Sumbawanews.com,- Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari, mengungkapkan perjalanan tim atlet Indonesia menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026 terganggu oleh erupsi Gunung Anak Krakatau dan banjir di Nagoya. Erupsi menyebabkan penutupan bandara, memaksa rombongan mengubah rute keberangkatan melalui jalur darat ke Surabaya, lalu melanjutkan perjalanan ke Singapura dan akhirnya Nagoya, Jepang. Setibanya di lokasi tujuan, tim basket Indonesia kembali terhambat oleh banjir yang mengganggu jadwal latihan.
Oktohari menekankan bahwa kecepatan respons dan kolaborasi antara tim Chef de Mission (CdM), NOC Indonesia, dan Kemenpora menjadi kunci keberhasilan dalam mengatasi kendala logistik tersebut. Ia memastikan komunikasi terus berjalan dengan pemerintah Jepang dan panitia lokal untuk menyesuaikan persiapan atlet sesuai kondisi terkini. Prioritas utama, kata dia, adalah memastikan atlet tetap siap tampil maksimal meski menghadapi tantangan alam yang tak terduga.
“Sebagai bangsa yang besar, kita tidak akan pernah surut hanya karena tantangan-tantangan ini. Kuncinya, kita harus keluar sebagai pemenang,” ujar Oktohari usai pengukuhan tim di Wisma Serbaguna, Senayan, Rabu (9/9). Ia berharap perjuangan para atlet tidak hanya menjadi cerita olahraga, tapi juga sumber inspirasi bagi masyarakat Indonesia yang tengah menghadapi berbagai ujian.
Perjalanan tim Indonesia menuju Asian Games 2026 menjadi bukti ketangguhan dalam menghadapi hambatan di luar kendali—dari letusan gunung hingga banjir kota—yang justru memperkuat semangat untuk tetap maju.















