Sumbawanews.com,- Persib Bandung terpaksa menjalani laga kandang di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) yang kondisi lapangannya rusak parah, menyusul penunjukan Stadion Si Jalak Harupat (SJH) sebagai venue utama FIFA ASEAN Cup 2026. Pertandingan melawan PSM Makassar pada pekan pertama Liga 1 2026/27, Minggu (6/9/2026), berlangsung di atas rumput yang penuh tambalan, menjadi lanjutan masalah yang sudah menghantui tim Maung Bandung sejak musim lalu.
SJH, yang biasanya menjadi markas Persib, kini sedang dalam tahap pembenahan untuk menyambut turnamen perdana FIFA ASEAN Cup, bersama Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) di Jakarta. Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan, mengonfirmasi bahwa keputusan memindahkan laga ke GBLA bukan pilihan, melainkan kewajiban akibat larangan resmi dari PSSI. “Tadinya mau di Si Jalak Harupat. Memang tiba-tiba sama PSSI tidak boleh. Jadi ya mau tidak mau, tidak ada opsi,” ujarnya.
Kerusakan lapangan GBLA bermula dari aksi oknum suporter yang mencabuti rumput usai Persib merayakan gelar juara Liga 1 2023/24. Upaya pemulihan hingga kini belum optimal, sehingga stadion itu belum layak digunakan secara penuh. Meski rencananya perbaikan akan selesai akhir September, pengelola memperkirakan kondisi lapangan baru benar-benar siap pada Oktober.
Persib kini terjebak dalam siklus tak diinginkan: tanpa kandang layak. Dengan SJH dan GBLA sama-sama dalam kondisi darurat, tim asuhan pelatih Bojan Hodak harus bertahan dengan fasilitas terbatas, sementara persiapan FIFA ASEAN Cup berjalan di luar kendali mereka.















