Sumbawanews.com,- Menjelang musim 2026-2027, Manchester United dikabarkan sedang mempersiapkan kejutan besar di lini belakang dengan mempertimbangkan rekrutmen Angus Gunn, kiper tim nasional Skotlandia yang tampil di Piala Dunia 2026. Pemain berusia 30 tahun itu kini berstatus bebas transfer setelah kontraknya dengan Nottingham Forest tidak diperpanjang, dan performanya di turnamen global menjadi sorotan utama manajemen Setan Merah.
Gunn, yang menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang Skotlandia selama tiga laga fase grup, menunjukkan konsistensi meski timnya gagal lolos ke babak 32 besar setelah dikalahkan 0-3 oleh Brasil di Miami. Kepiawaian dalam menahan tembakan jarak jauh, kecepatan reaksi, dan kemampuan membaca permainan membuatnya menjadi salah satu nama paling menjanjikan di pasar kiper bebas transfer.
Rumor kedekatan Gunn dengan Manchester United diperkuat oleh hubungan masa lalunya dengan Jason Wilcox, direktur sepak bola klub yang sebelumnya menjabat di akademi Manchester City—tempat Gunn memulai karier muda. Kepedulian Wilcox terhadap perkembangan Gunn sejak remaja diyakini bisa mempercepat proses negosiasi, bahkan jika klub tidak perlu mengeluarkan biaya transfer.
Selain Gunn, United juga memantau Karl Darlow, kiper berusia 35 tahun dari Leeds United yang kontraknya akan habis dalam waktu dekat. Namun, karena Darlow masih dalam pembicaraan perpanjangan kontrak dengan timnya, Manchester United memilih untuk tetap fokus pada opsi yang lebih fleksibel secara finansial dan strategis.
Dengan Andre Onana yang masih menjadi pilihan utama meski sering menuai kritik atas kesalahan individu, manajemen United ingin menambahkan pengalaman dan stabilitas di posisi kiper. Gunn, yang pernah menjadi pilihan utama di Premier League bersama Southampton dan Norwich, dianggap sebagai sosok yang mampu menjadi pelapis sekaligus pesaing sehat, sekaligus membawa ketenangan di bawah tekanan turnamen besar.
Jika keputusan ini terealisasi, Gunn akan menjadi kiper Skotlandia pertama yang memperkuat Manchester United sejak legenda Bobby Clark pada era 1970-an—sekaligus simbol kebangkitan klub yang kembali berburu talenta berkaliber internasional tanpa harus menghabiskan dana besar.















