Sumbawanews.com,- FIFA membantah tegas laporan bahwa Presiden Gianni Infantino tidak bisa menghubungi Presiden Amerika Serikat Donald Trump usai rencana menjual saham Piala Dunia batal. Dalam pernyataan resmi kepada Reuters pada Selasa (4/8), FIFA menegaskan bahwa Infantino tidak pernah menelepon Trump maupun anggota kabinetnya dalam beberapa hari terakhir, dan klaim tersebut murni fiksi.
Laporan sebelumnya dari New York Post menyebut Infantino berulang kali mencoba menghubungi Trump sejak Jumat pekan lalu, namun tidak mendapat respons. Namun, FIFA menegaskan tidak ada komunikasi langsung antara keduanya dalam konteks itu. Rencana menjual saham Piala Dunia melalui inisiatif FIFA Forward Enterprise memang sempat menjadi sorotan, dengan perusahaan Thrive Eternal—milik Joshua Kushner, saudara menantu Trump—disebut sebagai calon pemimpin investor. Namun, wacana itu akhirnya dibatalkan setelah mendapat penolakan tegas dari sejumlah konfederasi besar, termasuk UEFA, AFC, CONCACAF, dan CONMEBOL.
Trump sendiri secara terbuka membantah keterlibatannya dalam proyek tersebut. Sementara itu, Infantino kini menghadapi tekanan politik yang semakin berat di dalam tubuh FIFA, dengan sejumlah negara mempertanyakan kepemimpinannya dan mendesak pergantian presiden menjelang pemilihan 2027. Meski sempat mengiming-imingi keuntungan finansial bagi anggota FIFA yang mendukung rencananya, upaya itu dinilai kurang transparan dan tanpa konsultasi luas, memperdalam krisis kepercayaan terhadap kepemimpinannya.















