Home Berita Tomahawk Tewaskan 163 Siswi Sekolah Munab Iran, Mantan Intelijen AD AS: Kami...

Tomahawk Tewaskan 163 Siswi Sekolah Munab Iran, Mantan Intelijen AD AS: Kami Adalah Teroris

Washington DC., sumbawanews.com – Dalam sebuah kesaksian, Mantan Kapten Intelijen kontra terorisme angkatan Darat Amerika Serikat, Josephine Guilbeau, Jum’at (27/03) menjelaskan, terorisme berdasarkan versi Amerika Serikat adalah penggunaan kekerasan yang direncanakan untuk menimbulkan rasa takut, paksaan, atau intimidasi yang ditujukan kepada pemerintah atau masyarakat untuk mencapai politik Agama atau ideologi.

Baca Juga: Joe Kent: Kita Berada di Titik Kritis Dalam Perang dengan Iran

Ia yang mengaku sebagai mantan petugas intelijen dan 17 tahun di Angkatan Darat AS, dan pernah bertugas sebagai petugas intelijen di DIA, ODNI, NSA, dan DHS mengungkapkan, 165 gadis kecil tewas akibat serangan Tomahawk Amerika Serikat dari are operasi.

Ia menjelaskan, Rudal Tomahawk modern dilengkapi dengan kamera internal penargetan secara real time. Citra satelit terus-menerus dikumpulkan oleh beberapa orang badan intelijen, beberapa negara secara real time.

“Seluruh sekolah dikelilingi oleh warna-warni lukisan, bunga, mural berwarna cerah, Di sekeliling sekolah ini. dan tanpa diragukan lagi, itu memang sebuah sekolah, jika Anda melihatnya. Kamera rudal Tomahawk Sudah jelas,” beber dia.

Diungkapkan, setelah serangan terhadap Iran pada pukul 10 pagi, Pada pukul 10:20 staf di Sekolah mulai mulai mengevakuasi anak-anak. “Serangan pertama menghantam sekolah, Anak-anak dipindah ke mushalla. Serangan kedua menghantam musala, 163 anak tewas. serang ketiga serang di dekatnya,” jelasnya.

Baca Juga: Kecewa Dengan Perang Iran, Direktur Pusat Kontraterorisme Nasional AS Mengundurkan Diri

Ditambahkan, tidak ada jeda untuk peninjauan, tidak ada jeda untuk penyelidikan. Dan tidak ada Seruan agar komando ini hadir di hadapan kongres dan memberikan laporan kepada Kongres dan kepada rakyat Amerika Serikat.

“Kami baru saja mengebom sebuah sekolah, padahal kami tahu itu adalah sebuah sekolah. Siapa terorisnya? Siapakah tokoh jahat dalam cerita ini? Inilah kisah garis waktu kita. Menurut definisi terorisme kita sendiri, dan saya dapat mengatakan ini sebagai mantan petugas kontra terorisme. Kami adalah teroris, Kami adalah orang jahat,” ucapnya.

Ia juga meminta para petinggi militer Amerika Serikat saat ini untuk berhenti dan menghentikan perang dengan iran. Sebab merupakan kejahatan perang dan akan menyebabkan tentara Amerika Serikat tewas.

Diketahui, Josephine Guilbeau, adalah salah satu pakar senior di Eisenhower Media Network. Sebuah organisasi yang beranggotakan para ahli mantan militer, intelijen, dan pejabat keamanan nasional sipil di Amerika Serikat.(Using)

Previous articleAnggota Kongres AS Dukung Lebanon Lewat Resolusi, Rashida Tlaib: Hentikan Kampanye Pembersihan Etnis Ini
Next articleRJ Rismon Dipersoalkan, Pengamat Sebut Tak Penuhi Syarat Hukum
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik