Teheran, sumbawanews.com – Seyed Abbas Araqchi, Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, dan Bruno Rodriguez, Menteri Luar Negeri Kuba, membahas hubungan bilateral serta perkembangan regional dan internasional dalam percakapan telepon, Selasa (06/01).
Dalam percakapan telepon ini, mereka membahas dan bertukar pandangan tentang kapasitas yang ada untuk memperluas hubungan antara kedua negara di bidang-bidang yang saling menguntungkan, serta memperkuat koordinasi di tingkat organisasi internasional.
Baca Juga: Klaim 32 Warganya Tewas Dalam Penangkapan Maduro oleh AS, Miguel Díaz Nyatakan Kuba Siap Bertaruh Nyawa
Menteri Luar Negeri Iran Mengutuk agresi militer AS terhadap Venezuela, dan menganggap tindakan ini sebagai pelanggaran nyata terhadap Piagam PBB dan aturan dasar hukum internasional. Serta menekankan tanggung jawab semua pemerintah dan PBB untuk secara tegas dan eksplisit menentang pelanggaran hukum yang berbahaya ini.
Araqchi juga memuji rakyat dan pemerintah Kuba atas perlawanan mereka terhadap ancaman dan tekanan ekonomi ilegal serta ancaman eksternal.
Menteri Luar Negeri Kuba, juga mengutuk tindakan ilegal dan tidak aman Amerika Serikat di Karibia dan Amerika Latin, terutama invasi ilegal baru-baru ini ke Venezuela dan penculikan presiden dan istrinya. Serta menekankan perlawanan Kuba terhadap ancaman eksternal apa pun dan mengingatkan perlunya kerja sama dan koordinasi antar negara sahabat untuk menghadapi unilateralisme yang agresif.
Menteri Luar Negeri Iran dan Kuba menekankan perlunya memperkuat kerja sama bilateral dan multilateral, terutama dalam kerangka Kelompok Sahabat untuk Pembelaan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Gerakan Non-Blok. (Using)















