Home Serba Serbi Tekno LG Berhenti Produksi Ponsel, Kini Raih Pendapatan Rp1.100 Triliun dari Bisnis Baru

LG Berhenti Produksi Ponsel, Kini Raih Pendapatan Rp1.100 Triliun dari Bisnis Baru

Sumbawanews.com,- Pada 31 Juli 2021, LG secara resmi menghentikan produksi ponsel cerdas setelah bertahun-tahun berjuang di pasar yang semakin sengit. Keputusan ini diambil setelah divisi seluler perusahaan mengalami kerugian operasional selama hampir enam tahun berturut-turut, dengan total kerugian mencapai USD 4,5 miliar atau sekitar Rp80,4 triliun. Sebelumnya, LG pernah menjadi pemain kunci di industri ponsel dengan produk ikonik seperti LG Prada—ponsel pintar pertama dunia dengan layar sentuh kapasitif—dan LG G3 yang terjual lebih dari 10 juta unit secara global. Namun, pangsa pasar global LG terus merosot, dari posisi ketiga di Amerika Utara pada masa puncaknya, hingga hanya 2% di peringkat sembilan pada 2020, dengan pengiriman hanya 7,6 juta unit pada kuartal IV tahun itu.

Ditekan oleh persaingan ketat dari Apple dan Samsung di segmen premium, serta merek-merek Tiongkok seperti Xiaomi, Oppo, dan Vivo di segmen entry-level, LG memutuskan untuk menarik diri dari bisnis yang hanya menyumbang 7% dari total pendapatan grup. Sebelumnya, perusahaan sempat bernegosiasi untuk menjual bisnis selulernya kepada Vingroup, tetapi kesepakatan gagal terwujud. Alih-alih terus mempertahankan unit yang merugi, LG memilih mengalihkan seluruh sumber daya ke sektor yang lebih prospektif: komponen kendaraan listrik, perangkat terhubung, smart home, robotika, kecerdasan buatan, solusi B2B, serta platform dan layanan digital.

Hasilnya, strategi ini terbukti sangat tepat. Divisi komponen kendaraan listrik LG telah mengantongi pesanan senilai KRW 90 hingga 100 triliun, atau sekitar USD 75 miliar, yang menjamin stabilitas pendapatan jangka panjang. Di sisi lain, lini bisnis B2B menyumbang sekitar 36 persen dari total pendapatan perusahaan. Dengan meninggalkan pasar ponsel yang penuh tekanan, LG kini berada di jalur pertumbuhan yang jauh lebih stabil dan menguntungkan.

Previous articleAnak-Anak Korban Gempa NTT Dapat Trauma Healing di Pengungsian
Next articleJamal Musiala Buka Suara Setelah Dua Kali Kolaps dalam Tiga Hari