Sumbawanews.com,- Di tengah tekanan menjaga marwah tim sepak bola terbesar di dunia, Vinicius Jr tampil sebagai sosok yang tak tergantikan. Di laga terakhir fase grup Piala Dunia 2026, pemain berusia 25 tahun itu kembali membawa Brasil menang 3-1 atas Skotlandia, mengantarkan Tim Seleção finis di puncak Grup C dengan tujuh poin. Empat gol dan satu assist dicatatnya dalam tiga pertandingan—angka yang menyamai catatan legenda seperti Ronaldo, Rivaldo, dan Jairzinho di era-era keemasan Brasil.
Tak ada kejutan dari sang pelatih, Carlo Ancelotti. “Saya tidak pernah meragukan kemampuannya untuk naik level,” ujar Ancelotti, yang kini menangani Timnas Brasil sejak awal 2025, setelah resmi menggantikan Tite. “Vini sudah menjadi salah satu pemain terbaik di dunia. Saya hanya memberinya ruang dan kepercayaan.”
Ketajamannya di kanan lini serang Brasil justru kontras dengan performanya di Real Madrid musim lalu, di mana ia kerap dianggap “melempem” dan tak konsisten. Bersama Kylian Mbappé, duet bintang itu gagal membawa Los Blancos meraih gelar apa pun—sebuah kegagalan langka dalam sejarah klub yang baru saja memenangkan Liga Champions 2024.
Namun, di bawah asuhan Ancelotti di tim nasional, Vinicius kembali menemukan jati dirinya. Kombinasi kecepatan mematikan, dribbling mematikan, dan keputusan akhir yang tajam membuatnya menjadi ancaman konstan bagi pertahanan lawan. Tiga kali ia terpilih sebagai Man of the Match berturut-turut—prestasi yang belum pernah dicapai pemain Brasil sejak Neymar di Piala Dunia 2014.
“Ini bukan soal teknik, tapi mental,” kata salah satu analis dari ESPN Brasil. “Di klub, ia terbebani ekspektasi dan tekanan. Di tim nasional, ia justru bebas—dipercaya sebagai ujung tombak, bukan sekadar pemain cepat.”
Brasil akan menghadapi runner-up Grup F—kemungkinan Belanda, Jepang, atau Swedia—di babak 32 besar. Tapi pertanyaan besar kini bukan lagi apakah Vinicius bisa tampil bagus, melainkan: sejauh mana ia mampu membawa Brasil melangkah lebih jauh? Karena jika ia terus bermain seperti ini, bukan tidak mungkin ia akan menjadi pemain paling menentukan di turnamen ini—bukan hanya sebagai bintang, tapi sebagai simbol kebangkitan sepak bola Brasil yang sedang mencari kembali jati dirinya.
Ancelotti tak perlu khawatir. Ia sudah tahu sejak awal: Vinicius Jr bukan sekadar pemain. Ia adalah harapan.















