Sumbawanews.com,- Pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama, 17 tahun, kini berada di ambang sejarah Moto3 2026 dengan mengejar rekor poin musim penuh pertama yang dicatatkan pembalap Jepang Ai Ogura pada 2019. Dengan 97 poin dari 13 balapan, Veda Ega berada di posisi ketujuh klasemen dan hanya butuh 12 poin lagi untuk menyamai, serta 13 poin untuk melampaui catatan 109 poin Ogura yang diraih saat membela Honda Team Asia pada musim 2019.
Ogura, yang debut sebagai wild card pada 2018 dengan hanya mengumpulkan satu poin dari empat balapan, baru benar-benar menjalani musim penuh pada 2019. Di tahun itu, ia meraih satu podium—finis kedua di Argentina—dan satu lap tercepat dari 18 balapan, mengantarkannya ke peringkat sepuluh klasemen akhir. Sementara Veda Ega, yang juga berasal dari akademi Honda dan kini membela Honda Team Asia, telah menunjukkan konsistensi di 13 balapan musim ini, meski baru-baru ini terhambat oleh dua balapan tanpa poin.
Peluang Veda Ega untuk menjadi pembalap Asia pertama yang melampaui rekor poin musim perdana Ogura terbuka lebar, terutama mengingat sisa empat balapan tersisa di kalender 2026. Tantangan terdekatnya adalah Moto3 Austria 2026 di Sirkuit Red Bull Ring akhir pekan ini, di mana ia harus bangkit dari tren buruknya untuk mempertahankan momentum. Kemenangan atau podium di sana bisa menjadi titik balik menuju pencapaian sejarah.
Penggemar balap motor Indonesia juga menanti penampilannya di MotoGP Mandalika 2026 pada 9–11 Oktober mendatang, di mana ia akan tampil di depan publik sendiri di Sirkuit Mandalika, Lombok. Dengan tekad dan performa konsisten, Veda Ega tidak hanya berlaga untuk poin, tapi juga untuk membuktikan bahwa talenta muda Indonesia mampu bersaing di puncak kelas Moto3.















