Jakarta, Sumbawanews. Iftar atau buka puasa bersama paguyuban Ikatan Keluarga Sumbawa (IKASUM) di kediaman Prof. Din Syamsuddin Jakarta kembali digelar Sabtu (21/2). Tradisi yang telah berlangsung sejak orde baru ini hingga saat ini tetap dipertahankan sebagai ajang silaturrahmi antara keluarga besar diaspora Sumbawa di Jakarta dan sekitarnya.
Seperti biasa hadir dalam acara tersebut Sultan Sumbawa Dewa Masmawa Muhammad Kaharuddin IV, Wamen Fahri Hamzah, Bupati Sumbawa Ir. Syarafuddin Jarot dan Wakil Bupati Sumbawa Barat (KSB), Hj. Hanapiah, S. Pt., M.M Inov , serta mantan Bupati KSB Musyafirin. Semua larut dalam dialog hangat dengan masyarakat Sumbawa sejabodetabek. Sebagai tambahan acara kali ini ada pemilihan dan pengukuhan IPMASUM (Ikatan keluarga Pemuda dan Mahasiswa Sumbawa ).
Sultan dalam sambutannya mengingatkan agar tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Sumbawa “Takit ko nenek takit boat lenge” (takut kepada Allah takut berbuat tercela). Sementara tuan rumah Prof. Din menyampaikan visi dan gagasan besar tentang Lembaga Pendidikan Internasional yang sedang dikembangkan di pamangong Sumbawa.
Bupati Sumbawa Syarafuddin Djarot memaparkan capaian selama 1 tahun pemerintahannya. Sejumlah progres pembangunan dan investasi yang sedang berjalan di Sumbawa. Termasuk lika-liku memperjuangkan investasi Rp 1,3 triliun berupa industi unggas untuk menopang program unggulan Presiden Prabowo Makan Bergizi Gratis (MBG).
Demikian Pula Wakil Bupati Sumbawa Barat memaparkan capaian selama setahun pemerintahannya, dalam upaya mendukung program pemerintah pusat serta mengurangi angka kemiskinan di KSB. Acara kekeluargaan tersebut diisi oleh team kesenian dari pemda Sumbawa.
Sementara Ketua Umum IKASUM Dr. Lukman Malanuang, dalam pengantarnya, Jika Eropa Barat dan Amerika maju karena etika protestannya, Jepang dengan ajaran Tokugawanya maka Sumbawa akan maju dengan “Parenti Kalanis Takit Ko Nene Kangila Boat Lenge” (takut pada Allah SWT dan takut malu berbuat tercela.
Buah dari “Parenti Kalanis” orang Sumbawa ingin mendapatkan Krik Selamat (limpahan anugerah dan keselamatan). Krik Selamat ini kata Lukman ditopang oleh “to” dan “ila” (tahu pandai trampil cerdas dan gesit)
‘Ila’ (malu) ada 5 jenis katanya lagi: ‘ila’ “boat lenge ( malu berbuat tercela) ‘ila’ “no boat dadi” (malu gagal), “ila capa’ ling tau” (malu dilecehkan). “Ila ya sanonda rasa ling tau” (malu dianggap enteng) dan Ila “rik repa ling tau” (malu harga diri dan kehormatannya direndahkan).
Berpegang pada nilai2 tersebut tutupnya akan menjadi manusia “Balong Bakalako” yaitu manusia baik dan bermanfaat bagi banyak orang. (007)

















