Home Berita Prancis Tidak Akan Ikut Perang Iran, Tidak Juga Ikut Buka Selat Hormuz

Prancis Tidak Akan Ikut Perang Iran, Tidak Juga Ikut Buka Selat Hormuz

Paris, sumbawanews.com – Presiden Prancis, Emmanuel Macron pada Pidato pengantar pertemuan Dewan Pertahanan dan Keamanan Nasional mengenai situasi di Iran dan Timur Tengah, Selasa (17/03) waktu setempat menegaskan, Prancis tidak akan masuk dalam perang Iran. Dan mempertahankan posisi defensif untuk melindungi warga Prancis dan Sekutu.

Baca Juga: Inggris Ogah Terseret Perang Lebih Luas

“Saya tegaskan kembali di sini bahwa Prancis tidak memilih perang ini, kami tidak ikut serta, dan kami mempertahankan posisi defensif semata untuk melindungi warga negara kami dan mendukung sekutu kami. Tujuan kami jelas, telah ditetapkan sejak awal, dan tidak berubah,” tegas Macron.

Diungkapkan, tujuan pertama adalah melindungi warga negara kita, pangkalan diplomatik dan militer kita, serta kepentingan kita di kawasan ini. kedua adalah untuk berdiri bersama semua mitra yang memiliki perjanjian pertahanan, dan yang sering bekerja sama dalam memerangi terorisme, demi keamanan dan stabilitas regional.

“Kami telah menepati janji kami, dan kami terus menepatinya. Kami adalah mitra yang setia, dan kami telah memberikan dukungan yang sangat jelas kepada mereka sejak awal, yaitu untuk membantu mereka melindungi penduduk mereka sendiri, dengan tujuan yang sangat jelas di sini juga: untuk membatasi penyebaran konflik secara geografis sebisa mungkin. Masing-masing dari mereka mengakui tindakan kami bersama mereka, demi keamanan mereka,” jelasnya.

Disebutkan, Situasi khusus adalah Lebanon sebagai sahabat Prancis yang sangat penting, di mana Prancis tmelalui UNIFIL dan kehadiran kami dalam kontingen PBB ini bersama otoritas Lebanon untuk menjaga kedaulatan, integritas teritorial, dan perjuangan tanpa henti melawan Hizbullah.

Tujuan ketiga untuk menjamin kebebasan navigasi dan keamanan maritim di kawasan ini. “ni sangat penting bagi kepentingan kami, khususnya kepentingan ekonomi, bukan hanya kepentingan Prancis, tetapi kami tahu ini berlaku untuk gas, minyak, perdagangan internasional, dan kebebasan navigasi. Kami memiliki kehadiran bersama banyak mitra kami di Mediterania Timur, di mana situasinya stabil, tetapi kami mempertahankannya, terutama di sepanjang Siprus, yang telah menjadi target, dan memantau situasi di Lebanon.

Ditambahkan, mengenai Selat Hormuz, yang jelas merupakan situasi paling sensitif. “Kami bukan pihak dalam konflik tersebut. Oleh karena itu, Prancis tidak akan pernah berpartisipasi dalam operasi untuk membuka atau membebaskan Selat Hormuz dalam konteks saat ini.

Namun, setelah situasi mereda, Prancis bersama dengan negara-negara lain, siap untuk memikul tanggung jawab atas sistem pengawalan. Tetapi ini adalah upaya kompleks, yang melibatkan aspek politik dan teknis, dan semua pemangku kepentingan dalam transportasi maritim, perusahaan asuransi, dan personel operasional yang harus dibentuk. (Using)

Previous article2 Hari 3 Pejabat Tinggi Iran Tewas
Next articleInfrastruktur Dekat PLTN Bushehr Terkena Serangan, IAEA: Melanggar
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik