Sumbawanews.com,- Pelatih FC Twente, John van den Brom, secara tegas menutup pintu bagi bek Timnas Indonesia, Mees Hilgers, untuk kembali memperkuat klub setelah sang pemain absen sejak awal persiapan pramusim. Dalam pernyataan resmi pada Selasa, 4 Agustus 2026, van den Brom menyatakan kekecewaannya atas sikap Hilgers yang meski masih terikat kontrak hingga musim depan, tidak pernah kembali bergabung dengan tim. “Ini sangat mengecewakan. Saya sudah lama tidak melihatnya. Dia masih punya kontrak, tapi tidak datang,” ujar van den Brom, seperti dikutip dari *VoetbalPrimeur*.
Hilgers, yang tumbuh di akademi FC Twente dan menjadi bagian dari identitas klub sejak remaja, dianggap van den Brom sebagai simbol kesetiaan yang kini justru dilanggar. “Dia besar di sini, ini klubnya. Anda selalu berharap pemain pergi dengan cara yang baik. Saat ini, itu tidak terjadi,” lanjutnya. Pernyataan itu menggambarkan luka emosional yang dirasakan manajemen, bukan sekadar masalah teknis atau taktis.
Ketika ditanya apakah ada kemungkinan rekonsiliasi, van den Brom memberikan jawaban tanpa ambigu: “Apakah masih ada jalan kembali? Tidak. Saya rasa tidak. Saya tidak berharap dia kembali.” Pernyataan ini menjadi sinyal terakhir bahwa hubungan antara Hilgers dan FC Twente telah putus secara permanen. Spekulasi tentang kemungkinan pindah ke Feyenoord, yang diperkuat oleh foto Hilgers mengenakan jersey lawan, semakin memperburuk citra sang pemain di mata suporter dan manajemen.
Meski belum ada pengumuman resmi pemutusan kontrak, keputusan van den Brom jelas menggambarkan bahwa Hilgers tidak lagi dianggap bagian dari masa depan FC Twente. Bagi klub yang membanggakan sistem akademinya, kepergian seorang putra akademi tanpa kehormatan menjadi duka yang sulit dilupakan.















