Home Berita Olah Raga Tragedi di Piala Dunia 2026: Dua Suporter Meksiko Tewas dalam Kerumunan Perayaan...

Tragedi di Piala Dunia 2026: Dua Suporter Meksiko Tewas dalam Kerumunan Perayaan Kemenangan

Sumbawanews.com,- Perayaan kemenangan Timnas Meksiko atas Ekuador dengan skor 2-0 di babak 32 besar Piala Dunia 2026 berubah menjadi duka. Dua orang suporter tewas akibat sesak napas dalam kerumunan massal yang memadati pusat kota Mexico City, Rabu, 1 Juli 2026, segera setelah peluit panjang pertandingan berbunyi.

Korban dikonfirmasi sebagai seorang pria berusia 44 tahun dan seorang wanita berusia 19 tahun. Keduanya ditemukan tak bernyawa di sepanjang Jalan Hamburgo dan Lancaster, lokasi yang berdekatan dengan Monumen Malaikat Kemerdekaan—pusat utama perayaan para pendukung El Tri. Otoritas kesehatan setempat menyatakan penyebab kematian adalah gangguan pernapasan akibat kepadatan luar biasa yang tak terkendali.

Ribuan suporter membanjiri jalanan sejak laga berakhir, memadati ruang publik dengan sorak-sorai, tarian, dan ledakan kembang api. Meski euforia menjadi hal biasa dalam ajang sepak bola global, kali ini kerumunan mencapai titik kritis yang memicu tekanan fisik berlebihan, menghambat sirkulasi udara di tengah massa.

Petugas medis yang bersiaga di lokasi langsung melakukan resusitasi lanjutan, namun upaya penyelamatan gagal. “Kematian ini adalah tragedi yang sangat disesalkan. Kami mengirimkan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban,” ujar perwakilan Sekretariat Kesehatan Mexico City dalam pernyataan resmi.

Insiden ini memicu kekhawatiran akan manajemen kerumunan di tengah gelombang antusiasme besar selama Piala Dunia 2026. Pihak berwenang kini tengah menyelidiki apakah ada kegagalan dalam perencanaan keamanan, termasuk pengaturan jalur evakuasi dan pembatasan akses di sekitar lokasi ikonik tersebut.

Kemenangan atas Ekuador membawa Meksiko melangkah ke babak 16 besar, di mana mereka akan menghadapi pemenang laga Inggris melawan Republik Demokratik Kongo. Namun, sorak-sorai yang seharusnya menjadi simbol kebanggaan nasional kini tercoreng oleh dua nyawa yang tak bisa diselamatkan.

Pemerintah kota telah mengimbau masyarakat untuk tetap merayakan dengan bijak, sambil mengevaluasi protokol keamanan untuk pertandingan-pertandingan mendatang. Di tengah euforia sepak bola, tragedi ini menjadi pengingat pahit: di balik setiap gol, ada nyawa yang bisa hilang jika keamanan diabaikan.

Previous articleKemhan dan Kemenkes Bentuk Tim Investigasi Kematian Lima Calon Kopdes saat Latsarmil
Next articleHarry Kane Jadi Penyelamat Inggris Lawan Kongo di 32 Besar Piala Dunia 2026