentuk Tim SAR

Sumbawa Besar, sumbawanews.com – Untuk merespon masuknya musim hujan, Satuan Samapta Polres Sumbawa membentuk Tim Search And Rescue (SAR), Jum’at (05/11). Hal tersebut untuk mengantisipasi bencana alam, seperti banjir, longsor, angin kencang dan situasi kebencanaan lainnya.

Waka Polres Sumbawa Kompol Rafles P Girsang, S.IK., usai memberikan arahan kepada Tim SAR Sat Samapta Polres Sumbawa menjelaskan hal tersebut di lakukan guna mengantisipasi hal-hal buruk terjadi. “Harus sedia payung sebelum hujan, sehingga pada situasi apapun kami sudah siap siaga,” singkatnya.

Do tempat yang sama, Kasat Samapta Polres Sumbawa Iptu Mulyadi SH, mengatakan pihaknya sudah siap dan akan bergerak kapan pun di perlukan. “Kami siap kapan pun di butuhkan, kesiapan alat dan personel diharapkan mampu mendukung kecepatan dalam penanggulangan bencana, sehingga mampu memberikan bantuan dan penanganan yang maksimal apabila terjadi bencana alam,” ujar Kasat Samapta.

Kasat Samapta juga menuturkan, musim hujan sebelumnya, banyak pohon tumbang. Saya menghimbau agar masyarakat tetap berhati -hati saat keluar rumah saat hujan turun,” ucapnya.

Untuk mendukung kesiapan dalam penanggulangan bencana tersebut Sat Samapta Polres Sumbawa menggelar berbagai peralatan Search and Rescue (SAR) seperti perahu karet, dayung. Kemudian rompi pelampung, tali, sepatu boots dan gergaji diperiksa guna memastikan nantinya alat-alat tersebut benar-benar siap digunakan. (Using)

Sekelompok Remaja Onar di SPBU Dibubarkan Personel Patroli Polres Sumbawa

Sumbawa Besar, sumbawanews.com – Belasan remaja diamankan oleh Unit Patroli Samapta Polres Sumbawa karena terciduk saat sedang mabuk-mabukan diwilayah stasiun pengisian bahan bakar (SPBU)yang berada di daerah Kebayan Kelurahan Uma Sima Sumbawa, Kamis (04/11/21). Selain itu, kelompok Remaja tersebut juga melakukan kegiatan lain yang menimbulkan keresahan.

Kasat Samapta Iptu Mulyadi SH., melalui Kasi Humas Polres Sumbawa Akp Sumardi S.Sos menerangkan belasan remaja tersebut diamankan berawal dari informasi masyarakat bahwa di area SPBU wilayah kebayan terdapat sekelompok remaja yang tengah nongkrong dan mabuk-mabukan. “Informasinya dari masyarakat yang melihat para remaja tersebut sedang berkumpul dan mabuk, kemudian kami terjunkan personel untuk mengecek ke lokasi dan benar didapati belasan remaja tersebut sedang mengkonsumsi miras,” jelasnya.

Lebih lanjut, selain karena mabuk, masyarakat juga melaporkan, para remaja tersebut juga berbuat onar di area SPBU dengan melakukan aksi balapan.

“Para remaja ini juga kami dapati melakukan hal-hal berbahaya seperti merokok di area SPBU serta menggelar aksi balap liar,” terang Kasi Humas.

Kelompok remaja tersebut kemudian diberikan pembinaan. Serta diberikan hukuman disiplin dilokasi, sebelum dibubarkan. (Using)

Warga Tutup Paksa Lokasi Tambang Ilegal di Sumbawa Barat

Sumbawa Barat, sumbawanews.com – Ratusan warga menyegel paksa aktifitas penambangan illegal di Bukit Jorok Liang, Desa Seloto, Kecamatan Taliwang, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. Penyegelan tambang ditandai dengan pemasangan spanduk bertuliskan ‘areal ini disegel oleh seluruh masyarakat’, yang dipasang di pintu masuk areal pertambangan.

Langkah penutupan dengan penyegelan diambil oleh warga bersama kepala desa, menyusul dengan keluarnya surat dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat, melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, tentang penghentiaan usaha atau kegiatan pada tanggal 15 Juni 2021.

Diketahui Pemprov telah menerbitkan surat penghentian usaha, berdasarkan berita acara verifikasi dan identifikasi lapangan dugaan kerusakan lingkungan, akibat kegiatan penambangan dan pengelolaan emas dan mineral.  Meski telah ada surat penghentian, tambang tersebut tak kunjung ditutup oleh pihak berwenang. Atas dasar itulah, warga Seloto, mengambil alih penutupan dengan memasang segel secara paksa.

“Kami bersama seluruh elemen masyarakat, Pemerintah Desa, serta aktifis GERAM KSB mengambil alih, menyegel tambang Jorok Liang, mulai hari ini,” tegas koordinator aksi, Adeni Muhadi Saputra, Kamis (4/11) di lokasi.

Menurut Adeni, akibat perendaman material untuk pemurnian emas yang menggunakan zat kimia secara diam diam ini, banyak kerugian yang diderita warga, baik lahan persawahan tertimbun lumpur juga hewan ternak mati secara misterius di dekat lokasi. “Dulu lokasi ini sudah dinyatakan ilegal dan ditutup, namun diam diam pemilik tambang yang menggunakan alat berat untuk mengeruk tanah ini beraktifitas diam diam, akibatnya, saat hujan, areal persawahan tetimbun lumpur serta ada sekitar 8 ternak jenis sapi dan kerbau yang mati dengan kondisi mulut berbusa,” ungkapnya.

Aktifitas tambang ilegal di atas lahan belasan hektare ini, berada di kawasan hutan dan di dekat Danau Lebo Taliwang yang merupakan lokasi masyarakat di Sumbawa Barat, menangkap ikan untuk dikonsumsi dan dijual. “Tambang ilegal ini juga memperkerjakan sekitar 3 warga asing yakni WNA asal China dan WNA asal Taiwan sebagai investor dan tim ahli,” katanya.

Proses penyegelan sempat memanas, saat warga berinisiatif masuk areal tambang. Sebab Beberapa perwakilan pengelolah tambang bahkan sempat ‘pasang badan’ menemui massa aksi. Namun aparat bisa meredam kemarahan warga, dan perwakilan warga, diperbolehkan masuk ke areal penambangan.

“Kami telah mengambil sampel air dan tanah untuk kita uji laboratorium. Kami juga berharap kegiatan ini dikawal oleh kepolisian setelah disegel. Jangan sampai kita segel, malah beraktifitas lagi,” tegas aktifis GERAM, Tonyman, saat keluar dari areal perendaman mineral.

Sebelum proses penyegelan dilakukan, ratusan warga menggedor Kantor Desa Seloto. Kedatangan warga, guna meminta otoritas pemerintah desa berkomitmen bergerak bersama warga melakukan penyegelan. Pemerintah Desa bahkan menyatakan siap mengawal apa yang menjadi aspirasi masyarakat, terkait aktifitas tambang Jorok Liang.

“Atas nama Pemerintah Desa Seloto, kami bersepakat untuk melakukan penghentian aktifitas pemurnian mineral di Jorok Liang. Hal tersebut berdasarkan surat DLHK NTB dan dugaaan pencemaran lingkungan. Selain itu, saya juga menjamin selama penyegelan tidak akan ada lagi aktifitas di lokasi ini,” tukas Kepala Desa Seloto, Jalaluddin Patawari.

Aksi demo warga ini mendapat pengawalan ketat dari puluhan anggota kepolisian dari Polres Sumbawa Barat dan Polsek Taliwang serta TNI dari Kodim 1628/SB. (Using)

Terima Audiensi Dari PMI Pusat Dan Delegasi ICRC, Pangdam XVII/Cenderawasih Dukung Setiap Program Untuk Kesejahteraan Masyarakat Papua

(Jayapura).  Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono, M.A., menerima audiensi dari Pengurus PMI Pusat Letjen TNI (Purn) Sumarsono dan Kepala Delegasi Regional ICRC untuk Indonesia dan Timor Leste Alexandre Faite beserta rombongan, bertempat di Ruang Cycloops Makodam XVII/Cenderawasih, Jayapura, Kamis (4/11/2021).

 

Letjen TNI (Purn) Sumarsono dalam audiensi tersebut mengucapkan terima kasih atas sambutan yang diberikan oleh Pangdam XVII/Cenderawasih beserta pejabat yang mendampingi.

 

Lebih lanjut Letjen TNI (Purn) Sumarsono menjelaskan bahwa kunjungannya tersebut untuk menjalin kerjasama serta meminta bantuan kepada Pangdam XVII/Cenderawasih dalam rangka menyukseskan beberapa Program PMI Pusat yang ada di Provinsi Papua.

 

Selanjutnya ditambahkan bahwa beberapa program tersebut terkait dengan donor darah dan sosialisasi vaksinasi bagi masyarakat di wilayah Indonesia Timur khususnya di Provinsi Papua agar kesehatan masyarakat dapat meningkat.

 

Sementara itu Kepala Delegasi Regional ICRC untuk Indonesia dan Timor Leste Alexandre Faite juga menambahkan, di samping program tersebut, Tim dari Delegasi ICRC juga akan membantu, menambah dan memperbaiki fasilitas seperti ambulance, obat-obatan dan fasilitas kesehatan lainnya.

 

Kemudian dijelaskan juga bahwa ICRC akan membantu dalam Program Vaksinasi Nasional agar dapat menekan dan memutus penyebaran Covid-19 yang ada di Provinsi Papua.

 

Menanggapi hal tersebut, Pangdam XVII/Cenderawasih menegaskan bahwa Kodam XVII/Cenderawasih siap mendukung dan membantu semaksimal mungkin setiap program maupun kegiatan untuk mensejahterakan masyarakat Papua.

 

Selanjutnya Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono, M.A juga menambahkan bahwa untuk Program Vaksinasi Covid-19, Kodam XVII/Cenderawasih telah bersinergi dengan Polda Papua dan Dinas Kesehatan Provinsi Papua dalam rangka menyukseskan program vaksinasi yang berada di Bumi Cenderawasih. Hal ini terus dilakukan sehingga cakupan vaksinasi dapat menjangkau seluruh wilayah Provinsi Papua.

 

Turut hadir Kapoksahli Pangdam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Heru Setyo, Aslog Kasdam XVII/Cenderawasih Kolonel Czi Eko Pujianto,  Kakesdam XVII/Cenderawasih Kolonel Ckm dr I Made Putra, Karumkit Marthen Indey Kolonel Ckm dr I Ketut Djulijasa, Waasintel Kasdam XVII/ Cenderawasih Letkol Inf Frega Wenas dan Waasops Kasdam XVII/Cenderawasih Letkol Inf I Made. (Bdr)

Berita Terkini

Messi Dianggap Alien, Beckham Putra Prediksi Argentina Juara Piala Dunia 2026

Sumbawanews.com,- Bintang Persib Bandung, Beckham Putra, tak sungkan menyebut Lionel Messi sebagai “alien” dalam percakapan soal dominasi Argentina di Piala Dunia 2026. Dalam wawancara...

Google Buka Museum AI Pertama di Dunia

Sumbawanews.com,- Los Angeles — Google resmi meluncurkan Dataland, museum seni kecerdasan buatan pertama di dunia, pada 20 Juni 2026 di The Grand LA, Los...

Roy Suryo dan Dokter Tifa Bebas Sementara, Kejari Jaksel Beri Alasan Resmi

Sumbawanews.com,- Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan memutuskan tidak menahan Roy Suryo dan Tiffauzia Tyassuma alias Dokter Tifa dalam kasus dugaan penyebaran informasi palsu terkait ijazah...

Sidang Ijazah Jokowi Resmi Dimulai di Jakarta Timur

Sumbawanews.com,- Pengadilan Negeri Jakarta Timur akan menjadi tempat persidangan pertama dalam kasus dugaan fitnah terkait ijazah Presiden Joko Widodo, yang diajukan oleh mantan Menteri...

Berita Utama