Home Berita Olah Raga Jerman Tersingkir, Rekor Adu Penalti 44 Tahun Berakhir di Tangan Paraguay

Jerman Tersingkir, Rekor Adu Penalti 44 Tahun Berakhir di Tangan Paraguay

Sumbawanews.com,- Boston — Mimpi Jerman meraih gelar juara Piala Dunia 2026 pupus dalam drama adu penalti yang memilukan di Gillette Stadium, Boston, Selasa (30/6/2026). Timnas Jerman, yang sebelumnya tak pernah kalah dalam empat kali adu penalti di ajang dunia, akhirnya tumbang 3-4 dari Paraguay, mengakhiri rekor legendaris yang bertahan selama empat dekade.

Laga 32 besar ini berjalan sengit sepanjang 120 menit. Paraguay yang tampil disiplin dan penuh tekad unggul 1-0 lewat gol Julio Enciso menjelang jeda. Tertinggal, Jerman baru bangkit di babak kedua. Kai Havertz menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-67, memaksa pertandingan memasuki masa tambahan waktu.

Tak ada gol lagi dalam perpanjangan waktu. Kedua tim sama-sama gagal memecah kebuntuan, sehingga nasib mereka diserahkan kepada adu penalti — sebuah ritual yang selama ini menjadi kekuatan Jerman.

Namun, keajaiban tak berpihak pada Die Mannschaft. Tiga penendang Jerman — Kai Havertz, Nick Woltemade, dan Jonathan Tah — gagal menghantarkan bola ke gawang. Sementara Paraguay hanya kehilangan dua tendangan, dari Arnaldo Sanabria dan Fabian Balbuena. Dengan skor 4-3, tim asuhan Gustavo Alfaro melaju ke babak 16 besar, menanti pemenang laga Prancis vs Swedia.

Rekor Jerman di adu penalti Piala Dunia — yang sebelumnya sempurna: empat kali menang tanpa pernah kalah — kini sirna. Kemenangan mereka di 1982 (vs Prancis), 1986 (vs Meksiko), 1990 (vs Inggris), dan 2006 (vs Argentina) menjadi kenangan. Satu-satunya kebobolan dalam sejarah adu penalti mereka, pada 1982, kini tergantikan oleh tiga kegagalan beruntun dalam satu malam.

Kekalahan ini menandai kepergian Jerman dari Piala Dunia sejak 2018 — dan yang pertama kali sejak 1998 mereka tersingkir di babak 32 besar. Pelatih Julian Nagelsmann harus menelan pil pahit, sementara para pemain seperti Rüdiger, Goretzka, dan Müller menutup turnamen dengan rasa kecewa yang sulit dilukiskan.

Sementara itu, Paraguay kembali menunjukkan kegigihan klasiknya. Tim yang dikenal tangguh di turnamen besar ini, setelah 16 tahun absen dari babak 16 besar, kini kembali bersinar. Dengan kemenangan ini, mereka memperpanjang sejarah sebagai salah satu tim paling sulit dikalahkan dalam situasi krusial.

Dengan tersingkirnya Jerman, dunia sepak bola menyaksikan berakhirnya sebuah era — bukan hanya karena kekalahan, tapi karena rekor yang tak lagi bisa dipertahankan.

Previous articlePemilik Kendaraan Diesel Harus Siap Hadapi B50 Mulai 1 Juli 2026
Next articleRemehkan Brasil, Kento Shiogai Jadi Sorotan Usai Jepang Tumbang