Damaskus, sumbawanews.com – Syrian Democratic Force (SDF), Minggu (18/01) menyebutkan, Bentrokan meletus di daerah Dibsi Afnan, sebelah barat Raqqa, menyusul serangan pengkhianatan oleh faksi-faksi pemerintah Damaskus terhadap posisi pasukan SDF, yang jelas-jelas melanggar perjanjian yang ditengahi secara internasional.
Baca Juga: Suriah Keluarkan Dekrit Perlindungan Suku Kurdi
Dikatakan, Perjanjian tersebut menetapkan gencatan senjata dan batas waktu 48 jam bagi pasukan kami untuk mundur dari kota Deir Hafer dan Maskana. Namun, pemerintah Damaskus mengerahkan konvoi militer, senjata berat, dan tank ke daerah tersebut sebelum penarikan selesai dan menyerang para pejuang kami, yang mengakibatkan gugurnya beberapa dari mereka.
“Kami menganggap mereka yang melanggar perjanjian dan mengkhianati pasukan kami sepenuhnya bertanggung jawab atas eskalasi ini. Kami juga menganggap kekuatan internasional yang mensponsori perjanjian tersebut bertanggung jawab atas apa yang terjadi dan menyerukan kepada mereka untuk segera campur tangan untuk menghentikan pelanggaran dan mencegah memburuknya situasi lebih lanjut,” katanya. (Using)















