Sumbawanews.com,- Timnas Indonesia harus segera kembali ke formasi awal yang memenangkan laga pembuka melawan Kamboja 5-1 pada laga lanjutan Piala AFF 2026, menyusul performa tak konsisten di dua pertandingan berikutnya. Dalam pertandingan perdana Grup A, skuad Garuda tampil dominan dengan kemenangan telak 5-1, berkat susunan pemain yang seimbang antara pertahanan dan serangan. Namun, setelah sejumlah perubahan pada laga melawan Timor Leste dan Vietnam, performa tim justru menurun drastis, terutama saat kalah 0-3 dari Vietnam dengan dua gol kebobolan hanya dalam enam menit pertama.
Pada kemenangan 5-1 atas Kamboja, Nadeo Argawinata menjaga gawang, didukung trio bek Shayne Pattynama, Rizky Ridho, dan Sandy Walsh. Di tengah, Marc Klok, Thom Haye, dan Ivar Jenner menjadi pengatur ritme permainan, sementara Eliano Reijnders dan Dony Tri Pamungkas mengisi sayap kanan-kiri. Di depan, Beckham Putra Nugraha berduet dengan Mitchell Baker, menciptakan sinergi yang memicu tiga gol di babak pertama dan dua lagi di babak kedua. Formasi ini terbukti mampu mengontrol permainan, menekan lawan, dan menciptakan peluang secara konsisten.
Namun, pada laga kedua melawan Timor Leste, pelatih John Herdman melakukan perombakan besar: Cahya Supriadi menggantikan Nadeo di gawang, sementara Wahyu Prasetyo, Jordi Amat, dan Brian Fatari menggantikan trio bek awal. Dony Tri Pamungkas digantikan Tim Geypens, dan Beckham Putra Nugraha dicadangkan untuk Rayhan Hanan. Hasilnya, Indonesia kesulitan menembus pertahanan lawan hingga babak pertama berakhir tanpa gol, baru bisa membuka skor setelah beberapa pergantian di babak kedua, dengan kemenangan sempit 3-0.
Laga ketiga melawan Vietnam menjadi titik terendah. Nadeo kembali menjadi kiper, namun susunan belakang diubah menjadi Rizky Ridho, Jordi Amat, dan Shayne Pattynama — gabungan antara formasi awal dan perubahan sebelumnya. Di lini depan, Beckham Putra Nugraha digantikan Ragnar Oratmangoen. Hasilnya, pertahanan Indonesia runtuh dalam hitungan menit: Vietnam unggul 2-0 pada menit ke-6 dan ke-14, sebelum menambah gol ketiga lewat Rafaelson pada menit ke-71. Kekalahan ini memperjelas bahwa formasi yang pernah sukses justru diabaikan saat paling dibutuhkan.
Analisis menunjukkan bahwa Rizky Ridho tampil paling nyaman sebagai bek tengah dalam formasi awal, sementara Beckham Putra Nugraha membuktikan diri sebagai ujung tombak yang efektif dan dinamis. Kombinasi di lini tengah — Klok, Haye, dan Jenner — tetap menjadi tulang punggung permainan yang stabil. Jika Indonesia ingin bangkit dan bersaing di grup, Herdman tidak punya banyak waktu untuk terus bereksperimen. Kembali ke formasi yang membantai Kamboja bukan pilihan, tapi keharusan.















