Home Blog Page 2407

BPK Dorong Transformasi Digital Pada Pengawasan Intern Pemerintah

Jakarta, sumbawanews.com – Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Agung Firman Sampurna mendorong Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) untuk memulai Transformasi Digital melalui peningkatan kompetensi dan pengembangan kapasitas kelembagaan. Sebab APIP dituntut tidak hanya akrab dengan literasi teknologi, tetapi juga mampu menggunakan teknologi digital dalam mendukung pelaksanaan tugasnya.

“Dalam situasi yang berubah dengan begitu dinamis, maka kemampuan kita berakselerasi dengan tuntutan pekerjaan dan lingkungan menjadi semakin meningkat,” ujar Ketua BPK pada Wisuda Peserta Certification of Government Chief Audit Executive (CGCAE) di Kantor Pusat Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Selasa (9/11).

Dalam keynote speech-nya, Ketua BPK mengatakan Transformasi Digital adalah kebutuhan. Sebab, setiap aspek tata kelola perlu dimutakhirkan dengan Transformasi Digital, termasuk proses pengawasan intern pemerintah.

Ketua BPK menambahkan, intensitas transaksi yang makin tinggi dan kompleksitas transaksi yang makin meningkat menyebabkan APIP sulit untuk meresponnya secara aktif. Sehingga, pengawasan intern sangat membutuhkan teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas, produktivitas, dan konsistensinya.

“Kita bisa lihat bahwa setiap tahun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) meningkat secara signifikan, kompleksitas organisasi yang diaudit juga meningkat, tidak dapat diiringi dengan penambahan jumlah auditor,” terangnya dalam kegiatan yang dihadiri oleh Kepala BPKP M. Yusuf Ateh.

Oleh karena itu, Transformasi Digital pada pengawasan intern pemerintah diarahkan pada penguatan penerapan Continuous Audit (CA) dan Continuous Monitoring (CM). Ketua BPK menjelaskan, bahwa konsep CA dan CM ini bukanlah istilah yang baru. Namun, di saat sekarang konsep CA dan CM dapat segara dimulai penerapannya, di mana teknologi yang mendukung praktik-praktik CA dan CM sudah semakin memadai.

“Sehingga seiring berjalannya waktu, kinerja APIP menjadi semakin optimal, efisien, dan efektif. Dan tata kelola keuangan negara semakin berkualitas dan bermanfaat,” ucapnya. (Using)

Mahfud MD : Kebijakan dan Langkah Pemerintah dalam Hadapi Covid-19 Cukup Efektif

Yogyakarta, sumbawanews.com – Menko Polhukam Moh. Mahfud MD mengatakan, sejak awal langkah penanggulangan atas serangan Covid-19 sudah mengundang pro da kontra. Bukan hanya di Indonesia tapi di seluruh dunia. Hal itu disampaikan Menko Polhukam saat menjadi keynote speaker pada Webinar yang bertajuk ‘Menguji Konsistensi Kebijakan Penanganan Pandemi Covid-19 Terhadap UUD 1945,’ yang diselenggarakan oleh Masjid Kampus UGM, Sabtu (13/11).

Dijelaskan, Berbagai negara kewalahan, tampak panik dan gagap saat awal menghadapi Covid-19. Termasuk negara-negara yang dianggap mempunyai sistem kesehatan yang baik, seperti USA, Inggris, Jerman, Italia, Spanyol.

Dikatakan, Kontroversi penanganan Covid-19 di Indonesia sudah muncul sejak awal, terutama ketika Pemerintah mengeluarkan Perppu No. 1 Tahun 2020. “Pada waktu itu ada tudingan bahwa Perppu itu dibuat untuk mengkorupsi dan menggarong keuangan negara dengan menggunakan hukum,” ucap Mengko.

Padahal alasan pemerintah saat itu, jelas untuk menangani pandemi Covid-19 secara konsisten terhadap UUD 1945. “Menurut hukum keuangan, Pemerintah bisa dianggap melanggar UU jika belanja APBN mengalami defisit anggaran lebih besar 3 persen dari PDB. Waktu itu utk menanggulangi Covid-19 diperkirakan akan terjadi defisit lebih besar 3 persen. sehingga untuk melakukan tindakan cepat, Pemerintah membuat Perppu,” jelasnya.

Dan Ternyata, DPR menyetujui Perppu tersebut menjadi UU No. 2 Tahun 2020, serta setelah diuji UU tersebut dibenarkan oleh MK. Bahkan, MK memperkuat frasa psal 27 ayat 2 bahwa pejabat dianggap tdk melanggar hukum jika menggunakan anggaran dengan besaran apa pun, Selama dilakukan dengan iktikad baik dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Oleh MK, frasa tersebut dikuatkan sebagai ‘conditionally constitutional.’

Menko Polhukam menegaskan bahwa pemerintah sama sekali tidak anti kritik. Tapi jika pemerintah menjawab kritik untuk membanding pendapat dan data, maka jangan dicap anti kritik.

Pada kesempatan tersebut, Menko Polhukam juga menjelaskan, situasi mencekam pada paruh pertama 2020, telah mendorong Presiden untuk mengajak peran serta masyarakat untuk menanggulangi Covid-19, dengan solidaritas sosial, tenang, dan kreatif. Sebab saat itu, masyarakat seperti terteror dgn horor Covid.

“Alat kesehatan tidak ada, masker hilang dari pasar karena ditimbun oleh pedagang gelap dan dijual dengan harga puluhan kali lipat. Rumah Sakit banyak yg menolak pasien Covid-19 karena jika pernah menerima pasien Covid bisa dijauhi orang,” tuturnya.

Pada saat yang sama, Pemerintah berebutan dengan negara-negara besar yang juga panik, untuk membeli APD dan obat-obatan. Kontroversi antar dokter, antar ahli agama, antar sosiolog juga semakin membuat masyarakat panik.

“Dalam situasi seperti itulah Presiden berseru, ayo bangkit, tenang, berusaha secara kreatif untuk saling bantu menanggulangi Covid-19. Perguruan tinggi diminta melakukan penelitian, membuat vaksin, obat, dan APD,” jelasnya.

Sehingga atas seruan Presiden tersebut, muncullah kegiatan industri masker di berbagai daerah. Muncul obat-obatan tradisional seperti minuman pokak dari Jatim, ramuan telor-jahe, obat sedot antivirus, dan sebagainya.

Disebutkan, saat ini Indonesia sudah bisa bernafas lega dan bersyukur, bahwa selain sudah konstitusional, kebijakan dan langkah Pemerintah dalam menghadapi Covid-19 juga cukup efektif. Di dunia internasional, penanganan Covid-19 di Indonesia dinilai termasuk yang terbaik.

“Meski begitu kita harus tetap waspada dan selalu mengikuti prokes, sampai nanti benar-benar aman. Jangan lengah, jangan lalai,” ujarnya. (Using)

Partisipasi Aktif Kodam XVII/Cenderawasih Dalam Suksesnya Penutupan Peparnas XVI Papua

(Jayapura). Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua 2021 secara resmi ditutup oleh Presiden RI Ir. H Joko Widodo pada Sabtu 13 November 2021, bertempat di Stadion Mandala Jayapura.

 

Sebelum menutup Peparnas XVI, Presiden RI melaksanakan beberapa kegiatan diantaranya menyaksikan pertandingan cabang olahraga Judo di GOR Trikora dan Bulutangkis di GOR Cenderawasih serta mengunjungi Pasar Noken Taman Imbi Jayapura.

 

Perhelatan Peparnas XVI yang dibuka oleh Wakil Presiden RI KH. Ma’ruf Amin pada tanggal 5 November 2021 lalu telah menjadi sejarah baru bagi Indonesia, khususnya Bumi Cenderawasih dimana pada Peparnas XVI kali ini Provinsi Papua menyabet gelar Juara Umum.

 

Pada acara penutupan Pesta Olahraga Nasional bagi difabel ini tidak kalah meriahnya dengan PON XX lalu. Acara penutupan Peparnas XVI dapat dilaksanakan secara spektakuler dan menakjubkan. Suksesnya acara tersebut tentunya membutuhkan kerja sama dari semua pihak termasuk di dalamnya bidang pengamanan.

 

Dalam acara penutupan Peparnas XVI, Kodam XVII/Cenderawasih berpartisipasi aktif agar perhelatan even nasional tersebut dapat berjalan dengan aman dan sukses. Pada kegiatan tersebut, Kodam XVII/Cenderawasih mengerahkan lebih kurang 1.900 personel sebagai unsur pengamanan.

 

Selain itu, kesuksesan acara penutupan Peparnas XVI merupakan buah hasil kerja sama dan sinergitas yang dilakukan oleh semua pihak termasuk di dalamnya Polda Papua, Lantamal X Jayapura dan Lanud Silas Papare. (Bdr)

 

Danrem 174 Merauke : Pembekalan Intelter Para Babinsa Dapat Cegah Dini Berbagai Ancaman Di Wilayah

(Merauke).  Selama 6 hari para Bintara Pembina Desa (Babinsa) jajaran Korem 174/ATW Merauke menerima Pembekalan Intelter dari Tim Staf Intelijen Angkatan Darat. Kegiatan tersebut diikuti 100 orang Babinsa, bertempat di Aula Animha Kodim 1707/Merauke, jalan Raya Mandala Merauke, Papua.

 

Danrem 174/ATW Merauke Brigjen TNI Bangun Nawoko dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kasrem 174/ATW Merauke Kolonel Arh Hamim Tohari, M.A pada Penutupan Pembekalan Intelter, Sabtu (13/11/2021), diharapkan para Babinsa dapat meningkatkan kemampuan Intelijen dalam rangka cegah dini dan deteksi dini dari berbagai ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan serta mempertajam kepekaan dalam pembinaan wilayah.

 

Para Babinsa dalam melaksanakan tugas sebagai  ujung tombak satuan kewilayahan untuk menciptakan ketahanan wilayah yang kondusif serta jaga harkat dan martabat orang Papua. “Tanamkan di dalam hati sanubari kita Bhaktiku Untuk Papua,” kata Danrem.

 

Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Pembekalan Intelter Kolonel Inf Luhut Bernandus  menyampaikan terimakasih kepada Korem 174/ATW Merauke beserta seluruh jajarannya yang telah berkenan mendukung pelaksanaan kegiatan ini, sehingga dapat terlaksana dengan baik dan lancar.

 

Saat membacakan amanat Asintel Kasad menyampaikan bahwa pelatihan ini diharapkan bisa menjadi bekal serta menambah wawasan dan pengetahuan bagi para Babinsa yang terjun langsung di masyarakat. Selain itu harus benar-benar memahami permasalahan aktual yang tengah berkembang di masyarakat, sehingga bisa memprediksi potensi ancaman yang akan timbul.

 

Dalam amanatnya Asintel Kasad juga memberikan beberapa penekanan kepada Babinsa agar meningkatkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa serta pegang teguh Sapta Marga dan Sumpah Prajurit, Tingkatkan kepekaan maupun naluri intelijen dalam setiap situasi dan kondisi guna melaksanakan deteksi dini dan cegah dini di wilayah masing-masing, Bekali diri dan tingkatkan kemampuan dengan berbagai disiplin ilmu pengetahuan lainnya untuk menghadapi tuntutan tugas yang semakin kompleks serta bekerja dengan hati yang tulus ikhlas serta senantiasa pelihara jati diri prajurit sebagai tentara rakyat dan tentara pejuang.

 

Usai acara Penutupan Pembekalan Intelter kepada para Babinsa, Kepala Seksi Intelijen Korem 174/ATW Letkol Kav Ahmad Edy Supriyadi mengingatkan kepada seluruh peserta para Babinsa agar ilmu pengetahuan yang telah didapat selama pelaksanaan pembekalan Intelter dapat diaplikasikan dilapangan.

 

Sehingga peran Babinsa sebagai ujung tombak satuan kewilayahan dapat memberikan kontribusi dan selalu bersinergi dengan seluruh aparat keamanan yang ada di wilayah dalam pelaksanaan tugas deteksi dini dan cegah dini berbagai ancaman, gangguan dan hambatan yang mungkin terjadi di wilayah tanggung jawabnya.

 

Hadir dalam acara penutupan pembekalan Intelter yaitu para Kasi Korem 174/ATW Merauke dan Dandim 1707/Merauke.  Selama pelaksanaan kegiatan tetap mematuhi Protokol Kesehatan Covid-19. (Bdr)

Presiden: Torang Bisa, Torang Hebat dan Hebat

Jayapura, sumbawanews.com – Presiden Joko Widodo secara resmi menutup perhelatan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua 2021 yang telah berlangsung sejak tanggal 2 November 2021. Presiden mengatakan, perhelatan Peparnas telah menyampaikan banyak pesan yang bermakna.

“Peparnas ini menunjukkan bahwa kesulitan bukanlah halangan. Dengan konsistensi dan kerja keras, segala kesulitan bisa kita atasi bahkan berbagai prestasi bisa kita raih,” ujar Presiden dalam sambutannya dalam Penutupan Perparnas XVI Papua 2021 di Stadion Mandala, Kota Jayapura, pada Sabtu, 13 November 2021.

Dalam sambutannya, Presiden juga menyampaikan apresiasi kepada Provinsi Papua yang telah sukses menyelenggarakan Peparnas dan Pekan Olahraga Nasional (PON) yang digelar pada Oktober lalu. Kepala Negara menyebut Papua bukan hanya bisa, tetapi hebat.

“Kinerja tuan rumah Provinsi Papua luar biasa, penyelenggaraan PON dan Peparnas luar biasa, dukungan delegasi semua provinsi luar biasa, dan yang saya lihat sportivitas dan prestasi para atlet juga luar biasa,” tambahnya.

Kesuksesan perhelatan PON dan Peparnas di Papua menunjukkan kebangkitan besar olahraga nasional Indonesia. Sebab melalui dua acara besar ini, Indonesia bersama merayakan keberagaman, menghormati kesetaraan, dan bersama meraih presatasi yang mengharumkan bangsa dan negara.

“Sekali lagi, terima kasih atas kerja keras semua pihak yang telah menyukseskan Peparnas XVI ini. Saya tegaskan sekali lagi bukan hanya torang bisa, tetapi semua ini menunjukkan bahwa torang hebat. Sekali lagi torang hebat,“ tandasnya.

Acara penutupan Peparnas XVI Papua 2021 ditutup dengan serah terima bendera Peparnas dari Gubernur Papua Lukas Enembe kepada Ketua Komite Paralimpiade Nasional Indonesia (NPC) Senny Marbun. Selanjutnya, bendara Peparnas diserahkan kepada Gubernur Aceh Nova Iriansyah dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatra Utara Ardan Noor yang akan menjadi tuan rumah Peparnas tahun 2024 mendatang.

Turut hadir dalam acara tersebut yaitu Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md, Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Sosial Tri Rismaharini, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali, Menteri Investasi/Kepala BPKM Bahlil Lahadalia, Kepala BIN Budi Gunawan, Staf Khusus Presiden Angkie Yudistia, para gubernur seluruh Indonesia, dan Ketua NPC Senny Marbun. (Setpres/using)

Presiden RI Bersama Masyarakat Menanam Puluhan Ribu Bibit Kayu Putih di Gunung Pepe Lombok Tengah

Lombok Tengah – Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo menggelar kegiatan penanaman pohon di kawasan gunung Pepe dusun Rembitan desa Sade kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (13/11/2021).

Sekitar 30.000 bibit pohon yang di tanami oleh Presiden RI bersama beberapa Menteri yang mendampinginya dan Forkopimda NTB serta masyarakat setempat terdiri dari kayu putih, kelengkeng, jambu kristal, jeruk manis, alpukat dan kemiri.

Setelah itu, Presiden Joko Widodo berpesan kepada seluruh masyarakat untuk memelihara dan menjaga pohon-pohon yang sudah ditanam ini agar nantinya dapat tumbuh dengan baik dan memberikan dampak ekonomi khusunya bagi seluruh masyarakat yang berada di sekitar kawasan gunung Pepe.

Pohon-pohon ini nantinya juga tentu akan memberikan manfaat yang lebih luas. Selain untuk menjaga kelestarian alam, juga dapat mencegah terjadinya longsor dan banjir.

“Saya minta ini betul-betul dipelihara, karena musimnya masih musim hujan sangat bagus untuk menanam. Dan pemeliharaan itu kalau masyarakat sendiri yang melakukan, akan lebih baik lagi,” kata Presiden Joko Widodo dalam sambutan singkatnya.

Di lokasi yang sama, Komandan Korem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., menerangkan, 30.000 bibit pohon yang ditanam pagi ini di kawasan Gunung Pepe adalah sebagai momentum bagi masyarakat NTB untuk membiasakan diri melaksanakan penghijauan di wilayah masing-masing.

Di musim penghujan ini, kata Danrem, masyarakat diharapkan melakukan gerakan penghijauan mulai dari pekarangan rumah, lingkungan terdekat sampai dengan bukit-bukit maupun gunung-gunung yang gundul untuk mencegah terjadinya bencana banjir dan tanah longsor.

Selain itu, lanjutnya, juga untuk menjaga ekosistem alam dan ketersediaan sumber air bersih bagi masyarakat di daerah, sehingga dapat menghasilkan produksi persawahan maupun perkebunan secara maksimal yang pada akhirnya mampu mensejahterakan masyarakat NTB dari sektor pertanian dan peternakan.

“Dengan demikian, masyarakat NTB akhirnya akan memiliki ketahanan ekonomi baik sandang, pangan dan papan,” pungkas Ahmad Rizal.

Sementara itu, Kepala Dusun Rembitan sekaligus ketua kelompok tani dan PKSM Lombok Tengah, Ginanjar mengaku, masyarakat desa Kerambitan sangat antusias menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo menanam pohon di kawasan Gunung Pepe.

“Insyaa Allah, pesan Bapak Jokowi untuk memelihara dan menjaga pohon-pohon yang sudah ditanam ini akan kami laksanakan dengan baik,” ucapnya.

Adapun yang mendampingi Presiden RI dan rombongan dalam kegiatan tersebut selain Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak dan Danrem 162/WB, juga ada Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, dan Kapolda NTB Irjen Pol Mohammad Iqbal.

Bupati Belu Lepas Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif 742/SWY

Belu NTT – Satuan Yonif 742/SWY saat ini sudah memasuki bulan ke sembilan melaksanakan tugas pengamanan perbatasan RI-RDTL wilayah Sektor Timur. Menjelang purna tugas tersebut, Bupati Belu dr. Taolin Agustinus, Sp.Pd. KGEH, FINASIM menggelar acara pelepasan Satgas Pamtas Yonif 742/SWY di Pendopo Bupati Belu, Sabtu (13/11/2021).

Acara pelepasan dihadiri Komandan Yonif 742/SWY Letnan Kolonel Inf Bayu Sigit Dwi Untoro, Sekda Belu Johanes Andes Prihatin, Dandim 1605/Belu Letkol Inf Wiji Untoro, Danyonif 744/SYB Letkol Inf Yudhi Yahya, Wadansatgas Mayor Inf Aditya Nugraha serta ratusan personel Satgas Pamtas Yonif 742/SWY.

Bupati Belu dalam kesempatan itu mengucapkan terimakasih atas semua program Satgas Pamtas Yonif 742/SWY baik dibidang kesehatan, pendidikan, pertanian, rehabilitasi dan semenisasi rumah serta berbagai macam keterampilan yang diajarkan kepada masyarakat Belu.

“Ini sangat luar biasa dan kami bangga atas semua program yang sudah dilakukan dengan baik oleh Satgas, mengingat semua program tersebut bersentuhan langsung dengan masyarakat,” ungkap Bupati Belu.

Ia mengakui, bahwa sejak awal menjabat sebagai Bupati Belu merasa sangat dekat dengan TNI seperti layaknya keluarga. Hal itu menurutnya, selain karena beberapa program TNI yang sifatnya mendukung program Pemerintah Daerah untuk masyarakat, Ia juga memiliki istri yang merupakan putri dari anggota TNI.

“Ini akan menjadi inspirasi bagi kami untuk terus berbenah dan berbuat yang terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Demikian juga Danyonif 742/SWY selaku Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur, mengucapkan terimakasih atas acara pelepasan dari Pemerintah Daerah Belu kepada Satgas yang dipimpinnya dirasakan sangat berkesan.

Dijelaskannya, dari beberapa kegiatan yang sudah dilakukan dan dilaporkan, tentunya masih banyak kekurangan dan kendala, dimana hal ini akan menjadi perhatian dan pekerjaan rumah bagi Pemerintah Daerah kabupaten Belu ke depan.

Masyarakat perbatasan Kabupaten Belu, menurut Bayu Sigit, sangat terbuka dan mudah untuk diajak berkoordinasi ataupun kerjasama. Namun mereka masih membutuhkan pendekatan dan uluran tangan untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat.

Adapun hal yang paling berkesan, lanjut pria kelahiran Bandung itu yakni sejak awal melaksanakan tugas di Kabupaten Belu, kondisi Covid-19 menjadi tantangan bagi para Prajurit Wira Yudha Sejati dalam melaksanakan tugas.

“Dari kondisi ini, ada puluhan anggota yang terpapar Covid-19 namun Alhamdulillah sudah sembuh dan kembali melaksanakan tugas seperti sediakala,” kenangnya.

Dansatgas juga memohon doa agar bisa kembali utuh, selamat dalam perjalanan dan bertemu dengan keluarga di Mataram NTB.

Menko Polhukam Puji Semangat Juang Atlet Papernas XVI

Jayapura, sumbawanews.com – Menko Polhukam Moh. Mahfud MD memuji semangat juang para atlet penyandang disabilitas dalam perhelatan Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVI. Hal ini ditegaskan pada saat melakukan pengecekan dan memastikan pengamanan jelang penutupan Peparnas yang akan dihadiri Presiden.

“Luar biasa. Semangat juang dan ketangguhan saudara-saudara kita dari kalangan disabilitas mengharukan sekaligus membanggakan. Torang Bisa,” ucapnya Jum’at (12/11).

Menko Polhukam menjelaskan, pesan kesetaraan dan kemanusiaan sungguh-sungguh terasa di arena Papernas XVI. Bahwa penyandang disabilitas juga punya hak dan kesempatan yg sama untuk berprestasi, untuk mendapatkan gelar terhormat. “Sebagai penanggung jawab keamanan PON XX dan Peparnas XVI ini, saya beruntung dapat menyaksikan langsung pertandingan para atlet Papernas XVI di Jayapura,” tuturnya.

Menko Polhukam mengatakan, tugas seluruh elemen bangsa tidak berhenti disini. Dan terus mengimbau para pimpinan daerah dan seluruh masyarakat Papua agar senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan, agar tercipta ketertiban dan keamanan.

“Dengan suksesnya PON XX dan Peparnas XVI di Papua ini, kita jaga Indonesia. Dari Merauke kita jaga hingga Sabang kita pelihara, dari miangas sampai Pulau Rote pun kita bangun bersama-sama. Papua selalu ada di hati Presiden Republik Indonesia,” ucap Mengko.

Di akhir pertandingan, Menko Polhukam mendapat kesempatan mengalungkan medali bagi para juara pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Lukas Enembe dan GOR Cendrawasih Jayapura. (Using)

Hari Kedua di NTB, Presiden Dijadualkan Tanam Pohon dan Bertolak ke Papua

Mataram, sumbawanews.com – Presiden Joko Widodo akan mengawali rangkaian kegiatan kunjungan kerja hari kedua di Provinsi Nusa Tenggara Barat, dengan melakukan penanaman pohon kayu putih bersama masyarakat. Kegiatan tersebut digelar di Kawasan Hutan Gunung Pepe Kelompok Hutan Mareje Bonga dan Gunung Pepe RTK 13 Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah.

Setelahnya, Presiden Jokowi bersama rombongan akan langsung menuju Bandar Udara Internasional Lombok Zainuddin Abdul Madjid, untuk bertolak menuju Provinsi Papua. Presiden akan lepas landas dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 sekitar pukul 08.30 WITA.

Setibanya di Provinsi Papua, Presiden diagendakan untuk menyaksikan sejumlah pertandingan yang tengah berlangsung di Gelanggang Olahraga (GOR) Trikora dan GOR Cendrawasih, Kota Jayapura. Malam harinya, Presiden Jokowi akan secara resmi menutup Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua Tahun 2021, yang digelar di Stadion Mandala, Kota Jayapura. Presiden akan bermalam di Kota Jayapura, sebelum kembali ke Jakarta, pada keesokan harinya.

Turut mendampingi Presiden dalam kegiatan kunjungan kerja kali ini antara lain Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI M. Tonny Harjono, Komandan Paspampres Mayjen TNI Tri Budi Utomo, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, serta Staf Khusus Presiden Angkie Yudistia. (Setpres/using)

Presiden Jokowi Ajak APEC Fokus Perkuat Tiga Bidang Kerja Sama

Mataram, sumbawanews.com – Presiden Joko Widodo mengajak seluruh ekonomi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik atau Asia-Pacific Economic Partnership (APEC) untuk bergegas berbenah degan memperkuat kerja sama untuk bangkit bersama, kuat bersama, dan berkelanjutan di tengah pemulihan ekonomi global yang masih penuh dengan ketidakpastian. Hal tersebut diutarakan oleh Presiden Jokowi saat menyampaikan pidatonya pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC ke-28 yang digelar secara virtual. Presiden mengikuti KTT tersebut dari Novotel Lombok Resort and Villa, Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Jumat, (12/11).

“Kita harus memperkuat kerja sama untuk bangkit bersama, kuat bersama, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, saya mengajak APEC untuk fokus pada tiga hal. Pertama, kita harus segera membuka mobilitas yang aman di kawasan, untuk mempercepat pemulihan ekonomi,” ujar Presiden Jokowi.

Menurut Presiden, seluruh ekonomi APEC harus bersama-sama mempercepat pencapaian target cakupan vaksinasi di kawasan. Selain itu, juga menyepakati pengaturan jalur khusus bagi pelaku perjalanan tervaksinasi antarekonomi APEC.

Kemudian, Presiden mendorong ekonomi APEC untuk mewujudkan ekosistem rantai pasok global yang lebih tangguh. Sebab, disrupsi terhadap rantai pasok dan logistik global memiliki dampak ekonomi yang besar.

Presiden menjelaskan bahwa pandemi Covid-19 telah mengajarkan semua negara bahwa rantai pasok global yang hanya bertumpu pada satu atau dua negara sangat rawan, terutama untuk proses produksi vaksin, obat, alat-alat kesehatan, dan produk-produk penting lainnya. “Kita harus mengoreksinya dengan membangun rantai pasok dunia yang lebih merata di kawasan, untuk memitigasi risiko serupa di kemudian hari. Biaya pengangkutan kontainer yang saat ini naik sampai tiga kali lipat dibandingkan sebelum pandemi juga memukul eksportir dan importir. Akar masalah harus dicari dan segera kita selesaikan,” jelasnya.

Dan, Presiden mendorong transisi menuju pembangunan ekonomi berkelanjutan dan hijau. Kepala Negara berpandangan bahwa pembangunan ekonomi berkelanjutan dan hijau adalah masa depan ekonomi dunia dan sebuah keniscayaan.

Oleh karena itu, kebijakan pembangunan harus menyeimbangkan antara pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan sosial, dan mengatasi perubahan iklim. Menurut Presiden, semuanya harus _win-win_ dan berimbang, dan bukan dengan pendekatan _zero-sum_ di antara tiga tujuan itu.

“APEC harus dapat memfasilitasi investasi dan alih teknologi di sektor ekonomi rendah karbon. Transisi berkelanjutan dan hijau harus semakin diintegrasikan ke dalam berbagai ranah kerja sama APEC,” tandasnya.

Turut mendampingi Presiden dalam KTT tersebut yaitu Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar, dan Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri Abdul Kadir Jailani. (Setpres/using)

Berita Terkini

Tujuh Tewas dalam Kecelakaan Bus Wisata Religi di Sumut

Sumbawanews.com,- Sebuah bus rombongan wisata religi mengalami tabrakan hebat dengan truk di Jalan Tol Lima Puluh–Indrapura, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, pada Senin (22/6/2026),...

Kejari Tangsel Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Gadai Syariah

Sumbawanews.com,- Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi program gadai syariah senilai Rp1 miliar. Keduanya diduga terlibat dalam...

Lionel Messi Rekor Sejarah, Jadi Top Skor Piala Dunia Sepanjang Masa

Sumbawanews.com,- Lionel Messi mencatatkan namanya dalam sejarah sepak bola dunia setelah secara resmi menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa di ajang Piala Dunia. Dua...

Messi Pecahkan Rekor, Argentina Menang 2-0 Atas Austria

Sumbawanews.com,- Texas – Lionel Messi kembali menulis sejarah di panggung Piala Dunia. Dua golnya dalam kemenangan 2-0 Argentina atas Austria menjadi penanda sekaligus pencapaian...

Berita Utama