Home Berita Inggris Ogah Terseret Perang Lebih Luas

Inggris Ogah Terseret Perang Lebih Luas

London, sumbawanews.com – Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, dalam konferensi pers di Downing Street, Senin (16/03) mengatakan, Konflik di Iran dan di seluruh Timur Tengah kini memasuki minggu ketiga. Dan Inggris Prioritas kepentingan nasional serta akan melindungi rakyat Inggris di wilayah ini.

Baca Juga: Inggris Kerahkan Kekuatan Militer Tambahan ke Siprus, Qatar dan Mediterania

“Sambil mengambil tindakan yang diperlukan untuk membela diri kita dan sekutu kita. Kami tidak akan terseret ke dalam perang yang lebih luas,” katanya.

Selain itu, Inggris akan terus berupaya menuju penyelesaian cepat yang mengembalikan keamanan dan stabilitas ke wilayah ini. Dan menghentikan ancaman Iran terhadap negara-negara tetangganya.

“Saya ingin melihat perang ini berakhir secepat mungkin. Karena semakin lama hal itu berlanjut, semakin berbahaya situasinya,” jelas dia.

Menurutnya,operasi AS telah secara signifikan melemahkan kemampuan militer rezim Iran.  “Ketika pertempuran berhenti, kita akan membutuhkan semacam kesepakatan yang dinegosiasikan untuk membatasi ancaman yang ditimbulkan oleh Iran, untuk membatasi kemampuan mereka,” ucapnya.

Disebutkan, gejolak timur Tengah berdampak pada pasokan minyak, gas, dan pupuk global, yang pada akhirnya mendorong kenaikan harga di dalam negeri. ”Kami telah bertindak bersama negara-negara lain untuk melepaskan cadangan minyak darurat pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar dia.

Perdana Menteri Inggris mengakui, telah diserang oleh sebagian orang karena keputusan saya untuk tidak bergabung dalam serangan terhadap Iran.

“Namun di setiap tahap, saya selalu berpegang teguh pada prinsip saya. Bahwa keputusan kita harus didasarkan pada penilaian yang tenang dan bijaksana terhadap kepentingan nasional Inggris,” jelasnya.

Namun jika Inggris mengirimkan prajurit ke medan perang, Setidaknya mereka berhak mengetahui bahwa melakukannya atas dasar hukum. Dan dengan rencana yang matang dan terpikirkan dengan baik.

“Nah, ada juga orang lain yang mungkin akan mengambil keputusan berbeda dua minggu lalu. Mereka pasti akan menyeret Inggris langsung ke dalam perang ini. Tanpa gambaran lengkap tentang apa yang mereka kirimkan pasukan kita ke sana. Dan tanpa rencana untuk mengeluarkan kita dari sana. Itu bukan memimpin, itu mengikuti. Kepemimpinan saya adalah tentang berdiri teguh demi kepentingan Inggris. Tidak peduli seberapa besar tekanannya,” tegas dia. (Using)

Previous articleIRGC Luncurkan Gelombang ke-55 dengan Rudal Hipersonik Berat
Next articleTolak Seruan Trump Tentang Selat Hormuz, Menhan Jerman: Ini Bukan Perang Kita
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik