Sumbawa Besar, sumbawanews.com – Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus memperkuat dukungan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Komitmen tersebut ditandai dengan peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumbawa Karang Dima Labuhan Badas yang berlangsung di Desa Karang Dima, Kecamatan Labuhan Badas, Jum’at (15/5/2026).
Baca Juga: Evaluasi APBD 2026, Wabup Soroti Validitas Data dan Ketepatan Sasaran Anggaran
Peresmian dilakukan oleh Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, disaksikan Ketua GOW Kabupaten Sumbawa Hj. Sudarti Mohamad Ansori, Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Dukcapil, Kepala DPMPTSP, Camat Labuhan Badas, Forkopimcam, Kepala Desa Karang Dima, para kepala sekolah se-Kecamatan Labuhan Badas, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.
Kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusiasme, karena kehadiran SPPG dinilai menjadi langkah nyata dalam mendukung pemenuhan gizi anak-anak sekolah di wilayah Kecamatan Labuhan Badas.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka khususnya dalam pembangunan kualitas manusia Indonesia.
Menurut Wabup, program MBG memiliki dampak besar atau multiplier effect terhadap berbagai sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, pertanian, hingga perputaran ekonomi masyarakat lokal. “Program ini bukan sekadar memberi makan anak-anak kita. Ada dampak ekonomi yang bergerak, ada petani, ada pelaku usaha, ada tenaga kerja lokal yang ikut tumbuh. Ini multiplier effect yang harus kita jaga bersama,” ujarnya.
Namun demikian, Wabup Ansori mengingatkan seluruh pengelola SPPG agar menjalankan operasional secara jujur, disiplin, dan sesuai standar operasional yang telah ditetapkan pemerintah. “Ini sudah ada SOP-nya. Jangan pernah curi serupiah pun hak-hak anak-anak kita,” tegasnya.
la juga mengingatkan bahwa Program MBG bukan tempat mencari keuntungan sebesar-besarnya, melainkan amanah negara untuk meningkatkan kualitas generasi bangsa. “Jangan pernah dibayangkan bahwa MBG ini tempat mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya. Yang paling utama adalah kualitas makanan, kebersihan, gizi, dan tanggung jawab moral kepada anak-anak kita,” lanjutnya.
Wabup turut meminta agar kualitas makanan benar-benar dijaga, baik dari sisi kandungan gizi, kebersihan pengolahan, hingga distribusinya kepada para siswa penerima manfaat.
Dalam paparannya, Wabup Ansori juga mengungkapkan bahwa kebutuhan SPPG di Kabupaten Sumbawa diperkirakan mencapai sekitar 100 unit. Namun hingga saat ini, yang telah berdiri dan beroperasi baru sebanyak 29 SPPG.
Karena itu, ia berharap semakin banyak pihak yang ikut mengambil bagian dalam mendukung percepatan layanan MBG, terutama untuk menjangkau masyarakat kategori desil 1, 2, 3, dan 4 yang menjadi prioritas penerima manfaat program. (Using)

















